• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas UMKM Analisis Usaha Mikro Kecil Me

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Tugas UMKM Analisis Usaha Mikro Kecil Me"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas UMKM

Analisis Usaha Mikro Kecil Menengah

Usaha Percetakan Batu-Bata Bukit Jaya

Dengan Metode SWOT

Oleh:

Halimah Tusak Diah

8335165314

S1 Akuntansi AP

TA. 2016/2017

(2)

A. DESKRIPSI PERUSAHAAN

Dalam rangka menjalankan peran sebagai suatu entitas usaha yang melihat peluang besar dengan potensi yang dimiliki serta meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah, maka langkah strategis yang dapat dilaksanakan adalah bagaimana menjadikan industri tersebut menjadi industri kecil dengan inovasi maupun ekspansi usaha. Salah satu karakteristik yang menonjol adalah penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam setiap kegiatan perusahaan dengan sungguh-sungguh. Fungsi manajemen ini dapat terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, perbaikan ataupun fungsi-fungsi manajemen lain berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian industri kecil akan senantiasa siap bersaing dan menjaga eksistensinya ditengah maraknya penggiatan terhadap kewirausahaan.

Usaha percetakan “Bukit Jaya” merupakan perusahaan yang berkisar pada skala mikro-menengah. Produk diolah melalui satu departemen produksi yang bergerak di bidang pengolahan tanah liat menjadi batu-bata, beralamat di jalan Simpang Bukit Kubang Duo Koto Panjang,Kec. Candung, Kab. Agam, Prov. Sumatera Barat yang dipimpin oleh satu kepala usaha dan terdiri dari beberapa pegawai (berkisar pada belasan pekerja).

Usaha ini sudah berjalan sekitar delapan tahun lebih dengan sistem produksi berdasarkan kepada “ process costing”. Usaha ini berawal dari sebuah toko bangunan yang telah berdiri selama lebih dari 15 tahun. Seiring dengan perkembangan waktu, kebutuhan akan bahan material dan pembangunan terus meningkat serta ditambah dengan adanya proyek pembangunan daerah yang melibatkan beberapa toko bangunan untuk memasok kebutuhan proyek tersebut. Selama ini bahan material seperti pasir maupun kerikil diperoleh dari daerah pemasok seperti Payakumbuh karena merupakan faktor alam yang tidak bisa diusahakan oleh manusia.

Bahan material yang tak kalah pentingnya dan merupakan salah satu komponen utama dalam pembangunan adalah batu-bata. Selama ini TB. Bukit Jaya memesan batu-bata kepada pemasok dari luar kota yang khusus menyediakan batu-bata saja. Melihat peluang ini, dimana belum adanya percetakan batu-bata terdekat ditambah lagi maraknya usaha toko banguan serupa, maka TB. Bukik Jaya berekspansi dari toko bangunan sekaligus penyedia batu-bata. Sehingga bisnis semula yang bergerak hanya di bidang perdagangan saja tidak mengalami kegangguan yang signifikan dengan maraknya kompetitor-kompetitor yang baru tumbuh. Kompetitor-kompetitor ini justru menguntungkan karena mereka akan memesan batu-bata dari TB. Bukit Jaya. Hal ini bisa disebut sebagai salah satu bentuk inovasi suatu perusahaan UMKM dalam menghadapi perkembangan dan tantangan iklim wirausaha yang semakin berkembang pesat.

B. ANALISA SWOT TERHADAP PERCETAKAN BUKIT JAYA

Analisis SWOT merupakan metode perencanaan strategis yang digunakan untuk

(3)

Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).

Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin suatu proyek riset pada Universitas Stanford tepatnya dasawarsa 1960 an dan 1970 an dengan menggunakan data dari

perusahaan-perusahaan Fortune 500. Metode analisis SWOT merupakan alat yang tepat untuk menemukan masalah dari 4 (empat) sisi yang berbeda, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan dari sebuah peluang (opportunities) yang ada, kemudian bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

1. Strengths (Kekuatan)

Pengalaman

Usaha percetakan Bukit Jaya sudah memilki pengalaman yang cukup memadai selama lebih dari delapan tahun. Pekerja yang direkrutpun merupakan orang yang sudah berpengalaman di bidang yang sama di tempat usaha serupa sehingga sudah memiliki keterampilan yang mumpuni.

Jaringan & Distribusi

Usaha percetakan Bukit Jaya memiliki jaringan dan distribusi yang cukup bagus.

Pendistribusian biasanya diawali dari kalangan terdekat hingga menyebar melalui mulut ke mulut maupun promosi langsung kepada para mandor/ tukang yang akan menjembatani penjualan kepada pemilik tender atau yang sedang membutuhkan.

