Jakarta, 25 Maret 2013 Press Release UNTUK DISAMPAIKAN SEGERA
Pendapatan AKRA 2012 Rp 21.674,0 miliar, naik 15,3% digerakkan
oleh bisnis perdagangan dan distribusi
JAKARTA, 25 Maret 2013 - PT AKR Corporindo, Tbk (Bloomberg: AKRA IJ), perusahaan terkemuka penyedia solusi supply chain terintegrasi dan distributor swasta BBM dan bahan kimia dasar terbesar di Indonesia, melaporkan penjualan dan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 21.674,0 miliar selama tahun 2012, lebih tinggi 15,3% dari penjualan dan pendapatan 2011 sebesar Rp 18.805,9 miliar. Perseroan melaporkan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 649,3 miliar selama tahun yang berakhir pada 31 Desember 2012, lebih tinggi dari laba neto inti tahun 2011 sebesar Rp 619,0 miliar. Selama tahun 2011, laba neto termasuk laba luar biasa dari penjualan anak perusahaan yang bergerak di bidang pabrikan di Indonesia sebesar Rp 2.308,9 miliar.
Tabel 1. Ikhtisar Laporan Laba Rugi Konsolidasian 2012 dibandingkan 2011
Laporan Laba Rugi (Rp miliar) 2012 2011 Kenaikan
Penjualan dan pendapatan 21,674.0 18,805.9 15.3%
Beban pokok penjualan dan pendapatan (20,412.7) (17,754.2)
Laba bruto 1,261.3 1,051.7 19.9%
marjin laba bruto 5.8% 5.6%
Beban usaha (397.0) (392.9)
Laba setelah beban usaha 864.3 658.9 31.2%
marjin laba usaha 4.0% 3.5%
Pendapatan (beban) bunga, neto (17.5) 28.0 Pendapatan (beban) lainnya (37.2) 63.0
Pajak (190.8) (140.3)
Kepentingan nonpengendali 30.5 9.3
Laba Neto inti
649.3
619.0
4.9%
marjin laba neto 3.0% 3.3%
Laba luar biasa 0.0 1,689.9
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
649.3 2,308.9
Bisnis Perdagangan dan Distribusi melaporkan kenaikan 15,5% dibandingkan tahun lalu
Pertumbuhan pendapatan digerakkan oleh kenaikan penjualan BBM dan bahan kimia dasar sebesar Rp 20.285,6 miliar selama tahun 2012 dibandingkan sebesar Rp 17.562,8 miliar selama tahun sebelumnya. Penjualan produk BBM tumbuh 16,0% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 17.296,0 miliar, sementara pendapatan bahan kimia dasar bertumbuh 12,9% menjadi Rp 2.989,7 miliar selama tahun 2012. Perseroan melaporkan pertumbuhan di semua segmen bisnis selama tahun 2012 meskipun terjadi perlambatan volume di industri batubara di Indonesia dan China serta kondisi yang sulit di segmen pabrikan di China. Rincian pendapatan berdasarkan segmen adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Penjualan dan Pendapatan Konsolidasian 2012 dibandingkan 2011
Penjualan dan Pendapatan 2012 % of total 2011 % of total Increase PERDAGANGAN DAN DISTRIBUSI
BBM 17,296.0 79.8% 14,914.7 79.3% 16.0%
Kimia dasar 2,989.7 13.8% 2,648.1 14.1% 12.9%
Sub-jumlah 20,285.6 93.6% 17,562.8 93.4% 15.5%
PABRIKAN
Sorbitol, tepung, dan turunannya 335.4 1.5% 395.9 2.1% -15.3%
Produk lainnya 425.9 2.0% 343.1 1.8% 24.1%
Sub-jumlah 761.4 3.5% 739.0 3.9% 3.0%
JASA LOGISTIK - pihak ketiga
Operasi pelabuhan dan transportasi 361.3 1.7% 333.3 1.8% 8.4%
Penyewaan tangki penyimpanan 82.1 0.4% 76.0 0.4% 8.1%
Lain-lain 44.8 0.2% 72.4 0.4% -38.1%
Sub-jumlah 488.1 2.3% 481.6 2.6% 1.4%
PERTAMBANGAN DAN PERDAGANGAN BATUBARA 138.8 0.6% 22.5 0.1% 516.3%
Jumlah 21,674.0 100.0% 18,805.9 100.0% 15.3%
Bisnis Perdagangan dan Distribusi AKR di Indonesia menghasilkan pertumbuhan tinggi selama tahun 2012
