• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDONESIA 4/20/ ;

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "INDONESIA 4/20/ ;"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Ir. Deddy Suhartrislakhadi, MEd.

TTL : Jakarta, 26 Desember 1951 INSTANSI : Pusat Diklat Kehutanan Bogor.

ALAMAT R : KPP IPB Baranang Siang IV Blok B 18 Tanah Baru Bogor. NO TLP : 0251 – 8337276

0811118377 Email; [email protected]

MOTO : Iman- Ilmu– Amal.

KESAN : Terjadi silaturahim antar peserta sehingga terjadi proses pembelajaran untuk memahami diri sendiri dan orang lain menuju perubahan KSA yang lebih baik dan benar.

PESAN : Dengan pengendalian diri dan memanfaatkan akal hati dan hawa nafsu, maka akan membentuk PESERTA DIKLATPIM yg berakhlak mulia,profesional & kompeten

GURINDAM ; KURANG PIKIR KURANG SIASAT, TENTU DIRIMU AKAN TERSESAT PANTUN ; HIDUP WI,PESERTA & PENYELENGGARA PENUH PERJUANGAN

NIAT BERUBAH ADALAH PEMBAHARUAN

KITA HARUS CINTA KETERBUKAAN DAN KEBENARAN BUKAN RETORIKA,KEMUNAFIKAN DAN PEMBENARAN

1. DIT P3A 2. DITBIN WI

(2)

Mari kita berdoa

Semoga kita selamat & bahagia

dunia akhirat, selama mengikuti

Diklatpim II ini dan mendpt ridho &

hidayah dari ALLAH SWT.

SELAMAT DATANG PEMENANG DAN SUKSES

PARA PESERTA PIM II

UNTUK

MEMBENTUK PEMIMPIN PERUBAHAN

DEDDY SUHARTRISLAKHADI

DIKLAT PIM TKII ANGKATAN XLI KELAS E KELOMPOK A PUSAT KAJIAN DAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

APARATUR III SAMARINDA, 15 APRIL 2015

(3)

PEMIMPIN PERUBAHAN ?

(The Practice of ADAPTIVE LEADERSHIP

)

BY : RONALD HEIFETZ – ALEXANDER GRASHOW – MARTY LINSKY BUKAN KETELA, TETAPI KELADI. BUKAN KAIN, TETAPI BAHAN. DIDUNIA INI TIDAK ADA YANG ABADI. YANG ABADI ADALAH PERUBAHAN.

1.Apa, Mengapa, dan Bagaimana penyelenggaraan DIKLATPIM

II pola baru dalam PELAKSANAANNYA untuk membentuk

PEMIMPIN PERUBAHAN ?

2.PENJELASAN RINGKAS mata diklat INTEGRITAS DAN

WAWASAN KEBANGSAAN .

BANYAK UDANGBANYAK GARAM

BANYAK ORANGBANYAK RAGAM

KITA DATANG KEPIM II BUKAN UNTUK BERATAM

TETAPI UNTUK MENYAMAKAN PERSEPSI YANG BERAGAM

INTEGRITAS &

WAWASAN KEBANGSAAN

TGL 15 – 18 APRIL 2015

PUSAT KAJIAN DAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR III

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA

DIKLATPIM II ANGKATAN XLI KELAS E

SAMARINDA TAHUN 2015

(4)

1. Visitasi peserta dibawa ke tempat bersejarah (monumen, museum). Peserta diberi tugas secara individu menulis apa saja terkait dengan nilai-nilai yang diperoleh dari kunjungan lapangan, kesan, pesan dll

2. Film Pendek  peserta diminta menonton film pendek, kemudian diminta mengomentari dan kemudian mendiskusikannya

3. Diskusi  peserta mendiskusikan pentingnya wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme bagi aparatur sipil negara

4. Aktualisasi  peserta diminta menulis bagaimana implementasi nilai-nilai wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme dalam

pelaksanaan program di unit kerjanya.

