Nama : Ir. Deddy Suhartrislakhadi, MEd.
TTL : Jakarta, 26 Desember 1951 INSTANSI : Pusat Diklat Kehutanan Bogor.
ALAMAT R : KPP IPB Baranang Siang IV Blok B 18 Tanah Baru Bogor. NO TLP : 0251 – 8337276
0811118377 Email; [email protected]
MOTO : Iman- Ilmu– Amal.
KESAN : Terjadi silaturahim antar peserta sehingga terjadi proses pembelajaran untuk memahami diri sendiri dan orang lain menuju perubahan KSA yang lebih baik dan benar.
PESAN : Dengan pengendalian diri dan memanfaatkan akal hati dan hawa nafsu, maka akan membentuk PESERTA DIKLATPIM yg berakhlak mulia,profesional & kompeten
GURINDAM ; KURANG PIKIR KURANG SIASAT, TENTU DIRIMU AKAN TERSESAT PANTUN ; HIDUP WI,PESERTA & PENYELENGGARA PENUH PERJUANGAN
NIAT BERUBAH ADALAH PEMBAHARUAN
KITA HARUS CINTA KETERBUKAAN DAN KEBENARAN BUKAN RETORIKA,KEMUNAFIKAN DAN PEMBENARAN
1. DIT P3A 2. DITBIN WI
Mari kita berdoa
Semoga kita selamat & bahagia
dunia akhirat, selama mengikuti
Diklatpim II ini dan mendpt ridho &
hidayah dari ALLAH SWT.
SELAMAT DATANG PEMENANG DAN SUKSES
PARA PESERTA PIM II
UNTUK
MEMBENTUK PEMIMPIN PERUBAHAN
DEDDY SUHARTRISLAKHADI
DIKLAT PIM TKII ANGKATAN XLI KELAS E KELOMPOK A PUSAT KAJIAN DAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
APARATUR III SAMARINDA, 15 APRIL 2015
PEMIMPIN PERUBAHAN ?
(The Practice of ADAPTIVE LEADERSHIP
)
BY : RONALD HEIFETZ – ALEXANDER GRASHOW – MARTY LINSKY BUKAN KETELA, TETAPI KELADI. BUKAN KAIN, TETAPI BAHAN. DIDUNIA INI TIDAK ADA YANG ABADI. YANG ABADI ADALAH PERUBAHAN.
1.Apa, Mengapa, dan Bagaimana penyelenggaraan DIKLATPIM
II pola baru dalam PELAKSANAANNYA untuk membentuk
PEMIMPIN PERUBAHAN ?
2.PENJELASAN RINGKAS mata diklat INTEGRITAS DAN
WAWASAN KEBANGSAAN .
BANYAK UDANGBANYAK GARAM
BANYAK ORANGBANYAK RAGAM
KITA DATANG KEPIM II BUKAN UNTUK BERATAM
TETAPI UNTUK MENYAMAKAN PERSEPSI YANG BERAGAM
INTEGRITAS &
WAWASAN KEBANGSAAN
TGL 15 – 18 APRIL 2015PUSAT KAJIAN DAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR III
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
DIKLATPIM II ANGKATAN XLI KELAS E
SAMARINDA TAHUN 2015
1. Visitasi peserta dibawa ke tempat bersejarah (monumen, museum). Peserta diberi tugas secara individu menulis apa saja terkait dengan nilai-nilai yang diperoleh dari kunjungan lapangan, kesan, pesan dll
2. Film Pendek peserta diminta menonton film pendek, kemudian diminta mengomentari dan kemudian mendiskusikannya
3. Diskusi peserta mendiskusikan pentingnya wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme bagi aparatur sipil negara
4. Aktualisasi peserta diminta menulis bagaimana implementasi nilai-nilai wawasan kebangsaan dan semangat nasionalisme dalam
pelaksanaan program di unit kerjanya.
