• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Produk

Produk “C.I Hair Tonic” ini diformulasikan dari bahan-bahan alami dan tidak menggunakan bahan-bahan kimia sehingga aman untuk perawatan rambut dan kulit kepala. Alasan dibuatnya produk ini karena rambut rontok (hair loss) terjadi pada banyak orang, sehingga dapat mengurangi fungsi kosmetik serta perlindungannya terhadap tubuh dan kulit kepala dari lingkungan (Rahmadewi, 2012). Produk “C.I Hair Tonic” ini diharapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah-masalah yang dialami oleh rambut dan kulit kepala.

Proses pembuatan “C.I Hair Tonic” ini tidak sulit karena hanya mencampurkan bahan sesuai takaran dan urutan yang tepat agar hasil yang didapatkan maksimal. Proses pembuatan produk ini perlu memperhatikan kualitas bahan dan kebersihan, supaya produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang terjamin keamanannya. Produk ini aman untuk digunakan karena telah dilakukan beberapa pengujian seperti uji organoleptis, uji PH, dan uji daya sebar. Uji organoleptis menghasilkan bentuk, warna, dan aroma sesuai dengan bahan yang digunakan. Uji PH menghasilkan produk ini memiliki PH 5, yang berarti aman untuk rambut dan kulit kepala. Uji daya sebar menghasilkan bahwa produk ini mampu menyebar secara luas saat digunakan sehingga zat aktif yang dimiliki dapat langsung menyebar pada rambut dan kulit kepala.

Produk “C.I Hair Tonic” terdiri dari bahan-bahan alami seperti minyak biji nyamplung, minyak kemiri, minyak zaitun, minyak kelapa dan ditambahkan juga sedikit aroma yang diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk menggunakan produk ini. Alasan memilih bahan-bahan alami ini yaitu pada minyak biji nyamplung memiliki manfaat dapat menyuburkan rambut dan mencegah rambut rontok, minyak kemiri dapat mencegah rambut rontok dan memperbaiki rambut yang rusak, sedangkan

21

commit to user commit to user

(2)

minyak zaitun dan minyak kelapa dapat melembapkan rambut dan memperkuat akar rambut. Berikut ini adalah formulasi dari produk “C.I Hair Tonic” dalam satu botol kemasan sebanyak 30 ml.

Produksi hair tonic berbahan minyak biji nyamplung dan minyak kemiri merupakan salah satu produk yang akan saya buat karena mempunyai keunggulan yaitu yang pertama dengan menggunakan bahan-bahan alami yang berasal dari tanaman herbal sebagai bahan bakunya. Kedua memiliki dua varian aroma yaitu aroma lemon dan aroma bubble gum sebagai daya tarik konsumen terhadap produk hair tonic ini. Kemudian dari segi manfaat, hair tonic ini memiliki beberapa manfaat salah satunya untuk mencegah rambut rontok dan mempercepat pertumbuhan rambut dan juga produk ini aman dan nyaman saat digunakan.

Tabel 4.1 Formulasi “C.I Hair Tonic” Per Botol

No Nama Bahan Jumlah (ml) Formula (%)

1. Minyak Biji Nyamplung 3 10

2. Minyak Kemiri 9 30

3. Minyak Zaitun 9 30

4. Minyak Kelapa 8 26,7

5. Aroma 1 3.3

Sumber : Data Primer

B. Proses Produksi “C.I Hair Tonic”

1. Persiapan Alat dan Bahan a. Alat

Proses produksi membutuhkan alat-alat yang memadai sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik dan lancar. Alat yang digunakan yaitu pipet tetes, gelas ukur 5 ml, dan gelas beaker 50 ml. Alat yang akan digunakan dicuci terlebih dahulu agar alat-alat yang akan digunakan sudah dalam keadaan bersih sehingga tidak ada pengotor lain yang tercampur dengan bahan dalam pembuatan hair tonic.

b. Bahan

1) Minyak Biji Nyamplung commit to user commit to user

(3)

Minyak biji nyamplung ini diperoleh dari toko bahan-bahan kimia yang ada didaerah surakarta. Kandungan minyak dari biji nyamplung adalah 40% - 55% saat kondisi biji hijau, dan 70% - 73%

saat kondisi kering. Minyak biji nyamplung memiliki kandungan asam linoleat yang berfungsi sebagai anti inflamasi sehingga dapat mengurangi peradangan pada kulit kepala akibat ketombe dan juga bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan rambut. Menurut Putra (2012) minyak nyamplung juga mempunyai kandungan asam lemak tidak jenuh yang cukup tinggi seperti asam oleat yang memiliki khasiat untuk melembapkan.

