• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III RESUME KASUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III RESUME KASUS"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

23

Pada bab ini berisi tentang resume kasus akupunktur pada Nn.N, berusia 20 tahun dengan keluhan nyeri perut sebelah kiri bagian atas, dengan Sindrom Panas di Lambung. Resume ini meliputi seperti pengkajian, diagnosa akupunktur, perencanaan terapi akupunktur, implementasi akupunktur,dan evaluasi akupunktur. Penatalaksanaan akupunktur dimulai pada tanggal 15 Desember 2019 sampai dengan 20 Januari 2020 di Klinik Iis Medika Kartasura, terapi akupunktur dilakukan dengan frekuensi 2 hari sekali sebanyak 11 kali terapi.

A. Pengkajian

Pengkajian dilakukan pada 15 Desember 2019 hari Minggu pukul 16.00 WIB di Klinik Iis Medika Kartasura. Pengkajian dilakukan dengan empat cara pemeriksaan dan vital sign. Pengkajian dilakukan secara auto-anamnesa.

Dari pengkajian didapatkan data pasien sebagai berikut, nama Nn.N, berusia 20 tahun, jenis kelamin perempuan, beragama islam, beralamatkan di Jl.Gatak 3 pabelan kartasura, pendidikan terakhir SMA, status perkawinan Nn.N belum menikah.

Pemeriksaan penunjang tindakan terapi ini dengan vital sign, data dari pemeriksaan dengan vital sign didapatkan bahwa tekanan darah Nn.N 110/80 mmHg, respirasi 18 kali permenit, frekuensi nadi 87 kali permenit, suhu tubuh 36°celcius , berat badan 44 kilogram dan tinggi badan 155 centimeter, kondisi umum compos mentis (sadar penuh), dan Nn.N tidak memiliki riwayat alergi. Dari pemeriksaan secara medis Nn.N di diagnosa gastritis.

1. Wang ( Pengamatan )

Pada pemeriksaan Shen (semangat) didapatkan bahwa Nn.N terlihat kurang semangat, sinar mata kurang baik, dan sadar penuh.Pada pemeriksaan Se (rona wajah) terlihat wajah Nn.N bersih sedikit kusam.Sing Tay (bentuk tubuh) terlihat tubuh Nn.N kurus dengan berat badan 44 kilogram. Hasil pemeriksaan lidah Nn.N terlihat otot lidah

(2)

merah , ukuran gemuk, ada sedikit tapak gigi, tidak ada bercak sianotik, selaput lidah putih sedikit kekuningan di tengah.

2. Wen (Pendengaran dan Penciuman)

Dari hasil pemeriksaan pendengaran dan penciuman, didapatkan bahwa suara Nn.N terdengar jelas dan keras normal, tidak ada suara serak, tidak ada suara batuk, tidak ada suara cegukan, ada suara nafas, tercium bau keringat, dan bau mulut. Sedangkan tinja, bau riak, dan bau air seni tidak dievaluasi.

3. Wun (Anamnesa)

Dari hasil pemeriksaan Anamnesa didapatkan data Nn.N vital sign tekanan darah 110/80mmHg, dan Nn.N mengeluhkan nyeri perut sebelah kiri atas dengan sensasi seperti terbakar, Nn.N mengaku nyeri sudah dirasa kurang lebih 3 tahun yang lalu dan nyeri dirasa semakin memburuk semenjak kurang lebih 3 bulan yang lalu, pasien mengaku nyeri timbul ketika pasien mengkonsumsi makanan pedas, asam dan keluhan akan mereda apabila pasien mengkonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter, setelah dilakukan anamnesa lebih dalam, didapati bahwa pasien mulai merasakan nyeri kurang lebih 3 tahun yang lalu setelah mengalami stres berkepanjangan, pola makan yang tidak teratur dan makanan yang dapat mengiritasi lambung serta kualitas minum yang kurang pasien cenderung menyukai minuman seperti air es atau es teh.

