• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Teori Umum

Mencakup teori-teori umum mengenai basis data. 2.1.1 Pengertian Database

Menurut Inmon (2002, p338), “ a database is a collection of interrelated data

stored (often with controlled, limited redundancy) according to a schema “ yang

berarti bahwa database merupakan sekumpulan penyimpanan data yang berhubungan (biasanya dengan pengontrolan, redudansi yang terbatas) yang berdasrkan suatu skema.

Sedangkan menurut Connoly dan Begg (2005, p15), database merupakan kumpulan dari data logical yang berhubungan dan deskripsi dari data tersebut yang dirancang untuk kebutuhan informasi suatu perusahaan.

Berdasarkan hal di atas, dapat disimpulkan bahwa database merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan dan terintegrasi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi suatu organisasi.

(2)

2.1.2 Tahapan Pengembangan Sistem Basis Data

(3)

Dalam tahapan pengembangan sistem basis data atau yang juga disebut sebagai

The Database System Development Lifecycle terdiri dari beberapa tahap yaitu (halaman

10-22 dikutip dari Connoly dan Begg, 2005) :

1. Perencanaan basis data: merencanakan bagaimana pengembangan basis data dapat direalisasikan dengan efisien dan efektif.

2. Pendefinisian sistem: menguraikan scope dan batasan dari pemakaian basis data. 3. Pengumpulan kebutuhan dan analisis: pengumpulan dan analisis dari kebutuhan

untuk membangun sistem basis data yang baru.

4. Rancangan basis data: perancangan konseptual, logikal, dan fisikal dari basis data.

5. Pemilihan DBMS: pemilihan DBMS untuk sistem basis data.

6. Rancangan aplikasi: merancang user interface dan progam aplikasi yang digunakan dan memproses basis data.

7. Prototyping: membangun kerangka kerja dari sistem basis data, yang mengijinkan perancang atau pemakai untuk memvisualisasikan dan mengevaluasi bagaimana sistem nantinya terlihat dan berfungsi.

8. Implementasi: membuat definisi basis data fisikal dan program aplikasi.

9. Loading dan konversi data: mengambil data dari sistem lama ke sistem baru dan jika dimungkinkan mengubah program yang sudah ada untuk dapat dijalankan di basis data yang baru.

10. Testing: pengujian sistem basis data untuk mengetahui kesalahan.

(4)

2.1.3 Entity-Relationship Modeling 2.1.3.1 Entity

Tipe entitas adalah grup dari objek yang mempunyai properties yang sama, dengan sifatnya ada yang real (misalnya mahasiswa), dan ada yang abstrak (misalnya penjualan).

Entity occurrence adalah identifikasi keunikan objek dari sebuah tipe entitas.

2.1.3.2 Relationship

Relationship type adalah set asosiasi yang mungkin terjadi pada suatu entity. Relationship occurrence adalah secara unik mengidentifikasi asosiasi yang

mungkin terjadi pada setiap entity yang berpartisipasi.

Degree of a relationship type adalah jumlah tipe entitas yang berpartisipasi

dalam sebuah relationship. Dimana jenisnya terdiri dari: 1) Binary: dua entity yang berpartisipasi.

2) Ternary:tiga entity yang berpartisipasi.

3) Quaternary: empat entity yang berpartisipasi.

Recursive relationship adalah tipe relasi dimana tipe entitas yang sama

(5)

Gambar 2.2 Contoh Recursive Relationship 2.1.3.3 Attribute

Atribut adalah properti dari sebuah entitas atau tipe relasi.

Domain atribut adalah kumpulan nilai yang diperbolehkan untuk satu atau lebih atribut.

Simple attribute adalah sebuah atribut yang terdiri dari sebuah komponen tunggal

dengan keberadaan yang terpisah.

Composite attribute adalah sebuah atribut yang terdiri dari banyak komponen

yang saling berdiri sendiri.

Single-valued attribute adalah sebuah atribut yang memegang nilai tunggal untuk

setiap occurrence dari sebuah tipe entitas.

Multi-valued attribute adalah sebuah atribut yang memegang banyak nilai untuk

setiap occurrence dari sebuah tipe entitas.

Atribut turunan adalah sebuah atribut yang merepresentasikan sebuah nilai yang diturunkan dari nilai sebuah atribut yang berhubungan atau kumpulan atribut, tidak perlu di tipe entitas yang sama.

S t a f f

Role Name

Role Name

Staff (Supervisor) supervises staff (Supervisee)

Supervises Supervisor Supervisee

(6)

2.1.3.4 Strong and Weak Entity Types

Strong entity type adalah tipe entitas yang tidak memiliki ketergantungan

terhadap tipe entitas yang lain.

Weak entity type adalah tipe entitas yang memiliki ketergantungan terhadap tipe

entitas yang lain.

2.1.3.5 Structural Constraints

Multiplicity adalah jumlah dari kejadian dari sebuah tipe entitas yang

dihubungkan ke kejadian tunggal dari asosiasi tipe entitas melalui relasi tertentu. Dimana jenisnya terdiri dari:

1) One-to-one (1:1) Relationships. 2) One-to-many (1:*) Relationships. 3) Many-to-many (*:*) Relationships.