Hubungan Pelanggan

Jika dikaitkan dengan brand, pengalaman yang memang sudah diawali di bidang usaha material membuat hubungan Usaha Percetakan Bukit Jaya dengan pelanggan terjalin bagus karena adanya tingkat kepercayaan yang baik dari pelanggan.

Harga Bersaing, Variasi serta Kelengkapan Produk Pendukung lainnya Produk yang ditawarkan telah melalui survey dan riset harga terlebih dahulu sehingga pelanggan tidak dirugikan dengan monopoli harga meskipun usaha ini masih terbilang tidak terlalu banyak untuk kawasan sekitarnya. Disamping itu, bagi pelanggan yang ingin memulai pembangunan secara komplit juga bisa berbelanja bahan bangunan lainnya seperti kayu, pasir maupun produk material lainnya ditempat yang sama sehingga efektif dalam berbelanja.

2. Weaknesses (Kelemahan)

Tenaga Kerja (SDM)

(4)

bekerja sama. Sayangnya terkadang konflik pribadi antar karyawan menyebabkan kerugian seperti mundurnya salah satu pekerja yang rajin akibat konflik pribadi tersebut.

Hal lainnya adalah beberapa tenaga kerja yang berasal dari pihak keluarga merupakan peluang untuk terjadinya fraud (kecurangan) dalam financial perusahaan.

Armada

Untuk saat ini menurut pengamatan penulis, Usaha Percetakan Bukit Jaya membutuhkan tambahan armada seperti truk berukuran kecil-sedang seperti colt diesel L300 sehingga bisa memenuhi permintaan batu-bata dalam skala menengah tanpa menggunakan truk besar. Dengan begitu, perusahaan bisa menghemat pemakaian bahan bakar dan pesanan bisa diproses dengan cepat.

3. Opportunities (Kesempatan)

Pertumbuhan Pasar yang Masih Tergolong Baru di Kawasannya

Seperti yang penulis telah sebutkan sebelumnya. Hingga saat ini untuk kawasan sekitar Usaha Percetakan Batu Bata Bukit Jaya belum dijumpai kompetitor baru sehingga toko-toko bangunan disekitarnya masih mengandalkan pemesanan batu-bata kepada Bukit Jaya. Di samping itu, maraknya pembukaan gerai toko bangunan malah mendatangkan keuntungan bagi Bukit Jaya sendiri dengan adanya anak usaha baru berupa percetakan batu-bata.

4. Threats (Ancaman)

Pola Usaha yang Sering Ditiru

Karena bisnis ini sangat menjanjikan maka tidak tertutup peluang kemungkinan akan adanya competitor baru di masa depan yang akan membuka usaha serupa. Penulis menilai demikian karena berdasarkan pengalaman yang sama pada saat Bukit Jaya membuka usaha kali

pertamanya di bidang penjualan bahan bangunan dimana seiring bertambahnya waktu muncul kompetitor yang melirik usaha dagang ini sebagai lahan yang menguntungkan. Untuk iu, usaha percetakan Bukit Jaya perlu untuk memperluas dan memperkuat jaringan distribusinya serta meningkatkan produk agar eksistensi dari usaha ini bisa bertahan dengan baik.

C. KESIMPULAN

Setelah menganalisis semua faktor, langkah selanjutnya adalah bagaimana memaksimalkan kekuatan (strengths), menutupi kelemahan (weaknesses), memanfaatkan peluang

(opportunities), dan menangkal semua ancaman (threats) yang datang.

(5)

Referensi

Dokumen terkait

Ia adalah pelaku UKM lokal yang memproduksi terasi Bangka dengan brand Raja Belacan (raja terasi). Saya cukup kaget waktu pertama kali melihat terasi hasil produksinya. Sebab

1.) Melakukan observasi/survei terhadap UKM Yovi Jaya.. 4.) Pemecahan masalah usaha kecil dengan program linier atau metode simpleks. 5.) Menguji apakah solusi simpleks

14/22/PBI/2012 tentang Pemberian Kredit atau Pembiayaan oleh Bank Umum dan Bantuan Teknis dalam rangka Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang disertai ketentuan

Usaha Mikro Kecil dan menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha, yang bukan merupakan anak

14/22/PBI/2012 tentang Pemberian Kredit atau Pembiayaan oleh Bank Umum dan Bantuan Teknis dalam rangka Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang disertai ketentuan

Penelitian Maybelle (2009) yang berjudul Analisis Pengaruh Sikap dan Norma Subyektif Terhadap Intensi Perilaku Dalam Pembelian Jasa Produk Percetakan di Wilayah

(2) Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan

Pengaruhnya terhadap UD Pawon Kue adalah besar kecilnya keuntungan yang didapat sehingga modal pemanfaatan untuk kegiatan pengembangan usaha ikut berkurang.Selain itu munculnya banyak