A. Prosedur Penelitian
Suatu metode penelitian memiliki rancangan penelitian/research design tertentu. Rancangan ini menggambarkan prosedur atau langkah-
langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan kondisi arti data dikumpulkan, dan dengan cara bagimana data tersebut dihimpun dan diolah. Menurut Suharsimi Arikunto metode korelasi bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan serta berarti tidaknya hubungan antara kedua variabel yang dimaksud. Sebagai suatu strategi metode memiliki langkah-langkah atau prosedur untuk mendapatkan hasil penelitian, yaitu:
1. Persiapan
2. Memilih kelas untuk penelitian 3. Instumen penelitian
4. Pelaksanaan uji coba angket
5. Menganalisis data hasil uji coba angket 6. Pelaksanaan penyebaran
7. Menganalisis data.1
Penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya akhlak siswa. Di sini peneliti mengambil sampel kelas VIII setelah itu disebarkan angket
1 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2013), hal.149.
pada beberapa siswa yang dijadikan sampel pada kelas tersebut. Setelah mendapatkan hasil dari angket, lalu ditarik sebuah kesimpulan guna mendapatkan suatu gambaran pengaruh atau dampak antara variabel- variabel yang akan diteliti.
Dalam penelitian tesis ini, penulis menggunakan metode kuantitatif yang bersifat empirik, merupakan suatu metode yang dipergunakan dalam penelitian sebagai upaya pemecahan masalah yang terjadi sekarang.
Untuk menilai atau mengukur suatu peristiwa dikategorikan serius atau biasa-biasa saja, dalam proses pengamatannya, pengamatan terlebih dahulu harus mengetahui ciri-cirinya. Dari sinilah pengamatan mulai mencatat, menghitung atau mengidentifikasikan ciri-ciri tersebut.
Berdasarkan perhitungan presentase, rata-rata chi kuadrat dan perhitungan statistik lainnya, pada akhirnya pengamatan menyatakan bahwa suatu peristiwa dikategorikan sebagai peristiwa yang ditangani secara serius.
Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang jenis penelitian dalam pelaksanaannya melibatkan diri pada penghitungan atau angka-angka.2 B. Sumber Data Penelitian
Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Dalam penelitian ini menggunakan angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi . Sumber data yang digunakan dalam menggunakan tehnik angket dan wawancara adalah siswa dan orang tua sebagai responden. Responden adalah orang yang merespon atau menjawab
2 Khaerul Wahidin dan Taqiyuddin, Metode Penelitian, (STAIN Cirebon, 2002), hal. 49.
pertanyaan penelitian baik yang bersifat tertulis ataupun lisan. Sedangkan sumber data yang diperoleh dari tehnik observasi yaitu berupa benda, gerak atau proses sesuatu.3
Sumber data adalah sumber diperoleh suatu data.4Karena penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif, maka datanya diperoleh dari hasil wawancara, observasi, angket dan dokumentasi yang dilakukan di SMPN I Tukdana Indramayu. Adapun data penelitian ini dibagi menjadi dua.
Sumber data yang diharapkan dapat memberikan data atau informasi, baik secara langsung (sumber data primer), maupun tidak langsung (sumber data sekunder) adalah sebagai berikut:
1. Sumber Data Primer
Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh penulis secara langsung dari sumbernya, yaitu SMPN I Tukdana Indramayu umumnya, kelas VIII khususnya dan orang tua siswa. Peneliti meneliti apa saja yang ada hubungannya dengan pendidikan agama Islam di keluarga dan pendidikan agama Islam di sekolah terhadap akhlak siswa.
2. Sumber Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang berupa wawancara, angket, bahan pustaka yang memiliki kajian yang relevan dan menunjang sebagai sumber data untuk penelitian. Data sekunder peneliti ambil dari buku-buku, modul-modul, data-data internet dan yang lainnya, yang mempunyai relevansi dengan penelitian ini.
3 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian..., hal.172.
4Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian..., hal. 118.
C. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.5 Totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti dalam populasi disebut analisis populasi. Unit analisis dapat berupa orang, perusahaan, media, dan sebagainya.
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan menarik kesimpulan dari penelitiannya.6 Populasi merupakan seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek penelitian. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian.
Sedangkan sampel adalah wakil atau sebagian dari dari populasi yang diteliti.
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Menurut Suharsimi Arikunto apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, sedangkan jika jumlah subjeknya besar lebih dari 100, maka dapat diambil antara 10%- 15% atau 20%-25% atau lebih, tergantung kemampuan peneliti, sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subjek, besar kecilnya risiko yang ditanggung oleh peneliti.7 Berdasarkan pertimbangan tersebut dan disesuaikan dengan kemampuan peneliti, maka peneliti mengambil sampel
5 Suharsimi Arikunto, Prosedur..., hal. 173.
6 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2012), hal. 117.
