• Tidak ada hasil yang ditemukan

Soal dan Pembahasan Matematika Dasar SBM (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Soal dan Pembahasan Matematika Dasar SBM (2)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

1. Himpunan penyelesaian pertidaksamaan √�2−2�< √3�+ 6 adalah …

Pembahasan Perhatikan bahwa bilangan real yang terdapat dalam akar kuadrat haruslah lebih besar atau sama dengan nol. Sehingga,

�22 0 syarat

⟺ �(� −2) ≥0 faktorkan

⟺ � ≤0 atau � ≥2 selesaian 1

dan,

3�+ 6 ≥0 syarat

⟺ 3� ≥ −6 kurangi kedua ruas dengan 6

⟺ � ≥−36=−2 selesaian 2

Selanjutnya kita selesaikan pertidaksamaan yang diberikan soal. Dengan mengkuadrat kedua ruas, kita proleh

�22 < 3+ 6 kuadratkan kedua ruas

⟺ �25� −6 < 0 kurangi dengan 3+ 6

⟺ (�+ 1)(� −6) < 0 faktorkan

⟺ −1 < � < 6 selesaian 3

Dengan mengiriskan himpunan selesaian 1, 2, dan 3 pada garis bilangan kita peroleh,

(3)

Sehingga, berdasarkan garis bilangan di atas, himpunan selesaian dari pertidaksamaan yang diberikan adalah {x | –1 < x ≤ 0 atau 2 ≤ x < 6}

(Jawaban E).

2. Jika cos�= 2 sin�, maka nilai sin�cos� adalah …

Pembahasan Pertama, kita selesaikan persamaan cos�= 2 sin�.

cos� = 2 sin� persamaan yang diberikan

Selanjutnya kita tentukan nilai dari sin�cos� sebagai berikut.

sin�cos�= �

3. Jumlah suku ke-4 dan ke-5 dari suatu barisan aritmetika adalah 55, sedangkan suku-9 dikurangi dua kali suku ke-2 bernilai 1. Jumlah tiga suku pertama barisan tersebut adalah …

Pembahasan Misalkan suku ke-n dari barisan aritmetika yang diberikan

adalah �, maka informasi yang ada dalam soal dapat dimodelkan sebagai berikut.

(4)

Karena barisan tersebut merupakan barisan aritmetika, maka � = �1 + (� −1)�. Sehingga persamaan (3.1) dan (3.2) dapat diubah

menjadi persamaan-persamaan yang ekuivalen sebagai berikut.

(�1+ 3�) + (�1+ 4�) = 2�1+ 7�= 55 …(3.3)

(�1+ 8�)−2(�1+�) =−�1+ 6�= 1 …(3.4) Dengan mengalikan persamaan (3.4) dengan 2, kemudian

menjumlahkannya dengan persamaan (3.3) kita mendapatkan,

(2�1+ 7�) + 2(−�1+ 6�) = 55 + 2(1)

⟺ 19� = 57

⟺ � = 3

Selanjutnya, substitusi �= 3 ke dalam persamaan (3.4) kita mendapatkan,

−�1 + 6(3) = 1

⟺ −�1+ 18 = 1

⟺ �1 = 17

Sehingga, jumlah tiga suku pertama dari barisan tersebut adalah,

�3 = 32(2(17) + (3−1)∙3) = 60

(Jawaban E).

4. Garis � mempunyai gradien 2. Jika � menyinggung grafik fungsi

�(�) =−�2 +��+ 1 Atau dengan kata lain, gradien dari singgung grafik � ketika �= 1

bernilai 2. Sehingga,

(5)

Oleh karena itu, garis � menyinggung � pada titik (1, 4). Dengan demikian, persamaan garis � dapat ditentukan sebagai berikut.

� −4 = 2(� −1) persamaan garis dengan gradien 2 dan melalui titik (1, 4)

⟺ � −4 = 2� −2 sederhanakan

⟺ � = 2�+ 2 isolasi �

Jadi, persamaan garis � adalah �= 2�+ 2 (Jawaban D). 5. Semua nilai � yang memenuhi pertidaksamaan

22�+2−17(2�) + 4 < 0

adalah …

Pembahasan Pertama kita tulis suku 22�+2 sehingga menjadi suku yang terdiri dari perkalian 2�.

22�+2 = 22(22�) = 4(2�)2

Sehingga pertidaksamaan yang diberikan dapat diubah menjadi pertidaksamaan yang ekuivalen sebagai berikut.

4(2�)2−17(2�) + 4 < 0 …(5.1) Selanjutnya kita selesaikan pertidaksamaan (5.1) sebagai berikut.