Keluhan tambahan yang dirasakan Nn.N yaitu mual, muntah, setiap terlambat makan dan disertai pusing.Nn.N memiliki riwayat penyakit gastritis yang diderita kurang lebih 6 tahun, tidak memiliki riwayat penyakit keluarga, riwayat terapi atau obat-obatan yang dikonsumsi Nn.N yaitu Ranitidine, dan Mylanta. Pelaksanaan terapi akupunktur ini merupakan yang pertama kali. Dari data emosi yang didapat Nn.N berpikir dan memendam masalah karena masalah pribadi yang dialami membuat Nn.N merasa stress ditambah beban sebagai seorang mahasiswi yang sibuk dengan kuliah serta organisasi yang diikuti.

(3)

Pada pemeriksaan sindroma organ hati didapatkan keluhan pada mata seperti mata minus, pusing, memendam, Organ limpa dan lambung didapatkan keluhan mudah lelah, kembung, mual, muntah, nyeri ulu hati, Pada organ usus besar dan paru didapatkan data bahwa Nn.N megalami konstipasi atau susah buang air besar dan kulit kering.

Ditinjau dari status diet Nn.N merasakan nafsu makan yang kurang baik dengan frekuensi 2 kali dalam sehari dengan porsi sedang, jenis makanan yang dikonsumsi yaitu nasi,dengan lauk ayam geprek yang pedas. Nn.N suka mengkonsumsi camilan seperti cilor pedas dan kripik.

Frekuensi minum Nn.N dalam sehari biasanya kurang dari 6 gelas ukuran kecil (@300 ml) dengan volume minum per hari sebanyak 1,5 liter. Jenis minuman yang dikonsumsi adalah es teh atau air es.

Pada anamnesa terkait status BAB dan BAK frekuensi BAB Nn.N adalah 3 kali dalam satu minggu, tinja berbentuk lonjong dengan permukaan tidak rata, dengan konsistensi keras. Saat BAB Nn.N mengejan, tidak ada darah dalam tinja, tinja berwarna kecoklatan.

Frekuensi BAK Nn.N kurang dari 7 kali dalam sehari, dengan jumlah banyak, warna kuning kecoklatan, tidak ada darah, dan terdapat 1 kali BAK pada malam hari.

Status genekologisnya Nn.N menstruasi pertama kali pada usia 13 tahun tanggal menstruasi terakhir 14 November 2019, menstruasi Nn.N teratur dengan jarak 28 hari dan lama menstruasi 7 hari, warna darah merah tua, volume darah menstruasi banyak pada menstruasi hari pertama hingga hari ketiga. Saat menstruasi Nn.N mengeluhkan nyeri perut bagian bawah dan nyeri pada pinggang. Pasien mengalami keputihan dengan jumlah sedang dengan warna putih jernih dan tidak merasakan gatal dan tidak berbau.

4. Cie (Palpasi)

Palpasi lokalis pada hipokondrium kiri tidak ada memar, tidak ada kelainan anatomis dan terdapat nyeri apabila ditekan. Palpalis lokalis

(4)

terdapat nyeri tekan menunjukkan adanya sindrom ekses dan pada pemeriksaan nadi di dapatkan kecepatan nadi cepat, dan kuat menandakan adanya sindrom panas (Saputra, 2017). Palpasi menurut tiga region didapatkan data sebagai berikut:

Tabel 3.1 Region Palpasi Nadi (Dokumen Primer, 2019)

