BAB III
LANDASAN PERANCANGAN
A. Teori Media Promosi
Menurut A.Hamdani Promosi merupakan salah satu variriabel dalam baruan pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk. Media adalah bentuk yang dipilih untuk mengomunikasikan pesan. Seseorang dapat memilih untuk berbicara dengan seseorang langsung bertatap muka, menulis surat, mengirimkan e-mail, atau meninggalkan pesan voice-mail dan masih ada banyak lagi media lain yang dapat dipilih. (Courtland L.Bovee dan John V.Thill, 2013 : 132).
B. Teori Persepsi Visual
Persepsi visual dimengerti sebagai kemampuan untuk menterjemahkan apa yang dilihat oleh mata, yaitu jatuhnya cahaya masuk ke retina mata. Hasil dari persepsi tersebut dikenal dengan istilah: penglihatan (eyesight/sight/vision). Beragam komponen psikologis yang melibatkan penglihatan itulah yang secara keseluruhan disebut sebagai sistem visual. Sistem visual pada manusia memungkinkan seseorang menyerap informasi dari lingkungannya. (Dania,:2009)
4 C. Unsur – Unsur visual
Untuk mewujudkan suatu tampilan visual, ada beberapa unsur yang diperlukan :
1. Titik
Titik adalah salah satu unsur visual yang wujudnya relatif kecil, dimana dimensi memanjang dan melebarnya dianggap tidak berarti. Titik cenderung ditampilkan dalam bentuk kelompok dengan variasi jumlah, susunan, dan kepadatan tertentu.
2. Garis
Dianggap sebagai unsur visual yang banyak berpengaruh terhadap pembentukan suatu objek sehingga garis, selain dikenal sebagai goresan atau coretan, juga menjadi batas limit suatu bidang atau warna. Ciri khas garis adalah terdapatnya arah serta dimensi memanjang. Garis dapat tampil dalam bentuk lurus, lengkung, gelombang, zig-zag, dan lainya. Kualitas garis ditentukan oleh orang yang mebuatnya, alat yang digunakan, dan bidang dasar tempat garis digoreskan. Pengertian garis menurut Leksikon Grafika adalah benda dua dimensi tipis memanjang. Sedangkan Lillian Gareth mendefinisikan garis sebagai sekumpulan titik yang bila dideretkan maka dimensi panjangnya akan tampak menonjol dan sosoknya disebut dengan garis.
Secara umum garis terdiri dari unsur-unsur titik yang juga mempunyai peran tersendiri, unsur titik bisa juga mendukung keindahan. Bentuk garis bisa bersifat lurus atau lengkung, nasmun keduanya mempunyai bentuk dan karakter yang berbeda. Antara garis lurus dengan garis lurus lainnya juga bisa berbeda, misalnya berbeda dalam tekanan, ketebalan dan letak. Masing-masing akan memiliki karakter tersendiri. Sifat garis yang umum dikenal yaitu lurus, lengkung dan bersudut. Dalam penggunaan, mempunyai arah seperti horisontal, vertikal, diagonal atau miring. Garispun mempunyai dimensi seperti tebal, tipis, panjang dan
pendek, juga saling berhubungan dalam bentuk garis paralel atau sejajar, garis memancar atau radiasi dan garis yang saling berlawanan.
Menurut Kusmiati, R. Artini Pudjiastuti Sri, Supandar Pamudi (1999), Teori Desain Komunikasi Visual, membagi jenis – jenis garis serta kesan yang ditimbulkannya, yaitu :
No Jenis Garis Keterangan
1 Garis Lurus
Garis lurus digunakan sebagai penunjuk yang disertai kualitas tertentu, misalnya: kekuatan, kebersamaan, aspirasi, stabilisasi dan lain sebagainya.
2 Garis Vertikal
Garis yang tegak lurus dimana memberi kesan kekuatan yang bergerak keatas, yaitu pada saat mata tergerak untuk melihat dari bawah ke atas memberikan kesan ketinggian yang nyata.
