MAKALAH
KECERDASAN MUSIKAL
Mata Kuliah : Pengembangan Kecerdasan Majemuk Dosen Pengampu : Vera Sholeha, S.Pd.,M.Pd
Disusun Oleh : Kelompok 5
Nurul Novianti (K8119052/5B)
Risma Budi Anggraeni (K8119065/5B) Windy Naftalia Sutantiyo (K8119079/5B)
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2021
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur, Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam pengerjaan makalah ini sehingga dapat berjalan dengan baik. Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Kecerdasan Majemuk mengenai Kecerdasan musikal pada Anak Usia Dini yang diampu oleh Ibu Vera Sholeha S.Pd.,M.Pd.
Pada kesempatan ini kami sangatlah menyadari dalam menyusun makalah ini masih jauh dari sempurna. Hal ini karena keterbatasan ilmu yang kami miliki. Untuk itu saran dan kritik yang membangun kami. Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.
Surakarta, 02 Oktober 2021
Penulis
iii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
A. Latar belakang ... 1
B. Rumusan masalah ... 2
C. Tujuan ... 2
BAB II ... 3
PEMBAHASAN ... 3
A. Pengertian Kecerdasan Musikal ... 3
B. Faktor Penyebab Kecerdasan Musikal ... 4
C. Indikator Atau Karakteristik Anak yang Memiliki Kecerdasan Musikal ... 5
D. Strategi yang Dapat Digunakan Untuk Mengembangkan Kecerdasan Musikal ... 6
E. Aktivitas Atau Kegiatan yang Dapat Mengasah Kecerdasan Musikal ... 7
F. Potensi Bidang Atau Profesi Untuk Anak yang Memiliki Kecerdasan Musikal ... 8
BAB III ... 9
PENUTUP... 9
A. Kesimpulan ... 9
B. Saran ... 9
DAFTAR PUSTAKA ... 10
Notulensi Pertanyaan Audien ... 12
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anak Usia Dini (0-6 tahun) adalah masa yang sangat penting dan berpengaruh terhadap seluruh tahapan perkembangan seorang manusia. Stimulus yang diberikan orang tua akan berdampak besar bagi perkembangan dan pertumbuhan anak. Stimulus dapat digunakan untuk menumbuh kembangkan berbagai kemampuan, kecerdasan, bakat, kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosio-emosional dan spiritual. Anak usia dini sering disebut dengan usia emas atau golden age karena di periode ini potensi kecerdasan anak berkembang lebih pesat dibanding periode selanjutnya (Direktorat Pembinaan PAUD Kemdikbud, 2014). Manusia memiliki 9 kecerdasan yang harus diasah dan dikembangkan sejak usia dini. Untuk memaksimalkan potensi kecerdasan anak, maka perlu diberikan layanan pendidikan yang baik.
Teori Multiple Intellegencies (kecerdasan ganda) dari Gardner menyatakan bukan dua kecerdasan (verbal dan numerikal), akan tetapi sembilan kecerdasan yang berbeda, yaitu:
Linguistik, Logika- matematika, Spasial, Kinesthetik-jasmani, Musikal, Interpersonal, Intrapersonal, eksistensial dan Naturalis (Utami, 2019). Setiap anak memiliki semua kecerdasan tersebut tetapi tidak semua anak memiliki kemampuan untuk memaksimalkan semua kecerdasan tersebut. Dengan adanya teori multiple intellegencies menegaskan bahwa tidak ada manusia bodoh didunia ini. Seorang guru harus memahami setiap karakteristik kecerdasan dan bagaimana cara mengasah kemampuan tersebut. Dengan demikian guru dapat memaksimalkan kemampuan yang menonjol pada anak untuk dijadikan sebuah bakat yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari hari.
Salah satu kemampuan yang harus dikembangkan oleh guru adalah kecerdasan musikal.
