• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Agama dan Ajaran Agama Islam.docx (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sumber Agama dan Ajaran Agama Islam.docx (1)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkat karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Sumber Agama dan Ajaran Agama Islam”.

Dalam penyusunan makalah ini, kami tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehinggga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun sendiri maupun kepada pembaca umumnya. Kami mohon maaf apabila ada kekurangan maupun kesalahan pada penulisan makalah ini untuk itu kami berterimakasih apabila pembaca memberi saran atau kritikan kepada kami.

Banda Aceh, 29 Oktober 2016

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………. 1

DAFTAR ISI……… 2

Bab I : Pendahuluan……… 3

1.1. Latar Belakang………. 3

Bab II : Pembahasan……… 4

2.1. Sumber Agama dan Ajaran Agama Islam……….. 4

2.2. Al-Qur’an: isi dan sistematiknya……… 4

2.3. As-Sunnah (Al-Hadits): fungsi dan artinya……… 7

2.4. Ra’yu yang dilaksankan dengan ijtihad………. 8

Bab III : Penutup……….. 11

3.1. Kesimpulan……….. 11

(3)

BAB I

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang

Kehadiran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin.

(4)

BAB II

Pembahasan

2.1. Sumber Agama dan Ajaran Agama Islam

Agama Islam bersumber dari Al-Qur’an yang memuat Wahyu Allah dan al-hadist yang memuat sunnah Rasulullah. Komponen agama Islam dan unsur utama ajaran Islam ( akidah, syariah , dan akhlak ) di kembangkan dengan Ra’yu atau akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk mengembangkannya. Yang dikembangkan adalah ajaran agama dan yang terdapat dalam Al-Qur;an dan Al-hadist. Dengan kata lain, yang dikembangkan lebih lanjut supaya dapat dipahami manusia adalah wahyu Allah dan sunnah Rasul yang merupakan agama Islam.

Hukum artinya menetapkan sesuatu atas sesuatu atau meniadakannya. Hukum Islam disebut juga syariat atau hukum Allah SWT, yaitu hukum atau undang-undang yang ditentukan Allah SWT sebagaimana terkandung dalam kitab suci Al-Qur’an dan Hadis (sunah). Syariat Islam juga merupakan hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat manusia, baik muslim maupun bukan muslim.

2.2. Al-Qur’an: isi dan sistematiknya

Al-Qur’an adalah sumber ajaran Islam yang utama. Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT, sesuai dengan firmannya sebagai berikut:

ننوظظففاحنلنهظلنانننإفونرنككذنفلااننلكزنننننظحكننانننإف

Artinya:

”Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr:9)

ارريثفكن افرالنتفخكا هفيفف اودظجنونلن هفلننلا رفيكغن دفنكعف نكمف نناكن وكلنون ننآركقظلكا ننورظبنندنتنين النفنأن

Artinya:

(5)

Al-Qur’an merupakan sumber agama juga ajaran Islam pertama dan utama. Pengertian secara harafiah berarti sesuatu yang harus dibaca atau dipelajari. Sedangkan secara istilah, Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan melalui malaikat jibril kepada Nabi Muhammad SAW dan sebagai salah satu mukzijat Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan, 22 hari, mula-mula di Mekah kemudian di Madinah. Tujuannya untuk menjadi pedoman atau petunjuk bagi umat manusia dalam hidup dan kehidupannya mencapai kesejahteraan di dunia ini dan kebahagiaan di akhirat kelak.

Al-Qur’an yang menjadi sumber nilai dan norma umat Islam itu terbagi kedalam 30 juz, 114 surah, 6666 ayat, 74.499 kata atau 325.345 huruf (lebih tepat dikatakan 325.345 suku kata jika dilihat dari sudut pandang bahasa Indonesia). Al-Qur’an tidak disusun secara kronologis. Lima ayat pertama diturunkan di gua hira’ pada malam 17 Ramadhan tahun pertama sebelum hijriah atau pada malam Nuzulul Qur’an ketika Nabi Muhammad berusia 40-41 tahun, sekarang terletak di surat al-Alaq (96) : 1-5. Ayat terakhir yang diturunkan di padang Arafah, ketika Nabi Muhammad berusia 63 tahun pada tanggal 9 zulhijah tahun ke-10 Hijrah, kini terletak di suratAl-Madinah (50) : 3.

Ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad masih tinggal di Mekah disebut ayat-ayat Makkiyah, sedangkan ayat-ayat-ayat-ayat yang turun setelah Nabi Muhammad pindah ke Madinah dinamakan ayat-ayat Madaniyah. Ciri-cirinya adalah :

1. Ayat-ayat Makkiyah pada umumnya pendek-pendek. Merupakan 19/30 dari seluruh isi Al-Qur’an, terdiri dari 86 surat, 4.780 ayat. Ayat-ayat Madaniyah pada umumnya panjang-panjang merupakan 11/30 dari seluruh isi Al-Qur’an, terdiri dari 28 surat, 1.456 ayat.

2. Ayat-ayat Makkiyah dimulai dengan kata-kata ya ayyuhannas (haimanusia). Sedangkan ayat-ayat Madaniyah dimulai dengan kata-kata ya ayyuhallazina amanu (hai orang-orang yang beriman).

3. Ayat-ayat Makkiyah pada umumnya mengenai tauhid yakni keyakinan pada kemahaEsaan Allah, hari kiamat, akhlak, dan kisah-kisah umat manusia di masa lalu, sedangkan ayat-ayat Madaniyah memuat soal-soal hukum, keadilan, masyarakat dan sebagainya.

4. Ayat-ayat Makkiyah diturunkan selama 12 tahun 13 hari, sedangkan ayat-ayat Madaniyah selama 10 tahun, 2 bulan 9 hari. Allah telah menjamin kemurnian dan kesucian Al-Qur’an, dalam surat Al-Hijrayat 9 :

Kandungan Al-Qur’an, antara lain adalah:

(6)

2. Prinsip-prinsip syari’ah sebagai dasar pijakan manusia dalam hidup agar tidak salah jalan dan tetap dalam koridor yang benar bagaimana menjalin hubungan kepada Allah

(hablum minallah, ibadah) dan hubungan kepada manusia (hablum minannas,

mu’amalah).

3. Janji atau kabar gembira kepada yang berbuat baik (basyir) dan ancaman siksa bagi yang berbuat dosa (nadzir).

4. Kisah-kisah sejarah, seperti kisah para nabi, para kaum masyarakat terdahulu, baik yang berbuat benar maupun yang durhaka kepada Tuhan.

5. Dasar-dasar dan isyarat-isyarat ilmu pengetahuan: astronomi, fisika, kimia, ilmu hukum, ilmu bumi, ekonomi, pertanian, kesehatan, teknologi, sastra, budaya, sosiologi, psikologi, dan sebagainya.

Keutamaan Al-Qur’an ditegaskan dalam Sabda Rasullullah, antara lain:

1. Sebaik-baik orang di antara kamu, ialah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya

2. Umatku yang paling mulia adalah Huffaz (penghafal) Al-Qur’an (HR. Turmuzi)

3. Orang-orang yang mahir dengan Al-Qur’an adalah beserta malaikat-malaikat yang suci dan mulia, sedangkan orang membaca Al-Qur’an dan kurang fasih lidahnya berat dan sulit membetulkannya maka baginya dapat dua pahala (HR. Muslim).

4. Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah hidangan Allah, maka pelajarilah hidangan Allah tersebut dengan kemampuanmu (HR. Bukhari-Muslim).

