• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM MANAGEMEN K3 (SMK3)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SISTEM MANAGEMEN K3 (SMK3)"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM

MANAGEMEN K3

(SMK3)

(2)

A. L ATAR B ELAKANG

Menurut Institution of Occupational Safety and Health (IOSH):

“ancaman kecelakaan di tempat kerja di negara berkembang seperti Indonesia masih sangat tinggi”

Menurut data International Labor Organization (ILO), di Indonesia rata-rata per tahun terdapat 99.000 kasus kecelakaan kerja. Dari total jumlah itu, sekitar 70 persen berakibat fatal yaitu kematian dan cacat seumur hidup.

Menurut data Depnakertrans tahun 2007 jumlah perusahaan yang terdaftar sebanyak 190.267, tetapi yang sudah memenuhi kriteria Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

sesuai Permenaker No.05/Men/1996 baru mencapai 643 perusahaan, atau sebesar hampir 3,37 % sebuah angka yang masih sangat kecil untuk skala nasional.

Hal ini mencerminkan masih sangat rendahnya komitmen

manajemen dalam penerapan SMK3. 2

(3)

B.1. P ENGERTIAN K3

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah segala daya upaya atau pemikiran yang ditujukan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya, untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja menuju masyarakat adil dan makmur.

Dasar hukum:

1. Pasal 27 ayat (2) UUD 1945: bahwa setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan

2. UU No.14 tahun 1969 tentang “pokok‐pokok mengenai tenaga kerja: bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan, kesehatan, pemeliharaan moril kerja serta

perlakuan sesuai dengan harkat dan martabat manusia dan moral agama.

3. UU No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja sbg penggantiVR

1910. 3

(4)

Tujuan dan sasaran UU No.1 thn. 1970:

Pada dasarnya UU No.1 tahun 1970 tidak menghendaki sikap kuratif (penyembuhan) atau korektif atas kecelakaan kerja, melainkan

menentukan bahwa kecelakaan kerja itu harus dicegah jangan sampai terjadi, dan lingkungan kerja harus memenuhi syarat‐syarat kesehatan.

Jadi jelaslah bahwa usaha‐usaha peningkatan keselamatan dankesehatan kerja lebih diutamakan daripadapenanggulangan.

Konsideran UU No.1 thn.1970: “setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas

nasional ...” ‐‐‐ dan oleh sebab itu seluruh faktor penyebab kecelakaankerja wajib ditanggulangi oleh pengusaha sebelum membawa korbanjiwa.

Tujuan dan sasaran UU No.1 thn.1970:

1. Agar tenaga kerja dan setiap orang lainnya yang berada dalam tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat.

2. Agar sumber‐sumber produksi dapat dipakai dan digunakan secara efisien.

3. Agarproses produksi dapat berjalan sempurna tanpa hambatan

apapun. 4

B.1. P ENGERTIAN K3

(5)

B.2. A SAS M ANEJEMAN K3

Manajemen K3 pada dasarnya mencari dan mengungkapkan kelemahan operasional yang memungkinkan terjadinyakecelakaan.

Fungsi ini dapat dilaksanakan dengan 2cara:

a) Mengungkapkan sebab‐musabab sesuatu kecelakaan (akarnya), dan

b) Menelitiapakah pengendalian secara cermat dilaksanakan atau tidak.

Kesalahan operasional yg menimbulkan kecelakaan tdk terlepasdari:

(1) perencanaan yang kurang lengkap;

(2) keputusan‐keputusan yang tidak tepat; dan

(3) salah perhitungan dalam organisasi, pertimbangan, dan praktik manajemen yang kurang mantap.

5

(6)

B.3. SMK3

Sistem manajemen K3 telah diatur menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, yaitu Permenaker No.05/MEN/1996, yang dinyatakan bahwa: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah merupakan bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan, yang meliputi:

1) Struktur organisasi,

2) Perencanaan,

3) Tanggung jawab,

4) Pelaksanaan,

5) Prosedur,

6) Proses,

7) Sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan,

8) Penerapan,

9) Pencapaian,

10) Pengkajian, dan

11) Pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam

pengendalian risiko yang terjadi seminimal mungkin berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan

produktif. 6

(7)

Menurut Ocupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001:2007 OHS Management system : part of an organization’s

management system used to develop and implement its OH & S policy and manage OH&S Risks.