3 Garis Horisontal
Garis yang terletak mendatar, sejajar dengan cakrawala atau horizon, memberi kesan ketenangan serta membuat mata seolah-olah digerakkan dari arah kiri ke kanan.
4 Garis Diagonal
Dimana arah garis bisa miring ke kiri atau ke kanan untuk memberi kesan aman, gerakan, semangat, gelora serta perlawanan. Karena itu garis jenis ini biasa digunakan memberi tekanan atau emphasis.
5 Garis Lengkung
Merupakan garis lurus yang ditekuk atau dibengkokkan sehingga menyerupai suatu lengkungan, yang mampu menimbulkan kesan pada perasaan, yaitu kuat, lemah, sensitif, dan ekspresif.
Tabel 3.1 Jenis – jenis Garis dan Kesan Sumber : Teori Desain Komunikasi Visual, 1999
6 Jenis-jenis garis menurut Menurut Kusmiati, R. Artini Pudjiastuti Sri, Supandar Pamudi (1999). Berikut ini beberapa jenis garis beserta asosiasi yang ditimbulkannya:
Tabel 3.2 Jenis – jenis Garis dan Asosiasi Sumber : Teori Desain Komunikasi Visual, 1999
No Jenis Garis Makna
1 Horizontal Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak.
2 Vertikal Stabilitas, kekuatan atau kemegahan.
3 Diagional Tidak stabil, sesuatu yang bergerak / dinamika. 4 Zig-zag Bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat. 5 Lengkung S Grace, keanggunan.
6 Bending up right Sedih, lesu atau kedukaan.
7 DiminishingPerspectiv Adanya jarak, kejauhan, kerinduan.
8 Concentric Arcs Perluasan, gerakan, mengembang, kegembiraan. 9 Pyramide Stabil, megah, kuat / kekuatan yang masif. 10 Conflicting Diagonal Peperangan, konflik, kebencian dan kebingungan. 11 Spiral Kelahiran atau generative forces.
12 Rhytmic Horizontals Malas, ketenangan yang menyenangkan.
13 Upward Swirls Semangat menyala, berkobar-kobar, hasrat yang tumbuh.
14 Upward Spray Pertumbuhan, spontanitas, idealisme.
15 Inverted Perspective Keluasan tak terbatas, kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang.
16 Water Fall Air terjun, penurunan yang berirama, gaya berat. 17 Rounded Archs Lengkung bulat mengesankan kekokohan. 18 Rhytmic Curves Lemah gemulai, keriangan
19 Gothic Archs Kepercayaan dan religius.
Garis memiliki fungsi: Sebagai abstrak bentuk.
Sebagai simbol pertemuan antara dua bidang yang berpotongan. Sebagai ekspresi atau ungakapan ide.
Sebagai irama gerak.
3. Bidang
Merupakan unsur visual yang berdimensi panjang dan lebar. Ditinjau dari bentuknya bidang bisa dikelompokanmenadi dua, yaitu bidang geometri atau beraturan, dan bidang non geometri atau tidak beraturan. Bidang bisa dihadirkan dengan menyusun titik maupun garis dalam kepadatan tertentu, dan dapat pula dihadirkan dengan mempertemukan potongan hasil gores satu garis atau lebih.
4. Ruang
Ruang dapat dihadirkan dengan adanya bidang. Ruang lebih mengarah pada perwujudan tiga dimensi sehingga ruang dapat dibagi dua, yaitu ruang nayat dan semu.
5. Warna
Warna sebagai unsur visual yang berakitan dengan bahan yang mendukung keberadaanya ditentukan oleh jenis pigmenya. Kesan yang diterima oleh mata lebih ditentukan oleh cahaya. Permasalahan mendasar dari warna diantaranya adalah hue (spektrum warna), Saturation (nilai kepekatan), dan Lightness (nilai cahaya dari gelap ke terang). Ketiga unsure tersebut memiliki nilai 0 hingga 100.
