LAPORAN TAHUNAN (LAPTAH) BBPK JAKARTA TAHUN 2016
BBPK JAKARTA
BADAN PPSDM KESEHATAN
2016
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI... ii
DAFTAR TABEL... iii
DAFTAR GAMBAR... iv
DAFTAR LAMPIRAN..………... v
BAB I ANALISIS SITUASI AWAL TAHUN 1. Hambatan Tahun 2015... 1
2. Kelembagaan... 2
3. Sumber Daya... 3
a. Sumber Daya Manusia... 3
b. Sarana dan Prasarana... 8
c. Dana... 14
BAB II TUJUAN DAN SASARAN KERJA 1. Dasar Hukum... 16
2. Tujuan, Sasaran dan Indikator ... 16
a. Tujuan... 16
b. Sasaran dan Indikator... 16
BAB III STRATEGI PELAKSANAAN 1. Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran... 19
2. Hambatan dalam Pelaksanaan Strategi... 20
BAB IV HASIL KERJA A. Pencapaian Tujuan dan Sasaran... 22
B. Pencapaian Kinerja... 31
C. Realisasi Anggaran... 37
D. Kegiatan Inovasi... 38
E. Upaya untuk meraih WTP dan Reformasi Birokrasi 39 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan... 42
B. Saran... 42
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Peralatan Audio Visual Aid (AVA) di BBPK Jakarta Tahun 2016 Tabel 1.2 Koleksi Buku Perpustakaan Tahun 2016
Tabel 1.3 Sarana Olah Raga dan Hiburan di BBPK Jakarta Tahun 2016 Tabel 2.1 Sasaran Strategis, Indikator dan Target Kinerja BBPK Jakarta
Tahun 2016
Tabel 4.1 Pencapaian Tujuan dan Sasaran Kerja BBPK Jakarta Tahun 2016
Tabel 4.2 Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) BBPK Jakarta Tahun 2016
Tabel 4.3 Capaian BBPK Jakarta terkait e-Monev Bappenas dan DJA Tahun 2016
Tabel 4.4 Pencapaian Indikator Penunjang BBPK Jakarta Tahun 2016 Tabel 4.5 Realisasi Anggaran yang digunakan untuk membiayai
pencapaian IKU BBPK Jakarta Tahun 2016
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Diagram Persentase SDM BBPK Jakarta berdasarkan Status Kepegawaian Per 31 Desember 2016
Gambar 1.2 Diagram Persentase PNS BBPK Jakarta berdasarkan Tingkat Pendidikan Per 31 Desember 2016
Gambar 1.3 Diagram Persentase PNS BBPK Jakarta berdasarkan Kelompok Umur Per 31 Desember 2016
Gambar 1.4 Diagram Persentase PNS BBPK Jakarta berdasarkan Jenis Kelamin Per 31 Desember 2016
Gambar 1.5 Diagram Persentase PNS BBPK Jakarta berdasarkan Golongan Per 31 Desember 2016
Gambar 1.6 Diagram Persentase Widyaiswara BBPK Jakarta Berdasarkan Jenjang Jabatan Per 31 Desember 2016 Gambar 4.1 Diagram Capaian Indikator Persentase Jumlah Sumber
Daya manusia (SDM) Kesehatan yang mendapat sertifikat
pada pelatihan terakreditasi tahun 2015 dan 2016
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Rekapitulasi Widyaiswara BBPK Jakarta Berdasarkan Jenis Pelatihan Yang Telah Diikuti Per 31 Desember 2016 Lampiran 2 Daftar Nama Pegawai BBPK Jakarta Per 31 Desember
2016
Lampiran 3 Daftar Tanah dan Bangunan BBPK Jakarta Tahun 2016 Lampiran 4 Daftar Peralatan Kantor BBPK Jakarta Tahun 2016
Lampiran 5 Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BBPK Jakarta
Tahun 2016
BAB I
ANALISIS SITUASI AWAL TAHUN
1. Hambatan Tahun 2015
Hambatan yang dihadapi oleh BBPK Jakarta dalam pelaksanaan kegiatan pada Tahun 2015, antara lain :
a. Aspek Regulasi
- Adanya perubahan Peraturan Kepala LAN tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan baik pada Prajabatan Golongan I/ II Umum, Golongan III Umum, Golongan I, II, III kategori 1 & 2 serta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV pada tahun 2015
- Adanya kebijakan dari Kemenkes pusat bahwa kegiatan TNA dilaksanakan oleh Pusdiklat Aparatur sebagai pembina teknis UPT.
Setelah dilakukan koordinasi dengan pusdiklat mengenai konten TNA yang akan dilakukan BBPK Jakarta, tenyata hasilnya BBPK Jakarta tidak mendapat dukungan untuk melaksanakan TNA tersebut
- Peraturan yang dibuat Pusdiklat mengatur tentang waktu pengajuan akreditasi pelatihan selambatnya 2 minggu sebelum pelatihan dilaksanakan. Namun pada tahun 2015, terdapat satu pelatihan yang tidak terakreditasi karena jadwal pelaksanaan pelatihan yang maju dari rencana sebelumnya
b. Aspek Sumber Daya
- Adanya efisiensi (refocusing) anggaran perjalanan dinas
- Belum ada SDM BBPK Jakarta yang menguasai materi Kegiatan Penyusunan Kurmod Internalisasi Nilai-Nilai dan TOT PMBA
c. Aspek Manajemen
- Masih terdapat perubahan jadwal pelatihan dari rencana kalender
diklat, seperti pada Pelatihan TKHI karena adanya kebijakan
pelaksanaan Pelatihan Nusantara Sehat
2. Kelembagaan
Berdasarkan Permenkes Nomor 2361/Menkes/Per/XI/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Bidang Pelatihan Kesehatan maka Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.
BBPK Jakarta mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan sumber daya manusia kesehatan dan masyarakat. Dalam melaksanakan tugas tersebut, BBPK Jakarta menyelenggarakan fungsi:
a. penyusunan rencana program dan kegiatan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) kesehatan dan masyarakat;
b. pelaksanaan kerjasama nasional maupun internasional di bidang pendidikan dan pelatihan SDM Kesehatan dan masyarakat;
c. pelaksanaan advokasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan SDM Kesehatan dan masyarakat;
d. pengembangan metode dan teknologi pelatihan, pemantauan, evaluasi, sistem informasi dan penyusunan laporan penyelenggaraan diklat SDM Kesehatan dan masyarakat;
e. penyiapan pengembangan kemitraan;
f. pengkajian dan pengendalian mutu;
g. pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BBPK Jakarta secara administratif dibina oleh Sekretaris Badan PPSDMK dan secara teknis fungsional dibina oleh Pusat Pelatihan SDM Kesehatan.
Berdasarkan struktur organisasi tugas dan fungsi BBPK Jakarta yang
dipimpin oleh Eselon IIb, terdapat 2 (dua) bidang dan 1 (satu) bagian
setingkat eselon IIIb yang masing-masing membawahi 2 (dua) sub bidang
dan sub bagian setingkat eselon IVa. Dalam rangka menunjang kegiatan
pendidikan dan pelatihan di BBPK Jakarta, terdapat 5 Instalasi penunjang,
yaitu: 1) Instalasi Pemasaran, 2) Instalasi Perpustakaan; 3) Instalasi Laboratorium Pembelajaran; 4) Instalasi Gizi dan Asrama; dan 5) Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana. Disamping struktural dan instalasi, untuk kegiatan yang sifatnya khusus, dibentuk Tim yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala BBPK Jakarta. Struktur Organisasi BBPK Jakarta dapat dilihat pada bagan di bawah ini.
3. Sumber Daya
a. Sumber Daya Manusia (SDM)
1) Jumlah, Latar Belakang Pendidikan, Umur, dan Jenis Kelamin SDM BBPK Jakarta
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BBPK Jakarta
didukung oleh SDM yang terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS)
dan tenaga Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri
(PPNPN). Pada awal tahun 2016 (Januari 2016), BBPK Jakarta
memiliki 127 PNS dan 30 PPNPN. Selama tahun berjalan, 1
orang pegawai berstatus Cuti di Luar Tanggungan Negara
(CLTN), 1 orang pensiun, 2 orang pindah ke instansi lain, serta
tambahan 1 PPNPN. Sehingga pada akhir tahun 2016 (31 Desember 2016) pegawai BBPK Jakarta berjumlah 154 orang yang terdiri dari 123 PNS dan 31 PPNPN.