Laporan keuangan AKR induk perusahaan di Indonesia (tanpa konsolidasian), yang terdiri dari bisnis perdagangan, distribusi dan logistik, menunjukkan peningkatan profitabilitas untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2012 dibandingkan tahun sebelumnya:
Tabel 3. Ikhtisar Laporan Laba Rugi (tanpa konsolidasian) dari Induk Perusahaan saja
Laporan Laba Rugi
AKR - entitas induk (Rp miliar)
2012 2011 Kenaikan
Penjualan dan pendapatan 20,544.6 17,750.8 15.7%
Beban pokok penjualan dan pendapatan (19,477.0) (16,899.4)
Laba bruto 1,067.6 851.4 25.4%
marjin laba bruto 5.2% 4.8%
Beban usaha (221.7) (236.4)
Laba setelah beban usaha 845.9 615.1 37.5%
marjin laba usaha 4.1% 3.5%
Pendapatan (beban) bunga, neto 48.3 65.6 Pendapatan (beban) lainnya 0.3 80.6
Pajak (163.4) (125.4)
Laba Neto inti
731.1
635.9
15.0%
marjin laba neto 3.6% 3.6%
Laba luar biasa 0.0 1,950.1
Laba Neto 731.1 2,586.0
Mengomentari hasil keuangan tersebut, Bapak Haryanto Adikoesoemo, Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk, berkata, “AKR menghasilkan pertumbuhan yang tinggi untuk penjualan pendapatan di semua segmen selama tahun 2012 meskipun terjadi perlambatan di sektor pertambangan batubara di Indonesia dan perlambatan volume throughput yang signifikan di
pelabuhan-pelabuhan China. Strategi Perseroan dalam memberikan solusi nilai tambah bagi sektor industrial, pertambangan, pembangkit listrik dan lainnya melalui penyediaan supply chain yang kuat dari infrastrukturnya yang secara luas tersebar di kepulauan Indonesia, memampukan Perseroan untuk menumbuhkan bisnis BBM dan bahan kimia dasar.”
“AKR telah menghasilkan pertumbuhan yang berkesinambungan dengan marjin yang konsisten pada tahun-tahun sebelumnya dan telah mengembangkan model bisnisnya untuk mendukung pertumbuhan tersebut dengan memberikan imbal hasil yang tinggi kepada para pemegang saham,” kata Bapak Haryanto.
Posisi Keuangan yang Kuat
AKR melaporkan posisi keuangan yang kuat pada 31 Desember 2012 dengan permodalan yang kuat dan gearing yang rendah.
Tabel 4. Neraca per 31 Desember 2012 dibandingkan 31 Desember 2011
BALANCE SHEET (IDR billion) 31-Dec-12 31-Dec-11
Aset lancar 7,414.6 5,226.9
Kas 1,884.9 1,329.8
Piutang usaha 3,166.2 2,145.1
Persediaan 1,415.2 1,237.7
Aset lancar lainnya 948.3 514.4
Aset tidak lancar 4,372.9 3,190.9
JUMLAH ASET 11,787.5 8,417.9
Liabilitas jangka pendek 5,142.4 3,860.0
Hutang usaha 3,835.6 3,318.5
Hutang bank jangka pendek 432.7 146.0 Hutang bank jangka panjang dan lainnya yang jatuh
tempo dalam 1 tahun
260.6 44.9
Liabilitas jangka pendek lainnya 613.5 350.6
Liabilitas jangka panjang 2,435.4 886.1
Hutang bank jangka panjang dan lainnya 851.4 808.0
Hutang obligasi 1,488.1 0.0
Liabilitas jangka panjang lainnya 95.9 78.0
Ekuitas 4,037.0 3,479.1
Kepentingan nonpengendali 172.7 192.6
Tabel 5. Rasio Keuangan
Rasio Unit 2012 2011
Profitabilitas
Marjin laba bruto % 5.8 5.6
Marjin laba usaha % 4.0 3.5
Marjin laba neto % 3.0 3.3
Rasio Neraca
Laba neto / aset % 5.5 7.4
Laba neto / ekuitas % 16.1 17.8
Perputaran aset x 1.8 2.2
Leverage
Rasio lancar x 1.4 1.4
Aset / ekuitas x 2.8 2.3
Gearing bersih x 0.3 -0.1
Penerbitan Obligasi Rupiah 5 tahun dan 7 tahun untuk membiayai investasi
