BAB III
ANALISA KEBUTUHAN SISTEM
3.1 Profil Organisasi
3.1.1 Sejarah
PNPM Mandiri dikukuhkan secara resmi pada tanggal 30 April 2007. Kontrak PNPM Mandiri kemudian berakhir karena terdapat berita acara serah terima (BAST) dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Nomor: 100/1694/SJ dan Nomor:
01/BA/M-DPDTT/IV/2015 bahwa programPNPM Mandiri yang berjalan sejak tahun 2007 telah berakhir 31 Desember 2014. Namun dengan berbagai pertimbangan, Kemendesa PDTT memutuskan untuk mengaktifkan kembali kontrak eks-PNPM. Kontrak tersebut kemudian beberapa kali diperpanjang, hingga terakhir diperpanjang tanggal 31 Mei 2016.
Setelah berakhirnya program PNPM Mandiri untuk melindungi dana eksPNPM Mandiri, dana tersebut kemudian dikelola oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dan berganti nama menjadi Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM). Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) memberikan bantuan kepada masyarakat untuk meningkatkan pendapatan berlandaskan trilogi pembangunan, sosial, ekonomi dan infrastuktrur penunjang kegiatan masyarakat. Salah satu jenis kegiatan DAPM adalah kegiatan ekonomi produktif yaitu adanya pinjaman modal yang dilakukan dengan sistem bergulir melalui kegiatan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP). Menurut Kasmir (2007:89) “pinjaman modal adalah modal yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan biasanya diperoleh dari pinjaman”.
3.1.2 Visi dan Misi
Visi DAPM
Visi DAPM Kecamatan Kasomalang adalah terwujudnya kemandirian ekonomi rumah tangga dan kesejahteraan masyarakat .
Misi DAPM
Merupakan penjabaran berbagai upaya DAPM Kecamatan Kasomalang untuk mewujudkan Visi DAPM Kasomalang sedangkan Misi tersebut adalah :
1. Melestarikan dan mengembangkan hasil kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan dengan sistem pembangunan partisipatif.
2. Melestarikan kelembagaan dan kegiatan yang telah dilakukan PNPM Mandiri Perdesaan.
3. Mengembangkan kapasitas kelembagaan masyarakat dan aparat pemerintah desa serta kecamatan dalam memfasilitasi sistem pembangunan partisipatif yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat.
4. Meningkatkan peran masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelestarian kegiatan pemberdayaan masyarakat.
5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi yang berorientasi pada pemberdayaan perekonomian rakyat.
3.1.3 Struktur Organisasi
Gambar 3. 1 Struktur Organisasi DAPM Kasomalang
3.2 Analisis Sistem Berjalan
Hasil analisis kebutuhan didapatkan dari wawancara dengan stakeholder terkait . Dari hasil analisis kebutuhan didapatkan identifikasi fitur yang kemudian dikembangkan menjadi kebutuhan fungsional dan non-fungsional. Identifikasi fitur dan kebutuhan fungsional dan non-fungsional tersebut diturunkan dari 2 aktor yang terlibat dalam sistem yaitu pelapor, admin.
3.2.1 Bisnis Proses
Gambar 3. 2
Sistem berjalan pengaduan masyarakat menggunakan BPMN
Berikut ini adalah sistem berjalan pengaduan masyarakat yang ada di DAPM kasomalang negeri subang dalam proses sistem berjalan tersebut terdapat dua stakeholder diantaranya pelapor dan admin dapm. Sistem yang digambarkan menggunakan BPMN (bussines process modelling notation).
3.3 Analisis Kebutuhan Sistem
Pada rancangan sistem informasi pengaduan masyarakat memiliki beberapa tahapan kebutuhan diantaranya seperti, kebutuhan informasi, kebutuhan fungsional dan non fungsional. Fungsi tersebut saling berhubungan dan saling mendukung untuk kelancaran mengahasilkan rancangan sistem yang diinginkan.
3.3.1 Analisis Kebutuhan Fungsional
Berdasarkan proses bisnis dan analisa kebutuhan sistem sebelumnya, maka dapat diturunkan kebutuhan fungsional sistem informasi pengaduan sebagaimana berikut ini.
