• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengapa sistem ekonomi pancasila belum b

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Mengapa sistem ekonomi pancasila belum b"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Jaya Saputra Tuankotta

Kelas : 3EA01

NPM : 13211795

Jurusan : manajemen

Mengapa sistem ekonomi pancasila belum bisa menghilangkan

GAP(Inflasi dan Korupsi) ?

Sebelum kita menjawab pertanyaan diatas, kita harus terlebih dahulu

mengetahui definisi dari sistem ekonomi pancasila, inflasi dan korupsi

dan jika dilihat dari sudut perspektif Produksi, Distribusi dan konsumsi

terhadap mekanismenya .

DEFINISI SISTEM EKONOMI PANCASILA

Sistem Ekonomi Pancasila (SEP) merupakan

sistem ekonomi yang digali

dan dibangun dari nilai-nilai yang dianut dalam masyarakat Indonesia. Beberapa

prinsip dasar yang ada dalam SEP tersebut antara lain berkaitan dengan prinsip

kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi yang diwujudkan

dalam ekonomi kerakyatan, dan keadilan.

Sebagaimana teori ekonomi Neoklasik yang dibangun atas dasar faham liberal

dengan mengedepankan nilai individualisme dan kebebasan pasar (Mubyarto,

2002: 68), SEP juga dibangun atas dasar nilai-nilai yang hidup dalam

masyarakat Indonesia, yang bisa berasal dari nlai-nilai agama, kebudayaan,

adat-istiadat, atau norma-norma, yang membentuk perilaku ekonomi

masyarakat Indonesia. Suatu perumusan lain mengatakan bahwa : “ Dalam

Demokrasi Ekonomi yang berdasarkan Pancasila harus dihindarkan hal-hal

sebagai berikut:

(2)

menimbulkan dan mempertahankan kelemahan structural ekonomi

nasional dan posisi Indonesia dalam perekonomian dunia.

Sistem etatisme dalam arti bahwa negara berserta aparatus ekonomi

negara bersifat dominan, mendesak dan mematikan potensi serta daya

kreasi unit-unit ekonomi diluar sektor negara.

Persaingan tidak sehat serta pemusatan kekuatan ekonomi pada satu

kelompok dalam berbagai bentuk monopoli dan monopsoni yang

merugikan masyarakat dan cita-cita keadilan sosial.” (GBHN 1993).

Seorang pakar senior lain mengatakan bahwa terdapat 5 ciri pokok dari sistem

ekonomi Pancasila yaitu : (Mubyarto, 1981).

1. Pengembangan koperasi penggunaan insentif sosial dan moral.

2. Komitmen pada upaya pemerataan.

3. Kebijakan ekonomi nasionalis

4. Keseimbangan antara perencanaan terpusat

5. Pelaksanaan secara terdesentralisasi

2.

CIRI – CIRI EKONOMI PANCASILA

1.

Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah.

Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak /

BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.

2.

Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga

dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak

mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal

maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan

swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling

mendukung.

(3)

4.

Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari

atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.

INFLASI dan DEFLASI

A. Pengertian Inflasi

Banyak pengertian inflasi yang dapat kita jumpai pada beberapa sumber. Diantaranya:

v Inflasi adalah kenaikan harga secara umum

 Inflasi dikatakan sebagai suatu proses kenaikan harga, yaitu adanya kecenderungan bahwa harga barang meningkat secara terus-menerus.

v Inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.

 Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi

v Inflasi adalah suatu proses atau peristiwa kenaikan tingkat harga barang-barang secara umum.

 Dikatakan tingkat harga secara umum karena barang dan jasa itu banyak sekali jumlah dan jenisnya. Ada kemungkinan harga sejumlah barang turun banyak barang lainnya yang justru naik harganya. Kenaikan satu dua barang saja bukan merupakan inflasi, kecuali bila kenaikan harga barang tersebut meluas pada sebagian besar harga barang-barang lainya.

