30
Pada bab ini berisi resume kasus akupunktur penatalaksanaan terapi akupunktur pada pasien Nn. A dengan keluhan perut sebelah kiri terasa nyeri sampai bagian ulu hati. Resume kasus akupunktur penatalaksanaan terapi akupunktur pada pasien Nn. A dengan kasus gastritis akut ini meliputi:
pengkajian, diagnosa akupunktur, perencanaan terapi, pelaksanaan akupunktur, serta evaluasi.
Penatalaksanaan akupunktur mulai dilakukan pada hari Minggu, 22 April 2018 sampai dengan Minggu, 6 Mei 2018, di Klinik Pratama Wijoyo Husodo Sragen. Terapi akupunktur dilakukan selama 6 kali terapi dengan frekuensi terapi 1-2 kali dalam seminggu. Adapun penatalaksanaan terapi akupunktur pada pasien Nn. A dengan kasus gastritis akut (sindrom Defisiensi Qi Lambung karena dingin) adalah sebagai berikut:
A. Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada hari Minggu, 22 April 2018 dengan cara autoanamnesa. Dilaporkan data pasien Nn.A usia 20 tahun, beragama Islam,
alamat di Suronandan 003/002, Grodol. Pasien masih mahasiswa status belum menikah Pada pemeriksaan vital sign tekanan darah 110/80 mmHg, respirasi 18 kali/menit, frekuensi nadi 78 kali/menit, suhu tubuh pasien 37,5° celcius,
berat badan 47 kg, tinggi badan 150 cm dan mempunyai riwayat alergi yaitu obat-obatan antibiotik. Kondisi umum pasien compos mentis (sadar penuh).
baik dari pemeriksaan medis pasien Nn. A menderita Gastritis Akut . 1. Wang (pengamatan )
Dari hasil pengamatan pasien Nn. A datang dengan kesadaran penuh, pasien terlihat bersemangat, mata terlihat bersinar. Pasien memiliki tubuh tegap, dapat berjalan leluasa, tidak terdapat gangguan gerak ekstrimitas lain. Dari pengamatan lidah, didapatkan lidah terlihat berwarna merah pucat, selaput lidah putih tipis, permukaan basah, ukuran normal, ada tapak gigi, ada fisura, dan tidak mengelupas.
2. Wen (Pendengaran dan penciuman)
Dari hasil pemeriksaan pendengaran dan penciuman suara pasien Nn.A di dapakan bahwa suara pasien Nn.A terdengar jelas, tidak ada suara nafas, tidak terdapat suara batuk. Pada pemeriksaan penciuman tidak terdapat bau badan, bau keringat, dan tidak tercium bau mulut. Sedangkan bau tinja, bau riak dan bau air seni tidak di evaluasi.
3. Wun (Anamnesa)
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pada Selasa, 22 April 2018 dengan caraanamnesa. Didapatkan data pasien Nn. A datang dengan keluhan perut terasa nyeri perut disebelah kiri, perut terasa nyeri akan lebih sering apabila pasien terlambat makan dn makan pedas. Pasien Nn. A mengatakan perut terasa nyeri kurang lebih sejak 3 bulan yang lalu dan bersifat kambuhan ketika terlambat makan dan makan-makanan yang
berbumbu tajam (pedas), Pasien Nn. A juga mengeluhkan mual, dan muntah. Pasien Nn. A mengatakan sering terlambat makan dan mengkonsumsi makanan pedas dan mentah. Rasa nyeri mereda apabila pasien Nn.A mengonsumsi obat-obatan seperti Antasida dan pasien istirahat tidur terlentang.
Ditinjau dari status diet, pada pola makan pasien Nn. A nafsu makan buruk dengan frekuensi makan 2 kali sehari dan jenis makanan yang dikonsumsi nasi, sayur berkuah sedikit, dan lauk. Untuk porsi makan 8-10 sedok makan nasi dengan kecenderungan rasa pedas dan manis, mengonsumsi camilan snack kering, gorengan. Frekuensi minum kurang lebih 8 gelas sehari jenis minuman air putih dengan volume minum sehari sekitar 1,5 liter dengan suhu panas.