Kanan Kiri

Cun Paru: Normal Usus Besar : Normal

Jantung : Normal Usus kecil : Normal Guan Limpa: Kuat

Lambung : Kuat

Hati : Lemah Kandung : Kuat Empedu

Chi Ginjal : Normal Ginjal : Lemah

B. Diagnosa Akupunktur

Dari hasil anamnesa data yang didapatkan pada Nn.N yaitu Nn.N mengeluhkan nyeri pada perut sebelah kiri bagian atas dan nyeri apabila dilakukan penekanan diarea tersebut dari pemeriksaan lidah di dapatkan lidah Nn.N berwarna merah muda dengan selaput putih kekuningan,merasakan nyeri pada perut bagian kiri atas karena mengkonsumsi makanan pedas dan sering terlambat makan, Nn.N menyukai minuman yang dingin seperti es teh atau air es, status BAB tidak lancar dengan feses yang keras dan frekuensi 3 kali dalam seminggu dan BAK berwarna kuning kecoklatan. Pada pemeriksaan nadi didapatkan data nadi Nn.N kecepatan nadi cepat dan kuat.

Berdasarkan hasil pengkajian yang didapatkan pada Nn.N dirumuskan diagnosa akupunktur pada Nn.N usia 20 tahun dengan keluhan nyeri perut sebelah kiri atas seperti terbakar sejak kurang lebih 3 tahun dan keluhan memberat kurang lebih 3 bulan yang lalu oleh karena Sindrom Panas di Lambung yang disebabkan oleh stress yang berkepanjangan, pola makan

(5)

yang tidak teratur, dan sering mengkonsumsi makanan pedas dan asam serta hanya minum air es atau es teh.

C. Perencanaan Terapi Akupunktur

Perencanaan terapi akupunktur pada Nn.N dengan kasus Gastritis Kronis pada tanggal 15 Desember 2019 sampai dengan 20 Januari 2020, frekuensi terapi 2 hari sekali dalam satu minggu di Klinik Iis Medika Kartasura dengan rincian perencanaan terapi akupunktur sebagai berikut:

1. Menentukan prinsip terapi

Prinsip terapi akupunktur pada Nn.N adalah dengan mengeluarkan panas yang ada dilambung dan tonifikasi yin.

2. Menentukan titik akupunktur

Titik akupunktur yang digunakan yaitu :

a. Titik utama (Simtomatik)

CV12 (Zhongwan), BL21(Weishu), PC6 (Neiguan), ST 36 (Zusanli).

b. Titik diferensial (kausatif)

LI4(Hegu), ST44(Neitting), LV3(Taichong), KI3(Taixi), BL18 (Ganshu).

3. Menentukan posisi Nn.N

Titik akupunktur yang akan dilakukan penusukan adalah titik yang berada di posterior dan anterior sehingga terapi akupunktur akan dilakukan dengan posisi supinasi dan pronasi, diharapkan dengan posisi ini diharapkan Nn.N tetap merasa nyaman saat terapi dilaksanakan.

4. Memberikan saran dan anjuran

Pada kasus seperti ini diharapkan Nn.N dapat menghindari mengkonsumsi makanan yang dapat mengiritasi lambung seperti makanan asam, pedas, terlalu panas atau terlalu dingin. Hindari atau

(6)

kurangi mengkonsumsi teh secara berlebih dan mulailah mengganti air minum dari yang mulanya selalu teh dan air es menjadi air mineral karena teh juga mengandung kafein yang apabila dikonsumsi terus menerus dapat meningkatkan refluks pada lambung, membiasakan mengkonsumsi makanan dalam bentuk yang tidak terlalu keras (lunak) agar supaya mudah dicerna dengan porsi kecil namun sering mengkonsumsi makanan lunak dengan tujuan agar dapat meringankan kinerja lambung pada proses pencernaan, menjaga pola istirahat dengan istirahat yang cukup yaitu sekitar 6-8 jam perhari serta melakukan aktivitas olahraga seperti lari-lari kecil, bersepeda santai,senam,dan memanajemen atau mengatur stress dengan baik (Anies, 2016).