7 Suharsimi Arikunto, ProsedurPenelitian..., hal. 174.
sebanyak 15% dari populasi 237 siswa, yaitu 36 siswa. Adapun waktu penelitian dilakukan pada bulan desember tahun 2015 dan bulan januari tahun 2016.
D. Metode dan Tehnik Pengumpulan Data
Metode penelitian berasal dari kata metode dan penelitian. Metode berasal dari bahasa Yunani yang berarti cara atau jalan. Secara istilah, metode adalah jalan yang berkaitan dengan cara kerja dalam mencapai sasaran yang diperlukan bagi penggunanya, sehingga dapat memahami objek sasaran yang dikehendaki dalam upaya mencapai sasaran atau tujuan pemecahan masalah.Pada intinya metode ialah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang sedang dikaji.8
Penelitian adalah terjemahan dari bahasa Inggris research yang berarti usaha atau pekerjaan untuk mencari kembali yang dilakukan dengan suatu metode tertentu dan dengan cara hati-hati, sistematis, serta sempurna terhadap permasalahan, sehingga dapat digunakan untuk menyelesaikan atau menjawab masalahnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode penelitian adalah langkah atau cara-cara dalam pelaksanaan penelitian untuk pemecahan permasalahan untuk menjawab sebuah problem.9
Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan
8Taufik Abdullah dan M. Rusli Karim, Metodologi Pendidikan Agama, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2004), hal. 5.
9Joko Subagyo, Metode Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), hal. 1-2.
filosofis dan ideologis, pertanyaan, dan isu-isu yang dihadapi.10 Metode adalah suatu cara utama yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan, misalnya untuk menguji serangkaian hipotesis dengan menggunakan teknik serta alat-alat tertentu.
Metode disebut juga sebagai strategi dalam penelitian ilmiah.
Penelitian kuantitatif didasari oleh filsafat positivisme yang menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Objektivitas desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur, dan percobaan terkontrol. Sejalan dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh atau hubungan antara kedua variabel tersebut, maka jenis penelitan yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian korelasional. Sehingga metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasi.11
Penelitian kuantitatif korelasional ditujukan untuk mnegetahui hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel yang lain dinyatakan dengan besarnya koefisien korelasi dan keberartian (signifikansi) secara statistik. Jenis penelitian dalam tesis ini adalah jenis penelitian lapangan (field research). Kemudian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif. Kuantitatif dapat diartikan sebagai penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan
10 Nana Syaodih, Metode Penelitan Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010), hal.
52.
11 Subana, Dasar-dasar Penelitian Ilmiah, (Bandung: Pustaka Setia, 2001), hal. 10.
secara random, pengumpulan data menggunakan intrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan.12
Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi partisipasi yakni pengamatan terlihat seluruh fenomena dan perilaku masyarakat yang bisa diamati. Penelitian melibatkan diri, berbaur dengan siswa dan kelompok orang yang diteliti. Peneliti langsung menjadai alat pengumpul data, peneliti berusaha memahami perilaku siswa yang terlibat dalam kegiatan pendidikan agama Islam di sekolah dan pendidikan agama Islam di keluarga.
Untuk melengkapi informasi, peneliti menggunakan tehnik wawancara mendalam dengan orang tua siswa, dengan berperilaku empati turut merasakan apa yang mereka rasakan, sehingga realitas sosial sesuai konteks kebudayaan dapat diungkap secara akurat. Penelitian dilaksanakan berdasarkan field work. Maka pengumpulan data diprioritaskan kepada how it is, yakni bagaimana atau apa adanya di lapangan penelitian.13
Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi adalah pengamatan atau pencatatan, mengadakan pertimbangan dan penilaian secara sistematik terhadap gejala yang
12 Sugiyono,Metode Penelitian Pendidikan,(Bandung:Alfabeta,2012),hal.14.
13 Abdullah Ali, Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah, (Cirebon: STAIN Press, 2007), hal. 46.
tampak pada objek penelitian.14 Teknik ini bertujuan untuk menggali data, mengenai kenyataan praktis yang berlangsung dilokasi penelitian.
Observasi merupakan suatu metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti terhadap siswa SMP Negeri 1 Tukdana Indramayu. Pengamatan yang dilakukan peneliti berupa pengamatan terhadap akhlak siswa SMP Negeri 1 Tukdana Indramayu.
