• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Perbandingan Corporate Social Responsibility (CSR), Return On Assets (ROA) Dan Capital Adequacy Ratio (CAR) Antara Bank Pemerintah Dan Bank Swasta Yang Go Public Dan Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia (BEI)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Perbandingan Corporate Social Responsibility (CSR), Return On Assets (ROA) Dan Capital Adequacy Ratio (CAR) Antara Bank Pemerintah Dan Bank Swasta Yang Go Public Dan Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia (BEI)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah

(2)

(bunga kredit) dan bank juga memperoleh keuntungan dari biaya kegiatan jasa-jasa lainnya yang dikenal dengan istilah fee based. Pada bank konvensional keuntungan ini disebut Spread Based, sedangkan pada bank syariah tidak dikenal bunga karena diharamkan sedangkan keuntungan yang diperoleh dikenal dengan istilah bagi hasil atau profit sharing (Kasmir, 2005;10).Seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan dalam dunia usaha membuat persaingan dalam bisnis perbankan pun semakin tajam, hal ini dapat dilihat dengan terus bertambahnya jumlah bank yang beroperasi baik itu bank pemerintah, bank swasta maupun bank asing yang bersaing di dalam perbankan di Indonesia. Selain itu, pengetahuan masyarakat saat sekarang ini semakin berkembang, sehingga membuat masyarakat semakin selektif dalam memilih bank yang mereka percayai untuk mengelola dana mereka. Masyarakat memiliki pertimbangan-pertimbangan untuk menyimpankan dananya pada suatu bank. Pertimbangan-pertimbangan tersebut antara lain keamanan, teknologi, citra bank, kepedulian suatu bank terhadap lingkungan sekitarnya dan keunggulan produk-produk yang ditawarkan suatu bank. Semakin ketatnya persaingan dalam dunia perbankan membuat manajemen bank melakukan berbagai macam cara agar laporan yang diberikan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan terhadap bank yang bersangkutan merasa puas atas kinerja manajemen bank dalam mengelola asset yang dipercayakan kepada mereka.

(3)

suatu perusahaan yaitu keberlangsungan (sustainability) (Wibisono, 2007:5). Keberlangsungan suatu perusahaan juga tergantung pada penerimaan publik atau masyarakat akan kehadiran perusahaan tersebut. Untuk mencapai keberlangsungan tersebut lahirlah suatu konsep yang dikenal dengan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) (Elkington dalam Wibisono 2007:7). Tanggung jawab sosial perusahaan merupakan sebuah gagasan yang menjadikan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada aspek keuntungan semata, yaitu nilai perusahaan yang direflesikan dalam kondisi keuangan, namun juga harus memperhatikan aspek sosial dan lingkungannya. Konsep CSR menyatakan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak hanya terhadap pemiliknya atau pemegang saham saja tetapi juga terhadap para stakeholders yang terkait dan atau terkena dampak dari keberadaan perusahaan. Perusahaan tidak lagi hanya dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada Single Bottom Line, yaitu nilai perusahaan (corporate value) yang direfleksikan dalam kondisi keuangannya saja, namun juga harus memperhatikan aspek sosial dan lingkungannya (Altman & Berman dalam Wibisono:2007). Dunia usaha bukan lagi sekedar kegiatan ekonomi untuk menciptakan profit demi kelangsungan usahanya, melainkan juga tanggung jawab terhadap sosial dan lingkungannya. Menurut Global Compact Initiative (2002) menyebutkan pemahaman CSR dengan 3P atau dikenal dengan Triple Bottom Line yaitu Profit (keuntungan), People (masyarakat) dan Planet (lingkungan).

(4)
(5)

PT Exxon Mobil Indonesia yang berada di Aceh mengeksplor gas alam yang ada di daerah Arun, pada tahun 1999 PT Exxon Mobil Indonesia dinyatakan sebagai perusahaan petrokimia terbesar di dunia dan setahun kemudian perusahaan dilaporkan menjadi korporasi dengan keuntungan terbesar di dunia tetapi sedikit sekali keuntungan yang dihasilkan dari perusahaan untuk dipakai dalam pembangunan daerah Aceh, aktivitas perusahaan menimbulkan kerusakan lingkungan yang signifikan, tanah masyarakat sekitar diambil tanpa kompensasi, karyawan Indonesia yang direkrut bukan dari masyarakat setempat tetapi dari luar Aceh khususny Jawa dan dengan adanya explorasi yang dilakukan PT Exxon Mobil Indonesia yang tidak didukung dengan tindakan yang memperhatikan kehidupan dan permasalahan masyarakat Aceh sedangkan perusahaan terus-menerus menguras kekayaan alam yang ada di daerah tersebut menimbulkan kemarahan masyarakat sekitar sehingga terciptanya suatu kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang mewakili keinginan masyarakat sekitar

(6)

akan melaksanakan program tentu tidak terlepas dari tujuan utamanya untuk menghasilkan keuntungan. Walaupun program CSR bersifat sosial, tentu perusahaan ingin menjalankan program yang mendukung kinerja perusahaan dan memberikan manfaat bagi perusahaan (Wibisono, 2007 : 49).