Gambar 1.1
Diagram Persentase SDM BBPK Jakarta berdasarkan Status Kepegawaian per 31 Desember 2016
Sumber data : SIMKA per 31 Desember 2016
Dari diagram di atas, menunjukkan bahwa mayoritas SDM di BBPK Jakarta adalah PNS (80 %).
Bila dilihat dari latar belakang pendidikan, SDM BBPK Jakarta
yang PNS sebagian besar berpendidikan S1 sebanyak 44 orang
(36%). Tingkat pendidikan SDM PNS secara keseluruhan dapat
dilihat pada gambar 1.2.
Gambar 1.2
Diagram Persentase PNS BBPK Jakarta berdasarkan Tingkat Pendidikan per 31 Desember 2016
Sumber data : SIMKA per 31 Desember 2016
Berdasarkan kelompok umur, Pegawai BBPK Jakarta sebagian besar berumur 51 - 60 tahun (37,10%). Kelompok umur PNS BBPK Jakarta secara rinci dapat dilihat pada gambar 1.3
Gambar 1.3
Diagram Persentase PNS BBPK Jakarta berdasarkan Kelompok Umur per 31 Desember 2016
Sumber data : SIMKA per 31 Desember 2016
Berdasarkan jenis kelamin, PNS BBPK Jakarta sebagian besar adalah perempuan sebanyak 65 orang (52%). PNS BBPK Jakarta berdasarkan jenis kelamin adalah sebagaimana pada gambar 1.4.
Gambar 1.4
Diagram Persentase PNS BBPK Jakarta berdasarkan Jenis Kelamin per 31 Desember 2016
Sumber data : SIMKA per 31 Desember 2016
Berdasarkan golongannya, PNS BBPK Jakarta sebagian besar adalah Golongan III sebanyak 73 orang (59%). PNS BBPK Jakarta menurut golongan secara rinci pada gambar 1.5
Gambar 1.5
Diagram Persentase PNS BBPK Jakarta berdasarkan Golongan per 31 Desember 2016
Sumber data : SIMKA per 31 Desember 2016
2) Susunan Jabatan
Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 1443/Menkes/SK/IX/2010 tentang Susunan Jabatan, Uraian Jabatan, Tata Hubungan Kerja BBPK Ciloto, Jakarta dan Makassar, maka SDM di BBPK Jakarta terdiri dari Pejabat Struktural dan Fungsional.
a) Pejabat Struktural
Pejabat Struktural sesuai dengan struktur organisasi BBPK terdiri dari 1 (satu) orang setingkat Eselon IIb, 3 (tiga) orang setingkat eselon IIIb dan 6 orang setingkat eselon IVa
b) Pejabat Fungsional
Pejabat Fungsional di BBPK Jakarta terdiri dari Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan Jabatan Fungsional Umum (JFU)
(1) Jabatan Fungsional Tertentu (JFT)
Jabatan Fungsional Tertentu yang ada di BBPK Jakarta
pada tahun 2016 adalah Widyaiswara. Sebagai institusi
pelatihan, peran tenaga pelatih yaitu Widyaiswara
merupakan tenaga inti di BBPK Jakarta. Jumlah
Widyaiswara pada akhir tahun 2016 adalah sebanyak 28
orang dengan kepangkatan sebagian besar adalah
widyaiswara muda (46,43 %), sebagaimana terlihat
dalam gambar 1.6. Adapun jenis pelatihan yang telah
diikuti masing-masing widyaiswara adalah sebagaimana
terlampir pada lampiran 1
Gambar 1.6
Diagram Persentase Widyaiswara BBPK Jakarta berdasarkan Jenjang Jabatan per 31 Desember 2016
Sumber data : SIMKA per 31 Desember 2016
(2) Jabatan Fungsional Umum (JFU)
Semua pegawai yang bukan pejabat struktural dan Widyaiswara (JFT) dimasukkan kedalam jabatan fungsional umum. Daftar nama pegawai dan penempatan pejabat fungsional umum BBPK Jakarta dapat dilihat pada lampiran 2.
b. Sarana dan Prasarana
Dalam rangka menunjang tugas BBPK Jakarta diperlukan sarana gedung/bangunan dan sarana penunjang.
1) Sarana Gedung/Bangunan
Sesuai dengan berita acara serah terima Nomor : KN.03.02/I.30/012645/2015, BBPK Jakarta mempunyai 2 kampus, yaitu :
a. BBPK Jakarta Kampus Cilandak yang berdiri di atas tanah
seluas 10.635 m
2, dengan luas bangunan 13.011 m
2, yang
berlokasi di Jl. Wijaya Kusuma Raya No 45 Kecamatan
Cilandak Jakarta Selatan.
b. BBPK Jakarta Kampus Hang Jebat dengan luas bangunan 9.859 m
2, yang berlokasi di Jl. Hang Jebat Raya Blok F.3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
2) Sarana Penunjang
Sarana penunjang dapat dikelompokkan menjadi: a) sarana Audio Visual Aid (AVA); b) Perpustakaan; c) Laboratorium pembelajaran; dan d) Penunjang lainnya.
a) Sarana AVA
Sarana AVA mengacu kepada laporan yang dihasilkan dari Aplikasi SIMAK-BMN Tahun 2016. Sarana AVA secara rinci dapat dilihat pada tabel 1.1.
Tabel 1.1
Peralatan Audio Visual Aid (AVA) di BBPK Jakarta Tahun 2016
NO JENIS PERALATAN JUMLAH
(UNIT)
1 Whiteboard 66
2 Whiteboard elektronik 10
3 Flip Chart 8
4 Sound System Ruangan :
a. Wireless 42
b. Sound System 155
5 Handycam 2
6 Televisi 221
7 LCD Projector/Infocus 34
8 Camera digital 3
Jumlah 541
Sumber data : SIMAK BMN per 31 Desember 2016
b) Perpustakaan
Instalasi Perpustakaan BBPK Jakarta merupakan salah satu fasilitas penunjang pelayanan Diklat yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan perpustakaan maupun Learning Resources Centre (LRC) melalui penyediaan berbagai referensi (buku, jurnal, buletin, dan karya ilmiah lainnya maupun non buku seperti CD, leaflet, dll), dan electronic learning. Koleksi perpustakaan pada tahun 2016 dibedakan menjadi koleksi buku umum, koleksi referensi, koleksi serial dan koleksi audiovisual, serta laporan-laporan.
Pada akhir tahun 2016, BBPK Jakarta memiliki perpustakaan digital (multiplatform, bisa digunakan di android, ios, desktop) yang menginduk di e-pustaka iJakarta dengan nama iBBPKJakarta dengan jumlah 46 koleksi.
Jumlah masing-masing koleksi pada tahun 2016 dapat dilihat pada tabel 1.2.
Tabel 1.2
Koleksi Buku Perpustakaan Tahun 2016
No Jenis Koleksi Jumlah
Judul Eksemplar
1 Koleksi Buku Umum 2997 2997
2 Koleksi Referensi 103 117
2 Koleksi Serial 7 169
3 Koleksi Audio Visual 392 394
4 Laporan Diklat Prajabatan 271 271
5 Laporan Implementasi Proyek Perubahan Diklat PIM
183 183
7 Laporan Penyelenggaraan Kegiatan 86 86 8 Laporan Pelatihan Keluarga Sehat 6 6
Jumlah 4045 4223
Sumber Data : Perpustakaan BBPK Jakarta Tahun 2016
c) Laboratorium Pembelajaran
Laboratorium pembelajaran merupakan tempat untuk mengembangkan kompetensi peserta latih baik hard skill maupun soft skill. Di BBPK Jakarta terdapat dua jenis laboratorium pembelajaran yang terdiri dari Laboratorium di dalam gedung dan laboratorium lapangan. Laboratorium di dalam gedung BBPK Jakarta yaitu Laboratorium Bahasa, Komputer, Perilaku, dan Laboratorium Keterampilan kesehatan/lab skill. Pada tahun 2016 ada tambahan sebanyak 20 unit komputer untuk laboratorium komputer.
BBPK Jakarta mengembangkan Laboratorium Lapangan untuk Pelatihan Keluarga Sehat di Puskesmas Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan.
d) Sarana Penunjang Lainnya
Sarana penunjang lainnya di BBPK Jakarta adalah sebagai berikut :
(1) Sarana Olah Raga dan Kesehatan
Sarana olah raga dan kesehatan yang terdapat di BBPK Jakarta antara lain lapangan yang dapat digunakan untuk olahraga Voli/ Futsal/ Basket, Lapangan Bulu Tangkis, Tenis Meja, Keyboard/Organ/Karaoke, Sarana Fitness, Lapangan Parkir / Lapangan Senam, Taman Refleksi, Taman ANEKA, sepeda, dan billiard.