Kecerdasan musikal adalah kemampuan untuk menyimpan nada, mengingat irama, dan secara emosional terpengaruh oleh musik. Kecerdasan musikal berkaitan dengan merasakan, mengubah, dan membeda-bedakan berbagai format musik/nada, termasuk sensitivitas dalam merasakan ritme, tinggi rendah dan warna nada (Mahmudah & Rohmah, 2020). Ciri anak yang memiliki kecerdasan musikal adalah mereka menyukai permainan alat musik dan mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan musik serta nyanyi (Setyawati et al., 2017). Akan tetapi banyak sekolah yang masih mengesampingkan kegiatan bermusik disekolah. Kegiatan bermusik hanya
2
dilakukan untuk mengisi waktu luang dan hanya untuk bersenang senang. Padahal Menurut Sheppard dalam Yeni (2015:77) mengemukakan bahwa musik dapat membantu membentuk fungsi dan pertumbuhan otak, koordinasi mental dan fisik, meningkatkan daya ingat,mengembangkan kemampuan bahasa, meningkatkan kemampuan matematika dan pemahaman ruang, membantu kreativitas personal, membantu mengembangkan keterampilan sosial, dan kesehatan anak (Sri Handayani, Purwadi, 2018).
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari disusunnya makalah, antara lain : 1. Apa yang dimaksud kecerdasan musikal?
2. Apa saja faktor penyebab anak memiliki kecerdasan musikal?
3. Apa saja indikator atau karakteristik anak yang memiliki kecerdasan musikal?
4. Apa saja strategi yang dapat mengembangkan kecerdasan musikal?
5. Bagaimana aktivitas atau kegiatan untuk mengasah kemampuan kecerdasan musikal anak?
6. Apa saja potensi bidang / profesi untuk anak yang memiliki kecerdasan musikal?
C. Tujuan
Tujuan penulis menyusun makalah adalah :
1. Untuk mengetahui definisi kecerdasan musikal.
2. Untuk mengetahui faktor penyebab anak memiliki kecerdasan musikal.
3. Untuk mengetahui indikator atau karakteristik anak yang memiliki kecerdasan musikal.
4. Untuk mengetahui strategi yang dapat mengembangkan kecerdasan musikal.
5. Untuk mengetahui aktivitas atau kegiatan yang dapat mengasah kemampuan kecerdasan musikal.
6. Untuk mengetahui potensi bidang / profesi untuk anak yang memiliki kecerdasan musikal.
3 BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Kecerdasan Musikal
Menurut Burt yang dikutip oleh Prawira, kecerdasan adalah kemampuan kognitif umum yang dibawa individu sejak lahir. Kecerdasan sama artinya dengan intelegensi. Inteligensi berasal dari kata intelligere yang berarti menghubungkan atau menyatukan satu sama lain.
Manusia tidak hanya memiliki satu kecerdasan saja, tetapi ada sembilan kecerdasan yang dapat dikembangkan oleh manusia. Menurut Howard Gardner mengembangkan teori kecerdasan majemuk (1999). Gardner menyatakan bahwa semua manusia memiliki kecerdasan majemuk dalam jumlah yang bervariasi. Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda beda dan tidak semua manusia dapat mengembangkan sembilan kecerdasan tersebut dengan maksimal.
Kecerdasan ini terletak di bagian yang berbeda dari otak dan dapat bekerja secara mandiri atau bersama-sama. Kecerdasan ini juga dapat dipelahara dan diperkuat, atau bahkan diabaikan dan melemah. Menurut Gardner, kita dapat meningkatkan pendidikan dengan mengatasi beberapa kecerdasan majemuk siswa (Utami, 2019).
Salah satu kecerdasan dari Sembilan kecerdasan tersebut adalah kecerdasan musikal.