5. Bacalah Al-Qur’an sebab di hari Kiamat nanti akan datang Al-Qur’an sebagai penolong bagi pembacanya (HR. Turmuzi).

(7)

berwudhu), dan 10 kebajikan apabila tidak berwudhu. Bukan hanya membaca, mendengarkan orang yang membaca Al-Qur’an pun akan mendapatkan pahala. Selain membaca dan mendengar, belajar dan mengajarkan membaca Al-Qur’an pun adalah suatu kebaikan.

2.3. As-Sunnah (Al-Hadits): fungsi dan artinya

Al-Hadits menurut pengertian bahasa ialah berita atau sesuatu yang baru. Dalam ilmu hadist istilah tersebut berarti segala perkataan, perbuatan dan sikap diam Nabi tanda setuju (taqrir). Para ahli hadits, umumnya menyamakan istilah hadits dengan istilah sunnah. Namun, ada sementara ahli hadits mengatakan bahwa istilah dipergunakan khusus untuk sunnah qauliyah

(perkataanNabi), sedangkan sunnahfi’liyah (perbuatanNabi) dan sunnahtaqririyah tidak disebutkan dalam hadits. Hadist adalah sumber kedua agama dan ajaran Islam setelah Al-Qur’an.

Peranan Al-Hadits

Sebagai sumber agama dan ajaran Islam, Al-Hadits mempunyai peranan yang penting setelah Al-Qur’an. Al-Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup umat Islam diturunkan pada umumnya dalam kata-kata yang perlu dirinci dan dijelaskan lebih lanjut, agar dapat dipahami dan diamalkan. Sebagai utusan Allah Nabi Muhammad SAW mempunyai wewenang menjelaskan dan merinci wahyu Allah yang bersifat umum.Sesuai firman Allah dalam surat An-Nahl (16) ayat 44:

Artinya:

“keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.”

Ada tiga peranan al-Hadits disamping al-Qur’an sebagai sumber agama dan ajaran Islam. Adapun peranan al-Hadits adalah :

1. Menguatkan dan menegaskan hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an.

(8)

Artinya : “Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”(QS. An-Nahl : 44)

3. Menetapkan dan mengadakan hukum yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. Hukum yang terjadi adalah merupakan produk Hadits/Sunnah yang tidak ditunjukan oleh Al-Qur’an. Contohnya seperti larangan memadu perempuan dengan bibinya dari pihak ibu, haram memakan burung yang berkuku tajam, haram memakai cincin emas dan kain sutra bagi laki-laki.

Sebagai sumber ajaran Islam kedua, setelah Alquran, Hadist memiliki fungsi yang pada intinya sejalan dengan Al-Quran. Keberadaan Al-Sunnah tidak dapat dilepaskan dari adanya sebagian ayat Al-Quran :

a. Yang bersifat global (garis besar) yang memerlukan perincian;

b. Yang bersifat umum (menyeluruh) yang menghendaki pengecualian;

c. Yang bersifat mutlak (tanpa batas) yang menghendaki pembatasan; dan ada pula Isyarat Alquran yang mengandung makna lebih dari satu (musytarak) yang menghendaki penetapan makna yang akan dipakai dari dua makna tersebut; bahkan terdapat sesuatu yang secara khusus tidak dijumpai keterangannya di dalam Alquran yang selanjutnya diserahkan kepada hadis nabi.

2.4. Ra’yu yang dilaksankan dengan ijtihad

Sumber ajaran Islam yang ketiga adalah ar-ra’yu atau sering disebut dengan kata ijtihad.

Ijtihad adalah usaha yang sungguh-sungguh yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa

orang yang mempunyai ilmu pengetahuan dan pengalaman tertentu yang memenuhi syarat untuk mencari, menemukan, dan menetapkan nilai dan norma yang tidak jelas atau tidak terdapat patokannya di dalam al-Quran dan al-Hadits. Orang yang menetapkan hukum dengan jalan ini disebut mujtahid

(9)

orang yang memikirkannya”. Oleh karena itu, apabila ada suatu masalah yang hukumnya tidak terdapat di Al Quran maupun Hadist, maka diperintahkan untuk berijtihad dengan menggunakan akal pikiran dengan tetap mengacu kepada Al Quran dan Hadist.

