• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sifat Dasar Kayu Benuas docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sifat Dasar Kayu Benuas docx"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Universitas
  • Mata Pelajaran: Sifat Dasar Kayu
  • Topik: Sifat Dasar Kayu Benuas
  • Tipe: praktikum
  • Tahun: 2023
  • Kota: Kalimantan

I. PENDAHULUAN

Dalam bagian pendahuluan, kayu benuas (Shorea laevis Ridl.) diperkenalkan sebagai bahan mentah yang memiliki nilai ekologi dan ekonomi yang tinggi. Penjelasan mengenai latar belakang penggunaan kayu dalam sejarah manusia dan keanekaragaman jenis kayu di Indonesia memberikan konteks penting untuk memahami relevansi penelitian ini. Pengetahuan tentang sifat-sifat kayu sangat penting untuk pengembangan industri kayu dan pemanfaatan sumber daya hutan yang berkelanjutan.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan pentingnya kayu sebagai bahan mentah yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Kayu benuas, sebagai salah satu jenis kayu komersial, memiliki sifat-sifat yang perlu dipahami untuk pemanfaatan yang optimal dalam industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat-sifat fisika dan kimia kayu benuas yang akan mendukung aplikasi praktis dalam bidang pertukangan dan konstruksi.

1.2 Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mengukur sifat fisika dan kimia kayu benuas, termasuk kadar air, berat jenis, dan kerapatan. Melalui praktikum ini, diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan teoritis dalam pengukuran dan analisis sifat kayu, serta memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan dimensi kayu.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka memberikan informasi mendalam mengenai kayu benuas, termasuk deskripsi taksonomi, sifat-sifat umum, dan relevansi kayu dalam industri. Pengetahuan ini penting untuk mendukung pemahaman mahasiswa mengenai karakteristik kayu dan aplikasinya dalam industri kehutanan.

2.1 Deskripsi Singkat Kayu Benuas

Kayu benuas merupakan salah satu jenis kayu dari famili Dipterocarpaceae yang memiliki penyebaran luas di Indonesia. Deskripsi ini mencakup karakteristik fisik dan ekologis dari kayu benuas, yang menunjukkan pentingnya jenis ini dalam konteks industri kayu dan pelestarian hutan.

2.2 Pengertian Kayu

Pengertian kayu sebagai hasil hutan yang memiliki sifat unik menjelaskan mengapa kayu menjadi bahan baku penting dalam berbagai industri. Pengetahuan ini membantu mahasiswa untuk memahami nilai kayu sebagai sumber daya alam yang berharga.

2.3 Bagian-bagian Kayu

Penjelasan mengenai bagian-bagian kayu memberikan wawasan tentang struktur kayu dan fungsinya. Ini penting untuk memahami bagaimana sifat fisika kayu dipengaruhi oleh strukturnya, yang relevan dalam aplikasi praktis.

2.4 Sifat-sifat Umum Kayu

Sifat-sifat umum kayu, seperti anisotropik dan higroskopis, memberikan dasar bagi mahasiswa untuk memahami perilaku kayu dalam berbagai kondisi. Pengetahuan ini sangat penting dalam konteks pemanfaatan kayu dalam konstruksi.

2.5 Sifat-sifat Fisika Kayu

Sifat fisika kayu, termasuk kadar air dan berat jenis, merupakan parameter penting yang mempengaruhi penggunaan kayu dalam industri. Pemahaman tentang sifat ini akan membantu mahasiswa dalam melakukan pengujian dan analisis kayu secara praktis.

III. METODE PRAKTIKUM

Metode praktikum mencakup prosedur yang jelas untuk melakukan pengujian sifat-sifat dasar kayu benuas. Ini memberikan panduan praktis bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari dalam situasi nyata.

3.1 Tempat dan Waktu Praktikum

Praktikum dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Hutan selama dua bulan, memberikan konteks waktu dan tempat yang relevan untuk pengujian sifat kayu. Hal ini penting untuk memastikan mahasiswa memahami lingkungan praktikum yang sesuai.

