• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN ASKES OLEH PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG MENDAPATKAN PELAYANAN RAWAT JALAN DI BADAN LAYANAN UMUM NAGAN RAYA - Repository utu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN ASKES OLEH PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG MENDAPATKAN PELAYANAN RAWAT JALAN DI BADAN LAYANAN UMUM NAGAN RAYA - Repository utu"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

(1)

i

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN

PEMANFAATAN ASKES OLEH PEGAWAI NEGERI

SIPIL YANG MENDAPATKAN PELAYANAN

RAWAT JALAN DI BADAN LAYANAN

UMUM NAGAN RAYA

SKRIPSI

OLEH

RINI MASLINDA

NIM : 07C10104144

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS TEUKU UMAR

MEULABOH

(2)

i

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN

PEMANFAATAN ASKES OLEH PEGAWAI NEGERI

SIPIL YANG MENDAPATKAN PELAYANAN

RAWAT JALAN DI BADAN LAYANAN

UMUM NAGAN RAYA

SKRIPSI

OLEH

RINI MASLINDA

NIM : 07C10104144

Skripsi ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat

untuk Memperoleh Gelar Serjana Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar

PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS TEUKU UMAR

MEULABOH

(3)

ii

ABSTRAK

RINI MASLINDA Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Askes

Oleh Pegawai Negeri Sipil Yang Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan Di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya. Dibawah bimbingan Bapak Sufyan Anwar, SKM, MARS dan Ibu Itza Mulyani, SKM.

Kesehatan yang baik adalah dambaan semua orang, harapan pemerintah dengan adanya Askes dapat memberikan kenyamanan bagi PNS terkait dengan jaminan kesehatan bagi dirinya sendiri dan keluarganya, banyak faktor yang menyebabkan masih rendahnya pemanfaatan asuransi kesehatan oleh masyarakat, diantara tersebut yang paling menonjol adalah pemahaman tentang asuransi, yang menyebabkan masyarakat kecewa dengan mutu pelayanan Askes sehingga kurang memanfaatkan mekanisme pembiayaan melalui sistem ini ketika menderita sakit, disamping itu juga birokrasi dalam pelayanan yang cukup merepotkan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Askes oleh pegawai negeri sipil yang mendapatkan pelayanan rawat jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya.

Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 98 pasien peserta askes yang yang mendapatkan pelayanan rawat jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya. Uji statistik menggunakan chi-square dengan aplikasi program komputerisasi.

Hasil penelitian diketahui bahwa dari 79 pengetahuan pasien yang baik 65,8% sering memanfaatkan askes sedangkan dari 19 pengetahuan yang kurang baik 78,9% tidak sering memanfaatkan askes, dari 61 motivasi pasien yang tinggi 70,5% sering memanfaatkan askes sedangkan dari 37 motivasi yang rendah 64,9% tidak sering memanfaatkan askes, dari 50 Mutu Pelayanan Askes pasien yang baik 72,0% sering memanfaatkan askes sedangkan dari 48 Mutu Pelayanan Askes yang kurang baik 58,3% tidak sering memanfaatkan askes, dari 32 Ketersedian Obat pasien yang cukup 75% sering memanfaatkan askes sedangkan dari 66 Ketersedian Obat yang kurang cukup 51,5% tidak sering memanfaatkan askes. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan semua variabel independen (pengetahuan, motivasi, mutu pelayanan askes dan ketersedian obat) mempunyai hubungan dengan pemanfataan askes oleh PNS dimana p value < α (0,05).

Kepada Direktur Badan Layanan Umum Daerah Daerah Nagan Raya agar dapat lebih megembangan dan perbaikan sistem Askes di Rumah Sakit. Kepada Peserta Askes agar lebih meningkatkan lagi penggunaannya serta meningkatkan pengetahuannya mengenai Askes agar memanfaatannya tidak salah.

(4)
(5)
(6)

v

Nama : Rini Maslinda

Jenis kelamin : Perempuan

Tempat Tanggal Lahir : Ujong Tanjong, 17 Juli 1989

Agama : Islam

Status : Belum Menikah

Alamat Rumah : Desa Ujong Tanjong

Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat

Alamat Email : [email protected]

Nama Ayah : Mukhlis

Nama Ibu : Raslaidah

Alamat Orang Tua : Desa Ujong Tanjong

Kecamatan Meureubo Kabupaten aceh Barat

Pendidikan Formal :

SD N Ujong Tanjong : 1995 – 2001

MTsN MODEL MBO 1 : 2001 – 2004

SMA N 1 Meulaboh : 2004 – 2007

FKM – UTU : 2007 – 2013

Pendidikan Non Formal :

(7)
(8)

vi

Dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul : Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Askes Oleh Pegawai Negeri Sipil Yang

Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan Di Badan Layanan Umum Daerah

(BLUD) Nagan Raya”.Tidak lupa shalawat dan salam penulis sanjung kepangkuan Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan ke alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan sekarang ini. skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam meraih derajat Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar.

Selama penelitian dan penyusunan skripsi, penulis tidak luput dari kendala. Kendala terseut dapat diatasi penulis berkat adanya bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada :

1. Ayahanda dan Ibunda tersayang yang telah memberikan dorongan dan seluruh keluarga yang telah memberi semangat serta do’a kepada penulis dalam penulisan skripsi ini.

2. Bapak Drs. Alfian Ibrahim, MS selaku Rektor Universitas Teuku Umar Meulaboh.

(9)

vii

4. Bapak Sufyan Anwar, SKM, MARS, selaku Pembimbing I yang telah meluangkan waktu dalam membimbing penulis dalam menyusun skripsi ini.

5. Ibu Itza Mulyani, SKM, selaku Pembimbing II yang telah membantu penulis dalam menyusun skripsi ini.

6. Bapak Azhari, SKM, MKM, selaku penguji yang sudah banyak membantu memberikan kritikan dan saran terhadap perbaikan skripsi ini.

7. Bapak Hasrah Junaidi, SKM, selaku penguji yang sudah memberikan kritikan dan saran terhadap perbaikan skripsi ini.

8. Seluruh Dosen dan Staf pengajar serta Civitas Akademika Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar Meulaboh yang telah memberi dorongan serta saran kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

9. Kepada teman-teman seperjuangan yang telah banyak membantu dan memberi semangat kepada penulis dalam penyempurnaan skripsi ini.

Penulis menyadari dalam penulisan ini masih banyak terdapat kekurangan dan kejanggalan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan yang bersifat membangun demi perbaikan dan penyempurnaan skripsi ini dimasa mendatang.

Meulaboh, 08 Juni 2013

(10)

viii

Halaman

HALAMAN JUDUL LUAR

HALAMAN JUDUL DALAM ... i

ABSTRAK ... ii

LEMBARAN PENGESAHAN ... iii

LEMBARAN PENGESAHAN PENGUJI ... iv

RIWAYAT HIDUP ... v

2.2.2 Pengertian Asuransi Kesehatan ... 9

2.2.3 Manfaat Askes... 10

2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan ASKES ... 18

(11)

ix

BAB III METODE PENELITIAN ... 23

3.1 Jenis Penelitian ... 23

3.2 Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian ... 23

3.2.1 Lokasi Penelitian ... 23

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 29

4.1. Hasil Penelitian ... 29

4.1.1. Gambaran Umum ... 29

4.1.2. Analisis Univariat ... 30

4.1.3. Analisis Bivariat ... 32

4.2.Pembahasan... 35

4.2.1. Hubungan Pengetahuan dengan pemanfataan askes oleh PNS ... 35

4.2.2. Hubungan Motivasi dengan pemanfataan askes oleh PNS ... 37

4.2.3. Hubungan Mutu Pelayanan Askes dengan pemanfataan askes oleh PNS ... 37

(12)

x

Table 3.1. Definisi Operasional Variabel ...25 Tabel 4.1. Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Pasien Dalam

Mendapatkan Pelayanan RawatJalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan raya Tahun 2013 ...30 Tabel 4.2. Distribusi Responden Berdasarkan Motivasi Pasien Dalam

Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan raya Tahun 2013 ...30 Tabel 4.3. Distribusi Responden Berdasarkan Mutu Pelayanan Askes

Pasien Dalam Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan raya Tahun 2013 ...30 Tabel 4.4. Distribusi Responden Berdasarkan Ketersedian Obat Pasien

Pasien Dalam Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan raya Tahun 2013 ...31 Tabel 4.5. Distribusi Responden Berdasarkan Pemanfaatan Askes Oleh

PNS Dalam Mendapatkan Pelayanan RawatJalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan raya Tahun 2013 ...31 Tabel 4.6. Pengetahuan Dengan Pemanfataan Askes Oleh PNS Dalam

Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan raya Tahun 2013 ...32 Tabel 4.7. Motivasi Dengan Pemanfataan Askes Oleh PNS Dalam

Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan raya Tahun 2013 ...33 Tabel 4.8. Mutu Pelayanan Askes Dengan Pemanfataan Askes Oleh PNS

Dalam Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan raya Tahun 2013 ...34 Tabel 4.9. Ketersedian Obat Dengan Pemanfataan Askes Oleh PNS Dalam

(13)

xi

DAFTAR GAMBAR

(14)

xii Lampiran 1. Kuesioner

Lampiran 2. Tabel Skor Lampiran 3. Master Tabel

Lampiran 4. HasilAnalisis Data dengan Komputerisasi

Lampiran 5. Surat Izin Penelitian dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar

Lampiran 6. Surat Sudah Melakukan Penelitian dari Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya.

(15)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tujuan pembangunan kesehatan menuju indonesia sehat 2014 adalah meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara yang di tandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Republik Indonesia. (Depkes, 2010).

Pencapaian tujuan pembangunan kesehatan seperti yang telah diamanatkan, seiring dengan perubahan bidang teknologi yang juga berdampak pada perubahan sosial di dalam masyarakat mendapat banyak kendala dan rintangan. Rintangan tersebut terutama dalam pembiayaan kesehatan baik oleh pemerintah maupun karena daya beli masyarakat yang lemah. (Banten,2005).

(16)

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 230 Tahun 1968, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan yang secara jelas mengatur kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan penerima pensiunan (PNS dan TNI, POLRI) beserta anggota keluarganya. Dengan adanya asuransi kesehatan bagi seluruh pegawai negeri sipil serta TNI/ POLRI maka diharapkan adanya peningkatan derajat kesehatan baik kepada pegawai negeri yang bersangkutan maupun kepada anggota keluarganya (Depkes, 2010).

Dalam operasionalnya untuk membiayai kesehatan yang dibutuhkan oleh masing-masing peserta, PT Askes melakukan pemotongan gaji setiap bulan sebesar 2 % dari gaji pokok pegawai ditambah tunjangan suami atau isteri dan anak. Pemotongan di lakukan secara kontinyu walaupun peserta tersebut tidak pernah menggunakan askes untuk berobat (Info Askes 2011). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 2003, pemerintah di wajibkan membayar iuran dalam jumlah yang sama besarnya dengan iuran peserta. Saat ini Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah telah memenuhi kewajibannya sehingga iuran perbulan mengalami peningkatan menjadi Rp.34.000,- (Tiga Puluh Empat Ribu Rupiah) perkepala per bulannya.

Kesehatan yang baik adalah dambaan semua orang, harapan pemerintah dengan adanya Askes dapat memberikan kenyamanan bagi PNS terkait dengan jaminan kesehatan bagi dirinya sendiri dan keluarganya.

(17)

3

tersebut dimaksudkan untuk terus menyempurnakan layanan yang diberikan serta meningkatkan mutu pelayanan yang diterima peserta (Depkes, 1993).

Peningkatan dalam cakupan jumlah peserta pada tahun 2005 diperkirakan telah mencapai 21 % dari jumlah penduduk (Azwar, 2009) dan besarnya manfaat yang dapat diterima oleh pengguna jasa tersebut seperti tersedianya dana pada saat sakit dengan premi yang terjangkau (Sutadji, 2009) tidak merupakan indikasi penduduk telah memanfaatkan Askes yang diterima secara maksimal.

Menurut Sutadji (2009), banyak faktor yang menyebabkan masih rendahnya pemanfaatan asuransi kesehatan oleh masyarakat, diantara tersebut yang paling menonjol adalah pemahaman tentang asuransi, Sukardi dkk (2010) menyebutkan banyak masyarakat kecewa dengan mutu pelayanan Askes sehingga kurang memanfaatkan mekanisme pembiayaan melalui sistem ini ketika menderita sakit, disamping itu juga birokrasi dalam pelayanan yang cukup merepotkan.

(18)

Pada tahun 1997 diperkirakan hanya 18 juta penduduk atau 9 % yang telah di cakup sistem asuransi kesehatan. Jumlah peserta tersebut sebagian besar yaitu 13.060.934 adalah peserta Askes wajib (Askes, 2005). Hingga tahun 2012, jumlah peserta Askes di Indonesia yang telah di cakup oleh Asuransi Kesahatan adalah sebesar 17,3 Juta jiwa, adapun di provinsi sumatera utara peserta Askes sebesar 863.324 orang, di sumatera barat sebanyak 685.568 orang serta Riau sebanyak 737.485 orang (Askes, 2011).

Untuk wilayah provinsi Aceh, pengguna Askes saat ini sebanyak 2.293.915 orang (Askes, 2011) sedangkan di BLUD Nagan Raya, Tahun 2012, seluruh pasien rawat jalan berjumlah 15.134 pasien. Persentase untuk peserta Askes rawat jalan sekitar 30% yaitu sekitar 4540 peserta. (Laporan Tahunan RSUD Nagan Raya).

Di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya, pemanfaatan yang dilakukan oleh peserta Askes dalam memanfaatkan pelayanan Askes tersebut belum maksimal secara keseluruhan, hal ini di sebabkan karena dari sebagian peserta yang menggunakan jasa pelayanan Askes menggunakan jasa pelayanan tersebut di luar dari Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya, Sehingga bisa di katakan dalam pemanfaatan Askes di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya belum secara maksimal di gunakan pelayanannya.

(19)

5

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas yang menjadi rumusan masalah adalah Bagaimanakah Gambaran Pengetahuan, Mutu pelayanan, Motivasi Peserta, dan Ketersediaan Obat Dengan Pemanfaatan Askes Oleh Pegawai Negeri Sipil di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya Tahun 2012.

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan askes oleh pegawai negeri sipil yang mendapatkan pelayanan rawat jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui kecenderungan hubungan pengetahuan peserta Askes dalam pemanfaatan Askes di Badan Layanan Umum Daerah Nagan raya. 2. Untuk mengetahui kecenderungan hubungan mutu pelayanan petugas

Askes terhadap pemanfaatan pelayanan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya.

3. Untuk mengetahui kecenderungan hubungan motivasi peserta Askes dalam pemanfaatan Askes di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya.

(20)

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat teoritis

Dapat mengaplikasikan ilmu yang di pelajari di bangku kuliah dan membandingkan teori dengan praktek atau keadaan langsung di lapangan terutama mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Askes oleh PNS yang mendapatkan pelayanan rawat jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya.

1.4.2 Manfaat Aplikatif

1. Memberi masukan dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi peserta Askes sehingga peserta dapat merasa puas dengan pelayanan yang di berikan.

2. Bahan masukan terhadap penggunaan Askes oleh pesertanya.

(21)

7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit

Pelayanan kesehatan dirumah sakit umum pemerintah menurut SK menteri Kesehatan RI No.983/Menkes/SK/XI/1992 adalah upaya kesehatan yang berdayaguna dan berhasil guna dengan mengutamakan penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan juga melaksanakan upaya rujukan. Upaya ini diberikan dalam bentuk Pelayanan Kesehatan dasar, spesiaistik dan subspesialistik dengan tujuan akhir penigkatan derajat kesehatan masyarakat (Aditama, 2004).