Gambar 4.1 Minyak Biji Nyamplung 2) Minyak Kemiri

Minyak kemiri ini diperoleh dari toko bahan-bahan kimia yang ada didaerah surakarta. Kemiri berfungsi untuk mengatasi kerusakan rambut seperti rambut kering dan mudah patah. Kemiri kaya akan kandungan gliserida, asam linoleat yang berfungsi sebagai anti inflamasi sehingga dapat mengurangi peradangan pada kulit kepala akibat ketombe dan juga bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan rambut, vitamin B1 yang mampu meresap dengan baik kedalam kulit kepala yang akan menutrisi akar rambut, vitamin E sebagai antioksidan yang membantu meningkatkan sirkulasi darah di area kepala sehingga membantu proses pertumbuhan rambut dengan supply oksigen ke folikel-folikel rambut dan mineral yang baik untuk kesehatan dan pertumbuhan rambut. Menurut Yanuartono (2010) commit to user commit to user

(4)

penyebab tumbuh panjangnya rambut disebabkan oleh kandungan isoflavon dan asam lemak pada kemiri yang memicu pertumbuhan rambut.

Gambar 4.2 Minyak Kemiri 3) Minyak Zaitun

Minyak zaitun ini diperoleh dari toko bahan-bahan kimia yang ada didaerah surakarta. Minyak zaitun berfungsi untuk melembapkan rambut, mencegah rambut kering, memberi nutrisi, regenerasi sel rambut baru, mencegah hyper pigmentasi dan bahaya radikal bebas lainnya. Minyak zaitun dianggap sebagai minyak yang sehat karena mengandung lemak tak jenuh yang tinggi (Fehri et al, 1996). Minyak zaitun mengandung vitamin A dan vitamin E sebagai antioksidan yang dapat melembapkan kulit kepala dan rambut. Minyak zaitun juga mengandung asam oleat, asam palmitat, dan squalene yang memiliki khasiat melembapkan.

Gambar 4.3 Minyak Zaitun commit to user

commit to user

(5)

4) Minyak Kelapa

Minyak kelapa ini diperoleh dari toko bahan-bahan kimia yang ada didaerah surakarta. Menurut Santosa (2010) perbedaan utama antara minyak kelapa dengan minyak nabati lainnya adalah kandungan asam lemak rantai medium yang terdapat pada minyak kelapa lebih tinggi yaitu mencapai 61,93%. Minyak kelapa mengandung asam oleat, asam linoleat, dan asam laurat yang berfungsi sebagai pelembap rambut dan sebagai anti bakteri sehingga dapat mengurangi bakteri dikulit kepala yang dapat menyebabkan munculnya ketombe.

Gambar 4.4 Minyak Kelapa 5) Aroma

Bahan untuk aroma ini diperoleh dari toko bahan-bahan kimia yang ada didaerah surakarta, terdiri dari aroma lemon dan bubble gum.

Gambar 4.5 Aroma Lemon Gambar 4.6 Aroma Bubble Gum commit to user

commit to user

(6)

2. Proses Produksi

Proses produksi “C.I Hair Tonic” dimulai dengan memproduksi sebanyak 40 botol. Formulasi untuk satu botol “C.I Hair Tonic” yaitu 3 ml minyak nyamplung, 9 ml minyak kemiri, 9 ml minyak zaitun, 8 ml minyak kelapa, 1 ml aroma. Takaran tersebut diperoleh dari beberapa percobaan yang telah dilakukan sebelumnya dengan memproduksi beberapa produk dengan takaran yang berbeda-beda, sehingga diperoleh hasil takaran yang sudah pas dan sesuai.

a. Menyiapkan alat dan bahan

Proses produksi dilakukan dengan tahapan awal persiapan alat.

Alat-alat yang digunakan harus dalam keadaan bersih terhindar dari kotoran, debu, atau hal yang tidak diinginkan seperti minyak lain atau larutan lain yang tertinggal di pipet atau gelas ukur akibat penggunaan sebelumnya. Kemudian juga menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan yaitu minyak biji nyamplung, minyak kemiri, minyak zaitun, minyak kelapa, dan aroma.