Tabel 1.3
Sarana Olah Raga dan Hiburan di BBPK Jakarta TA 2016
No. Jenis Jumlah
1. Lapangan Voli/ Futsal/Basket 1 unit
2. Lapangan Bulu Tangkis 1 unit
3. Tenis Meja 3 unit
4. Keybord/Organ/Karaoke 1 unit
5. Sarana Fitness 1 unit 6 Lapangan Parkir / Lap. Senam 1 unit
7 Taman Refleksi 1 unit
8 Taman ANEKA 1 unit
9 Sepeda 11 unit
10 Meja Billiard 2 unit
Jumlah 23 unit
Sumber data : Sarana dan Prasarana BBPK Jakarta Tahun 2016
(2) Sarana Ibadah
BBPK Jakarta memiliki sarana ibadah berupa Masjid yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan ibadah.
Pada tahun 2016, dilakukan perluasan pada masjid tersebut sehingga dapat menampung jamaah lebih banyak.
(3) Ruang ASI/menyusui
Dalam rangka responsif gender, BBPK Jakarta memiliki ruang menyusui/nursery room untuk memfasilitasi peserta atau pelanggan yang membutuhkan.
(4) Daya Listrik PLN
Pada tahun 2016, BBPK Jakarta mengadakan tambahan daya listrik dan pembangunan gardu listrik. Berikut adalah daya listrik di kampus Cilandak :
(a) Asrama Bougenville, WI dan Auditorium, Gudang BMN, Pompa
: 105,000 VA
(b) Lobby kantor : 53,000 VA
(c) Asrama Anggrek : 82,500 VA
(d) Ruang Makan dan Dapur : 105,000 VA
(e). Kantor : 53,000 VA
(f). Asrama Cempaka : 82,500 VA
(g). Ruang SPG-BK : 4,400 VA
(h). Wisma Belimbing : 7,700 VA
(i). Wisma Delima : 5,500 VA
(j). Wisma Ceri : 5,500 VA
(k). Wisma Anggur : 3,500 VA
Kampus Hang Jebat :
(a) Pusdiklat Dep Kes : 41,500 VA
(b) Ged Balai Lat Kerja : 197,000 VA
(c) Pusdiklat Depkes : 82,500 VA
(d) Pusdiklat Kes Gd D : 105,000 VA
(5) Instalasi Air Bersih dari Sumur Pompa : 8 titik (Dapur, Asrama Anggrek, Asrama Bougenville, Asrama Cempaka, Ruang SPG BK, Wisma Ceri, Wisma Belimbing, dan Sumur “Summersible Ground Tank”).
(6) Instalasi Telepon Kampus Cilandak
(a) Telepon Dinas : 7657625; 7693239 (b) Faksimile : 7656876; 75917019 (c) Internet : Telkom Astinet Kampus Hang Jebat
(a) Telepon Dinas : 7222987; 7220123
(b) Faksimile : 7236107
(c) Internet : Telkom Astinet
(7) Kendaraan Dinas
(a) Kendaraan Roda 4 : 6 buah (b) Kendaraan Roda 6 (Bus) : 1 buah (c) Kendaraan Roda 2 : 4 buah
(d) Ambulans : 1 buah
(8) Peralatan Kantor
Peralatan kantor terdiri dari alat pengolah data, alat komunikasi, meubel dan lain-lain. Daftar peralatan kantor BBPK Jakarta dapat dilihat di lampiran 4.
c. Dana
Dalam rangka penyelenggaraan fungsi pemerintahan untuk mencapai tujuan bernegara sebagaimana dimaksud dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, maka setiap tahun disusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsinya, Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta sebagai Kepala Satker mengelola bagian anggaran Kementerian Kesehatan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Anggaran tersebut dituangkan dalam sebuah Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan secara teknis dirinci dalam Petunjuk Operasional Kegiatan (POK). Selain mengelola dana yang bersumber dari APBN, BBPK Jakarta sebagai Satker pemungut dan pengguna Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) berpedoman pada PP Nomor 21 Tahun 2013 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Kesehatan.
Dalam mencapai kinerjanya, BBPK Jakarta didukung oleh
sumber daya keuangan yang dituangkan dalam DIPA tahun anggaran
2016. Pada awal tahun 2016, BBPK Jakarta mendapat pagu anggaran
sebesar Rp.80.784.735.000,-. Yang terdiri dari rupiah murni sebesar
Rp.77.786.720.000,- dan PNBP sebesar Rp.2.998.015.000,-. Pada
DIPA Revisi ke-3 yang terbit tanggal 29 Agustus 2016, BBPK Jakarta
melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp.7.127.763.000,- (9%)
dengan mengurangi Pelatihan Tugas Khusus dikarenakan
ketidaktersediaan kurikulum dan modul serta tidak ada peserta yang
direkruit oleh Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM
Kesehatan sehingga pagu anggaran BBPK Jakarta berkurang menjadi
Rp.73.656.972.000,-. Kemudian Badan PPSDM Kesehatan
memberikan tambahan anggaran kepada BBPK Jakarta sebesar
Rp.4.442.000.000,- untuk pemanfaatan LCD, komputer, printer, AVA,
dan sarana penunjang pelatihan sehingga total pagu anggaran
menjadi Rp.78.098.972.000,-. Selanjutnya berdasarkan surat dari
Kepala Badan PPSDM Kesehatan Nomor: PR.02.03/l.1/007391/2016
tanggal 1 September 2016 perihal Penghematan DIPA Badan PPSDM
Kesehatan Tahun 2016, BBPK Jakarta kembali melakukan efisiensi
anggaran (self-blocking) sebesar Rp.31.520.473.000,- sehingga
anggaran BBPK Jakarta berkurang menjadi Rp.46.578.499.000,- yang
terdiri dari rupiah murni Rp.43.580.484.000,- dan PNBP sebesar
Rp.2.998.015.000,-. Dalam upaya untuk meningkatkan PNBP, BBPK
Jakarta melakukan kerjasama dengan berbagai pihak yaitu Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Komisi Pemilihan Umum
(KPU), Kementerian BUMN, Sekretariat Negara RI, Kementerian
Koordinator Bidang Perekonomian RI, dan Dinas Kesehatan DKI
Jakarta.t
BAB II
TUJUAN DAN SASARAN KERJA
1. Dasar Hukum
a. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
b. Permenkes Nomor 2361/Menkes/Per/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Bidang Pelatihan.
c. Permenkes Nomor 1144 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan
d. Pedoman penyusunan Laporan Tahunan Unit Kerja di Kementerian Kesehatan Tahun 2011.
e. Pakta Integritas Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta.
f. Rencana Aksi Kegiatan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta Tahun 2015-2019.
g. Surat Keputusan Kepala Badan PPSDM Kesehatan Nomor HK.
02.03/I.2/02769/2013 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan.
h. Penetapan Kinerja BBPK Jakarta Tahun 2016.
2. Tujuan, Sasaran, dan Indikator a. Tujuan
Meningkatnya kualitas dan kuantitas diklat aparatur SDM Kesehatan dan Masyarakat dalam mendukung peningkatan status kesehatan masyarakat.
b. Sasaran dan Indikator
Sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Badan PPSDM
Kesehatan Nomor HK. 02.03/I.2/02769/2013 tentang Indikator Kinerja
Utama (IKU) Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan di
Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan, maka sasaran strategis,
indikator dan target kinerja BBPK Jakarta Tahun 2016 adalah sebagaimana tercantum dalam tabel 2.1.
