• Tidak ada hasil yang ditemukan

FISBIO1 SRI FEBRIANTI.M

N/A
N/A
Sri Febrianti Mangosa

Academic year: 2022

Membagikan "FISBIO1 SRI FEBRIANTI.M"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Perubahan Salinitas Terhadap Proses Osmoregulasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Sri Febrianti Mangosa / L011201063 / 2 (Dua) B [email protected]

Asisten : Jumarni1, Esya Agiel Hidayat2

LABORATORIUM PENANGKARAN DAN REHABILITASI EKOSISTEM DEPARTEMEN ILMU KELAUTAN

FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

2022

ABSTRAK.

Proses Osmoregulasi merupakan kemampuan ikan dalam mengatur serta menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran cairan oleh organisme hidup.

Tubuh ikan yang bersifat permeabel menjadikan proses osmoregulasi sangat penting, selain itu osmoregulasi juga berfungsi untuk membuang zat-zat yang tidak diperlukan oleh hewan air. Pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh yang relatif konstan diperlukan oleh ikan agar proses fisiologisnya dapat berfungsi dengan baik. Pada percobaan ini menggunakan ikan Nila (Oreochromis nilotikus) yang diberi lima perlakuan yaitu perendaman pada air laut dengan salinitas 0 ppt, 5 ppt dan 10 ppt . Pengamatan ini dilakukan sebanyak 5 kali pengulangan yang dimana, setiap pengulangan diamati selama 15 menit.

Berdasarkan hasil pengamatan ini akan diketahui pengaruh perubahan salinitas terhadap proses osmoregulasi Ikan Nila (Oreochromis niloticus).

Kata Kunci : Salinitas, Osmoregulasi, Oreochromis niloticus

(2)

PENDAHULUAN

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang termasuk dalam famili Cichlidae dan merupakan ikan asal Afrika (Amin,2012).

Ikan nila dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di lingkungan perairan dengan kadar oksigen terlarut antara 2,025mg/L . secara umum ph air antara 5-10, tetapi ph optimumnya antara 6-9.

Ikan nila umumnya hidup di air tawar seperti sungai, danau, waduk, rawa, sawah dan saluran irigasi, dan toleran terhadap sanilitas, sehingga ikan nila dapat hidup berkembang biak di air asin dengan sanilitas 20- 25%o (Gani,2012).

Sanilitas adalah jumlah materi dalam gram, termasuk ion anorganik (natrium dan klorida, fosfor organik dan nitrogen) dan senyawa (vitamin dan vitokrom). Salinitas air tawar

dibawah 0,5ppt, sedangkan salinitas laut terbuka sekitar 35ppt, berkisar antara 33-37 ppt. salinitas sangat bervariasi diteluk dan muara yang dipengaruhi oleh arus laut, aliran air

tawar dan penguapan

(Dwinna,2013).

Ikan memliki ginjal dan pori ekskretoris yang disebut virus genital pore yaitu lubang tempat terbukanya saluran ginjal, tepat dibelakang anus. Ginjal ikan yang hidup diair laut hamper tidak memiliki glomerulus sehingga memiliki hasil metabolisme yang lebih lambat dibandingkan ikan air tawar (Wahyu,2012).

Osmoregulasi sangat penting bagi hewan air karena tubuh ikan bersifat osmotic terhadap lingkungan dan larutan garam.

Perbedaan sifat fisik lingkungan dapat menyebabkan perbedaan proses regulasi osmotic antara ikan

(3)

air tawar dan ikan air asin. Pada ikan air tawar, air tawar, air terus menerus masuk kedalam ikan melalui insang. Hal ini terjadi secara pasif melalui proses osmosis, yaitu karena kandungan garam didalam ikan lebih tinggi daripada dilingkungannya. Dalam keadaan normal, proses ini dilakukan dalam keseimbangan. Ikan air tawar harus selalu menjaga diri agar garam tidak larut dan lepas kedalam air (Rizal,2019).

TUJUAN DAN KEGUNAAN

Tujuan dari praktikum ini adalah unntuk mengamati proses pengaturan osmoregulasi terhadap perubahan salinitas pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Kegunaan dari praktikum ini adalah agar dapat mengetahui bukaan operculum dan perilaku ikan nila (Oreochromis niloticus) pada tingkat salinitas yang berbeda.

METODE PRAKTIKUM

a. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa 22 maret 2022, pukul 08.00-10.00 WITA, bertempat dilaboratorium ecotoxilogy fakultas ilmu kelautan dan perikanan universitas hasanuddin.

b. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah 5 buah wadah/baskom, timbangan analitik untuk mengatur berat biota laut, handfactometer untuk mengukur kadar salinitas dalam wadah yang berisi air, dan stopwatch untuk menghitung waktu. Handcounter digunakan untuk menghitung bukaan operculum ikan. Kanebo dan tissue digunakan untuk membersihkan air yang tumpah.

