PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah:Perencanaan Pembelajaran
Dosen Pengampu:Jasuri, M.Ag.
Disusun oleh:
Nur Rohman (103111090)
Siti Thoifah (103111096)
Susi Iffatur Rosyidah (103111098)
Syafikur Rohman (103111099)
Taat Rifani (103111100)
Asep Saepul Amri (123111109)
Malikhah (113111123)
Novita Nur Inayah (113111130)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2012
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT
1. I. PENDAHULUAN
[1] ICT sebagai suatu media dalam pendidikan juga mempunya sebuah kecenderungan yang mampu mendorong minat peserta didik dan juga memberi manfaat yang sangat banyak terhadap proses pembelajaran.
Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. ICT bukan lagi mejadi asing dalam dunia pendidikan tetapi sudah menjadi penting dan sangat mendukungdalam dunia pendidikan. Berikut adalah beberapa contoh manfaat dari media ICT, yaitu meningkatkan mutu pendidikan karena dengan ICT dapat dengan mudah menerimainformasi baik dari dalam maupun dari luar negeri, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan lain sebagainya.
Oleh karena itu dengan adanya media ICT diharapkan mampu menambah kemudahan dalam proses pembelajaran, supaya tujuan dari pembelajaran mampu terealisasi dengan baik. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai penggunaan media ICT dalam pembelajara, dengan pembahasan mengenai pengertian media ICT, macammacam media ICT dan perkembangan media ICT. Berikut ini adalah pembahasan makalahnya.
1. II. RUMUSAN MASALAH
A. Apa Pengertian Media Pembelajaran ICT?
B. Apa Saja Macammacam Media Pembelajaran Berbasis ICT? C. Bagaimana Perkembangan Media Pembelajaran Berbasis ICT? 1. III. PEMBAHASAN
A. A. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepaad penerima pesan. Gerlach dan Eli (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khuisus pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alatalat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal.
AECT (Association of Education and Comunication Technology, 1977) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Selain itu Gagne dan Briggs 1975 secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan computer. Jadi dapat disimpulkan bahwasanya media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.[2]
Dari beberapa penjelasan di atas dapat dipahami bahwa media ICT adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar yang berbentuk information cominication and technology (ICT). Atau secara singkatnya adalah suatu bentuk komponen belajar yang berbebtuk teknologi informasi dan komunikasi.
1. B. Macammacam Media Pembelajaran Berbasis ICT
ICT atau TIK mencakup semua teknologi yang dapat digunakan untuk menyimpan, mengolah, menampilkan, dan menyampaikan informasi dalam proses komunikasi. Yang termasuk teknologi ini adalah:
1. Tegnologi Komputer
Program pembelajaran berbantuan komputer ini memanfaatkan seluruh kemampuan komputer, terdiri dari gabungan hampir seluruh media, yaitu: teks, grafis, gambar, photo, audio, video, dan animasi. Seluruh media tersebut secara konvergen akan saling mendukung dan melebur menjadi satu media yang luar biasa kemampuannya. Salah satu keunggulan media komputer ini yang tidak dimiliki oleh berbagai media lain, ialah kemampuannya untuk menfasilitasi interaktifitas peserta didik dengan sumber belajar (conten) yang ada pada komputer (man and machine interactivity). [3]
1. Tegnologi Multimedia
Media pembelajaran yang termasuk ke dalam tekhnologi multimedia adalah kamera digital, kamera video, player suara, player video, dll. Multimedia sering diartikan sebagai gabungan dari banyak media atau setidaktidaknya terdiri lebih dari satu media. Multimedia dapat diartikan sebagai komouter yang dilengkapi dengan CD player, sound card, speaker dengan kemampuan memproses gambar gerak, audio, dan grafis dalam resolusi yang tinggi.
Program multimedia secara umum dapat digolongkan dalam empat kategori, yaitu: 1. Hiburan (entertaiment), yaitu seperti game dan film interaktif
2. Pendidikan, yakni untuk keperluan pendidikan formal, nonformal, pengayaan, dan penyegaran. 3. Refrensi, seperti ensiklopedia.