Definisi Inflasi menurut para ahli :

 Ekonom Parkin dan Bade

Inflasi adalah pergerakan ke arah atas dari tingkatan harga. Secara mendasar ini berhubungan dengan harga, hal ini bisa juga disebut dengan berapa banyaknya uang (rupiah) untuk

(4)

 Menurut Nopirin (1987:25)

Proses kenaikan harga-harga umum barang-barang secara terus menerus selama peride tertentu.

 Menurut Samuelson dan Nordhaus (1998: 578-603)

Inflasi dinyatakan sebagai kenaikan harga secara umum. Jadi tingkat inflasi adalah tingkat perubahan harga secara umum yang dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut: Rate of inflation (year t) = Price level (year t)- price level (year t-l) rice level (year t-l)

Ada tiga komponen yang harus dipenuhi agar dapat dikatakan telah terjadi inflasi, Prathama dan Mandala (2001:203)

1) Kenaikan harga

 Harga suatu komoditas dikatakan naik jika menjadi lebih tinggi darpada harga periode sebelumnya.

2) Bersifat umum

 Kenaikan harga suatu komoditas belum dapat dikatakan inflasi jika kenaikan tersebut tidak menyebabkan harga secara umum naik.

3) Berlangsung terus menerus

 Kenaikan harga yang bersifat umum juga belum akan memunculkan inflasi, jika terjadi sesaat, karena itu perhitungan inflasi dilakukan dalam rentang waktu minimal bulanan.

B. Macam-Macam Inflasi

1. Berdasarkan tingkat kualitas parah atau tidaknya

Ada beberapa inflasi berdasarkan tingkat kualitas parah atau tidaknya yaitu: a) Inflasi ringan

(5)

b) Inflasi sedang

 Inflasi ini memiliki ciri yaitu lajunya berkisar antara 10% sampai 30% per tahun.Tingkat sedang ini sudah mulai membahayakan kegiatan ekonomi.Perlu diingat laju inflasi ini secara nyata dapat dilihat garak kenaikan harga.Pendapatan riil masyarakat terutama masyarakat yang berpenghasilan tetap seperti buruh ,mulai turun dan kenaikan upah selalu lebih kecil bila

dibandingkan dengan kenaikan harga.

c) Inflasi berat

 Inflasi berat adalah inflasi yang lajunya antara 30% sampai 100%.Kenaikan harga sudah sulit dikendalikan.Hal ini diperburuk lagi oleh pelaku-palaku ekonomi yang memanfaatkan keadaan untuk melakukan spekulasi.

d) Inflasi liar (hyperinflation)

 Inflasi liar adalah inflasi yang lajunya sudah melebihi dari 100% per tahun. Inflasi ini terjadi bila setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali (Hyperinflastion).

2. Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

a) Inflasi karena tarikan permintaan atau inflasi permintaan (demand full inflation)

 Inflasi ini merupakan inflasi yang disebabkan oleh besarnya permintaan masyarakat akan barang-barang. Permintaan total yang berlebihan biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor

produksi tersebut. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian

menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full

(6)

b) Inflasi karena kenaikan biaya-biaya produksi (cost push inflation)

 Inflasi ini terjadi karena adanya perubahan tingkat penawaran. Kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangat penting.

Jenis inflasi ini dibedakan menjadi dua :

 Inflasi yang disebabkan karena kenaikan harga (price push inflation) karena kenaikan harga bahan-bahan baku dan kenaikan upah/gaji, misalnya OPEC menaikan harga minyak;

 Inflasi yang disebabkan karena kenaikan upah (wages cosh inflation) misalnya karena kenaikan gaji pegawai negeri yang diikuti usaha-usaha swasta pula, maka harga-harga barang barang lain juga ikut naik.Biasanya inflasi karena kenaikan upah atau gaji sangat ditakuti karena akan bias menimbulkan inflasi secara berkelanjutan.Karena upah naik, harga-harga akan naik. Karena harga barang naik, maka upah harus dinaikkan dan ini kemungkinan akan terus

berkelanjutan.

3. Inflasi Berdasarkan Asalnya

Inflasi dari segi asalnya dapat dibedakan sebagai berikut :

a) Inflasi yang berasal dalam negeri seperti defisit anggaran belanja Negara yang terus menerus.

(7)

b) Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation).