Pada anamnesa terkait status BAB dan BAK. Frekuensi BAB 1 kali dalam sehari dengan konsistensi lembek normal, berbentuk lonjong berbentuk dan mengejan normal dengan warna kuning kecoklatan. Untuk frekuensi BAK, kurang lebih 4-5 kali dan sekali saat malam hari dengan jumlah sedikit, warna kuning kecoklatan.
Pada anamnesa status organ pasien Nn. A mengeluhkan pusing, dan kaku/nyeri di leher dan bahu secara akupunktur menandakan terdapat gangguan pada organ hati dan kandung empedu. Pasien Nn. A juga merasakan tidur terganggu mimpi, ekstremitas atas dan bawah dingin menandakan adanya gangguan pada organ jantung dan usus kecil. Pasien Nn. A juga merasakan nafsu makan buruk, mudah lelah dan nyeri
epigastrium menandakan pada organ limpa bermasalah. Pasien Nn.A juga merasakan bersendawa, mual, cegukan, nyeri ulu hati dan perut terasa panas menadakan pada organ lambung bermasalah. Sedangkan pasien Nn.A juga merasakan mudah takut, rambut rontok, cemas, nyeri pinggang dan kandung kemih pasien mengeluhkan BAK malam hari 1 kali menandakan organ organ ginjal bermasalah.
4. Cie (Palpasi)
Palpasi lokalis pada area abdomen tidak ada massa dan tidak ada kelainan anatomis. Terasa nyaman apabila sedikit ditekan dan dihangati.
Pada pemeriksaan nadi didapatkan teraba dalam dan tegang, kecepatan normal, ukuran normal, kekuatan lemah.
Palpasi menurut tiga region didapatkan data sebagai berikut : Tabel 3.1 Palpasi Nadi Pasien Nn. A Menurut Tiga Region
Tangan kiri Tangan kanan
Cun Jantung : Normal Usus kecil : Normal
Paru : Normal Usus besar : Normal Guan Hati : Normal
Kandung empedu : Normal
Limpa : Lemah Lambung : Lemah Chi Ginjal : Normal Pericardium : Normal (Sumber: Saputra dan Idayanti, 2005)
B. Diagnosa Akupunktur
Berdasarkan hasil pengkajian yang didapatkan minggu, 22 April 2018 dirumuskan diagnosa akupunktur pada pasien Nn. A usia 20 tahun “Gastritis Akut dengan sindrom (Defisiensi Qi Lambung karena pathogen dingin)”
akibat dari faktor diet yang tidak tepat dan kebiasaan hidup yang kurang tepat. Ditandai dengan enggan terhadap dingin, ingin minum hangat, perut terasa nyeri menjalar sampai bagian ulu hati, mual, disertai nafsu makan buruk, merasa nyaman apabila diberi sedikit penekanan dan dihangati.
Selaput lidah putih tipis, denyut nadi tegang dan dalam.
C. Perencanaan Terapi
Perencanaan terapi akupunktur pada Nn. A dengan “Gastritis Akut dengan sindrom Defisiensi Qi Lambung karena pathogen dingin” pada Minggu, 22 April 2018 sampai dengan Minggu, 6 Mei 2018, dengan frekuensi terapi 1-2 hari sekali dalam 1 minggu di Klinik Pratama Wijoyo Husodo Sragen.
1. Menentukan prinsip terapi
Prinsip terapi akupunktur pada Nn. A adalah menghangatkan dan menguatkan lambung dan limpa dan menghilangkan dingin pada lambung. Dilakukan terapi dengan menggunakan Elektrostimulator gelombang continuous wave atau gelombang padat tipe adjective (Gelombang 1), dan TDP (Thermal Deep Penetrations) selama 20 menit
disesuaikan dengan kenyamanan pasien Nn. A.