1) A Management system is a set of interrelated elements used to establish policy and objectives and to achieve those objectives.

2) A management systems includes organizational structure,

planning activities (including for example, risk assessment and the setting of objectives), responsibilities, practices, procedures,

process and resources.

Di Indonesia sendiri telah dikembangkan SMK3 dari Departemen Tenaga Kerja RI, dan telah diimplementasikan oleh berbagai

perusahaan. Audit SMK3 dilakukan oleh PT. Sucofindo. Audit adalah pemeriksaan secara sistematis dan independen untuk menentukan suatu kegiatan hasil-hasil yang berkaitan dengan prosedur yang direncanakan dan dilaksanakan secara efektif. Audit ini bertujuan untuk membuktikan dan mengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan dan penerapan SMK3 di tempat kerja.

7

B.3. SMK3

(8)

C. T UJUAN SMK3

8 1. Sebagai alat ukur kinerja K3 dalam organisasi.

Pengukuran ini dilakukan melalui audit sistem manajemen K3.

2. Sebagai pedoman implementasi K3 dalam organisasi.

Beberapa sistem manajemen dapat dipakai acuan anra lain: SMK3 dari Depnaker, ILO OHSMS Guidelines, API HSEMS Guidelines, Oil and Gas Producer Forum (OGP) HSEMS Guidelines, dsb.

3. Sebagai dasar penghargaan.

Penghargaan dapat dilakukan oleh instansi pemerintah dan

lembaga tsb di atas. Penghargaan SMK3 diberikan oleh Depnaker.

4. Sebagai sertifikasi.

Penerapan sistem manajemen K3 dapat juga oleh perusahaan untuk memperoleh sertifikasi SMK3 pada kurun waktu tertentu.

Sertifikat diberikan oleh lembaga auditor, yang telah diakreditasi oleh Badan Standar Nasional.

(9)

Dari berbagai sistem manajemen K3 yang telah ada dan

dikembangkan, maka diperlukan sebuah badan yang bertugas melakukan standarisasi yang diakui secara global.

Terkait dengan hal tersebut dikembangkan sistem penilaian kinerja K3 yang dikenal dengan OHSAS 18000 (Ocupational Health and Safety Assessment Series). Sistem manajemen K3 global ini terdiri:

1. OHSAS 18001 sebagai Standar atau Persyaratan SMK3, dan

2. OHSAS 18002 sebagai pedoman pengembangan dan penerapanannya.

Sistem manajemen K3 global ini dikembangkan tahun 1999 dan disempurnakan tahun 2007.

9

C. T UJUAN SMK3

(10)

D. K EBIJAKAN M ANAJEMEN

perusahaan akan semakin efisien dan produktif di kemudian hari. 10

Undang Undang No.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 87, yang menyatakan bahwa setiap perusahaan wajib hukumnya menerapkan sistem manajemen K3 yang diintegrasikan dalam manajemen perusahaan secara umum.

Peraturan SMK3:

1) Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI, Nomor: PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (disingkat SMK3);

2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Dengan penerapan SMK3 di perusahaan, maka diharapkan angka kecelakaan kerja di Indonesia akan dapat direduksi, sehingga

(11)

D. K EBIJAKAN M ANAJEMEN

11

dapat dipahami mengapa

“kebijakan manajemen”

dapat menjadi “akar kecelakaan”. Selama kebijakan manajemen tidak menghilangkan

“kondisi” dan

“perbuatan” tidak aman (potensi bahaya), maka potensi terjadinya

kecelakaan tetap akan mengancam di masa yang akan datang.