Gambar 4.7 Alat dan Bahan yang Digunakan b. Menakar 3 ml minyak nyamplung

Gambar 4.8 Menakar Minyak Biji Nyamplung commit to user commit to user

(7)

c. Menuangkan minyak biji nyamplung kedalam gelas beaker

Gambar 4.9 Menuangkan Minyak Bji Nyamplung dalam Gelas Beaker d. Menambahkan 9 ml minyak kemiri

Gambar 4.10 Menambahkan Minyak Kemiri e. Menambahkan 9 ml minyak zaitun

Gambar 4.11 Menambahkan Minyak Zaitun f. Menambahkan 8 ml minyak kelapa

Gambar 4.12 Menambahkan Minyak Kelapa commit to user commit to user

(8)

g. Menambahkan 1 ml aroma

Gambar 4.13 Menambahakan Aroma h. Mencampur semua bahan pada gelas beaker

Mencampurkan 3 ml minyak nyamplung, 9 ml minyak kemiri, 9 ml minyak zaitun, 8 ml minyak kelapa dan 1 ml aroma kedalam gelas beker.

Bahan dalam gelas beaker digoyang-goyangkan atau dikocok secara perlahan agar semua bahan tercampur secara merata.

i. Menuangkan “C.I Hair Tonic” ke dalam botol spray 30 ml

Gambar 4.14 Menuangkan kedalam botol spray 3. Pengemasan

Pengemasan merupakan kegiatan akhir dari proses produksi untuk memberikan perlindungan pada produk dari kerusakan, memberikan informasi kepada konsumen bahkan bisa juga sebagai daya tarik konsumen untuk membeli produk. Kemasan yang digunakan untuk produk “C.I Hair Tonic” ini menggunakan kemasan primer dan sekunder. Kemasan primer yang digunakan yaitu menggunakan botol spray 30 ml. Botol kemasan berbentuk silinder dan berbahan plastik HDPE yang berwarna putih.

Menurut Jafar (2017) teknik spray memiliki keuntungan dalam dosis dimana commit to user commit to user

(9)

dengan teknik ini memungkinkan zat aktif yang akan dihantarkan kekulit secara langsung, daya sebar yang luas, dan dapat diberikan secara merata, tidak mudah terkontaminasi. Botol spray ini diberi label/stiker untuk memperjelas bahwa produk ini adalah produk “C.I Hair Tonic”.

Label/stiker ini berukuran 3 cm x 9 cm yang berisi informasi merk produk, isi bersih/ netto yaitu 30 ml, indikasi dan cara pemakaian.

Gambar 4.15 Kemasan Primer

Kemasan sekunder yang digunakan berupa kotak dari kertas yang berukuran alas 3,5 cm x 3,5 cm dan tingginya 11 cm. Kemasan yang digunakan mencantumkan merk produk, isi bersih produk yaitu 30 ml, komposisi, cara pemakaian, indikasi, perhatian, make date dan exp date, dan produsen. Bahan pengemas yang digunakan menggunakan bahan kertas.

Kertas merupakan bahan dengan harga yang murah dan bahan ini mudah didaur ulang secara alami sehingga pencemaran akan sedikit berkurang.

Warna yang dipilih untuk kemasan kotak kertas ini adalah hijau dengan kombinasi warna kuning. Warna hijau merupakan warna yang menggambarkan kesejukan dan juga warna minyak biji nyamplung yang berwarna hijau, sedangkan warna kuning merupakan hasil dari “C.I Hair Tonic” yang berwarna kuning.

commit to user commit to user

(10)

Gambar 4.16 Kemasan Sekunder Gambar 4.17 Kemasan Kardus 4. Evaluasi/Hasil Pengujian

a. Uji Organoleptis

Menurut Jubaidah (2018) Pengamatan organoleptis terhadap sediaan hair tonic meliputi pemeriksaan terhadap warna, bentuk, dan bau. Evaluasi ini dilakukan agar mengetahui sediaan yang dibuat sesuai dengan standar hair tonic yang ada, dan tidak menyimpang dari standar hair tonic. Hasil uji organoleptis produk “C.I Hair Tonic” adalah berwarna kuning, bentuknya cair, aroma lemon dan bubble gum.

b. Uji PH

Pengujian PH sediaan hair tonic dilakukan dengan menggunakan indikator PH. Menurut Desriani (2018) nilai PH dapat mempengaruhi efektivitas, stabilitas, dan kenyamanan penggunaan. Hasil dari pengujian PH produk “C.I Hair Tonic” yaitu memiliki PH sebesar 5. Hal ini sesuai dengan syarat PH hair tonic sesuai dengan PH aman kulit kepala yaitu memiliki kadar PH antara 4,5-6,5.