3.2 Alat dan Bahan

Daftar alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum membantu mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebelum melakukan pengujian. Pemahaman mengenai alat yang digunakan juga penting untuk analisis hasil yang akurat.

3.3 Prosedur Praktikum

Prosedur praktikum yang terperinci menjelaskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk melakukan pengujian sifat fisika dan kimia kayu. Ini memastikan bahwa mahasiswa dapat mengikuti metode yang benar untuk mendapatkan hasil yang valid.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bagian hasil dan pembahasan menyajikan data yang diperoleh dari praktikum dan analisis hasil tersebut. Ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menganalisis dan mendiskusikan temuan berdasarkan data yang diperoleh.

4.1 Sifat Fisika Kayu Benuas

Hasil pengujian sifat fisika kayu benuas menunjukkan nilai kadar air, berat jenis, dan perubahan dimensi. Analisis ini penting untuk memahami karakteristik kayu benuas dan aplikasinya dalam industri.

4.2 Kadar Air Kayu

Kadar air kayu yang diperoleh dari pengujian menunjukkan variasi yang signifikan, yang dapat mempengaruhi sifat fisik dan mekanik kayu. Diskusi ini membantu mahasiswa memahami pentingnya kadar air dalam pemanfaatan kayu.

4.3 Berat Jenis dan Kerapatan

Analisis berat jenis dan kerapatan kayu benuas memberikan wawasan tentang sifat mekanika kayu yang relevan untuk aplikasi dalam konstruksi. Pemahaman ini sangat penting bagi mahasiswa yang ingin berkarir di bidang kehutanan.

Referensi Dokumen

  • Sifat Kimia Kayu Benuas ( Sjöström, 1995 )
  • Zat Ekstraktif Kayu ( Pasaribu, 2007 dalam Adriani, 2010 )
  • Keawetan Kayu Benuas ( Kasmudjo, 2010 )
  • Keawetan Kayu Benuas ( Mulyadiana, 2010 )
  • Moisture Factor ( Dumanauw, 1990 )
  • Sifat Higroskopis Kayu ( Sarinah, 2015 )

Gambar

Gambar 1. Penampang Melintang Kayu
Gambar 2. Tiga Sumbu Arah Utama Pada Kayu
Tabel 1. Hubungan Berat Jenis Kayu Kering Udara dan Kadar Air Kayu yang Baru
Tabel 1. Analisis Varian (ANOVA)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisika yang meliputi kadar air, berat jenis dan perubahan dimensi dari jenis kayu kemiri berdasarkan arah

Tidak adanya cacat yang ditimbulkan pada kayu raru dalam proses pengamplasan dipengaruhi juga dengan berat jenis kayu.. Kayu raru memiliki nilai berat jenis kayu pada kondisi

Meskipun kayu jabon merah kurang dekoratif akan tetapi jenis kayu ini memiliki berat jenis 0,48 dan tergolong kelas kuat III, tekstur agak halus dan merata, penyusutan sangat

Penelitian sifat dasar kayu yang dilakukan meliputi sifat anatomi dan dimensi serat, sifat fisis dan mekanis, sifat keawetan terhadap serangga, jamur dan penggerek di laut,

Meskipun kayu jabon merah kurang dekoratif akan tetapi jenis kayu ini memiliki berat jenis 0,48 dan tergolong kelas kuat III, tekstur agak halus dan merata, penyusutan sangat

Kayu yang mempunyai berat jenis tinggi memiliki tingkat penyusutan lebih besar dibandingkan dengan kayu yang mempunyai berat jenis rendah, sehingga mudah mengalami pecah dalam

Perubahan dimensi arah radial kayu pada perlakuan pengasapan terendah terjadi pada sampel kayu akasia yang tidak diasapkan yaitu dengan nilai 0,2198% dan perubahan

Dan untuk mencari BJ kayu, berat kering tanur yang sudah di ukur dibagi dengan volume basah dan didapatkan BJnya adalah 0.226 Setelah ditimbang, dimensi panjang, lebar dan tebalnya