Tabel 2.1
Sasaran Strategis, Indikator dan Target Kinerja BBPK Jakarta Tahun 2016
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
(1) (2) (3) (4)
1. Pelaksanaan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan
Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan
terakreditasi
2.557
Sasaran dan Indikator Penunjang Lainnya :
No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Pendukung
Target
1 Meningkatnya Mutu Pelatihan a. Jumlah Evaluasi Paska Pelatihan (EPP)
3 dok
b. Jumlah Akreditasi Institusi 1 Pt c. Jumlah Akreditasi dan
sertifikasi jenis Pelatihan
34 pelatihan
teknis / 2.557 lembar sertifikat d. Jumlah penelitian/riset
yang dikembangkan (WI)
-
e. Jumlah pengkajian
kebutuhan pelatihan/TNA
yang dikembangkan 1 Pt
f. Jumlah Pengkajian Metode dan Teknologi Pelatihan
-
g. Jumlah Kurikulum dan Modul pelatihan Bidang Kesehatan
5 Pt
2 Meningkatnya Dukungan Manajemen Diklat dan Tugas Teknis Lainnya
a. Jumlah Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran
1 dok
b. Jumlah laporan
manajemen keuangan dan kekayaan Negara
2 dok
c. Jumlah laporan kinerja 2 dok d. Jumlah Fasilitas
Perkantoran
12 bulan
e. Jumlah bulan layanan perkantoran
12 bulan
f. Jumlah Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran
1 dok
BAB III
STRATEGI PELAKSANAAN
1. Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran
BBPK Jakarta mempunyai strategi dalam pencapaian tujuan dan sasaran BBPK Jakarta pada tahun 2015-2019, yaitu :
a. Meningkatkan kuantitas pelatihan
Strategi untuk meningkatkan kuantitas pelatihan meliputi :
1) Pengembangan jenis diklat melalui peningkatan TNA (Training Need Assesment)
2) Pengembangan volume diklat
3) Peningkatan penyusun kurikulum dan modul
b. Peningkatan kualitas diklat melalui akreditasi
Strategi untuk meningkatkan kualitas pelatihan meliputi : 1) Penyelenggaraan akreditasi pelatihan
2) Peningkatan pemantauan terhadap semua diklat
3) Mendeteksi ketidaksesuaian dalam proses penyelenggaraan diklat 4) Peningkatan tingkat kepuasan pelanggan
5) Percepatan proses sertifikasi bagi peserta diklat
6) Peningkatan penyelenggaraan Evaluasi Pasca Pelatihan (EPP)
c. Peningkatan sarana prasarana pelatihan
Strategi untuk meningkatkan sarana prasarana pelatihan meliputi : 1) Pengadaan sarana prasarana pelatihan
2) Peningkatan pemeliharaan sarana prasarana pelatihan
d. Peningkatan kompetensi SDM pengelola diklat
Strategi untuk meningkatkan kompetensi SDM pengelola diklat meliputi:
1) Pengembangan SDM BBPK Jakarta
2) Peningkatan pendidikan SDM BBPK Jakarta
2. Hambatan dalam Pelaksanaan Strategi dan Terobosan yang dilakukan di Tahun 2016
Hambatan yang dihadapi BBPK Jakarta dalam pelaksanaan strategi dan terobosan yang dilakukan, antara lain :
No Hambatan Terobosan Yang Dilakukan
1 2 3
a. Aspek Anggaran
Adanya self-blocking sebesar Rp.31.520.473.000,-
Mengubah penyelenggaraan diklat yang disesuaikan dengan hasil self- blocking
b. Aspek Manajemen
- Tidak terlaksananya beberapa pelatihan yang sudah
direncanakan karena
ketidkatersediaan kurikulum dan modul yang menjadi tugas Pusat Pelatihan SDM Kesehatan
- Tidak terpenuhinya kuota peserta pada beberapa pelatihan
- Adanya perubahan kebijakan dari pusat tentang jenis
pelatihan yang diselenggarkaan oleh BBPK/Bapelkes
- Menyesuaikan kembali jadwal pelatihan sesuai dengan ketersediaan kurikulum dan modul
- Menyelenggarakan pelatihan berdasarkan hasil TNA dan pelatihan yang mempunyai pengaruh terhadap kinerja organisasi (civil effect) serta pelatihan yang mempunyai payung hukum
- Menyesuaikan kembali jenis
pelatihan sesuai dengan
kebijakan yang ada
- Adanya kebijakan pelimpahan penyelenggaraan diklat dari Pusat Pelatihan SDM
Kesehatan ke BBPK/Bapelkes tanpa diimbangi dengan restruktur organisasi
- Segera diterbitkannya Struktur
Organisasi dan Tata hubungan
Kerja (SOTK) baru
BAB IV HASIL KERJA
A. Pencapaian Tujuan dan Sasaran
Selama tahun 2016 telah dilaksanakan kegiatan sesuai dengan Rencana Aksi Kegiatan (RAK) BBPK Jakarta. Adapun pencapaian tujuan dan sasaran Tahun 2016 dapat dilihat pada tabel 4.1.
Tabel. 4.1.
Pencapaian Tujuan dan Sasaran BBPK Jakarta Tahun 2016
No Sasaran Indikator Target Masukan
(Input)
Luaran (Output)
Hasil (Outcome)
Manfaat (Benefit)
Dampak (Impact)
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Pelaksanaan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan
Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi
2.557 orang
SDM: Pegawai BBPK Jakarta
Dana: DIPA 2016 Material: Kurmod Metode: Diklat Peralatan : Komputer Waktu: Januari – Desember 2016
Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi
2.710 orang Dapat
mengaplikasikan hasil pelatihan di lingkungan kerjanya
- Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan - Pelayanan publik
yang lebih baik
2 Meningkatnya Mutu Pelatihan
a. Jumlah
Evaluasi Paska Pelatihan (EPP)
3 dok a. SDM:
alumni peserta, atasan alumni, teman sekerja alumni, staf BBPK
Dihasilkannya 3 dokumen hasil EPP, yaitu:
a. Hasil EPP Diklatpim III
Didapatkanya hasil
penerapan pelatihan di tempat kerja peserta dan
Untuk
memperbaiki mutu
penyelengaraan pelatihan di masa mendatang
- Meningkatnya kepuasan pelanggan - Meningkatnya
pelanggan
No Sasaran Indikator Target Masukan (Input)
Luaran (Output)
Hasil (Outcome)
Manfaat (Benefit)
Dampak (Impact)
1 2 3 4 5 6 7 8 9
b. Dana: DIPA BBPK Jakarta
c. Metode: wawancara d. Peralatan:
komputer, internet, instrumen
e. Waktu:
EPP Diklatpim III: Maret s/d Juli 2016
EPP Diklatpim IV: Juli s/d November 2016
EPP Diklat Prajabatan Gol.III: Agustus s/d November 2016
b. Hasil EPP Diklatpim IV
c. Hasil EPP Diklat Prajabatan Gol. III
masukan untuk perbaikan penyelenggara an pelatihan
b. Jumlah akreditasi institusi
4 Pt a. SDM: Staf BBPK b. Dana: DIPA BBPK
Jakarta
c. Metode: pertemuan penyusunan
dokumen
Dihasilkannya 3 paket kegiatan akreditasi institusi, yaitu:
a. Akreditasi institusi oleh Puslat SDMK b. Akreditasi lembaga
Terlaksananya penerapan akreditasi institusi guna menjaga mutu pelaksanaan
Memberikan jaminan mutu kepada
pelanggan untuk bekerja sama dalam
- BBPK Jakarta menjadi pengampu pelatihan karena sudah
terakreditasi
No Sasaran Indikator Target Masukan (Input)
Luaran (Output)
Hasil (Outcome)
Manfaat (Benefit)
Dampak (Impact)
1 2 3 4 5 6 7 8 9
d. Peralatan:
komputer, instrumen
e. Waktu: Maret s/d Desember 2016
diklat oleh LAN c. Sertifikasi ISO
9001 : 2015
pelatihan penyelenggaraan pelatihan dengan BBPK Jakarta
- BBPK Institusi terpercaya - Pelanggan meningkat
c. Jumlah akreditasi pelatihan
34 a. SDM: Staf BBPK b. Dana: DIPA BBPK
Jakarta
c. Metode: pengajuan dokumen,
d. Peralatan:
computer, borang akreditasi
e. Waktu: Januari s/d Desember 2016
Didapatkannya 35 surat keterangan kelayakan
pelaksanaan pelatihan
Terlaksananya pelatihan kesehatan yang
terakreditasi
Memberikan jaminan mutu dalam
penyelenggaraan pelatihan
- Peningkatan mutu
pelaksanaan pelatihan - Lulusan yang
berkualitas
d. Jumlah
sertifikasi jenis pelatihan
2.557 a. SDM: Staf BBPK b. Dana: DIPA BBP
Jakarta
c. Metode: pengajuan sertifikat
d. Peralatan:
computer, blanko sertifikat
Tercetaknya 2.710 sertifikat peserta pelatihan
Terlaksananya pelatihan yang tersertifikasi
Sebagai
dokumen penting bagi peserta dalam pengakuan terhadap
kompetensinya
- Peningkatan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan yang tersertifikasi - Kepuasan
pelanggan
meningkat
No Sasaran Indikator Target Masukan (Input)
Luaran (Output)
Hasil (Outcome)
Manfaat (Benefit)
Dampak (Impact)
1 2 3 4 5 6 7 8 9
e. Waktu: Januari s/d Desember 2016
a. Jumlah pengkajian kebutuhan pelatihan/TNA yang
dilaksanakan
1 Pt a. SDM:
Responden UPT Kemenkes. Tim pengumpul data Widyaiswara dan staf BBPK
b. Dana: DIPA BBPK Jakarta
c. Metode:
pengumpulan data dengan FGD, pengolahan data dengan rekap data d. Materi : pedoman
pembuatan standar kompetensi kerja, form tabel
kompetensi e. Peralatan: laptop,
instrumen,
f. Waktu: Agustus s/d November 2016
Diperolehnya laporan pelaksanaan TNA tentang standar kompetensi kerja ASN
Teridentifikasin ya standar kompetensi kerja ASN UPT Kemenkes
standar
kompetensi kerja ASN yang dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pelatihan ASN
Peningkatan kompetensi ASN dalam
melaksanakan
tugasnya
No Sasaran Indikator Target Masukan (Input)
Luaran (Output)
Hasil (Outcome)
Manfaat (Benefit)
Dampak (Impact)
1 2 3 4 5 6 7 8 9
b. Jumlah kurikulum dan modul pelatihan bidang
kesehatan
3 Pt a. SDM: Widyaiswara, Staf BBPK
b. Dana: DIPA BBPK Jakarta
c. Metode: diskusi, pengumpulan data, pembagian tugas penyusunan d. Material : referensi
kurikulum dan modul, buku-buku e. Peralatan:
komputer
f. Waktu: Januari s/d Desember 2016
Diperolehnya
kurikulum dan modul pelatihan
Penyelenggara an pelatihan berdasarkan kurikulum dan modul
pelatihan yang terakreditasi
Kurikulum dan modul pelatihan yang sudah terakreditasi dapat digunakan oleh
penyelenggara pelatihan bidang kesehatan lain yg terakreditasi
Peningkatan jumlah peserta latih yang mendapatkan pelatihan terakreditasi.