Naisbit dan Aburdene dalam Aditama (2004) menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan di rumah sakit pada era globalisasi ini harus mengikuti perubahan yang terjadi dimana orientasi pelayanan kesehatan berpusat pada kepuasan pengguna jasa atau konsumen.

2.1.1 Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit

Pelayanan rawat jalan adalah salah satu bentuk dari pelayanan kedokteran. Pelayanan rawat jalan ini termasuk tidak hanya diselenggarakan oleh sarana pelayanan kesehatan yang telah lazim di kenal rumah sakit atau klinik, tetapi juga diselenggarakan dirumah pasien (home care) serta dirumah perawatan (nursing homes).

(22)

pelayanan rawat inap, pelayanan rawat jalan memang tampak berkembang lebih pesat.

Bentuk pertama dari pelayanan rawat jalan adalah yang diselenggarakan oleh klinik yang ada kaitannya dengan Rumah Sakit. Jenis pelayanan rawat jalan secara umum dibedakan atas 4 macam, yaitu :

a. Pelayanan gawat darurat untuk yang menangani pasien yang membutuhkan pertolongan segera dan mendadak.

b. Pelayanan rawat jalan paripurna yakni yang memberikan pelayanan kesehatan paripurna sesuai dengan kebutuhan pasien.

c. Pelayan rujukan yakni yang hanya melayani pasien-pasien yang dirujuk oleh sarana kesehatan lain. Biasanya untuk diagnosis atau terapi.

d. Pelayanan bedah jalan yakni yang memberikan pelayanan bedah yang dipulangkan pada hari yang sama.

2.1.2 Jenis Pembiayaan Kesehatan di Rumah Sakit

Adapun pelayanan kesehatan yang dibiayai oleh asuransi kesehatan di rumah sakit menurut ASKES adalah rawat jalan dan rawat inap. Jenis rawat jalan yang diterima di rumah sakit meliputi : Konsultasi medis, pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter spesialis dan atau dokter subspesialis, pemeriksaan penunjang diagnostic sederhana sampai khusus, tindakan medis poliklinik dan rehabilitasi medis dan pemberian resep obat dan pemberian resep rujukan.

(23)

9

Tindakan medis operatif dan tindakan medis non operatif, Perawatan intensif (ICU/ICCU), Pelayanan rehabilitasi medis, dan Pemberian obat-obatan..

2.2 Asuransi kesehatan

2.2.1 Pengertian Asuransi

Soroso (1990) menyatakan asuransi adalah suatu bentuk perlindungan atau jaminan terhadap resiko keuangan yang mungkin terjadi berupa kecelakaan, kematian dan lainnya dimana ada satu pihak yang mempertanggungkan dan adanya pihak lain yang dipertanggungkan.

Breider dan Breadles dalam Azwar (2010) menyatakan Asuransi adalah suatu upaya untuk memberikan perlindungan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang dapat mengakibatkan kerugian ekonomi.

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) asuransi adalah suatu perjanjian, dimana sipenanggung dengan menerima suatu premi mengikatkan dirinya untuk memberi ganti rugi kepada sitertanggung yang mungkin diderita karena terjadinya suatu peristiwa yang mengandung ketidak pastian yang akan mengakibatkan kehilangan, kerugian atau kehilangan suatu keuntungan (Azwar, 2010).

2.2.2 Pengertian Asuransi Kesehatan

(24)

Azwar (1997) menyebutkan asuransi kesehatan adalah suatu sistem dalam pembiayaan kesehatan dimana dilakukan pengelolaan dana yang berasal dari iuran teratur peserta untuk membiayai pelayanan kesehatan yang dibutuhkan peserta.

Sedangkan Murti (2000) menegaskan asuransi kesehatan merupakan cara untuk mengatasi resiko dan ketidakpastian peristiwa sakit serta implikasi biaya-biaya yang diakibatkannya. Asuransi kesehatan mengubah peristiwa tak pasti dan sulit diramalkan menjadi peristiwa yang pasti dan terencana, membantu mengurangi resiko perorangan keresiko sekelompok orang dengan cara perangkuman resiko. Untuk mewujudkan hal tersebut anggota membayar sejumlah uang yang relatife kecil namun teratur (premi) kepada lembaga asuransi.

2.2.3. Manfaat Askes

Manfaat yang akan diterima peserta Askes bila menggunakan asuransi dalam meningkatkan derajat kesehatan adalah :

1. Dapat membebaskan peserta dari kesulitan menyediakan dana tunai karena pada Askes telah ada jaminan biaya kesehatan.

2. Biaya kesehatan dapat diawasi. Pengawasan yang dimaksud berupa pembatasan jenis pelayanan kesehatan yang dapat diberikan oleh penyedia layanan atau yang dapat dimamfaatkan oleh peserta yang diberlakukan pemerintah.

(25)

11

2.2.4 Jenis Peserta AsKes

Peserta ASKES adalah pegawai negeri sipil, penerima pensiun, perintis kemerdekaan, veteran atau pegawai tidak tetap. Menurut Gulardi (1993) kepesertaan tersebut ditentukan berdasarkan umur, lama masa kerja/penetapan jumlah masa iuran minimum sampai dengan umur pensiun (60 tahun).

Berdasarkan jenis pekerjaan, peserta Askes menurut ASKES (1999) terdiri atas peserta wajib dan peserta suka rela. Peserta yang tergolong wajib adalah :Calon PNS, Pegawai Negeri Sipil, Pejabat Negara, Penerima Pensiun PNS, Penerima Pensiun TNI, Penerima Pensiunan PNS (sipil) TNI, Perintis Kemerdekaan RI, Veteran RI, Dokter/Bidan PTT dan keluarga mereka, Janda/Duda/anak yatim piatu dari peserta. Dan anak yang sah/angkat (menurut Kepres No. 16 tahun 1994 bab 2 pasal 53) dengan ketentuan : Anak yang ditanggung maksimal dua anak sejak tanggal 22 maret 1994, Belum menikah, Belum punya penghasilan sendiri, Belum mencapai 21 tahun atau 25 tahun bagi yang masih mengikuti pendidikan formal.

Sedangkan peserta yang disebut dengan peserta sukarela atau komersial/swasta adalah :

(26)

2.2.5 Jenis Pelayanan Askes

ASKES (1999) menyebutkan pelayanan kesehatan pada rawat jalan yang diberikan oleh Askes dalam membantu meringankan biaya pengobatan adalah : 1. Paket standar yang meliputi : Pelayanan kesehatan tingkat pertama, Pelayanan

kesehatan tingkat lanjutan, Pelayanan gawat darurat, Pelayanan persalinan, Pelayanan darah, Pelayanan canggih dalam rangka pelayanan rawat jalan tingkat lanjut, rawat inap tingkat lanjut, gawat darurat, persalinan. Pelayanan obat dan alat kesehatan, Pelayanan lainnya antara lain pelayanan jantung dan cuci darah. 2. Paket Standar Standard Plus : meliputi Seluruh pelayanan paket standar,

Pelayanan khusus yang terdiri dari pelayanan jantung (operasi, katetrisasi, dilatasi, pacu jantung dan thalium scaning jantung). Pelayanan paru, Pelayanan ginjal, MRI ( Magnetik Resonance Image ) dan Implant.

2.2.6 Dokter Keluarga

Dokter keluarga adalah program layanan baru PT. Askes yang dapat dimanfaatkan oleh pesertanya untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan tingkat pertama selain puskesmas. Ketentuan yang harus dimiliki peserta Askes menurut ASKES agar dapat menggunakan layanan ini adalah :

1. Syarat Mendapatkan Pelayanan Dokter Keluarga

a. Peserta mengisi formulir pendaftaran dokter keluarga dan memilih satu dokter keluarga yang terdapat pada daftar jaringan Dokter Keluarga PT. Askes. b. Pendaftaran dilakukan di kantor cabang setempat atau melalui Dokter

(27)

13

c. Pendaftaran dapat dilakukan setiap saat tetapi pelayanan baru dapat diterima pada bulan berikutnya.

d. Peserta lama mempergunakan kartu Askes yang telah dimiliki dengan memberi tanda khusus pada waktu tersebut sesuai nama dan kode Dokter Keluarga yang dipilih peserta.

e. Peserta baru atau peserta lama yang berdasarkan ketentuan tertentu harus memperbaharui kartunya, akan mendapatkan kartu baru dengan kode Dokter Keluarga yang dipilih peserta.

f. Pendaftaran peserta berlaku bagi seluruh anggota keluarga yang tertanggung kecuali PNS atau anggota keluarga tersebut pisah domisili.