Kebijakan Manajemen sebagai akar kecelakaan kerja

(12)

12

Siklus manajemen :

PLAN– DO–CHECK–ACTION

(disingkat P–D–C–A) PLAN,

yaitu perencanaan sistem manajemen organisasi (SMO)

DO,

yaitu implementasi SMK3

CHECK,

yang berisi kegiatan

pemeriksaan atau pengukuran dan pemantauan jalannya

implementasi

ACTION,

yaitu tindakan perbaikan atau tinjauan manajemen, setelah hasil pemeriksaan dilaporkan kepada manajemen.

D. K EBIJAKAN M ANAJEMEN

(13)

E. L ANGKAH P ENERAPAN SMK3

a. Tahap persiapan:

1) komitmen manajemen puncak,

2) menentukan ruang lingkup,

3) menetapkan cara penerapan,

4) membentuk kelompok penerapan,

5) menetapkan sumber daya yang diperlukan.

b. Tahap pengembangan dan penerapan:

1) menyatakan komitmen,

2) menetapkan cara penerapan,

3) membentuk kelompok kerja penerapan,

4) melakukan menetapkan sumber daya yang diperlukan,

5) kegiatan penyuluhan,

6) peninjauan sistem,

7) penyusunan jadwal kegiatan,

8) pengembangan Sistem Manajemen K3,

9) penerapan sistem,

10) proses sertifikasi.

13

(14)

Perlunya Menjalankan

Program Keselamatan Kerja

Mencegah kerugian fisik dan finansial yang bisa diderita karyawan.

Mencegah terjadinya gangguan terhadap produktivitas perusahaan.

Menghemat biaya premi asuransi.

Menghindari tuntutan hukum.

(15)

Fokus Program Keselamatan Kerja

Program keselamatan kerja difokuskan pada dua aspek:

Perilaku Kerja:

Membentuk sikap karyawan yang pro-keselamatan kerja Mendorong upaya seluruh karyawan untuk mewujudkan keselamatan kerja, mulai dari manajemen puncak hingga karyawan level terendah

Menekankan tanggung jawab para manajer dalam melaksanakan program keselamatan kerja

Kondisi Kerja:

Mengembangkan dan memelihara lingkungan kerja fisik yang aman, misalnya dengan penyediaan alat-alat

pengaman

(16)

Beberapa Teknik dalam

Program Keselamatan dan Kesehatan

Analisis Bahaya Pekerjaan

Proses yang dirancang untuk mempelajari dan menganalisis sebuah tugas dan bahaya-bahaya potensial yang bisa

timbul dari pelaksanaan tugas tersebut.

Selanjutnya dirumuskan langkah-langkah kerja yang lebih aman guna mencegah bahaya-bahaya potensial tersebut.

Ergonomika

Studi mengenai hubungan antara manusia dengan pekerjaannya, yang meliputi tugas-tugas yang harus

dikerjakan, alat-alat dan perkakas yang digunakan, serta lingkungan kerjanya.

Yang perlu disesuaikan adalah mesin-mesin dan lingkungan kerjanya terhadap karakteristik para karyawan, bukan

sebaliknya.

(17)

Pencegahan Cedera dan

Penyakit yang Terkait dengan Pekerjaan

Menyadarkan para karyawan mengenai bahaya-bahaya yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.

Memasang alat-alat kontrol produksi.

Menyusun prosedur-prosedur kerja yang aman.

Mendorong penggunaan alat-alat pengaman/pelindung

yang layak.

(18)

Tentang Stres

Stres adalah reaksi ganjil dari tubuh terhadap tekanan yang diberikan padanya.

Stres mempengaruhi orang-orang dengan cara yang berbeda- beda dan dengan demikian merupakan kondisi yang sangat bergantung pada individu.

Peristiwa-peristiwa tertentu bisa membuat seseorang

mengalami stres yang sangat tinggi tapi tidak bagi orang yang lain.

Pengaruh stres tidaklah selalu negatif. Stres ringan dalam

kenyataannya meningkatkan produktivitas dan bisa sangat

membantu dalam mengembangkan ide-ide kreatif.