Perseroan memperkuat posisi kasnya, dengan menerbitkan obligasi rupiah pada akhir tahun 2012, untuk membiayai strategi investasinya. Perseroan sukses merampungkan penerbitan obligasi Rupiah selama Desember 2012 untuk membiayai investasi dan modal kerjanya. Perseroan menerbitkan “Obligasi I AKR Corporindo Tahun 2012 Dengan Tingkat Bunga Tetap” yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia sejak 26 Desember 2012 dengan struktur berikut:
Tabel 6. Struktur Penerbitan Obligasi Perseroan pada tahun 2012
Nama Obligasi OBLIGASI I AKR CORPORINDO TAHUN 2012 DENGAN TINGKAT BUNGA TETAP
Peringkat idAA- oleh PEFINDO
Nilai nominal Rp 1,5 triliun
Tenor Seri A : 5 tahun
Seri B : 7 tahun
Kupon Seri A: 8,4%
Seri B: 8,75%
Pembayaran kupon triwulanan
Jaminan Clean
Obligasi tersebut fully subscribed dan hasil penerbitan obligasi akan digunakan sebagai berikut:
* 40% untuk pinjaman (35%) dan setoran modal (10%) kepada anak perusahaan PT Usaha Era Pratama Nusantara
PERKEMBANGAN TERAKHIR:
Alokasi BBM bersubsidi yang lebih besar untuk tahun 2013
Melanjutkan pencapaian di tahun-tahun sebelumnya, perseroan kembali ditunjuk untuk mendistribusikan BBM bersubsidi pada tahun 2013. Perseroan mendapatkan alokasi awal sebesar 267.892 KL untuk tahun 2013, meningkat 160% dari alokasi tahun lalu. Selain itu, BPH Migas sudah mencadangkan tambahan 612.958 KL BBM bersubsidi untuk dialokasikan di kuartal-kuartal berikutnya pada tahun 2013. Perseroan secara aktif memperluas jaringannya, yang saat ini berupa 31 stasiun pengisian bahan bakar di 6 propinsi di Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan; dengan membangun 16 stasiun pengisian bahan bakar tambahan selama kuartal pertama di 2013.
Bapak Haryanto berkata, “Pertumbuhan di bisnis distribusi BBM selama tahun 2013 akan dilengkapi dengan tambahan alokasi yang diterima dari BPH Migas untuk mendukung program Public Service Obligation (PSO) pemerintah dengan investasi di stasiun BBM tambahan bersamaan dengan program franchise kami.”
“Investasi di teknologi informasi adalah bagian dari strategi ini untuk tidak hanya mengendalikan operasional, tetapi juga menyediakan laporan yang akurat dan efektif atas penggunaan kuota dari BBM bersubsidi,” kata beliau.
Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE): Membawa AKR menuju Tingkat Pertumbuhan yang Lebih Tinggi
Perseroan kini sedang berinvestasi di proyek pelabuhan industrial terintegrasi dengan nama Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), yang direncanakan menjadi salah satu pelabuhan dan kawasan industri terintegrasi yang terbesar di Indonesia.
Berlokasi di Gresik – Jawa Timur, yang mempunyai ekonomi yang sedang menggeliat and merupakan lokasi tepat untuk industri berat dan angkatan kerja yang banyak, pelabuhan ini akan berfungsi sebagai kawasan industri terintegrasi yang besar dengan kompleks industri yang berkesinambungan dilengkapi dengan pelabuhan air dalam dan infrastruktur serta perlengkapan yang memadai.
Mengomentari proyek ini, Bapak Haryanto berkata, “Proyek ini, yang diharapkan melakukan
ground breaking pada Juli 2013 dan sedang dikembangkan bersama-sama dengan Pelindo III,
akan menjadi gerbang penting untuk Jawa Timur dan lokasi pilihan untuk pengembangan kompleks industri dengan akses ke energi, pelabuhan-pelabuhan, jalan – rel kereta api dan infrastruktur logistik lainnya untuk menarik investor domestik dan luar negeri. Proyek ini akan dikembangkan dalam beberapa fase dan diharapkan menghasilkan laba bagi Perseroan dan juga menumbuhan bisnis distribusi energi dan logistik Perseroan.”