2. Jenis Layanan

Jenis layanan kesehatan yang akan diterima peserta Askes yang memanfaatkan layanan rawat jalan tingkat pertama dengan menggunakan Dokter Keluarga menurut ASKES adalah :

a. Konsultasi Medis dan penyuluhan Kesehatan b. Pemeriksaan, pengobatan dan tindakan medis kecil c. Pemeriksaan penunjang diagnostic sederhana (jika ada)

d. Pemeriksaan ibu hamil, nifas, ibu menyusui, bayi dan anak balita. e. Upaya penyembuhan terhadap efek samping kontrasepsi

f. Pemberian obat-obatan pelayanan dasar sesuai indikasi medis

(28)

3. Tempat Memperoleh Layanan

Tempat mendapatkan pelayanan Dokter Keluarga dapat diterima peserta Askes sesuai dengan tempat pilihan peserta pilihan sendiri berdasarkan daftar jaringan pelayanan Dokter Keluarga yang ditunjuk dengan pertimbangan domisili peserta.

4. Prosedur Mendapatkan Pelayanan Dokter Keluarga

Menurut ASKES prosedur untuk mendapatkan pelayanan Dokter Keluarga oleh peserta Askes adalah:

a. Peserta mendapat pelayanan rawat jalan tingkat pertama sesuai yang tertera pada kartu Askes dengan menunjukkan kartu Askes

b. Peserta menandatangani bukti pelayanan.

c. Peserta akan mendapat pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan diagnostic, konsultasi dan tindakan kecil.

d. Peserta akan mendapat rujukan ke RJTL/RS jika memerlukan tindakan spesialis lanjutan

e. Peserta penderita penyakit kronis (berdasarkan diagnosa dokter spesialis) mendaftarkan diri ke Kantor Cabang setempat untuk mendapatkan kartu khusus rujuk balik. Pada kartu tersebut akan di catat jenis obat yang dipergunakan untuk mengobati penyakit kronis yang dialami peserta.

5. Pelayanan Obat Dokter Keluarga

(29)

15

terdapat apotik atau lokasi apotik sangat jauh dari Dokter Keluarga sehingga menyulitkan peserta (Azwar, 2010).

6. Pelayanan Obat untuk Penyakit Kronis

Pelayanan obat untuk peserta dengan penyakit kronis dengan menggunakan layanan Dokter Keluarga menurut ASKES (2004) adalah sebagai berikut :

a. Melalui Dokter Keluarga dengan menunjukkan kartu khusus untuk rujuk balik dan surat rujuk balik kemudian akan diberi resep obat rujuk balik sesuai dengan yang tertera pada kartu khusus tersebut. Peserta dapat mengambil obat pada apotik yang ditunjuk.

b.Apotik berdasarkan resep Dokter Keluarga dan kartu khusus memberikan obat sesuai dengan yang tertulis di resep.

c. Jumlah obat yang diberikan maksimal untuk keperluan 30 hari.

7. Pelayanan Lain

Jenis pelayanan kesehatan lain yang dapat dimanfaatkan peserta yang menggunakan layanan Dokter Keluarga menurut ASKES (2004) yaitu :

1. Pelayanan pemeriksaan dan konsultasi gigi.

2. Pelayanan imunisasi dasar yang merupakan program pemerintah secara Nasional yang berhak diterima seluruh masyarakat. Jenis pelayanan dapat diperoleh di Dokter Keluarga dengan urun biaya tambahan.

(30)

2.2.7 Jenis Produk Askes PNS

Berdasarkan ruang lingkup pelayanan, PT. Askes memberikan jenis produk Askes PNS yaitu Askes Blue. Paket layanan ini berlaku regional,dengan ruang lingkup pelayanan sesuai kesepakatan antara peserta dengan PT. Askes cabang setempat dan fasilitas kesehatan yang dapat digunakan adalah rumah sakit yang ditunjuk oleh PT. Askes.

2.2.8 Hak dan Kewajiban Peserta Askes

Askes (1999) menjelaskan bahwa peserta Askes sebagai bagian pemagang mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut :

1 Kewajiban peserta Askes

a. Membayar iuran wajib yang telah ditetapkan pemerintah (pasal 7 peraturan pemerintah no. 69 tahun 1991), dengan ketentuan besarnya iuran wajib diatur dalam keppres RI no.8 tahun 1977, Pegawai negeri dan pejabat Negara dipungut iuran sebesar 10 % dari penghasilan setiap bulannya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan perincian 4,75 % untuk iuran dana pensiun, 3,25 % untuk iuran tabungan hari tua dan 2 % untuk pemeliharaan kesehatan, Bagi para penerima pensiun dipungut iuran untuk menyelenggarakan kesehatan sebesar 2 % dari penghasilan, Iuran untuk veteran dan perintis kemerdekaan ditanggung pemerintah atas beban anggaran pendapatan dan belanja Negara dan pelaksanaan pembayarannya dilakukan oleh menteri keuangan.

(31)

17

c. Mendaftarkan kartu peserta Askes di Puskesmas terdekat dengan tempat tinggal

d. Mentaati semua peraturan dan mengikuti prosedur pelayanan yang berlaku e. Menggunakan haknya secara wajar sesuai kebutuhan

f. Berperan serta secara aktif dalam penyelanggaraan program jaminn pemeliharaan kesehatan Askes

g. Turut menyebar luaskan informasi mengenai tata cara memperoleh pelayanan kesehatan bagi peserta Askes

2. Hak Peserta askes

a. Memperoleh palayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah di fasilitas kesehatan milik pemerintah

b. Fasilitas kesehatan milik ABRI/Swasta yang telah ada perjanjian kerja sama dengan PT. Askes

2.2.9 Pelayanan Obat Askes

(32)

2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan ASKES

Ada banyak keadaan yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk menggunakan pembiayaan yang digunakannya untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Pertimbangan atau dorongan tersebut terdiri atas :

2.3.1 Pengetahuan

Keraf dan Dua (2001) menyebutkan pengetahuan adalah sikap mental seseorang dalam hubungannya dengan objek tertentu yang disadarinya sebagai ada atau terjadi dan mengandung kebenaran sebagaimana adanya

Notoatmojo (2003) menyatakan pengetahuan merupakan hasil tahu manusia yang terjadi setelah melakukan penginderaan terhadap suatu objek melalui panca indra seperti mata dan telinga dimana manusia mendapatkan sebagian besar pengetahuannya

Pengetahuan merupakan domain penting dalam terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan yang baik tentang pelayanan ASKES akan memberi pengaruh pada peserta ASKES untuk memanfaatkan pelayanan dengan menggunakan jasa ansuransi ini. Pengetahuan peserta ASKES tersebut meliputi pengetahuan akan cara memperoleh kartu askes, hak dan kewajiban, prosedur pelayanan, ketersediaan obat dan fasilitas kesehatan yang dapat dimanfaatkan bila menderita sakit.

(33)

19

rendah menyebabkan seseorang ikut serta dalam keanggotaan asuransi setelah menderita penyakit yang memerlukan uang banyak untuk penyembuhannya.

Menurut Azwar (2003) masyarakat Indonesia belum sepenuhnya menyadari pentingnya menggunakan atau memiliki asuransi kesehatan untuk mencegah penyakit dan memelihara kesehatan. Masyarakat hanya mau mengeluarkan biaya bila sudah menderita sakit yang tentunya menjadi lebih besar biaya yang harus dikeluarkan di bandingkan sebelumnya.