4. Bisnis, antara lain company profile, program financial dan lainlain. 5. Tegnologi Telekomunikasi
Yang termasuk media telekomunikasi adalah telepon seluler, dan faximile. Tegnologi komunikasi ini sekarang berkembang semakin pesat. Kini tidak hanya dalam bentuk telepon seluler dan faximile saja namun bermacam macam, seperti Handphone, email, facebook, twitter dan lain sebagainya. Namun seiring perkembangan yang semakin pesat, tegnologi komunikasi dituntuk agar mampu memberikan manfaat yang banyak terhadap dunia pendidikan.
1. Tegnologi Jaringan Komputer
Teknologi ini terdiri dari perangkat keras seperti LAN, internet, wifi, dan lainlain. Selain itu juga terdiri dari perangkat lunak pendukungnya atau aplukasi jaringan seperti WEB, email, html, java, php, aplikasi basis data dan lainlain. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi untuk pembelajaran adalah pengembanagan edukasi.net yang berbasis internet. Edukasi.net adalah portal pendidikan yang menyediakan bahan belajar, fasilitas komunikasi, dan interaksi antar komunitas pendidikan. Situs atau portal pembelajaran yang dikembangkan ini dilengkapi dengan fasilitasfasilitas penyediaan bahan belajar yang meliputi seluruh mata pelajaran untuk seluruh jenjang dan jalur pendidikan, bimbingan belajar, bimbingan dan penyuluhan atau konsultasi, tutorial, remidial, email, forum diskusi, mailing list, dll.
Dengan adanya teknologi internet ini sistem penyampaian dan komunikasi atau (delivery system and comunication) antara peserta didik dan guru, guru dengan guru atau peserta didik dengan peserta didik alin, dan peserrta didik dengan sumber belajar dapat dilakukan dengan berbagai bentuk dan cara, baik secara bersamaan (syncronous) maupun tidak (asyncronuos).[4]
1. C. Bagaimana Perkembangan Media Pembelajaran Berbasis ICT
Kalau kita lihat perkembanganya, pada mulanya media yang berbasis ICT hanya digunakan sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids).[5]Namun dewasa ini perkembangan penggunaan ICT dalam pendidikan semakin pesat saja. Perkembangan itu sebenarnya bermula dari pertama kali ditemukanya sebuah konsepsi pengajaran visual ataupun alat bantu visual sekitar tahun 1923.
Yang dimaksud alat bantu visual dalam konsepsi pengajaran visual ini adalah setiap gambar, model, benda, atau alat yang memberikan pengalaman visual yang nyata kepada anak. Setelah agak lama, kemudian konsep visual
Perkembangan selanjutnya dapat dikatakan sebagai akibat dari diterapkanya ilmu komunikasi sangat besar sekali hingga timbul gerakan “audio visual communicaton” yang menggeser audio visual education. Gerakan ini lebih menitik beratkan pada komunikasi. Tahun 1950an juga kita kenal sebagai periode di mana perkembangan industri komunikasi khususnya bidang televisi mulai lepas landas, hal ini ditandai dengan ditemukanya electronoc video recording.Kemudian pada tahun 1959 tegnologi ini dengan bantuan ford fondation mulai disediakan untuk keperluan pendidikan.[6]
Perkembangan selanjutnya terjadi sekitar tahun 1960. Perubahan konsepsi inidimungkinkan dengan diaplikasikanya pendekatan sistem (system aproach) dan konsep perkembangan pembelajaran pada kegiatan pendidikan. Selain itu juga semakin besar pengaruh psikologi dan ilmu tingkah laku terhadap konsep perkembangan tegnologi pendidikan. Perkembangan ini terus berlanjut hingga sampai pada tahap yang sangat modern seperti sekarang ini. Tegnologi ICT terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.
Bahkan pemanfaatan media ICT dalam dunia pendidikan sekarang sudah sangat berbeda dengan ilustrasi di atas seperti pada masa permulaan. Kini pemanfaatan media ICT tidak selayaknya lagi hanya dimaknai sebagai alat bantu dalam penyampaian materi pendidika, namun sebagai suatu kebutuhan agar penyampaian materi lebih teliti dan menarik.[7] Sehingga proses pembelajaran akan berjalan tidak monoton dan mampu memberi stimulus kepada peserta didik untuk menyerap materi.
