• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAIDAH BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KAIDAH BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

0

KAIDAH BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH

oleh

Dra. Soeisniwati Lidwina, M.Pd.

Drs. Bambang Kristianto Wibowo, M.Pd.

Dosen Akademi Sekretari Marsudirini (ASM) Santa Maria Semarang

Abstract

In scientific works such as papers or theses, it is necessary to pay attention to the systematics of writing, spelling, reading references or literature. Someone who compiles a scientific paper should understand the rules of language, for example in the use of spelling, sentence structure, and paragraph composing. The writer also has to pay attention to sentence structure because the improper arrangement of sentence structure in a paper will lead to unclear meaning.

Since elementary school, the correct use of Indonesian has been taught, even at university, but there are still many who make mistakes, both verbally and in writing. Errors in writing, namely (1) errors in the use of spelling, (2) errors in sentence structure preparation and (3) errors in writing paragraph structure. Writing this article aims to improve the skills of writing scientific papers and utilize Indonesian as a means of improving academic assignments. Discussions on the use of Indonesian language rules that can be used as guidelines in supporting scientific writing are 1) spelling, 2) sentences, and 3) paragraphs.

Keywords: 1. Indonesian Language Rules, 2. Scientific Writing ABSTRAK

Di dalam karya ilmiah seperti makalah atau skripsi perlu diperhatikan sistematika penulisan, ejaan, pembacaan referensi atau literatur pustaka. Seseorang yang menyusun sebuah karya ilmiah sebaiknya memahami kaidah bahasa, misalnya dalam penggunaan ejaan, struktur kalimat, dan penyusunan paragraf. Penulis juga harus memperhatikan struktur kalimat karena penyusunan struktur kalimat yang tidak tepat dalam sebuah makalah itu akan menimbulkan ketidakjelasan makna.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, penggunaan bahasa Indonesia yang benar sudah diajarkan, bahkan sampai di perguruan tinggi akan tetapi masih banyak yang melakukan kesalahan, baik secara lisan maupun tulisan. Kesalahan dalam menulis yaitu (1) kesalahan dalam penggunaan ejaan, (2) kesalahan dalam penyusunan struktur kalimat dan (3) kesalahan dalam penulisan struktur paragraf. Penulisan artikel ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah dan memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai sarana meningkatkan pengerjaan tugas-tugas akademik. Pembahasan Penggunaan Kaidah Bahasa Indonesia yang Dapat dijadikan Pedoman dalam Mendukung Penulisan Karya Ilmiah adalah 1) Ejaan, 2) Kalimat, dan 3) Paragraf.

Kata Kunci: 1. Kaidah Bahasa Indonesia, 2. Penulisan karya Ilmiah

(2)

1 1. Pendahuluan

Pencanangan Indonesia sebagai tempat belajar mahasiswa internasional, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menargetkan jumlah mahasiswa asing di Indonesia pada 2019 mencapai 20.000 orang (Harian Surya, 24/8/2016). Semua mahasiswa asing tersebut diwajibkan untuk belajar bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar kehidupan sehari-hari. Penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa mungkin tidak semudah menulis artikel bebas atau buku harian.

Karya ilmiah biasanya merupakan mata kuliah yang berkaitan dengan tugas akhir seperti skripsi atau tugas akhir ujian akhir semester seperti makalah.

Di dalam karya ilmiah seperti makalah atau skripsi perlu diperhatikan sistematika penulisan, ejaan, pembacaan referensi atau literatur pustaka yang membutuhkan waktu yang relatif lama.Karya ilmiah adalah karya tulis yang disusun secara sistematis menurut aturan atau kaidah tertentu berdasarkan hasil berpikir ilmiah. Proses berpikir ilmiah terdiri atas langkah-langkah tertentu yang didukung oleh tiga unsur, yaitu (1) pengajuan masalah, (2) perumusan hipotesis, (3) verifikasi yang dilaporkan dengan metode tertentu. Jenis karya ilmiah antara lain adalah proposal penelitian, makalah, skripsi, tesis, dan disertasi (Direktorat Jendral Pembelajaran & Kemahasiswaan Kemenristekdikti, 2016). Makalah adalah jenis karya tulis yang membahas topik tertentu yang mencakup ruang lingkup disiplin ilmu tertentu. Skripsi adalah karya ilmiah yang dibuat oleh mahasiswa strata 1 (S1) sebagai salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana. Tesis adalah karya ilmiah yang dibuat sebagai salah satu syarat untuk mendapat gelar magister. Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir dalam menyelesaikan Program S3. Proposal penelitian adalah karya ilmiah yang berisi rancangan kerja rencana.