2.3.2 Motivasi

Azwar (1996) mengemukakan motivasi adalah upaya untuk menimbulkan rangsangan, dorongan dan ataupun pembangkit tenaga pada seseorang ataupun sekelompok masyarakat untuk berbuat dan bekerja sama secara optimal melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

(34)

2.3.3 Mutu Pelayananan

Mutu pelayanan adalah hasil target pelayanan yang dilaksanakan tercapai sesuatu dengan yang diharapkan dan dapat memuaskan seseorang yang membutuhkan jasa pelayanan dimana aspek tersebut dalam organisasi adalah hal yang perlu diperhatkan agar sasaran yang ingin tercapai terlaksana dengan baik (Azwar,1996)

Azwar (2010) mutu pelayanan Askes akan lebih ditingkatkan oleh pemerintah agar dapat mencakup seluruh masyarakat Indonesia terutama jaminan pelayanan dasar dengan membentuk sistem jaminan social nasional (SJSN). Sistem ini akan menjamin terpeliharanya kesehatan masyarakat dan biaya saat menderita sakit ditanggung secara bersama.

Rendahnya kualitas pelayanan Askes di Indonesia adalah salah satu penyebab banyaknya peserta askes tidak memanfaatkan pelayanan asuransi ini. Hal ini ditujukan dengan banyaknya keluhan yang diutarakan dalam dengar pendapat Komisi VIII DPR RI dengan PT. Askes dimana paserta Askes masih belum melayani dengan baik, masih banyak tenaga kesehatan yang menolak melayani dengan baik, masih banyak tenaga kesehatan yang menolak peserta Askes, menomorduakan peserta Askes, kualitas obat Askes yang kurang baik, klaim obat yang tidak seluruhnya tersedia, serta penolakan rumah sakit dalam merawat pasien Askes adalah beberapa keluhan yang disampaikan pada forum tersebut (Sukardi dkk,2002)

2.3.4 Ketersediaan Obat

(35)

21

rumah sakit tersebut yang perencanaannya diatur oleh PT. Askes dan rumah sakit bersangkutan. Obat-obatan dalam DPHO akan diberikan dengan ketentuan:

1. Jenis obat antibiotic harus dilengkapi dengan uji resisten dari laboratorium mikrobiologi dan telah disetujui oleh pemimpin rumah sakt serta legalisasi PT. Askes.

2. Obat kanker harus dilengkapi dengan surat keterangan dari medis dan protocol terapi khusus dari tim onkologi yangmerawat dan telah disetujui oleh pemimpin rumah sakit serta legalisasi PT. Askes

3. Obat khusus lainnya, harus dilengkapi dengan keterangan medis khusus dari dokter/tim dokter yang merawat dan telah dsetujui oleh pemimpin rumah sakit serta legalisasi PT. Askes.

(36)

2.4 Kerangka Konsep

Berdasarkan teori yang di kemukakan oleh Azwar (2003), Sutadji (2003), Askes (2004) dan Rivai (2004), maka kerangka konsep penelitian dapat di gambarkan sebagai berikut :

Variabel Independen Variabel Dependen

Gambar 1. Kerangka Konsep

2.5 Hipotesa Penelitian

1. Ada hubungan Pengetahuan responden dengan Pemanfaatan Askes. 2. Ada hubungan Motivasi responden dengan Pemanfaatan Askes. 3. Ada hubungan Mutu Pelayanan Askes dengan Pemanfaatan Askes. 4. Ada hubungan Ketersediaan Obat dengan Pemanfaatan Askes.

Motivasi

Mutu Pelayanan Askes

Ketersediaan Obat

Pemanfaatan Askes oleh PNS

(37)

23

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan yaitu jenis Analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu menjelaskan hubungan pengetahuan, motivasi, mutu pelayanan Askes, dan ketersediaan obat terhadap pemanfaatan Askes oleh PNS yang mendapatkan pelayanan rawat jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

3.2.1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini di Badan Layanan Umum Daerah Kabupaten Nagan Raya.

3.2.2. Waktu Penelitian

Penelitian direncanakan dilakukan pada bulan April tahun 2013.

3.3. Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien rawat jalan yang berobat yang berjumlah 4540 peserta.

3.3.2 Sampel

(38)

RUMUS SLOVIN n = ___N___ 1 + N (d ) ²

n = Jumlah Sampel N = Jumlah populasi

d² = Presisi ( diambil 1% = 0,1 )

Berdasarkan rumus Slovin diatas maka jumlah sampel yang diambil adalah sebagai berikut:

4540

n = ___________ 1+ 4540. (0,1) ²

4540

n = _____________ = 98 1+ 4540.(0,01) Jumlah sampel 98.

3.4. Metode Pengumpulan Data

3.4.1. Data Primer

Data primer dalam penelitian ini adalah data langsung yang didapatkan dari wawancara dengan menggunakan kuesioner, untuk mencari informasi dari responden tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Askes oleh Pegawai Negeri Sipil yang berobat jalan pada Badan Layanan Umum Daerah Kabupaten Nagan Raya.

3.4.2. Data sekunder

(39)

25

Tingkat pemahaman peserta Askes tentang hak dan kewajiban serta prosedur pelayanan Asuransi Kesehatan.

Tingkat dorongan atau kemauan yang dimiliki peserta Askes dalam memanfaatkan layanan asuransi

Kualitas pelayanan kesehatan kepada peserta Askes pada Badan Layanan terhadap kebutuhan peserta Askes Wawancara

pembiayaan rawat jalan di RSUD Nagan. Wawancara

(40)

3.6. Aspek Pengukuran

Skala pengukuran yang digunakan dalam mengukur variable independen dalam penilaian ini adalah skala Guttman yaitu memberikan skor dari nilai tertinggi terhadap kenilai terendah berdasarkan jawaban responden (Guttman, 2005)

3.6.1 Pengetahuan

Baik : Bila responden mempunyai nilai skor ≥ 50 % dari pertanyaan yang diajukan

Kurang : Bila responden mempunyai nilai skor < 50 % dari pertanyaan yang diajukan

3.6.2 Motivasi

Tinggi : Bila responden mempunyai nilai skor ≥ 50 % dari pertanyaan yang diajukan

Rendah : Bila responden mempunyai nilai skor < 50 % dari pertanyaan yang diajukan

3.6.3 Mutu Pelayanan Askes

Baik : Bila responden mempunyai nilai skor ≥ 50 % dari pertanyaan yang diajukan

Kurang : Bila responden mempunyai nilai skor < 50 % dari pertanyaan yang diajukan

3.6.4 Ketersediaan Obat

(41)

27

Kurang : Bila responden mempunyai nilai skor < 50 % dari pertanyaan yang diajukan.

3.6.5 Pemanfaatan Askes

Sering : Bila peserta Askes telah menggunakan layanan asuransi tersebut untuk pembiayaan rawat jalan > 2 kali

Tidak sering : Bila peserta Askes tidak menggunakan layanan asuransi tersebut untuk pembiayaan rawat jalan ≤ 2 kali (ASKES, 2004).

3.7 Analisa Data

3.7.1 Analisis Univariat

Teknik analisis univariat dilakukan untuk menjelaskan atau menggambarkan karakteristik masing-masing variabel yang akan diteliti. dengan menggunakan perhitungan statistik sederhana yaitu persentase atau proporsi. (Eko Budiarto, 2001).

3.7.2 Analisis Bivariat

Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan menentukan hubungan variabel independen dengan variabel dependen melalui uji chi square ().

karena semua data dalam skala kategorik (melihat hubungan variabel kategorik dengan vaeriabel kategorik).

(42)

kemaknaan statistik (nilai p value).Untuk itu karena jawaban apakah dua variabel saling berhubungan ataukah tidak dengan menggunakan rumus:

( 0 –E ) ² x² =

Σ

————

E Df = ( k-1 ) ( b-1 ) α = 0,05

Yaitu :

O = Frekuensi observed (nilai pengamatan) E = Frekuensi expected (nilai yang diharapkan) df = degree of freedom ( derajat kebebasan ) K = Kolom

(43)

29

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

4.1.1. Gambaran Umum

Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya merupakan rumah sakit pemerintah dengan tipe C. Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya merupakan lembaga teknis daerah yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan sebagai pusat rujukan dan Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya dipimpin oleh seorang direktur bertanggung jawab kepada bupati melalui sekda yang dibentuk berdasarkan keputusan Bupati Nagan Raya.

