• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN METODE KANGURU UNTUK MENCEGAH HIPOTERMIA PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUANG PERISTI RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN - Elib Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENERAPAN METODE KANGURU UNTUK MENCEGAH HIPOTERMIA PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUANG PERISTI RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN - Elib Repository"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

Gambar

Figure 1  parents and infants. This of staff], place [Physical KMC is a service that its providers are doctors and staff and its recipients are service has 4 main parts [blue parts in the figure]: human resources [Number setting], tools [Equipments] & laws
Figure 2   The percent of hospitals [secondary & tertiary level] who reported
  Figure 3  The percent of mothers who reported practicing KMC in NICU
Gambar 1. Rata-rata Suhu T ubuh Bayi Prematur Sebelum dan Sesudah PMK (n=16)
+6

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden (57%) melakukan perawatan metode kanguru dengan kategori kurang, lebih dari setengah responden (53%)

Bayi baru lahir yang sakit/kecil (BB kurang dari 2500 gram atau umur kehamilan kurang dari 37 minggu), perlu penambahan kehangatan tubuh untuk mempertahankan

Hasil penelit- ian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna dari perawatan metode kanguru terhadap respons fisiologis bayi prematur seperti pe- ningkatan suhu tubuh ke

Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tindakan Kangaroo Mother Care (KMC) dengan lama rawat bayi berat badan lahir rendah (BBLR) di Ruang Rawat Perinatologi

Berbeda hal nya pada bayi berat badan lahir rendah yang tidak dilakukan perawatan metode kanguru, dimana bayi- bayi tersebut diberikan ASI dengan terpancang waktu

Masalah pengaturan suhu yang masih rendah, bayi berat lahir rendah memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah dan pembentukan antibodi belum sempurna sehingga perlindungan

Pada klien 1 berat badan lahir bayi yaitu 2000 gram dengan hipotermi suhu tubuh 36 0 C dan tidak ditemukan penyakit penyerta seperti asfiksia, sedangan klien 2

Penelitian yang juga telah dilakukan oleh Yulistiani (2009) di Purwokerto tentang perbandingan perawatan metode kanguru dengan perawatan inkubator terhadap