Seseorang yang menyusun sebuah karya ilmiah sebaiknya memahami kaidah bahasa, misalnya dalam penggunaan ejaan, struktur kalimat, dan penyusunan paragraf. Penulis juga harus memperhatikan struktur kalimat karena penyusunan struktur kalimat yang tidak tepat dalam sebuah proposal itu akan menimbulkan

(3)

2

ketidakjelasan makna. penulisan ejaan dan kalimat bahasa Indonesia yang ditulis seperti bahasa ibunya, terkadang mempengaruhi artinya sehingga maknanya tidak mudah dipahami. ( Nugroho, 2018:3) Unsur-unsur yang membangun sebuah kalimat adalah subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Sebuah kalimat sekurang- kurangnya memiliki subjek dan predikat. Subjek adalah unsur utama dalam sebuah kalimat. Predikat adalah kata yang ada dalam sebuah kalimat yang berfungsi memberitahukan apa, mengapa, dan bagaimana subjek itu.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, penggunaan bahasa Indonesia yang benar sudah diajarkan, bahkan sampai di perguruan tinggi akan tetapi masih banyak yang melakukan kesalahan, baik secara lisan maupun tulisan. Kesalahan dalam menulis yaitu (1) kesalahan dalam penggunaan ejaan, (2) kesalahan dalam penyusunan struktur kalimat dan (3) kesalahan dalam penulisan struktur paragraf.

Kegiatan menulis karya ilmiah membutuhkan penguasaan dan keterampilan khusus. Dalam menulis sebaiknya diperhatikan ejaan yang sesuai dengan EYD.

Namun, kenyataan di lapangan karya ilmiah yang ditulis masih banyak kesalahan, terutama yang berkaitan dengan penulisan huruf, penulisan kata, penggunaan tanda baca, penulisan kata depan (di), pemilihan kata yang tidak tepat, serta struktur kalimat yang tidak tepat. Penggunaan Kata Depan dan Verba Pasif Awalan Di Kesalahan penulisan kata yang terakhir yaitu terbaliknya penggunaan kata di sebagai kata depan dan di sebagai unsur verba pasif. Hal ini ditemukan pada data kalimat yang berbunyi:

Metode yang di gunakan dalam penelitian…, dan ...samping dan dibelakang kendaraan.... Tim peneliti menduga, adaya kesalahan kecil di atas dapat disebabkan oleh 2 hal. Pertama, ketidaksengajaan penulis ketika mengetik. Kedua, faktor ketidakpahaman penulis dalam membedakan kapan kata di dipisahkan penulisannya, dan kapan digabung penulisannya saat pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung.

(Nugroho, 2018: 10). Contoh kesalahan penulisan kalimat, Salah satu contoh kesalahan penulisan yang ditemukan adalah “Kali ini saya mengambil Madura, Malang, dan Sidoarjo”.Dalam hal ini penulis mencantumkan nama-nama kota tetapi

(4)

3

tidak dijelaskan akan dibagaimanakan data tersebut. Pembetulan dari kesalahan tersebut adalah “Penulis mengambil data baju tradisional yang berasal dari daerah Madura, Malang, dan Sidoarjo.” (Nugroho, 2018: 16) Kesalahan yang dimaksud, seperti penggunaan huruf kapital: pada kata bahasa indonesia seharusnya Indonesia, harimurti seharusnya Harimurti. Hal itu sesuai dengan aturan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bahwa huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bahasa, nama orang, nama suku, nama buku, nama jabatan, dan nama kota.

Diharapkan seorang peneliti lebih memperhatikan penggunaan ejaan, struktur kalimat, struktur paragraf dan banyak membaca buku yang berhubungan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang benar. Hal itu dapat membantu seorang peneliti dalam menyusun karya ilmiah. Kaidah Bahasa Indonsia yang disajikan ini digunakan untuk memberikan stimulus bagi peneliti/penulis agar dapat mengembangkan potensinya dalam bidang penulisan karya ilmiah dengan memberikan gambaran singkat tentang teknik penyusunan karya tulis ilmiah. (Sudaryanto,2016). Oleh karena itu, materi yang disajikan bukanlah teori-teori bahasa Indonesia akan tetapi cara menggunakan bahasa Indonesia untuk mengungkapkan materi pada bidang masing- masing. Untuk menampakkan keterkaitannya dengan materi ini, peneliti dapat segera mencari topik yang menarik untuk sebuah penelitian. Materi tersebut selanjutnya dikaji aspek kebahasaannya, dibaca bagian-bagian yang dapat dijadikan rujukan, dirangkum dan diulas, setelah itu dikembangkan menjadi tulisan ilmiah mulai pendahuluan, tinjauan pustaka, pembahasan, simpulan, dan daftar rujukan.