2. MenentukanTitik
a. Titik akupunktur utama yang digunakan yaitu Zusanli (ST 36) untuk mual dan muntah, menguatkan limpa lambung, Zhongwan (CV 12) dan Liangqiu (ST 34) untuk membantu mengurangi nyeri lambung
dan menghangatkan lambung, titik Neiguan (PC 6) untuk meredakan nyeri dan mengeluarkan dingin, titik Pishu (BL 20) dan titik Weishu (BL 21) untuk menguatkan organ limpa dan lambung. Titik Liangmen (ST 21) untuk melancarkan qi lambung.
b. Titik akupunktur deferensial yang digunakan adalah titik Hegu (LI 4) dan titik Gongsun (SP 4) untuk mengusir pathogen dingin dan merangsang qi lambung. Titik Qihai (CV 6) untuk titik dominan Qi.
Terapi akupunktur dilakukan sebanyak 6 kali dengan frekuensi terapi 1-2 kali dalam seminggu selama kurang lebih 1 bulan diharapkan dapat mengurangi keluhan pasien Nn. A.
c. Saran dan anjuran
Saran dan anjuran diberikan untuk menunjang terapi yaitu pasien Nn. A dianjurkan mengubah pola diet dan kebiasaan hidup yang kurang tepat seperti untuk menghindari mengkonsumsi makanan yang bersifat panas dan tajam seperti (pedas dan asam), makan dengan porsi sedikit namun sering atau dengan cara mengunyah makanan kurang lebih 32 kali sampai lembut, dianjurkan mengkonsumsi air putih kurang lebih 8 gelas per hari atau 2,5 L, hindari tidur yang terlalu larut malam dan tidur malam dan kurangi penggunaanAC/Kipas angin di malam hari tidur malam hari kurang lebih 7-8 jam per hari, pasien dianjurkan untuk mengontrol emosi dan menghindari stress semisal dengan jalan-jalan atau refreshing.
D. Implementasi Terapi Akupunktur
Berdasarkan perencanaan terapi diatas, telah disusun pelaksanaan terapi yang dimulai pada tanggal 22 April 2018 hingga 6 Mei 2018 sebanyak 7x terapi, sehingga dapat mengurangi keluhan pasien Nn. A. implementasi akupunktuir yakni meliputi mempersiapkan peralatan terapi yaitu jarum akupunktur (filiform needle) ukuran 1 & 1,5 cun, kapas alcohol 70 %, kom, bengkok, elektrostimulator, dan bed. Melakukan pemeriksaan vital sign.
Terapi melakukan anamnesa terhadap keluhan utama, keluhan tambahan, riwayat penyakit yang pernah diderita pasien Nn.A atau keluarga. Serta pengobatan apa yang pernah di lakukan untuk mengatasi keluahan yang dirasakan Nn. A.
Pada Kunjungan pertama pada Selasa, 22 April 2018 terapis akupunktur, serta Nn. A diminta untuk menandatangani lembar surat persetujuan tindakan.
Sebelum dilakukaan penusukan pada pasien yang di perlihatkan skala nyeri yang dirasakan sekarang 5 , selanjutnya diberikan pengarahan tentang lokasi titik akupunktur yang akan diterapi dilanjutkan dengan pelaksanaan disinfeksi pada area penusukan dan dilanjutkan dengan penusukan titrik akupunktur.
Setelah itu pemasangan elektrostimulator dengan gelombang 1 (continuous wave). Penusukan titrik akupunktur dilakukan selama 20 menit intensitas
disesuaikan denga kenyamanan pasien.