Bahkan di era globalisasi ini, pemanfaatan media ICT justru semakin pesat. Terutama dengan munculnya komputer dan semakin menjamurnya laptop mempunyai andil besar dalam pengembangan ini. Di tambah dengan adanya jaringan internet memudahka untuk mengacces internet. Bahkan dapat dikatakan proses pembelajaran sekarang bisa dikatakan tidak bisa lepas dari ICT. Misalnya dalam pencarian materi pelajaran yang melalui internet, proses diskusi yang menggunakan power point bahkan komunikasi juga memakai ICT, yaitu memakai email, twitter, facebook dan lain sebagainya.
Namun perkembangan ICT yang begitu pesat harus mampu diimbangi dengan pengembangan SDM agar mampu mengimbanginya. Apalagi dalam pemanfaatanya, media ICT juga perlu adanya keahlian khusus. Disamping itu pemanfaatan ICT juga perlu di barengi strategi yang jitu agar mampu mendapatkan hasil secara optimal. Disamping itu dengan pemanfaatan media ICT yang baik akan lebih mengena dari hakikat pendidikan yang sebenarnya.
1. IV. KESIMPULAN 1. V. PENUTUP
Demikian makalah yang dapat kami buat. Saya menyadari dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang konstruktif sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan sedikit manfaat bagi pembaca pada umumnya dan pemakalah pada khususnya. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003) Miarso, Yusufhadi, dkk, Tegnologi Komunikasi Prndidikan, (Jakarta : CV Rajawali, 1984) Sadiman, Arif S, Media Pendidikan, (Jakarta : CV Rajawali, 1986)
Warsita, Bambang, Tekhnologi Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2008)
Wilkinson, Gene L., Media dalam Pembelajaran, Ter. Zulkarimen Nasution, (Jakarta : Rajawali. 1984)
[2] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), hlm.34 [3] Bambang Warsita, Tekhnologi Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2008), hlm. 137138 [4] Bambang Warsita, Tekhnologi Pembelajaran,hlm.159
[5] Arif S Sadiman, Media Pendidikan, (Jakarta : CV Rajawali, 1986), hlm. 7
[6] Yusufhadi Miarso, dkk, Tegnologi Komunikasi Prndidikan, (Jakarta : CV Rajawali, 1984), hlm. 14 [7] Arif S Sadiman, Op. Cit, hlm. 10
Pengertian Media Pembelajaran
mengantar/meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan (Latuheru, 1988:9). Menurut McLuhan (dalam Sihkabuden, 1985:2) media merupakan suatu sarana atau channel sebagai perantara antara pemberi pesan kepada penerima pesan. Blacks dan Horalsen (dalam Sihkabuden, 1999:1) juga mempunyai pendapat tentang media. Menurut mereka, media adalah saluran komunikasi atau medium yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan suatu pesan dimana medium itu merupakan jalan atau alat dengan suatu pesan berjalan antara komunitor ke komunikan. image Dengan berpedoman pada pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa media adalah suatu alat atau sarana atau perangkat. Dalam hal ini bisa berupa software atau hardware. Perangkat lunak (software) berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan menggunakan peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat keras (hardware) sendiri merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung. Definisi pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya untuk membelajarkan pebelajar. mssembelajarkan berarti usaha untuk membuat seseorang belajar. Dalam upaya pembelajaran terjadi komunikasi antara pebelajar dengan guru, pembelajar atau pengajar. Proses ini merupakan bagian proses komunikasi antar manusia (dalam hal ini adalah antara pebelajar dan pembelajar). Dari kedua definisi tersebut maka dapat diartikan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat pebelajar yang menjurus kearah terjadinya
proses belajar.