1. Kebutuhan Fungsional Pelapor Tabel 3. 1
Kebutuhan Fungsional Pelapor
No SRS Deskripsi
SRS F – 1 Dapat melakukan registrasi dengan memasukan nik,email dan password
SRS F – 2 Dapat melakukan login dengan email dan password SRS F – 3 Dapat melakukan pengaduan
SRS F – 4 Dapat melihat tanggapan laporan
2. Kebutuhan Fungsional Admin Tabel 3. 2
Kebutuhan Fungsional Petugas
No SRS Deskripsi
SRS F – 1 Sistem menyediakan pengguna melakukan login kedalam sistem SRS F – 2 Sistem dapat mengelola pengaduan
SRS F – 3 Sistem dapat melihat data Masyarakat SRS F – 4 Sistem dapat menambahkan Data Petugas SRS F – 5 Sistem dapat melihat tanggapan
SRS F – 6 Sistem dapat memberikan tanggapan SRS F – 7 Sistem dapat mendownload laporan
3.3.2 Analisis Kebutuhan Non Fungsional
Kebutuhan non-fungsional adalah segala sesuatu yang dibutuhkan dalam merancang sistem, tediri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Maka dari itu
spesifikasi hardware dan software minimum yang akan digunakan, sebagai berikut.
Tabel 3. 3 Non Fungsional
No SRS Deskripsi
SRS NF – 1 Sistem mempunyai antar muka yang user friendly
SRS NF – 2 Sistem dibangun menggunakan
Bahasa Pemograman php dan framework laravel
SRS NF – 3 Sistem menggunakan enkripsi
password
Tabel 3. 4 Kebutuhan Hardware
No. Nama Hardware Spesifikasi
1. PC/Laptop Processor Intel Core 3
keatas, Ram 2GB+, Hardisk Space Minimal 1GB.
2. Monitor LG 22 MK600 222 inch Full HD
Tabel 3. 5 Kebutuhan Software
No. Kebutuhan Keterangan Fungsi
1. Sistem Operasi Windows 10 Sebagai sistem
operasi yang di pakai untuk menjalankan software
2. Software Browser Menampilkan program
Xampp Web Server
Visual Code Text Editor
MySQL Database
PhpMy admin Database Tools
PHP Bahasa Pemograman
Laravel Framework
3.4 Analisis Sistem baru
Analisis sistem atau System Analysis adalah suatu teknik atau metode pemecahan masalah dengan cara menguraikan system ke dalam komponen- komponen pembentuknya untuk mengetahui bagaimana komponen-komponen tersebut bekerja dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan system. Dalam sistem baru pengaduan masyarakat ini terdapat usecase sebagai berikut :
3.4.1 Usecase Sistem Baru
Gambar 3. 3 Usecase Sistem Baru 1. Definisi Aktor
Berikut ini adalah deskripsi aktor yang terdapat pada sistem informasi pengaduan masyarakat:
Tabel 3. 6 Definisi Aktor No. Aktor Deskripsi
1. Pelapor Pelapor memiliki hak akses melaporkan pengaduan dan menerima hasil tanggapan.
2. Petugas Petugas bertugas dan memiliki hak akses mengelola data pelapor, memberi
tanggapan, melihat tanggapan, dan mendownload laporan.
2. Definisi Use Case
Berikut ini adalah deskripsi Use Case yang terdapat pada sistem informasi pengaduan masyarakat:
Tabel 3. 7 Definisi Use Case
No. Use case Deskripsi
1. Daftar Daftar merupakan syarat untuk bisa masuk kedalam website, dengan input email dan password
2. Login Login merupakan proses pengecekan hak akses pengguna. Pengguna dapat menjalankan fungsi-fungsi yang tersedia sesuai hak akses yang dimiliki.
3. Membuat Pengaduan
Merupakan proses pelapor melakukan pengaduan sesuai dengan masalah yang ingin dilaporkan pelapor.
4. Melihat Tanggapan Merupakan proses melihattanggapan dari sebuah pengaduan yang di laporkan.
5. Mengelola data pengaduan
Merupakan proses melihat pengaduan yang dilaporkan masyarakat dan memberikan tanggapan
6. Kelola Petugas Merupakan proses Tambah petugas dengan cara menginput di form tambah petugas.
7. Mendownload laporan
Merupakan proses admin mendownload laporan yang diterima dari pelapor.