D. Implementasi Akupunktur

Terapi akupunktur dilakukan sebanyak 11 kali yang guna untuk mengurangi keluhan yang dirasakan Nn.N

Implementasi akupunktur yang pertama yakni meliputi mempersiapkan peralatan terapi seperti jarum akupunktur ukuran 1 & 1,5 cun, kapas dan alkohol 70%, kom, bengkok, elektrostimulator dan bed. Yang kedua melakukan pemeriksaan vital sign lalu terapis, setelah itu mempersilahkan pasien untuk berbaring di bed. Pada kunjungan pertama terapis juga menjelaskan bagaimana mekanisme dan tujuan terapi akupunktur, serta Nn.N diminta untuk menandatangani lembar persetujuan tindakan, sebelum dilakukan tindakan pasien di perlihatkan skala nyeri dan dijelaskan bagaimana cara menunjukan satu titik yang akan mengukur nyeri yang dirasakan sekarang, selanjutnya diberikan pengarahan tentang lokasi titik akupunktur mana saja yang akan digunakan dalam terapi, setelah itu pasien di persilahkan berbaring di atas bed dengan posisi yang nyaman lalu dilakukan desinfektan pada area-area penusukan dan dilanjutkan dengan penusukan pada titik akupunktur.

Penusukan dilakukan pada titik BL21 (Weishu), BL18 (Ganshu) dengan posisi pronasi, selanjutnya dilakukan penusukan pada titik, ST36

(7)

(Zusanli), CV12 (Zhongwan), PC6 (Neiguan), LI4 (Hegu), ST44 (Neiting), LV3 (Taichong), dan KI3 (Taixi), dengan posisi supinasi. Kemudian dilakukan pemasangan elektrostimulator dengan gelombang 1 (Continous Wave) dengan frekuensi 70 Hz selama 20 menit dan 30 Hz selama 10 smenit per posisi serta intensitas disesuaikan dengan kenyamanan Nn.N ketika terapi sedang berlangsung Nn.N diarahkan untuk beristirahat. Pada saat elektrostimulator berbunyi yang menandakan bahwa terapi telah selesai, elektrostimulator dimatikan serta mengatur gelombang, frekuensi, dan intensitas dalam keadaan Off. Selanjutnya melepaskan penjepit elektrostimulator dan melepaskan jarum lalu dilakukan desinfeksi kembali pada area bekas penusukan dengan kapas beralkohol. Selanjutnya membantu Nn.N untuk bangun dari bed dan merapikan pakaian yang di kenakan Nn.N.

Setelah pelaksanaan terapi selesai, terapis mempersilahkan duduk dan menanyakan hasil terapi apakah sudah ada perubahan serta memberikan saran dan anjuran. Tahapan implementasi diatas diulang dengan sama selama 11 kali terapi.

E. Evaluasi Penatalaksanaan Terapi akupunktur

Pelaksanaan terapi akupunktur dilakukan sebanyak 11 kali. Setiap kunjungan terapi pasien dilakukan evaluasi untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien secara menyeluruh. Setelah dilakukan terapi akupunktur selama 11 kali tindakan terapi didapatkan hasil evaluasi sebagai berikut:

Kunjungan kedua pada hari kamis, 2 Januari 202. Keluhan utama nyeri pada perut sebelah kiri bagian atas dengan skala nyeri berada diangka 7 Pada pemeriksaan vital sign didapatkan tekanan darah Nn.N 110/80mmHg, respirasi 20 kali permenit, nadi 90 kali permenit. Untuk keluhan tambahan yaitu pusing, mual, dan muntah masih dirasakan pasien. Pada pemeriksaan nadi didapatkan nadi kecepatan cepat, kekuatan kuat. Pada pemeriksaan lidah didapatkan otot lidah berwarna merah dengan selaput putih kekuningan dan terdapat tapak gigi. Nn.N datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Pada pelaksanaan terapi Nn.N juga mengkonsumsi obat-obatan seperti ranitidine.