2. Wawancara
Wawancara adalah pengadministrian angket secara lisan dan langsung terhadap masing-masing anggota sampel.15 Peneliti menggunakan teknik ini adalah untuk mendapatkan data tentang keadaan, kegiatan pembelajaran dan kendala-kendala yang dihadapinya secara langsung dan jelas, wawancara berlangsung dalam bentuk tanya jawab dalam hubungan face to face, sehingga gerak dan mimi responden merupakan pola media yang melengkapi kata-kata secara verbal. Sehingga jawaban lebih terarah serta menunjang terhadap hasil yang diperoleh melalui angket. Wawancara yang peneliti lakukan adalah direct interview atau wawancara secara langsung yang ditujukan kepada:
a. Kepala SMP Negeri 1 Tukdana Indramayu untuk memperoleh data lengkap tentang proses belajar dan kondisi objektifnya.
b. Guru pendidikan agama Islam untuk memperoleh data tentang pendidikan agama Islam di sekolah.
14 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian..., hal. 199.
15 Hamid Darmadi, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2011), hal. 158.
c. Orang tua siswa untuk memperoleh data tentang pendidikan agama Islam di keluarga.
3. Dokumentasi
Dokumentasi dari asal kata dokumen, yang artinya barang- barang tertulis. Peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku- buku, biografi, surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping, dokumen pemerintah, data server majalah, dokumen, catatan harian dan sebagainya.16Secara. Pada teknik dokumentasi ini peneliti akan lebih menuju kearah masalah-masalah yang terjadi di sekolah berkaitan dengan akhlak siswa, laporan-laporan kegiatan pelaksanaan pendidikan agama Islam di sekolah, buku petunjuk pelaksanaan tugas, dokumen sekolah atau pemerintah, biografi, dan data server.
4. Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan ini sebagai bahan pertimbangan yang penulis dapatkan dari beberapa literatur untuk memperoleh keterangan- keterangan sebagai pijakan berpikir dalam penelitian yang dilakukan.
5. Angket (Kuesioner)
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia angket adalah daftar pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu dengan ruang untuk jawaban bagi setiap pertanyaan.17 Angket adalah tehnik pengumpulan data yang dilakukan secara tertulis. Angket ini ditujukan kepada para siswa sebagai responden dalam penelitian ini dengan beberapa
16Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian.., hal. 149.
17 W.J.R.Poerwadinata, Kamus Umum Bahasa Indonesia..., hal.52.
pertanyaan yang harus dijawab secara tertulis, angket atau kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk pertanyaan tertutup.
Alasan peneliti menggunakan teknik ini, mengingat dengan cara angket ini data dapat terkumpul dengan mudah walaupun jumlahnya banyak dan beragam. Sebab secara spesifik teknik ini hanya ditujukan kepada siswa. Angket ini disebarkan kepada 36 siswa yang dijadikan sampel, dengan memperoleh data atau keterangan tentang seberapa besar pengaruh pendidikan agama Islam di keluarga dan pendidikan agama Islam di sekolah terhadap akhlak siswa SMP Negeri 1 Tukdana Indramayu sehari-hari.
Penjaringan jawaban dengan angket untuk pengukurannya menggunakan tingkat skala ordinal. Dalam penentuan skor pada angket yang dilakukan dalam penelitian ini, menggunakan pola yaitu responden diminta untuk memberikan jawaban. Jawaban untuk setiap item pada setiap variabel dibuat skalanya menurut rangkaian kesatuan yang terdiri dari lima option (jawaban/pilihan). Bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah multiple choice (pilihan ganda) dengan lima alternative jawaban, yaitu : a, b, c, d, e. dengan skala peniliaian bagi yang positive ialah a=5, b=4, c=3, d=2, e=1. Sedangkan untuk pernyataan negatif teknis penyekorannya yaitu : a=1, b=2, c=3, d=4, e=5.
Jumlah skor maksimum yang diperoleh adalah jumlah soal/item dikalikan dengan jumlah bobot nilai tertinggi (5), sedangkan jumlah skor minimum yaitu jumlah item/soal dikalikan dengan bobot terendah.
E. Identifikasi Variabel
Variabel merupakan kumpulan dari data yang mempunyai variasi.
Menurut Juliansyah Noor, variabel ialah pengelompokan secara logis dari dua atau lebih atribut dari obyek yang diteliti. Jadi variabel dari penelitian ini ada 3: yaitu variabel (X1) untuk pengaruh pendidikan agama Islam di keluarga dan (X2) untuk pengaruh pendidikan agama Islam di sekolah, dan variabel (Y) untuk akhlak siswa kelas VIII sebagai variabel terikat.18
F. Indikator dan Instrumen Penelitian
Indikator merupakan ciri-ciri atau sifat/karakteristik dari variabel.