Multiplicity untuk complex relationships adalah jumlah kejadian dari sebuah tipe

entitas dalam sebuah relasi n-ary ketika nilai yang lain (n-1) tetap. Dimana jenisnya terdiri dari:

1) 0…1: nol atau satu entity occurrence. 2) 1…1: hanya satu entity occurrence. 3) 0…*: nol atau banyak entity occurrence. 4) 1…*: satu atau banyak entity occurrence.

5) 5…10: minimum 5 sampai maksimum 10 entity occurrence.

6) 0, 3, 6-8: nol atau tiga atau enam, tujuh, atau delapan entity occurrence.

Cardinality adalah menjelaskan jumlah maksimum dari relationship occurrence

(7)

Participation adalah menentukan apakah semua atau hanya beberapa entity occurrence berpartisipasi dalam sebuah relasi.

2.1.3.6 Keys

Candidate key adalah minimal set atribut yang mengidentifikasikan secara unik

untuk setiap occurrence dari sebuah tipe entitas.

Primary key adalah candidate key yang dipilih untuk mengidentifikasikan secara

unik untuk setiap occurrence dari sebuah tipe entitas.

Composite key adalah candidate key yang terdiri dari 2 atau lebih atribut. Alternate key adalah candidate key yang tidak terpilih sebagai primary key.

2.1.4 Enhanced Entity-Relationship Modeling 2.1.4.1 Spesialisasi dan generalisasi

Superclass adalah tipe entitas yang meliputi satu atau lebih subgrouping yang

berbeda untuk setiap occurrence, dimana dibutuhkan untuk direpresentasikan dalam model data.

Subclass adalah subgrouping berbeda dari occurrence dari sebuah tipe entitas,

yang dibutuhkan untuk direpresentasikan dalam model data.

Spesialisasi adalah proses memaksimalkan perbedaan antara anggota dari entitas dengan mengidentifikasi ciri dari karakteristiknya.

Generalisasi adalah proses meminimalkan perbedaan antara entitas dengan mengidentifikasi karakteristik umum.

Participation constraint menentukan apakah setiap anggota di dalam superclass

harus berpartisipasi sebagai anggota dari subclass, yang terdiri dari 2 jenis: 1) Mandatory: setiap anggota di superclass harus jadi anggota di subclass. 2) Optional: setiap anggota di superclass tidak harus jadi anggota di subclass.

(8)

Disjoint constraint adalah menjelaskan relasi antara anggota subclass dan

mengindikasikan apakah ada kemungkinan anggota superclass menjadi anggota dari satu atau lebih subclass, dimana jenisnya terdiri dari 2:

1) Or: entity occurrence menjadi anggota dari satu subclass. 2) And: entity occurrence menjadi anggota lebih dari satu subclass. 2.1.4.2 Agregasi

Agregasi adalah merepresentasikan relasi “ has-a ” atau “ is-part-of “ antara tipe entitas dimana yang satu merepresentasikan keseluruhan dan yang lain adalah bagiannya.

2.1.4.3 Komposisi

Komposisi adalah bentuk spesifik dari agregasi yang merepresentasikan asosiasi antara entitas, dimana di sana terdapat kepemilikan kuat dan coincidental lifetime antara ”whole” dengan ”part”.

2.1.5 Metode Perancangan Basis Data

Metode perancangan basis data terdiri dari 3 tahap, yaitu:

1) Rancangan basis data konseptual: proses konstruksi model informasi dengan menggunakan sumber dari perusahaan secara independen

2) Rancangan basis data logikal: proses konstruksi model informasi dengan menggunakan spesifik model basis data perusahaan (relasional), tapi tidak tergantung kebutuhan DBMS dan pertimbangan fisikal.

3) Rancangan basis data fisikal: proses memproduksi penjelasan implementasi basis data pada secondary storage; menguraikan basis relasi, organisasi file, rancangan indeks agar akses data menjadi efisien, semua yang berhubungan dengan kendala integritas, dan peralatan/mekanisme keamanan.

(9)

2.1.5.1 Rancangan Basis Data Konseptual

Tahapan-tahapan dalam rancangan basis data konseptual terdiri dari:

1) Identifikasi tipe entitas: mengidentifikasi tipe entitas yang terutama dibutuhkan oleh view. Biasanya berupa kata benda atau frase benda.

Gambar 2.3 Kamus Data Entitas

2) Identifikasi tipe relasi: mengidentifikasi hubungan penting yang terjadi antara entitas yang telah diidentifikasi. Biasanya berupa kata kerja.

Gambar 2.4 Kamus Data Relationship

3) Identifikasi dan menggabungkan atribut dengan entitas atau tipe relasi: mengidentifikasi dan menggabungkan atribut yang dibutuhkan entitas atau relasi, dan mendokumenkan setiap atribut secara detail. Dan perlu dilakukan

(10)

pengecekan apakah atribut tersebut termasuk simple/composite,

single/multi-valued, atribut turunan.