Kecerdasan musikal mencakup kepekaan terhadap ritme dan tinggi rendahnya suara, perbedaan nada suara, dan kemampuan untuk memainkan serta membuat lagu. Kecerdasan musikal melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan akan irama, atau sekedar menikmati musik. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan musikal adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengingat rangkaian nada dan irama serta mengekspresikannya melalui aktivitas musik. Anak dengan kecerdasan ini cenderung senang mendengarkan lagu, menikmati lagu tersebut, bahkan dapat menyanyikan/memainkan lagu tersebut dengan nada yang tepat. Mengekspresikan irama dan rangkain nada dapat dilakukan dengan memainkan alat musik dan menyanyikan lagu.
Menurut Gagner yang dikutip oleh Munif Chatib kecerdasan musikal merupakan bentuk bakat manusia yang paling awal muncul. Keahlian di bidang musik bergantung pada bertambahnya pengalaman hidup sehingga mungkin saja, seorang anak berusia 3 tahun mampu megenali nada-nada lagu yang didengarnya.
Untuk menumbuhkan kecerdasan musikal pada anak lebih tepat dilakukan pada saat anak usia 5-6 tahun dimana anak sudah mampu memahami bagaimana cara bermain musik yang
4
baik dan benar (Setyawati et al., 2017). Kegiatan Musik memiliki manfaat yang banyak bagi anak, diantaranya yaitu :
1) Melalui musik anak dapat mengekspresikan emosinya, dikarenakan melalui musik anak dapat menunjukkan emosinya misalkan dengan lirik sendu anak akan berekpresi sedih, lirik senang anak akan menunjukkan ekspresi bahagia.
2) Anak dapat meningkatkan pengetahuannya tentang berbagai suara, dikarenakan anak dapat mengetahui suara keras dan lambat atau lembut dan melalui musik anak juga mampu membedakan jenis suara.
3) Anak dapat mengembangkan kepekaan pendengarannya, melalui musik anak akan mampu mengasah pendengaran dan daya ingat nya dalam memngingat nada, syair lagu.
4) Anak dapat mengembangkan kesadaran dan kebutuhannya dalam identitas diri, karena dengan bermain musik anak akan menemukan tentang jati diri dan kepribadiannya.
5) Anak dapat mengembangkan kecintaanya tentang musik, karena dengan bermain musik anak akan dapat mengembangkan kecintaan terhadap jenis musik khususnya dalam mengenal musik daerah atau tradisioanl maka dengan sendirinya anak akan timbul kesadaran mencintai musik daerah masing- masing.
6) Anak dapat mengembangkan kecerdasannya dalam musik, dengan bermain musik maka bisa mengembangkan kecerdasan yang terarah yaitu mengetahui, mengenal, dan menumbuhkan unsur kesenian bermusik.
7) Anak dapat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, karena dengan bermain musik anak akan timbul sosial atau toleransi dengan teman atau dengan kelompok secara tidak langsung anak dapat menunjukkan sikap kerjasama dalam kelompok
B. Faktor Penyebab Anak Memiliki Kecerdasan Musikal
Howard Gardner, profesor kognitif dan edukasi dari Harvard Graduate School of Education, menyebutkan sebuah fakta menarik bahwa anak dengan kecerdasan matematik dan musik memiliki proses berpikir yang sama. Anak dengan dua kecerdasan ini biasanya bisa mendengar suara atau ritme yang tidak disadari orang lain. Maka dari itu, faktor penyebab anak memiliki kecerdasan musikal yaitu :
1) Karena anak tertarik dengan alunan musik.
2) Karena anak senang bersenandung.
3) Anak bisa membuat liriknya sendiri.
5 4) Anak mudah menghafal lagu.
5) Anak bisa mengenali tinggi rendahnya nada.
6) Bakat dari orangtua yang menurun kepada anaknya.
C. Indikator Atau Karakteristik Anak yang Memiliki Kecerdasan Musikal
Kecerdasaan musikal pada anak usia dini teridentifikasi melalui indikator sebagai berikut:
1) Anak-anak suka memukul-mukul benda-benda di sekelilingnya.