Sedangkan instrumen penelitian adalah alat untuk mengukur variabel.
Instrumen dalam penelitian ini menggunakan metode skala yaitu suatu metode penyelidikan dengan menggunakan kumpulan pernyataan- pernyataan yang harus dijawab oleh setiap individu yang menjadi subyek penelitian. Berdasarkan jawaban subyek pada setiap pernyataan- pernyataan yang ada kemudian dapat disimpulkan.19
Pengertian dasar dari instrumen penelitian adalah: Pertama, instrument penelitian menempati posisi teramat penting dalam hal bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk memperoleh data dilapangan. Kedua, instrumen penelitian adalah bagian yang paling rumit
18Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian,(Jakarta:Kencana,2012) hal. 47.
19Saifuddin Azwar, Teori dan Pengukuran, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005), hal. 95.
dari keseluruhan proses penelitian. Kesalahan di bagian ini, dapat dipastikan suatu penelitian akan gagal atau berubah dari konsep semula.
Pada kenyataan di lapangan, instrument penelitian tidak berbeda dengan sebuah “jala” atau “jarring” yang digunakan untuk menangkap atau menghimpun data sebanyak dan sevalid mungkin. Oleh karena itu, instrumen penelitian benar-benar harus reliabilitas dan validitas. Untuk mencapai kedua unsur ini, instrument penelitian kuantitatif harus memiliki tingkat kepekaan yang dapat dipercaya.20
Instrumen penelitian yang dilakukan peneliti adalah melalui penyebaran anket atau kuesioner. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.
Kuesioner dipakai untuk menyebut metode maupun instrument. Jadi dalam menggunakan metode angket atau kuesioner instrument yang dipakai adalah angket atau kuesioner.21
Kuesioner dapat dibeda-bedakan atas beberapa jenis, tergantung pada sudut pandangan:
a. Dipandang dari cara menjawab, maka ada:
1. Kuesioner terbuka, yang member kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri.
2. Kuesioner tertutup, yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih
20 Bugin Burhan, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Kencana Prenada Group, 2005), hal. 105.
21 Arikunto suharsimi, Prosedur Penelitian..., hal. 194.
b. Dipandang dari jawaban yang diberikan ada:
1. Kuesioner langsung, yaitu responden menjawab tentang dirinya.
2. Kuesioner tidak langsung, yaitu jika responden menjawab tentang orang lain.
c. Dipandang dari bentuknya maka ada:
1. Kuesioner pilhan ganda, yang dimaksud adalah sama dengan kuesioner tertutup.
2. Kuesioner isian, yang dimaksud adalah kuesioner terbuka.
3. Checklist, sebuah daftar, di mana responden tinggal membubuhkan tanda check () pada kolom yang sesuai.
4. Rating-scale, (skala bertingkat), yaitu sebuah pernyataan diikuti oleh kolom-kolom yang menunjukkan tingkatan- tingkatan, misalnya mulai dari sangat setuju sampai sangat tidak setuju.22
Pada penelitian yang dilakukan peneliti menggunakan kuesioner tertutup dari bentuknya menggunakan kuesioner pilihan ganda, chek list dan rating-scale. Angket dalam penelitian ini memuat 2 variabel independen yaitu variabel x¹ (Pendidikan agama Islam di keluarga) dan variabel x² (pendididkan agama Islam di sekolah) dan 1 variabel dependen Y (Akhlak siswa SMPN 1 Tukdana Indramayu) diperoleh dari angket yang berupa
22 Arikunto suharsimi, Prosedur Penelitian..., hal. 195.
pertanyaan yang akan dijawab oleh responden. Adapun kisi-kisi angket tersebut disebutkan sebagai berikut.
Tabel 3.1
Kisi-kisi Angket Penelitian
No Masalah Penelitian Indikator
Sumber Data
APD
Nomor Item 1. Pendidikan agama Islam
di keluarga
1. Pendidikan Akidah 2. Pendidikan
Ibadah 3. Pendidikan
Akhlak
S I S W
A
A N G K E T
1-8
9-16
17-20
2. Pendidikan Agama Islam di Sekolah
1. Akidah 2. Ibadah 3. Akhlak
S I S W
A
A N G K E T
1-3 4-7 8-15
3. Akhlak siswa 1. Akhlak terhadap Keluarga
2. Akhlak terhadap Guru
3. Akhlak terhadap
S I S W
A
A N G K E
1-5
6-9
10-12
Teman
4. Akhlak terhadap Masyarakat
T
13-15
G. Tehnik Pengolahan dan Analisis Data
Teknik analisis data merupakan cara menganalisis data penelitian, termasuk alat-alat statistik yang relevan untuk digunakan dalam penelitian.23 Dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif. Analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam metode ilmiah, karena pada bagian ini data akan memberikan arti dan makna untuk memecahkan masalah. Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Tahapan-tahapan dalam analisis data penelitian adalah sebagai berikut:
1. Reduksi Data
Mendeskripsikan variabel satuan (unit) sampai mendapatkannya kemudian memberikan kode.