c. Jumlah RAK yang di review
1 Pt a. SDM: Staf BBPK b. Dana: DIPA BBPK
Jakarta
c. Metode: diskusi dan pengumpulan data dari masing-masing bidang dan bagian d. Materi: Permenkes No.65 tahun 2015, data
Diperolehnya RAK hasil review sesuai kebijakan baru Kemenkes
Sebagai pedoman dalam penyusunan rencana anggaran kegiatan 5 tahun
Untuk
memberikan data yang up to date dalam membuat rencana kegiatan tahun berikutnya dan laporan kegiatan.
Kesesuaian
rencana kegiatan
yang dibuat dalam
kurun waktu 5
tahun dapat
terlaksana 90%.
No Sasaran Indikator Target Masukan (Input)
Luaran (Output)
Hasil (Outcome)
Manfaat (Benefit)
Dampak (Impact)
1 2 3 4 5 6 7 8 9
e. Peralatan:
computer/laptop f. Waktu: Januari s/d
Desember 2016
d. Jumlah Laboratorium Lapangan untuk pelatihan
1 Pt a. SDM: WI & Staf BBPK, mahasiswa Poltek Jkt 2, Pusdatin, dan Litbang
b. Dana: DIPA BBPK Jakarta
c. Materi: Panduan Pelatihan KS, d. Metode: advokasi,
workshop,
pengumpulan data e. Peralatan:
computer, instrumen KS f. Waktu: Januari s/d
Desember 2016
Terbentuknya Laboratorium Lapangan untuk Pelatihan Keluarga Sehat di Puskesmas Kelurahan Pondok Labu
Dijadikan lahan untuk praktik lapangan pelatihan teknis
BBPK Jakarta memberikan kontribusi dalam pengabdian masyarakat, dapat dijadikan lokus untuk penelitian bidang kesehatan
Peningkatan promotif dan preventif kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Pondok Labu
e. Jumlah
Panduan yang direvisi
1 Pt a. SDM: Struktural, WI, dan Staf BBPK b. Dana: DIPA BBPK
a. Buku Panduan Pelatihan yang Responsif Gender
Perencanaan dan
penggangaran
Menjadi panduan dalam
penyelenggaraan
Peningkatan
pemahaman
pegawai ASN dan
No Sasaran Indikator Target Masukan (Input)
Luaran (Output)
Hasil (Outcome)
Manfaat (Benefit)
Dampak (Impact)
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Jakarta
c. Materi: Panduan Diklat Responsif Gender
d. Metode: diskusi dan penugasan
penyusun e. Peralatan:
computer
f. Waktu: Januari s/d Desember 2016
pelatihan yang responsif gender, termasuk penyelenggara an
pelatihannya responsif gender
pelatihan yang responsif gender sesuai kebutuhan peserta
masyarakat didalam
mengimplementasi kan responsif gender terhadap segala hal.
f. Jumlah rakor kediklatan
1 Pt a. SDM: struktural, WI, Staf BBPK,
undangan dari wilayah mitra b. Dana: DIPA BBPK
Jakarta
c. Metode: pertemuan d. Peralatan:
computer, AVA e. Waktu: Agustus
2016
Kesepakatan atau rekomendasi kegiatan kemitraan
Monitoring dan evaluasi serta koordinasi dengan wlayah kemitraan dalam rangka pengembanga n kegiatan pelatihan di wilayah mitra.
Membuka peluang
kerjasama untuk program
kesehatan lain sesuai kebijakan program
Kemenkes
Peningkatan pengetahuan dan keterampilan pegawai ASN dan masyarakat dalam bidang kesehatan di wilayah mitra BBPK Jakarta.
3 Meningkatnya Dukungan
a. Jumlah Perencanaan
1 dok 1 dok - SDM : pegawai
BBPK Jakarta
- Dokumen RKAKL &
Tersedianya pedoman
Meningkatnya
kinerja BBPK
No Sasaran Indikator Target Masukan (Input)
Luaran (Output)
Hasil (Outcome)
Manfaat (Benefit)
Dampak (Impact)
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Manajemen Diklat dan Tugas Teknis Lainnya
dan
Pengelolaan Anggaran
- Dana : DIPA BBPK Jakarta
- Peralatan : Aplikasi Komputer, RAK - Waktu : Januari - Desember 2016
DIPA TA.2016
pelaksanaan kegiatan di BBPK Jakarta
Jakarta
b. Jumlah laporan manajemen keuangan dan kekayaan Negara
2 dok 2 dok - SDM : Verifikator keuangan, Bendahara, pengelola BMN - Dana : DIPA 2016 - Peralatan : Aplikasi
Komputer
- Waktu : Januari - Desember 2016
- Laporan Perbendaha- raan Dan Verifikasi - Laporan SAI
(SAK dan SIMAK- BMN) - Penatausah
aan BMN
Tersedianya dokumen laporan dalam
pengelolaan keuangan dan kekayaan negara di BBPK Jakarta
Transparansi manajemen pengelolaan keuangan dan kekayaan negara di BBPK Jakarta
c. Jumlah laporan kinerja
2 dok 2 dok - SDM : Pegawai
BBPK Jakarta - Dana : DIPA 2016 - Peralatan : Aplikasi
Komputer
- Waktu : Januari - Desember 2016
- Laporan evaluasi pelaksana an / kegiatan BBPK Jakarta - Laporan
Tersedianya dokumen laporan pelaksanaan kegiatan di BBPK Jakarta
Terdokumentasiny
a Laporan Kinerja
BBPK Jakarta
No Sasaran Indikator Target Masukan (Input)
Luaran (Output)
Hasil (Outcome)
Manfaat (Benefit)
Dampak (Impact)
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Tahunan &
LAKIP
d. Jumlah Fasilitas Perkantoran
12 bulan
- SDM : Tim pengadaan &
penerima barang Dana : DIPA 2016 - Metode :
Procurement - Waktu : Januari - Desember 2016
- Pengadaan perlengkapan asrama, dan peralatan penunjang pelatihan
Peningkatan Jumlah Peralatan Fasilitas Perkantoran
Tersedianya Peralatan Fasilitas
Perkantoran yang memadai
Meningkatnya kinerja BBPK Jakarta
e. Jumlah bulan layanan
perkantoran
12 bulan
- SDM : Pegawai BBPK Jakarta - Dana : DIPA 2016 - Peralatan :
Komputer, Aplikasi Gaji
- Waktu : Januari - Desember 2016
- Pembayaran Gaji Pegawai 12 bulan - Pembayaran
operasional dan pemeliharaan perkantoran (12 bulan)
Tersedianya gaji dan tunjangan kinerja
pegawai serta dana
operasional dan
pemeliharaan perkantoran
Terbayarnya gaji dan tunjangan kinerja pegawai serta operasional dan pemeliharaan perkantoran
Meningkatnya
kinerja BBPK
Jakarta
B. Pencapaian Kinerja
1. Pencapaian indikator kinerja utama (IKU)
Dalam rangka mendukung IKU Badan PPSDM Kesehatan yaitu jumlah SDM Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya, BBPK Jakarta telah membuat Perjanjian Kinerja Tahun 2016. Pencapaian indikator kinerja utama (IKU) yang telah dibuat BBPK Jakarta tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.2
Pencapaian indikator kinerja utama (IKU) BBPK Jakarta Tahun 2016
No Sasaran
Strategis
Indikator Kinerja Utama
Target Realisasi
N %
1 Pelaksanaan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan
Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi
2.557 2.710 105,98
Penjelasan terkait pencapaian indikator kinerja utama BBPK Jakarta adalah sebagai berikut :
a. Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi
Analisis pencapaian kinerja berdasarkan indikator kinerja tahun 2016 ditargetkan jumlah SDM Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi adalah 6.656 orang. Pada bulan Juli 2016, sesuai dengan surat dari Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Nomor:
PR.02.03/l.1/005743/2016 tanggal 30 Juni 2016 perihal usulan revisi
DIPA refocusing anggaran TA 2016 di lingkungan Badan PPSDM
Kesehatan, BBPK Jakarta melakukan efisiensi sehingga target jumlah
SDM Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi
berkurang menjadi 4.984 orang. Kemudian pada bulan September
dilakukan self-blocking anggaran (tetap ada anggaran, tetapi kegiatan
PPSDM Kesehatan Nomor: PR.02.03/l.1/007788/2016 tanggal 13 September 2016 perihal tindak lanjut penghematan DIPA Badan PPSDM Kesehatan tahun 2016 jilid II, sehingga berdampak pengurangan target jumlah SDM kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi menjadi 2.557 orang.