 Inflasi ini timbul karena adanya karena adanya inflasi dari luar negeri yang

mengakibatkan naiknya harga barang-barang impor. Inflasi seperti ini biasanya banyak dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang yang notabene sebagian besar usaha

produksinya mempergunakan bahan dan alat dari luar negeri yang timbul karena dari adanya perdagangan internasional.

4. Kondisi inflasi menurut Samuelson (1998:581), berdasarkan sifatnya inflasi dibagi menjadi tiga bagian yaitu

1) Merayap {Creeping Inflation)

 Laju inflasi yang rendah (kurang dari 10% pertahun), kenaikan harga berjalan lambat dengan persentase yang kecil serta dalam jangka waktu yang relatif lama.

2) Inflasi menengah {Galloping Inflation)

 Ditandai dengan kenaikan harga yang cukup besar dan kadang-kadang berjalan dalam waktu yang relatif pendek serta mempunyai sifat akselerasi yang arrinya harga-harga

minggu/bulan ini lebih tinggi dari minggu/bulan lalu dan seterusnya.

3) Inflasi Tinggi {Hyper Inflation)

 Inflasi yang paling parah dengan dtandai dengan kenaikan harga sampai 5 atau 6 kali dan nilai uang merosot dengan tajam. Biasanya keadaan ini timbul apabila pemerintah mengalami defisit anggaran belanja.

C. Penyebab Inflasi

Inflasi selalu dihubungkan dengan jumlah uang yang beredar.Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang penyebab terjadinya inflasi.

1). Teori Kuantitas

(8)

1. Inflasi hanya bisa terjadi kalau ada penambahan volume uang beredar, baik uang kartal maupun giral.

2. Laju inflasi juga ditentukan oleh laju pertambahan jumlah uang beredar dan oleh harapan (ekspektasi) masyarakat mengenai kenaikan harga di masa mendatang.

Teori ini hampir sama dengan teori kuantitas keduanya berpendapat bahwa tingkat harga terutama ditentukan oleh jumlah uang yang beredar. Hal ini terlihat karena hubungan antara jumlah uang dan nilai uang,bila jumlah uang bertambah maka harga-harga akan naik.Ini berarti nilai uang menurun karena daya belinya menjadi rendah. Menurut teori kuantitas harga-harga adalah proporsi langsung dari jumlah uang yang beredar atau sering di tulis sebagai berikut.

P = k . M Keterangan : P : tingkat harga k : proporsi tertentu M : jumlah uang

Tokoh yang sependapat dengan teori kuantitas adalah Irving Fisher yaitu yang dikenal Teori Jumlah Peredaran Uang (Quantity Theory of Money).Beliau mengemukakan rumus untuk membuktikan bahwa jumlah uang yang dibayarkan oleh pembeli akan sama dengan jumlah uang diterima oleh penjual yaitu :

MV = PT Keterangan :

M : Jumlah uang yang beredar V : Kecepatan perputaran uang P : Tingkat harga

T : Banyaknya transaksi

2). Teori Keynes

(9)

Dasar pemikiran model inflasi dari Keynes ini, bahwa inflasi terjadi karena masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuan ekonomisnya, sehingga menyebabkan permintaan efektif masyarakat terhadap barang-barang (permintaan agregat) melebihi jumlah barang-barang yang tersedia (penawaran agregat), akibatnya akan terjadi inflationary gap. Keterbatasan jumlah persediaan barang (penawaran agregat) ini terjadi karena dalam jangka pendek kapasitas produksi tidak dapat dikembangkan untuk mengimbangi kenaikan permintaan agregat. Oleh karenanya sama seperti pandangan kaum monetarist, Keynesian models ini lebih banyak dipakai untuk menerangkan fenomena inflasi dalam jangka pendek. Dengan keadaan daya beli antara golongan yang ada di masyarakat tidak sama (heretogen), maka selanjutnya akan terjadi realokasi barang-barang yang tersedia dari golongan masyarakat yang memiliki daya beli yang relatif rendah kepada golongan masyarakat yang memiliki daya beli yang lebih besar. Kejadian ini akan terus terjadi di masyarakat. Sehingga, laju inflasi akan berhenti hanya apabila salah satu golongan masyarakat tidak bisa lagi memperoleh dana (tidak lagi memiliki daya beli) untuk membiayai pembelian barang pada tingkat harga yang berlaku, sehingg permintaan efektif masyarakat secara keseluruhan tidak lagi melebihi supply barang (inflationary gap menghilang)