METODE PEMBELAJARAN
TUGAS DISKUSI HASIL VISITASI
.Metode
Visitasi peserta dibawa ke tempat bersejarah
(monumen, museum). Peserta diberi tugas secara individu
menulis apa saja terkait dengan nilai-nilai yang diperoleh dari
kunjungan lapangan, kesan, pesan,renungan, pengalaman
mendalam(terkesan),rekomendasi dll
• Hal-hal apa saja yang diperoleh peserta selama mengikuti
visitasi ke SESUATU TEMPAT (Museum SANGA-SANGA) terkait
dengan pembelajaran integritas dan wawasan kebangsaan;
• Hal-hal baru yang didapat dalam kegiatan Visitasi
• Kesan-Kesan, Pesan-pesan dan makna/hikmah dari Peserta
• Komitmen & Integritas
PANTUN PEMIMPIN PERUBAHAN
• PEMIMPIN PERUBAHAN MENEGAKKAN KEBENARAN • ILMU DIDADA HARUS DIAMALKAN
• JADIKAN DIRI CONTOH TELADAN
• BERSIKAP JUJUR,SYUKUR,SABAR,IKHLAS DAN SOPAN • APA GUNA MEMASANG PANAH
• KALAU TIDAK MAU DILENTUR • APA GUNA MEMEGANG AMANAH • KALAU TIDAK BERLAKU JUJUR
DIKLATPIM II
Diklatpim Tingkat II meningkatkan kompetensi kepemimpinan strategis pada pejabat struktural eselon II yang akan berperan dalam melaksanakan tugas dan
fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing. INTEGRITAS DAN WAWASAN KEBANGSAAN
RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT 1) Nama Diklat : Diklat Kepemimpinan TK.II
2) Mata Diklat : Integritas dan Wawasan Kebangsaan
3) Alokasi Waktu : 18 Jp
4) Deskripsi Singkat :
Mata Diklat ini membekali peserta dengan kemampuan mengaktualisasikan integritas dalam mengelola strategi instansi melalui pembelajaran Integritas,Semangat dan Jiwa Kebangsaan dan Organisasi BerkinerjaTinggi. Mata Diklat disajikan secara interaktif melalui metode ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, simulasi, menonton film pendek, studi lapangan, dan demonstrasi. Keberhasilan peserta dinilai dari kemampuannya menunjukkan pribadi yang berintegritas, jiwa dan semangat nasionalisme dalam mengelola strategi instansinya menuju organisasi berkinerja tinggi .
5) Hasil Belajar
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta mampu menunjukkan integritas, jiwa dan semangat nasionalisme dalam mengelola instansinya.
6. Indikator Hasil Belajar :
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta dapat : 1. Meningkatkan kualitas integritas;