Dari target sebesar 2.557 orang, BBPK Jakarta dapat memenuhi target sebesar 2.720 orang, tetapi hanya 2.710 orang (105,98%) yang mendapatkan sertifikat karena di beberapa pelatihan ada peserta yang hanya mendapatkan “Surat Keterangan Telah Mengikuti Pelatihan”
dikarenakan tidak memenuhi jumlah kehadiran minimal. Jika dilihat dari seluruh peserta yang telah dilatih, realisasi BBPK Jakarta Tahun 2016 adalah sebesar 106,37%.
Diagram capaian indikator persentase jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya adalah sebagai berikut :
Gambar 4.1
Diagram capaian indikator persentase jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi
tahun 2015 dan 2016
Berdasarkan gambar 4.1 di atas dapat diketahui bahwa capaian BBPK
Selain itu, pencapaian kinerja BBPK Jakarta terkait dengan e-Monev Bappenas dan DJA, disajikan dalam tabel 4.3 :
Tabel 4.3
Capaian BBPK Jakarta terkait e-Monev Bappenas dan DJA Tahun 2016
No Indikator Output Anggaran Capaian Fisik
Pagu (Rp) Realisasi (Rp) % Target Realisasi % 1 2076 (Pelatihan SDM Kesehatan) 028 3.707.196.000 2.632.734.795 71,02 12,00 12,00 100,00
029 51.981.400.000 18.703.084.942 35,98 2557,00 2720,00 100,00 997 198.875.000 183.685.000 92,36 38,00 38,00 100,00
Total 55.887.471.000 21.519.504.737 38,51 2 2079 (Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya)
043 2.348.990.000 1.766.787.170 75,21 157,00 107,00 68,15 044 1.500.000.000 1.344.043.500 89,60 12,00 12,00 100,00 994 16.269.501.000 14.912.237.710 91,66 12,00 12,00 100,00
995 2.093.010.000 0 0 6,00 0,00 0,00
Total 22.211.501.000 18.023.068.380 81,14
IKU BBPK Jakarta terdapat di output 029 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 51.981.400.000,- dan realisasi sebesar Rp.18.703.084.942,- (35,98%). Sedangkan untuk target peserta latih sebanyak 2.557 orang dengan realisasi 2.720 orang.
Anggaran tidak terserap dikarenakan adanya efisiensi anggaran (self-blocking) yang merupakan arahan dari Kepala Badan PPSDM
Kesehatan.
2. Pencapaian Indikator Penunjang Lainnya :
Pencapaian indikator penunjang lainnya BBPK Jakarta tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.4
Pencapaian Indikator Penunjang BBPK Jakarta Tahun 2016
No Sasaran Indikator Target Realisasi
N %
1 Meningkatnya Mutu Pelatihan
a. Jumlah Evaluasi Paska Pelatihan (EPP)
3 dok 3 dok 100,00
b. Jumlah Akreditasi Institusi
1 Pt 3 Pt 300,00 c. Jumlah
Akreditasi dan sertifikasi jenis Pelatihan
34 pelatihan
teknis / 2.557 lembar sertifikat
35 pelatihan
teknis / 2.710 lembar sertifikat
105,98
d. Jumlah
penelitian/riset yang
dikembangkan (WI)
- - -
e. Jumlah pengkajian kebutuhan pelatihan/TNA yang
dikembangkan
1 Pt 1 Pt 100,00
f. Jumlah Pengkajian Metode dan Teknologi Pelatihan
- - -
g. Jumlah
Kurikulum dan Modul
pelatihan Bidang Kesehatan
5 Pt 3 Pt 60,00
h. Review
Rencana Aksi Kegiatan
1 Pt 1 Pt 100,00 i. Laboratorium
lapangan untuk pelatihan
1 Pt 1 Pt 100,00
j. Rapat Koordinasi Kediklatan
1 Pt 1 Pt 100,00 2 Meningkatnya
Dukungan Manajemen Diklat dan Tugas Teknis Lainnya
a. Jumlah Perencanaan dan
Pengelolaan Anggaran
1 dok 1 dok 100,00
b. Jumlah laporan manajemen keuangan dan kekayaan Negara
2 dok 2 dok 100,00
c. Jumlah
laporan kinerja 2 dok 2 dok 100,00 d. Jumlah
Fasilitas Perkantoran
12
bulan 12 bulan 100,00 e. Jumlah bulan
layanan perkantoran
12
bulan 12 bulan 100,00
Penjelasan terkait pencapaian masing-masing indikator
penunjang lainnya BBPK Jakarta adalah sebagai berikut :
a. Sasaran Meningkatnya Mutu Pelatihan
Capaian masing-masing indikator dari Sasaran Meningkatnya Mutu Pelatihan di BBPK Jakarta Tahun 2016, adalah :
1) Evaluasi Paska Pelatihan (EPP) ada 3 dokumen, yaitu : - EPP Diklat Kepemimpinan Tingkat III
- EPP Diklat Kepemimpinan Tingkat IV - EPP Diklat Prajabatan Golongan III 2) Akreditasi institusi : 3 paket, yaitu
- Penerapan Akreditasi Institusi oleh LAN;
- Penerapan Akreditasi Institusi oleh Pusat Pelatihan SDM Kesehatan; dan
- Penerapan ISO 9001:2015 (Surveilans) 3) Akreditasi Pelatihan Teknis : 35 jenis pelatihan
4) Pengkajian Kebutuhan Pelatihan / Training Needs Assessment (TNA) Standar Kompetensi Aparatur Sipil Negara.
5) Kurikulum dan Modul Pelatihan Bidang Kesehatan : 3 dokumen, yaitu:
- Kurikulum dan Modul Pelatihan bagi Pelatih (TOT) Pelayanan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja
- Kurikulum dan Modul Pelatihan bagi Pelatih (TOT) Metodologi Pembelajaran Internalisasi Nilai-nilai.
- Kurikulum dan Modul Pelatihan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan di Permukiman Kumuh Perkotaan.
6) Review Rencana Aksi Kegiatan Tahun 2015 – 2019.
7) Laboratorium lapangan untuk pelatihan : Laboratorium Lapangan untuk Pelatihan Keluarga Sehat di Puskesmas Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan.