2. Tujuan

Penulisan artikel ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah dan memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai sarana meningkatkan pengerjaan tugas-tugas akademik. Agar tujuan yang telah dirumuskan itu dapat dicapai, diharapkan tulisan ini ini untuk membangun pengetahuan dengan cara belajar mandiri (Discovery Learning). Cara ini digunakan untuk meningkatkan motivasi

(5)

4

belajar bahasa Indonesia dalam penulisan karya ilmiah dan memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai sarana meningkatkan mengerjakan tugas-tugas akademik. Setelah itu diharapkan juga peserta melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian terhadap proses pembentukan pengalaman belajar (Self-Directed Learning). Perhatian dan penerapan penggunaan ejaan, struktur kalimat, struktur paragraf dan banyak membaca buku yang berhubungan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang benar lebih ditekankan. Hal itu dapat membantu seorang peneliti dalam menyusun karya ilmiah.

2. Rumusan Masalah

Bagaimanakah Penggunaan Kaidah Bahasa Indonesia yang Dapat dijadikan Pedoman dalam Mendukung Penulisan Karya Ilmiah?

3. Pembahasan 3.1 Ejaan

3.1.1 Contoh Penggunaan Partikel Per

1) Saya membayar uang kuliah per semester. ( tiap) 2) Sonia menata buku satu per satu. (demi)

3) Ibu saya memperoleh gaji per awal bulan Januari tahun 2020. (mulai)

3.1.2 Tanda Baca pada Singkatan Nama Orang dan Gelar

1) Maria Natalia Kristiani (insinyur, natalia disingkat, sarjana hukum)=

Ir. Maria N. Kristiani, S.H.

2) Antonia Desiderata Naijumolo ( antonia disingkat, naijumolo disingkat, sarjana teknik, magister teknik) = A. Desiderata N., S.T., M.T.

3) Markus Agus Tri Anton (doktor, agus disingkat, magister manajemen) = Dr. Markus A. Tri Anton, M.M.

(6)

5 3.1.3 Pemakaian Huruf

3.1.3.1 Huruf Kapital

Huruf dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.

1) Islam Alquran Kristen Alkitab Hindu Weda Allah.

2) Tuhan Allah akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.

3) Ya, Tuhan, bimbinglah hamba-Mu ke jalan yang Engkau beri rahmat.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang dipakai sebagai sapaan. Misalnya:

1) Selamat datang, Yang Mulia.

2) Semoga berbahagia, Sultan.

3) Terima kasih, Bapak.

4) Selamat pagi, Dokter.

5) Silakan duduk, Bu Vero.

Istilah kekerabatan berikut bukan merupakan penyapaan atau pengacuan.

Misalnya:

1) Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.

2) Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

3.1.4 Bentuk Maha

Bentuk maha diikuti kata dasar yang mengacu kepada nama atau sifat Tuhan, kecuali kata esa, ditulis serangkai. Misalnya:

1) Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita.

2) Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita.

(7)

6 3.1.5 Penulisan Kata

3.1.5.1 Gabungan Kata yang Penulisannya Terpisah

Kata tersebut tetap ditulis terpisah jika mendapat awalan atau akhiran, misalnya:

1) bertepuk tangan 2) menganak sungai 3) garis bawahi 4) sebar luaskan 5) Beri tahukan

3.1.5.2 Kata Depan di dan Awalan di-

Kata depan di ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya karena kata tersebut menunjukkan tempat atau arah, contoh:

1) di Semarang 2) di samping 3) di atas 4) di antara kita 5) di dalam

Awalan di- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya dan kata tersebut menunjukkan kata kerja, contoh:

1) dimakan 2) diperiksa 3) dijahit 4) dipotong

3.1.6 Angka dan Bilangan

3.1.6.1 Bilangan dalam Teks yang Dapat Dinyatakan dengan Satu atau Dua Kata Ditulis dengan Huruf

(8)

7

Kecuali jika dipakai secara berurutan seperti dalam perincian, misalnya:

1) Mereka menonton drama itu sampai tiga kali.

2) Koleksi perpustakaan itu lebih dari satu juta buku.

3) Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang abstain.

4) Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus, 100 minibus, dan 250 sedan.

3.1.6.2 Bilangan pada Awal Kalimat Ditulis dengan Huruf, misalnya:

1) Lima puluh siswa teladan mendapat beasiswa dari pemerintah daerah.

2) Tiga pemenang sayembara itu diundang ke Jakarta.