Gambar 2.5 Kamus Data Atribut

4) Menentukan domain atribut: menentukan domain atribut dalam model konseptual lokal dan mendokumentasikan secara detail setiap domain.

5) Menentukan candidate, primary, dan alternate key: mengidentifikasikan

candidate key(s) untuk setiap entitas dan jika terdapat lebih dari satu candidate key pilih satu menjadi primary key. Cara menentukan primary key dari candidate key adalah:

a) Pilih candidate key dengan set atribut yang minimal. b) Pilih candidate key yang memiliki nilai jarang berubah. c) Pilih candidate key dengan karakter paling sedikit d) Pilih candidate key dengan nilai maksimum terkecil.

e) Pilih candidate key yang paling mudah digunakan dalam sudut pandang pemakai.

6) Mempertimbangkan konsep pemodelan enhanced (tahapan optional): mempertimbangkan penggunaan konsep model enhanced modeling, seperti

(11)

7) Cek model untuk redundancy: cek untuk setiap entitas dan atribut terhadap

redundancy dalam model. Tiga aktivitas utama dalam tahap ini:

a) Memperbaiki kembali one-to-one (1:1) relationships: jika ada 2 entitas yang merepresentasikan objek yang sama dalam perusahaan maka kedua entitas harus digabung, jika primary key beda maka pilih salah satu dan yang lain sebagai alternate key.

b) Membuang relasi yang redundant: sebuah relasi redundant jika informasi yang sama bisa didapatkan lewat relasi yang lain.

c) Mempertimbangkan dimensi waktu

8) Validasi model konseptual terhadap transaksi user: menjamin model konseptual dapat mendukung kebutuhan transaksi yang dibutuhkan oleh view. Dua pendekatan yang digunakan:

a) Menjelaskan transaksinya: mengecek semua kebutuhan informasi oleh setiap transaksi yang disediakan oleh model.

b) Menggunakan jalur transaksi: merepresentasikan jalur yang diambil oleh tiap transaksi langsung dalam ER diagram.

9) Review model konseptual data terhadap pemakai: melakukan review terhadap model konseptual data lokal dengan pemakai untuk menjamin model telah merepresentasikan user’s view berdasarkan kebutuhan perusahaan. Jika ada kesalahan dalam pemodelan maka perlu dilakukan pengulangan terhadap langkah sebelum sampai pemakai merasa model telah merepresentasikan user’s

(12)

2.1.5.2 Rancangan Basis Data Logikal

Rancangan basis data logikal adalah proses mengkonstruksi sebuah model dari informasi yang digunakan dalam suatu perusahaan berdasarkan pada model data yang spesifik, tetapi tidak bergantung pada DBMS dan pertimbangan fisikal lainnya. Model basis data logikal mengandung ER diagram, skema relasional, dan dokumen pendukung, seperti sebuah kamus data, yang dihasilkan melalui pengembangannya. Tahapan-tahapan utama dari metodologi rancangan basis data logikal adalah:

1) Membangun dan memvalidasi model data logikal lokal. Membangun model logikal data lokal dari model data konseptual yang merupakan representasi kebutuhan perusahaan, dan kemudian model divalidasi untuk menjamin struktur telah benar (menggunakan teknik normalisasi) dan untuk menjamin dapat mendukung kebutuhan transaksi. Langkah-langkah dalam membangun dan memvalidasi model data logikal lokal adalah:

a) Hilangkan fitur yang tidak kompatibel pada model relasional (tahap optional). Menghaluskan model logikal data konseptual dengan menghilangkan fitur yang tidak kompatibel terhadap model relasional.

b) Menentukan relasi untuk model logikal data lokal. Bertujuan untuk menciptakan relasi pada model data logikal lokal untuk merepresentasikan entitas, relationship, dan atribut yang telah diidentifikasi.

c) Validasi relasi dengan normalisasi. Melakukan validasi relasi model logikal data lokal dengan menggunakan teknik normalisasi.

d) Validasi relasi dengan transaksi user. Penjaminan relasi pada model logikal data lokal mendukung semua kebutuhan user view.

(13)

e) Menentukan kendala integritas. Menentukan kendala integritas yang diberikan oleh user view (yakni kebutuhan data, integritas entity dan

referential, domain, dan kendala perusahaan).

f) Review model data logikal lokal dengan user. Untuk memastikan bahwa model data logikal lokal dan dokumen pendukung yang menjelaskan model data adalah representasi yang benar dari view.