commit to user commit to user

(11)

Gambar 4.18 Uji PH c. Uji Daya Sebar

Uji ini dilakukan untuk mengetahui daya sebar yang dapat ditempuh sediaan hair tonic yang telah dibuat. Hasil pengujian diperoleh daya sebar dengan diberi berat 50 gr selama 5 menit sebesar 8,13 cm dan daya sebar yang diberi berat 100 gr selama 5 menit sebesar 11,6 cm.

Berarti sediaan hair tonic ini mampu menyebar dengan cukup luas dipermukaan kulit kepala jika digunakan.

Gambar 4.19 Beban 50 gr Gambar 4.20 Beban 100 gr commit to user

commit to user

(12)

C. Pemasaran

Menurut Diniyati (2014) mendefinisikan pemasaran sebagai suatu rangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang menjadi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan pesaing yang selalu berbeda. Pemasaran merupakan suatu proses sosial manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Konsep ini yang mendasari definisi pemasaran diantaranya: kebutuhan (needs), keinginan (want) dan permintaan (demands). Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran, dan konsumsi.

Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.

Menurut Wibowo (2015) Strategi pemasaran adalah salah satu cara memenangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan baik itu untuk perusahaan yang memproduksi barang atau jasa. Strategi pemasaran dapat dipandang sebagai salah satu dasar yang dipakai dalam menyusun perencanaan perusahaan secara menyeluruh. Dipandang dari luasnya permasalahan yang ada dalam perusahaan, maka diperlukan adanya perencanaan yang menyeluruh untuk dijadikan pedoman bagi segmen perusahaan dalam menjalankan kegiatannya.

Sasaran pasar produk “C.I Hair Tonic” adalah untuk semua kalangan.

Produk ini memiliki pasar yang cukup luas mengingat kebutuhan akan produk untuk perawatan rambut rontok saat ini semakin meningkat. Produk “C.I Hair Tonic” ini memiliki prospek usaha yang baik karena saat ini banyak produk hair tonic yang menggunakan bahan-bahan kimia sehingga membahayakan bagi kesehatan. Kesadaran masyarakat akan bahaya hair tonic dengan bahan kimia, akan meningkatkan peminat hair tonic dengan bahan-bahan yang alami/herbal.

commit to user commit to user

(13)

Pemasaran dari produk “C.I Hair Tonic” ini dilakukan disekitar tempat produksi yaitu di dukuh Ngentak RT 01 RW 05, Krecek, Delanggu, Klaten, Jawa Tengah dan juga di sekitar kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Produk “C.I Hair Tonic” ini ditawarkan langsung ke konsumen. Penawaran langsung dan komunikasi langsung dengan calon konsumen akan membantu untuk menjelaskan produk yang dipasarkan, dapat mengetahui kesan dan penilaian dari konsumen dan mempermudah pengenalan produk kepada konsumen. Namun, cara ini memiliki beberapa kelemahan seperti tenaga yang digunakan untuk memasarkan lebih banyak dan tidak efisien waktu. Cara pemasaran selanjutnya yaitu dengan cara promosi seperti memanfaatkan media sosial seperti whatsapp dan juga instagram. Adanya media sosial ini dapat memperluas pemasaran produk, sehingga produk “C.I Hair Tonic” ini dapat dikenal atau diketahui oleh masyarakat luas dan konsumen pun bisa langsung menghubungi produsen secara online sehingga dapat mempermudah dalam pembelian produk. Pemasaran melalui online lebih efektif dari segi waktu dan tenaga, sedangkan pemasaran secara langsung menawarkan ke konsumen tidak efisien waktu dan juga tenaga tetapi dari hasil penjualan, produk lebih banyak terjual dengan cara menawarkan langsung dripada melalui online.