Dengan menggunakan gelas ukur 1000 ml tambahkan air sesuai dengan volume yang dibutuhkan untuk setiap wadah. Pada

(4)

timbangan analitik yang digunakan gelas ukur 500 ml, sebagai tempat meletakkan ikan. Botol yang sudah dimodifikasi digunakan untuk mengencerkan air laut. Terakhir adalah alat tulis digunakan untuk mencatat perilaku ikan.

HASIL DAN PEMBAHASAN a. Hasil

Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan di laboratorium , maka diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut.

Tabel 1. Perhitungan Pengenceran

N1 V1 (air laut) N2

V2 (total)

V(air tawar)

35 0 0 7 7

35 1 5 7 6

35 2 10 7 5

35 3 15 7 4

35 4 20 7 3

Tabel. 2 Nilai rata-rata bukaan operculum Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Salinitas Waktu

15 30 45 60

0 ppt 289 291 293 474

5 ppt 414 664 528 1262

10 ppt 256 447 446 201

15 ppt 572 467 308 184

20 ppt 843 993 1193 656

Grafik 1. Nilai rata-rata bukaan operculum Ikan Nila (Oreochromis nilocitus)

15 30 45 60 0

200 400 600 800 1000 1200 1400

Grafik Nilai Rata-rata Bukaan Operkulum

0 ppt 5 ppt 10 ppt 15 ppt 20 ppt

Waktu

Bukaan operculum

Tabel. 3 Perubahan tingkah laku Ikan Nila (Oreochromis nilocitus)

Salinitas Klp Waktu

15 30 45 60

0

1 ++ ++ + +

2 ++ + + +

3 ++ + + +

5

1 +++ ++ ++ +

2 +++ +++ ++ +

3 + ++ ++ +

10

1 ++ ++ ++ +

2 + ++ ++ +

3 + + ++ +

15

1 ++ +++ ++ +

2 ++ +++ ++ +

3 + +++ +++ +

20

1 ++ + + +

2 + ++ + +

3 ++ + + +

Keterangan:

(5)

+++ = Sangat aktif ++ = Aktif biasa + = Kurang aktif b. Pembahasan

1. Bukaan Operkulum

Berdasarkan hasil pencobaan tersebut pada wadah yang berisikan air sebanyak 7 liter bersalinitas 0 ppt yang di lakukan dalam kurun wakrtu 60 menit diperoleh hasil bukaan operculum pada menit ke-15 sebaanyak 289 bukaan. Kemudian di menit ke-30 sebanyak 291 bukaan, di menit ke-45 sebanyak 293 bukaan dan terakhir di menit ke- 60 sebanyak 474 bukaan.

Selanjutnya pada salinitas 5 ppt diperoleh hasil bukaan operculum di menit ke-15 sebanyak 414 bukaan, Kemudian di menit 30 sebanyak 664 bukaan, di menit ke-45 sebanyak 293 bukaan dan terakhir di menit ke- 60 sebanyak 474 bukaan.

Selanjutnya pada salinitas 15 ppt diperoleh hasil bukaan operculum di menit ke-15 sebanyak 572 bukaan, Kemudian di menit 30 sebanyak 467 bukaan, di menit ke- 45 sebanyak 308 bukaan dan terakhir di menit ke-60 sebanyak 184 bukaan.

Terakhir pada salinitas 20 ppt diperoleh hasil bukaan operculum di menit ke-15 sebanyak 843 bukaan, Kemudian di menit 30 sebanyak 993 bukaan, di menit ke-45 sebanyak 1193 bukaan dan terakhir di menit ke-60 sebanyak 656 bukaan

Dari hasil tersebut terlihat bahwa ikan nila mengalami perubahan yang tidak signifikan pada pembukaan operculum. Ikan Nila sedikit stres, pembukaan lebih cepat per menit, seperti dalam halnya salinitas 20 ppt, ikan nila dapat membuka ribuan kali dalam 15 menit. Sedangkan ikan yang mengalami stress berat akan

(6)

memiliki bukaan operkulumnya yang lebih rendah, karena pada salinitas di atas 15 ppt, operculum ikan nila hanya membuka ratusan kali setiap 15 menit. Menurut Aliza (2014 ), menggambarkan perilaku ikan nila di bawah tekanan seperti berenang ke permukaan air untuk mendapatkan oksigen disertai dengan gerakan cepat, gerakan pasif dan penurunan refleks.

2. Tingkah Laku

Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan selama 60 menit, untuk kelompok 2, perubahan perilaku pada salinitas 0 ppt selama 15 menit menunjukkan aktivitas ikan nila aktif biasa (++). Kemudian pada menit ke 30, 45 dan 60 perilaku ikan terlihat kurang aktif (+).

Selain itu, pada salinitas 5 ppt dari 5 hingga 30 menit, perilaku ikan

tampak sangat aktif (+++), kemudian pada menit 45 perilaku ikan tampak aktif biasa(+) dan pada menit 60 ikan tampak kurang aktif (+

+).

Selain itu, pada salinitas 10 ppt pada menit 15 perilaku ikan tampak kurang aktif (+), kemudian pada menit ke 30-45 perilaku ikan tampak aktif biasa (++) dan pada menit ke- 60, perilaku ikan tampak kurang aktif(+).

Selanjutnya pada salinitas 15 ppt pada menit ke-15 perilaku ikan tampak aktif (++), kemudian pada menit ke- 30 perilaku ikan tampak sngat aktif (+++), pada menit ke-45 perilaku ikan tampak aktif biasa (++) dan pada menit ke-60 perilaku ikan tampak kurang aktif.

Selain itu, pada salinitas 20 ppt pada menit ke-15 perilaku ikan tampak kurang aktif (+), kemudian pada 30 menit perilaku ikan tampak aktif biasa (++) dan pada menit ke-

(7)

45 sampai menit ke-60 ikan tampak kurang aktif (+).

Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa pada awal penelitian pergerakan ikan nila tergolong normal, ditandai dengan gerakan yang aktif, sulit ditangkap dengan tangan dan sensitif terhadap rangsangan dari luar. Menurut Kordi (2013), ikan nila yang sehat bersifat aktif, peka terhadap rangsangan dari luar, sehingga sulit ditangkap dengan tangan. Pergerakan ikan mulai melambat tanpa penambahan salinitas pada 0 ppt. Hal ini ditunjukkan dengan pergerakan ikan yang kurang gesit, namun hingga salinitas 5ppt, 10ppt, 15ppt, 20ppt, ikan nila masih merespon saat ditangkap dengan tangan.

PENUTUP a. Kesimpulan

Ikan nila (Oreochromis niloticus) dapat hidup di perairan payau, tawar dan laut dengan salinitas 0-35 ppt.

Ikan nila air tawar (Oreochromis niloticus) dapat dipindah ke air asin melalui proses bertahap, yaitu dengan meningkatkan kadar garam secara bertahap. Proses ini dapat menyebabkan perubahan perilaku pada ikan nila. Gambaran perilaku ikan nila yang mengalami stres adalah ketika ikan berenang ke permukaan untuk mendapatkan oksigen disertai dengan gerakan operkulum yang cepat, gerakan tersebut menjadi pasif dan refleks ikan berkurang. Sedangkan ikan nila yang sehat akan bergerak aktif, merespon rangsangan dari luar, sulit ditangkap dengan tangan.

b. Saran

Pada saat melakukan praktikum mungkin harus menambahkan satu alat lagi yaitu kaca pembesar, dimana kaca pembesar ini nantinya digunakan untuk mengamati bukaan operkulum pada ikan nila agar terlihat lebih jelas.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Amin, M.I. 2012. Peningkatan Kecerahan Warna Udang Red Cherry (Neocaridina heteropoda) Jantan melalui Pemberian Astaxanthin dan Canthaxanthin dalam Pakan.

Jurnal Perikanan dan Kelautan: Bandung.

Universitas Padjajaran.

Gani, A. 2012. Teknologi Budidaya Ikan Hias Laut (Chrysiptera cyanea). Balai BesarLaut Ambon.http://abganfish.blogs pot.com.15/11/2014.

Faozan, Rizal., dkk. 2019.

PENGARUH TINGKAT

PENURUNAN SALINITAS MEDIA DALAM PROSES AKLIMASI TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KERAPU CANTANG (Epinephelus fuscoguttatus - lanceolatus).

Jurnal PENA Vol.33 No.1 Edisi Maret 2019.

Aliza, Dwinna. 2013. EFEK PENINGKATAN SUHU AIR TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU, PATOLOGI

ANATOMI, DAN

HISTOPATOLOGI INSANG IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS). Jurnal Medika Veterinaria Vol. 7 No. 2, Agustus 2013 ISSN :0853- 1943142.

Kordi K., M.Ghufran H. 2013.

Budidaya Nila Merah Unggul.

Aliza, D. 2014. Gambaran perilaku dan insang ikan nila (Oreochromis Niloticus) yang mengalami stres kepadatan.

Jurnal Medika Veterinaria., 8(1): 80 – 83.

(9)

LAMPIRAN

Tabel 4. Nilai berat awal dan akhir Ikan Nila (Oreochromis nilocitus) dari hasil pengamatan.