2) Membangun dan memvalidasi model data logikal global. Menggabungkan model logikal data lokal individu kedalam suatu model logikal data global perusahaan. Langkah-langkah dalam membangun dan menvalidasi model data logikal global adalah:

a) Penggabungan model logikal lokal ke dalam model global. Proses penggabungan model logikal data lokal kedalam model data global akan mempengaruhi attribut yang digunakan pada model data global perusahaan. b) Validasi model logikal data global. Melakukan validasi terhadap relasi yang

terbentuk pada model logikal data global dengan menggunakan teknik normalisasi dan review kebutuhan view transaksi user.

c) Cek untuk perkembangan jangka panjang. Menentukan apakah model data logikal global telah mengantisipasi perubahan akses data yang terjadi pada jangka panjang.

d) Review model data logikal global dengan user. Proses menjamin model data logikal global adalah benar-benar representasi kebutuhan perusahaan.

(14)

2.1.5.3 Rancangan Basis Data Fisikal

Rancangan basis data fisikal adalah proses memproduksi deskripsi dari implementasi basis data pada second storage. Rancangan basis data fisikal menjelaskan base relations dan storage structure dan access method yang digunakan untuk mengakses data secara efektif, bersamaan dengan berbagai integrity constraint dan security measure yang berasosiasi. Rancangan base relation dapat dibuat hanya apabila perancang sudah benar-benar mengerti dengan fasilitas yang ditawarkan target DBMS.

Tahapan-tahapan dari perancangan basis data fisikal adalah:

1) Menerjemah model data logikal global ke target DBMS. Bertujuan untuk menghasilkan skema relasional basis data dari model data logikal global yang dapat diimplementasikan dalam target DBMS. Langkah-langkah menerjemah model data logikal global ke target DBMS adalah:

a) Merancang base relation. Bertujuan untuk memutuskan bagaimana merepresentasikan base relation yang teridentifikasi dalam model data logikal global di target DBMS.

b) Merancang representasi dari derived data. Bertujuan untuk memutuskan bagaimana merepresentasikan derived data yang ada dalam model data logikal global di target DBMS.

c) Merancang enterprise constraint. Bertujuan untuk merancang enterprise

constraint pada target DBMS.

2) Merancang representasi fisikal. Bertujuan untuk memastikan organisasi file yang optimal untuk menyimpan base relation dan index yang dibutuhkan untuk

(15)

mencapai performa yang disetujui, dengan kata lain, bagaiman menyimpan relasi dan tuple dalam secondary storage.

a) Analisis transaksi. Bertujuan untuk mengerti fungsionalitas dari transaksi yang akan dijalankan dalam basis data dan menganalisa transaksi penting. b) Memilih organisasi file. Bertujuan untuk memastikan organisasi file yang

efisien untuk setiap base relation.

c) Memilih index. Bertujuan untuk memastikan apakah menambahkan index akan meningkatkan performa sistem.

d) Memperkirakan kebutuhan disk space. Bertujuan untuk memperkirakan jumlah disk space yang dibutuhkan basis data.

3) Merancang user view. Bertujuan untuk merancang user view yang diidentifikasi selama pengumpulan kebutuhan dan tahapan analisa pada relational database

application lifecycle.

4) Merancang security measure. Bertujuan untuk merancang security measure untuk basis data seperti telah dispesifikasi oleh user.

2.1.6 Diagram Aliran Dokumen (DAD)

Menurut Husein Umar (2001,p98), sistem yang berdasarkan pada pemakaian teknologi komputer banyak terkait dengan desain salah satu implementasi pada alur ( aliran ) dokumen. Dimana Diagram / bagan tersebut memperlihatkan input apa saja yang digunakan untuk menghasilkan output yang diinginkan berdasarkan pengolahan yang telah ditentukan. Simbol – simbol pada Diagram Aliran Dokumen :

Simbol arah arus proses

Dokumen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan semua jenis dokumen, yang merupakan formulir yang digunakan untuk merekam

(16)

data terjadinya suatu transaksi. Nama dokumen yang digambarkan dengan simbol ini adalah: faktur penjualan, surat order pembelian, cek, bukti memorial, bukti kas keluar (voucher), surat permintaan dan pengeluaran barang gudang, faktur dari pemasok, dan bukti kas masuk. Bagan alir harus menunjukan dengan jelas darimana suatu dokumen masuk ke dalam sistem dan ke mana (sistem lain) dokumen keluar dari sistem. Semua dokumen akhirnya harus mengalir ke (a) simbol arsip, (b) simbol keluar dari sistem, dan (c) simbol penghubung halaman yang berbeda (off-page connector).

Dokumen dan tembusannya. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan dokumen asli dan tembusannya. Nomor lembar dokumen dicantumkan di sudut kanan atas.

Berbagai Dokumen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis dokumen yang digabungkan bersama dalam satu paket. Nama dokumen dituliskan di dalam masing-masing simbol dan nomor dokumen yang bersangkutan. Simbol dalam contoh tersebut menggambarkan faktur lembar ke 3 dilampiri dengan surat order penjualan lembar ke 1 dan surat muat.