Prospek dan Strategi 2013:
Permintaan produk BBM di Indonesia terus bertambah. Perseroan percaya bahwa dengan berinvestasi lebih pada infrastruktur yang ada sekarang dan ekspansi ke lokasi-lokasi baru di Indonesia akan menyediakan posisi yang lebih baik bagi Perseroan untuk memasok produk BBM kepada konsumen di negeri ini. Perseroan sedang berinvestasi di terminal BBM di bagian Indonesia Timur, termasuk Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan juga Sumatera; mengkonstruksi
Self Propelled Oil Barges yang dirancang khusus, investasi vessel dan tangki untuk memasuki pasar baru, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi biaya. Perseroan berharap volume akan
terus bertumbuh dengan baik dengan mempertimbangkan permintaan yang besar atas BBM di Indonesia dan alokasi yang lebih tinggi atas BBM bersubsidi kepada Perseroan.
Kenaikan kembali harga batubara baru-baru ini diharapkan membantu pemulihan volume produksi batubara di Indoensia yang seharusnya meningkatkan permintaan produk BBM selama tahun 2013 yang telah menunjukkan tanda-tanda perlambatan sejak kuartal terakhir 2012. Permintaan produk BBM dari sektor pertambangan lainnya termasuk emas, tembaga, nikel, dan pembangkit listrik seharusnya mengimbangi potensi perlambatan di sektor batubara.
Perseroan berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan permintaan barang konsumen akan menggerakkan pertumbuhan volume bahan kimia dasar di Indonesia yang merupakan bahan baku produksi barang konsumen, konstruksi, dan kimia. Perseroan telah berinvestasi di infrastruktur dan terminal tambahan untuk mendukung pertumbuhan bisnis bahan kimia dasar.
Permintaan yang kuat atas infrastruktur logistik di Indonesia termasuk jasa stevedoring di pelabuhan Surabaya di mana Perseroan sudah menangani volume peti kemas yang lebih tinggi selama tahun 2012 dan meningkatkan minat pelanggan pihak ketiga untuk terminal penyimpanan sehingga akan meningkatkan profitabilitas dari segmen logistik kepada pihak ketiga. Perseroan juga telah mengantisipasi peningkatan kembali volume kargo transshipment
melalui pelabuhan-pelabuhan sungai Guigang – China.
Investasi pada proyek saat ini JIIPE akan dilaksanakan secara bertahap. Perseroan sudah memenuhi kebutuhan pembiayaan awal proyek tersebut. Dengan mitra stratejiknya, Perseroan berharap mengembangkan master plan dan memulai pembangunan proyek di tahun ini.
Haryanto Adikoesoemo Presiden Direktur
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
V Suresh
Direktur
Telp +62 21 531 1177
Heri Akhyar
Head of Investor Relations Telp: +62 (21) 531 1110 Email: [email protected]
Disclaimer
Komunikasi ini semata-mata ditujukan kepada penerima dan mungkin mengandung informasi rahasia atau yang diizinkan. Publikasi ini tidak ada hubungannya dengan tujuan investasi khusus, situasi keuangan dan kebutuhan khusus dari seseorang atau suatu badan tertentu yang mungkin menerima laporan ini. Dengan demikian, kami atau yang manapun dari afiliasi kami atau orang-orang yang terkait dengan kami tidak menerima kewajiban apapun untuk suatu kerugian atau kerusakan langsung, tidak langsung atau konsekuensial yang mungkin timbul dari pengunaan informasi atau pendapat dalam publikasi ini. Banyak faktor, termasuk yang didiskusikan lebih lengkap dimanapun di dalam rilis ini dan dalam permohonan PT AKR Corporindo Tbk atau afiliasinya pada instansi pengatur yang bersangkutan khususnya laporan keuangan kwartalan, laporan tahunan, presentasi perusahaan mereka serta yang lainnya, dapat menyebabkan hasilnya berbeda secara material dari yang dinyatakan. Pendapat-pendapat yang dinyatakan mungkin tunduk pada perubahan tanpa pemberitahuan. Mohon menghubungi kami jika Anda tidak ingin menerima komunikasi ini pada waktu yang akan datang.