2) Anak dapat menyanyi dengan lebih baik, nada teratur, dan relatif merdu dari teman sebayanya.
3) Anak mudah mengikuti irama musik.
4) Anak senang benyanyi-nyanyi kecil atau bersenandung.
5) Anak memiliki suara yang merdu.
6) Anak senang menyanyi.
7) Dapat memainkan alat musik.
8) Mampu mengingat lagu dengan cepat.
9) Anak mudah mengenali lagu.
Kecerdasan musikal berkaitan dengan kemampuan menangkap bunyi-bunyi, membedakan, menggubah, dan mengekspresikan diri melalui bunyi-bunyi atau suara-suara yang bernada dan berirama. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada irama, melodi, dan warna suara. Karakteristik anak yang memiliki kecerdasan musikal sangat jelas terlihat dalam kehidupan sehari-hari, baik diamati melalui kecendrungan mereka terhadap musik yang jauh lebih menonjol jika dibandingkan dengan orang lain umumnya, maupun dilihat dari segi kapasitas dan kemampuan yang dimiliki oleh mereka ketika bermain musik dan menyanyikan lagu-lagu.
Menurut Suyadi (2010: 165), ada 6 ciri anak yang memiliki kecerdasan musikal tinggi yaitu sebagai berikut:
1) Usia anak sejak lahir sampai 1 tahun mempunyai ciri-ciri, mendengarkan musik mampu bertepuk tangan.
2) Usia 1-2 tahun mempunyai ciri-ciri, mampu mendengarkan musik dan mengikuti irama, mampu bertepuk tangan membentuk irama.
3) Usia 2-3 tahun mempunyai ciri-ciri, senang mendengarkan musik dan mengikuti irama, mampu bertepuk tangan secara bervariasi, mampu memukul- mukul benda membentuk irama, senang bernyanyi dan menari.
6
4) Usia 3-4 tahun mempunyai ciri-ciri senang menari-narikan tangan jika mendengar musik (gerak reflex), mampu menyanyi cuplikan-cuplikan lagu sesaui irama, mampu bertepuk tangan membentuk irama, suka memukul-mukul benda sesuai irama.
5) Usia 4-5 tahun mempunyai ciri-ciri, mengenal dan menyebut nama-nama lagu popular, sering meliuk-liukan tubuh sesuai dengan irama, mampu menyanyi sebagian dari lagu sesuai irama, mampu menepuk-nepukan tangannya membentuk irama, mampu memainkan alat musik tertentu, melukis dengan alat bervariasi.
6) Usia 5-6 tahun mempunyai ciri-ciri, mampu bernyanyi secara koor/ kelompok, mampu mengikuti gerak tari sebuah lagu sederhana, menyanyikan lagu diiringi musik, mampu memainkan alat musik, mampu melukis dengan alat dan bahan bervariasi.
Ciri dan karakteristik kecerdasan musikal secara umum : 1) Sangat tertarik untuk memainkan instrumen musik.
2) Cenderung cepat menghafal lagu-lagu dan bersemangat ketika kepadanya diperkenalkan lagu.
3) Merasa mudah belajar pola-pola irama musik.
4) Menikmati musik dan menggerak-gerakkan tubuhnya sesuai irama musik tersebut.
5) Selalu terfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan suara dan bunyi.
6) Mengetuk-ngetukkan benda ke meja pada saat menulis atau menggambar.
7) Mereka cenderung senang bermain alat musik atau bahkan bermusik dengan benda- benda tak terpakai.
8) Berpindah-pindah sambil memukul-mukul sesuatu seperti meja, kursi, tembok, dan benda-benda yang ada disekitarnya.
9) Sangat mudah menghafal dan mengingat ketika objek yang dihafal dimasukkan dalam irama-irama musik.
10) Merasa bahwa irama musik jauh lebih menarik daripada melakukan atau bermain sesuatu.
11) Mudah mengenali suatu lagu hanya dengan mendengar nada-nada pertama lagu tersebut.