2. Menunjukkan jiwa dan semangat nasionalisme.
:
Materi Pokok:
1. Pemimpin Berintegritas 2. Kesaktian Pancasila 3. Semangat dan Jiwa Kebangsaan
4. Organisasi Berkinerja Tinggi Sub Materi Pokok:
ad1. 1) Pengertian Kepemimpinan, Integritas, Etika dan Moral 2) Pengertian Kepemimpinan Dalam Strata Kehidupan Nasional 3) Urgensi Pemimpin Beretika dan Berintegritas
4) Prinsip Dasar Kepemimpinan Berintegritas 5) Karakteristik Pemimpin yang Berintegritas ad 2. 1) Pengertian Kesaktian Pancasila
2) Kepemimpinan Dalam Perspektif Pancasila Sebagai Falsafah Bangs 3) Karakteristik Pemimpin Pancasilais Dalam Organisasi Berkinerja Tinggi ad3. 1) Pengertian Jiwa Kebangsaan
2) Membangun Semangat Jiwa Kebangsaan
3) Implementasi Kepemimpinan yang memiliki semangat dan jiwa kebangsaan dalam organisasi berkinerja tinggi. 4) Peran Pemimpin Yang memiliki semangat dan jiwa kebangsaan Dalam Oeganisasi Berkinerja Tinggi ad4. 1) Pengertian organisasi
2) Pengertian Kinerja Organisasi
3) Ciri-Ciri Organisasi Berkinerja Tingi 4) Peningkatan Kinerja Organisasi
DISKRIPSI SINGKAT
Mata Diklat ini membekali peserta dengan
kemampuan mwnunjukkan integritas dan semangat nasionalisme dalam instans i melalui pembelajaran integritas. HASIL BELAJAR Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta mampu menunjukkan integritas, jiwa dan semangat nasionalisme dalam mengelola strategi instansinya.. INDIKATOR HASIL BELAJAR Meningkatkan kualitas integritas INDIKATOR HASIL BELAJAR Menunjukkan jiwa dan semangat nasionalisme 18 Jp
• Visitasi, Film Pendek, diskusi
• Menjelaskan deskripsi
singkat dan tujuan pembelajaran
• Eksplorasi mengenai
integritas dan wawasan kebangsaan
Pendahuluan
• Visitasi
• Menfasilitasi diskusi hasil
visitasi terkait integritas dan wawasan kebangsaan
• Memandu peserta untuk
merumuskan aktualisasi integritas dalam meningkatkan Organisasi Berkinerja Tinggi
Penyajian
• Memfasilitasi mempresentasikan aktualisasi integritas dan wawasan kebangsaan • Menfasilitasi Peserta membuat dan menyampaikan komitmen terhadap integritasPenutup
Kegiatan BM Integritas dan Wasbang Diklatpim II
Slide Infocus Film Pendek Kisah/Strory Teling Transportasi Slide Film Pendek Kasus Flip chart Infocus Format Komitmen Flip chart Infocus
APA,MENGAPA,BAGAIMANA INTEGRITAS & WAWASAN KEBANGSAAN INDONESIA? Banyak kalangan yang melihat
perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya di Indonesia sudah sangat
memprihatinkan.
Bahkan, kekuatiran itu menjadi semakin nyata ketika menjelajah pada apa yang dialami oleh setiap warganegara, yakni memudarnya wawasan kebangsaan.
Apa yang lebih menyedihkan lagi adalah
bilamana kita kehilangan wawasan tentang makna hakekat bangsa dan kebangsaan yang akan mendorong terjadinya dis-orientasi dan perpecahan
Banyak kalangan yang melihat
perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya di Indonesia sudah sangat
memprihatinkan.
Bahkan, kekuatiran itu menjadi semakin nyata ketika menjelajah pada apa yang dialami oleh setiap warganegara, yakni memudarnya wawasan kebangsaan.
Apa yang lebih menyedihkan lagi adalah
bilamana kita kehilangan wawasan tentang makna hakekat bangsa dan kebangsaan yang akan mendorong terjadinya dis-orientasi dan perpecahan
Konflik horizontal dan vertikal yang terjadi dalam kehidupan sosial merupakan salah satu akibat dari semua krisis yang terjadi, yang tentu akan melahirkan ancaman dis-integrasi bangsa. Apalagi bila melihat bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural seperti beragamnya suku, budaya daerah, agama, dan berbagai aspek politik lainnya, serta kondisi geografis negara kepulauan yang tersebar. Semua ini mengandung potensi konflik (latent sosial conflict) yang dapat merugikan dan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
Apabila krisis politik dan krisis ekonomi sudah sampai pada krisis kepercayaan diri, maka eksistensi Indonesia sebagai bangsa (nation)
sedang dipertaruhkan.