(8)

Terapi akupunktur dilakukan penusukan pada titik ST36 (Zusanli), CV12 (Zhongwan),BL21 (Weishu), PC6(Neiguan), LI4(Hegu), ST44 (Neitting),LV3 (Taichong), KI3 (Taixi), dan BL18(Ganshu) titik yang digunakan untuk menghilangkan keluhan utama, mual muntah, pusing.

Menggunakan elektrostimulator dengan gelombang continuous wave selama 20 menit dan metode sedasi.

Kunjungan ketiga, pada hari Sabtu, 4 Januari 2020. Keluhan utama nyeri pada perut sebelah kiri bagian atas dengan skala nyeri berada diangka 6 dilakukan pemeriksaan vital sign didapatkan data tekanan darah Nn.N 110/75mmHg, respirasi 20 kali permenit, nadi 87 kali permenit. Untuk keluhan tambahan yaitu pusing, mual, dan muntah. Pada pemeriksaan nadi didapatkan nadi kecepatan nadi cepat, kuat. Pada pemeriksaan lidah didapatkan otot lidah merah dengan selaput putih kekuningan,tebal dan terdapat tapak gigi. Nn.N datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Pada pelaksanaan terapi Nn.N juga mengkonsumsi obat-obatan seperti ranitidine. Nn.N datang dengan keluhan nyeri merasa berkurang bila diukur dengan skala nyeri berada di angka 6 nyeri yang sebelumnya diangka 7. Mual,muntah dan pusing sudah mulai berkurang.

Terapi akupunktur dilakukan penusukan pada titik ST36 (Zusanli), CV12 (Zhongwan),BL21 (Weishu), PC6(Neiguan), LI4(Hegu), ST44 (Neitting),LV3 (Taichong), KI3 (Taixi), dan BL18(Ganshu) titik yang digunakan untuk menghilangkan keluhan utama, mual muntah serta pusing. Menggunakan elektrostimulator dengan gelombang continuous wave selama 20 menit dan metode sedasi.

Kunjungan keempat pada hari Senin, 6 Januari 2020. Keluhan utama nyeri pada perut sebelah kiri bagian atas dengan skala nyeri berada diangka 6. Pada pemeriksaan vital sign didapatkan data tekanan darah Nn.N 100/80mmHg, respirasi 20 kali permenit, nadi 90 kali permenit.

Untuk keluhan tambahan yaitu pusing, mual, dan muntah. Pada pemeriksaan nadi didapatkan kecepatan nadi cepat, kuat. Pemeriksaan

(9)

lidah didapatkan otot lidah merah dengan selaput putih kekuningan dan tebal. didapatkan otot lidah merah dengan selaput putih kekuningan ,tebal dan terdapat tapak gigi. Nn.N datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Pada pelaksanaan terapi Nn.N juga mengkonsumsi obat-obatan seperti ranitidine. Nn.N datang dengan keluhan nyeri yang dirasa masih sama pada terapi ketiga yaitu skala nyeri masih di angka 6.

Mual, muntah dan pusing masih dirasa pasien namun terasa sedikit berkurang.

Terapi akupunktur dilakukan penusukan pada titik ST36 (Zusanli), CV12 (Zhongwan),BL21 (Weishu), PC6(Neiguan), LI4(Hegu), ST44 (Neitting),LV3 (Taichong), KI3 (Taixi), dan BL18(Ganshu) titik yang digunakan untuk menghilangkan keluhan utama, mual muntah serta pusing. Menggunakan elektrosimulator dengan gelombang continus wave selama 20 menit dan metode sedasi.

Kunjungan kelima pada hari Rabu, 8 Januari 2020, Keluhan utama nyeri pada perut sebelah kiri bagian atas dengan skala nyeri di angka 6 turun menjadi diangka 4. Pada pemeriksaan vital sign didapatkan data tekanan darah Nn.N 110/80mmHg, respirasi 18 kali permenit, nadi 86 kali permenit, Untuk keluhan tambahan yaitu pusing, mual, dan muntah.