METODE PEMBELAJARAN

TUGAS DISKUSI HASIL VISITASI

.Metode

Visitasi peserta dibawa ke tempat bersejarah

(monumen, museum). Peserta diberi tugas secara individu

menulis apa saja terkait dengan nilai-nilai yang diperoleh dari

kunjungan lapangan, kesan, pesan,renungan, pengalaman

mendalam(terkesan),rekomendasi dll

• Hal-hal apa saja yang diperoleh peserta selama mengikuti

visitasi ke SESUATU TEMPAT (Museum SANGA-SANGA) terkait

dengan pembelajaran integritas dan wawasan kebangsaan;

• Hal-hal baru yang didapat dalam kegiatan Visitasi

• Kesan-Kesan, Pesan-pesan dan makna/hikmah dari Peserta

• Komitmen & Integritas

(5)

PANTUN PEMIMPIN PERUBAHAN

• PEMIMPIN PERUBAHAN MENEGAKKAN KEBENARAN • ILMU DIDADA HARUS DIAMALKAN

• JADIKAN DIRI CONTOH TELADAN

• BERSIKAP JUJUR,SYUKUR,SABAR,IKHLAS DAN SOPAN • APA GUNA MEMASANG PANAH

• KALAU TIDAK MAU DILENTUR • APA GUNA MEMEGANG AMANAH • KALAU TIDAK BERLAKU JUJUR

DIKLATPIM II

Diklatpim Tingkat II  meningkatkan kompetensi kepemimpinan strategis pada pejabat struktural eselon II yang akan berperan dalam melaksanakan tugas dan

fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing. INTEGRITAS DAN WAWASAN KEBANGSAAN

(6)

RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT 1) Nama Diklat : Diklat Kepemimpinan TK.II

2) Mata Diklat : Integritas dan Wawasan Kebangsaan

3) Alokasi Waktu : 18 Jp

4) Deskripsi Singkat :

Mata Diklat ini membekali peserta dengan kemampuan mengaktualisasikan integritas dalam mengelola strategi instansi melalui pembelajaran Integritas,Semangat dan Jiwa Kebangsaan dan Organisasi BerkinerjaTinggi. Mata Diklat disajikan secara interaktif melalui metode ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, simulasi, menonton film pendek, studi lapangan, dan demonstrasi. Keberhasilan peserta dinilai dari kemampuannya menunjukkan pribadi yang berintegritas, jiwa dan semangat nasionalisme dalam mengelola strategi instansinya menuju organisasi berkinerja tinggi .

5) Hasil Belajar

Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta mampu menunjukkan integritas, jiwa dan semangat nasionalisme dalam mengelola instansinya.

6. Indikator Hasil Belajar :

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta dapat : 1. Meningkatkan kualitas integritas;

2. Menunjukkan jiwa dan semangat nasionalisme.

:

Materi Pokok:

1. Pemimpin Berintegritas 2. Kesaktian Pancasila 3. Semangat dan Jiwa Kebangsaan

4. Organisasi Berkinerja Tinggi Sub Materi Pokok:

ad1. 1) Pengertian Kepemimpinan, Integritas, Etika dan Moral 2) Pengertian Kepemimpinan Dalam Strata Kehidupan Nasional 3) Urgensi Pemimpin Beretika dan Berintegritas

4) Prinsip Dasar Kepemimpinan Berintegritas 5) Karakteristik Pemimpin yang Berintegritas ad 2. 1) Pengertian Kesaktian Pancasila

2) Kepemimpinan Dalam Perspektif Pancasila Sebagai Falsafah Bangs 3) Karakteristik Pemimpin Pancasilais Dalam Organisasi Berkinerja Tinggi ad3. 1) Pengertian Jiwa Kebangsaan

2) Membangun Semangat Jiwa Kebangsaan

3) Implementasi Kepemimpinan yang memiliki semangat dan jiwa kebangsaan dalam organisasi berkinerja tinggi. 4) Peran Pemimpin Yang memiliki semangat dan jiwa kebangsaan Dalam Oeganisasi Berkinerja Tinggi ad4. 1) Pengertian organisasi

2) Pengertian Kinerja Organisasi

3) Ciri-Ciri Organisasi Berkinerja Tingi 4) Peningkatan Kinerja Organisasi

(7)

DISKRIPSI SINGKAT

Mata Diklat ini membekali peserta dengan

kemampuan mwnunjukkan integritas dan semangat nasionalisme dalam instans i melalui pembelajaran integritas. HASIL BELAJAR Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta mampu menunjukkan integritas, jiwa dan semangat nasionalisme dalam mengelola strategi instansinya.. INDIKATOR HASIL BELAJAR Meningkatkan kualitas integritas INDIKATOR HASIL BELAJAR Menunjukkan jiwa dan semangat nasionalisme 18 Jp