2. Kategorisasi
23Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian,(Jakarta:Kencana,2012), hal. 163.
Usaha yang dilakukan untuk memilah-milah setiap satuan- satuan ke dalam bagian-bagian yang memiliki kesamaan kemudian memberikan label.
3. Sintesisasi
Mencari kaitan antara satu kategori dengan kategori lainnya dan kemudian diberi label kembali.
4. Menyusun Hypotesis Kerja
Merumuskan suatu pernyataan yang proporsional dan harus menjawab pertanyaan penelitian. Langkah pertama bagi peneliti dalam menganalisis data yang telah dikumpulkan adalah melihat kembali usulan penelitian untuk memeriksa rencana penyajian data dan pelaksanaan analisis-statistik yang telah ditetapkan semula. Sesudah hal ini dilakukan, peneliti kemudian mengembangkan strategi penyusunan data-mentah dan melaksanakan perhitungan yang diperlukan.24
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur.
Dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliabel. Jadi instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel.
24 Donald Ary, dkk, Pengantar Penelitian Pendidikan, penerjemah, Arief Furchan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), hal. 153
Hal ini tidak berarti bahwa dengan menggunakan instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, otomatis hasil (data) penelitian menjadi valid dan reliabel. Hal ini masih akan dipengaruhi oleh kondisi obyek yang diteliti, dan kemampuan orang yang menggunakan instrumen. Oleh karena itu peneliti harus mampu mengendalikan obyek yang diteliti dan meningkatkan kemampuan dan menggunakan instrument untuk mengukur variabel yang diteliti.25
Penggunaan Statistik Parametris, bekerja dengan asumsi bahwa data setiap variabel penelitian yang akan dianalisis membentuk distribusi normal. Untuk itu sebelum peneliti menggunakan statistik parametris, maka kenormalan data harus diuji terlebih dahulu.
3. Uji Normalitas
Banyak cara yang dapat digunakan untuk melakukan pengujian normalitas sampel, salah satunya teknik pengujian normalitas data dengan menggunakan Chi Kuadrad (
x
2). Pengujiannormalitas data dengan (
x
2) dilakukan dengan cara membandingkan kurve normal yang berbentuk darai data yang telah terkumpul (B)dengan kurve normal baku/standar (A). Jadi membandingkan antara (B : A). Bila B tidak berbeda secara signifikan dengan A, maka B merupakan data yang berdistribusi normal.26
25 Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2014), hal. 348-349.
26 Sugiyono, Statistika untuk Penelitian..., hal. 79
Perhitungan dalam penelitian ini akan dilakukan menggunakan program IBM SPSS 21. Uji normalitas dapat dengan memakai uji sebagai berikut :
a. Kolmogorov-Smirnov, merupakan uji normalitas untuk sampel besar. Pada SPSS, jika dipilih tingkat signifikansi α = 0,05 <
nilai sig SPSS, maka dapat dikatakan bahwa data mengikuti distribusi normal.
b. Shapiro-Wilks, merupakan uji normalitas untuk sampel kecil sampai dengan jumlah 2000. Pada SPSS, jika dipilih tingkat signifikansi α = 0,05 < nilai sig SPSS, maka dapat dikatakan bahwa data mengikuti distribusi normal.27
4. Uji Homogenitas Variansi
Pengujian homogenitas adalah pengujian mengenai sama tidaknya variansi-variansi dua buah distribusi atau lebih. Uji homogenitas yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah Uji Homogenitas Variansi dan Uji Bartlett. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam variabel X dan Y bersifat homogen atau tidak.