Catatan. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat data yang direkam sebelumnya dalam dokumen atau formulir. Nama catatan akuntansi dicantumkan di dalam simbol ini. Catatan akuntansi yang digambarkan dengan simbol ini adalah: jurnal, buku pembantu, dan buku besar. faktur

1 2

(17)

Penghubung pada halaman yang sama. (on-page connector). Dalam menggambarkan bagan alir, arus dokumen dibut mengalir dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. Karena keterbatasan ruang halaman kertas untuk menggambar makan diperlukan simbol penghubung untuk memungkinkan aliran dokumen berhenti di suatu lokasi pada halaman tertentu dan kembali berjalan di lokasi lain pada halaman yang sama. Dengan memperhatikan nomor yang tercantum dalam simbol penghubung pada halaman yang sama, dapat diketahui aliran dokumen dalam sistem akuntansi yang digambarkan dalam bagan alir.

Akhir arus dokumen dan mengarahkan pembaca ke symbol penghubung halaman yang sama yang bernomor seperti yang tercantum dalam simbol tersebut.

Awal arus dokumen yang berasal dari simbol penghubung halaman yang sama, yang bernomor seperti yang tercantum dalam simbol tersebut. Penghubung pada halaman yang berbeda (off-page

connector). Jika untuk menggambarkan bagan alir suatu sistem

akuntansi diperlukan labih dari satu halaman, simbol ini harus digunakan untuk menunjukan kemana dan bagaimana bagan alir terkait satu dengan lainnya. Nomor yang tercantum dalam simbol penghubung menunjukan bagaimana bagan alir yang tercantum pada halaman tertentu terkait dengan bagan alir yang tercantum pada halaman yang lain.

(18)

Kegiatan manual. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan kegiatan manual seperti: menerima order dari pembeli, mengisi formulir, membandingkan, memeriksa dan berbagai jenis kegiatan yang lain. Uraian singkat kegiatan manual dicantumkan di dalam simbol ini.

Keterangan, komentar. Simbol ini memungkinkan ahli sistem menambahkan keterangan untuk memperjelas pesan yang disampaikan dalam bagan alir.

Arsip sementara. Simbol ini digunakan untuk menunjukan tempat penyimpanan dokumen, seperti almari arsip dan kotak arsip. Terdapat dua tipe arsip dokuemn: arsip sementara dan arsip permanent. Arsip sementara adalah tempat penyimpanan dokumen yang dokumennya akan diambil kembali dari arsip tersebut di masa yang akan datang untuk keperluan pengolahan lebih lanjut terhadap dokumen tersebut. Untuk menunjukan urutan pengarsipan dokumen digunakan simbol berikut ini:

A = menurut abjad N = menurut nomor urut

T = kronologis, menurut tanggal

Arsip permanent. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan arsip permanen yang merupakan tempat penyimpanan dokumen yang tidak akan diproses lagi dalam sistem akuntansi yang bersangkutan.

(19)

Proses computer langsung. Simbol ini menggambarkan pengolahan data dengan komputer secara langsung. Nama program ditulis di dalam simbol.

Gambar 2.6 Simbol dalam DAD 2.1.7 State Transition Diagram

State Transition Diagram (STD) adalah sebuah modeling tool yang

menggambarkan ketergantungan waktu pada sistem real time dan human interface pada sistem online.

Notasi yang paling penting dari STD adalah : 1. State

Merupakan kumpulan keadaan atau atribut-atribut yang mencirikan benda atau orang pada waktu, keadaan dan kondisi tertentu.

Gambar 2.7 Notasi State 2. Transition (Perubahan) State

Perubahan state ditandakan dengan tanda panah. Kondisi

Aksi

(20)

Ada 2 hal yang perlu ditambahkan untuk melengkapi STD, yaitu :

a. Kondisi adalah keadaan lingkungan luar yang dapat dideteksi oleh sistem dan menyebabkan perubahan state. Kondisi dapat berupa sinyal, interrupt dan lainnya.

b. Aksi adalah apa yang dilakukan sistem jika ada perubahan state. Aksi dapat menghasilkan keluaran, tampilan pesan pada layar pengguna, membuat kalkulasi, dan lainnya.

2.2 Teori Khusus

Mencakup teori-teori khusus yang berhubungan dengan perancangan basis data. 2.2.1 Pengertian Pemasaran

Banyak para ahli mengemukakan pendapatnya tentang definisi pemasaran sehingga timbul beragam definisi yang berbeda. Kotler (2004, p9) mendefinisikan, “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.”

Kotler dan Amstrong (2001, p7) mendefinisikan, “ Pemasaran adalah suatu proses dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.”

2.2.2 Pengertian Manajemen Pemasaran

Kotler dan Amstrong (2001, p18) mendefinisikan, “Manajemen Pemasaran sebagai analisis, perencanaan , implementasi dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun dan memelihara

(21)

pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan.”

Filosofi manajemen pemasaran berpegangan pada pencapaian tujuan organisasi yang tergantung pada penentuan kebutuhan atau keinginan dari pasar sasaran dan menyampaikan kepuasan yang diinginkan dengan lebih efektif disbanding dengan pesaing.

