• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

--- RISALAH SIDANG

PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012

PERIHAL

PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH

KABUPATEN PIDIE TAHUN 2012

ACARA

PEMERIKSAAN PERKARA (I)

JAKARTA

KAMIS, 26 APRIL 2012

(2)

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

--- RISALAH SIDANG

PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012

PERIHAL

Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Pidie Tahun 2012

PEMOHON

1. Ghazali Abbas Adan dan Zulkifli H. M. Juned TERMOHON

KIP Kabupaten Pidie ACARA

Pemeriksaan Perkara (I)

Kamis, 26 April 2012, Pukul 10.20 – 10.55 WIB Ruang Sidang Gedung Mahkamah Konstitusi RI,

Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat SUSUNAN PERSIDANGAN

1) M. Akil Mochtar (Ketua)

2) Muhammad Alim (Anggota)

3) Hamdan Zoelva (Anggota)

Hani Adhani Panitera Pengganti

(3)

Pihak yang Hadir:

A. Pemohon Perkara Nomor 20/PHPU.D-X/2012:

1. Ghazali Abbas Adan B. Termohon:

1. Junaidi (Ketua KIP Kabupaten Pidie) 2. M. Diah Adam (Anggota KIP Kabupaten Pidie) 3. T. Samsul Bahri (Anggota KIP Kabupaten Pidie) 4. Ridwan (Anggota KIP Kabupaten Pidie)

(4)

KETUK PALU 3X 1. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sidang dalam Perkara Nomor 20/PHPU.D-X/2012 Perselisihan Hasil Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Pidie. Saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.

Saudara Pemohon dan Termohon, hari ini sidang pertama untuk sengketa pemilukada dengan register Perkara Nomor 20/PHPU.D-X/2012.

Sebagaimana biasa persidangan di Mahkamah Konstitusi ini, terlebih dahulu saya persilakan Saudara Pemohon untuk memperkenalkan diri siapa yang hadir pada sidang hari ini. Silakan, perkenalan dulu.

2. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Terima kasih. Nama saya Ghazali Abbas Adan. Saya datang sendirian karena wakil bupati berhalangan hadir. Terima kasih.

3. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Saudara, Pemohon langsung, Prinsipal, ya?

4. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Betul.

5. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, oke. Yang di sebelahnya, Pak?

6. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Sebelah kanan saya ini teman saya (…) 7. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Asisten … anu … pembantu anu … pembantu, ya?

SIDANG DIBUKA PUKUL 10.20 WIB

(5)

8. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Ya.

9. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya karena persidangan ini, tentu semuanya resmi di dalam ruang sidang harus diperkenalkan.

Kemudian, dari Termohon saya persilakan.

10. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Majelis Hakim Yang Mulia, kami dari KIP Kabupaten Pidie.

11. KETUA: M. AKIL MOCHTAR He em.

12. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE)

Hadir sendiri, saya Junaidi (Ketua KIP). Di sebelah kanan saya ini, M.

Diah Adam (Anggota KIP). Kemudian, T. Samsul Bahri (Anggota KIP).

Yang paling ujung, Saudara Ridwan (Anggota KIP). Hadir sendiri, Pak.

13. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Baik. Jadi, dua-keduanya hadir sendiri langsung tanpa memakai kuasa hukum, kan gitu? Baik Pemohon maupun Termohon. Pemohon peserta pemilukada, Termohon penyelenggara pemilukada.

Nah, Saudara-Saudara sekalian, ini perkara pemilukada ini adalah perkara yang speedy trial. Jadi, perkaranya cepat, waktunya 14 hari harus sudah kita putuskan.

Oleh karena itu, semua pihak yang bersengketa, kita anggap sudah mengetahui prosedur dan ketentuan yang berkaitan dengan sidang ini.

Nah, oleh karena itu, waktu 14 hari itu sudah dipotong dengan pemanggilan karena menurut undang-undang, panggilan itu harus disampaikan 5 hari, sehingga waktu efektif yang tersisa tinggal 9 hari.

Saudara Pemohon, permohonan Saudara sudah kami terima dan sudah disampaikan kepada Pihak Termohon dan kami sudah membaca permohonan ini. Pertanyaan kami adalah apakah Saudara tetap dengan permohonan yang di register atau ada perbaikan-perbaikan sepanjang menyangkut permohonan Saudara?

(6)

14. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Majelis yang saya muliakan, ada tambahan-tambahan dari apa yang (…)

15. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ada renvoi, ya?

16. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Ada (…)

17. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sudah ada perbaikannya secara tertulis?

18. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Sudah kami perbaiki, hanya saja belum kami gandakan sesuai dengan ketentuan Mahkamah Konstitusi.

19. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Oh.

20. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Insya Allah secepatnya kami akan gandakan itu, apakah foto-foto … juga ada video rekaman (…)

21. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oh, bukan! Kalau itu, nanti menyangkut bukti, Pak. Itu, itu, itu bisa menyusul, tapi permohonannya. Kan permohonan ini kan Bapak ada bikin tertulis toh? Nah, apakah ada perbaikan-perbaikan enggak?

22. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Ada tambahan tertulis sedikit lagi.

(7)

23. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ada?

24. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Ya.

25. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tapi, sudah dibuat dalam bentuk tertulis?

26. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Sudah saya buat.

27. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ada dibawa sekarang?

28. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Boleh saya baca atau saya serahkan?

29. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ndak, nanti diserahkan dulu. Nanti akan kita … belum diperbanyak?

30. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Belum diperbanyak, Pak.

31. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Coba diambil dulu, buat dibantu dululah! Difotokopi, supaya Termohon bisa dapat dulu, gitu lho. Masuknya ada berapa rangkap? Satu rangkap saja? Coba! Ini … oh, ini tam … ini se … anu, Pak. Kalau … kalau begini, maksud saya, jadi berkaitan dengan pembuktian saja nanti, bukan pokok permohonan. He eh, jadi kalau gitu, pokok permohonannya tetap.

Kalau ini, nanti pembuktian, ya. Di sini tentu nanti pembuktian ini kan

(8)

elaborasi Bapak ini berkaitan dengan syariat Islam dalam penyelenggaraan pemilukada di Pidie toh?

Nah, itu nanti dikembalikan dulu karena ini nanti ada waktunya dan ini harus dikasih materai Rp6.000,00. Bapak nasegel ke Kantor Pos, nanti dilampirkan pada saat pembuktian karena itu akan dinilai oleh Hakim.

Maksud kami, ini permohonan yang sudah masuk, yang sudah di register dengan Perkara Nomor 20/PHPU.D-X/2012.

Nah, okelah. Jadi, begini, Pak Drs. H. Ghazali Abbas, ya, mantan Anggota DPR/MPR.

Calon … saya persilakan untuk menjelaskan permohonan yang Saudara-Saudara sampaikan kepada Mahkamah Konstitusi ini yang berkaitan dengan pokok-pokok, intinyalah, kan gitu. Nanti … kan secara tertulis kami sudah baca, Termohon juga sudah baca. Jadi apa yang Bapak permasalahkan? Kalau kedudukan hukum sudah jelaslah. Kan Bapak resmi calon … calon kan?

32. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Ya, calon (…)

33. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, pasangan calon toh?

34. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Ya,

35. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke, berarti punya kedudukan hukum. Kewenangan Mahkamah, ya.

Karena sengketa pemilukada masuk di Mahkamah Konstitusi. Tenggang waktu masih masuk permohonan.

Nah, alasan-alasan permohonan yang Bapak sampaikan itu, sehingga Bapak merasa keberatan. Apa yang menjadi soal dari proses pokok permohonannya? Itu silakan dijelaskan 5 sampai 10 menitlah paling lama.

Silakan.

36. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Ketua dan Anggota Majelis yang saya muliakan, KIP Pidie, Panwaslu, Para Hadirin yang saya hormati sekalian. Kami melihat dan merasakan

(9)

selama proses pemilukada di Pidie sarat dengan teror intimidasi. Ini jelas bertentangan dengan asas pemilukada, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Nanti akan saya sampaikan dalam pembuktian, sebagaimana disampaikan oleh Pak Ketua Majelis tadi. Sehingga karena pemilukada berlangsung dengan cara yang demikian, pra dan dalam proses pemilukada, maka kami melihat hasilnya pun tidak sesuai dengan yang kita kehendaki, dapat dengan cara yang beradab dengan cara yang jujur dan adil.

Dengan alasan demikian itulah, maka kami menolak hasil rekapiltulasi suara yang sudah dilakukan oleh KIP Pidie dan kami mengharapkan agar Pemilukada Pidie dilaksanakan ulang. Itu inti yang paling pokok yang kami kehendaki sebagai Pemohon kepada Majelis yang kami muliakan. Itu saja. Kalau ada tambahan, boleh kami tambahkan.

Terima kasih.

37. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Baik. Jadi pada dasarnya, Saudara mempersoalkan penyelenggaraan pemilukada di Pidie ini karena pertama ada teror dan intimidasi, sehingga itu memengaruhi asas luber jurdil yang menjadi asas pemilu. Kemudian, ada di dalam dalil yang tertulis juga ada pengerusakan terhadap alat-alat peraga. Betul, ya?

38. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Benar.

39. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke, lalu … apa namanya … penghadangan masyarakat pada saat akan menghadiri kampanye pasangan calon. Betul, ya?

40. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Betul.

41. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

He em, kemudian, ancaman juga terhadap saksi yang bertugas di TPS.

(10)

42. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Betul.

43. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, itu inti-inti yang saya baca dari permohonan Saudara, kan gitu? Nah, terhadap hal itulah nanti, Saudara meminta agar … petitumnya apa ini, Pak, petitum permohonan Saudara? Coba dibaca! Kalau petitum itu karena ini resmi, Pak, ya. Alasan permohonan Saudara apa? Tadi sudah.

Apa petitumnya, Pak?

44. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Berdasarkan alasan-alasan dari fakta kualitatif tersebut di atas yang kita sebutkan tadi (…)

45. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, alasan Pemohon (…)

46. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Alasan Pemohon memohon kepada Mahkamah Konstitusi untuk menjatuhkan putusan sebagai berikut.

1. Menerima dan mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya.

2. Menyatakan batal dan tidak sah Berita Acara Rekapitulasi Hasil Perhitungan Suara Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Tingkat Kabupaten oleh Komisi Independent Pemilihan Bupati Kabupaten Pidie, tanggal 15 bulan April 2012.

3. Memerintahkan kepada Komisi Independent Pemilihan Kabupaten Pidie melakukan pemungutan suara ulang, Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Pidie Tahun 2012 di seluruh kecamatan di Kabupaten Pidie.

47. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Baik. Dari petitum ini, hal yang perlu Bapak renvoi langsung … begini, yang pertama itu BA-nya itu Bapak belum ada nomor … belum ada buktinya Barita Acaranya, rekap? Belum dapat?

(11)

48. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Kami belum dapat karena serta-merta kami ke Jakarta belum sempat mengambil ke KIP Pidie.

49. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oh, jadi … karena ini kan tanggal saja, nomornya kan biasanya ada, ya toh? Makanya tidak dicantumkan. Yang ketiga … petitum nomor 3, itu Bapak meminta dilaksanakan pemungutan suara ulang, kan begitu?

50. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Ya.

51. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tidak di seluruh kecamatan, Pak? Kalau hanya kecamatan, nanti kecamatan saja yang kita ulang. Jadi di seluruh TPS dalam wilayah Kabupaten Pidie, kan gitu? Kan pemungutan suaranya di TPS.

52. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Baik.

53. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Jadi seluruh TPS (…)

54. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Itu yang saya maksudkan.

55. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, oleh sebab itu direnvoi, Bapak tulis di seluruh TPS dalam wilayah Kabupaten Pidie. Gitu lho, Pak. Karena itu resmi. Nah, itu permintaan, kan gitu. Nanti kalau kita kabulkan, seluruh kecamatan saja katanya, kecamatan. Tapi … he eh, jadi ini hitungan kita TPS.

(12)

Baiklah, pada prinsipnya itu yang menjadi alasan dari permohonan ini. Sekarang Pemohon cukup, ya. Tolong dimatikan dulu miknya, Pak.

Saya ke Pihak Termohon.

Saudara Termohon, Saudara sudah menerima permohonan, ya?

56. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Sudah, sudah.

57. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Dan sudah mendengar penjelasan-penjelasan pokok dari Pemohon, apa yang tertulis itu bagian yang tidak terpisahkan dari permohonan dan sudah dianggap dibacakan.

Saudara sudah siap untuk jawabannya?

58. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE)

Majelis Hakim Yang Mulia, jawaban sementara sudah ada karena memang dalam proses karena kami menunggu apakah ada perbaikan atau tidak.

59. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

He em. Jadi begini, kan nanti ada kesempatan terakhir untuk di kesimpulan, ya. Jadi, masih bisa ada waktu setelah kita pembuktian, nanti diberi kesempatan kepada Pemohon, Termohon untuk menyampaikan kesimpulan dari seluruh proses persidangan sebelum dijatuhkan putusan oleh Mahkamah. Saudara sudah siap?

60. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya.

61. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tolong diambil dulu anunya, permohonannya! Sampaikan satu kepada Pemohon (…)

62. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE)

Mohon maaf, Yang Mulia. Karena kami belum sempat memperbanyak karena kami pikir ini jawaban sementara karena kami apakah ada perbaikan atau tidak.

(13)

63. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ada dua di situ? Enggak ada?

64. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Satu, Pak.

65. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kan, dia kan tidak ada perbaikan. Intinya itu tetap itu. Harusnya Saudara … nah, itulah, harus dalam rangkap 12. Jadi, bagaimana saya tahu bahwa yang sudah diperbaiki betul yang Saudara baca itu nanti bahwa itu yang sudah termaktub di dalam persidangan ini, walaupun sidang ini direkam, direkam dan dinotulensi kembali, gitu. Jadi, bisa dibaca Berita Acara sidang. Masa bikinnya satu lembar saja?

66. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya, kami persiapkan, mohon maaf.

67. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Masih ada anggaran pemilunya, kan?

68. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Masih, masih, Pak.

69. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, makanya pakai, dong! Itu kan, ada anggaran untuk beperkara, tuh?

70. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Iya.

71. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Berapa kalian anggarkan? Rp200.000.000,00? Enggak, ini sudah ratusan perkara pilkada kita sidangkan. Tahu kita itu. Ya, kan? Anggaran untuk berperkara. Karena setelah penetapan dalam terpilih itu kan, ada tenggat waktu untuk sengketa, kan gitu? Nah, ya, bahkan Saudara

(14)

menganggarkan untuk dua putaran, ya. Di APBD resmi, kan gitu? Biaya untuk sengketa itu, permohonan berapa? Berapa dapat anggarannya?

72. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Berkisar antara Rp50.000.000,00, Pak.

73. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Rp50.000.000,00?

74. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya.

75. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Enggak naik-naik, dari dulu Rp50.000.000,00 saja. Atau Saudara hanya bilang supaya Rp50.000.000,00 padahal Rp100.000.000,00?

Enggak?

76. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Enggak.

77. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Itu kan, bisa dipakai untuk ini semua, kan?

78. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya.

79. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

He eh. Empat orang naik pesawat dari Aceh ke sini, nah, masih banyak lebih itu.

80. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya, Pak.

81. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi gimana, ini? Bisa … berapa lembar jawaban Saudara?

(15)

82. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Dua.

83. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Coba ambil dulu! Ini lama-lama Mahkamah bangkrut juga menanggung fotokopi. Sudah perkaranya enggak bayar, ya kan? Ke sini kan, enggak bayar. Harusnya Saudara bikin, dong! Fotokopi dululah! Kita tunggu sebentar nih fotokopi. Untung saja ada mesin fotokopi di sini. Agak cepat, Pak! Bikin dulu dualah, satu Hakim, satu ke Pemohon, gitu.

Ingat, Saudara? Kalau ingat, lisan dulu, apa yang menjadi alasan Saudara untuk membantah permohonan dari Termohon … dari Pemohon ini? Silakan! Formalnya nanti ya!

84. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE)

Ya. Majelis Hakim Yang Mulia, kami telah membacakan pokok permohonan dari Pasangan Nomor Urut 8 atas nama Teuku Ghazali Abbas bedasarkan pokok permohonan, dapat kami sampaikan bahwa sesuai dengan peraturan MK tentang beracara, khususnya berkaitan dengan PHPU pemilukada, pada Pasal 6 (...)

85. KETUA: M. AKIL MOCHTAR PMK Nomor 15 Tahun 2008?

86. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE)

Ya, PMK 15, ya. Bahwa yang Pasal 3 ... eh, Pasal 4 yang menjadi objek perselisihan pemilukada adalah hasil penghitungan suara yang ditetapkan oleh Termohon yang memengaruhi: a) Penentuan pasangan calon yang dapat mengikuti putaran kedua pemilukada atau terpilihnya pasangan calon sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah. Itu tidak menjadi titik poin dari pokok permohonan, artinya tidak disebutkan sesuai dengan Pasal 6 selanjutnya ... eh, tentang ... pertama, tentang kesalahan hasil penghitungan suara yang ditetapkan oleh Termohon, apa? Tidak diuraikan.

Kemudian, permintaan atau petitum untuk membatalkan hasil penghitungan suara yang ditetapkan oleh Termohon, mana? Itu tidak ada data pembanding.

Kemudian yang ketiga, penghitungan ... permintaan petitum untuk menetapkan hasil penghitungan suara yang benar menurut Pemohon,

(16)

Nah, ketika berkaitan dengan fakta-fakta kualitatif tentang pernyataan bersama 6 pasangan calon bupati, fakta-fakta tentang adanya pelanggaran dan pembangkangan, tentu itu akan menjadi ranahnya panwas, nanti akan menindaklanjuti. Nanti kami juga akan meminta kepada Majelis Hakim Yang Terhormat untuk menghadirkan panwaslu di dalam proses pembuktian nantinya, berkaitan pelanggaran.

Kemudian, dapat kami sampaikan pula, dalam pertemuan sebagaimana yang dimaksudkan di dalam pernyataan bersama 6 pasangan calon, KIP dengan Panwaslu Kabupaten Pidie telah duduk bersama menyikapi ini.