Tabel 3. 8
Skenario usecase Diagram Daftar Akun
Usecase name Daftar
Actors Pelapor
Goal Pelapor dapat mendaftar
Pre-conditions Mendaftar sebagai user
Post-condition Melakukan login
Failed end condition Tidak memilih
Main flow / basic path 1. Memilih menu daftar 2. input email, nik, password 3. menekan tombol daftar Tabel 3. 9
Skenario usecase Diagram Login
Usecase name Login
Actors Pelapor
Goal Pelapor dapat melakukan login
Pre-conditions Memilih menu login
Post-condition Input email dan password
Failed end condition Login gagal
Main flow / basic path 1. Memilih menu login 2. input email, nik, password 3. menekan tombol masuk Tabel 3. 10
Skenario usecase Diagram Melihat Data Masyarakat
Usecase name Mengolah data pelapor
Actors Petugas
Goal Agar pengaduan tersebut tidak
disalahgunakan Admin
Pre-conditions Memilih menu masyarakat
Post-condition Menekan menu masyarakat
Failed end condition Main flow / basic path
Tabel 3. 11
Skenario Usecase Diagram Membuat Pengaduan
Usecase name Membuat pengaduan
Actors Pelapor
Goal Untuk melaporkan masalah pada unit
layanan masyarakat
Pre-conditions Memilih menu pengaduan
Post-condition Membuat pengaduan
Failed end condition Laporan gagal
Main flow / basic path 1. Memilih menu pengaduan 2. Membuat laporan
3. Memilih menu laporkan Tabel 3. 12
Skenario Usecase Diagram Memberi Tanggapan
Usecase name Memberi tanggapan
Actors Petugas
Goal Agar pelapor mengetahui tanggapan dari
sebuah pengaduan yang di laporkan
Pre-conditions Memilih menu pengaduan
Post-condition Memberi tanggapan
Failed end condition Gagal memberi tanggapan Main flow / basic path 1. Memilih menu pengaduan
2. Memberi tanggapan 3. Menekan tombol memberi
tanggapan Tabel 3. 13
Skenario Usecase Diagram Melihat Tanggapan
Usecase name Melihat tanggapan
Actors Pelapor, Petugas
Goal Untuk mengetahui tanggapan dari sebuah
pengaduan yang di laporkan
Pre-conditions Memilih menu lihat tanggapan
Post-condition Melihat tanggapan
Failed end condition Gagal melihat tanggapan
Main flow / basic path 1. Memilih menu tanggapan Tabel 3. 14
Skenario Usecase Diagram Kelola Petugas
Usecase name Kelola Petugas
Actors Petugas
Goal Untuk menambahkan data Petugas
Pre-conditions Memilih menu petugas
Post-condition Tambah petugas
Failed end condition Gagal menambahkan petugas Main flow / basic path 1. Memilih menu petugas
2. Menekan tombol tambah petugas 3. Simpan petugas
Tabel 3. 15
Skenario Usecase Diagram Mendownload Laporan Pengaduan
Usecase name Mendownload laporan pengaduan
Actors Petugas
Goal Sebagai laporan bulanan pada unit
pelayanan masyarakat
Pre-conditions Memilih menu export to PDF
Post-condition Mendownload tanggapan
Failed end condition Gagal mengexport tanggapan Main flow / basic path 1. Memilih menu laporan
2. Menekan tombol export to PDF Tabel 3. 16
Skenario Usecase Diagram Logout
Usecase name Logout
Actors Pelapor, Petugas
Goal Meninggalkan/keluar dari sistem
pengaduan layanan masyarakat
Pre-conditions Memilih menu Logout
Post-condition Melakukan logout
Failed end condition Logout gagal
Main flow / basic path 1. Memilih menu Logout
3.4.2 Activity Diagram
3.4.2.1Activity Diagram Daftar Pelapor
Gambar 3. 4 Activity Diagram Daftar
3.4.2.2 Activity Diagram Login
Gambar 3. 5 Activity Diagram Login
3.4.2.3 Activity Diagram Membuat pengaduan
Gambar 3. 6
Activity Diagram Membuat Pengaduan
3.4.2.4 Activity Diagram Kelola Petugas
Gambar 3. 7
Activity Diagram Kelola Petugas
3.4.2.5 Activity Diagram Mengelola Data pelapor
Gambar 3. 8
Activity Diagram Melihat data petugas
3.4.2.6 Activity Diagram Kelola Pengaduan
Gambar 3. 9
Activity Diagram Kelola Pengaduan
3.4.2.7 Activity Diagram Melihat Tanggapan
Gambar 3. 10
Activity Diagram Melihat Tanggapan
3.4.2.8 Activity Diagram Mendownload Laporan
Gambar 3. 11
Activity Diagram Mendownload Laporan
3.4.2.9Activity Diagram Logout
Gambar 3. 12 Activity Diagram Logout