Produk “C.I Hair Tonic” ini dijual dengan harga Rp.17.000/30ml atau 30cc. Harga tersebut lebih mahal dibandingkan dengan harga produk sejenis seperti garnier neril hair tonic yang berharga Rp.40.000/100ml atau 100cc tetapi produk “C.I Hair Tonic” ini memiliki beberapa keunggulan seperti bahan-bahan yang digunakan alami tanpa campuran bahan kimia obat, produk memiliki dua varian aroma dan produk ini aman dan terasa nyaman saat digunakan sehingga walaupun harganya lebih mahal produk ini memiliki kualitas yang baik. Penetapan harga berdasarkan biaya produksi dan juga harga produk saingan. Penetapan harga yang melebihi biaya produksi akan menghasilkan laba bersih dari penjualan produk. Harga merupakan salah satu hal yang menjadi pertimbangan calon konsumen, sehingga penetapan harga haruslah bersaing dengan produk lain yang sejenis.

commit to user commit to user

(14)

Gambar 4.21 Promosi Produk “C.I Hair Tonic”

Gambar 4.22 Pembeli Produk Gambar 4.23 Testimoni Pembeli D. Analisis Usaha

Analisis usaha merupakan ilmu terapan yang mempelajari bagaimana menggunakan sumberdaya secara efisien pada suatu usaha dan upaya untuk mengetahui tingkat kelayakan atau kepantasan untuk dikerjakan dari suatu jenis usaha tersebut, dengan melihat beberapa parameter atau kriteria kelayakan tertentu. Aspek yang dianalisis adalah biaya produksi, harga pokok

commit to user commit to user

(15)

produksi, penerimaan, laba usaha, dan layak atau tidaknya suatu produk untuk dipasarkan.

1. Biaya Tetap

Biaya tetap adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat berubah jumlahnya/tetap.

Biaya tetap meliputi jumlah seluruh peralatan yang digunakan pada saat produksi.

Tabel 4.2 Biaya Tetap Proses Produksi “C.I Hair Tonic”

Nama Alat

Harga Satuan

Kuan Titas

Umur Ekon

omis (bula n)

Nilai Awal

Nilai Sisa

Penyusu tan

Gelas

Ukur 30.000 1 12 30.000 3.000 2.250

Gelas

Beaker 36.000 1 12 36.000 3.600 2.700

Pipet

Tetes 1.600 6 12 9.600 960 720

Tenaga

kerja 1.800.000 1 Bulan 1 1.800.000

Sewa

Bangunan 50.000 1 Bulan 12 500.000 50.000 37.500

Total 1.843.170

Sumber : Analisis Data Primer Nilai Sisa = 10% nilai awal Penyusutan = i ai a - i ai isa

ur kono is

Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan bahwa jumlah biaya tetap yang dikelurakan untuk produksi “C.I Hair Tonic” sebesar Rp 1.843.170,00 Jumlah tersebut dihitung dari biaya penyusutan peralatan yang digunakan untuk proses produksi.

2. Biaya Tidak Tetap (Biaya Variabel/VC)

Biaya tidak tetap adalah biaya yang jumahnya berubah-ubah dari waktu ke waktu secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan atau aktivitas. Biaya tidak tetap meliputi biaya bahan baku selama produksi berlangsung, biaya peralatan habis pakai, dan biaya tenaga kerja. commit to user commit to user

(16)

Tabel 4.3 Biaya Variabel Proses Produksi “C.I Hair Tonic”

Nama Bahan Kuantitas Harga Satuan Jumlah Minyak Biji

Nyamplung 120 ml 200 24.000

Minyak Kemiri 360 ml 385 138.600

Minyak Zaitun 360 ml 333 119.000

Minyak Kelapa 320 ml 110 35.200

Aroma Lemon 20 ml 350 7.000

Aroma Bubble

Gum 20 ml 495 9.900

Botol Spray 40 Buah 1.200 48.000

Kemasan Art

Carton 40 Lembar 1.400 56.000

Label 40 Lembar 200 8.000

Promosi 1 GB 15.000 15.000

Transportasi 1 Liter 7.650 7.650

Tenaga Kerja 1 Hari 50.000 50.000

Jumlah 1 kali produksi selama 1 hari (40 buah) 518.350 Jumlah 20 kali produksi selama 1 bulan (800 buah) 10.367.000 Sumber: Analisis Data Primer

Berdasarkan tabel 4.3 jumlah biaya variabel yang perlu dikeluarkan untuk sekali produksi “C.I Hair Tonic” yaitu sebesar Rp. 518.350,00.

Produk “C.I Hair Tonic” ini dalam satu produk terdiri dari 5 bahan.