• Visitasi, Film Pendek, diskusi

• Menjelaskan deskripsi

singkat dan tujuan pembelajaran

• Eksplorasi mengenai

integritas dan wawasan kebangsaan

Pendahuluan

• Visitasi

• Menfasilitasi diskusi hasil

visitasi terkait integritas dan wawasan kebangsaan

• Memandu peserta untuk

merumuskan aktualisasi integritas dalam meningkatkan Organisasi Berkinerja Tinggi

Penyajian

• Memfasilitasi mempresentasikan aktualisasi integritas dan wawasan kebangsaan • Menfasilitasi Peserta membuat dan menyampaikan komitmen terhadap integritas

Penutup

Kegiatan BM Integritas dan Wasbang Diklatpim II

Slide Infocus Film Pendek Kisah/Strory Teling Transportasi Slide Film Pendek Kasus Flip chart Infocus Format Komitmen Flip chart Infocus

(8)

APA,MENGAPA,BAGAIMANA INTEGRITAS & WAWASAN KEBANGSAAN INDONESIA? Banyak kalangan yang melihat

perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya di Indonesia sudah sangat

memprihatinkan.

Bahkan, kekuatiran itu menjadi semakin nyata ketika menjelajah pada apa yang dialami oleh setiap warganegara, yakni memudarnya wawasan kebangsaan.

Apa yang lebih menyedihkan lagi adalah

bilamana kita kehilangan wawasan tentang makna hakekat bangsa dan kebangsaan yang akan mendorong terjadinya dis-orientasi dan perpecahan

Banyak kalangan yang melihat

perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya di Indonesia sudah sangat

memprihatinkan.

Bahkan, kekuatiran itu menjadi semakin nyata ketika menjelajah pada apa yang dialami oleh setiap warganegara, yakni memudarnya wawasan kebangsaan.

Apa yang lebih menyedihkan lagi adalah

bilamana kita kehilangan wawasan tentang makna hakekat bangsa dan kebangsaan yang akan mendorong terjadinya dis-orientasi dan perpecahan

(9)

Konflik horizontal dan vertikal yang terjadi dalam kehidupan sosial merupakan salah satu akibat dari semua krisis yang terjadi, yang tentu akan melahirkan ancaman dis-integrasi bangsa. Apalagi bila melihat bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural seperti beragamnya suku, budaya daerah, agama, dan berbagai aspek politik lainnya, serta kondisi geografis negara kepulauan yang tersebar. Semua ini mengandung potensi konflik (latent sosial conflict) yang dapat merugikan dan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Apabila krisis politik dan krisis ekonomi sudah sampai pada krisis kepercayaan diri, maka eksistensi Indonesia sebagai bangsa (nation)

sedang dipertaruhkan.

Maka, sekarang ini adalah saat yang tepat untuk melakukan reevaluasi terhadap proses terbentuknya “nation and character building” kita selama ini, karena boleh jadi persoalan-persoalan yang kita hadapi saat ini berawal dari kesalahan dalam menghayati dan menerapkan

konsep awal “kebangsaan” yang menjadi fondasi ke-Indonesia-an. Kesalahan inilah yang dapat menjerumuskan Indonesia, seperti yang ditakutkan Sukarno, “menjadi bangsa kuli dan kuli di antara

bangsa-bangsa.” Bahkan, mungkin yang lebih buruk lagi dari kekuatiran

Sukarno, “menjadi bangsa pengemis dan pengemis di antara

(10)

7H-I-H4-03-F (19)

INTEGRITAS

Satu dalam kata dan perbuatan

.

“Saya adalah orang yang sama dalam

situasi apapun.”

KATAKAN TIDAAAK KEPADA KORUPSI !!!

(11)

witler silitonga property

Mata Diklat ini membekali

peserta dengan kemampuan

menunjukkan integritas, jiwa

dan semangat nasionalisme

dalam mengelola strategi

instansi menuju organisasi

yang berkinerja tinggi melalui

pembelajaran Integritas,

Semangat dan Jiwa

Kebangsaan, serta organisasi

berkinerja tingi.