D. Strategi yang Dapat Digunakan Untuk Mengembangkan Kecerdasan Musikal
Sedangkan cara yang ditempuh pendidik dalam mengembangkan kecerdasan musikal pada anak usia dini menurut Iva Noorlaila (2010: 113) adalah:
7
1) Beri kesempatan pada anak didik untuk melihat kemampuan yang ada pada dirinya, buat anak-anak lebih percaya diri.
2) Berikan stimulus-stimulus ringan untuk mereka agar lebih termotivasi, seperti menceritakan kondisi akhir kegiatan kecerdasan, yakni orang-orang yang telah mengembangkan kecerdasan sampai pada tingkat kecakapan tertinggi, anak akan menjadi teladan dan inspirasi dirinya sendiri.
3) Pengalaman empiris yang praktis, buatlah penghargaan terhadap karya-karya yang dihasilkan anak, seperti buat rak pameran seni, atau buat pentas seni.
4) Menebak suara alat musik atau benda, perkenalkan anak dengan beragam bunyi dan musik.
5) Berdendang dan menyanyikan aneka jenis lagu.
6) Gunakan rekaman musik dalam suasana belajar anak
Strategi yang tepat untuk mengasah kecerdasan musikal pada anak, yaitu :
1) Mengoptimalkan kecerdasan musikal anak dengan menyajikan media alat musik sederhana menggunakan barang-barang bekas.
2) Strategi pembelajaran bernyanyi
Strategi pembelajaran melalui bernyanyi merupakan strategi yang tepat untuk mengembangkan kecerdaasan musikal, karena melalui bernyanyi memiliki manfaat yang besar bagi anak. Melalui menyanyi anak dapat mengatasi kecemasan. Bernyanyi juga merupakan alat untuk mengekspresikan perasaan, melalui bernyanyi dapat menjadi sarana membangun kepercayaan diri anak, serta bernyanyi dapat membantu pengembangan keterampilan berfikir anak dan masih banyak lainya (Rahardjo, Budi;
Sutriah, Naning; Rozie, 2019). Keberhasilan dari strategi ini dapat dilihat ketika anak mampu :
a. Anak mampu bertepuk tangan mengikuti irama lagu.
b. Anak mampu menyanyikan beberapa lagu anak.
c. Anak mampu mengekspresikan gerak sesuai dengan irama lagu.
d. Anak mampu bernyanyi dengan iringan musik.
E. Aktivitas Atau Kegiatan yang Dapat Mengasah Kecerdasan Musikal 1) Mengadakan ekstrakulikuler yang berkaitan dengan musik dan nyanyi
8
Kecerdasan musikal pada anak dapat dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Ekstrakurikuler merupakan kegiatan di luar jam pelajaran yang bertujuan membantu perkembangan peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat anak.
Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mengembangkan kecerdasan musikal anak adalah drumband (Agama et al., 2020). Kegiatan drumband merupakan kegiatan musik yang paling disenangi oleh anak, karena didalam kegiatan tersebut terdapat beberapa alat musik yang dapat dimainkan, sehingga anak dapat memilih alat musik yang mereka senangi.
2) Bermain alat musik perkusi
Bermain musik dapat menambah tingkat kecerdasan anak karena mencakup kepekaan terhadap penguasaan irama, nada, pola-pola, ritme, tempo, instrument dan ekspresi musik hingga mampu menyanyikan sebuah lagu atau memainkannya. Mempelajari musik bagi anak memiliki beberapa keuntungan diantaranya dapat mengasah daya ingat, karena anak akan mengenal dan berusaha menghafal nada-nada dari musik tersebut. Selain itu musik juga dapat mengembangkan imajinasi sehingga membuatnya menjadi lebih kreatif (Wahyuningsih, 2019).