3). Teori Strukturalis

 Teori ini menitik beratkan pada Negara-negara yang sedang berkembang. Menurut teori ini yang mempengaruhi perekonomian ada dua hal penting yang dapat menimbulkan inflasi yaitu :

a) Ketidakelastisan Penerimaan Ekspor.

Nilai ekspor tumbuh secara lamban di banding pertumbuhan sector-sektor lain. Adapun penyebabnya yaitu :

 Dipasar dunia,harga barang-barang ekspor dari negara tersebut semakin memburuk.

 Produksi barang-barang ekspor tidak responsif terhadap kenaikan harga.

b) Ketidakelastisan penawaran atau produksi Bahan Makanan di dalam Negeri.

(10)

Inflasi dapat disebabkan oleh kombinasi dari empat faktor:

1. Persediaan Uang yang bertambah The supply of money goes up.

2. Supply dari barang yang berkurang

3. Permintaan terhadap uang tersebut menurun

4. Permintaan untuk barang – barang lain naik. (Donny S. Makalew)

D. Pengaruh Inflasi

Inflasi dapat menyebabkan prekonomian tidak berkembang secara normal. Dalam kaitanya dengan pertumbuhan ekonomi, inflasi dapat membawa pengaruh sebagai berikut :

a) Inflasi mendorong penanaman modal spekulatif

 Pada saat inflasi, para pemilik modal cenderung melakukan investasi

spekulatif,misalnya dengan cara membeli tanah,rumah,atau menyimpan barang-barang berharga yang lebih menguntungkan bila dibandingkan melakukan investasi produktif yang belum tentu akan memberikan kontribusi positif untuk selanjutnya.

b) Inflasi menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi di masa depan.

 Inflasi akan semakin berkembang bila tidak di kendalikan. Gagal mengendalikan inflasi akan menimbulkan ketidakpastian ekonomi serta sulit di ramalkan sehingga akan dapat mengurangi kegairahan pengusaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi.

c) Inflasi menimbulkan masalah neraca pembayaran

 Inflasi menyebabkan harga barang-barang impor lebih murah bila dibandingkan dengan harga barang produksi dalam negeri.Maka impor berkembang lebih cepat,tetapi ekspor akan bertambah lambat.Dengan demikian arus modal ke luar negeri akan lebih banyak dari pada yang masuk ke dalam negeri.Keadaan seperti ini akan mengakibatkan terjadinya defisit neraca pembayaran dan kemerosotan nilai mata uang dalam negeri.

E. Akibat Inflasi

(11)

Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang

bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu. Secara singkat dapat di pilah akibat buruk dari inflasi tersebut.

1. Kesenjangan Distribusi Pendapatan

 Dalam keaadaan inflasi nilai harta tetap seperti tanah, rumah, bangunan, pertokoan dan sebagainya akan mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut seringkali lebih cepat dari kenaikan inflasi itu sendiri. Sebaliknya pendapatan riil penduduk berpengahasilan rendah merosot. Dengan demikian maka inflasi memperlebar kesenjangan distribusi pendapatan antara anggota-anggota masyarakat.

2. Pendapatan Riil Merosot

 Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Dari hal tersebut biasanya dalam masa inflasi kenaikan harga cenderung selalu mendahului kenaikan pendapatan.Dengan demikian inflasi cenderung menimbulkan kemerosotan pendapatan riil sebagian besar tenaga kerja.Ini berarti kemakmuran masyarakat merosot.

3. Nilai Riil Tabungan Merosot

(12)

berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.

4. Bagi orang yang meminjam uang dari bank (debitur),

 inflasi menguntungkan, karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang

meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.

5. Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi.