Salinitas Klp

Berat Awal

Berat Akhir 0

1 1,43 gr 1,43 gr 2 2,22 gr 2,6 gr 3 2,23 gr 1,74 gr

(10)

10

1 1,49 gr 1,40 gr 2 1,76 gr 1,62 gr 3 2,3 gr 1,8 gr 20

1 1,70 gr 1,58 gr 2 1,84 gr 1,76 gr 3 1,81 gr 1,63 gr

30 1 1,49 gr 1,41 gr

2 1,94 gr 1,84 gr 3 2,46 gr 1,88 gr

Tabel 5. Nilai bukaan operkulum Ikan Nila (Oreochromis nilocitus) kelompok1

Salinitas (ppt)

Waktu (menit)

15 30 45 60

0 309 307 301 486

5 428 577 709 145

1

10 277 482 449 180

15 565 441 286 189

20 870 108

7

122 2

742

Grafik 2. Nilai bukaan operculum Ikan Nila (Oreochromis nilocitus) kelompok

1

15 30 45 60 2000

400 600800 10001200 1400 1600

Grafik Nilai Bukaan Operkulum kelompok 1

0 ppt 5 ppt 10 ppt 15 ppt 20 ppt

Waktu

Bukaan operculum

(11)

Tabel 5. Nilai bukaan operculum Ikan Nila (Oreochromis nilocitus) kelompok 2

Salinitas (ppt)

Waktu (menit)

15 30 45 60

0 307 304 300 486

5 424 578 706 1456

10 275 481 451 187

15 561 446 297 187

20 865 1001 1226 742

Grafik 3. Nilai bukaan operculum Ikan Nila (Oreochromis nilocitus) kelompok 2

Tabel 7. Nilai bukaan operculum Ikan Nila (Oreochromis nilocitus) kelompok 3

Salinitas Waktu (menit)

15 30 45 60 2000

400600 1000800 1200 14001600

Grafik Nilai Bukaan Operkulum kelompok 2

0 ppt 5 ppt 10 ppt 15 ppt 20 ppt

Waktu

Bukaan operculum

(12)

(ppt) 15 30 45 60

0 251 263 277 449

5 391 537 668 879

10 215 378 437 235

15 589 515 341 177

20 795 892 1131 483

Grafik 4. Nilai bukaan operculum Ikan Nila (Oreochriomis nilocitus) kelompok 3

DOKUMENTASI

15 30 45 60 0

200 400 600 800 1000 1200

Grafik Nilai Bukaan Operkulum kelompok 3

0 ppt 5 ppt 10 ppt 15 ppt 20 ppt

Waktu

Bukaan operculum

Gambar

Tabel 1. Perhitungan Pengenceran
Tabel 4. Nilai berat awal dan akhir Ikan Nila (Oreochromis  nilocitus) dari hasil pengamatan.
Tabel 5. Nilai bukaan operkulum Ikan Nila (Oreochromis nilocitus) kelompok1 Salinitas (ppt) Waktu (menit)153045 60 0 309 307 301 486 5 428 577 709 145 1 10 277 482 449 180 15 565 441 286 189 20 870 108 7 1222 742
Tabel 5. Nilai bukaan operculum Ikan Nila (Oreochromis nilocitus) kelompok 2 Salinitas (ppt) Waktu (menit)153045 60 0 307 304 300 486 5 424 578 706 1456 10 275 481 451 187 15 561 446 297 187 20 865 1001 1226 742
+2

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata persentase pencapaian indikator kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan

Pada mata kuliah ini mahasiswa akan belajar memahami hukum-hukum dasar fisika, Medan Listrik; Potensial Listrik; Arus Listrik; Medan magnet; Gaya Gerak Listrik

Berdasarkan hasil uji parsial pada Tabel 3 diketahui bahwa nilai signifikansi untuk variabel komitmen organisasi sebesar 0,006, karena nilai signifikansi hitung lebih kecil dari

Penulisan nama pengarang yang mengadung nama keluarga atau marga harus dibalik dan untuk data pengarang yang sama ditulis dengan notasi__________ c. Penulisan nama

Namun demikian, tidak ada peristiwa yang dikenal dengan sebutan ‘pilar se- jarah’ dapat direkonstruksi secara tepat dari novel atau karya sastra lainnya.. Per- tanyaan

78 percakapan hanya sebatas interaksi secara lisan antara orang yang berbicara (penutur) dengan orang yang diajak berbicara (petutur) yang membahas suatu hal dalam satu

Diungkapkan oleh Pace dan Faules (2006:134) bahwa kinerja merupakan tugas fungsional yang berkaitan dengan kemampuan seseorang menyelesaikan pekerjaannya, terutama dalam

pengelolaan pendidikan, mulai tahun ajaran 2007/2008 SMA Negeri 3 Malang telah menerima sertifikat standar manajemen mutu ISO 9001:2000 sebagai langkah awal untuk meningkatkan