Kemudian, kami minta jika berkaitan itu dengan kekeliruan dan juga adanya semacam kelalaian dari KIP berkaitan dengan pelanggaran, sampaikan melalui ... kepada panwas ... kepada ... melalui panwas, nanti panwas akan merekomendasi kami. Tapi berkaitan dengan itu, nanti panwas akan membuktikan, kita hadirkan sebagai saksi itu tidak ada.

Kemudian, berkaitan dengan fakta-fakta kualitatif, temuan Asian (Anfrel), sebagaimana yang Pemohon sampaikan, memang Anfrel itu terdaftar, terakreditasi di KIP Aceh. Di KIP Pidie sendiri, mereka tidak melapor dan tidak memberikan hasil pantauannya, apakah berkaitan dengan adanya intimidasi dan lain sebagainya. Mereka tidak pernah melaporkan kepada kami, sehingga apa yang akan menjadi alasan bagi Pemohon, sehingga menanggapinya adalah kekeliruan daripada KIP.

Karena kami tetap berpegang kepada pemahaman secara umum dalam proses perselisihan, itu adalah hasilnya dan Pemohon sendiri tidak pernah memberikan data pembanding bagi kami, mana suara beliau yang hilang akibat KIP atau PPK atau TPS … KPPS, sehingga KIP itu di perbaikan.

Kemudian, di dalam rekapitulasi di tingkat kabupaten, saksi daripada Pasangan Calon Nomor 8, kita telah undang secara patut, kita undang, kemudian ada ekspedisinya, kita sudah diterima, tapi mereka juga tidak datang. Demikian, Majelis Hakim Yang Mulia.

87. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi, permintaan Saudara apa?

88. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE)

Nah, permintaan kami bahwa keberatan yang diajukan oleh Pemohon, sebagaimana dalam pokok perkara adalah bukan objek sengketa dari perselisihan hasil pemilihan umum, yang berupa ada tidaknya kesalahan dalam penghitungan suara yang ditetapkan oleh Termohon, sehingga alasan hukum yang diajukan oleh (suara tidak terdengar jelas) dan tidak dapat diterima. Demikian, Majelis.

(17)

89. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi, Saudara eksepsi saja, itu maksudnya?

90. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya.

91. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kan begini, kalau yang Saudara sampaikan tadi itu kan sepanjang dua hal. Kalau eksepsionalnya, eksepsinya soal prosedur permohonan.

Kalau dalam pokok perkaranya ya, kan Saudara harus menyatakan minta supaya Mahkamah ini menolak permohonan Pemohon, kan gitu.

92. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya.

93. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ini kan enggak ada ini. Enggak ada yang sarjana hukum dari KIP anu ini, Pidie?

94. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ada, Pak.

95. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Mengerti dong? PMK-nya jelas. Kan kalau saya lihat dari jawaban Saudara ini, ndak ada Saudara minta, sampai 6 saja kan?

96. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya, kita akan perbaiki, Majelis.

97. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, jadi Saudara … ya, tadi Saudara sudah bilang enggak benar begitu, yang benar begini, permohonan Pemohon begini. Tapi, Saudara enggak minta supaya permohonan Pemohon ditolak, ya kan? Eksepsi saja, kalau enggak dapat diterima itu ya karena itu bukan kewenangan Mahkamahlah, macamlah, segala macam. Okelah, tapi itu soal prosedural.

(18)

98. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya.

99. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Secara prinsip, sudah jawab-menjawab itu sudah selesai. Sekarang saya tanya kepada Pemohon.

Saudara Pemohon, Saudara akan mengajukan saksi enggak dalam perkara ini?

100. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Terima kasih, Yang Mulia. Perlu saya tegaskan kembali karena pemilukada berlangsung tidak sesuai dengan undang-undang. Misalnya, masyarakat tidak bisa hadir dalam kampanye kami, dengan sendirinya mereka tidak bisa mendengar apa visi dan misi kami. Masyarakat tidak bisa melihat wajah kami di kartu suara karena baliho di kampung- kampung di …. dirusak.

101. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, tadi itu ada alasannya. Terus?

102. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Kemudian, saksi juga takut duduk di kursi, malah masuk ke arena pemilukada. Itu menjadi sebab, mengapa hasilnya juga tidak benar.

Bukan masalah berapa jumlahnya kami dapatkan, tapi dari awal, dari proses pemilukada, membuat kami rugi.

Dengan demikian, kami minta seperti yang kami sebutkan tadi itu.