F. Potensi Bidang Atau Profesi Untuk Anak yang Memiliki Kecerdasan Musikal Profesi yang cocok untuk anak yang mempunyai kecerdasan musikal ini adalah penyanyi, pencipta lagu, DJ, musikus, pembuat instrumen, tukang stem piano, ahli terapi musik, insinyur studio musik, dirigen orkestra, guru musik, dan lain sebagainya.
9 BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Kecerdasan musikal adalah kemampuan untuk menyimpan nada, mengingat irama, dan secara emosional terpengaruh oleh musik. Kecerdasan musikal berkaitan dengan merasakan, mengubah, dan membeda-bedakan berbagai format musik/ nada, termasuk sensitivitas dalam merasakan ritme, tinggi rendah dan warna nada (Mahmudah & Rohmah, 2020). Ciri anak yang memiliki kecerdasan musikal adalah mereka menyukai permainan alat musik dan mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan musik serta nyanyi (Setyawati et al., 2017). Akan tetapi banyak sekolah yang masih mengesampingkan kegiatan bermusik disekolah. Faktor penyebab anak memiliki kecerdasan musikal yaitu Karena anak tertarik dengan alunan musik dan anak senang bersenandung. Ciri dan karakteristik kecerdasan musikal secara umum yaitu anak sangat tertarik untuk memainkan instrumen musik kemudian cenderung cepat menghafal lagu-lagu dan bersemangat ketika kepadanya diperkenalkan lagu dan anak merasa mudah belajar pola- pola irama musik.
B. Saran
Beberapa strategi mendasar berikut ini dapat diterapkan agar pembelajaran menjadi lebih bervariasi dan dapat berjalan efektif ketika di Sekolah yaitu :
1. Pengulangan dalam Penanaman dan Pemahaman Konsep
Guru dapat menggunakan baik latihan soal maupun tepuk tangan dalam menanamkan konsep penambahan pecahan. Kedua aktivitas tersebut, bila dikerjakan berulang, mampu mengakomodasi kebutuhan siswa dengan kecerdasan logis-matematis dan musikal dalam pelajaran Matematika.
2. Segarkan Suasana Kelas dengan Aktivitas yang Bervariasi
Misalnya, peregangan ringan di samping meja siswa dapat digunakan untuk mengawali kelas dan mengakomodasi kebutuhan siswa dengan kecerdasan kinestetik-jasmani yang menonjol. Suasana kelas pun akan senantiasa terasa segar.
10
DAFTAR PUSTAKA
Agama, I., Negeri, I., Agama, I., & Negeri, I. (2020). PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DRUMBAND DI TK MUSLIMAT NU 001 PONOROGO Amin Mahmudah Umi Rohmah pendidikan . Agar proses pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan pendidik dalam melaksanakan pekerjaannya . Sertifikasia dalah su. 01(01), 18–26.
Direktorat Pembinaan PAUD Kemdikbud. (2014). NSPK (Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria) PEDOMAN PRASARANA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI. 33.
http://www.paud.kemdikbud.go.id
Mahmudah, A., & Rohmah, U. (2020). Peran Guru Dalam Mengembangkan Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Drumband Di Tk Muslimat Nu 001 Ponorogo. WISDOM: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 18–26.
https://doi.org/10.21154/wisdom.v1i1.2133
Rahardjo, Budi; Sutriah, Naning; Rozie, F. (2019). Strategi Pembelajaran Dalam Optimalisasi Kecerdasan Musikal. 1(1), 37–42.