8 6. Tekstur
Adalah nilai raba dari suatu permukaan. Secara fisik tekstur dibagi menjadi tekstur kasar dan halus, dengan kesan pantul mengkilat dan kusam, ditinjau dari efektampilanya, tekstur digolongkan menjadi tekstur nyata (jika permukaan terlihat kasar dan saat diraba juga kasar) dan tekstur semu (perbedaan antara penglihatan dan perabaan, misalnya bila dilihat tampak kasar namun saat diraba ternyata halus). Tekstur dapat berpengaruh terhadap unsur visual lainya, yaitu kejelasan titik, kualitas garis, keluasan bidang dan ruang serta intesitas warna.
D. Teori Tipografi
Tipografi didefiniskan sebagai suatu proses seni untuk menyusun bahan publikasi menggunakan huruf cetak. Huruf cetak memang huruf yang akan dicetakan pada suatu media tertentu, baik menggunakan mesin cetak offset, mesin cetak desktop, dll.
Rangkaian huruf dalam sebuah kata atau kalimat bukan saja bisa berarti suatu makna yang mengacu kepada sebuah objek atau gagasan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyuarakan suatu citra atau kesan secara visual. Pemilihan jenis huruf disesuaikan dengan citra yang ingin diungkapkan.
Ciri-ciri huruf sesuai anatominya, memiliki 4 kelompok huruf, yaitu: 1. Oldstyle
Diciptakan dalam periode tahun 1470 ketika muncul huruf venetian buatan seniman Venice, Aldin ciptan Aldus Manutius dari Italia, dan Caslon dari Jerman. Beberapa font yang dikategorikan kedalam kelompok Oldstyle adalah; Bembo, Bauer Text, CG Cloister, ITC Usherwood, Claren-don, Garamond, Goudi Oldstyle, Palatino, dll.
2. Modern
Dimulai pada abad ke 18 ketika Glambastita Bodoni menciptakan karya-karyanya yang kita kenal sebagai Font Bodoni (dengan anggota keluarganya yang cukup banyak) hingga sekarang. Font-font yang termasuk didalam kelompok modern adalah; Bodoni, Bauer Bodoni, Torino, Auriga, ITC Modern, Bookman, dll.
3. Slab Serif
Kelompok huruf Slab serif ditandai dengan bentuk serif yang tebal, bahkan sangat sangat tebal. Masa kemunculan jenis huruf ini bervariasi dan ikut menandai kemunculan huruf-huruf yang berfungsi lebih tepat
10 sebagai penarik perhatian, yaitu sebagai Header. Contoh-contoh huruf slab serif antara lain; Boton, Aacjen, Mmepis, Rockwell, Serifa, Stymie, dll.
4. Sans Serif
Sans serif adalh huruf tanpa serif (kait diujung), huruf ini diciptakan pertama kali oleh William Caslon IV pada tahun 1816. Contoh-contoh huruf Sans serif adalah ; Franklin Gothic, Gill sans, Futura, Optima, dll.
E. Teori Warna
Pemahaman tentang warna dibagi dalam dua bagian berdasarkan sifat warna antara lain sebagai berikut :
1. Warna menurut ilmu Fisika
Adalah sifat cahaya yang bergantung dari panjang gelombang yang dipantulkan benda tersebut. Benda yang memantulkan semua panjang gelombang terlihat putih, benda yang sama sekali tidak memantulkan terlihat hitam. Dispersi terjadi apabila sinar matahari melalui prisma kaca yang berbentuk spektrum dan kecepatan menjalarnya tergantung pada panjang gelombangnya. Warna utama dari cahaya atau spektrum adalah biru, kuning dan merah dengan kombinasi-kombinasi yang dapat membentuk segala warna.
2. Warna menurut ilmu Bahan
Adalah sembarang zat tertentu yang memberikan warna. Pigmen memberikan warna pada tumbuh-tumbuhan, hewan, juga pada cat, plastik dan barang produksi lainnya kecuali pada tekstil yang menggunakan istilah zat celup untuk mewarnainya.