Kunjungan kedua pada selasa 24 April 2018, pasien datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Sebelum dilakukaan penusukan pada pasien yang di perlihatkan skala nyeri yang dirasakan sekarang 5 . Setelah itu dilakukan penusukan diberikan pengarahan tentang lokasi titik akupunktur
mana saja yang akan digunakan dalam terapi dilanjutkan dengan pelaksanaan desinfeksi pada area penusukan dan dilanjutkan dengan melakukan penusukan pada titik akupunktur. Dilakukan penusukan pada titik Zusanli (ST 36) Zhongwan (CV 12), Neiguan (PC 6) , Liangmen (ST 21), Hegu (LI 4) dan Qihai (CV 6), Liangqiu (CV 34), Gongsun (SP 4) dan Taixi (KI 3), fuliu (KI 7) dengan posisi tidur terlentang. Kemudian pemasangan alat elektro stimulator gelombang yang digunakan yakni continuous wave atau gelombang padat tipe adjective dengan mengatur waktu 20 menit
Pishu (BL 20), Weishu (BL 21) Pishu (BL 20) dengan posisi tengkurap, kemudian pemasangan alat elektro stimulator dengan mengatur waktu 20 menit, gelombang yang digunakan yakni continuous wave atau gelombang padat tipe adjective. Setelah pelaksanaan terapi selesai, terapis meminta pasien Nn. A untuk duduk dan menanyakan hasil dari terapi, serta memberikan saran dan anjuran yang diperlukan untuk mendukung pengobatan dan pelaksanaan.
Kunjungan ketiga pada Kamis, 26 April 2018, pasien datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Pasien masih dengan keluhan yang sama namun pasien mengeluhkan keluhan tambahan nyeri perut bagian kiri dan kanan. Sebelum dilakukaan penusukan pada pasien yang di perlihatkan skala nyeri yang dirasakan sekarang 5. Setelah itu dilakukan penambahan titik dikarenakan belum ada perubahan yang signifikan pada keluhan utama dan keluhan tambahan pasien Nn. A. Pada setiap kunjungan terapis selalu
mengingatkan pasien Nn. A untuk melaksanakan saran dan anjuran yang telah diberikan.
Kunjungan keempat pada Minggu, 29 April 2018, pasien datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Terapis menanyakan bagaimana perubahan selama terapi. Pasien Nn. A mengatakan bahwa nyeri sudah tidak ada. Tidak dilakukan pengurangan maupun penambahan titik maupun modalitas untuk terapi akupunktur namun ada sedikit perubahan pada keluhan tambahan yaitu nyeri berkurang nyeri di bawah perut bagian kanan sudah tidak terasa nyeri lagi, dan terdapat perubahan yang signifikan pada keluhan utama pasien Nn. A.
Kunjungan kelima pada Selasa 1 Mei 2018, pasien datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Titik terapi untuk kunjungan kelima ditambahkan penusukan pada titik Dazhui (DU 14), Baihui (GV 20),Yintang (EX-HN 3), Tou Wei (ST 8), penambahan metode terapi TDP (Thermal Deep Penetrations) dengan tujuan untuk mengusir angin dan meredakan demam
terhadap keluhan tambahan pasien Nn. A.
Kunjungan keenam pada Kamis 3 Mei 2018, pasien datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Penambahan titik Dazhui (DU 14) dihentikan karena keluhan tambahan pada pasien Nn. A yaitu demam yang dirasakan sudah hilang dan suhu tubuh mulai normal kembali. Dengan skala nyeri yang dirasakan sekarang 2.
Kunjungan ketujuh pada Sabtu 5 Mei 2018, Pasien Nn. A mengatakan perubahan kondisi. Selama menjalani 6 kali terapi selama kurang lebih 2
bulan dengan frekuensi 1-2 kali terapi perminggu. Untuk keluhan utama yang dirasakan sudah hilang. Skala nyeri yang dirasakan sekarang sudah hilang (0).
Warna lidah yang awalnya merah pucat menjadi merah muda. Nafsu makan sudah membaik. BAB sehari sekali dengan konsistensi lembek normal.
E. Evaluasi Penatalaksanaan Terapi Akupunktur
Setelah dilakukan perencanaan dan pelaksanaan terapi akupunktur pada pasien Nn. A kemudian evaluasi kunjungan dilakukan pada kunjungan kedua sampai kunjungan ketujuh.
