1 BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hampir dua tahun sudah wabah Covid-19 melanda negara kita tercinta yaitu Indonesia. Menghadapi situasi ini pemerintah sigap mengeluarkan berbagai kebijakan guna menghambat penyebaran virus tersebut. Namun upaya yang dilakukan untuk menghambat penyebaran virus ini berbanding lurus dengan terhambatnya kegiatan perekonomian. Permasalahan tersebut bukan hanya di alami Indonesia saja, namun hampir diseluruh dunia yang terdampak virus ini mengalami hal yang sama. Hadirnya Covid-19 ini membawa perubahan yang sangat besar terhadap dunia dengan banyaknya tantangan yang muncul terutama dibidang perekonomian. Perekonomian indonesia mulai mengalami krisis ekonomi semenjak pemberlakukan kebijakkan pencegahan penyebaran covid-19.
Akibatnya banyak usaha yang tidak mampu bertahan karena masalah modal yang tidak dapat diputar.
Indonesia memiliki pendongkrak sektor perekonomian masyarakat secara mandiri serta mampu mendukung pertumbuhan perekonomian negara, yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) (Soetjipto, 2020). Dengan mendirikan UMKM berarti kita menyediakan penyerapan tenaga kerja yang berdampak mengurangi adanya pengangguran terlebih dimasa pandemi seperti sekarang ini, dimana banyak perusahaan besar yang harus melakukan pengurangan jumlah
karyawan karena terdampak pandemi Covid-19. Dari hasil penelitian Soetjipto (2020) kita dapat melihat peluang untuk pemulihan ekonomi nasional negara.
Peraturan atau tatacara pelaksanaan UMKM di atur dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2008. Dalam UU No. 20 Tahun 2008 tersebut lengkap tertera seputar UMKM mulai dari bab I mengenai ketentuan umum sampai dengan bab X mengenai sanksi apabila dana yang tersalurkan disalahgunakan. Dalam peraturan ini juga tertera kriteria UMKM yang dibagi menjadi 3 berdasarkan besarnya omzet suatu usaha. Sektor UMKM memanfaatkan sumber daya alam dan padat karya dalam bidang pertanian, perkebunan, perternakan, dan perdagangan. Oleh sebab itu sektor UMKM sering disebut kegiatan prekonomian dalam kemasyarakatan dimana secara umum benda atau barang yang dihasilkan UMKM adalah kebutuhan sehari-hari yang diperlukan semua lapisan masyarakat.
Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan kemudian disalurkan lagi kepada masarakat (kasmir, 2014). Bank merupakan lembaga keuangan yang berperan dalam perekonomian yang fungsinya tidak lepas dari pendanaan dalam wujud simpanan dan penyaluran dana dalam wujud kredit. Bank dapat membantu permodalan dan pengembangan usaha masyarakat melalui penyaluran kredit.
Pembiayaan suatu usaha memerlukan tambahan modal untuk dapat terrealisasi dan berkembang. Melihat prospek pertumbuhan usaha yang baik dapat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan perekonomian negara, pemerintah bekerja sama dengan lembaga keuangan menghadirkan produk layanan Kredit
Usaha Rakyat (KUR) dengan pola penjaminan bagi para wirausahawan. Banyak lembaga keuangan baik bank maupun non bank yang telah menyediakan produk layanan KUR bagi nasabahnya. Produk layanan ini bisa masyarakat pergunakan dengan sebaik mungkin untuk berinvestasi, memulai bisnis baru ataupun memperbesar bisnis yang sudah dimiliki.
KUR adalah jaminan kredit yang dikhususkan bagi UMKM dan koperasi yang usahanya berpotensi dapat berkembang namun tidak memiliki cukup modal untuk melakukan pengembangan. KUR diluncurkan untuk mempercepat perkembangan sektor rill dan pemberdayaan UMKM sebagai pembrantas kemiskinan, dan penyerapan tenaga kerja.
Tabel 1. 1 Data Lembaga Keuangan Realisasi KUR Di Indonesia
No. Lembaga Keuangan Plafon Debitur
1. Bank Rakyat Indonesia 58.397.886.002.269 2.093.475
2. Bank Mandiri 13.102.218.299.000 135.538
3. Bank Negara Indonesia 9.901.483.435.120 100.326 4. Bank Rakyat Indonesia Syariah 1.981.802.985.054 32.272
5. BPD Jateng 1.067.544.000.000 7.600
Sumber: Data diolah lampiran 10 halaman
KUR dapat diakses melalui bank yang telah dipilih oleh pemerintah dalam bidang penyaluran dana. Pada data realisasi KUR sampai dengan 30 April 2021 tercatat ada sebanyak 37 lembaga keuangan yang telah menyalurkan kredit kepada
±2,4 juta debitur dengan total plafon ±88 Triliun. Lembaga keuangan yang menduduki pringkat nomer 1 dengan jumlah plafon dan debitur terbanyak yaitu
Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan jumlah plafon ±58,3 Triluan dan debitur ±2 Juta.
