PENGARUH PEMBERIAN AGENS HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT KARAT DAUN (Phakopsora pachyrhizi Syd.) PADA DUA VARIETAS KEDELAI UMUR DALAM
Teks penuh
Dokumen terkait
Intensitas Dan Laju Infeksi Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrhizi Sydow) pada Dua Puluh Satu Genotipe Kedelai. Agustina Issriyansyah, Jurusan Hama dan
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak kenikmatan yang telah dan selalu penulis terima, sehingga penulis dapat menyelesaikan
PENGARUH PEMBERIAN AGENSIA HAYATI TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT KARAT PADA BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) UMUR.. SEDANG DI
Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, diameter tajuk, jumlah polong isi per tanaman, jumlah biji per tanaman, berat biji per tanaman, berat 100
Tanaman, Jumlah Biji per Tanaman Kedelai, Berat Biji per tanaman, dan Berat 100 Biji per Tanaman pada Perlakuan Varietas Kedelai dan Pemberian Agens Hayati di
Campuran minyak cengkeh dan ekstrak biji mimba dengan perbandingan 60/40 (v/v) merupakan campuran efektif untuk mengendalian penyakit karat pada kedelai dapat menekan
Intensitas penyakit karat daun yang rendah pada perlakuan K2M2, kerapatan spora mikoriza lebih banyak setelah inokulasi pupuk agens hayati mikoriza, dan keadaan
Bagaimana pengaruh varietas kedelai umur dalam dan pemberian agens hayati terhadap intensitas penyakit karat, pertumbuhan, dan hasil kedelai di dataran rendah?. Bagaimana interaksi