Secara geografis, BLUD Nagan Raya terlentak antara 9o 11o lintang utara dan 95o 02o Bujur Timur. Jenis tanah adalah merah kuning dan jenis batuan sedimen liat dan pasir. Geomorfologi lokasi BLUD Nagan Raya adalah daratan rendah pantai barat sematera yang bergeografis datar dengan ketinggian kurang lebih 3 meter dari permukaan laut. Adapun Batas wilayah-wilayah sebagai berikut:

a. Sebelah utara berbatasan dengan Kab.Aceh Tengah. b. Sebelah selatan Samudera Indonesia.

(44)

4.1.1. Analisis Univariat

Sebelum dilakukannya analisis bivariat untuk melihat hubungan antar variabel maka terlebih dahulu dibuat analisis univariat dengan tabel distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yang di teliti.

1. Pengetahuan

Tabel 4.1. Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Pasien Dalam Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Nagan RayaTahun 2013.

No Pengetahuan Frekuensi %

1 Baik 79 80,6

2 Kurang Baik 19 19,4

Total 98 100

Sumber: dari data primer (diolah tahun 2013)

Dari Tabel 4.1. diketahui bahwa pengetahuan pasien yang baik sebanyak 80,6% sedangkan yang kurang baik hanya 19,4%.

2. Motivasi

Tabel 4.2. Distribusi Responden Berdasarkan Motivasi Pasien Dalam Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya Tahun 2013.

No Motivasi Frekuensi %

1 Tinggi 61 62,2

2 Rendah 37 37,8

Total 98 100

Sumber: dari data primer (diolah tahun 2013)

(45)

31

3. Mutu Pelayanan Askes

Tabel 4.3. Distribusi Responden Berdasarkan Mutu Pelayanan Askes Pasien Dalam Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya Tahun 2013.

No Mutu Pelayanan Askes Frekuensi %

1 Baik 50 51,0

2 Kurang Baik 48 49,0

Total 98 100

Sumber: dari data primer (diolah tahun 2013)

Dari Tabel 4.3. diketahui bahwa mutu pelayanan askes pasien yang baik sebanyak 51% sedangkan yang kurang baik hanya 49%.

4. Ketersediaan Obat

Tabel 4.4. Distribusi Responden Berdasarkan Ketersediaan Obat Pasien Dalam Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya Tahun 2013.

No Ketersedian Obat Pasien Frekuensi %

1 Cukup 32 32,7

2 Kurang Cukup 66 67,3

Total 98 100

Sumber: dari data primer (diolah tahun 2013)

Dari Tabel 4.4. diketahui bahwa ketersedian obat pasien yang cukup sebanyak 32,7% sedangkan yang kurang cukup hanya 67,3%.

5. Pemanfaatan Askes Oleh PNS

Tabel 4.5. Distribusi Responden Berdasarkan Pemanfaatan Askes Oleh PNS Dalam Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya Tahun 2013.

No Pemanfaatan Askes Oleh

Sumber: dari data primer (diolah tahun 2013)

(46)

4.1.3. Analisis Bivariat

Analisis bivariat untuk mengetahui hubungan variabel independen dan dependen. Penguji ini menggunakan uji chi-square. Dikatakan ada hubungan yang bermakna secara statistik jika diperoleh nilai p< 0,05.

a. Pengetahuan Dengan Pemanfaatan Askes Oleh PNS

Tabel 4.6. Pengetahuan Dengan Pemanfaatan Askes Oleh PNS Dalam Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya Tahun 2013.

Sumber: data primer (diolah tahun 2013)

Dari tabel di atas di ketahui bahwa dari 79 pengetahuan pasien yang baik 65,8% sering memanfaatkan askes untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan sedangkan dari 19 pengetahuan yang kurang baik 78,9% tidak sering memanfaatkan askes dalam mendapatkan pelayanan rawat jalan. Dari hasil uji chi square di dapat nilai P Value = 0,001 dan ini lebih kecil dari α= 0,05 sehingga terdapatnya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pemanfaatan askes oleh PNS dalam mendapatkan pelayanan rawat jalan di Badan Layanan Umum Nagan Raya.

(47)

33

b. Motivasi Dengan Pemanfaatan Askes Oleh PNS

Tabel 4.7. Motivasi Dengan Pemanfaatan Askes Oleh PNS Dalam Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya Tahun 2013.

Sumber: data primer (diolah tahun 2013)

Dari tabel di atas di ketahui bahwa dari 61 motivasi pasien yang tinggi 70,5% sering memanfaatkan askes untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan sedangkan dari 37 motivasi yang rendah 64,9% tidak sering memanfaatkan askes dalam mendapatkan pelayanan rawat jalan. Dari hasil uji chi square di dapat nilai

P Value = 0,001 dan ini lebih kecil dari α= 0,05 sehingga terdapatnya hubungan yang signifikan antara motivasi dengan pemanfaatan askes oleh PNS dalam mendapatkan pelayanan rawat jalan di Badan Layanan Umum Nagan Raya.

Dilihat dari nilai OR 4,410 maka dapat diartikan bahwa PNS yang memiliki motivasi yang tinggi berpeluang 4 kali lebih sering memanfaatkan askes dalam pelayanan rawat jalan dibandingkan dengan pasien yang motivasinya rendah.

Motivasi

Pemanfaatan Askes Oleh PNS

Total

P Sering Tidak sering

n % n % n % OR

Tinggi 43 70,5 18 29,5 61 100 0,001 4,410

Rendah 13 35,1 24 64,9 37 100 (1,846-10,535)

(48)

c. Mutu Pelayanan Askes Dengan Pemanfaatan Askes Oleh PNS

Tabel 4.8. Mutu Pelayanan Askes Dengan Pemanfaatan Askes Oleh PNS Dalam Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya Tahun 2013.

Sumber: data primer (diolah tahun 2013)

Dari tabel di atas di ketahui bahwa dari 50 Mutu Pelayanan Askes pasien yang baik 72,0% sering memanfaatkan askes untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan sedangkan dari 48 Mutu Pelayanan Askes yang kurang baik 58,3% tidak sering memanfaatkan askes dalam mendapatkan pelayanan rawat jalan. Dari hasil uji chi square di dapat nilai P Value = 0,005 dan ini lebih kecil dari α= 0,05 sehingga terdapatnya hubungan yang signifikan antara Mutu Pelayanan Askes dengan pemanfaatan askes oleh PNS dalam mendapatkan pelayanan rawat jalan di Badan Layanan Umum Nagan Raya.

Dilihat dari nilai OR 3,600 maka dapat diartikan bahwa Mutu Pelayanan Askes yang diberikan oleh petugas Askes yang baik berpeluang 3 kali sering di manfaatkan oleh PNS dalam pelayanan rawat jalan dibandingkan dengan Mutu Pelayanan Askes kurang baik yang diberikan oleh petugas Askes.

(49)

35

d. Ketersediaan Obat Dengan Pemanfaatan Askes Oleh PNS

Tabel 4.9. Ketersediaan Obat Dengan Pemanfaatan Askes Oleh PNS Dalam Mendapatkan Pelayanan Rawat Jalan di Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya Tahun 2013.

Sumber: data primer (diolah tahun 2013)

Dari tabel di atas di ketahui bahwa dari 32 Ketersediaan Obat pasien yang cukup 75% sering memanfaatkan askes untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan sedangkan dari 66 Ketersediaan Obat yang kurang cukup 51,5% tidak sering memanfaatkan askes dalam mendapatkan pelayanan rawat jalan. Dari hasil uji chi square di dapat nilai P Value = 0,023 dan ini lebih kecil dari α= 0,05 sehingga terdapatnya hubungan yang signifikan antara Ketersediaan Obat dengan pemanfaatan askes oleh PNS dalam mendapatkan pelayanan rawat jalan di Badan Layanan Umum Nagan Raya.