Langkah-langkah menghitung uji homogenitas :
a. Mencari Varians/Standar deviasi Variabel X danY, dengan rumus :
27 Pramesti Getut, Kupas Tuntas Data Penelitian dengan SPSS, (Jakarta: PT.
Elex Media Komputindo, 2014), hal. 24.
b. Mencari F hitung dengan dari varians X danY, dengan rumus :
keterangan:
Pembilang: S besar artinya Variance dari kelompok dengan variance terbesar (lebih banyak)
Penyebut: S kecil artinya Varians dari kelompok dengan varians terkecil (lebih sedikit)
Jika varians sama pada kedua kelompok, maka bebas tentukan pembilang dan penyebut.
c. Membandingkan F hitung dengan F tabel pada tabel distribusi F, dengan:
1. Untuk varians dari kelompok dengan varians terbesar adalah dk pembilang n-1
2. Untuk varians dari kelompok dengan variance terkecil adalah dk penyebut n-1
3. Jika F hitung < F tabel, berarti homogen.
4. Jika F hitung > F tabel, berarti tidak homogen.28
Uji Homogenitas dalam penelitian ini akan dilakukan menggunakan program IBM SPSS 21. Dalam statistik uji
28 Arikunto suharsimi, Prosedur Penelitian..., hal. 363-364
homogenitas digunakan untuk mengetahui varian dari beberapa populasi sama atau tidak. Uji ini biasanya dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis independen sampel T Test dan ANOVA.
Asumsi yang mendasari dalam Analisis of Varians (ANOVA) adalah bahwa varian dari beberapa populasi adalah sama.
Uji homogenitas digunakan sebagai bahan acuan untuk menentukan keputusan uji statistik. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji homogenitas adalah : karena α = 5% = 0,05, Jika nilai signifikansi < 0,05, maka Ho tidak ditolak. Dengan kata lain, asumsi homogenitas variansi dapat dikatakan dipenuhi.29 5. Uji Validitas
Sebuah instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut mampu mengukur suatu tujuan tertentu yang sejajar dengan materi serta sesuai dengan kurikulum. Sebelum terkait langsung dengan yang ada di lapangan, peneliti terlebih dahulu melakukan analisis dan pengajuan instrumen. Analisis dan pengajuan instrumen yang dilakukan adalah dengan analisis dan pengujian validitas dan reliabilitas terhadap instrumen yang disebarkan kepada responden.
Hal tersebut dilakukan karena pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket disamping dengan menggunakan tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya soal yang tidak valid tidak digunakan dan skornya dimasukkan dalam perhitungan.
29 Pramesti Getut, Kupas Tuntas Data Penelitian dengan SPSS, (Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2014), hal. 33.
Uji validitas instrumen penelitian dimaksudkan untuk mendapatkan instrumen penelitian yang shahih atau valid sehingga terdapat kesesuaian data dari apa yang terjadi pada objek penelitian.
Uji validitas dilakukan dengan mengkoordinasikan masing-masing item pernyataan dengan jumlah skor item pada setiap variabel.
Dalam penelitian yang dilakukan, penulis melakukan perhitungan uji validitas terlebih dahulu dengan mengujicobakan instrumen terlebih dahulu, tetapi perhitungannya setelah instrumen diberikan kepada seluruh responden yang dijadikan sampel penelitian. Hal tersebut dilakukan untuk mensiasati agar responden tidak memberikan jawaban ganda atau berbeda dan sekaligus mengefektifkan waktu penelitian. Jika item pernyataan dalam instrumen tersebut berdasarkan hasil perhitungan dinyatakan tidak valid, maka item pernyataannya tidak dipakai dalam perhitungan data penelitian, sehingga jumlah item instrumen dan skor yang dijadikan data penelitian berkurang.
Uji validitas yang dilakukan untuk mengetahui kevalidan atau kesahihan terhadap ketiga variabel yang dijadikan sasaran penelitian. Tiap-tiap variabel diuji berdasarkan indikator-indikator.
Kemudian dikembangkan dengan sejumlah pernyataan penelitian sesuai dengan ruang lingkup masing-masing variabel.
Pada setiap instrument baik tes maupun nontes terdapat butir-butir (item) pertanyaan atau pernyataan. Untuk menguji
validitas butir-butir instrument lebih lanjut, maka selanjutnya diuji cobakan dan dianalisis dengan analisis item. Analisis item dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor butir instrument dengan skor total, atau dengan mencari daya pembeda skor tiap item dari kelompok yang memberikan jawaban tinggi dan jawaban rendah.
Jumlah kelompok yang tinggi diambil 27% dan kelompok yang rendah diambil 27% dari sampel uji coba.30 Dalam penelitian ini dilakukan uji validas item yang dianalisis dengan bantuan program IBM SPSS 21.
Langkah-langkah pengujian dengan validitas:
1) Masukkan jawaban masing-masing butur pertanyaan pada kolom worksheets SPSS.
2) Klik Analyze.
3) Klik Scale.
4) Klik Reability Analysis.
5) Klik atau blok butir pertanyaan.
