MK : Produksi Ternak Babi dan Kuda Dosen : Dr. Ir. Salundilk, M Si
Asisten : Desmawita K Barus, S Pt, M Si Jadwal : Kamis, 07.00-10.00 WIB
PERUBAHAN POLA PIKIR SETELAH
MEMPELAJARI TERNAK BABI
LOU AYY ALZAMAKHSYARI
D14154001
DEPARTEMEN ILMU PRODUKSI DAN TEKNOLOGI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
1 PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Pandangan masyarakat tentang peternakan babi di Indonesia masih cukup tabu, beberapa opini masyarakat tentang ternak babi adalah ternak yang kotor, jorok, dan memiliki kandungan cacing pita pada dagingnya. Hal tersebut di dasari dengan pengetahuan yang mereka dapatkan dari media dan perbincangan sehari-hari, sehingga tak heran meraka menganggap bahwa babi adalah hewan yang hina. Selain menganggap hewan yang kotor, masyarakat memiliki pedoman bahwa babi adalah haram untuk dikonsumsi terutama bagi masyarakat muslim sehingga masyarakat semakin menjadi untuk menganggap remeh ternak babi
Sebagian masyarakat non-muslim menganggap bahwa ternak babi adalah aset atau tabungan, khususnya masyarakat Indonesia yang berada di beberapa wilayah seperti Medan, Nias, Kalimantan, dan Papua. Menurut Pattiselanno dan Iyai (2005), Di Papua nilai sosial ternak babi sangat tinggi karena budaya masyarakat memelihara hewan ini erat kaitannya dengan praktek adat istiadat dan upacara ritual budaya setempat. Binatang yang dianggap sakral ini sering digunakan dalam berbagai kegiatan ritual budaya, termasuk untuk mas kawin dan alat tukar. Selain itu, jumlah babi yang dimiliki biasanya dijadikan sebagai ukuran kekayaan seseorang (status sosial). Semakin banyak babi yang dimiliki, berarti semakin tinggi pula status sosialnya. Adat dan status sosial merupakan faktor yang mempengaruhi masyarakat di Papua untuk memelihara ternak babi.
Mahasiswa peternakan merupakan pionir dalam mengembangkan dunia peternakan di Indonesia. Mahasiswa peternakan juga memiliki andil dalam mengembangkan opini tentang ternak babi ke dalam masyarakat. Menurut penulis, ternak babi dapat di manfaatkan sebagai produk ekspor ke luar negeri. Memenuhi hal tersebut dibutuhkannya pengetahuan yang tepat dalam mempelajari ilmu produksi ternak babi sehingga menciptakan opini yang tepat untuk masyarakat Indonesia.
1.2Tujuan
Tujuan dari praktikum ini agar mampu mendeskripsikan perubahan pandangan atau pola pikir terhadap ternak babi setelah mempelajari dan responsi pada mata kuliah teknologi produksi ternak babi.
2 METODE
2.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
2.2 Metode Kerja
Metode kerja dilakukan dengan mendeskripsikan pola pikir penulis tentang ternak babi serta mencari pustaka yang dapat berupa jurnal ilmiah, buku, dan internet dari sumber yang terpercaya.
3 HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Pandangan dan Pola Pikir Penulis Tentang Ternak babi
Penulis mendiskripsikan ternak babi merupakan ternak yang memiliki potensi besar dalam dunia peternakan sebagai produk ekspor ke luar negeri, tetapi sebelum memahami hal tersebut penulis beranggapan bahwa ternak babi merupakan hal yang kotor. Babi merupaka hewan yang tidak terlalu diminati oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai hewan ternak karena sebagian besar penduduk di Indonesia menganut agama Islam. Mempelajari ilmu produksi ternak babi merupakan sebuah kesempatan yang sangat disyukuri oleh penulis, karena dengan mempelajari ilmu tersebut penulis mendapatkan ilmu pengetahuan yang baru dan sekiranya dapat memberikan manfaat nantinya. Pandangan penulis setelah mempelajari ternak babi mengalami beberapa perubahan salah satunya adalah, ternak babi yang sebelumnya dianggap kotor berubah menjadi hal yang patut untuk dipertimbangkan. Hal tersebut terjadi karena penilaian terhadap ternak babi, tidak semua peternakan babi adalah peternakan yang kotor. Kemajuan teknologi pemeliharaan sudah cukup berkembang sehingga mendorong peternak untuk melakukan sistem pemeliharaan yang baik dan benar pada peternakannya. Pandangan terhadap manfaat sosial ternak babi di beberapa daerah juga merupakan salah satu sikap saling bertenggang rasa antar suku di Indonesia.
3.2 Pandangan Penulis Pada Manfaat Ekonomis Tentang Ternak babi
3.3 Tugas Mahasiswa Peternakan dalam Pembentukan Opini Masyarakat
Menyikapi beberapa hal yang telah dibahas pada subbab sebelumnya bahwa ternak babi, mahasiswa peternakan memiliki andil dalam menyampaikan anggapan kepada masyarakat tentang ternak babi. Sudah seharusnya mahasiswa memulai penyuluhan yang tepat kepada dua sisi masyarakat yang pro dan kontra terhadap ternak babi. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat pro terhadap ternak babi agar masyarakat tersebut mampu mengelola peternakan babi dengan cara yang tepat sehingga tidak memberikan anggapan yang buruk terhadap masyarakat yang kontra terhadapnya. Memberikan opini terhadap masyarakat yang berpihak kontra terhadap ternak babi tentang manfaat ekonomisnya pada pendapatan negara sebagai adalah hal yang positif sehingga masyarakat dapat mengerti akan hal tersebut. Megakhiri pembahasan ini, penulis mengakui bahwa sikap saling tenggang rasa sangat diperlukan antar masyarakat Indonesia serta menganut kepada norma-norma yang berlaku dalam menanggapi pandangan terhadap ternak babi.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan pada laporan praktikum pandangan dan pola pikir setelah mempelajari ilmu produks ternak babi, bahwa ternak babi tidak harus selalu menjadi ternak yang kotor. Ternak babi juga memiliki manfaat pada bidang sosial dan ekonomis baik terhadap individu peternak dan negara.
DAFTAR PUSTAKA
Pattiselanno F dan Iyai A D. 2005. Peternakan Babi di Manokwari: Mempertahankan Tradisi & Meningkatkan Taraf Hidup. Manokwari (ID): Fak. Peternakan Perikanan & Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua (UNIPA). Sauland S. 2015. Bisnis ternak babi masih menjanjikan. [internet]. [diunduh 2015