Manfaat Praktis Media dalam Pembelajaran
Selain mempunyai nilai dan fungsi yang penting, media pembelajaran juga mempunyai manfaat praktis. Para ahli telah sepakat bahwa media pendidikan dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Secara umum manfaat pembelajaran mempunyai manfaat sebagai berikut : 1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik (dalam bentuk katakata
tertulis atau lisan belaka).
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra seperti 1). obyek yang terlalu besar bisa dihentikan dengan realita, gambar, film bingkai, film atau model. 2). Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro. 3). Peristiwa alam seperti terjadinya letusan gunung berapi atau proses yang dalam kenyataan memakan waktu lama seperti proses kepompong menjadi kupukupu dapat disajikan dengan teknikteknik rekaman (video, film, slide atau simulasi komputer). 3. Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anakanak karena media dapat menimbulkan kegairahan belajar. 4. Dapat mengatasi kesulitan yang dialami guru karena perbedaan latar belakang dan pengalaman siswa yang berbeda sedangkan kurikulum dan materi pendidikan yang ditentukan
kepada siswa itu sama.
Sudjana dan Rivai (1992) mengemukakan manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa diantaranya yaitu pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya ssehingga dapat lebih dipahami, metode mengajar akan lebih bervariasi dan siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab
tidak hanya mendengarkan uraian guru.
Menurut Encyclopedia of Educational Research, Hamalik merinci beberapa manfaat dari media
pembelajaran yaitu :
1. Meletakkan dasardasar yang konkret untuk berpikir oleh karena itu dapat mengurangi verbalisme.
2. Memperbesar perhatian siswa.
3. Meletakkan dasardasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu membuat
4. Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di
kalangan siswa.
5. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu terutama melalui gambar hidup. 6. Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
7. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.[6] Sedangkan Nilainilai praktis media pembelajaran menurut Nana Sudjana (1991) adalah sebagai
berikut :
a. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan berkesinambungan. b. Dengan media dapat meletakkan dasardasar yang nyata untuk berpikir. Karena itu dapat
mengurangi verbalisme.
c. Media dapat meletakkan dasar untuk perkembangan belajar sehingga hasil belajar bertambah mantap.
d. Memberikan pengalaman yang nyata dan dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri pada setiap siswa. Pengalaman masingmasing individu yang beragam karena kehidupan keluarga dan masyarakat sangat menentukan macam pengalaman yang mereka miliki. Dalam hal ini media dapat
mengatasi perbedaanperbedaan tersebut.[7]
e. Memperbesar minat dan perhatian siswa untuk belajar. Pemasangan gambar di papan buletin,pemutaran film dan mendengarkan program audio dapat menimbulkan rangsangan tertentu
ke arah keinginan untuk belajar.
f. Membantu tumbuhnya pemikiran dan memantau berkembangnya kemampuan berbahasa. g. Memberikan pengalaman yang tak mudah diperoleh dengan cara lain serta membantu berkembangnya efisiensi dan pengalaman belajar yang lebih sempurna. h. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik. i. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak sematamata komunikasi verbal melalui penuturan katakata oleh guru sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga apalagi
bila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran.
j. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru tetapi juga aktifitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lainlain.[8] Kesimpulannya, media pembelajaran sangat bermanfaat bagi tercapainya tujuan pembelajaran. Selain sebagai perantara dari guru kepada siswanya, media juga bisa membuat pengajaran menjadi lebih bervariasi tidak hanya monoton guru saja melalui penuturan katakata oleh guru sehingga siswa tidak merasa bosan dan guru juga tidak kehabisan tenaga apalagi jika mengajar banyak kelas
untuk banyak jam pelajaran.