20 April 2015

INTEGRITAS : KESESUAIAN

ANTARA HATI, UCAPAN DAN

TINDAKAN

INTEGRITAS: KEMAMPUAN

UNTUK SENANTIASA

MEMEGANG TEGUH

PRINSIP-PRINSIP MORAL

SECARA KONSISTEN

witler silitonga property 20 April 2015

(12)

• Mematuhi Peraturan dan Etika

Organisasi

• Jujur

• Memegang Teguh Komitmen

• Bertanggung Jawab

• Konsisten Antara Pikiran,

Ucapan dan Tindakan

• Kearifan Dalam Membedakan

Yg Benar dan Salah

NANA RUKMANA D.W. Komitmen Integritas

Pengertian Wawasan Kebangsaan

Wawasan & Bangsa

Wawasan Kebangsaan Implikasi Wawasan : Cara Pandang Kebangsaan : Ciri ciri yang menandai gol bangsa tertentu Kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara

Sudut pandang atau cara memandang yg

mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang, untuk memahami keberadaan jatidirinya sebagai suatu bangsa, juga dalam memandang dirinya dan bertingkah laku sesuai dengan falsafah hidup bangsanya baik dalam lingkungan internal maupun eksternal

Menentukan cara suatu bangsa, mendayagunakan kondisi geografis, sejarah, Ipoleksosbudhankam negaranya dalam mencapai cita cita dan menjamin kepentingan nasionalnya

(13)

Maka dalam hubungan “nation and character building” seperti yang diuraikan di atas, beberapa hal berikut terkandung di dalam gagasan awalnya:

Pertama, Kemandirian (self-reliance), atau menurut istilah Presiden Soekarno adalah “Berdikari” (berdiri di atas kaki sendiri).

Kedua, Demokrasi (democracy), atau kedaulatan rakyat

sebagai ganti sistem kolonialis.

Ketiga, Persatuan Nasional (national unity).

Keempat, Martabat Internasional (bargaining positions).

Indonesia tidak perlu mengorbankan martabat dan kedaulatannya sebagai bangsa yang merdeka untuk mendapatkan prestise, pengakuan dan wibawa di dunia internasional.

 Rasa kebangsaan bukan monopoli suatu bangsa, tetapi ia merupakan perekat yang mempersatukan dan memberi dasar keberadaan (raison d’entre) bangsa-bangsa di dunia. Dengan demikian rasa kebangsaan bukanlah sesuatu yang unik yang hanya ada dalam diri bangsa kita karena hal yang sama juga dialami bangsa-bangsa lain.

Wawasan kebangsaan mengandung pula tuntutan suatu bangsa untuk mewujudkan jati diri, serta mengembangkan perilaku sebagai bangsa yang meyakini nilai-nilai budayanya, yang lahir dan tumbuh sebagai penjelmaan kepribadiannya.

Wawasan kebangsaan yakni pikiran-pikiran yang bersifat nasional dimana suatu bangsa memmiliki cita-cita kehidupan dan tujuan yang jelas.

(14)

Sistem Budaya (ideologi, falsafah) Latent Pattern Maintenance

Sistem Sosial (harmoni/keselarasan) Integration Sistem Ekonomi (distribusi/pemerataan Adaptation Sistem Politik (demokrasi) Goal Attainment Wawasan Kebangsaan Ketahanan sosial Integrasi Sosial Keselarasan Sosial Peningkatan Pendapatan

Keseimbangan Hak dan Kewajiban WN. Menghargai Perbedaan energi kontrol Civic Education Pemberdayaan Ekonomi

POLA PIKIR PEMAHAMAN WAWASAN KEBANGSAAN

Pengertian nasionalisme menurut beberapa tokoh di bawah ini:

Menurut Hans Kohn nasionalisme adalah kesetiaan tertinggi yang diberikan individu kepada negara dan bangsa

Louis Snyder mengemukakan nasionalisme adalah hasil dari faktor-faktor politis, ekonomi, sosial dan intelektual pada suatu taraf tertentu dalam sejarah. Sebagai contoh adalah timbulnya nasionalisne di Jepang.

Nasionalisme Indonesia adalah suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat, yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan.

(15)

MULAN LIE

[email protected]

Pemimpin perubahan terus menerus belajar

Pemimpin perubahan terus menerus bebenah diri

Pemimpin perubahan memberikan keteladanan

Pemimpin perubahan mampu memberdayakan

Pemimpin perubahan mampu memberi inspirasi

PANCASILA SEBAGAI FALSAFAH HIDUP DAN MORAL BANGSA

PANCASILA SEBAGAI FALSAFAH BANGSA MERUPAKAN CITA-CITA MORAL BANGSA INDONESIA YG MENGIKAT PARA PEMIMPIN BANGSA DAN SELURUH WARGA MASYARAKAT

PANCASILA MEMBERIKAN INSPIRASI DAN MENJADI PEMBIMBING DALAM MEMBUAT UU YANG MENGATUR KEHIDUPAN NEGARA, MENETAPKAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DAN TUGAS MASING-MASING SERTA

HUBUNGAN KERJASAMA ANTAR LEMBAGA, HAK-HAK DAN KEDUDUKAN WARGA

NEGARA, HUBUNGAN ANTAR WARGA NEGARA DAN NEGARA DALAM IKLIM DAN SEMANGAT KEMANUSIAAN.