Setyawati, T., Permanasari, A. T., & Yuniarti, T. C. E. (2017). MENINGKATKAN KECERDASAN MUSIKAL MELALUI BERMAIN ALAT MUSIK ANGKLUNG (Penelitian Tindakan Pada Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina Kota Serang-Banten). Jurnal Pendidikan Dan Kajian Seni, 2(1), 63–77.
https://doi.org/10.30870/jpks.v2i1.2503
Sri Handayani, Purwadi, D. P. D. . (2018). UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN MUSIKAL ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN ALAT MUSIK TRADISIONAL ANGKLUNG PADA ANAK KELOMPOK B RA KARAKTER
SEMARANG. JURNAL PAUDIA, 7(2), 148–162.
https://doi.org/https://doi.org/10.26877/paudia.v7i2.3272
Utami, S. . (2019). Multiple Intelligences: Platform Global Paling Efektif untuk Pendidikan Abad ke-21 dalam Pendidikan dan Pembelajaran. Prosiding Seminar Nasional & Call Paper Psikologi Pendidikan 2019, April, 251–257.
Wahyuningsih. (2019). Meningkatkan Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini Melalui Bermain Alat Musik Perkusi. Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(1), 65–77.
AL UMAIRI, M. U. S. H. A. B. Meningkatkan Kecerdasan Musik Anak Melalui Media Gadget Di Ra An-Najah Kecamatan Seibamban Serdang Bedagai.
11
Putri, P. A., & Ismet, S. (2020). Efektivitas Permainan Perkusi Kastanyet Terhadap Kecerdasan Musikal Anak. Jurnal pendidikan tambusai, 4(1), 464.
Rosydiana, E. (2018). Meningkatkan kecerdasan musik melalui permainan angklung di PAUD Aulia. Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 53-64.
12 Notulensi Pertanyaan Audien :
1. Safira Diani (K8119068)
Izin bertanya, saya pernah mendengar tentang efek mozzart yg bisa meningkatkan IQ. Nah apakah dengan mendengarkan musik klasik pada anak bisa mempengaruhi kecerdasan anak? apakah hal itu benar dan bagaimana pengaruhnya? Terimakasih.
Jawab :
Berita tentang Efek Mozart sangat populer beberapa tahun lalu. Fenomena ini berawal dari Amerika Serikat pada tahun 1993 dan meluas ke berbagai negara termasuk ke Indonesia.
Semenjak itu, musik klasik dipercaya dapat menambah kecerdasan anak bila diperdengarkan kepada bayi. Bahkan, saat itu banyak ibu-ibu hamil sering mendengarkan CD musik klasik untuk bayi yang sedang dikandungnya. Sayangnya, fenomena ini tidak terbukti kebenarannya.
Sejauh ini tidak ada penelitian yang berhasil membuktikan bahwa musik klasik dapat meningkatkan kecerdasan bayi.
Penelitian yang ada hanyalah dilakukan terhadap sejumlah mahasiswa dan hasilnya adalah peningkatan kemampuan spasial sesaat setelah mendengarkan musik klasik.
Peningkatan ini pun berlangsung hanya beberapa menit dan tidak bersifat permanen. Jadi, musik klasik untuk bayi tidak terbukti dapat meningkatkan kecerdasan. Efek Mozart tidak terbukti kebenarannya.
Sebenarnya musik apapun dapat mempengaruhi emosi dan mood seseorang bukan hanya bayi atau anak-anak, tetapi termasuk orang dewasa. Mendengarkan musik memberikan manfaat, seperti meningkatkan produktivitas, membantu seseorang tidur lebih cepat sehingga meningkatkan kualitas tidur, menurunkan tingkat stres dan menstabilkan seluruh sistem tubuh dan pikiran, membuat diri merasa tenang dan bahagia, membuat tubuh menjadi rileks dan dapat membuat sistem tubuh bekerja menyembuhkan diri sendiri lebih baik.
2. Zulma Raisa - K8119080
Kalau anak kecanduan tiktok yang joget-joget gitu apakah termasuk indikator anak memiliki kecerdasan musikal? atau kah cuma trend?
Jawab :
Dengan adanya aplikasi tiktok dapat menstimulus kecerdasan musikal anak, tetapi orang tua tetap harus mengawasi anak, karena ada beberapa lirik lagu yang tidak pantas untuk anak, dan ada beberapa gerakan juga yang dirasa kurang tepat jika ditirukan oleh anak.