 Bila hal ini terjadi, produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar). Namun, bila inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, maka produsen enggan untuk

meneruskan produksinya. Produsen bisa menghentikan produksinya untuk sementara waktu. Bahkan, bila tidak sanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut mungkin akan bangkrut (biasanya terjadi pada pengusaha kecil).

Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

F. Cara Mengatasi Inflasi

Inflasi merupakan penyabab keresahan masyarakat dan mengakibatkan kekhawatiran

pemerintah. Oleh sebab itu pemerintah berusaha menekan inflasi serendah-rendahnya karena inflasi tidak dapat dihapuskan sama sekali.

Inflasi ada yang disahkan (validated),yaitu inflasi yang dibiarkan secara terus menerus karena pemerintah mengizinkan penambahan suplai uang misalnya karena defisit anggaran dengan mencetak uang baru.Jika inflasi yang yang terjadi tidak disertai dengan kenaikan suplai uang ,maka inflasi itu disebut inflasi yang tidak disahkan.

(13)

wajar. Beberapa bank sentral bahkan memiliki kewenangan yang independen dalam artian bahwa kebijakannya tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral -termasuk

pemerintah. Hal ini disebabkan karena sejumlah studi menunjukkan bahwa bank sentral yang kurang independen — salah satunya disebabkan intervensi pemerintah yang bertujuan

menggunakan kebijakan moneter untuk mendorong perekonomian — akan mendorong tingkat inflasi yang lebih tinggi.

Bank sentral umumnya mengandalkan jumlah uang beredar dan/atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. Selain itu, bank sentral juga berkewajiban mengendalikan tingkat nilai tukar mata uang domestik. Hal ini disebabkan karena nilai sebuah mata uang dapat bersifat internal (dicerminkan oleh tingkat inflasi) maupun eksternal (kurs). Saat ini pola inflation targeting banyak diterapkan oleh bank sentral di seluruh dunia, termasuk oleh Bank Indonesia.

Secara umum terdapat dua kebijakan yang dilakukan untuk menekan laju inflasi diantaranya kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.

1. Kebijakan Moneter

 Kebijakan moneter adalah tindakan atau kebijakan yang diambil oleh penguasa moneter biasanya bank sentraluntuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar sehingga akan terjadi perubahan jumlah uang yang beredar yang pada akhirnya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Ada beberapa macam kebijakan moneter yaitu :

a) Politik Diskonto

 Politik diskonto (discount policy) adalah politik bank sentral untuk mempengaruhi peredaran uang dengan jalan menaikan dan menurunkan tingkat bunga.Dengan menaikan tingkat bunga diharapkan jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang, karena orang akan lebih banyak menyimpan uangnya di Bank dari pada menjalankan

investasi.Sebaliknya,Bank sentral akan menurunkan suku bunga jika timbul deflasi (yang akan dibahas lebih dalam pada halaman berikutnya).Dengan diturunkannya suku bunga diharapkan masyarakat akan menarik uangnya dari bank karena bunga tidak memadai.

b) Kebijakan Pasar Terbuka

(14)

bertambah,selanjutnya bila apabila dengan menjual surat-surat berharga diharapkan uang beredar di masyarakat dapat tersedot dari masyarakat.

c) Kebijakan Persediaan Kas (cash ratio policy)

 Bank sentral pada umumnya menentukan cash ratio yaitu angka perbandingan minimum antara uang tunai yang dimiliki oleh bank umum dengan jumlah uang giral (cek.giro dan

sebagainya) yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan.

d) Perubahan Cadangan Minimum

 Perubahan cadangan minimum yang dimiliki oleh bank-bank umum dapat

mempengaruhi jumlah uang yang beredar.Apabila ketentuan cadangan minimum diturunkan ,jumlah uang yang beredar cenderung naik dan sebaliknya jika cadangan minimum dinaikan jumlah uang yang beredar cenderung turun.