Pada pemeriksaan nadi didapatkan nadi, kecepatan cepat, kuat.. Pada pemeriksaan lidah yaitu otot lidah berwarna merah dengan selaput putih kekuningan, tebal dengan tingkatan kekuningan yang sudah mulai berkurang dan terdapat tapak gigi. Nn.N datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Pada pelaksanaan terapi Nn.N juga mengkonsumsi obat-obatan seperti ranitidine. Nn.N datang dengan nyeri yang dirasa sedikit berkurang, dengan pengukuran skala nyeri dari angka 6 nyeri turun ke angka 4. Mual,muntah dan pusing masih dirasakan namun berkurang.

Terapi akupunktur dilakukan penusukan pada titik ST36 (Zusanli), CV12 (Zhongwan),BL21 (Weishu), PC6(Neiguan), LI4(Hegu), ST44 (Neitting),LV3 (Taichong), KI3 (Taixi), dan BL18(Ganshu) titik yang

(10)

digunakan untuk menghilangkan keluhan utama, mual muntah serta pusing. Menggunakan elektrosimulator dengan gelombang continus wave selama 20 menit dan metode sedasi.

Kunjungan keenam pada hari Jumat, 10 Januari 2020. Keluhan utama nyeri pada perut sebelah kiri bagian atas dengan skala nyeri diangka 4 turun menjadi di angka 3. Pada pemeriksaan vital sign didapatkan data tekanan darah Nn.N 120/80mmHg, respirasi 19 kali permenit, nadi 85 kali permenit. Untuk keluhan tambahan yaitu pusing, mual, dan muntah.

Pada pemeriksaan nadi didapatkan nadi, kecepatan cepat, kuat. Pada pemeriksaan lidah didapatkan otot lidah bewarna merah, dengan selaput putih kekuningan, tebal namun tingkat ketebalan yang mulai berkurang dan terdapat tapak gigi. Nn.N datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Pada pelaksanaan terapi Nn.N juga mengkonsumsi obat-obatan seperti ranitidine. Nn.N datang dengan keluhan nyeri sudah sedikit berkurang apabila diukur dengan skala nyeri berada diangka 4 dan turun menjadi diangka 3. Mual, muntah dan pusing masih dirasakan oleh pasien namun sedikit demi sedikit merasa berkurang.

Terapi akupunktur dilakukan penusukan pada titik ST36 (Zusanli), CV12 (Zhongwan),BL21 (Weishu), PC6(Neiguan), LI4(Hegu), ST44 (Neitting),LV3 (Taichong), KI3 (Taixi), dan BL18(Ganshu) titik yang digunakan untuk menghilangkan keluhan utama, mual muntah serta pusing. Menggunakan elektrostimulator dengan gelombang continuous wave selama 20 menit dan metode sedasi.

Kunjungan ketujuh pada hari Minggu, 12 Januari 2020. Keluhan utama nyeri pada perut sebelah kiri bagian atas dengan skala nyeri diangka 4 yang sebelumnya di angka 3 Pada pemeriksaan vital sign didapatkan data tekanan darah Nn.N 110/80mmHg, respirasi 19 kali permenit, nadi 80 kali permenit. Untuk keluhan tambahan yaitu pusing, mual, dan muntah.

Pada pemeriksaan nadi didapatkan nadi kecepatan cepat, kuat. Pada pemeriksaan lidah didapatkan otot lidah berwarna merah dengan selaput putih kekuningan dengan tingkatan kekuningan yang berkurang dan

(11)

terdapat tapak gigi. Nn.N datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Nn.N datang dengan keluhan nyeri yang dirasa masih sama dengan terapi sebelumnya dengan skala nyeri kembali ke angka 4. Mual, muntah masih dirasakan pasien serta pusing masih dirasakan hal ini dikarenakan pasien kembali mengkonsumsi makanan pedas.