Menurut Sadjiman Ebdi Sanyoto, Yogyakarta (2005), yang bersumber pada Henry Dreyfuss di dalam (http://www. tipsdesain.com/warna.htm), bahwa “warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut”.
Warna adalah kesan yang diperoleh oleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang dikenainya; corak rupa seperti biru dan hijau; 2 kasta; golongan; tingkatan (dalam masyarakat); 3 corak; ragam (sifat sesuatu).
12 Warna dalam layout dapat menyampaikan moods, membuat gambar, menarik perhatian, dan mengidentifikasi objek. Ketika memilih warna untuk publikasi atau halaman web, tentang apa yg ingin Anda lakukan dan ke warna apa yg cocok untuk tujuan anda. Warna dapat digunakan untuk:
a. Sorot elemen penting dan utama seperti subheads. b. Menarik mata.
c. Sinyal di mana pembaca untuk melihat terlebih dahulu. d. Membuat gambar atau moods.
e. Bersama kelompok elemen atau mengisolasi mereka. f. Memprovokasi emosi.
Warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari sebuah karya desain. Dalam perencanaan identitas visual perusahaan (corporate visual identity), warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas perusahaan (corporate identity).
Fungsi terpenting warna adalah memberi informasi secara visual dan psikologi juga menimbulkan reaksi dari penonton. Menurut Idarmadi warna dan respon psikologis di dalam yaitu :
Warna Respon Psikologis Catatan
Merah
Power, energi, kehangatan, cinta, nafsu, agresi, bahaya
Merah dikombinasikan dengan hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika
dikombinasikan dengan putih, akan mempunyai arti ‘bahagia’ di budaya oriental.
Biru
Kepercayaan, koservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, keteraturan, ketengangan, perasaan yang mendalam, konsentrasi, cerdas, perasa, integratif, bijaksana,
bertahan, keras kepala, bangga diri, berpendirian tetap, kesetiaan, ketulusan, kesejukan, air, laut,awan, langit, harmoni, konservatif, percaya diri, penyembuhan, ningrat.
Banyak digunakan sebagai warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan 'kepercayaan'
Hijau
Alami, sehat, keberuntungan, pembaharuan.
Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna hijau sangat disukai.
14 Kuning
Optimis, harapan, filosofi, ketidak jujuran, berubah- ubah, gembira, santai, spontan, eksentrik, toleran, menonjol, tidak percaya, sinar matahari, emas, kekayaan, keberuntungan, kehidupan.
Kuning adalah warna keramat dalam agama Hindu.
Ungu Spiritual, misteri, kebangsawanan, transformasi, kekasaran,
keangkuhan
Warna ungu sangat jarang ditemui di alam.
Oranye
Energi, keseimbangan, dan kehangantan, semangat, segar, ceria, ekonomis, jeruk, asam, musim gugur, meminta dan mencari perhatian.
Menekankan sebuah produk yang tidak mahal
Cokelat Tanah/ bumi, reliability, kenyamanan, daya tahan.
Kemasan makanan di Amerika sering memakai warna coklat dan sangat sukses, tetapi di
Kolumbia, warna coklat untuk kemasan kurang begitu membawa hasil. Abu-Abu
Intelek, masa depan (seperti warna milenium), kesederhanaan,
kesedihan.
Warna abu abu adalah warna yang paling gampang/ mudah dilihat oleh mata.
Tabel 3.3 Teori Warna
Sumber : Pengantar Desain Komunikasi Visual, 2007
Menurut Maitiland Graves, Color Fundamentals, McGraw-Hill Book Company. Inc, New York, 1952, hal 80, memberi kesimpulannya tentang warna, yaitu :
1. Warna panas atau hangat adalah keluarga kuning, jingga dan merah. Sifatnya adalah positif, agresif, aktif dan merangsang.