2. Kebijakan Fiskal

a) Pengaturan Pengeluaran Pemerintah

 Pengaturan pengeluaran sangat perlu di lakukan. Dalam hal ini diharapkan penggunaan anggaran negara agar sesuai dengan perencaan.Kalau pembelajaan Negara melampui batas yang telah ditentukan akan mendorong terjadinya pertambahan uang yang beredar begitu juga sebaliknya.

b) Menaikan Tarif Pajak

 Saat terjadi inflasi uang beredar lebih banyak.Jumlah uang beredar tersebut dapat dikurangi dengan jalan menaikan tariff pajak.Jika tariff pajak dinaikkan uang yang dibelanjakan oleh masyarakat berkurang.Namun harus diperhatikan agar tidak terjadi ketimpangan atau ketidakadilan perlu diperhatikan golongan masyarakat mana yang dinaikkan pajaknya.

c) Mengadakan Pimjaman Pemerintah

(15)

3. Kebijakan Non-Moneter a) Menaikan Hasil Produksi

 Kenaikan hasil produksi dapat memperkecil laju inflasi.Kenaikan hasil produksi dapat dilakukan dengan cara kebijakan penurunan bea masuk.Hal ini akan berakibat impor barang meningkat.Pertambahan jumlah barang di dalam negericenderung menurunkan harga.

b) Kebijakan Upah

 Kebijakan upah adalah tindakan menstabilkan upah dan gaji dengan cara gaji tidak sering dinaikan.Kenaikan gaji dan upah akan menimbulkan kenaikan daya beli.Hal ini pada akhirnya menaikan permintaan terhadap barang-barang secara keseluruhan.Apabila hal ini terjadi,maka akan menimbulkan inflasi.

c) Pengaman harga dan distribusi barang

 Pemerintah harus dapat mengendalikan kenaikan harga berbagai macam barang. Oleh karena itu,pemerintah menetapkan harga maksimum (harga eceran tertinggi), melakukan pengamanan harga, menetapka sanksi yang cukup berat.Apabila penetapan harga tidak disertai dengan pengamanan yang baik,maka tidak akan memberikan hasil yang diharapkan. Namun, kadang-kadang pengamanan harga oleh pemerintah sering menimbulkan pasar yang tidak diinginkan.(pasar gelap).

Korupsi

(16)

Pengertian Korupsi Menurut Undang-Undang

Menurut Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana

Korupsi, yang termasuk dalam tindak pidana korupsi adalah:

Setiap orang yang dikategorikan melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri

sendiri, menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan

kewenangan maupun kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau

kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Pengertian Korupsi Menurut Ilmu Politik

Dalam ilmu politik, korupsi didefinisikan sebagai penyalahgunaan jabatan dan

administrasi, ekonomi atau politik, baik yang disebabkan oleh diri sendiri

maupun orang lain, yang ditujukan untuk memperoleh keuntungan pribadi,

sehingga meninmbulkan kerugian bagi masyarakat umum, perusahaan, atau

pribadi lainnya.

Pengertian Korupsi Menurut Ahli Ekonomi

Para ahli ekonomi menggunakan definisi yang lebih konkret. Korupsi

didefinisikan sebagai pertukaran yang menguntungkan (antara prestasi dan

kontraprestasi, imbalan materi atau nonmateri), yang terjadi secara diam-diam

dan sukarela, yang melanggar norma-norma yang berlaku, dan setidaknya

merupakan penyalahgunaan jabatan atau wewenang yang dimiliki salah satu

pihak yang terlibat dalam bidang umum dan swasta.

Pengertian Korupsi Menurut Haryatmoko

(17)

Pengertian Korupsi Menurut Brooks

Menurut Brooks, korupsi adalah dengan sengaja melakukan kesalahan atau melalaikan

tugas yang diketahui sebagai kewajiban, atau tanpa keuntungan yang sedikit banyak

bersifat pribadi.

Dari beberapa referensi diatas kita bisa melihat bahwa sebenarnya sistem

ekonomi pancasila yang telah dianut oleh bangsa Indonesia adalah baik adanya.