Sedangkan menurut Kotler (1997, p7) istilah manajemen pemasaran adalah kegiatan menganalisa, merencanakan, mengimplementasi dan mengawasi segala kegiatan, guna mencapai tingkat pemasaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kegiatan utamanya terletak pada merancang penawaran yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan pasar dengan menggunakan politik harga, cara-cara komunikasi, dan cara distribusi, menyajikan informasi, memotivasi dan melayani pasar.

Menurut McLeod Jr (2001, p499), manajemen pemasaran memiliki beragam sumber daya untuk dikaryakan. Tujuannya adalah mengembangkan strategi yang menerapkan sumber daya ini bagi pemasaran barang, jasa, dan gagasan perusahaan. Dimana strategi pemasaran terdiri dari campuran unsur-unsur yang dinamakan bauran pemasaran.

2.2.3 Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran adalah serangkaian alat pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran.

Bauran pemasaran merupakan pengkristalisasian 3 (tiga) tiang utama strategi pemasaran, yaitu :

(22)

1) Diferensiasi

Langkah strategis untuk membedakan produk kita dengan produk pesaing dalam pikiran konsumen.

2) Pemosisian

Memposisikan produk kita di pasar sebagai langkah merebut pasar di pikiran konsumen.

3) Merek

Langkah strategis untuk menahan konsumen agar tetap loyal, setia, bangga, dan puas dengan cara memasarkan dan menjual secara pengalaman dan emosi di hati para calon konsumen.

(23)
(24)

Hasil dari kesimpulan strategi diferensiasi, pemosisian, dan merek adalah strategi bauran pemasaran yang akan dituangkan dalam empat hal pokok:

1) Produk

Produk adalah apa yang dibeli oleh pelanggan untuk memuaskan keinginannya atau kebutuhannya. Produk dapat berupa barang fisik, berbagai jenis jasa, atau suatu gagasan.

2) Harga

Terdiri dari semua elemen yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh pelanggan untuk produk itu.

3) Tempat atau Distribusi

Berhubungan dengan cara mendistribusikan produk secara fisik kepada pelanggan melalui saluran distribusi.

4) Promosi

Aktivitas untuk memperkenalkan diri, menawarkan manfaat, ciri produk, tawaran ketertarikan suatu program agar calon konsumen mau datang, mengerti, tahu, dan menyadari keberadaan produk tersebut.

2.2.4 Konsep Strategi Pemasaran

Pemasaran merupakan fungsi yang memiliki kontak paling besar dengan lingkungan eksternal, padahal perusahaan hanya memiliki kendali yang terbatas terhadap lingkungan eksternal. Oleh karena itu pemasaran memainkan peranan penting dalam pengembangan strategi.

Strategi pemasaran merupakan pernyataan (baik secara implisit maupun eksplisit) mengenai bagaimana suatu merek atau lini produk mencapai tujuannya (Bennett, 1988). Sementara itu, Tull dan Kahle (1990) mendefinisikan strategi

(25)

pemasaran sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayanai pasar sasaran tersebut. Strategi pemasaran merupakan bagian integral dari strategi bisnis yang memberikan arah pada semua fungsi manajemen suatu organisasi.

Menurut Dolan (1991), strategi pemasaran terdiri atas lima elemen yang saling berkait. Kelima elemen tersebut adalah:

1. Pemilihan pasar, yaitu memilih pasar yang akan dilayani.

2. Perencanaan produk, meliputi produk spesifik yang dijual, pembentukan lini produk, dan desain penawaran individual pada masing-masing lini.

3. Penetapan harga, yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan.

4. Sistem distribusi, yaitu saluran perdagangan grosir dan eceran yang dilalui produk hingga mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya. 5. Komunikasi pemasaran (promosi), yang meliputi periklanan, personal selling,

promosi penjualan, direct marketing, dan public relations. 2.2.5 Pengertian Utang dan Piutang

Menurut Weygandt, Kieso, dan Kimmel (2002, p13), utang adalah klaim terhadap aset. Yang berarti, utang adalah tagihan dan kewajiban yang sudah ada. Kebanyakan utang terikat pada keseluruhan aset suatu entitas.

Dan menurut Weygandt, Kieso, dan Kimmel (2002, p362), piutang adalah sejumlah uang yang diberikan kepada seseorang, sebuah perusahaan atau organisasi. Piutang dihasilkan dari penjualan barang dan jasa.

(26)

2.2.6 Sejarah Singkat SQL Server

Sebuah aplikasi secanggih apapun pastinya membutuhkan pendukung dari posisi

back-end-nya hingga dikatakan handal. Sebuah back-end yang baik mampu

memposisikan dirinya sebagai pensupport dari aplikasi tersebut tanpa menghilangkan sisi integralnya sendiri. Dari berbagai macam bahasa basis data, SQL Server merupakan salah satu server basis data terbaik saat ini. Didukung sepenuhnya oleh Microsoft menjadikan penggunaan aplikasi berbasis windows dengan mesin basis data setangguh SQL Server semakin digandrungi oleh kebanyakan aplikator.