3.1.6.3 Penulisan Bilangan Tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.

1) abad XX abad ke-20 2) abad kedua puluh 3) Perang Dunia II

3.1.6.4 Penulisan Bilangan dengan Angka dan Huruf sekaligus dilakukan dalam peraturan perundang-undangan, akta, dan kuitansi, misalnya:

1) Setiap orang yang menyebarkan atau mengedarkan rupiah tiruan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan pidana denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

2) Telah diterima uang sebanyak Rp2.950.000,00 (dua juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah) untuk pembayaran satu unit televisi.

3.2 Kalimat

3.2.1 Kalimat Tunggal yang Predikatnya Memerlukan Objek dan Pelengkap 1) Ali membelikan adiknya baju tadi malam.

2) Sari memasakkan suaminya bubur kemarin.

3) Dewi mendengarkan neneknya bicara di kamar.

(9)

8 3.2.2 Kalimat Salah dan Perbaikannya

Kalimat yang Salah

1) Pak Haerudin sedang membahas tentang kegiatan ekstra kurikuler.

2) Pak Sugio pernah membicarakan mengenai hal itu.

3) Pemerintah akan membangun daripada ekonomi kerakyatan.

Kalimat yang Benar

1) Pak Haerudin sedang membahas kegiatan ekstrakurikuler.

2) Pak Sugio pernah membicarakan hal itu.

3) Pemerintah akan membangun ekonomi kerakyatan.

3.3 Paragraf (Alinea)

Menurut Suladi (2014) paragraf adalah karangan pendek/singkat berisi sebuah gagasan dan didukung himpunan kalimat yang saling berhubungan untuk membentuk satu gagasan. Fungsi paragraf untuk mengembangkan tema.

Pengembangan paragraf mencakup dua hal:

- Kemampuan memerinci secara maksimal gagasan utama paragraf ke dalam gagasan-gagasan bawahan;

- Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur. Adapun syarat pengembangan paragraf sebagai berikut.

1) Kesatuan Paragraf

Paragraf yang tidak menyimpang dari satu ide pokok, contoh

Jateng sukses. Kata ini meluncur gembira dari pelatih regu jateng setelah selesai pertandingan final Kejurnas Tinju Amatir, Minggu malam, di Gedung olah raga Jateng, Semarang. Pernyataan itu dianggap wajar karena apa yang diimpi-impikan selama ini dapat terwujud, yaitu satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Hal itu ditambah lagi oleh pilihan tinju terbaik yang jatuh ke tangan Jateng. Hasil yang diperoleh itu adalah prestasi paling tinggi yang pernah diraih oleh Jateng dalam arena seperti itu.

(10)

9

2) Koherensi/Kepaduan=hubungan antara kalimat dengan kalimat.

Kepaduan dalam kalimat dapat dibangun dengan memperhatikan :

Unsur-unsur kebahasan : repetisi, kata ganti, dan kata transisi (ungkapan penghubung). Repetisi : pengulangan kata-kata yang dianggap cukup penting atau menjadi topik pembahasan. Kata ganti : kata yang dipakai untuk menggantikan subyek pembicaraan. Macam-macam kata ganti :

- kata ganti orang pertama (I) : aku, saya, kami - kata ganti orang kedua (II) : kamu, Anda, - kata ganti orang ketiga (III) : Dia, Beliau, mereka

Ungkapan Pengait Paragraf (Penghubung): Pengait paragraf dapat pula ditandai oleh kata ganti, baik kata ganti orang maupun kata ganti yang lain.

Perhatikan paragraf di bawah ini.

Galuh, Hilmi, dan Andri adalah teman sekolah saya sejak SMA hingga perguruan tinggi. Mereka kini telah menyandang gelar Doktor dari sebuah universitas negeri di Bandung. Mereka merencanakan mendirikan sebuah universitas swasta. Mereka menghubungi saya dan mengajak bekerja sama, yaitu saya diminta menyediakan tempatnya karena kebetulan saya memiliki tanah yang luas dan strategis. Saya menyetujui permintaan mereka.

Kata mereka dipakai sebagai pengganti kata Galuh, Hilmi, dan Andri agar nama orang tidak disebutkan berkali-kali dalam satu paragraf. Penyebutan nama orang dalam satu paragraf dapat menimbulkan kebosanan serta menghilangkan keutuhan paragraf.

3.3.1 Macam-Macam Paragraf

1) Menurut fungsinya: paragraf pembuka, paragraf penghubung, dan paragraf penutup.

2) Menurut posisi kalimat topik: paragraf deduktif, paragraf induktif, dan paragraf deduktif–induktif, dan paragraf tersebar.