6) Klik tanda panah sehingga semua butir masuk ke kotak Items.
7) Klik Statistic.
8) Klik pada kotak Descriptives for untuk Item, Scale if item deleted.
9) Klik pada kotak Inter-Item kotak untuk Correlations.
10) Klik Continue.
30 Sugiyono, Statistika untuk Penelitian,. (Bandung: Alfabeta, 2014), hal. 353.
11) Klik OK pada kotak kerja Reliability Analysis.
6. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukuran dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana alat evaluasi dapat digunakan dua kali pengukuran gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konstan, sehingga dapat digunakan sebagai pengumpul data. Sebuah instrumen dapat dikataakan memiliki reliabilitas apabila cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat ukur data. Apabila suatu alat pengukuran dapat dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukuran tersebut reliabel. Dengan kata lain reliabilitas menunjukkan konsistensi suatu alat pengukuran di dalam mengukur gejala yang sama.
Uji validitas dan reliabilitas atas instrumen ini untuk menetahui tingkat akurasi dan konsistensi atau keandalan data yang sebenarnya. Pengujian reliabilitas instrument dapat dilakukan secara eksternal maupuan internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability), equivalent, dan gabunagan keduanya. Secara internal reliabilitas instrumen dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen denganteknik tertentu.
Instrumen penelitian yang reliabilitasnya diuji dengan test- retest dilakukan dengan cara mencobakan instrument beberapa kali pada responden. Jadi dalam hal ini instrumennya sama, respondennya sama, dan waktunya yang berbeda. Reliabilitas diukur dari koefisien korelasi antara percobaan pertama dengan yang berikutnya. Bila koefisien korelasi positif dan signiifkan maka instrument tersebut sudah dinyatakan reliabel. Pengujian cara ini disebut stability.31
Ada beberapa macam teknik dalam mencari reliabilitas salah satunya adalah mencari reliabilitas dengan rumus Spearman-Brown, dalam menghitung reliabilitas dengan teknik ini peneliti harus melalui langkah membuat tabel analisis butir soal atau butir pertanyaan. Dari analisis ini skor-skor dikelompokkan menjadi dua berdasarkan belahan bagian soal. Ada dua cara membelah yaitu belah ganjil-genap dan belah awal-akhir. Oleh karena inilah maka teknik Spearman-Brown dalam mencari reliabilitas juga disebut teknik dua.
Dengan teknik belah dua ganjil - genap peneliti mengkelompokkan skor butir bernomor ganjil sebagai belahan pertama dan kelompok skor butir bernomor genap sebagai belahan kedua.
Langkah selanjutnya adalah mengkorelasikan skor belahan pertama dengan skor belahan kedua, dan akan diperoleh harga rxy. Oleh karena indeks korelasi yang diperoleh baru menunjukan hubungan antara dua
31 Sugiyono, Statistika untuk Penelitian..., hal. 354.
belahan instrument, maka untuk memperoleh indeks reliabilitas soal masih harus menggunakan rumus Spearman-Brown, yaitu :
2 x r 1/21/2
r 11 --- (1 + r 1/21/2)
Dengan keterangan
r 11 = reliabilitas instrument
r 1/21/2 = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan instrumen32
Hasil perhitungan r dibandingkan dengan r tabel didasarkan pada kualitas harga r berdasarkan pendapat para ahli sesuai dengan pendapat dari sugiyono yang dapat dilihat pada tabel mengenai kualitas harga r. Artinya instrumen ini cukup memadai untuk digunakan sebagai alat ukur.33 Daftar kualitas harga sebagai berikut Angka korelasi (R) antara 0,80 - 1,00 = sangat kuat
Angka korelasi (R) antara 0,60 - 0,79 = kuat Angka korelasi (R) antara 0,40 - 0,59 = sedang Angka korelasi (R) antara 0,20 - 0,39 = rendah Angka korelasi (R) antara 0,00 - 0,19 = sangat rendah
Dalam penelitian ini dilakukan uji reliabilitas butir item yang dianalisis dengan bantuan program IBM SPSS 21.
32 Arikunto suharsimi, Prosedur Penelitian..., hal. 223-224.
33 Sugiyono, Metode Penelitian..., hal. 200.
Langkah-langkah pengujian reliabilitas:
1) Masukkan jawaban masing-masing butir pertanyaan pada kolom worksheets SPSS.
2) Klik Analyze.
3) Klik Scale.
4) Klik Reability Analysis.
5) Klik atau blok butir pertanyaan (atau di blok).
6) Kilik tanda panah sehingga semua butir masuk ke kotak Items.
7) Klik Statistics.