SQL Server bagi sebagian database engineer merupakan sebuah basis data yang sangat baik. SQL Server adalah bagian dari produk Back Office Microsoft, yang juga menyertakan Back Office Server, Exchange Server, Proxy Server, Site Server, SBS atau Small Bussiness Server dan System Management Server. Pada dasarnya SQL Server berbasis bahasa SQL atau Structured Query Language.

SQL Server pada awalnya merupakan hasil kerja sama antara Sybase dengan Microsoft. Dimana pada saat itu masih terjadi kerja sama yang apik antara Microsoft dengan IBM untuk membuat sebuah Operating system baru yaitu OS/2. Keduanya sepakat menginginkan sebuah basis data baru yang juga bisa dijalankan pada OS/2 sehingga mereka bermitra dengan Sybase, dan meminta Sybase untuk menyertakan produk DataServer yang berbasis UNIX ke OS/2. Selain dengan Sybase, Microsoft juga menggandeng Ashton-Tate yang memiliki mayoritas pasar basis data dengan produk unggulan mereka yang terkenal yaitu dBase, kerja sama ini dirasa Microsoft sangat penting untuk mendapatkan pengakuan dan pangsa pasar bagi OS/2.

Sebuah versi Beta dari Ashton-Tate dan Microsoft SQL Server yang dijalankan pada OS/2 dirilis pada tahun 1988. Seiring dengan penghentian kerja sama Microsoft

(27)

dengan Ashton-Tate, maka pada tahun 1989 bekerja sama dengan teknologi yang diusung oleh Sybase diluncurkan Microsoft SQL Server versi 1.0.

Microsoft SQL Server 1.1 dirilis pada tahun 1990 dan berjalan pada platform OS/2 dengan keunggulan untuk memperbaiki bug pada versi 1.0. Selain itu, versi ini juga mempunyai fitur yang mampu mendukung sebuah platform client baru yaitu Windows 3.0. Dengan tambahan utilitas, pustaka pemrograman dan tool-tool administrasi menjadikan Microsoft SQL Server merupakan seri basis data terbaik pada masanya. Microsoft SQL Server versi 1.11 perawatan dirilis pada 1991 seiring penghentian kerjasama dengan IBM untuk pengembangan OS/2. Penghentian ini didasari untuk melakukan pengembangan pada Operating System multi user Windows NT.

Alat administrasi basis data GUI berbasis-Windows terdapat pada Microsoft SQL Server versi 4.2 yang dirilis pada awal tahun 1992. Ditandai dengan makin harmonisnya kerjasama Microsoft dengan Sybase untuk melakukan pengembangan pada versi SQL Server Microsoft yang dijalankan pada OS/2 yang diselaraskan dengan versi Sybase dan berjalan pada UNIX. Kehadiran Windows NT menyebabkan Microsoft merilis Microsoft SQL Server yang berjalan pada platform tersebut. Versi ini mendukung arsitektur 32-bit dan sepenuhnya ditulis-ulang dari dasar. Pada tahun itu juga Microsoft memutuskan untuk menghentikan pengembangan SQL Server pada OS/2 dan memfokuskan untuk versi Windows NT saja.

Pada tahun 1994 kerjasama Microsoft dan Sybase berakhir, selanjutnya Microsoft bertanggung jawab sepenuhnya pada pengembangan kode SQL server. Seiring dengan penghentian tersebut, para ahli di Microsoft terus melakukan

(28)

pengembangan hingga akhirnya meluncurkan versi Microsoft SQL Server 6.0 pada tahun 1995.

Versi 6.0 menghadirkan fitur yang sangat diperlukan seperti replikasi, kursor

scrollbar dan tool management yang memasukkan edisi pertama Enterprise Manager.

Kehadirian versi 6.0 menjadikannya sebagai kompetitor bagi Sybase, Oracle dan Informix.

Keseriusan Microsoft terlihat saat awal tahun 1996 kembali menghadirkan versi 6.5 Microsoft SQL Server yang mampu meningkatkan penyimpanan data dan tunduk pada standar ANSI SQL.

Microsoft SQL Server versi 7.0 dirilis pada tahun 1999. Mesin basis data baru yang telah dirancang bangun, prosesor query dan penguncian tingkat-baris penuh dihadirkan pada versi ini, disamping utilitas administrasi baru dan wizard yang baru pula. Kehadiran versi ini seakan menjawab kebutuhan desktop sampai internet hingga perusahaan besar yang membutuhkan skalabilitas. Versi ini juga merupakan platform basis data untuk skala-enterprise dan aplikasi penyimpanan data dengan teknologi seperti OLAP.