(16)

BAGAIMANA INTEGRITAS DAN WAWASAN KEBANGSAAN DAPAT MEMBANGUN KEPERCAYAAN PUBLIK

1. Transparan;

2. Tulus,cinta kepada kebenaran 3. Fokus pada menambah nilai;

4. Hadirlah dengan seluruh jiwa raga anda; 5. Perlakukan selalu orang dengan hormat; 6. Ambillah tanggung jawab

7. Fokus pada umpan balik

8. Terimalah keritikan dengan baik

9. Berbudi bahasa yang baik,Lemah lembut dalam bertindak,tidak bersikap keras dan berhati kasar

10. Memegang janji,jujur dan amanah

11. Konsisten ,komitmen,syukur, sabar dan ikhlas.

Integritas Nasional

Keselarasan

Keserasian

Keseimbangan SUATU PROSES

PENYATUAN ATAU PEMBAURAN BERBAGAI ASPEK SOSIAL BUDAYA

KE DALAM KESATUAN WILAYAH DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS NASIONAL ATAU BANGSA

(17)

Konsep Integritas Nasional Indonesia

NEGARA DIBENTUK TIDAK UNTUK MENJAMIN KEPENTINGAN SESEORANG, TETAPI MENJAMIN KEPENTINGAN MASYARAKAT SELURUHNYA SEBAGAI PERSATUAN

NEGARA ADALAH SUATU MASYARAKAT YANG INTEGRAL, SEGALA GOLONGAN, BAGIAN, SELURUH ANGGOTANYA BERHUBUNGAN ERAT SATU SAMA LAIN DAN

MERUPAKAN PERSATUAN MASYARAKAT YANG ORGANIS

NEGARA TIDAK MEMIHAK KEPADA SESUATU GOLONGAN YANG PALING KUAT, ATAU YANG PALING BESAR , TIDAK MENGANGGAP KEOENTINGAN SESEORANG SEBAGAI

PUSAT, AKAN TETAPI NEGARA MENJAMIN KESELAMATAN HIDUP BANGSA SELURUHNYA SEBAGAI PERSATUAN YANG TIDAK DIPISAHKAN

20 April 2015 witler silitonga property

Pemahaman Integritas Nasional Dapat dilihat Dari Dua Segi :

SECARA HORIZONTAL :

MEMBAHAS BAGAIMANA MEMPERSATUKAN RAKYATNYA YANG MAJEMUK, HIDUP DALAM BERBAGAI GOLONGAN PRIMORDIAL

YANG BERANEKA RAGAM NILAI LEMBAGA SERTA ADAT KEBIASAANNYA,

SEHINGGA MERASA BAGIAN DARI SATU BANGSA YANG SAMA

SECARA VERTIKAL :

MEMBAHAS BAGAIMANA MEMPERSATUKAN PEMERINTAH NASIONAL DENGAN RAKYATNYA,

YANG TERSEBAR DALAM DAERAH YANG LUAS

(18)

P A N C A S I L A FILSAFAH BANGSA FALSAFAH HIDUP IDEOLOGII IDIOLOGI BANGSA CITA-CITA (IDEALISME) DASAR NEGARA (NORMA / ATURAN) PEMBUKAAN UUD 1945 BUDAYA NAS. DI DAERAH KEBIASAAN PERILAKU SEHARI-HARI DOKTRIN/ AJARAN NILAI DASAR NILAI INSTRUMENTAL NILAI PRAKSIS PASAL-PASAL & ATURAN PERUNDANGAN DIBAWAHNYA PELAKSANAAN ATURAN SEHARI-HARI JALUR HUKUM JALUR DOKTRIN / AJARAN JALUR BUDAYA PELAKSANAAN AJARAN/ PRAKTEK SEHARI-HARI 20 April 2015

Penerapan Wawasan Kebangsaan

ASPEK MORAL :

Adanya komitmen untuk menjaga Eksistensi dan peningkatan kualitas bangsa

ASPEK INTELEKTUAL

Adanya pengetahuan yang memadai untuk menghadapi berbagai tantangan dan berbagai potensi yang dimiliki bangsa