8) Rapat Koordinasi Kediklatan dengan wilayah kemitraan
b. Sasaran Meningkatnya Dukungan Manajemen Diklat dan Tugas Teknis
Pencapaian sasaran strategis meningkatnya Dukungan Manajemen Diklat dan Tugas Teknis Lainnya di BBPK Jakarta Tahun 2016, adalah :
1) Jumlah Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran : 1 dokumen, yaitu RKAKL TA 2016
2) Jumlah laporan manajemen keuangan dan kekayaan Negara : 2 dokumen, yaitu Laporan semesteran SAI – SIMAK BMN.
3) Jumlah laporan kinerja 2 dokumen, yaitu Laporan Tahunan (LAPTAH) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).
4) Jumlah Fasilitas Perkantoran : 12 bulan
5) Jumlah bulan layanan perkantoran : 12 bulan layanan perkantoran (berupa Pembayaran Gaji Pegawai dan Pembayaran operasional dan pemeliharaan perkantoran).
C. Realisasi Anggaran
Realisasi anggaran BBPK Jakarta pada tahun 2016 sebesar Rp.41.128.382.835,- (52,41%) dari total anggaran Rp.78.098.972.000,- yang digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan BBPK Jakarta pada Tahun 2016. Namun jika dilihat dari target setelah self-blocking, realisasi anggaran BBPK Jakarta adalah sebesar 88,30 %.
Adapun anggaran yang digunakan untuk mewujudkan kinerja
organisasi sesuai dapat dilihat pada tabel 4.6 :
Tabel 4.5
Realisasi Anggaran yang digunakan untuk membiayai pencapaian IKU BBPK Jakarta Tahun 2016
D. Kegiatan Inovasi
Kegiatan inovasi yang dilakukan BBPK Jakarta, antara lain :
1. Penyebaran informasi yang berkaitan dengan Pengarusutamaan Gender Bidang Kesehatan (PUG-BK) kepada seluruh peserta latih dengan cara memasukan materi PUG-BK sebanyak 1 JP di setiap kegiatan Diklat.
2. Memasukkan materi Anti Korupsi dalam setiap kegiatan Diklat.
3. Menyediakan room in dan ruang menyusui untuk peserta diklat yang masih menyusui.
4. Tim disiplin untuk setiap kegiatan Diklat.
5. Pencanangan program green office dan hemat energi antara lain melalui membuka jendela ruang kantor dan mematikan AC ruangan pada pagi hari sampai jam 09.00 WIB, membuat kolam resapan air hujan, mengadakan penghijauan dengan membuat taman-taman serta menanam sayur-sayuran dengan memanfaatkan dak kanopi gedung;
No Sasaran Strategis
Indikator
Kinerja Utama Target Output
Anggaran
Alokasi Realisasi %
1. Pelaksanaan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan
Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM)
Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi
2.557 orang
2.170 orang
46.578.499.000 41.128.382.835 88,30
dan meniadakan tanaman plastik di lingkungan BBPK Jakarta dalam rangka melaksanakan Permen PAN Nomor 10 Tahun 2014.
6. Melakukan kegiatan apel pagi setiap hari Senin dan Jumat.
7. Melakukan kegiatan olah raga setiap hari jumat pagi bagi seluruh pegawai BBPK Jakarta.
8. Menggunakan pakaian nasional setiap minggu pertama di awal bulan.
E. Upaya untuk meraih WTP dan Reformasi Birokrasi
Berbagai upaya dilakukan oleh BBPK Jakarta untuk meraih status pemeriksaan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta menjalankan reformasi birokrasi. Upaya yang dilakukan pada tahun 2016 adalah sebagai berikut :
1. Pemasangan Poster dan Binder
Selain sosialisasi tentang gratifikasi, sosialisasi lain yang dilakukan adalah dengan pemasangan sejumlah poster dan binder untuk mengingatkan pegawai maupun tamu BBPK Jakarta untuk tidak melakukan korupsi, gratifikasi dan tindakan lain yang merugikan keuangan negara
2. Penggunaan pin ”Tolak Gratifikasi, Melayani Dengan Hati” pada name tag pegawai
3. Unit Pengendali Gratifikasi (UPG)
4. Pembentukan Tim SPIP (Sistem Pengawasan Intern Pemerintah) 5. Pembentukan Tim Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi
(WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) 6. Penyusunan SKP Pegawai pada awal Tahun 2016
7. Membuat Komitmen Anti Korupsi yang ditandatangani bersama oleh Para Pejabat Stuktural di Lingkungan BBPK Jakarta, Unit Layanan Pengadaan (ULP), Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG), dan Vendor (Pihak ke-3)
8. Membuat Komitmen Melaksanakan Satuan Kerja yang Baik, Bersih,
dan Melayani yang ditanda tangani oleh seluruh pegawai BBPK
Jakarta pada saat capacity building.
Upaya untuk menjalankan reformasi birokrasi dapat dibagi berdasarkan area perubahan dalam Reformasi Birokrasi yaitu :
1. Pelayanan Publik
a. Adanya kegiatan evaluasi kepuasan pelanggan
b. Adanya umpan balik hasil kegiatan evaluasi kepuasan pelanggan 2. Melaksanakan Sosialisasi Reformasi Birokrasi kepada seluruh
pegawai
3. Melaksanakan Peraturan perundang-undangan yang berlaku 4. Perhitungan Analisis Beban Kerja
5. Melakukan pemetaan jabatan
Selain hal tersebut diatas, berdasarkan surat dari Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Nomor: PS.02.03/I.3/002216/2016 tanggal 4 Maret 2016 perihal Persiapan Satker Menuju WBK Tahun 2016 di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan, BBPK Jakarta diusulkan menjadi salah satu calon satuan kerja berpredikat WBK. Setelah melakukan pendampingan dan pre-assessment oleh tim dari Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI, pada tanggal 11 – 13 Oktober 2016 BBPK Jakarta di assessment oleh Tim Penilai Internal (TPI) dan dinyatakan lulus sebagai satuan kerja berpredikat WBK Tahun 2016 tingkat Kementerian Kesehatan. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.02.02/MENKES/588/2016 tanggal 11 November 2016 tentang Penetapan Unit Kerja di Lingkungan Kementerian Kesehatan Sebagai Unit Kerja Yang Telah Menerapkan Indikator Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2016. BBPK Jakarta menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada saat peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke-52 dan diusulkan untuk ikut penilaian tingkat nasional.
Pada Tahun 2016, selain penghargaan yang telah disebutkan
diatas, Kepala BBPK Jakarta, Bapak Drs. Zaenal Komar, Apt, MA,
mendapatkan penghargaan sebagai Pembina Widyaiswara Kesehatan
Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2016 dari Kepala Badan PPSDM
Kesehatan, Bapak Usman Sumantri. Salah satu widyaiswara BBPK
Jakarta, Ibu Margaretha Yuliani, SKM, MM, juga mendapatkan piagam
penghargaan sebagai Juara II Widyaiswara Kesehatan Berprestasi
Tingkat Nasional Tahun 2016.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari pelaksanaan program dan kegiatan BBPK Jakarta Tahun 2016, antara lain :
1. Pencapaian indikator utama jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi sebesar 105,98%.
2. Menurut RAK BBPK Jakarta Tahun 2015 – 2019, cakupan jumlah peserta yang mengikuti pelatihan pada tahun 2016 RAK sebanyak 7.884 orang, dengan realisasi pencapaian sebanyak 2.710 orang.
3. Pelaksanaan pengembangan diklat kesehatan telah menghasilkan 3 dokumen kurikulum dan modul.
4. Pada pelaksanaan pengkajian dan pengembangan, jumlah EPP yang dihasilkan adalah 3 dokumen.
5. Pada pelaksanaan pengendalian mutu diklat telah menghasilkan 35 jenis pelatihan yang terakreditasi.
6. Untuk dukungan manajemen secara umum telah dilaksanakan sesuai target.
B. Saran
1. Untuk perbaikan kinerja organisasi di masa mendatang, supaya lebih meningkatkan koordinasi dengan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan agar memenuhi Indikator Kinerja Utama yaitu pelaksanaan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan.
2. Meningkatkan kerjasama Diklat dengan berbagai pihak dalam
upaya meningkatkan PNBP.