(7)

Krisis keuangan dan semakin meningkatanya persaingan dalam dunia perbankan dapat memicu permasalahan sehingga banyak bank dinyatakan bangkrut dan harus ditutup. Krisis keuangan dan praktik-praktik perbankan yang tidak legal membuat terjadinya krisis kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan, karena itu pembenahan di sektor perbankan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat baik nasional maupun internasional dipandang sebagai suatu hal yang mendesak, karena sekali kepercayaan masyarakat hilang maka dunia perbankan Indonesia akan mengalami krisis yang berkepanjangan.Dengan didorong oleh kemajuan perekonomian maka sektor perbankan perlahan-lahan bangkit kembali. Bank pemerintah dan swasta saling bersaing dalam hal pelayanan dan pemenuhan kewajiban kepada nasabahnya. Segmen-segmen dari bank ini tentunya menawarkan kekuatan (strength) dan memberikan gambaran kelemahan (weakness) masing-masing.

(8)

menghasilkan pendapatan bagi bank (Pandia, 2012:59). Asset inilah nantinya yang akan menunjukkan kemampuan aktiva untuk mmenghasilkan laba. Maka return on assets berfungsi untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan, semakin besar ROA suatu bank maka semakinbesar tingkat keuntungan bank dan semakin baik pula posisi bank dari segi penggunaan asset.

Modal merupkan uang yang ditanamkan oleh pemiliknya sebagai pokok untuk memulai usaha maupun untuk memperbesar usahanya yang dapat menghasilkan sesuatu guna menambah kekayaan. Modal merupakam faktor penting dalam bisnis perbankan namun modal hanya membiayai sebagian kecil dari harta bank, artinya modal bagi bank penting dalam rangka pengembangan usaha dan menampung resiko kerugiaannya. Selain itu modal juga berfungsi untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan bank dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi. Keberhasilan suatu bank bukan terletak pada jumlah modal yang dimilikinya, tetapi bagaimana bank tersebut mempergunakan modal itu untuk mendapatkan sebanyak mungkin dana masyarakat yang kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga membentuk pendapatan bagi bank (Pandia, 2012:28,31).

(9)

penelitian apakah asumsi masyarakat tersebut benar adanya jika dilihat dari indikator kinerja keuangan, selain itu kita juga dapat mengetahui kinerja manajemen bank mana yang lebih baik dalam mengelola dana nasabah yang dipercayakan kepada mereka. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Perbandingan Corporate Social Responsibility (CSR), Return On Assets (ROA) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) Antara Bank Pemerintah Dan Bank Swasta Yang Go Publik Dan Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia “.

1.2.Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah terdapat perbedaan Corporate Social Responsibility (CSR) antara bank pemerintah dan bank swasta yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? 2. Apakah terdapat perbedaan Return on Assets (ROA) antara bank pemerintah

dan bank swasta yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia?

3. Apakah terdapat perbedaa Capital Adequacy Ratio (CAR) antara bank pemerintah dan bank swasta yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia?”

1.3.Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1.3.1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

(10)

2. Mengetahui perbedaan antara kinerja Return On Assets (ROA) antara bank pemerintah dan bank swasta yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3. Mengetahui perbedaan antara kinerja Capital Adequacy Ratio (CAR) antara bank pemerintah dan bank swasta yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

1.3.2. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh bagi beberapa pihak dari penelitian mengenai perbandingan tangung jawab sosial perusahaan dan kinerja keuangan bank pemerintah dengan bank swasta ini antara lain :

1. Bagi peneliti, untuk menambah pengetahuan mengenai dunia perbankan khususnya tentang kinerja keuangan yang dilihat dari Corporate Social Responsibility (CSR), Return On Assets (ROA) dan Capital Adequacy Ratio (CAR).

2. Bagi peneliti selanjutnya, sebagai bahan rujukan atau referensi dan sumber informasi untuk melakukan penelitian selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

d.  pimpinan   yang   membidangi   penelitian   dari  kementarian/  lembaga pemerintah  non  kementerian  yang  bersangkutan   bertugas, 

[r]

lahirnya Republik Indonesia Serikat, (RIS), adalah negara federasi yang berdiri pada tanggal 27 Desember 1949 sebagai hasil kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar:

HtmlOutputText is great for displaying simple values (with optional CSS format- ting), but it doesn’t display its body text (you must use the value property), and you

Kekurangan perhitungan inhour adalah hasil perhitungan terbatas pada fluks neutron, sehingga parameter detail teras seperti peaking factor , distribusi daya linier maupun

Penelitian ini dilatar belakangi karena rendahnya hasil belajar Matematika siswa kelas V di SD 5 Gondoharum. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Menjelaskan peningkatkan keterampilan

Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya skripsi dengan judul “Persepsi Klien Terhadap Atribut – Atribut Kualitas Audit dan

Nur