SQL Server 2000 dirilis pada tahun 2000 dengan meningkatkan skalabilitas perangkat-keras juga mendukung piranti handheld Windows CE dan server cluster

multiprosesor delapan jalur. Dukungan terhadap built-in XML, dukungan failover 4-node, update, penghapusan cascading, pencarian berbasis teks dan kemampuan

menjalankan banyak bentuk pada sebuah server tunggal ditanamkan pada versi ini. SQL Server juga terdiri dari tiga versi yaitu edisi Small Bussiness Server (SBS), edisi Standard dan edisi Enterprise. Semua edisi berisi mesin dan tool basis data inti. Perbedaan utama dari ketiga edisi ini adalah sistem operasi yang dijalankan

(29)

masing-masing. Setiap edisi memiliki sebuah instalasi standar dan instalasi desktop. Instalasi standar adalah sebuah server databse penuh dan berjalan hanya pada Windows NT Server. Sementara instalasi desktop hanya digunakan dan dirancang untuk kebutuhan penyimpanan basis data lokal saja. SQL Server versi instalasi desktop mampu berjalan pada Windows 95, Windows 98, Windows NT Workstation, Windows NT Server atau Windows NT Enterprise.

Microsoft Data Engine (MSDE) merupakan sebuah basis data final yang juga versi skala bawah dari SQL Server yang disertakan dalam Microsoft Office dan Visual Studio. Dengan kemampuan ukuran 2GB, MSDE hanya disarankan untuk digunakan pada aplikasi dengan user tidak lebih dari 5 user pada saat bersamaan. MSDE juga bisa digunakan bersama dengan Access atau aplikasi klien Visual Basic. Namun ada keuntungan terbesar dari penggunaan MSDE dibandingkan dengan mesin Jet, yakni MSDE sepenuhnya kompatibel dengan SQL Server, sehingga pada saat kebutuhan meningkat, maka dengan mudah MSDE dapat ditingkatkan menjadi SQL Server. Hal ini dikarenakan MSDE mempunyai jalur pengningkatan dengan SQL Server yang tidak dimiliki oleh mesin Jet (Santoso, 2006, p5).

2.2.7 Sejarah Singkat Visual Basic

Sejarah Visual Basic dimulai dari penemuan BASIC (Beginner’s All purpose Symbolic Instruction Code) pada tahun 1964, sebuah bahasa yang mudah dipelajari dan digunakan bagi programmer pemula. Bahasa ini digunakan selama sekitar 15 tahun, oleh berbagai macam orang dan perusahaan untuk membuat kompiler dan interpreter untuk BASIC.

Pada tahun 1975, ketika Microsoft merupakan perusahaan baru, versi bahasa BASIC adalah produk mereka yang pertama, dan produk tersebut banyak digemari.

(30)

Microsoft BASIC dan produk sukses mereka Quick BASIC (QBASIC) menjadi versi BASIC yang banyak digunakan dalam PC. Sampai saat ini, masih ada yang menggunakannya (www.qbasic.com) Quick BASIC bisa digunakan dalam Windows ketika diluncurkan, tetapi masih duperlukan usaha tambahan untuk membuat kode dalam gaya interface Windows.

Microsoft datang dengan produk baru, sebuah produk yang mengkombinasikan bahasa BASIC yang populer dan mudah dupelajari dengan lingkungan yang memungkinkan programmer secara grafis membuat interface bagi sebuah program. Produk tersebut adalah VISUAL BASIC 1.0.

Ini bukanlah program yang pertama kali muncul dengan model seperti itu, tapi program ini menyediakan lingkungan yang cepat untuk membangun interface pengguna grafis (GUI). Visual Basic dimulai dalam bentuk versi DOS, meskipun setelah itu dengan cepat berpindah dalam bentuk versi Windows (Harip Santoso, 2006, p3).

Gambar

Gambar 2.1 Tahapan dalam pengembangan sistem basis data
Gambar 2.2 Contoh Recursive Relationship  2.1.3.3  Attribute
Gambar 2.3 Kamus Data Entitas
Gambar 2.5 Kamus Data Atribut
+2

Referensi

Dokumen terkait

Perancangan basis data logikal menurut Connoly dan Begg (2002, p294) adalah proses pembentukan suatu model informasi yang digunakan dalam perusahaan berdasarkan pada model data

Perancangan basisdata logikal adalah proses konstruksi suatu informasi yang digunakan dalam sebuah perusahaan berdasarkan pada sebuah model data yang spesifik, tetapi bebas

Perancangan basis data logikal adalah proses membangun suatu model data yang digunakan dalam suatu perusahaan didasarkan pada model data tertentu, tetapi bersifat

Perancangan basis data logikal adalah proses konstruksi suatu informasi yang digunakan dalam sebuah perusahaan berdasarkan pada sebuah model data yang spesifik, tetapi bebas

Tahapan dalam Perancangan Basis Data Konseptual dimulai dengan pembuatan sebuah konseptual data model dari perusahaan, yang mana secara keseluruhan terbebas dari detil

Aktivitas dari rancangan basis-data fisikal adalah menterjemahkan model data logikal global ke dalam sasaran DBMS, dimana dengan membuat relasi dasar dengan menggunakan

Membuat relasi untuk model data logikal lokal untuk menggambarkan entitas, relationship, dan atribut yang diidentifikasikan. c) Memvalidasikan relasi dengan

Aktifitas dari physical database design adalah menterjemahkan model data logikal global ke dalam sasaran DBMS, dimana dengan membuat base relation dengan menggunakan database design