Maka, sekarang ini adalah saat yang tepat untuk melakukan reevaluasi terhadap proses terbentuknya “nation and character building” kita selama ini, karena boleh jadi persoalan-persoalan yang kita hadapi saat ini berawal dari kesalahan dalam menghayati dan menerapkan
konsep awal “kebangsaan” yang menjadi fondasi ke-Indonesia-an. Kesalahan inilah yang dapat menjerumuskan Indonesia, seperti yang ditakutkan Sukarno, “menjadi bangsa kuli dan kuli di antara
bangsa-bangsa.” Bahkan, mungkin yang lebih buruk lagi dari kekuatiran
Sukarno, “menjadi bangsa pengemis dan pengemis di antara
7H-I-H4-03-F (19)
INTEGRITAS
Satu dalam kata dan perbuatan
.
“Saya adalah orang yang sama dalam
situasi apapun.”
KATAKAN TIDAAAK KEPADA KORUPSI !!!
witler silitonga property
Mata Diklat ini membekali
peserta dengan kemampuan
menunjukkan integritas, jiwa
dan semangat nasionalisme
dalam mengelola strategi
instansi menuju organisasi
yang berkinerja tinggi melalui
pembelajaran Integritas,
Semangat dan Jiwa
Kebangsaan, serta organisasi
berkinerja tingi.
20 April 2015
INTEGRITAS : KESESUAIAN
ANTARA HATI, UCAPAN DAN
TINDAKAN
INTEGRITAS: KEMAMPUAN
UNTUK SENANTIASA
MEMEGANG TEGUH
PRINSIP-PRINSIP MORAL
SECARA KONSISTEN
witler silitonga property 20 April 2015
• Mematuhi Peraturan dan Etika
Organisasi
• Jujur
• Memegang Teguh Komitmen
• Bertanggung Jawab
• Konsisten Antara Pikiran,
Ucapan dan Tindakan
• Kearifan Dalam Membedakan
Yg Benar dan Salah
NANA RUKMANA D.W. Komitmen Integritas
Pengertian Wawasan Kebangsaan
Wawasan & Bangsa
Wawasan Kebangsaan Implikasi Wawasan : Cara Pandang Kebangsaan : Ciri ciri yang menandai gol bangsa tertentu Kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara
Sudut pandang atau cara memandang yg
mengandung kemampuan seseorang atau kelompok orang, untuk memahami keberadaan jatidirinya sebagai suatu bangsa, juga dalam memandang dirinya dan bertingkah laku sesuai dengan falsafah hidup bangsanya baik dalam lingkungan internal maupun eksternal
Menentukan cara suatu bangsa, mendayagunakan kondisi geografis, sejarah, Ipoleksosbudhankam negaranya dalam mencapai cita cita dan menjamin kepentingan nasionalnya
Maka dalam hubungan “nation and character building” seperti yang diuraikan di atas, beberapa hal berikut terkandung di dalam gagasan awalnya:
Pertama, Kemandirian (self-reliance), atau menurut istilah Presiden Soekarno adalah “Berdikari” (berdiri di atas kaki sendiri).
Kedua, Demokrasi (democracy), atau kedaulatan rakyat
sebagai ganti sistem kolonialis.
Ketiga, Persatuan Nasional (national unity).
Keempat, Martabat Internasional (bargaining positions).
Indonesia tidak perlu mengorbankan martabat dan kedaulatannya sebagai bangsa yang merdeka untuk mendapatkan prestise, pengakuan dan wibawa di dunia internasional.
Rasa kebangsaan bukan monopoli suatu bangsa, tetapi ia merupakan perekat yang mempersatukan dan memberi dasar keberadaan (raison d’entre) bangsa-bangsa di dunia. Dengan demikian rasa kebangsaan bukanlah sesuatu yang unik yang hanya ada dalam diri bangsa kita karena hal yang sama juga dialami bangsa-bangsa lain.
Wawasan kebangsaan mengandung pula tuntutan suatu bangsa untuk mewujudkan jati diri, serta mengembangkan perilaku sebagai bangsa yang meyakini nilai-nilai budayanya, yang lahir dan tumbuh sebagai penjelmaan kepribadiannya.
Wawasan kebangsaan yakni pikiran-pikiran yang bersifat nasional dimana suatu bangsa memmiliki cita-cita kehidupan dan tujuan yang jelas.