(19)

Akibat Potensial Stres

Meskipun setiap orang hidup dalam jumlah stres tertentu, jika stres tersebut cukup parah dan berlangsung cukup lama, stres itu bisa membahayakan.

Stres bisa menyebabkan absensi berlebihan, penggunaan alkohol atau obat- obatan lainnya secara berlebihan, kinerja yang buruk, atau bahkan kesehatan yang begitu buruk.

Stres parah yang berkepanjangan berhubungan dengan penyakit-penyakit mematikan, seperti penyakit jantung, depresi, gangguan sistem kekebalan,

alkoholisme, dan kecanduan obat; ditambah sakit kepala harian, nyeri punggung, makan berlebihan, dan penyakit-penyakit mengganggu lainnya yang

dimunculkan tubuh sebagai reaksinya.

(20)

Faktor Penyebab Stres

Faktor-Faktor Organisasional:

Budaya Perusahaan Pekerjaan Itu Sendiri Kondisi Kerja

Faktor-Faktor Pribadi:

Keluarga

Masalah Finansial

Lingkungan Umum

(21)

Mengelola Stres

Olah raga

Mengikuti kebiasaan diet yang sehat

Tahu kapan berhenti sejenak (Relaksasi)

Menempatkan situasi yang penuh stres dalam perspektif yang berbeda

Menemukan seseorang yang mau mendengar Membangun keteraturan dalam hidup

Kenali keterbatasan diri Bersikap toleran

Mencari waktu luang di luar pekerjaan

Menghindari kendali semu

(22)

Evaluasi Program Keselamatan &

Kesehatan

Keberhasilan sebuah program keselamatan dan kesehatan bisa dilihat dari beberapa indikator berikut ini:

Penurunan tingkat kecelakaan dan penyakit yang terkait dengan

pekerjaan, baik secara kuantitatif (frekuensi kejadian) maupun kualitatif (berat- ringannya cedera/penyakit).

Menurunnya jumlah jam kerja yang hilang akibat terjadinya kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan pekerjaan.

(23)

Keselamatan Dan Kesehatan Kerja

Merupakan usaha untuk mencegah setiap perbuatan atau kondisi tidak selamat, yang dapat mengakibatkan kecelakaan dalam pekerjaan. (baik dari perusahaan maupun dari pekerja itu sendiri)

(24)

Istilah k3

- Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) - Disingkat K3

- dalam istilah asing dikenal Occupational Safety and Health

(25)

Tujuan k3

- Mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit - Melindungi kesehatan tenaga kerja

- Meningkatkan efisiensi kerja

- Sumber-sumber produksi dapat berjalan secara lancar tanpa adanya hambatan.

(26)

CONTOH K3

- Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD).

- Penyediaan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja.

- Pelatihan keselamatan kerja.

- Asuransi.

- Fasilitas dan Sarana Kesehatan.

(27)
(28)

menurut jenis kecelakaan

Terjatuh

Tertimpa benda

Tertumbuk atau terkena benda-benda Terjepit oleh benda

Pengaruh suhu tinggi Terkena arus listrik

Kontak bahan-bahan berbahaya atau radiasi

Macam-Macam Kecelakaan kerja. . .

(29)

menurut penyebab

Mesin, misalnya: mesin pembangkit tenaga listrik, mesin penggergajian kayu,

dan sebagainya.

Alat angkut, misalnya: alat angkut darat, alat angkut air.

Bahan-bahan, zat-zat, dan radiasi, misalya : bahan peledak, gas, zat-zat kimia, dan sebagainya.

Lingkungan kerja (di luar bangunan, di dalam bangunan dan di bawah tanah).

Penyebab lain yang belum masuk tersebut di atas.

Macam-Macam Kecelakaan kerja. . .

(30)

menurut luka atau kelainan

Patah tulang

Dislokasi (keseleo) Regang otot (urat)

Memar dan luka dalam yang lain Amputasi

Luka di permukaan Gegar dan remuk Luka bakar

Keracunan-keracunan mendadak Pengaruh radiasi

Lain-lain

Macam-Macam Kecelakaan kerja . . .