Ijtihad hanya diperbolehkan bagi orang-orang yang memenuhi syarat sebagai mujtahid. Syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut :

1. Menguasai bahasa Arab untuk dapat memahami Al-Qur’an dan kitab-kitab hadits yang tertulis dalam bahasa Arab.

2. Mengetahui isi dan sistem hukum al-Qur’an serta ilmu-ilmu untuk memahami al-Qur’an. 3. Mengetahui hadits-hadits hukum dan ilmu-ilmu hadits yang berkenaan dengan pembentukan hukum.

4. Menguasai sumber-sumber hukum islam dan cara-cara (metode) menarik garis-garis hukum dari sumber-sumber hukum islam.

5.Menguasai dan mengetahui kaidah-kaidah fiqih. 6. Mengetahui rahasia dan tujuan-tujuan hukum islam. 7. Jujur dan ikhlas.

8.Menguasai ilmu-ilmu sosial (Antropologi, Sosiologi).

9.Dilakukan secara kolektif (jama’i) bersama para ahli disiplin ilmu lain.

Adapun macam-macam bentuk ijtihad yang dikenal dalam syariat Islam, yaitu:

1. Ijma’, menurut bahasa artinya sepakat, setuju, atau sependapat. Sedangkan menurut istilah adalah kebulatan pendapat ahli ijtihad umat Nabi Muhammad SAW sesudah beliau wafat pada suatu masa, tentang hukum suatu perkara dengan cara musyawarah. Hasil dari Ijma’ adalah fatwa, yaitu keputusan bersama para ulama dan ahli agama yang berwenang untuk diikuti seluruh umat.

2. Qiyas yang berarti mengukur sesuatu dengan yang lain dan menyamakannya. Dengan kata lain Qiyas dapat diartikan pula sebagai suatu upaya untuk membandingkan suatu perkara dengan perkara lain yang mempunyai pokok masalah atau sebab akibat yang sama. Contohnya adalah pada surat Al isra ayat 23 dikatakan bahwa perkataan ‘ah’, ‘cis’, atau ‘hus’ kepada orang tua tidak diperbolehkan karena dianggap meremehkan atau menghina, apalagi sampai memukul karena sama-sama menyakiti hati orang tua.

(10)

4. Mushalat Murshalah, menurut bahasa berarti kesejahteraan umum. Adapun menurut istilah adalah perkara-perkara yang perlu dilakukan demi kemaslahatan manusia. Contohnya, dalam Al Quran maupun Hadist tidak terdapat dalil yang memerintahkan untuk membukukan ayat-ayat Al Quran. Akan tetapi, hal ini dilakukan oleh umat Islam demi kemaslahatan umat. 5. Sududz Dzariah, menurut bahasa berarti menutup jalan, sedangkan menurut istilah adalah

tindakan memutuskan suatu yang mubah menjadi makruh atau haram demi kepentingan umat. Contohnya adalah adanya larangan meminum minuman keras walaupun hanya seteguk, padahal minum seteguk tidak memabukan. Larangan seperti ini untuk menjaga agar jangan sampai orang tersebut minum banyak hingga mabuk bahkan menjadi kebiasaan.

6. Istishab yang berarti melanjutkan berlakunya hukum yang telah ada dan telah ditetapkan di masa lalu hingga ada dalil yang mengubah kedudukan hukum tersebut. Contohnya, seseorang yang ragu-ragu apakah ia sudah berwudhu atau belum. Di saat seperti ini, ia harus berpegang atau yakin kepada keadaan sebelum berwudhu sehingga ia harus berwudhu kembali karena shalat tidak sah bila tidak berwudhu.

7. Urf. berupa perbuatan yang dilakukan terus-menerus (adat), baik berupa perkataan maupun perbuatan. Contohnya adalah dalam hal jual beli. Si pembeli menyerahkan uang sebagai pembayaran atas barang yang telah diambilnya tanpa mengadakan ijab kabul karena harga telah dimaklumi bersama antara penjual dan pembeli.

Ijtihad mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam dan merupakan sumber hukum Islam yang ketiga setelah Al Quran dan Hadist. Dengan ijtihad itu umat Islam menyelesaikan persoalan-persoalan yang hukumnya tidak ada dalam Al Quran maupun Hadist. Setelah Rasulullah wafat, tidak ada lagi sosok yang dapat ditanya secara langsung tentang masalah-masalah Islam. Oleh karena itu, ijtihad dijadikan jalan keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan tetap mengacu pada Al Quran dan Hadist.

(11)

Kesimpulan dari makalah ini adalah Qur’an sebagai sumber ajaran Islam yang utama. Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepadaRasul-Nya, Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT, disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah sedikit demi sedikit selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, mula-mula di Mekkah kemudian di Madinah. Tujuannya, untuk menjadi pedoman atau petunjuk bagi umat manusia dalam hidup dan kehidupannya mencapai kesejahteraan didunia ini dan kebahagiaan diakhirat kelak. Sebagai sumber ajaran Islam kedua, setelah Alquran, Hadist mempunyai fungsi menegaskan lebih lanjut ketentuan yang terdapat dalam Al-Qur’an, menambahkan atau mengembangkan sesuatu yang tidak ada atau samar-samar ketentuannya di dalam al-Qur’an, sebagai Musyar’I (pembuat syariat). Dan Ijtihad sebagai sumber ajaran Islam yang ketiga yang memuat tambahan atau sumber pengembangan.

DAFTAR PUSTAKA

http://fialuddin.blogspot.com/2010/11/makalah-sumber-agama-dan-ajaran-agama.html http://manshurzikri.wordpress.com/2010/03/22/sumber-ajaran-agama-islam-al-qur %E2%80%99an-dan-sunnah/

http://kumpulancontohmakalah.blogspot.com/2009/10/makalah-tentang-pengetahuan-dan-sumber.html

http://pendidikan-agama-islam-buku-teks-mata-kuliah-pendidikan-agama-islam-pada-universitas-gunadarma.html

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan umum Pendidikan Agama Islam adalah untuk mencapai kualitas yang disebutkan oleh al- Qur‟an dan Hadits sedangkan fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan

Selain berbagai ajaran dan pemahaman yang membuat para inkar al-sunnah hanya mau beriman kepada Al-Qur’an, dan menerima Al-Qur’an saja sebagai satu-satunya kitab sumber

Ilmu fikih adalah ilmu yang bertugas (berusaha) memahami/ menentukan dan menguraikan norma-norma hukum dasar yang terdapat didalam Al-Qur’an dan ketentuan umum yang terdapat

Walaupun Alquran dan Hadis merupakan sumber dari segala sumber ajaran Islam, namun ajaran-ajaran yang terdapat dalam kedua sumber tersebut tidak dapat pula dipahami dengan baik,

ta’zir artinya ajaran atau pengajaran); (2) al -ahkam al-sulthaniyah; membicarakan soal-soal yang berhubungan dengan kepala negara, pemerintahan, baik pemerintahan

Beranjak dari pengertian islam itu sendiri, islam juga memiliki beberapa sumber ajaran, diantaranya adalah hadits, banyak ayat Al-Quran yang memberikan pengertian bahwa hadits

Maksud program pelatihan baca Al-Qur’an dalam penelitian ini adalah suatu pelaksanaan belajar baca Al-Qur’an yang diterapkan bagi lanjut usia yang berkeinginan untuk belajar baca

Penjelasan Fungsi Hadits Terhadap Al-Qur’an Kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber otoritatif ajaran Islam yang kedua, telah diterima oleh hampir seluruh ulama dan umat Islam, tidak saja