Terapi akupunktur dilakukan penusukan pada titik ST36 (Zusanli), CV12 (Zhongwan),BL21 (Weishu), PC6(Neiguan), LI4(Hegu), ST44 (Neitting),LV3 (Taichong), KI3 (Taixi), dan BL18(Ganshu) titik yang digunakan untuk menghilangkan keluhan utama, mual muntah serta pusing. Menggunakan elektrosimulator dengan gelombang continus wave selama 20 menit dan metode sedasi.

Kunjungan kedelapan pada hari Selasa, 14 Januari 2020. Keluhan utama nyeri pada perut sebelah kiri bagian atas dengan skala nyeri diangka 3 yang sebelumnya kembali di angka 4. Pada pemeriksaan vital sign didapatkan data tekanan darah Nn.N 110/80mmHg, respirasi 20 kali permenit, nadi 80 kali permenit. Untuk keluhan tambahan yaitu mual, dan muntah. Pada pemeriksaan nadi didapatkan kecepatan cepat, kuat normal. Pada pemeriksaan lidah didapatkan otot lidah berwarna merah dengan selaput putih kekuningan dengan tingkatan kekuningan yang berkurang,mendekati selaput putih dengan tingkat ketebalan yang berkurang dan terdapat tapak gigi. Nn.N datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Nn.N datang dengan keluhan dirasa masih sama dan skala nyeri di angka di angka 3 yang sebelumnya di angka 4. Mual, muntah masih dirasakan oleh pasien dan pusing sudah tidak dirasakan oleh pasien.

Terapi akupunktur dilakukan penusukan pada titik ST36 (Zusanli), CV12 (Zhongwan),BL21 (Weishu), PC6(Neiguan), LI4(Hegu), ST44 (Neitting),LV3 (Taichong), KI3 (Taixi), dan BL18(Ganshu) titik yang digunakan untuk menghilangkan keluhan utama, mual muntah serta pusing. Menggunakan elektrotsimulator dengan gelombang continous wave selama 20 menit dan metode sedasi.

(12)

Kunjungan kesembilan pada hari Kamis, 16 Januari 2020. Keluhan utama nyeri pada perut sebelah kiri bagian atas dengan skala nyeri di angka 3. Pada pemeriksaan vital sign didapatkan data tekanan darah Nn.N 100/80mmHg, respirasi 20 kali permenit, nadi 80 kali permenit.

Untuk keluhan tambahan yaitu mual, dan muntah. Pada pemeriksaan nadi didapatkan nadi kecepatan cepat, kuat. Pada pemeriksaan lidah didapatkan otot lidah berwarna merah dengan selaput putih kekuningan dengan tingkatan kekuningan yang jauh berkurang dari sebelumnya dan terdapat tapak gigi. Nn.N datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Nn.N datang dengan keluhan dirasa masih sama dengan terapi sebelumnya dengan skala nyeri di nomor 3. Mual, muntah masih ada namun sangat berkurang Terapi akupunktur dilakukan penusukan pada titik ST36 (Zusanli), CV12 (Zhongwan),BL21 (Weishu), PC6(Neiguan), LI4(Hegu), ST44 (Neitting), dan KI3 (Taixi), titik yang digunakan untuk menghilangkan keluhan utama, serta pusing.

Menggunakan elektrosimulator dengan gelombang continus wave selama 20 menit dan metode sedasi .

Kunjungan kesepuluh pada hari Sabtu, 18 Januari 2020. Keluhan utama nyeri pada perut sebelah kiri bagian atas dengan skala nyeri berada diangka 2. Pada pemeriksaan vital sign didapatkan data tekanan darah Nn.N 110/80mmHg, respirasi 20 kali permenit, nadi 80 kali permenit.