(19)

Nilai Dasar Wawasan Kebangsaan

u Tekad Bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka dan bersatu

Cinta Tanah Air dan Bangsa Demokrasi atau Kedaulatan Rakyat

Kesetiakawan Sosial Masyarakat Adil dan Makmur

Penghargaan terhadap harkat dan manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa

20 April 2015

PADA HAKEKATNYA DILANDASI OLEH PANCASILA SEBAGAI FALSAFAH DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA INDONESIA

PERLU DIPAHAMI JATIDIRI BANGSA

PAHAMI SECARA MENDALAM FALSAFAH PANCASILA

JADIKAN PEDOMAN DALAM BERTINGKAH LAKU

• MENGUTAMAKAN PERSATUAN DAN KESATUAN • RELA BERKORBAN UNTUK KEPENTINGAN BANGSA • PENGHARGAAN TERHADAP MARTABAT BANGSA • CINTA TANAH AIR DAN BANGSA,DEMOKRASI DAN • KESETIAKAWANAN SOSIAL

• BHINEKA TUNGGAL IKA

MAKNA WAWASAN KEBANGSAAN TERBENTUK KARAKTER BANGSA

(20)

1. DIT P3A 2. DITBIN WI

INDONESIA

20 April 2015 witler silitonga property

EVALUASI MATA DIKLAT

(21)

TIDAK ADA KATA TERLAMBAT

We Are In The Process of Building This Country

Tuliskan 5 komitmen & integritas yang akan bapak/ ibu lakukan

sebagai Pejabat eselon II

APA DAN BAGAIMANA PESERTA DPT MENGERTI,

MEMAHAMI DAN MENJELASKAN YANG BERKAITAN

DG INTEGRITAS DAN WAWASAN KEBANGSAAN?

• PEMAHAMAN PESERTA TENTANG PEMIMPIN YANG

BERINTEGRITAS

• CONTOH PEMIMPIN YANG BERINTEGRITAS DI INDONESIA

• PENGERTIAN KESAKTIAN PANCASILA

• PENGERTIAN SEMANGAT DAN JIWA KEBANGSAAN

• ORGANISASI BERKINERJA TINGGI.

(22)

EVALUASI PEMBELAJARAN INTEGRITAS DAN

WAWASAN KEBANGSAAN

• Pemahaman peserta tentang Integritas dan Wawasan

Kebangsaan

• Bagaimana realitas masalah implementasinyanya terkait

dengan Integritas dan Wawasan Kebangsaan di lingkungan

internal dan eksternal Organisasi peserta

• Upaya-upaya apa yang harus dilakukan agar para pemimpin

dilingkungan K/L memiliki integritas dan wawasan kebangsaan

• Kesimpulan dan Rekomendasi

(23)

Komitmen

& Integritas

ANDRIE WONGSO

Wisdom, Motivation & Inspiration Mempersembahkan:

(24)

Referensi

Dokumen terkait

RENCANA PEMBELAJARAN/SAP (SATUAN ACARA PENGAJARAN) 1. Deskripsi Singkat : Mata Diklat ini membekali peserta dengan kemampuan mengaktualisasikan etika publik dalam mengelola

Prov.. Mata Diklat : INTEGRITAS bagi Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Kab. Deskripsi Singkat : Mata Diklat INTEGRITAS membekali peserta untuk dapat

Mata Diklat ini ditujukan untuk membekali peserta Diklat dalam memfasilitasi proses pembelajaran Diklatpim Tingkat IV dengan kemampuan mengidentifikasi potensi diri

Mata Diklat ini membekali peserta dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS melalui pembelajaran kembali kompetensi yang masih dibutuhkan dalam

Mata Diklat ini membekali peserta dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS melalui pembelajaran kembali kompetensi yang masih dibutuhkan dalam

Mata Diklat ini membekali peserta dalam mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi PNS, sikap dan perilaku disiplin PNS dan pengetahuan tentang Kedudukan dan Peran PNS

Mata Diklat ini membekali peserta dalam mengaktualisasikan nilai- nilai dasar profesi PNS, sikap dan perilaku disiplin PNS dan pengetahuan tentang Kedudukan dan

4 Deskripsi Singkat : Mata Diklat ini membekali peserta dengan kemampuan mengadopsi dan mengadaptasi keunggulan organisasi yang memiliki best practice pada strategi