4(2�)2−17(2�) + 4 < 0 pertidaksamaan (5.1)

⟺ (4(2�)−1)(2�−4) < 0 faktorkan

⟺ 1

4< 2

< 4 selesaian untuk 2�

⟺ 2−2< 2� < 22 bentuk pangkat

⟺ −2 <� < 2 selesaian untuk �

Jadi selesaian dari pertidaksamaan yang diberikan adalah −2 < �< 2

(Jawaban E).

6. Diketahui �1 dan �2 akar-akar real persamaan �2+ 3�+�= 0, dengan �1 dan �2 kedua-duanya tidak sama dengan nol. Jika �1+�2,

�1�2, dan �12�22 merupakan 3 suku pertama barisan aritmetika maka

� = …

Pembahasan Karena �1 dan �2 merupakan akar-akar real persamaan

�2+ 3+= 0 maka

1+�2 =−3 dan �1�2 = �. Sehingga, –3, �,

dan �2 merupakan 3 suku pertama barisan aritmetika. Hal ini mengakibatkan,

Jika �1 dan �2

merupakan akar-akar persamaan kuadrat maka �1+�2 = − � �� dan �12 = � �⁄ .

(6)

� −(−3) =�2− � beda barisan aritmetika

Pembahasan Dengan mengalikan kedua ruas dengan matriks

21 1��, kita mendapatkan

21 1�� ��� =� 4 −1�

kalikan kedua ruas dengan

21 1��

8. Empat koin palsu dicampur dengan delapan koin asli. Jika dua koin diambil secara acak, maka peluang terambil satu koin asli dan satu koin palsu adalah …

Pembahasan Misalkan kejadian terambilnya satu koin asli dan satu koin palsu adalah �, maka

|�| =�14∙ �18 = 4! 3! 1!∙

8!

7! 1!= 4∙8 = 32

Sedangkan banyaknya anggota ruang sampel adalah

|�| =�212= 12!

10! 2!= 66

Sehingga peluang kejadian tersebut adalah

Jika � dan �−1

(7)

�(�) =|�| Pembahasan Pertama kita tentukan invers dari fungsi �.

� = �+ 1

kalikan pembilang dan penyebut dengan �

10. Seorang penjahit akan membuat 2 model pakaian. Dia mempunyai persediaan kain batik 40 meter dan kain polos 15 meter. Model A memerlukan 1 meter kain batik dan 1,5 meter kain polos, sedang model B memerlukan 2 meter kain batik dan 0,5 meter kain polos. Maksimum banyak pakaian yang mungkin dapat dibuat adalah …

Pembahasan Misalkan banyak model pakaian A dan B yang dapat dibuat secara berturut-turut adalah � dan �. Maka permasalah di atas dapat dimodelkan menjadi,

�+ 2� ≤40;

(8)

1,5�+ 0,5� ≤15⟺3�+� ≤30;

� ≥0;

� ≥0;

�,� ∈ ℤ (bilangan bulat);

dengan fungsi tujuan: �(�,�) =�+�.

Sehingga daerah selesaian dari kendala-kendala tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Dengan menggunakan uji titik pojok,

�(0, 20) = 0 + 20 = 20;

�(4, 18) = 4 + 18 = 22;

�(10, 0) = 10 + 0 = 10.

Jadi, maksimum banyak pakaian yang mungkin dapat dibuat adalah 22 (Jawaban C).

11. Jika �1 dan �2 akar-akar persamaan kuadrat �2+ 3�+ 1 = 0, maka

persamaan kuadrat dengan akar-akar 2 +�2�1 dan 2 +�1�2 adalah …

Pembahasan Misalkan,

� = 2 +�2 �1

� = 2 +�1 �2

Untuk menentukan nilai optimum dalam program linear, dapat digunakan uji titik pojok atau metode garis selidik.

(9)

Dengan �1+�2 = −3�1=−3 dan �12 = 1 1� = 1, kita peroleh

Jadi, persamaan kuadrat baru yang memiliki akar-akar � dan � adalah

�2 (+)+��= 0⟺ �211+ 19 = 0.