Kunjungan kedua pada Selasa, 24 April 2018, pada terapi pertama dilakukan pemeriksaan vital sign 110/70 mmHg, nadi 80 permenit, respirasi 20 kali permenit, berat badan 47 kg, suhu tubuh 37,5° C, tinggi badan 150 cm. Pemeriksaan nadi dalam, kuat normal, tipis seperti benang. Warna lidah merah, gemuk, selaput kuning tipis, ada tapak gigi, ada fisura, permukaan lidah kering. Pasien datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis).
Pasien Nn. A datang dengan keluhan perut terasa nyeri menjalar sampai bagian ulu hati, badan mudah lelah, pusing apabila saat bangun tidur, keluhan tambahan yang dirasakan nyeri pada bagian perut bawah kiri.
Kunjungan ketiga pada kamis, 26 April 2018, dilakukan pemeriksaan vital sign 110/80mmHg, nadi 80 permenit, respirasi 18 kali permenit, berat
badan 45 kg, suhu tubuh 37,5° C, tinggi badan 150 cm.Pemeriksaan nadi dalam, kuat normal, tipis seperti benang. Warna lidah merah, selaput kuning tipis, masih ada fisura, ukuran normal, masih ada tapak gigi dan permukaan lidah kasar. Pasien datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis).
Pasien Nn. A masih dengan keluhan yang sama, nyeri yang dirasakan telah berkurang namun masih terasa penuh dan tidak nyaman, mudah lelah, pusing apabila saat bangun tidur, konstipasi masih dan keluhan tambahan yang dirasakan nyeri pada bagian perut bawah kanan dan kiri.
Kunjungan keempat pada Minggu, 29 April 2018, dilakukan pemeriksaan vital sign 110/70 mmHg, nadi 78 permenit, respirasi 20 kali permenit, berat
badan 45 kg, suhu tubuh 37,5° C tinggi badan 150 cm. Pemeriksaan nadi dalam, kuat normal, tipis seperti benang. Warna lidah merah keunguan, selaput putih tipis, masih ada fisura, ukuran lidah cukup dan masih permukaan lidah kasar. Pasien datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Pasien Nn. A mengatakan sudah merasakan perubahan yang
signifikan dan nyaman pada perutnya, badan sudah mulai segar, nyeri perut bawah bagian kanan sudah hilang.
Kunjungan kelima pada Selasa, 1 Mei 2018, dilakukan pemeriksaan vital sign 110/60 mmHg, nadi 80 permenit, respirasi 20 kali permenit, berat badan
45 kg, suhu tubuh 38° C tinggi badan 150 cm. Pemeriksaan nadi mengambang dan cepat. Warna lidah merah muda, selaput putih tebal, fisura mulai berkurang, permukaan lidah basah. Pasien datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Pasien Nn. A mengeluhkan demam dan flu, badan sedikit pucat, leher terasa berat dan kaku, nyeri pada bagian perut bawah kanan dan kiri sudah hilang.
Kunjungan keenam pada Kamis, 3 Mei 2018, dilakukan pemeriksaan vital sign 110/70 mmHg, nadi 80 permenit, respirasi 20 kali permenit, berat
badan 45 kg, suhu tubuh 37,7° C tinggi badan 157 cm. Pemeriksaan nadi superficial, kuat normal, besar. Warna lidah merah muda, selaput kuning tipis, ukuran cukup. Pasien datang dalam keadaan sadar penuh (compos mentis). Pasien Nn. A mengatakan nafsu makan mulai membaik dan Demam
sudah hilang .
Kunjungan ketujuh pada sabtu, 5 Mei 2018, pada pemeriksaan vital sign 110/70 mmHg, nadi 80 permenit, respirasi 20 kali permenit, berat badan 45 kg, suhu tubuh 37,5° C tinggi badan 150 cm. Pemeriksaan nadi dalam, kuat normal, tipis seperti benang. Warna lidah merah muda , selaput putih, ukuran cukup, fisura berkurang. Dan disimpulkan pasien Nn. A mengatakan perubahan kondisi nyeri perut sampai bagian ulu hati sudah tidak kambuh lagi dan nafsu makan pasien sudah membaik selama menjalani 6 kali terapi.