Dan insya Allah kalau diperlukan (…) 103. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Bukan, begini, Pak. Kan dalil-dalil sudah. Saudara mengatakan baliho dirusak masyarakat, tidak bisa melihat wajah, tidak … bahkan terhalangi hak untuk menyampaikan hak pilihnya, ya toh? Tapi, kalau si Termohon bilang, “Wah, enggak benar itu berlangsung demokratis.” Kan biasa itu.

Nah, sekarang maksud saya untuk membuktikan dalil permohonan yang Bapak sampaikan tadi, ada saksi enggak, Bapak, dalam perkara ini untuk mengajukan?

(19)

104. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Insya Allah, kami siapkan saksi. Tapi, kami mohon kepada Majelis Yang Mulia, agar bisa jarak jauh.

105. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya, baik.

106. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Karena kami tidak kuat me (…) 107. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi, begini. Ini kan kita seperti yang saya katakan bahwa perkara pemilukada ini harus putus dalam waktu 14 hari karena itu ketentuan undang-undang.

Oleh sebab itu, saya tanya saksi ada enggak, kan gitu? Kalau ada saksi, berapa kira-kira saksi yang akan dihadirkan? Kan begitu. Itu kan, ya untuk mendukung dalil permohonan Saudara, kan begitulah harus.

Saksinya berapa kira-kira, Pak?

108. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Kami usahakan sekitar sepuluh orang, insya Allah.

109. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Sepuluh orang, tapi siapnya di Banda Aceh?

110. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Siap di Banda Aceh.

111. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Tidak bisa ke Jakarta?

(20)

112. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Tidak bisa ke Jakarta.

113. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Nah, jadi begini, Bapak, ya. Untuk pemeriksaan saksi, kami … Saudara tidak bisa menghadirkan dalam persidangan ini, Saudara hanya menyiapkan saksinya di Banda Aceh, di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, ya Syiah Kuala. Nanti, supaya mungkin ada … ada oranglah yang menghubungi di sana, nanti kan secara elektronik akan dihubungi dari sini. Saksi disiapkan di sana karena itu kan butuh kesiapan petugas juga yang akan menyumpah saksi dan segala macam, nanti kita akan … ya … apa namanya … akan disiapkan semuanya di sana.

Nah, oleh karena itu, Bapak harus membuat surat kepada … kepada Majelis ini untuk memeriksa saksi di Banda Aceh dengan nama ini, ini, ini, ini, masuk lebih dahulu, kan gitu. Nah, kita tentukan nanti hari apa kira- kira Bapak bisa siap? Karena ini kan harus ditentukan karena jadwalnya di Aceh ini banyak ini, kita ada 17 yang sedang kita tangani ini.

114. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Majelis yang saya muliakan.

115. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya.

116. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Sudah saya siapkan surat permohonan kepada Majelis agar (...) 117. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Untuk memeriksa secara videoconference?

118. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Ya, betul.

(21)

119. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Tapi nama orangnya sudah siap, belum?

120. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Sudah ada nama-nama orangnya.

121. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke, coba diambil dahulu! Ada berapa ini? 12 ya? 12 orang. 12 orang, kapan bisa siap di … Pidie ke Banda Aceh kan ndak jauh juga.

122. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Betul. Insya Allah kami akan konfirmasi ke sana lebih dahulu dengan catatan (...)

123. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Maksud saya, kalau hari Senin bisa, enggak? Hari Senin?

124. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Insya Allah, saya usahakan bisa.

125. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi sekaligus, Pak. Karena nanti habis itu kan agak ... jadi karena ini jarak jauh, kan kita harus komunikasi dahulu sana, sana siap, mereka ada di Syiah Kuala. Nanti kita akan periksa melalui video ini.

Nah, jadi kita tetapkan dahulu … eh, tapi sebelum itu, Saudara Termohon ada saksi, enggak?

126. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ada, Pak.

127. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Saudara bawa ke sini, kan?

(22)

128. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya.

129. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Berapa orang?

130. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Pertama, saksi dari panwas.

131. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya.

132. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Panwaslu.

133. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Panwas?

134. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya.

135. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Terus hanya panwas saja? Satu saja? Penyelenggara?

136. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Penyelenggara (...)

137. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kan ini kan, Saudara kan saksinya paling penyelenggara. Misalnya KPPS … KPPS itu ya sana kan namanya?

138. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya, betul.

(23)

139. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Mungkin PPS, mungkin PPK, ya enggak perlu banyak. Untuk menggambarkan bahwa penyelenggaraannya tidak melanggar asas luber jurdil, gitu. Paling banyak limalah kali. Bisa?

140. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Bisa, Pak. Lima orang PPK nanti.

KETUA: M. AKIL MOCHTAR Bisa hari Senin juga?

141. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Senin, bisa.

142. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Jadi hari Senin, jam 14.00 WIB. Nah, untuk saksi Pemohon, hari Senin jam 14.00 WIB suruh siap di sana. Untuk saksi Termohon, hari Senin jam 14.00 WIB siap di sini, gitu lho. Selesai kita periksa dari video conference, kita lanjut pemeriksaan saksi Termohon. Setelah itu, selesai pemeriksaan saksi, lalu bukti-bukti surat, ya. Dibuat daftarnya, Pak, baik Pemohon maupun Termohon disiapkan lebih dahulu, ya, bukti surat, apa yang akan menjadi bukti dalam perkara ini. Misalnya Pemohon, P-1, surat apa, keputusan KPU nomor sekian tentang penetapan … apa namanya ...

peserta pemilukada, misalnya. P-2, misalnya keputusan KPU tentang rekapitulasi tingkat kabupaten, misalnya. P-3 ... begitulah, Pak, sampai berapa terserah, ya. Tapi bukti itu dinasegel, dikasih materai Rp6.000,00, dicap di Kantor Pos, ya. Ada di bawah di MK, di lantai 1 ... di lantai dasar itu. Tapi dari belakang itu ada Kantor Pos juga di sini. Jadi, misalnya repot kan, tinggal dicap saja dikelutuk. Karena itu memang prosedur undang- undang harus dinasegel. Silakan dibuat daftarnya.

Kalau Termohon, dikasih kode T. T-1, surat ini, nomor sekian, tanggal sekian, kan gitu, tentang ini. T-2, apalah. Nah, tadi kan ada segala video cakram padat, dan lain sebagainya itu disebutkan juga, Pak.

Misalnya P.3, video apalah ... kejadian misalnya intimidasi di TPS nomor sekian, gitu lho, Pak, kan gitu.

Jadi, nanti Hakim akan memeriksa itu semua, gitu lho. Kalau Termohon dikasih kode T, ya? T-1, T-2, T-3, gitu lho. Kalau Pemohon, P- 1, P-2, P-3, dan seterusnya, disiapkan.

Jadi, hari Senin itu sudah ... sudah siaplah. Selesai kita memeriksa

(24)

pihak-pihak untuk menyampaikan kesimpulan. Selesai itu enggak ada lagi persidangan, tinggal menunggu panggilan dari Mahkamah untuk pengucapan putusan karena memang harus cepat.

Jadi, sekali lagi saya ingatkan, kepada Pemohon, saksi yang sesuai dengan permintaan kepada Mahkamah ini, sudah langsung kita kabulkan, kita periksa melalui video conference di Universitas Syiah Kuala, Fakultas Hukum, disiapkan di sana.

143. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Boleh penjelasan sedikit, Majelis.

144. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Ya.

145. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Kami mengharapkan agar ada perlindungan kepada saksi itu. Karena memang agak sedikit riskan mereka memberi saksi secara transparan karena memang kondisinya demikian di sana.

146. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Ya, ini yang agak problem buat kita, kan gitu. Tentu kalau bantuan untuk pengamanan biasa, kan biasalah, prosedur biasa, mungkin di sana kan pasti disiapkan. Tapi kalau perlindungan secara keseluruhan, misalnya dari Pidie sampai Banda Aceh terus balik lagi, agak berat juga kita ini, Pak.

Karena ini nanti kan Mahkamah jadi agak susah, gitu lho. Tapi, kita … ya, paling kita kan bisa mem … hanya meminta kepada … apa namanya … aparat keamanan di sana untuk memberikan perlindungan pengamanan saja kepada saksi-saksi ini.

147. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Terus terang kami (…) 148. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Kecuali kalau dalam sidang, Pak, dalam sidang ya, Pak, ya. Kalau dalam sidang pengadilan, termasuk di video conference, ya. Tapi, kalau di luar sidang, nah, itu yang agak berat.

(25)

149. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Yang Mulia (…)

150. KETUA: M. AKIL MOCHTAR He eh.

151. PEMOHON PERKARA NOMOR 20/PHPU.D-X/2012: GHAZALI ABBAS ADAN

Terus terang kami sampaikan di sini secara apa adanya. Memang masalah keamanan bagi saksi, kalau Banda … dari Sigli ke Banda Aceh tidak sulit atau dalam proses kesaksian. Tapi, kalau sudah berada di kampung, itu jadi persoalan, itu fakta memang, tidak aman. Ini yang perlu kami jelaskan kepada Majelis Yang Mulia. Begitulah kondisi kehidupan rakyat, khususnya saksi yang terlibat dalam Pemilukada di Pidie, khususnya memang demikian.

152. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

Oke, itu sudah kita pahamilah, Pak. Jadi, sejak pemilu legislatif dulu kan sampai sekarang, itu juga terus-terus … tetapi ya itu tadi, Bapak usahakan dulu mereka suruh datang di … kalau di kampung ya agak susahlah, ya kan?

Ya, saya juga … dulu juga anu … di sana juga agak takut juga waktu undang-undang pemilu khusus, waktu masih di sana dulu di DPR, kan gitu. Tidur di hotel juga takut, kan gitu. Tapi, ya kondisinya memang seperti itu buat dulu. Tapi, baiklah, saya hanya mengingatkan saja, Bapak usahakan dululah saksi-saksi untuk hadir. Tentu dengan prosedur biasa, kita akan minta aparat keamanan untuk memberikan perlindungan kepada mereka selama memberikan keterangan.

Dan Termohon, saksinya hadir hari Senin, di sini ya?

153. TERMOHON: JUNAIDI (KETUA KIP KABUPATEN PIDIE) Ya, Pak.

154. KETUA: M. AKIL MOCHTAR

He em, dibuat juga daftarnya! Misalnya, si Amat, Ketua KPPS TPS berapa, kan gitu. Dia akan menerangkan tentang proses apa di situ? Ya.

(26)

disumpah, walaupun jarak jauh juga disumpah juga nanti, sumpahnya dari sini mengirimnya.

Oleh sebab itu, di sana harus menyiapkan juru sumpah dan segala macam. Baik, ya? Jadi, dalam perkara ini saya kira kita tunda hari Senin, Perkara Nomor 20/PHPU.D-X/2012 ini untuk memeriksa saksi Pemohon dan saksi Termohon, serta bukti-bukti surat ya, tadi yang sudah saya sebutkan. Cukup ya Pemohon, Termohon? Sudah jelas ya? Jam 14.00 WIB.

Jadi, jam 14.00 WIB, Pak, jam 14.00 WIB sudah harus siap, sebelum jam 14.00 WIB malah ini kalau yang di Banda Aceh. Karena itu nanti belum tentu juga … bisa-bisa, tiba-tiba kan … maklumlah teknologi ya jauh untuk Aceh ke sini. Tiba-tiba misalnya cuaca enggak bagus, itu bisa terputus. Jadi, memang mereka harus lebih dulu. Karena harus dipanggil dulu dari pagi itu. Tapi, jelas nanti akan kelihatan semua.

Baiklah, dengan demikian, sidang dalam perkara ini saya nyatakan ditunda hari Jumat, tanggal … eh, hari Senin tanggal 30 April, jam 14.00 WIB, ya. Dengan demikian, sidang dinyatakan ditutup.

Jakarta, 25 April 2012

Kepala Sub Bagian Pelayanan Risalah, t.t.d.

Paiyo

NIP. 19601210 198502 1 001 SIDANG DITUTUP PUKUL 10.55 WIB

KETUK PALU 3X

Risalah persidangan ini adalah bentuk tertulis dari rekaman suara pada persidangan di Mahkamah Konstitusi, sehingga memungkinkan adanya kesalahan penulisan dari rekaman suara aslinya.

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa pokok-pokok permohonan ini adalah pertama didasarkan kepada pasangan calon alasan-alasan utamanya itu adalah, pasangan calon nomor urut dua tidak memenuhi syarat karena

Kemudian yang kedua bahwasanya kami Tim Sukses Pasangan Urut Nomor 4 juga tidak pernah melakukan pembagian sosis ya, kepada masyarakat seperti yang disampaikan oleh

undangan, permohonan Pemohon kepada Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi tentu bisa menjadikan alasan hukum sebab Mahkamah Konstitusi tidak saja memeriksa permohonan terhadap keberatan

Yang Mulia Bapak Hakim, kami sebagai Panwaslu Kabupaten Kapuas dengan keluarnya surat Bawaslu Pusat Nomor 937, tanggal 5 Desember 2012. HAKIM ANGGOTA: AHMAD

Sebagaimana penetapan pada sidang pemeriksaan atau dismissal, untuk tidak menerima permohonan pemeriksaan perkara Pemohon yang dikuatkan oleh majelis hakim pelawanan dan majelis

Kemudian, tanggal 8 itu, Yang Mulia, kami sudah sangat lengkap, tanggal 8 tiga kampung dan masyarakat asli, Yang Mulia, masyarakat asli di tiga kampung tersebut,

SAKSI DARI PIHAK TERKAIT: AHMAD JAWA Majelis Hakim Yang Mulia

Bahwa tagihan ganti rugi yang harusnya diselesaikan Pasangan Nomor Urut 1 selambat-lambatnya sebelum penetapan calon bupati, Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang