• Tidak ada hasil yang ditemukan

4 BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "4 BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

37

4 BAB IV

PERHITUNGAN DAN ANALISA

4.1 Data Penelitian

Data material pipa API-5L Gr B ditunjukkan pada Tabel 4.1, sedangkan kondisi kerja pada sistem perpipaan unloading line dari jetty menuju plan ditunjukan pada Tabel 4.2.

Tabel 4.1 Data Material Pipa

Parameter Besaran Satuan

NPS 12 in

Schedule STD -

Inside Diameter 12.003 in Outside Diameter 12.75 in Wall Thicknes 0.375 in Corrosion Allowance 0.0492 in Pipe Density 0.2832 lb/in3 Moment of Inertia 279.335 in4 (Sumber: JIND 2014)

Tabel 4.2 Kondisi Kerja Pipa Unloading Line

Parameter Besaran Satuan Operating Temperature 158 °F

Pressure 217.5 psi

Fluid Density 0.0328 lb/in3 (Sumber: JIND 2014)

(2)

38 Tabel 4.3 Allowable Stress Pipa pada Variasi Temperatur

Material Spec

No.

Grade

Allowable stress pada temperatur (°F) dalam ksi

100 200 300 400 500 600 650 700 A-516 Gr

B60

API 5L

B 20 20 20 19.9 19.0 17.9 17.3 16.7

(Reff-1)

4.2 Isometri Perpipaan Unloading Line

Berikut adalah isometri dari sistem perpipaan yang dianalisa tegangannya, sistem perpipaan yang dianalisa nilai tegangannya dengan menggunakan perhitungan manual diambil 4 segmen yaitu Segmen 1 (Node 3830-3850), Segmen 2 (Node 3660-3710), Segmen 3 (Node 3730-3760), dan Segmen 4 (Node 3820-3830). Tiap segmen diartikan perhitungan dari support ke support, yang bisa mewakili kebanyakan routing di pemipaan ini.

Gambar 4.1 Isometri Perpipaan Unloading Line

(3)

39 4.3 Tegangan Ijin (Allowable Stress)

Nilai tegangan ijin yang digunakan sebagai acuan adalah nilai tegangan ijin berdasarkan desain temperatur. Nilai tegangan ijin dari setiap kondisi berbeda. Untuk kondisi sustained load nilai tegangan ijin sama dengan nilai tegangan ijin pada Reff-1 yang ditunjukkan pada Tabel 2.1. hasil interpolasi ditunjukkan pada Tabel 4.4

Tabel 4.4 Nilai Tegangan Ijin Material Berdasarkan Sustained Load

T (°F)

S (Ksi)= 1000 psi (ksi)

100 20 200 20 158 20

Untuk kondisi occasional load nilai tegangan ijin ditentukan sesuai Persamaan 2.1. Hasil perhitungan adalah sebagai berikut

Soccasional = 1.33 x Sh

= 1.33 x 20

= 26.6 Ksi

Dari Persamaan 2.2, kondisi ekspansi thermal nilai tegangan ijin material dapat dituliskan sebagai berikut. Hasil perhitungan ditunjukkan pada Tabel 4.5 berikut :

Sekspansi = f (1.25 Sc + 0.25 Sh)

= 1(1.25 x 20000 + 0.25 x 20000)

= 1(25000+ 5000)

= 30000

(4)

40 Tabel 4.5 Nilai Tegangan Ijin Berdasarkan Ekspansi Thermal

Parameter Besaran Satuan

Sc 20000 psi

Sh 20000 psi

f 1 -

Sekspansi 30000 psi

4.4 Ketebalan Minimum (Minimum Wall Thickness)

Dari Persamaan (2.3) dan (2.4) perhitungan ketebalan minimum dapat

dihitung dan Persamaan (2.5) untuk pipa bending. Hasil perhitungan ditunjukkan pada kalkulasi dan Tabel 4.6, 4.7.

Kalkulasi untuk pipa lurus Persamaan (2.3) P = 217.5 psi

D = 12 in S = 20000 psi W = 1 (Reff-1) E = 1 (Reff-1) Y = 0.4 (Reff-1) C = 0.0492 in

ݐ ൌ ܲܦ

ʹሺܵܧܹ ൅ ܻܲሻ

ݐ ൌ ʹͳ͹ǤͷšͳʹǤ͹ͷ

ʹšሺʹͲͲͲͲšͳšͳ ൅ ʹͳ͹ǤͷšͲǤͶሻ

(5)

41 ݐ ൌ ʹ͹͹͵Ǥͳʹͷ

ʹšሺʹͲͲͲͲ ൅ ͺ͹ሻ

ݐ ൌ ʹ͹͹͵Ǥͳʹͷ ʹšሺʹͲͲͺ͹ሻ

ݐ ൌʹ͹͹͵Ǥͳʹͷ ሺͶͲͳ͹Ͷሻ t = 0.0690 in

ݐ ൌ ݐ ൅ ܿ

tm = 0.0690+ 0.0492 = 0.1182 in

Tabel 4.6 Ketebalan Minimum Untuk Pipa Lurus

Parameter Besaran Satuan

P 217.5 psi D 12 in

S 20000 psi W 1 -

E 1 - Y 0.4 -

c 0.0492 in t 0.0690 in

tm 0.1182 in

Kalkulasi untuk pipe bend Persamaan (2.5)

(6)

42 Intrados (inside bending radius)

ܫ ൌͶ ቀୖଵ

ቁ െ ͳ Ͷ ቀோଵቁ െ ʹ

ܫ ൌͶ ቀଷହǤଽ଼ଵଶǤଽହቁ െ ͳ Ͷ ቀଷହǤଽ଼ଵଶǤ଻ହቁ െ ʹ

ܫ ൌͶሺʹǤͺʹͳͻሻ െ ͳ ͶሺʹǤͺʹͳͻሻ െ ʹ

ܫ ൌͳͳǤʹͺ͹ െ ͳ ͳͳǤʹͺ͹ െ ʹ ܫ ൌͳͲǤʹͺ͹

ͻǤʹͺ͹

ܫ ൌ ͳǤͳͲ͹͸

ݐ ൌ ܲܦ

ʹሺቀௌாௐ ൅ ܻܲቁሻ

ݐ ൌ ʹͳ͹ǤͷݔͳʹǤ͹ͷ

ʹሺቀଶ଴଴଴଴௫ଵ௫ଵଵǤଵ଴଻଺ ൅ ʹͳ͹ǤͷݔͲǤͶቁሻ

ݐ ൌ ʹ͹͹͵Ǥͳʹͷ ʹሺͳͺͲͷ͹ǤͲ͸ ൅ ͺ͹ሻ

ݐ ൌ ʹ͹͹͵Ǥͳʹͷ ʹሺͳͺͳͶͶǤͲ͸ሻ

ݐ ൌʹ͹͹͵Ǥͳʹͷ

͵͸ʹͺͺǤͳʹ ݐ ൌ ͲǤͲ͹͸Ͷͳ‹

(7)

43 Extrados (outside bending radius)

ܫ ൌͶ ቀோଵ

ቁ ൅ ͳ Ͷ ቀோଵቁ ൅ ʹ

ܫ ൌͶ ቀଷହǤଽ଼ଵଶǤ଻ହቁ ൅ ͳ Ͷ ቀଷହǤଽ଼ଵଶǤ଻ହቁ ൅ ʹ

ܫ ൌͶሺʹǤͺʹͳͻሻ ൅ ͳ ͶሺʹǤͺʹͳͻሻ ൅ ʹ

ܫ ൌͳͳǤʹͺ͹ ൅ ͳ ͳͳǤʹͺ͹ ൅ ʹ ܫ ൌͳʹǤʹͺ͹

ͳ͵Ǥʹͺ͹

ܫ ൌ ͲǤͻʹͶ͹݅݊

– ൌ ʹͳ͹ǤͷݔͳʹǤ͹ͷ

ʹሺቀଶ଴଴଴଴௫ଵ௫ଵ଴Ǥଽଶସ଻ ൅ ʹͳ͹ǤͶݔͲǤͶቁሻ

– ൌ ʹ͹͹͵Ǥͳʹͷ ʹሺʹͳ͸ʹͺǤ͸͵ ൅ ͺ͹ሻ

– ൌʹ͹͹͵Ǥͳʹͷ Ͷ͵Ͷ͵ͳǤʹ͹

– ൌ ͲǤͲ͸͵ͺ‹

(8)

44 Tabel 4.7 Ketebalan Minimum Untuk Pipe Bends

Parameter Besaran Satuan

P 217.5 psi D 12.75 in

S 20000 psi W 1 -

E 1 - Y 0.4 -

I intrados ͳǤͳͲ͹͸ -

I extrados ͲǤͻʹͶ͹ -

t intrados ͲǤͲ͹͸Ͷͳ in

t extrados ͲǤͲ͸͵ͺ in

Perbandingan antara hasil perhitungan ketebalan pipa manual dengan ketebalan pipa aktual mempunyai selisih yang besar yaitu 0.375 in - 0.1182 in

= 0.25 in untuk pipa lurus sedangkan untuk pipe bend intrados 0.375 in - ͲǤͲ͹͸Ͷ‹= 0.298 in dan untuk pipe bend extrados 0.375 in - 0.0638 in = 0.311 in. Sehingga pipa dinyatakan aman karena “t” perhitungan manual < “t” aktual.

4.5 Nilai Tegangan Sustained Load

Sustained load adalah total dari longitudinal stress yang disebabkan oleh tegangan longitudinal tekan, tegangan axial, dan tegangan tekuk (Reff-1). Nilai dari tegangan longitudinal tekan adalah sama pada setiap segmen pipa

(9)

45 dikarenakan pressure fluida pada setiap segmen sama. Nilai dari tegangan longitudinal tekan sesuai dengan Persamaan 2.10.

ɐ௟௣ ൌܲ݀ Ͷݐ

ɐ௟௣ ൌʹͳ͹ǤͷݔͳʹǤ͹ͷ ͶݔͲǤ͵͹ͷ

ɐ௟௣ ൌ ͻ͸͹Ǥ͹Ͳ͸psi

Tabel 4.8 Nilai Tegangan Longitudinal Tekan

No. Parameter Besaran Satuan

1 P 217.5 psi

2 OD 12.75 in

3 T 0.375 in

4 SL 967.706 psi

Nilai dari tegangan akibat gaya axial pada setiap segmen pipa adalah sama dikarenakan gaya axial yang diakibatkan oleh pressure sama pada setiap segmen. Formula yang digunakan untuk menghitung tegangan axial sesuai dengan Persamaan 2.8. Hasil dari tegangan akibat gaya axial dapat dilihat pada Tabel 4.9

x Pipa outside diameter Ao =ݔ͵ǤͳͶݔ݀

= ݔ͵ǤͳͶݔͳʹǤ͹ͷ ൌ ͳʹ͹Ǥ͸ͳͳin2

(10)

46 x Pipa inside diameter

Ai = ݔ͵ǤͳͶݔ݀

=

ݔ͵ǤͳͶݔͳʹǤͲͲ͵ ൌ ͳͳ͵ǤͲͻ͸in2 x Am = 127.611-113.096

= 14.515 in2 x ߪ௔௫ ൌ௉௫஺

ߪ௔௫ ൌʹͳ͹Ǥͷݔͳͳ͵ǤͲͻ͸

ͳͶǤͷͳͷ

ߪ௔௫ ൌ ͺͺʹǤ͹ͳͳpsi

Tabel 4.9 Nilai Tegangan Akibat Axial Load

No. Parameter Besaran Satuan

1 P 217.5 psi

2 Ʌ 3.14 -

3 OD 12.75 in

4 ID 12.003 in

5 Ai 113.096 in2

6 Am 14.515 in2

7 ߪ௔௫ 882.711 psi

Perhitungan bending stress dihitung setiap segmen dari pipa, maksud dari setiap segmen adalah potongan pipa antar support.

(11)

47 Nilai tegangan akibat beban berat baik berat pipa, berat fluida maupun insulasi (tegangan tekuk) berbeda pada setiap segmen dikarenakan setiap segmen pipa mempunyai panjang yang berbeda dan terdapat beban tambahan sehingga nilai momen bending berbeda, setelah diketahui nilai momen bending dari setiap segmen nilai bending stress dapat diketahui sesuai dengan Persamaan 2.9. Perbandingan antara hasil bending stress manual dan CAESAR II ditunjukkan pada Tabel 4.10 dan grafik pada Gambar 4.14. Berikut adalah kalkulasi bending stress dari 4 segmen yang telah di tentukan.

x Perhitungan beban merata segmen 1 (Node 3830-3850)

௠௔௫ൌ ܹܮ ͺ

௠௔௫ൌ ͶǤͳʹͻݔʹͲ͵ǤͷͶ͵ ͺ

(12)

48

௠௔௫ൌ ʹͳ͵ͺͶǤʹʹin-lb

ɐ

ൌ ܯܿ

ܫ

ɐ

ൌ ʹͳ͵ͺͶǤʹʹݔ͸Ǥ͵͹ͷ ʹ͹ͻǤͶͶ͹

ɐ

ൌ Ͷͺ͹Ǥͺ͵ͺpsi

x Perhitungan beban merata segmen 2 (Node 3660-3710)

௠௔௫ൌ ܹܮ ͺ

௠௔௫ൌ ͶǤͳʹͻݔͶͲ͵Ǥͳͷ ͺ

௠௔௫ൌ ͺ͵ͺͻͳin-lb

ɐ

ൌ ܯܿ

ܫ

(13)

x

ɐ

ൌ ͺ͵

ɐ

ൌ ͳͻ

Perhitung

‡…ƒ”‹ ͳ

’‹’ƒൌ

’‹’ƒ ൌ

ͳൌ

‡…ƒ”‹

’‹’ƒ ൌ

ʹ ൌ

‡…ƒ”‹ ͵

’‹’ƒ ൌ

͵ ൌ

ᎂ ൌ

͵ͺͻͳݔ͸Ǥ͵

ʹ͹ͻǤͶͶ͹

ͻͳ͵Ǥ͹ͻͷp

gan beban te

Gamba

ͳ

Ͷͻ

 ͳͺ

ʹ

 ͸Ͷ

͵

 ͵͸



͵͹ͷ

͹

psi

erpusat segm

r 4.2 Free Bod

Ǥͷ͸ͶͲʹͶ͵ͻ

͵Ǥ͹Ͷ ͷǤ͵͸ͻͶͷͳʹ ͳʹǤͻ͸

ʹǤ͵Ͷͻ͹ͷ͸ͳ

͹Ǥʹͺ ͲǤͺʹ͸Ͳͻ͹͸

Ͳ

men 3 (Nod

dy Diagram S

ͻ Ž„Ȁˆ–

Ͷ ˆ–

ʹ Ž„

͸ ˆ–

ͳ Ž„

ͺ ˆ–

͸ Ž„

Ͳ

de 3730-376

Segmen 3 60)

499

(14)

ƒ൅„

ƒ൅„



‡•‡‹„ƒ



F R R

R F

b a

a x



 6

Keseimban

87 .

1 6MB

ᎂ„

Ͳൌ

ͳͳǡͲʹƒ

ƒ

„

segmen d

ᎂ 

„ ͵

ᎂ



Ͳൌ 



ൌ ͳ



Ž

ൌ ʹ൅

ൌ ͳͳͺͺ

‰ƒƒ›ƒǣ

F F F

F F Rb











2 1

1

ngan Momen

87 . 1 ( 7u F1

ൌ

ൌ

„ǤͲ

ƒǤͳ

ൌ ͷͶ

ൌ Ͷͻ

ൌ ͸ͻ

dipotong di F

Ga

„Ǥ͹ǡ͵ͺǦ ͳ ͳ͹ͺ͹Ǥ͸Ͳͷ

ͳ൅ ͵ ͺǤͷͶͷ͵Ͳͷ

F F2 3 0

nt:

) 87 . 1

7 uF2

Ͳ

൅ ͳǤͳǡͺ͹൅

ͳͳǡͲʹ ͳͳǤͻʹͷͷ͸ʹ ͳǤͳͲͲ͵ʹ͵ʹ

͹ǤͶͶͶͻͺͳ͹

F1

ambar 4.3 Fre

ͳ൅ ʹ൅

Ǧͳ͵ͲǤʹ͹

ǤͷǡͷͳǦ ʹǤ͵ǡ

Ž„ˆ–

ǤȀ ʹ͹͹͵ͲǤ͹

͹ͳ

Ž„

87 . 1 2

( u 



Ͳ

൅ ʹǤ͵ǡ͹Ͷ

ʹ ʹ Ž„

͹ Ž„

ee Body Diagr

Ͳ

͵ Ͷ Ž„

Ͳ ǡ͸ͶǦ 

͸ ’•‹

ͺ ’•‹

) 64 .

3 u F3 

൅ ͵Ǥ͹ǡ͵ͺǦ

ram

ʹͳͶͷ

2 87 . 1 2

( u  u

Ǧ

ͳǤʹ͸ Ž„Ǧ‹

50

) 64 .

3 u

u Ra



0

0

(15)

51 x Perhitungan beban merata segmen 4 (Node 3820-3830)

௠௔௫ൌ ܹܮ ͺ

௠௔௫ൌ ͶǤͳʹͻݔʹ͵͸Ǥʹʹ ͺ

௠௔௫ൌ ʹͺͺͲͳǤͷin-lb

ɐ

ൌ ܯܿ

ܫ

ɐ

ൌ ʹͺͺͲͳǤͷݔ͸Ǥ͵͹ͷ ʹ͹ͻǤͶͶ͹

ɐ

ൌ ͹ͳͺǤͲ͹ͷ psi

Tabel 4.10 Nilai TeganganTekuk Akibat Beban Berat

No Segmen

OD (in)

ID

(in) L (in) W

(lb/in) Mb (in-lb) I (in4) c (in) SL (psi) 1 1 (Node 3830-3850) 12.75 12 203.54 4.129 21384.33 279.447 6.375 487.84

2 2(Node 3660-3710) 12.75 12 403.15 4.129 83891 279.447 6.375 1913.8 3 3(Node 3730-3760) 12.75 12 287.8 4.129 21452 279.447 6.375 718 4 4(Node 3820-3830) 12.75 12 236.22 4.129 28801 279.447 6.375 657

(16)

52 Dari ketiga nilai tegangan diatas dapat diketahui total dari sustained load sesuai dengan Persamaan 2.10 yang ditunjukkan pada Tabel 4.11 dibawah ini

Tabel 4.11 Nilai Tegangan Sustained Load

Segment

Axial Stress (psi)

Longitudinal Bending Stress

(psi)

Longitudinal PressureStress

(psi)

Sustained load (psi)

S1 1687.273 487.838 1849.737 2338.25

S2 1687.273 1913.795 1849.737 3764.212

S3 1687.273 718 1849.737 2568.492

S4 1687.273 657 1849.737 2507.462

Hasil perbandingan antara perhitungan manual dan CAESAR II ditunjukkan pada Tabel 4.12 dan grafik pada Gambar 4.18

Tabel 4.12 Hasil Perbandingan Nilai Tegangan Sustained Load Perhitungan Manual dan CAESAR II

Segment

Hasil perhitungan manual (psi)

Hasil CAESAR

(psi)

Allowable Stress

(psi)

Deviasi (psi)

S1 2338.225 412.3 20000 1925.95

S2 3764.212 2481.6 20000 1282.612

S3 2568.492 664.4 20000 1904.09

S4 2507.462 516.4 20000 1991.06

(17)

53 Gambar 4.4 Grafik Perbandingan Nilai Sustained Load Manual dan CAESAR II

Dari grafik pada Gambar 4.17 dan Gambar 4.18 diatas dapat diketahui bahwa perbandingan antara perhitungan manual dan CAESAR II, untuk sustained load selisih terendah terdapat pada segmen 2 dengan hasil perhitungan manual sebesar 3764.2 psi dan hasil CAESAR II sebesar 2481.6psi, sedangkan selisih tertinggi berada pada segmen 1 dengan hasil perhitungan manual 2338.2 psi dan hasil CAESAR II sebesar 412.3 psi.

Walaupun terdapat selisih yang cukup besar antara perhitungan manual dan CAESAR II keduanya masih tetap dalam batasan tegangan yang diijinkan.

Selisih hasil disebabkan adanya perbedaan metode perhitungan, untuk perhitungan manual perhitungan bending stress menggunakan metode simply supported beam sedangkan pada CAESAR II menggunakan metode finite element analysis.

0 5000 10000 15000 20000 25000

1 2 3 4

Stress(psi)

Segmen

Allowablestress

Nilaitegangan

perhitunganmanual Nilaitegangan

software

(18)

54 4.6 Nilai Tegangan Occasional Load

Perhitungan nilai tegangan occasional load akibat beban angin sesuai dengan Persamaan 2.14. Nilai dari tegangan occasional load akibat beban angin sangat kecil sehingga nilainya bisa diabaikan. Hasil perhitungan manual occasional load akibat beban angin ditunjukkan pada Tabel 4.13. Contoh kalkulasi occasional load pada Segmen 1 (Node 3830-3850)

Diketahui :

ȡ = 0.062 lb/ft3

V = 18.96 ft/s ȝ = 0.00000039 lbf.s/ft2

D = 12in

x Menentukan bilangan coefficient drag (Cd)

ܴ ൌ ܦܸ

͵ͺ͸ǤͶɊ

ܴ ൌ ͳʹݔͳͺǤͻ͸͵

͵ͺ͸ǤͶݔͲǤͲͲͲͲͲͲ͵ͻ

ܴ ൌ ͳͳʹͲʹͺǤͺ

Setelah mengetahui nilai bilangan reynold maka nilai coeeficient drag (Cd) dapat diketahui berdasarkan grafik pada Gambar 4.17

(19)

x

ݍ

ݍ ݍ

ܨ

ܨ

ܨ

ܨ

Beban ya ݍ ൌߩܸ

ʹ ݍ ൌͲǤͲ͹͵ͷݔ

ʹ ݍ ൌ ͳ͵Ǥʹͳ͸

ܨ ൌܥ݀ܦݍ

͵ͺ͸ǤͶ

ܨ ൌͳǤͳ͹ݔͳ

͵ͺ

ܨ ൌ ͲǤͲͲ͵͵

ܨ ൌ ͲǤͲͲ͵͵

ang diterima

ݔͳͺǤͻ͸

ʹ ͳ͹psi

ʹݔͳ͵Ǥʹʹ ͺ͸ǤͶ

lb/in

x 205.54 =

Gambar 4.5

a

0.678 lb

5 Drag Coeffic (Reff-6)

cient

555

(20)

56 Tabel 4.13 Beban Akibat Occasioanal Load

No Segm

en

D L (in) V V2 ȡ ȝ Rn q (psf)

F (lb/in)

F(lb) Cd

q (psi)

q softwar

e (psi) 1 1 12 203.543 18.96 359,6 0.0735 0.00000039 112029 13.2 0.0033 0.678 1.17 0.09 0 2 2 12 403.15 18.96 359,6 0.0735 0.00000039 112029 13.2 0.0033 1.34 1.17 0.09 0 3 3 12 287.8 18.96 359,6 0.0735 0.00000039 112029 13.2 0.0033 0.96 1.17 0.09 0 4 4 12 236.22 18.96 359,6 0.0735 0.00000039 112029 13.2 0.0033 0.79 1.17 0.09 0

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa nilai dari tegangan occasional load sangat kecil untuk perhitungan manual diperoleh nilai dari tegangan akibat beban angin sebesar 0.0033 psi sedangkan running pada software CAESAR II nilai tegangan adalah 0 psi. Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem perpiaan yang terkena beban angin dengan kecepatan rendah dapat diabaikan.

Perhitungan nilai tegangan occasional load akibat beban seismic sesuai dengan Persamaan 2.17. Hasil perhitungan occasional load akibat beban seismic ditunjukkan pada Tabel 4.14. Contoh kalkulasi perhitungan tegangan akibat beban seismic pada Segmen 1 (Node 3830-3850) ditunjukkan pada persamaan dibawah ini.

 ൌ ͲǤ͹ͷ݅ͳʹܹܮ ͺܼ ͳǤͷܩ

(21)

57 Diketahui :

i = 1

ı = 2338.255 psi (nilai bending stress sustained load segmen 1)

G = 0.05 (seismic acceleration)

 ൌ ͲǤ͹ͷݔ݅ݔͳʹšɐšͳǤͷݔܩ

 ൌ ͲǤ͹ͷݔͳݔͳʹšʹ͵͵ͺǤʹͷͷšͳǤͷݔͲǤͲͷ

 ൌ ͵ͳͷ͸Ǥ͸Ͷ’•‹

Tabel 4.14 Nilai Tegangan Occasional Load Akibat Beban Gempa

Segmen I G ı (psi) S (psi) Sh (psi) Software (psi)

S1 1 0.1 2338.255 3156.64 26600 967.9

S2 1 0.1 3764.212 5081.69 26600 2794,5

S3 1 0.1 2568.49 3467.46 26600 1158

S4 1 0.1 2507.46 3385.46 26600 1011,5

(22)

58 Gambar 4.6 Grafik Perbandingan Nilai Occasional Load Akibat Beban Gempa Perhitungan

Manual dan CAESAR II

Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa perbandingan antara perhitungan manual dan CAESAR II occasional load, selisih terendah terdapat pada Segmen 1 (Node 3830-3850) dengan hasil perhitungan manual sebesar 3156.64 psi dan hasil CAESAR II sebesar 967.9 psi, sedangkan selisih tertinggi berada pada segmen 4 (Node 3660-3710) dengan hasil perhitungan manual 2373.57 psi dan hasil CAESAR II 1011.5 psi. Walaupun terdapat selisih yang cukup besar antara perhitungan manual dan CAESAR II keduanya masih tetap dalam batasan tegangan yang diijinkan. Selisih hasil disebabkan adanya perbedaan metode, untuk perhitungan manual perhitungan occasional load akibat beban gempa menggunakan metode simple beam formula and response spectrum sedangkan pada CAESAR II menggunakan metode finite element analysis.

0.00 5000.00 10000.00 15000.00 20000.00 25000.00 30000.00

0 2 4 6 8

Stress(psi)

Segmen

allowablestress nilaiteganganmanual nilaitegangansoftware

(23)

59 4.7 Nilai Tegangan Thermal Ekspansi

Perhitungan nilai tegangan thermal ekspansi untuk pipa lurus sesuai dengan Persamaan 2.20. hasil perhitungan thermal ekspansi pipa lurus di tunjukkan pada Tabel 4.15 sedangkan contoh kalkulasi perhitungan nilai tegangan pada pipa lurus Segmen 4 (Node 3820-3830) adalah sebagai berikut : x Menentukan defleksi pipa

οൌ ͷܹ݈

͵ͺͶܧܫ

οൌ ͷݔͺǤʹͳ͸ݔʹ͵͸Ǥʹʹ

͵ͺͶݔʹͻͲʹ͸ͳͷ͵ݔʹ͹ͻǤ͵

οൌ ͲǤͲͶͳͲͺ͹in

x Nilai thermal ekspansi

 ൌ͸ܧܫ߂ ܮ

 ൌ͸ݔʹͻͲʹ͸ͳͷ͵ݔʹ͹ͻǤ͵ݔͲǤͲͶͳͺ͹

ʹ͵͸Ǥʹʹ

 ൌ ͵ͷͺͳ͸Ǥͷͷlb in

 ൌ݅ܯ

ܼ

 ൌͳݔ͵ͷͺͳ͸Ǥͷͷ Ͷ͵Ǥͺ

 ൌ ͺͳ͹Ǥ͹ʹͻpsi

(24)

60 Tabel 4.15 Nilai Tegangan Thermal Ekspansi Pada Pipa Lurus

Segmen W

(lb/in) L

(in) E (psi) I (in4) ǻ (in)

Z

(in3) M (lbin) Sb (psi)

Sb software

(psi) 3820-3830 8.216 236.2 29026153.8 279.3 0.04 43.80 35816.5 817.73 368.4

Untuk kalkulasi tegangan yang lain diambil Segmen 1 (Node 3830-3850) Segmen 2 (Node 3660-3710), dan Segmen 4 (Node 3730-3760) yaitu berupa single plane system adalah sebagai berikut:

x Segmen 2 (Node 3660-3710)

12 inchi pipe ASME specification API 5L Gr B

ID : 12.0003 in

OD : 12.75 in

Wall thickness required : 0.375 In (10mm)

fluid temperature : 158 °F

Pressure : 217.5 psi

Stress value : 20000 psi

moment of inertia : 279.3 in4

section modulus : 43.8 in3

k bend 1 : 9.33

I bend 1 : 2.8 (Reff-7)

C at 158 °F : 107.92 (Reff-7)

radius elbow 1 : 1.5 ft

Lx : 4.53 ft

Ly : 29.07 ft

(25)

61 Setelah melengkapi data, langkah selanjutnya adalah menentukan centroid dari segmen yang ditunjukkan pada Tabel 4.16

Tabel 4.16 Penentuan Centroid Segmen

Rumus L (ft) x' Lx' y' Ly'

Ab 2.21 3.03 1.5515 4.701 0 0

Bc 2.23 21.97215 3.986 87.581 0.545 11.97482 Cd 2.21 27.57 4.53 124.892 15.285 421.4075

™ 52.57215  217.174  433.3823

x"= 4.130973051 Ft

Centroid y"= 8.243571392 Ft

Setelah menentukan centroid dari segmen, langkah selanjutnya adalah menentukan product of inertia, momen inersia sumbu x dan momen inersia sumbu y yang ditunjukkan pada Tabel 4.17, 4.18, 4.19

Tabel 4.17 Penentuan Product of Inertia

Rumus Ixy

Ab 2.25 65.289228 Bc 2.26 28.83312 Cd 2.25 135.96146

™ 230.0838

(26)

62 Tabel 4.18 Penentuan Momen Inersia Sumbu x

Rumus Ix

Ab 2.29 205.72973 Bc 2.33 1306.0675 Cd 2.29 3114.6959

™ 4626.4931

Tabel 4.19 Penentuan Momen Inersia Sumbu y

Rumus Iy

Ab 2.30 23.037999 Bc 2.34 5.1537882 Cd 2.30 8.039412

™ 36.231199

(27)

63 Menentukan nilai gaya pada sumbu x dan sumbu y sesuai Persamaan 2.37 dan 2.38

ܨൌ ܫܮ൅ ܫ௫௬ܮ ܫܫെ ܫ௫௬ ܿܫ݌

ܨ ൌ ʹͲ͵ͳǤͺͷʹ͸Žb

ܨ ൌܫܮ൅ ܫ௫௬ܮ ܫܫെ ܫ௫௬ ܿܫ݌

ܨ ൌ ͵ͷ͸ʹǤͺͷ͵ͻŽ„

Menentukan nilai bending momen dan nilai tegangan thermal ekspansi yang dijelaskan pada Tabel 4.20

Tabel 4.20 Nilai Bending Momen dan Tegangan Thermal Ekspansi

Node Stress Point Momen

(lb-in) Sb (psi) Allowable (psi)

Sb software

(psi)

Acc

A Support A Ͳ1564509.5 Ͳ1.564501 Ͳ5601.54 20000 2607.8 yes

B

Straight

pipe B Ͳ269298.89 Ͳ0.269299 Ͳ964.192 20000 2887.7 yes

C

Straight

pipe C 335321.135 0.3353211 1200.577 20000 4932.5 yes D Support D Ͳ336896.971 Ͳ0.336897 Ͳ1206.22 20000 5412 yes

(28)

64 Gambar 4.7 Single Plane System Segmen 1

0 5000 10000 15000 20000 25000

0 1 2 3 4 5

Stress(psi)

Segmen

GrafikPerbandinganManualͲSoftware

allowablestress(psi)

nilaiperhitungan

softwarel

nilaiperhitunganmanual

(29)

65 x Segmen 3 (Node 3730-3760)

12 inchi pipe ASME specification API 5L Gr B

ID : 12.0003 in

OD : 12.75 in

Wall thickness required : 0.375 in (10mm)

fluid temperature : 158 °F

Pressure : 217.5 psi

Stress value : 20000 psi

moment of inertia : 279.3 in4

section modulus : 43.8 in3

k bend 1 : 9.33

I bend 1 : 2.8 (Reff-7)

C at 158 °F : 107.92 (Reff-7)

radius elbow 1 : 1.5 ft

Lx : 12.96 ft

Ly : 11.02 ft

Setelah melengkapi data, langkah selanjutnya adalah menentukan centroid dari segmen yang ditunjukkan pada Tabel 4.21

Tabel 4.21 Penentuan Centroid Segmen

Rumus L (ft) x' Lx' y' Ly'

ab 2.21 2.24 9.9 22.176 12.96 29.0304 bc 2.23 21.97215 3.986 87.58099 12.416 272.8062 cd 2.21 9.96 7.28 72.5088 6.543 65.16828 de 2.23 21.97215 6.736 148.0044 0.545 11.97482

ef 2.21 5.78 2.89 16.7042 0 0

™ 61.9243 346.9744 378.9797

(30)

66 x"= 5.60320 ft

Centroid y"= 6.12005 ft

Setelah menentukan centroid dari segmen, langkah selanjutnya adalah menentukan product of inertia, momen inersia sumbu x dan momen inersia sumbu y yang ditunjukkan pada Tabel 4.22, 4.23, 4.24

Tabel 4.22 Penentuan Product of Inertia

Rumus Ixy

ab 2.25 60.33888 bc 2.26 244.05077 cd 2.25 9.4103076 de 2.26 63.441366 ef 2.25 29.145766

™ 406.38709

Tabel 4.23 Penentuan Momen Inersia Sumbu x

Rumus Ix

ab 2.29 31.436683 bc 2.33 62.000135 cd 2.29 10.6572 de 2.33 10.77099 ef 2.29 79.801185

™ 194.66619

(31)

67 Tabel 4.24 Penentuan Momen Inersia Sumbu y

Rumus Iy

ab 2.30 16.352 bc 2.34 1007.5784 cd 2.30 90.10303 de 2.34 579.77893 ef 2.30 32.7148

™ 1726.5272

Menentukan nilai gaya pada sumbu x dan sumbu y sesuai Persamaan 2.37 dan 2.38

ܨൌ ܫܮ൅ ܫ௫௬ܮ ܫܫെ ܫ௫௬ ܿܫ݌

ܨ ൌ ͳ͹ͳͺǤ͵ͳͷͺŽb

ܨ ൌܫܮ൅ ܫ௫௬ܮ ܫܫെ ܫ௫௬ ܿܫ݌

ܨ ൌ ͳ͵Ͳ͸ǤͻʹͲ͸Ž„

Menentukan nilai bending momen dan nilai tegangan thermal ekspansi yang dijelaskan pada Tabel 4.25

(32)

68 Tabel 4.25 Nilai Bending Momen dan Tegangan Thermal Ekspansi

Node Stress Point Momen (lbin) Sb (psi) Allowable (psi)

Sb software

(psi)

Acc

A Support A 213667.4322 0.213667432 765.0105 20000 1166.1 Yes B Straight pipe B 167479.1036 0.167479104 599.6388 20000 2608 Yes C Straight pipe C 113024.8484 0.113024848 404.6719 20000 2972.5 Yes D Support D Ͳ43178.301 Ͳ0.0431783 Ͳ154.595 20000 2672.2 Yes F Straight PipeE Ͳ97632.5565 Ͳ0.0976326 Ͳ349.562 20000 3582.8 Yes G SupportF Ͳ214099.732 Ͳ0.2140997 Ͳ766.558 20000 1105.4 Yes

(33)

0 5000 10000 15000 20000 25000

0

Gambar 2

r 4.8 Single P

4 6

Plane System S 8

Segmen 3 Allowab

nilaiteg software nilaiteg manual

bleStress(psi)

angan

e angan

699

(34)

70 x Segmen 1 (Node 3830-3850)

12 in pipe ASME specification API-5L Gr B

ID : 12.003 in

OD : 12.75 in

Wall thickness required : 0.375 in (10 mm)

fluid temperature : 158 °F

Pressure : 217.5 psi

Stress value : 20000 psi

moment of inertia : 279.3 in4

section modulus : 43.8 in3

k bend : 9.33 (Reff-7)

I bend : 2.8

C at 158 °F : 107.92

radius elbow : 1.5 ft

Lx : 3.97 ft

Ly : 12.99 ft

Menentukan centroid dari segmen yang ditunjukkan pada Tabel 4.26

Tabel 4.26 Penentuan Centroid Segmen

Rumus L (ft) x' Lx' y' Ly'

Ab 2.21 2.47 1.547 3.82109 0 0

Bc 2.23 21.97215 3.426 75.27659 0.545 11.97482 Cd 2.21 11.49 3.97 45.6153 7.245 83.24505

™ 35.93215 124.713 95.21987

(35)

71 x"= 3.470790807 ft

Centroid y"= 2.649990934 ft

Menentukan product of inertia, momen inersia sumbu x dan momen inersia sumbu y yang ditunjukkan pada Tabel 4.27, 4.28& 4.29

Tabel 4.27 Menentuan Product of Inertia

Rumus Ixy

Ab 2.25 14.629193 Bc 2.26 6.3962594 Cd 2.25 26.398275

™ 47.423727

Tabel 4.28 Penentuan Momen Inersia Sumbu x

Rumus Ix

Ab 2.29 17.345575 Bc 2.33 102.14349 Cd 2.29 369.00939

™ 488.49846

(36)

72 Tabel 4.29 Penentuan Momen Inersia Sumbu y

Rumus Iy

Ab 2.30 13.593974 Bc 2.34 4.7363174 Cd 2.30 2.8725

™ 21.202792

Nilai gaya pada sumbu x dan sumbu y sesuai Persamaan 2.37 dan 3.38

ܨൌ ܫܮ൅ ܫ௫௬ܮ ܫܫെ ܫ௫௬ ܿܫ݌

ܨ ൌ ʹͻͺͻǤͺ͹͵Žb

ܨ ൌܫܮ൅ ܫ௫௬ܮ ܫܫെ ܫ௫௬ ܿܫ݌

ܨ ൌ ʹͶʹͺͺǤͷͶ͸Ž„

Setelah mengetahui besar gaya kearah sumbu x dan y dapat diketahui nilai bending momen dan nilai tegangan thermal ekspansi yang dijelaskan pada Tabel 4.30

Tabel 4.30 Nilai Bending Momen dan Tegangan Thermal Ekspansi

Node Stress Point Momen

(lbin) Sb (psi) Allowable (psi)

Sb software

(psi)

Acc

A Support A -916297.094 -0.9163 3280.69 20000 239.6 yes B Straight pipe B -196384.590 -0.1964 703.131 20000 1573.5 yes C Straight pipe C 186991.5234 0.1870 669.5006 20000 4133.6 yes D Support D -225252.165 -0.2253 806.488 20000 2489 yes

(37)

73 Gambar 4.9 Single Plane System

0 5000 10000 15000 20000 25000

0 2 4 6 8

AllowableStress(psi)

nilaitegangan

software

nilaiteganganmanual

(38)

74 Dari hasil perhitungan manual single plane sistem di atas dapat disimpulkan bahwa sistem perpipaan tersebut sudah aman. Dari grafik segmen 1-4 diatas terdapat deviasi antara perhitungan manual dan hasil CAESAR II.

Walaupun terdapat selisih yang cukup besar antara perhitungan manual dan CAESAR II keduanya masih tetap dalam batasan tegangan yang diijinkan, Selisih hasil disebabkan adanya perbedaan metode, untuk perhitungan manual perhitungan thermal ekspansi menggunakan metode yang sesuai pada Reff-7 sedangkan pada CAESAR II menggunakan metode finite element analysis.

Nilai tegangan pada support dengan menggunakan perhitungan manual mempunyai nilai yang besar, dikarenakan metode perhitungan manual menganggap bahwa support berupa rigid (tidak bergerak kemanapun).

Referensi

Dokumen terkait

Untuk perhitungan manual, dengan menggunakan parameter yang sama, dengan teori konsolidasi 1 dimensi dengan perbedaan beban yang diberikan hanyalah beban secara vertikal pada

Kelebihan PPN Masa Desember 2010 yang terlihat pada perhitungan di atas terdapat selisih Rp 761.502,- antara Perusahaan dan Penulis disebabkan adanya perhitungan Pajak Masukan

Setelah melalui perhitungan yang dilakukan pada bab IV ini maka dapat dilihat pada table 4.10 bahwa jumlah armature yang digunakan pada lantai 1 hampir keseluruhan terjadi

Perbedaan persenatse uptake yang diperoleh secara manual terhadap pemeriksaan kamera gamma disebabkan karena beberapa faktor, diantarannya pada perhitungan secara

Batasan maksimum kepemilikan saham oleh maskapai asing yang diijinkan oleh masing-masing anggota ASEAN atas maskapai yang terdaftar dan beroperasi di negaranya dan

Setelah didapat data primer, pada penelitian ini data kemudian diproses dengan cara menghitung manual dengan rumus – rumus yang megacu pada BAB II, perhitungan Heat

Dari perhitungan manual dengan menggunakan teori tegangan geser maksimum (maximum shear stress theory atau Tresca atau Guest’s theory), didapatkan tegangan geser sebesar

Gambar 4.7 Kurva Trip dan Overload dan Kurva Isc Area PremRest Dengan demikian kapasitas Circuit Breaker yang akan diproteksi oleh sepam harus sesuai dengan perhitungan