Lampiran 1
REKAPITULASI WIDYAISWARA BBPK JAKARTA BERDASARKAN JENIS PELATIHAN YANG TELAH DIIKUTI PER 31 DESEMBER 2016
No Nama Jabatan Jenis Pelatihan
1 Margaretha Yuliani, SKM, MM Widyaiswara Madya 1. Aktualisasi, diklat prajabatan 2. Komunikasi efektif
3. Teknik Fasilitasi
2 drg. Maria Ema L. L, M.Si.Med Widyaiswara Madya 1. Etika publik, diklat prajabatan 2. Diagnostic Reading Diklatpim 3. Pelatihan PUG-BK
3 Dr. Ina Yuniati, M.Sc Widyaiswara Madya 1. Pelatihan Kediklatan
2. Pelatihan Jabfung dan Kebidanan 3. Pelatihan Manajemen
Puskesmas/Manajemen Mutu/Pelayanan Prima 4 Hasnerita Hartono, S.SiT M.Kes Widyaiswara Madya 1. Pelatihan Manajemen dan
Substansi Kebidanan 2. Pelatihan TPPK
3. Pelatihan Jabfung (Kebidanan Penyuluh, PJJ Advokasi) 5 Natsir, S.Pd, MM Widyaiswara Madya 1. Akuntabilitas, Diklat Prajabatan
2. Berfikir Kreatif dan Inovasi, Diklatpim
3. Pelatihan Angka Kredit Jabfung 6 Drg. Sri Sugiharti, M.Kes Widyaiswara Madya 1. Pelatihan Kediklatan
2. Diklat Pengendalian Pelatihan 3. Akreditasi Pelatihan / Institusi
Kedokteran Gigi dan K3 7 Rusmiati, S.Kom, MM Widyaiswara Madya 1. Media Pembelajaran
2. Slide Presentasi 3. Pelatihan Kediklatan 8 Ucu Djuwitasari, SKp, MM, M.Kes Widyaiswara Madya 1. Pelatihan Kediklatan 2. Pelatihan Manajemen
Keperawatan/Akreditasi Insitusi dan Akreditasi Pelatihan
3. Pelatihan Jabfung Kesehatan dan Widyaiswara
9 Deviana, SKM, M.Kes Widyaiswara Madya 1. Pelatihan Manajemen Puskesmas
2. Pelatihan Pengendali Pelatihan 3. Pelatihan TPPK
10 Syahroni, S.Sos, MAP Widyaiswara Muda 1. Substansi Wawasan Kebangsaan 2. Substansi Anti Korupsi
3. Substansi Sistem
Penyelenggaraan Pemerintahan NKRI
11 dr. Titien Rostini Kusairi, M.MKes Widyaiswara Muda 1. Substansi Mind Setting 2. Etika Publik, Diklat Prajabatan 3. Pelatihan Keluarga Sehat
12 Anisatulailla, SKM, M.Kes Widyaiswara Muda 1. Pelatihan Manajemen Kebidanan 2. Pelatihan TKHI/PKHJ
3. Pelatihan Substansi
Pemberdayaan Masyarakat 13 dr. Dwidea Yuliana Widyaiswara Muda 1. Pelatihan TKHI
2. Pelatihan Pendamping Akreditasi FKTP
3. Pelatihan Kegawatdaruratan dan Siaga Bencana
14 dr. Fathonah, MKM Widyaiswara Muda 1. Pelatihan TKHI 2. Pelatihan Manajemen
Puskesmas 3. Inovasi, Diklatpim 15 R. Haryati Tresnowati, SKM, M.Pd Widyaiswara Muda 1. Pelatihan TKHI
2. Pelatihan Manajemen Keperawatan dan Kebidanan 3. Pelatihan Manajemen Pelatihan 16 Arihni Supriati, SKM, M. Epid Widyaiswara Muda 1. Pelatihan Substansi Surveilans
Epidemiologi
2. Pelatihan Pendamping Akreditasi FKTP
3. Membangun Tim Efektif, Diklatpim
17 Dr. Hasnita, S.Pd, MPH Widyaiswara Muda 1. Pelatihan TPPK 2. Pelatihan TOT
3. Pelatihan Substansi EValuasi Program dan Penelitian
18 Taty Prasetyati, SKM, M.Si Widyaiswara Muda 1. Pelatihan TPPK 2. Pelatihan TOC
3. Pelatihan Pengendali Diklat 19 Abdul Mukti, SKM, M.Si Widyaiswara Muda 1. Pelatihan TPPK
2. Pelatihan TOC 3. Pelatihan MOT 20 Dorce Tandung, S.Sos, MAP Widyaiswara Muda 1. Pelatihan TPPK
2. Pelatihan BTCLS
3. Sunstansi Etika Profesi Tenaga Kesehatan
21 Yuli Susilowati, P.Si, MM Widyaiswara Muda 1. Pelatihan Substansi Komunikasi 2. Pelatiha Substansi Teknik
Konseling
3. TOT, Teknik Melatih 22 Ns. Sri Suprapti, S.Kep Widyaiswara Muda 1. Pelatihan PPIH/TKHI
2. Pelatihan Substansi Keperawatan 3. Pelatihan Kegawatdaruratan dan
Bencana
23 Khikmatul Ulya, SKM Widyaiswara Pertama 1. Substansi Pengendalian Mutu 2. Substansi Pengolahan dan Analis
Data
3. Substansi Gizi
Lampiran 2 DAFTAR NAMA PEGAWAI
BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN JAKARTA PER 31 DESEMBER 2016
I. PEJABAT STRUKTURAL
NO NAMA TANGGAL LAHIR NIP GOL PENDIDIKAN JABATAN/PEKERJAAN KETERANGAN/TMT
MEL. TUGAS 1
2 3 4 5 6 7 8 9 10
Drs. Zaenal Komar, Apt, MA Dra. Titik Handayani
Dra. Enny Wahyu Lestari, M.Sc Tri Hernowo, SKM, M.Kes drg. Helmawaty Hamid, M.Pd Ati Dwi Kurniati, SKM, MKM Riyanto
Yeyen Sudaryani, SKM, MKM Abdillah, SKM, MKM Sri Hartanti, SI.Kom, MI.Kom
23 Agustus 1959 13 Desember 1960 3 Mei 1959 8 Maret 1964 19 Juli 1963 23 Desember 1973 3 September 1962 30 Januari 1967 21 Agustus 1970 24 Juni 1966
19590823 198802 1 001 19601213 198901 2 001 19590503 198603 2 001 19640308 198803 1 001 19630719 199303 2 001 19731223 199803 2 001 19620903 198603 1 005 19670130 198903 2 001 19700821 199303 1 015 19660624 199003 2 001
IV/c IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a III/d III/d III/d
S2 S1 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2
Kepala BBPK Jakarta Kepala Bagian Tata Usaha
Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat Kepala Bidang Bangdalmut
Kasubbid Pengendalian Mutu
Kasubbid Pengkajian dan Pengembangan Kasubbid Pelaksanaan Diklat
Kasubbid Perencanaan dan Evaluasi Diklat Kasubbag Keuangan
Kasubbag Umum
Eselon II b Eselon III a Eselon III a Eselon III a Eselon IV a Eselon IV a Eselon IV a Eselon IV a Eselon IV a Eselon IV a
II. PEJABAT FUNGSIONAL
NO NAMA TANGGAL LAHIR NIP GOL PENDIDIKAN JABATAN/PEKERJAAN KETERANGAN/TMT
MEL. TUGAS 1
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Renta Nilawati Sibagariang, SKM, MKM T. Dzulita Nurdin, S.Kep, Ners
Hj. Suwarni, S.Sos Edy Suprapto, S.Si, M.Si Haryanta Benyal, S.Sos Erna Rosmanindar, S.Pd, MKM Agus Ronaldi, SKM, MAP Ns. Iin Suryatmana, S.Kep Muhni, S.Psi, MM
Wempy Steven Taulo, S.Kom Diah Retno Satuti, SKM
18 Oktober 1970 24 September 1966 6 September 1963 15 September 1972 29 April 1962 7 November 1975 7 Maret 1975 13 Juni 1981 20 Juli 1966 20 Agustus 1976 15 Oktober 1981
19701018 199603 2 001 19660924 198902 2 001 19630906 198412 2 002 19720915 199603 1 001 19620429 198212 1 001 19751107 199903 2 001 19750307 199803 1 001 19810613 200604 2 005 19660720 199003 1 004 19760820 200501 1 004 19811015 200501 2 002
IV/a IV/a III/d III/d III/d III/d III/d III/c III/c III/c III/c
S2 S1 S1 S2 S1 S2 S2 S1 S2 S1 S1
Analis Data Analis Data Analis Data Analis Data Pengolah Data Analis Data Analis Data
Administrator Kesehatan Pranata Hubungan Masyarakat Pustakawan
Analis Data