3. Total Biaya Produksi (Total Cost/TC)

TC = Biaya Tetap (FC) + Biaya Variabel (VC)

= Rp. 1.843.170 + Rp. 10.367.000

= Rp. 12.210.170

Total biaya produksi adalah meliputi keseluruhan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk menghasilkan jumlah produk. Total biaya yang perlu dikeluarkan untuk produksi “C.I Hair Tonic” sebanyak 800 produk sebesar Rp. 12.210.170

4. Harga Pokok Produksi (HPP)

Menurut Maghfirah (2016) Harga Pokok Produksi merupakan sekumpulan biaya yang dikeluarkan dan diproses yang terjadi dalam memproduksi suatu barang, yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Berikut ini adalah harga pokok produksi “C.I Hair Tonic” per kemasan: commit to user commit to user

(17)

HPP

=

Biaya Tota T Tota nit roduksi

=

= 15.263

Berdasarkan perhitungan Harga Pokok Produksi pembuatan “C.I Hair Tonic” diperoleh HPP per produk sebesar Rp. 15.263. Artinya biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk “C.I Hair Tonic” per kemasan adalah sebesar Rp. 15.263.

5. Total Penerimaan (TR)

Menurut Nurdin (2010) penerimaan adalah sebagai jumlah yang diperoleh dari penjualan output yang dihasilkan seorang produsen atau perusahaan. Hal ini juga menunjukkan besarnya penerimaan penjualan yang diterima untuk mengelola usaha “C.I Hair Tonic”.

TR = Harga Produk x Jumlah Produksi

= Rp. 17.000 x 800

= Rp. 13.600.000,00

Berdasarkan perhitungan total penerimaan yang dilakukan diatas, untuk produksi “C.I Hair Tonic” sebanyak 800 produk, penerimaan yang diperoleh sebesar Rp. 13.600.000,00.

6. Keuntungan

Keuntungan adalah total penerimaan setelah dikurangi total biaya produksi, disebut untung jika penerimaan yang diperoleh lebih besar dari pengeluaran atau biaya selama proses produksi. Analisis keuntungan dapat dipakai sebagai ukuran untuk melihat apakah suatu usaha menguntungkan atau merugikan. Berikut perhitungan keuntungan yang diperoleh pada produk penjualan “C.I Hair Tonic”:

Keuntungan = Total Penerimaan – Total Produksi

= Rp. 13.600.000,00 – Rp. 12.210.170,00

= Rp. 1.389.830,00

commit to user commit to user

(18)

Berdasarkan perhitungan keuntungan yang diperoleh produksi “C.I Hair Tonic” adalah sebesar Rp. 1.389.830,00

7. Return Of Investment (ROI)

ROI adalah analisis untuk mengetahui keuntungan usaha berkaitan dengan modal yang dikeluarkan.

ROI = untungan

Tota Biaya x 100%

=

x

1

00%

= 11,38%

8. Harga Jual Produksi (HJP)

Harga jual produksi adalah harga suatu produk yang ditetapkan oleh produsen untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Penetapan HJP ini digunakan agar dalam sebuah perusahaan memperoleh laba yang sebanding dengan yang telah dikeluarkan sehingga dapat meminimalisir kerugian. Menurut Salim (2014) rumus dari Harga Jual (HJ) = HPP + (%

Profit x HPP).

HJP = HPP + Laba Usaha (% Keuntungan x HPP)

= Rp. 15.263 + (11,38% x Rp 15.263)

= Rp. 15.263 + Rp. 1.737 = Rp. 17.000

Berdasarkan perhitungan Harga Jual Produksi untuk penjualan satu produk “C.I Hair Tonic” adalah Rp. 17.000,00 dimana dapat memiliki keuntung sebesar 11,38% atau sebesar Rp. 1.737,00

9. Analisis Kelayakan Usaha

Analisis kelayakan usaha adalah upaya untuk mengetahui tingkat kelayakan atau kepantasan untuk dikerjakan dari suatu jenis usaha, dengan melihat beberapa parameter atau kriteria kelayakan tertentu. Dengan demikian suatu usaha dikatakan layak kalau keuntungan yang diperoleh dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan, baik biaya yang langsung maupun yang tidak langsung. Analisis kelayakan usaha dapat ditentukan commit to user commit to user

(19)

menggunakan BEP (Break Event Point), R/C Ratio (Revenue Cost Ratio), B/C Ratio (Benefit Cost Ratio).

a. BEP (Break Event Point)

Break Event Point adalah titik impas dari jumlah pendapatan dan biaya sama atau seimbang sehingga tidak terdapat keuntungan maupun kerugian dalam suatu perusahaan. BEP digunakan untuk menganalisis proyeksi banyaknya total unit yang diproduksi atau banyaknya uang yang harus diterima untuk mendapatkan titik impas atau kembali modal. BEP dibagi menjadi 3 yaitu BEP unit (produksi), BEP rupiah, dan BEP harga.