(31)

menurut letak kelainan atau luka di tubuh

Kepala Leher Badan

Anggota atas Anggota bawah Banyak tempat

Letak lain yang tidak termasuk dalam klasifikasi tersebut.

Macam-Macam Kecelakaan kerja. . .

(32)

PENYEBAB KECELAKAAN KERJA

-Perilaku yang tidak aman melingkupi:

1. sembrono dan tidak hati-hati 2. tidak mematuhi peraturan

3. tidak mengikuti standar prosedur kerja 4. tidak memakai alat pelindung diri

5. kondisi badan yang lemah

-Kondisi lingkungan yang tidak aman

termasuk didalamnya lingkungan dan alat-alat yang digunakan

(33)
(34)

Manajemen K3

Adalah manajemen untuk pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan kewajiban K3 dalam rangkan pengendalian resiko yang

berkaitan dengan kegiatan kerja agar tercipta tempat kerja yang aman dan efeisien serta produkatif.

(35)

SMK3

Sistem Manajemen K3 adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian,

pengkajian dan pemeliharan kewajiban K3, dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produkatif.

(36)
(37)

5 prinsip dasar mk3

PRINSIP DASAR

1. Penetapan kebijakan K3 2. Perencanaan penerapan K3 3. Penerapan K3

4. Pengukuran, pemantauan dan evaluasi kinerja K3

5. Peninjauan secara teratur untuk meningkatkan kinerja K3 secara berkesinambungan

(38)

Tujuan penerapan SMK3 :

1. Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia

2. Meningkatkan komitmen pimpinan dalam melindungi tenaga kerja 3. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja untuk menghadapi globalisasi

4. Proteksi terhadap industri dalam negeri

(39)

Tujuan penerapan SMK3 :

5. Meningkatkan daya saing dalam perdagangan internasional

6. Mengeliminir boikot LSM internasional terhadap produk ekspor nasional 7. Meningkatkan pencegahan kecelakaan melalui pendekatan sistem

8. Pencegahan terhadap problem sosial dan ekonomi terkait dengan penerapan K3L

(40)

Siapa saja yang perlu menerapkan SMK3

Sesuai Pasal 3 Permenaker 05/MEN/1996, perusahaan yang mempekerjakan minimal 100 tenaga kerja dan atau ada potensi bahaya ledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3.

Referensi

Dokumen terkait

Analisa Pengaruh Relevansi Nilai Informasi Laba, Arus Kas Operasi, Nilai Buku Ekuitas, dan Ukuran Perusahaan terhadap Harga Saham pada Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek

Hal ini berarti bahwa awal waktu Asar dimulai ketika bayangan Matahari sama dengan benda tegaknya, artinya apabila pada saat Matahari berkulminasi atas membuat bayangan

Kondisi ini bisa muncul jika kurang benar dalam merawatnya,seperti kurang bersih dan kurang kering. Hal ini juga bisa terjadi bila saat pemotongan tali pusat bayi menggunakan

Hasil yang dicapai dari kegiatan pembersihan bak aerasi adalah pengurasan bak aerasi dari adanya penumpukan lumpur yang terbawa limbah cair akibat dari tidak

Selain 3 tugas pokok tersebut, masing-masing pengelola taman nasional juga wajib melaksanakan tugas-tugas lain yang merupakan prasyarat ( prerequisite ) agar 3

Gambar 29: Paparan Urusetia Kertas Cadangan Permohonan Penyelidikan (BK-16a) Mesyuarat JKTPP untuk pilihan mesyuarat Pemilihan rekod Mesyuarat JKTPP yang telah dihantar

dimaksud ditulis dengan benar 4 Sebagian besar (1-3) pengetian jenis cerita yang dimaksud ditulis dengan benar 3 Sebagian kecil (1-2) pengetian jenis cerita yang dimaksud

Jika wanita itu perempuan bikr (perawan), dia harus bisa menunjukkan bukti pendarahannya sebagai bukti bahwa dia telah diperkosa untuk bisa dibebaskan dari hukuman hadd.