IV. ANALISIS
bervariasi, memudahkan guru dalam menyampaikan materi, membuat siswa lebih kreatif karena tidak hanya mengandalkan guru tetapi juga bisa mencari sendiri permasalahan yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan misalnya dengan browsing ke internet. Seorang guru harus pandai memilih media yang nantinya akan digunakan untuk membantunya dalam menyampaikan materi pelajaran. Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan membuat hambatan atau gangguan yang terjadi dapat dihindari. Terdapat banyak sekali hambatan atau gangguan yang terjadi dalam proses pembelajaran seperti verbalisme, kekacauan penafsiran atau salah tafsir, pusat perhatian yang kurang ( bisa terjadi karena ada gangguan kesehatan atau penyampaian bahan pelajaran yang membosankan), tidak ada tanggapan, keadaan fisik yang mengganggu (bisa terjadi karena kurangnya ventilasi, pengaturan tempat duduk yang kurang tepat
atupun penggunaan media yang kurang tepat.[9]
Media pembelajaran memiliki fungsi dan manfaat yang bermacammacam seperti yang telah disebutkan diatas, hal tersebut menunjukkan bahwa peranan media dalam mempermudah penyampaian materi sangatlah penting. Hal ini dapat terlihat dari berhasilnya penyampaian materi kepada siswa setelah dibantu dengan media, misalnya pada pembelajaran sejarah kebudayaan Islam tentang perjuangan dakwah nabi Muhammad SAW melawan kaum kafir, jika seorang guru menyampaikan materi hanya dengan mengandalkan ceramah maka siswa akan merasa bosan tetapi jika dibantu dengan menggunakan media film sejarah maka siswa akan merasa tertarik untuk melihatnya dibandingkan dengan hanya mendegarkan cerita yang disampaikan oleh gurunya. Berdasarkan atas beberapa fungsi dan manfaat media pembelajaran yang dikemukakan dalam pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar memiliki pengaruh yang besar terhadap alatalat indra dan terhadap pemahaman isi pelajaran. secara logika dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan media akan lebih menjamin terjadinya pemahaman yang lebih baik pada siswa. siswa yang belajar lewat mendengarkan saja akan berbeda tingkat pemahaman dan lamanya “ingatan” bertahan, dibandingkan dengan siswa yang belajar lewat melihat atau sekaligus mendengarkan dan melihat. Media pembelajaran juga mampu membangkitkan dan membawa siswa ke dalam suasana rasa senang dan gembira, di mana ada keterlibatan emosianal dan mental. Tentu hal ini berpengaruh terhadap semangat mereka belajar dan kondisi pembelajaran yang lebih hidup, yang nantinya bermuara kepada peningkatan
pemahaman pebelajar terhadap materi ajar.
Manfaat Media Pembelajaran
Perolehan pengetahuan siswa seperti yang digambarkan oleh Kerucut Pengalaman Edgar Dale bahwa pengetahuan akan semakin abstrak apabila pesan hanya disampaikan melalui kata verbal. Hal ini memungkinkan terjadinya verbalisme. Artinya siswa hanya mengetahui tentang kata tanpa memahami dan mengerti makna yang terkandung didalamnnya. Hal semacam ini akan menimbulkan kesalahan persepsi siswa. Oleh sebab itu, sebaiknya siswa memiliki pengalaman yang lebih konkrit, pesan yang ingin disampaikan benarbenar dapat mencapai sasaran dan tujuan.
Secara umum media mempunyai kegunaan:
1. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. 2. mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra. 3. menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar. 4. memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya.
Peranan media pembelajaran a. Mengatasi perbedaan pengalaman pribadi peserta didik.Misalnya: peserta didik yang bertempat tinggal di daerah pegunungan yang belum pernah melihat lautan dapat digunakan media film, video kaset.
b. Mengatasi batasbatas ruang kelas. Misalnya: bendabenda yang akan diajarkan sulit dibawa ke dalam kelas, dapat diajarkan melalui film strip, film, slide, dan sebagainya. c. Mengatasi kesulitan apabila suatu benda secara langsung tidak dapat diamati karena terlalu kecil. Misalnya: sel ,bakteri, atom dapat diguna kan media gambar, slide, film, dan sebagainya. d. Mengatasi gerak benda secara cepat atau terlalu lambat, sedangkan proses gerakan itu menjadi
pusat perhatian peserta didik.
e. Mengatasi halhal yang terlalu kompleks dapat dipisahkan bagian demi bagian untuk diamati
secara terpisah.
f. Mengatasi suara yang terlalu halus untuk didengar secara langsung melalui telinga. Misalnya: alat bantu sistem pengeras suara.