Terkait dengan penyaluran KUR oleh BRI khususnya di kota malang terdapat banyak unit BRI yang tersebar di wilayah kota Malang, yaitu ada BRI Unit Dinoyo, Unit Dinoyo 2, Unit Tawangmangu, Unit LA Sucipto, unit Pasar Besar, Unit Sukun, Unit Kendalsari, Unit Buring, Unit Tanjung Rejo, Unit Klojen, Unit Poleha, Unit Sukarno Hata, Unit Madyopuro, Unit Mergosono, Unit Gadang dan lain-lain. Melihat dari kawasannya, BRI unit Pasar besar berada dikawasan yang terdapat banyak UMKM. Ini merupakan peluang bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan KUR.
Tabel 1. 2 Perkembangan berdasarkan data yang ada pada buku debitur BRI Unit Pasar Besar Malang periode Mei-Oktober 2021
No Bulan Jumlah Debitur Persentase
1. Mei 20 0,12%
2. Juni 23 0,14%
3. Juli 27 0.17%
4. Agustus 29 0,18%
5. Septembar 30 0.18%
6. Oktober 34 0,21%
Sumber: BRI Unit Pasar Besar Malang
Masyarakat sekitar BRI Unit Pasar Besar lebih mudah mendapatkan modal karena akses lebih dekat dengan kalangan UMKM hal ini ditunjukkan dari data yang memperlihatkan debitur terus bertambah mulai dari 6 bulan terakhir dihitung sejak bulan Mei hingga Oktober 2021 yang mengalami peningkatan setiap
bulannya. Namun terjadi ketidakstabilan dengan peningkatan debitur. Hal ini dapat disebabkan dari pihak pemberi kredit yang dinilai kurang selektif dalam memilih calon debitur untuk menghindari adanya kredit macet dan penunggakkan pembayaran. Karakteristik dan keadaan usaha yang dijalankan calon debitur KUR sangat perlu untuk diidentifikasi.
Faktor yang dapat mempengaruhi penyaluran KUR yaitu karakteristik usaha yang meliputi: omzet usaha, lama usaha dan modal usaha (Indarto & Santoso, 2020). Karena dari ketiga karakteristik tersebut dapat mencerminkan tingkat pendapatan usaha. Apabila pendapatan usaha debitur tinggi tentu debitur akan mampu melakukan pengembalian KUR dengan lancar sesuai dengan yang diinginkan pihak penyalur kredit. Omzet usaha dapat mempengaruhi penyaluran kredit karena semakin banyak omzet usaha maka akan memberikan prospek yang baik, kemudian lama usaha akan memberikan pengalaman yang baik untuk perkembangan usaha, dan modal usaha adalah hal yang paling penting dalam membangun sebuah usaha.
Ketiga faktor tersebut dapat mempengaruhi proses penyaluran KUR, pihak kreditur diharapkan lebih teliti dalam memilih calon debitur, untuk menghindari kredit macet dan penunggakkan pembayaran yang akan menjadi beban penyalur kredit. Dari uraian permasalahan tersebut maka pengamat tertarik untuk menganalisis pengaruh karakteristik usaha yang meliputi omzet usaha, lama usaha, dan modal usaha terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pasar Besar Malang pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh omzet usaha terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Pasar Besar Malang pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)?
2. Bagaimana pengaruh lama usaha terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Pasar Besar Malang pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)?
3. Bagaimana pengaruh modal usaha terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Pasar Besar Malang pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)?
C. Batasan Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah, peneliti membatasi ruang lingkup penelitian ini. Batasan pada penelitian ini yaitu akan menyebar kuesioner untuk UMKM yang mendapatkan kredit selama 6 bulan terhitung mulai Mei sampai Oktober 2021 dan menerima penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari lembaga keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Pasar Besar Malang.
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah maka penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui pengaruh omzet usaha terhadap penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Pasar Besar Malang pada usaha mikro kecil menengah (UMKM).
2. Mengetahui pengaruh lama usaha terhadap penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Pasar Besar Malang pada usaha mikro kecil menengah (UMKM).
3. Mengetahui pengaruh modal usaha terhadap penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Pasar Besar Malang pada usaha mikro kecil menengah (UMKM).
E. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Aspek Teoritis
a. Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai acuan ataupun sebagai bahan kajian ilmu ekonomi khususnya manajemen ekonomi.
b. Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya dalam konteks permasalahan yang berkaitan dengan penyaluran kredit usaha rakyat lainnya.
c. Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai sumber pembelajaran bagi wirausahawan untuk dapat mengakumulasi kredit usahanya sesuai kemampuan.
2. Aspek Praktis
Memberikan informasi kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Pasar Besar Malang tentang karakteristik usaha yang meliputi omzet usaha, lama usaha, dan modal usaha berpengaruh terhadap penyaluran kredit agar terhindar dari kredit macet.