Hanya saja ada kepentingan oknum-oknum lain yang tidak bertanggung jawab

(terutama para petinggi-petinggi Negara) yang menggunakan sistem ekonomi

ini sebagai aspek dalam kepentingan pribadi. Berdasarkan statement

pertanyaan diatas bahwa kenapa sampai sekarang sistem ekonomi pancasila

belum bisa menghilangkan gap inflasi. Pada dasarnya inflasi terjadi karena

kenaikan harga barang-barang secara terus menerus. Ada beberapa factor yang

mengakibatkan terjadinya inflasi

1.tingginya tingkat permintaan

2.keterbatasan sumber daya alam

3.tingginya harga bahan-bahan pokok atau utama dalam membuat suatu

produk

Dll

Dari bebrapa factor tersebut itulah inflasi bisa terjadi. Inflasi tidak bisa dihindari

oleh suatu Negara. Yang bisa hanya menekan tingkat inflasi agar inflasi itu tidak

terlalu besar.

Jika dilihat dari sisi produksi. Inflasi juga dapat mempengaruhi sistem produksi.

Seorang pengusaha ketika hendak meluncurkan atau menjual suatu produk,

maka terlebih dahulu menentukan harga jual 1 buah produk ditambah dengan

tingkat keuntungan yang diinginkan. Penentuan harga tersebut didasarkan

pada harga-harnga bahan baku yang berlaku dipasaran. Jadi tinggi rendahnya

harga jual tergantung harga bahan-baku yang tersedia dipasaran. Seperti

(18)

Jika dilihat dari sisi distribusi, inflasi juga bisa mempengaruhinya. Ketika inflasi

tinggi maka proses pendistribusian akan semakin mahal. Biaya distribusi akan

tinggi. Sehingga mendorong pengusaha untuk menekan tingkat

pendistribusiannya. Artinya pengusaha berusaha menekan cost yang terjadi

diakibatkan oleh tingkat distribusi atau perusahaan akan menjual produk yang

mungkin harganya akan sedikit lebih mahal atau diatas harga normal, karena

untuk menutupi cost yang akan terjadi.

Sedangkan jika dilihat dari sisi konsumsi, akibat inflasi orang yang

berpenghasilan rendah akan cenderung menahan dirinya untuk melakukan

konsumsi. Hal ini diakibatkan karena tingkat harga yang terjadi sangat tinggi.

Masyarakat lebih cenderung untuk menyimpann uangnya sendiri daripada harus

membelanjakannya untuk kebutuhannya.

Maka dari itu jika dilihat dari beberapa asumsi diatas sebenarnya inflasi itu tidak

bisa dihilangkan. Sebab inflasi itu berhubungan dengan subsector lain. Sehingga

jika subsector lain yang ditekan atau dihilangkan. Maka akan menimbulkan

ketimpangan lain di bidang subsector lain.

Referensi

Dokumen terkait

Instrumen kebijakan yang mengubah tingkat bunga yang harus dibayar bank umum dalam peminjaman dana dari bank sentral, yang tujuannya adalah untuk mempengarhi tingkat diskonto

Hntuk mem#uat &umla% uang #ertam#a%( pemerinta% menurunkan tingkat #unga #ank sentral( serta se#aliknya menaikkan tingkat #unga demi mem#uat uang yang #eredar

Rasio cadangan wajib adalah kebijakan bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikan atau menurunkan cadangan minimum

tingkat suku bunga di atas tingkat bunga dunia jika bank sentral tidak melakukan intervensi dalam mata uang asing pasar valuta asing Untuk menjaga nilai tukar pada tingkat tetap yang

 Politik Diskonto yaitu tindakan untuk mengubah-ubah tingkat bunga yang harus dibayar oleh bank umum dalam hal meminjam dana dari bank sentral. Dengan menaikkan diskonto, maka

Untuk meningkatkan penawaran uang fed menciptakan cadangan tambahan dg menurunkan tingkat diskonto atau membeli surat berharga pemerintah. Fed bisa meningkatkan jumlah simpanan

Fungsi ini sebenarnya tidak langsung dilakukan oleh bank sentral, tetapi gerak – gerik bank sentral dalam menetapkan tingkat bunga (discount rate) akan berpengaruh kepada pasr

adalah politik bank sentral untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dengan jalan menaikkan atau menurunkan tingkat bunga. Misalkan, dengan menaikkan suku bunga maka diharapkan