Dilihat dari nilai OR 3,188 maka dapat diartikan bahwa Ketersediaan Obat yang cukup memiliki peluang 3 kali sering memanfaatkan askes oleh PNS dalam pelayanan rawat jalan dibandingkan dengan Ketersediaan Obatnya kurang.

4.2. Pembahasan

4.2.1. Hubungan Pengetahuan Dengan Pemanfaatan Askes Oleh PNS

Pengetahuan merupakan domain penting dalam terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan yang baik tentang pelayanan ASKES akan memberi pengaruh pada peserta ASKES untuk memanfaatkan pelayanan dengan

(50)

menggunakan jasa asuransi ini. Pengetahuan peserta ASKES tersebut meliputi pengetahuan akan cara memperoleh kartu askes, hak dan kewajiban, prosedur pelayanan, ketersediaan obat dan fasilitas kesehatan yang dapat dimanfaatkan bila menderita sakit.

Sutadji (2003) menegaskan bahwa pengetahuan yang baik mengenai asuransi kesehatan oleh masyarakat akan membawa pemahaman yang baik pula terhadap keikutsertaan masyarakat sebagai anggota Askes dan memanfaatkan layanan kesehatan ini pada saat diperlukan. Pemahaman masyarakat Indonesia yang masih rendah menyebabkan seseorang ikut serta dalam keanggotaan asuransi setelah menderita penyakit yang memerlukan uang banyak untuk penyembuhannya.

Hasil penelitian yang dilakukan pada pasien PNS di Badan Layanan Umum Nagan Raya diketahui bahwa pengetahuan dan pemanfataan askes oleh PNS terdapat hubungan yang signifikan ini dikarenakan dari 79 pengetahuan pasien yang baik 65,8% sering memanfaatkan askes sedangkan dari 19 pengetahuan yang kurang baik 78,9% tidak sering. Hasil uji chi square di dapatkan nilai P value= 0,001 dan ini lebih kecil dari α= 0,05

(51)

37

4.2.2. Hubungan Motivasi Dengan Pemanfaatan Askes Oleh PNS

Rivai (2004) menjelaskan bahwa motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai-ilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Motivasi akan terdorong bila seseorang merasa kebutuhannya dalam hal ini kebutuhan akan kesehatan dapat dipenuhi dengan baik oleh asuransi kesehatan yang disediakan. Selain terpenuhi kebutuhan akan kesehatan, adanya kepuasan terhadap pertanggungan yang diberikan akan menimbulkan motivasi lebih kuat untuk menggunakan layanan Askes dikemudian hari.

Seperti pada penelitian yang telah dilakukan dimana dari 61 motivasi pasien yang tinggi 70,5% sering memanfaatkan askes untuk mendapatkan pelayanan rawat jalan sedangkan dari 37 motivasi yang rendah 64,9% tidak sering memanfaatkan askes dalam mendapatkan pelayanan rawat jalan, sehingga motivasi memiliki hubungan dalam pemanfatan askes oleh PNS dan ini diperkuat dengan hasil uji chi square dimana nilai P Value lebih kecil dari α= 0,05 yaitu 0,001.

4.2.3. Hubungan Mutu Pelayanan Askes Dengan Pemanfaatan Askes Oleh

PNS.

(52)

Azwar (2010) mutu pelayanan Askes akan lebih ditingkatkan oleh pemerintah agar dapat mencakup seluruh masyarakat Indonesia terutama jaminan pelayanan dasar dengan membentuk sistem jaminan social nasional (SJSN). Sistem ini akan menjamin terpeliharanya kesehatan masyarakat dan biaya saat menderita sakit ditanggung secara bersama.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara mutu pelayanan askes dengan pemanfaatan askes oleh PNS dimana 72% pasien yang mendapatkan mutu pelayanan askesnya baik lebih sering memanfaatkan pelayanan askes, ini diperkuat dengan hasil uji chi square dimana nilai P Value = 0,005 dan ini lebih kecil dari α= 0,05 yang menyimpulkan adanya hubungan signifikan antara mutu pelayanan askes dengan pemanfaatan askes oleh PNS.

Penelitian ini berbeda yang dilakukan oleh Wiji(2007), dalam hal mutu pelayanan askes tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Oleh PT.Askes di Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo, yang menunjukkan hasil penelitian tentang mutu pelayanan dimana dari responden 78 orang yang di kategorikan tidak baik 23,6 %.

4.2.4. Hubungan Ketersedian Obat Dengan Pemanfaatan Askes Oleh PNS

(53)

39

mendorong peserta askes keluar dari kepesertaan dalam asuransi ini (Sukardi, 2009).

Seperti pada penelitian pasien PNS di Badan Layanan Umum Nagan Raya dimana 51,5% pasien tidak sering memanfaatkan askes dalam mendapatkan pelayanan rawat jalan ini dikarnakan ketersedian obat masih kurang cukup bagi pasien. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan ketersediaan obat dengan pemanfaatan askes oleh PNS diperkuat dengan hasil uji chi square

(54)

40

5.1.Kesimpulan

1. Adanya hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan askes oleh PNS dengan nilai P value < dari α= 0,05 yaitu 0,001.

2. Adanya hubungan motivasi dengan pemanfaatan askes oleh PNS dengan nilai P value < dari α= 0,05 yaitu 0,001.

3. Adanya hubungan mutu pelayanan askes dengan pemanfaatan askes oleh PNS dengan nilai P value < dari α= 0,05 yaitu 0,005.

4. Adanya hubungan ketersediaan obat dengan pemanfaatan askes oleh PNS dengan nilai P value < dari α= 0,05 yaitu 0,023.

4.2.Saran

1. Kepada Direktur Badan Layanan Umum Daerah Nagan Raya agar dapat lebih mengembangkan dan perbaikan sistem pelayanan Askes di Rumah Sakit.

(55)

DAFTAR PUSTAKA

Azwar, Azrul. 2010. Pengantar Administrasi Kesehatan Edisi Ketiga. Binarupa Aksara. Jakarta.

Info Askes. Melalui Pelayanan dan Prestasi PT. Askes ( Persero ).Edisi Juli 2011. Jakarta.

Info Askes. Peningkatan Volume Kerja. Buletin Bulanan April 2012. Jakarta. Banten,Anggaran Kesehatan Semakin Meningkat, 2005

http://www.bantencerdas.go.id/indo.2005.htm (7 November 2012 ).

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Indonesia Sehat 2010, 2005.http://www.depkes.go.id/showmwdia.php?pid=447 (17 November 2012 ).

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Pelayanan Peserta Askes di Rumah Sakit, Jakarta : Depkes RI, 1993.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Laporan Tahunan PT Askes, Jakarta : Depkes RI, 2010.

Gulardi. 2008. Asuransi Kesehatan. ECG.Jakarta.

Sukardi dkk, Kualitas Pelayanan PT Askes Buruk, 12 November 2009. http:// www.suarapembaruan.com (14 November 2011 )

Sutadji, Orie andari, Pemahaman Asuransi Kesehatan Masih Rendah, 2003. http://www.sinarharapan.co.id/ceo/ceo 1 htm 1 (14 November 2011 ) Prihatin, Wiji (2007) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan

Kartu Askes Oleh Pegawai Negeri Sipil Di Kecamatan Mojolaban

(56)

PT.Askes, Laporan tahunan PT.Askes, Jakarta : 2012. http :// www.PT.askes.com ( 28 februari 2013 ).

Hastono, Sutanto P. 2007. Analisa Data Kesehatan. FKM UI. Depok. PT.Askes, Laporan Tahunan RSUD Nagan Raya Tahun 2012.