(11)

10

3) Berdasarkan sifat isinya:paragraf argumentasi, paragraf narasi, paragraf persuasi, paragraf eksposisi, dan paragraf deskripsi.

- Paragraf Argumentasi:

Kematian akibat kanker paru terjadi karena kebiasaan merokok bisa mencapai 80-90%. Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan berkurangnya ketajaman mata. Setiap tahun kira-kira tiga juta orang akan mati akibat keracunan asap rokok. Jumlah itu akan meningkat sampai sepuluh juta pada tahun 2020.

-Pargraf Persuasi:

Persuasi adalah karangan yang bertujuan meyakinkan pembaca agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis. Perhatikan tulisan berikut ini.

Dari Bank Umum Nasional inilah produk unik yang menguntungkan Anda.

Kapan pun dan ke mana saja Anda ingin bepergian, Bunawisata siap menguruskan visa, paspor, uang saku, asuransi jiwa 24 jam secara cuma-cuma dan keperluan Anda yang lainnya. Anda terima beres. Sementara simpanan Anda di Bunawisata terus berbunga. Bunawisata menerima simpanan dalam mata uang rupiah dan U$ dolar dengan bunga 7,1% dan 8,5%. Dapatkan segera keterangan selengkapnya pada Bank Umum Nasional terdekat di kota Anda. Untuk kemudahan Anda melakukan perjalanan wisata, bisnis, atau perjalanan lainnya, mulai hari ini manfaatkanlah Bunawisata.

- Paragraf Diskripsi

Setiap hari Minggu di jalan Setiabudhi kendaraan tampak bergerak pelan- pelan seperti siput-siput kelelahan. Seluruh kendaraan yang berderet puluhan meter sama menanti dan bergerak pelan dengan sabar. Kendaraan-kendaraan dari depan pun tidak berjalan cepat karena menjaga keseimbangan jalan.

Jalan itu penuh pagi ini.

(12)

11

Setelah seseorang menguasai kaidah bahasa Indonesia diharapkan peneliti dapat menerapkannya dan karangannya tersebut.

4. Penutup

Demikian paparan Kaidah Bahasa Indonesia dalam Karya Ilmiah ditulis untuk memberikan gambaran pemahaman konsep dasar hakikat menulis karya ilmiah dan tata cara penulisan karya ilmiah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia bagi peneliti.

Konsep dasar tersebut walaupun belum lengkap dan detail, setidaknya dapat menjadi rujukan bagi peneliti dalam menulis karya ilmiah. Wawasan yang diperoleh dari paparan ini setidaknya juga mampu memberikan ruang cakrawala bagi peneliti untuk lebih memahami hakikat karya ilmiah dan berbagai hal yang ada di dalamnya.

Daftar Pustaka

Direktorat Jendral Pembelajaran & Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. 2016. Buku Ajar Mata Kuliah Wajib Umum Bahasa Indonesia.

Duwi Nugroho dkk., 2018. Analisis Kesalahan dalam Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa Jepang dalam Pembelajaran BIPA . Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 18, Nomor 2, Oktober 2018, pp. 193 – 209.

Sudaryanto. (2016). Cerdas Menulis Karya Ilmiah. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press

Suladi. 2014. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia:Paragraf. Jakarta: Pusat &

Pemasyarakatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan & Kebudayaan.

(13)

12

Referensi

Dokumen terkait

Kutipan yang berasal dari ragam bahasa lisan seperti pidato pejabat jarang dipakai sebagai sumber acuan dalam penulisan karya ilmiah karena kebenarannya sulit dipercaya

Dari hari kehari kedudukan bahasa melayu sebagai lingua franca semakin kuat,terutama dengan tumbuhnya rasa persatuan dan kebangsaan dikalangan pemuda

perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian;.. pelaksanaan penilaian peserta didik secara

Menurut Hiemstra dan Brookfield (dalam Wiiliamsoon 2007) self directed learning adalah suatu proses dimana peserta didik bertanggung jawab untuk perencanaan, pelaksanaan,

Pada dasarnya pengaruh Mata Kuliah Manajemen Pemasaran terhadap minat berwirausaha Mahasiswa Manajemen Industri adalah berkaitan dengan hal analisis, perencanaan,

menjadi topik bahasan dalam Tugas Akhir atau berisi nama-nama mata kuliah yang mendukung pelaksanaan Tugas Akhir.. • Uraian ruang lingkup bisa

Ragam baku merupakan penggunaan bahasa Indonesia dalam situasi resmi, khususnya dalam karya tulis ilmiah.. Ragam tak baku merupakan kebalikan

Penulisan KTI ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk melakukan penelitian, mampu mengidentifikasi masalah dalam bidang Gizi, membiasakan diri