Pada pemeriksaan nadi didapatkan nadi kecepatan cepat, kuat. Pada pemeriksaan lidah didapatkan otot lidah berwarna merah dengan selaput putih kekuningan dengan tingkatan kekuningan yang jauh berkurang dari sebelumnya dan terdapat tapak gigi. Nn.N datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Nn.N datang dengan keluhan dirasa masih sama dengan terapi sebelumnya dengan skala nyeri diangka 2 yang sebelumnya di angka 3. Mual, muntah sudah tidak dirasakan pasien.Terapi akupunktur dilakukan penusukan pada titik ST36 (Zusanli), CV12 (Zhongwan),BL21 (Weishu), PC6(Neiguan), LI4(Hegu), ST44 (Neitting), dan KI3 (Taixi), titik yang digunakan untuk menghilangkan

(13)

keluhan utama, serta pusing. Menggunakan elektrostimulator dengan gelombang continus wave selama 20 menit dan metode sedasi.

Kunjungan kesebelas pada hari Senin, 20 Januari. Keluhan utama nyeri pada perut sebelah kiri bagian atas dengan skala nyeri berada diangka 0, nyeri ringan yang tidak mengganggu aktivitas. Pada pemeriksaan vital sign didapatkan data tekanan darah Nn.N 110/80mmHg, respirasi 20 kali permenit, nadi 85 kali permenit. Pada pemeriksaan nadi didapatkan nadi kecepatan cepat, kuat. Pada pemeriksaan lidah didapatkan otot lidah berwarna merah dengan selaput putih kekuningan dengan tingkatan kekuningan yang jauh berkurang dari sebelumnya da terdapat tapak gigi.

Nn.N datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Nn.N datang dengan keluhan dirasa sudah sangat berkurang dan mengalami perubahan dari terapi sebelumnya dengan skala nyeri di nomor 0. Mual, muntah sudah tidak ada. Terapi akupunktur dilakukan penusukan pada titik ST36 (Zusanli), CV12(Zhongwan), BL21(Weishu), PC6(Neiguan), LI4(Hegu), ST44 (Neitting), dan KI3(Taixi), titik yang digunakan untuk menghilangkan keluhan utama, Menggunakan elektrostimulator dengan gelombang continous wave selama 20 menit dan metode sedasi.

Referensi

Dokumen terkait

Perlu anda ketahui bahwa tekanan jantung sebelah kiri lebih besar dibandingkan dengan tekanan jantung sebelah kanan, karena jantung kiri menghadapi aliran darah

Perlu anda ketahui bahwa tekanan jantung sebelah kiri lebih besar dibandingkan dengan tekanan jantung sebelah kanan, karena jantung kiri menghadapi aliran darah sistemik atau

Pasien datang ke poliklinik bedah RSMS Purwokerto dengan keluhan sakit pinggang di sebelah kiri, saat kencing terasa panas dan sedikit nyeri serta rasa tidak nyaman

Diagnosa I Nyeri Akut subye ktif : Tn.C.N mengatakan, obyektif : skala nyeri 2 (nyeri ringan )tanda-tanda vital : tekanan darah 170/80 mmHg, nadi 80x/menit, pernapasan

D, 55 tahun, datang dengan keluhan nyeri perut hilang timbul sejak 3 bulan lalu.. Nyeri perut disertai berak darah, diare,

mengatakan nyeri berkurang atau hilang dengan skala nyeri 0-3 (0-10), pasien. tampak rileks, dan tanda-tanda vital dalam batas normal (tekanan

8 Perlu diketahui bahwa tekanan jantung sebelah kiri lebih besar dibandingkan dengan tekanan jantung sebelah kanan, karena jantung kiri menghadapi aliran darah sistemik

“B” G2 P1001Ab0 usia kehamilan 37-38 minggu T/H/I punggung kiri letak kepala keadaan ibu dan janin baik dengan nyeri perut pada bagian bawah.. Penatalaksanaan 1 Menanyakan kepada ibu