(57)

KUISIONER PENELITIAN

1. Apakah saudara sering memanfaatkan Askes jika ingin mendapatkan pelayanan kesehatan ?

a. Sering b. Tidak

2. Sudah berapa kalikah rujukan Askes yang saudara sampai dengan tahun 2012 dan saudara manfaatkan ?

2. Menurut saudara apakah untuk menjadi peserta Askes wajib mempunyai kartu Askes ?

a. Ya b. Tidak

3. Menurut saudara apakah peserta Askes mempunyai kewajiban membayar iuran setiap bulannya ?

(58)

mempunyai kewajiban menyebarluaskan informasi mengenai tata cara memperoleh pelayanan bagi peserta Askes ?

a. Ya b. Tidak

5. Menurur saudara, apakah peserta Askes berhak mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitasi lain selain milik pemerintah ?

a. Ya b. Tidak

6. Menurut saudara, apakah polindes termasuk rawat jalan tingkat pertama di dalam Askes ?

8. Menurut saudara, apakah untuk mendapatkan pelayanan tingkat lanjut gawat darurat tidak di perlukan rujukan dari puskesmas ?

a. Ya b. Tidak

III. Motivasi

1. Menurut saudara, apakah pelayanan yang di berikan berhasil mengatasi setiap keluhan yang saudara derita ?

a. Ya b. Tidak

2. Apakah alasan saudara, menggunakan Askes karena iuran yang saudara bayar setiap bulan kepada Askes sesuai dengan jumlah kunjungan kesehatan yang saudara lakukan ?

a. Ya b. Tidak

3. Menurut saudara, apakah tenaga medis yang memberikan layanan kesehatan adalah salah satu alasan saudara memanfaatkan Askes ? a. Ya

b. Tidak

4. Apakah saudara merasakan manfaat pembiayaan melalui sistem asuransi sehingga saudara menggunakan Askes ?

(59)

5. Apakah saudara merasakan kemudahan dalam pengurusan rujukan Askes sehingga menggunakan fasilitas tersebut untuk pengobatan rawat jalan ?

a. Ya b. Tidak

6. Apakah saudara menggunakan Askes karena dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih baik bila memang di perlukan ?

a. Ya b. Tidak

7. Apakah saudara menggunakan Askes karena fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang di sediakan memiliki peralatan yang memadai ?

a. Ya b. Tidak

8. Apakah fasilitas rawat jalan tingkat lanjut yang di sediakan Askes telah mampu memenuhi kebutuhan saudara akan pelayanan kesehatan sehingga saudara menggunakan Askes ?

10.Apabila tempat rawat tingkat lanjut yang dirujuk Askes unutk melayani anggotanya jauh dari tempat tinggal, apakah saudara akan tetap memanfaatkan asuransi ini ?

a. Ya b. Tidak

IV. Mutu Pelayanan Kesehatan

1. Menurut saudara apakah prosedur menjadi peserta Askes tidak sulit ? a. Ya

b. Tidak

2. Menurut saudara, apakah petugas Askes menginformasikan tentag hak dan kewajiban ketika saudara menjadi peserta ?

(60)

a. Ya b. Tidak

4. Menurut saudara apakah jumlah kunjungan yang diberikan satu kali rujukan ke unit rawat jalan tingkat lanjut sudah optimal ?

a. Ya b. Tidak

5. Menurut saudara, apakah pengurusan Askes untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di unit rawat jalan tingkat lanjut sistematis ?

a. Ya b. Tidak

6. Menurut saudara, apakah prosedur unutk mendapatkan obat-obatan pada unit rawat jalan tingkat lanjut yang di tunjukkan Askes mudah ?

a. Ya b. Tidak

7. Menurut saudara, apakah petugas Askes selalu bersedia membantu bila terdapat kesulitan ?

a. Ya b. Tidak

8. Menurut saudara, apakah dengan menggunakan Askes pelayanan kesehatan yang saudara terima menjadi lebih baik ?

a. Ya b. Tidak

V. Ketersediaan Obat

1. Apakah obat-obatan untuk peserta yang memanfaatkan pelayanan rawat jalan tingkat lanjut selalu tersedia di Askes ?

a. Ya b. Tidak

2. Apakah obat-obatan yang di perlukan untuk pengobatan penyakit pada peserta yang memanfaatkan unit rawat jalan penyakit jantung selalu tersedia di Askes ?

a. Ya b. Tidak

3. Apakah obat-obatan yang di perlukan pada tindakan gawat darurat seperti kecelakaan lalulintas sebagian besar tersedia di Askes ?

(61)

4. Apakah obat-obatan yang di perlukan pada tindakan pembedahan selalu tersedia di Askes ?

a. Ya b. Tidak

5. Apakah obat-obatan yang di perlukan pada persalinan dengan penyakit sebagian besar tersedia di Askes ?

a. Ya b. Tidak

6. Apakah obat-obatan yang di perlukan pada pelayanan mata sebagian besar tersedia di Askes ?

a. Ya b. Tidak

7. Apakah obat-obatan untuk penderita yang memerlukan perawatan di ruang rawat inap khusus seperti ICU sebagian besar tersedia di Askes ? a. Ya

b. Tidak

8. Apakah obat-obatan untuk penderita yang memerlukan pelayanan di unit rawat jalan paru sebagian besar tersedia di Askes ?

(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)

1 2 1 2 1 2

(69)

D

D

O

O

K

K

U

U

M

M

E

E

N

N

T

T

A

A

S

S

I

I

K

K

E

E

G

G

I

I

A

A

T

T

A

A

N

N

P

P

E

E

N

N

E

E

L

L

I

I

T

T

I

I

A

A

N

N

39 W

WaawwaannccaarraaddeennggaannPPeesseerrttaaAASSKKEESSddiiBBLLUUDDNNaaggaannRRaayyaa

S

SaallaahhSSaattuuPPeesseerrttaaAASSKKEESSRRaawwaattJJaallaannddiiBBLLUUDDNNaaggaannRRaayyaaSSeeddaanngg M

(70)

P

PeemmbbaaggiiaannKKuuiissiioonneerrKKeeppaaddaaPPeesseerrttaaAASSKKEESSRRaawwaattJJaallaann

W

(71)

D

D

O

O

K

K

U

U

M

M

E

E

N

N

T

T

A

A

S

S

I

I

K

K

E

E

G

G

I

I

A

A

T

T

A

A

N

N

P

P

E

E

N

N

E

E

L

L

I

I

T

T

I

I

A

A

N

N

W

WaawwaannccaarraaddeennggaannSSaallaahhSSaattuuPPeesseerrttaaAASSKKEESSRRaawwaattJJaallaann d

diiBBLLUUDDNNaaggaannRRaayyaa

W

WaawwaannccaarraaddeennggaannSSaallaahhSSaattuuPPeesseerrttaaAASSKKEESSRRaawwaattJJaallaann d

(72)

W

WaawwaannccaarraaddeennggaannSSaallaahhPPeenngggguunnaaAASSKKEESSddiiRRuummaahhPPeesseerrttaaAASSKKEESS

W

WaawwaannccaarraaddeennggaannSSaallaahhSSaattuuPPeesseerrttaaAASSKKEESSRRaawwaattJJaallaann d

Gambar

Gambar 1. Kerangka Konsep
Tabel 4.1.  Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Pasien Dalam
Tabel 4.6. Pengetahuan Dengan Pemanfaatan Askes Oleh PNS Dalam
Tabel 4.7. Motivasi
+6

Referensi

Dokumen terkait

Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional study untuk mengetahui faktor- faktor yang

Jenis penelitian ini adalah survey analitik menggunakan pendekatan waktu cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor- faktor

Jenis penelitian ini terdiri atas survey analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu untuk menganalisa pengaruh faktor personal (umur, pendidkan, pekerjaan, dan

Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional study yaitu observasi variable dependen (Rencana Pemilihan Pertolongan Persalinan

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Rancangan ini dipilih untuk menilai faktor-faktor yang

Desaian penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional study , data yang menyangkut data dependen dan independen yang diteliti dalam

Penelitian ini menggunakan metode Observasional Analitik dengan pendekatan desain penelitian Cross Sectional study yaitu merupakan suatu penelitian yang digunakan untuk

28 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional untuk melihat apakah ada hubungan