1) BEP unit (produksi) adalah jumlah produksi yang dihasilkan agar perusahaan dalam posisi tidak megalami keuntungan dan kerugian atau dengan kata lain menjelaskan jumlah produksi “C.I Hair Tonic” yang harus dihasilkan.

BEP Unit (Produksi)

=

=

=

=

=

=

456 Produk

Berdasarkan perhitungan diatas, BEP produksi “C.I Hair Tonic”

adalah sebanyak 456 produk. Artinya untuk mendapatkan titik impas dimana tidak mengalami untung dan rugi maka perlu menjual minimal sebanyak 456 produk.

2) BEP Rupiah

commit to user commit to user

(20)

BEP Rupiah

=

=

=

=

=

= Rp. 7.679.875,00

Artinya jumlah uang (rupiah) hasil Penjualan “C.I Hair Tonic” yang perlu diterima agar mencapai titik impas dimana usaha tersebut tidak rugi maupun tidak untung yaitu sebesar Rp. 7.679.875,00

b. R/C Ratio (Revenue Cost Ratio)

R/C Ratio adalah besaran nilai yang menunjukkan perbandingan antar penerimaan usaha dengan total biaya. Dalam batasan besaran nilai R/C dapat diketahui apakah suatu usaha menguntungkan atau tidak menguntungkan. Pada dasarnya usaha dikatakan layak apabila nilai R/C lebih besar daripada 1 dikarenakan hal ini menggambarkan semakin tinggi nilai R/Cnya maka tingkat keuntungan suatu usaha juga akan semakin tinggi. R/C diketahui dengan memperhitungkan penerimaan dibagi dengan total biaya.

R/C Ratio = Tota n ri aan Biaya Tota

=

=

1,11> 1

Berdasarkan perhitungan R/C Ratio diatas diperoleh R/C sebesar 1,11 dimana R/C Ratio lebih dari 1 maka usaha “C.I Hair Tonic”

tersebut layak untuk dijalankan dan dikembangkan karena penerimaan lebih besar dari biaya.

commit to user commit to user

Gambar

Tabel 4.1 Formulasi “C.I Hair Tonic” Per Botol
Gambar 4.1 Minyak Biji Nyamplung  2) Minyak Kemiri
Gambar 4.2 Minyak Kemiri  3) Minyak Zaitun
Gambar 4.4 Minyak Kelapa  5) Aroma
+7

Referensi

Dokumen terkait

Ang mga gawain sa bahaging ito ay tutuklas sa iyong kaalaman tungkol sa konsepto at palatandaan ng pambansang kaunlaran at kung papaano ka makapag-aambag sa pag-unlad ng bansa

Yovita Univeritas Multimedia Nusantara Tanggerang 2017 Evaluasi Program Sekolah P3SPS Komisi Penyiaran Indonesia Angkatan 16-8: Penerapan Model Evaluasi Kirkpatrick Level Reaksi

Salah satu hal yang harus diperhatikan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa matematika adalah dari faktor model pembelajaran dengan media pembelajaran

Tiram tak bisa hidup Kerang mati di pantai.. IPAL STBM ini merupakan teknologi sederhana dan murah dalam menyerap polutan dalam limbah cair PKS berbahan asli produk Indonesia.

Dari penjelasan di atas dapat dikatakan kecerdasan spiritual itu sangat dibutuhkan pada siswa agar mereka dengan sendirinya memiliki kecerdasan spiritual yang lebih tinggi

“Kami menerbitan brosur untuk melakukan penyambungan listrik baru melalui call center 123 dilaksanakan agar lebih memudahkan calon pelanggan untuk melakukan pendaftaran tanpa

Kelompok pasien asma mempunyai prevalensi lebih tinggi secara signifikan terjadinya gangguan tidur seperti sulit memulai tidur, terbangun lebih awal, mendengkur,

Januari 2020 commit to user.. iii commit to user.. iv commit to user.. PEMETAAN TINGKAT KUALITAS PERMUKIMAN DAN KONDISI KESEHATAN MASYARAKAT KAWASAN PESISIR KECAMATAN