8) Klik pada kotak Descriptive for untuk Item, Scale if item deleted.
9) Klik pada kotak Inter-Item kotak untuk Correlations.
10) Klik Continue.
11) Klik OK pada kotak kerja Reability Analysis.
7. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dapat dilakukan pada satau atau lebih sampel.
Pengujian hipotesis dapat berlaku pada statistika parametrik maupun statistika nonparametrik.
8. Uji Regresi Linier berganda
Pengujian dalam penelitian ini menggunakan regresi, istilah regresi mulai digunakan dalam analisis statistic oleh Galton. Analisis ini mengenai perbandingan antara tinggi badan anak laki-laki dengan tinggi badan ayahnya. Galton menyimpulkan bahwa rata-rata tinggi
badan anak laki-laki dari ayah yang tinggi, kurang tinggi dibandingkan dengan rata-rata tinggi ayah mereka. Sebaliknya rata- rata tinggi anak laki-laki dari ayah mereka yang pendek, lebih tinggi dari rata-rata tinggi ayah mereka.
Akibat dari adanya regresi, menunjukan adanya kecenderungan kearah rata-rata dari hasil yang sama pengukuran berikutnya. Istilah regresi juga digunakan dalam analisis statistic yang digunakan dalam mengembangkan suatu persamaan untuk meramalkan sesuatu variabel dari variabel kedua yang diketahui.34
Pada penelitian ini terdapat lebih dari satu variabel bebas maka menggunakan regresi ganda (multiple regression). Analisis korelasi dan regresi berganda ini adalah analisis tentang hubungan antara satu dependen variabel dengan dua variabel atau lebih independen variabel. Jika ada lebih satu variabel bebas untuk mengestimaiskan nilai Y, persamaan tingkat pertama persamaan disebut permukaan regresi (regression surface), misalnya Y = a + bX + cZ. Y adalah kombinasi linier dari X dan Z. konstan b dan c disebut koefisien regresi. Adakalanya a, b, dan c diganti dengan b1, b2, dan b3 sedangkan X dan Z diganti dengan X1, dan X2.
Dalam analisis regresi, baik regresi sederhana (dengan satu variabel bebas) maupun regresi berganda (dengan lebih dari satu variabel bebas) ada tiga rukun dasar yang harus dicari, yaitu:
34 Arikunto suharsimi, Prosedur Penelitian..., hal. 338
a. Garis regresi, yaitu garis yang menyatakan hubungan antara variabel-variabel itu.
b. Standar error of estimate (Sy, X1, X2), yaitu harga yang mengukur pemencaran tiap-tiap titik (data) terhadap garis regresinya. Atau merupakan penyimpangan standar dari harga-harga dependent (Y) terhadap regresinya.
c. Koefisien korelasi (r), yaitu angka yang menyatakan eratnya hubungan antara variabel-variabel itu.35
Untuk persamaan garis regresi yang mempunyai dua independen variabel adalah : Yc = b0 + b1 X1 + b2 X2.
Keterangan:
Y = Variabel Terikat
X1 dan X2 = Variabel Bebas a = Intersep
b1 dan b2 = konstanta
Dalam penelitian ini dilakukan uji regresi ganda yang dianalisis dengan bantuan program IBM SPSS 21.
Dapat dianalisis dengan menggunakan uji regresi, berikut langkah-langkahnya:
1) Klik Analyze.
2) Klik Regression.
3) Klik Linier sehingga muncul kotak kerja Linier Regression.
35 Arikunto suharsimi, Prosedur Penelitian..., hal. 339
4) Klik variabel dependentnya.
5) Klik tanda panah untuk memasukkan ke kotak Dependent.
6) Klik semua variabel independent.
7) Klik tanda panah untuk memasukkan semuanya ke kotak Independent (S).
8) Klik Statistic sehingga muncul kotak kerja linier regression: statistics.
9) Klik Estimates, model fit, collinearity diagnostics pada kotak regression coeffeciens, dan Durbin Watson pada kotak residuals.
10) Klik continue.
11) Klik Plot sehingga muncul kotak kerja linier regression plots.
12) Klik SRESID.
13) Klik tanda panah ke Y.
14) Klik ZPRED.
15) Klik tanda panah ke X.
16) Klik Histogram dan normal probability-plot.
17) Klik Continue.
18) Klik Option sehingga muncil kotak kerja linier regretion:
option.
19) Isi angka probabilitas pada kotak Entry. Umumnya 5% atau 0,05, namun bisa diisi sesuai keinginan peneliti 1% atau 10%.
20) Kilk Continue. Klik OK pada kotak kerja linier regression.