2. Warna dingin atau sejuk adalah keluarga hijau, biru dan ungu. Sifatnya adalah negatif, mundur, tenang, tersisih dan aman.
3. Warna yang disukai mempunyai ukuran sebagai berikut: merah, biru, ungu, hijau dan kuning.
4. Warna merah lebih populer untuk wanita dan warna biru lebih untuk pria. 5. Warna murni dan hangat disukai untuk ruangan sempit, sementara warna
gelap dan warna pastel disukai untuk ruangan luas. Putih
Kesucian, kebersihan, ketepatan, ketidak bersalahan, steril, kematian.
Di Amerika, putih melambangkan perkawinan (gaun pengantin berwarna putih), tapi di banyak budaya Timur warna putih melambangkan kematian.
Hitam
Power, seksualitas, kecanggihan, kematian, misteri, ketakutan, kesedihan, keanggunan
Hitam melambangakan keanggunan (elegance), kemakmuran (wealth) dan (sopiscated)
16 Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :
1. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau, dsb.
2. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
3. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.
F. Teori Layout
Layout memegang peran penting dalam membuat keseimbangan letak dalam desain kita sehingga mudah, enak dipandang, dan mendapatkan hasil yang kita inginkan dengan lebih maksimal. Menurut Frank Jefkin, ada beberapa dasar yangperlu diperhatikan di dalam merancang suatu tampilan layout, antara lain adalah:
1. The Law of Unity (Kesatuan): harus dirancang sedemikian rupa dari headline, sub headline, ilustrasi, teks, logo, slogan dan sebagainya sehingga menghasilkan kesatuan komposisi yang baik dan enak dilihat. 2. The Law of Variety (Varian): untuk menghindari kesan yang monoton
sebaiknya dibuat sedikit banyak variasi perancangan maupun visual sebuah iklan, misal tebal-tipis huruf, ilustrasi yang berbeda namun tetap memiliki fokus yang jelas terhadap pesan yang akan disampaikan.
3. The Law of Balance (Keseimbangan): suatu keseimbangan dalam layout dapat dicapai bila unsur – unsurnya disusun secara sepadan, serasi dan selaras.
4. The Law of Rhytm (Ritme atau Irama): irama perlu diperhatikan dalam perancangan layout, misalnya kesamaan pengulangan – pengulangan penempatan unsur layout, pengulangan bentuk dan pengulangan warna. 5. The Law of Harmony (Keharmonisan): adalah keselarasan atau keserasian
hubungan antara unsur – unsur layout yang memberikan kesan kenyamanan dan keindahan. Nilai harmoni dapat dicapai dengan repetisi (pengulangan bentuk) unsur – unsur layout baik itu bidang, garis, huruf, warna, dan lainnya. Bagian dari layout yang sebaiknya dirancang secara harmonis tapi tidak monoton.
6. The Law of Proportion (Proporsi): yaitu penggunaan ukuran yang berserasi agar juga tercipta perpaduan yang baik.
7. The Law of Scale (Skala): yaitu perpaduan antara warna gelap dan terang, hitam dan putih, besar dan kecil, dari unsur - unsur layout dalam suatu hubungan yang tidak seimbang ( kontras )
18 Prinsip Layout yang baik menurut Tom Lincy (dalam Desain Principle for Desktop Publishing) ada 5, yaitu :
1. Proporsi (Proportion), kesesuaian antara ukuran halaman dengan tata isinya.
2. Keseimbangan (Balancing), suatu pengaturan agar penempatan elemen dalam suatu halaman memiliki efek seimbang.
3. Kontras (Contras), diperlukan sesuatu yang kontras agar diperoleh fokus yang ingin ditonjolkan.
4. Irama (Rythm), pola perulangan yang menimbulkan irama yang enak diikuti.
Unity (Kesatuan), hubungan antara elemen-elemen desain yang semula berdiri sendiri-sendiri serta memiliki ciri sendiri-sendiri yang disatukan menjadi sesuatu yang baru dan memiliki fungsi yang utuh.