(Jawaban A)

12. Agar sistem persamaan

2� − � −1 = 0 4� − � −5 = 0 �� − � −7 = 0

Mempunyai penyelesaian, maka nilai � adalah …

Pembahasan Perhatikan bahwa sistem persamaan tersebut terdiri dari tiga persamaan dua variabel. Agar sistem persamaan tersebut memiliki selesaian, maka persamaan �� − � −7 = 0 haruslah memuat selesaian

(10)

Pertama, kita tentukan titik potong garis dengan persamaan 2� − � − 1 = 0 dan 4� − � −5 = 0. Dengan substitusi �, kita peroleh

2� −1 = 4� −5 substitusi

⟺ 2� −4� = 1−5 isolasi suku dengan variabel �

⟺ −2� =−4 sederhanakan

⟺ � = 2 bagi kedua ruas dengan −2

Sehingga, � = 2(2)−1 = 3. Diperoleh titik potong kedua garis tersebut adalah (2, 3). Karena persamaan �� − � −7 = 0 harus memenuhi (2, 3), maka

�(2)−(3)−7 = 0 substitusi 2 ke � dan 3 ke �

⟺ 2� = 10 isolasi suku-�

⟺ � = 5 bagi kedua ruas dengan 2

Jadi, nilai dari � adalah 5 (Jawaban B).

(11)

13. Tiga puluh data mempunyai rata-rata �. Jika rata-rata 20% data di antaranya �+ 0,1, 40% lainnya adalah � −0,1, 10% lainnya lagi adalah � −0,5, dan rata-rata 30% data sisanya adalah �+�, maka

�=…

Pembahasan Rata-rata merupakan jumlah data dikurangi dengan banyak data. Pertama, kita tentukan banyaknya data pada masing-masing kelompok.

�1 = 20% × 30 = 6;

�2 = 40% × 30 = 12;

�3 = 10% × 30 = 3;

�4 = 30% × 30 = 9;

Sehingga, informasi dalam soal di atas dapat dimodelkan sebagai berikut.

�= 6(�+ 0,1) + 12(� −0,1) + 3(� −0,5) + 9(�+�) 30

Selanjutnya kita sederhanakan dan selesaikan persamaan di atas seperti berikut.

30� = 30� −2,1 + 9� sederhanakan

⟺ 9� = 2,1 isolasi suku-�

⟺ � =2,1

9 bagi kedua ruas dengan 9

⟺ � = 7

30 sederhanakan

Jadi nilai � adalah 7�30 (Jawaban B). 14. Nilai

1

2+ (log38)(log23 + log45)−4 log945

adalah …

Pembahasan Agar lebih mudah, kita sederhanakan satu per satu.

log38 = log323 = 3 log32

log23 + log45 = log23 + log225 = log2�3∙512�

4 log945 = 4 log3245 = 2 log345 = log3452

Sehingga, soal di atas ekuivalen dengan,

1

2+ (3 log32)�log2�3∙5

1

2�� −log3452

Rata-rata (�̅) sama dengan jumlah data dibagi dengan banyaknya data.

(12)

= 1

fungsi kuadrat tersebut. Atau dengan kata lain, titik (2�3, 0) dilaui oleh grafik fungsi �. Sehingga,

(13)

⟺ 4−8 +�2 = 0 sederhanakan

⟺ �2 = 4 hasil

Sehingga,

�2 − �2 = 94 = 5

(Jawaban D).

Referensi

Dokumen terkait

Suku pertama dan suku kelima suatu barisan aritmetika berturut–turut adalah 2 dan 10, jumlah dua puluh suku pertama barisan tersebut adalah ….. Diketahui

Dari sebuah barisan geometri diketahui suku pertamanya 3 dan suku ke-9 adalah 768, maka suku ke-7 barisan itu adalah ..... Jika pernyataan p bernilai salah dan q bernilai benar,

Jika beda suatu barisan aritmetika adalah 6 dan jumlah dua suku berurutan adalah 42, maka bilangan yang mungkin menjadi suku barisan tersebut adalah ….. Pak Rosli membeli sepeda

(Soal Olimpiade Matematika SMP tingka Kabupaten/Kota 2006) Jawaban : dua kali nilai suku pertama adalah suku ke-7.. Jumlah 101 bilangan bulat berurutan

Dari suatu barisan aritmetika diketahui suku kedua adalah 5 dan suku kelima besarnya 14, maka jumlah 20 suku pertama barisan terse- but sama dengan ..... Suku kedua barisan

terdiri dari semua bilangan yang asli yang bukan kuadrat atau pangkat tiga bilangan bulat... Pada sebuah barisan aritmetika, nilai suku ke-25 tiga kali

Jawab :.. Jika suku pertama suatu deret aritmetika adalah 5, suku terakhir adalah 23 dan selisih suku ke-8 dengan suku ke-3 adalah 10.. Tiga bilangan merupakan barisan

Tiga bilangan membentuk barisan aritmatika, bila suku ke-2 dikurangi 2 maka terbentuk barisan geometri dengan r =2, jumlah ke-3 bilangan itu ..... Seorang siswa harus mengerjakan