Sistem Budaya (ideologi, falsafah) Latent Pattern Maintenance
Sistem Sosial (harmoni/keselarasan) Integration Sistem Ekonomi (distribusi/pemerataan Adaptation Sistem Politik (demokrasi) Goal Attainment Wawasan Kebangsaan Ketahanan sosial Integrasi Sosial Keselarasan Sosial Peningkatan Pendapatan
Keseimbangan Hak dan Kewajiban WN. Menghargai Perbedaan energi kontrol Civic Education Pemberdayaan Ekonomi
POLA PIKIR PEMAHAMAN WAWASAN KEBANGSAAN
Pengertian nasionalisme menurut beberapa tokoh di bawah ini:
Menurut Hans Kohn nasionalisme adalah kesetiaan tertinggi yang diberikan individu kepada negara dan bangsa
Louis Snyder mengemukakan nasionalisme adalah hasil dari faktor-faktor politis, ekonomi, sosial dan intelektual pada suatu taraf tertentu dalam sejarah. Sebagai contoh adalah timbulnya nasionalisne di Jepang.
Nasionalisme Indonesia adalah suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat, yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan.
MULAN LIE
[email protected]
•
Pemimpin perubahan terus menerus belajar
Pemimpin perubahan terus menerus bebenah diri
Pemimpin perubahan memberikan keteladanan
Pemimpin perubahan mampu memberdayakan
Pemimpin perubahan mampu memberi inspirasi
PANCASILA SEBAGAI FALSAFAH HIDUP DAN MORAL BANGSA
PANCASILA SEBAGAI FALSAFAH BANGSA MERUPAKAN CITA-CITA MORAL BANGSA INDONESIA YG MENGIKAT PARA PEMIMPIN BANGSA DAN SELURUH WARGA MASYARAKAT
PANCASILA MEMBERIKAN INSPIRASI DAN MENJADI PEMBIMBING DALAM MEMBUAT UU YANG MENGATUR KEHIDUPAN NEGARA, MENETAPKAN LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA DAN TUGAS MASING-MASING SERTA
HUBUNGAN KERJASAMA ANTAR LEMBAGA, HAK-HAK DAN KEDUDUKAN WARGA
NEGARA, HUBUNGAN ANTAR WARGA NEGARA DAN NEGARA DALAM IKLIM DAN SEMANGAT KEMANUSIAAN.
BAGAIMANA INTEGRITAS DAN WAWASAN KEBANGSAAN DAPAT MEMBANGUN KEPERCAYAAN PUBLIK
1. Transparan;
2. Tulus,cinta kepada kebenaran 3. Fokus pada menambah nilai;
4. Hadirlah dengan seluruh jiwa raga anda; 5. Perlakukan selalu orang dengan hormat; 6. Ambillah tanggung jawab
7. Fokus pada umpan balik
8. Terimalah keritikan dengan baik
9. Berbudi bahasa yang baik,Lemah lembut dalam bertindak,tidak bersikap keras dan berhati kasar
10. Memegang janji,jujur dan amanah
11. Konsisten ,komitmen,syukur, sabar dan ikhlas.
Integritas Nasional
Keselarasan
Keserasian
Keseimbangan SUATU PROSES
PENYATUAN ATAU PEMBAURAN BERBAGAI ASPEK SOSIAL BUDAYA
KE DALAM KESATUAN WILAYAH DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS NASIONAL ATAU BANGSA
Konsep Integritas Nasional Indonesia
NEGARA DIBENTUK TIDAK UNTUK MENJAMIN KEPENTINGAN SESEORANG, TETAPI MENJAMIN KEPENTINGAN MASYARAKAT SELURUHNYA SEBAGAI PERSATUAN
NEGARA ADALAH SUATU MASYARAKAT YANG INTEGRAL, SEGALA GOLONGAN, BAGIAN, SELURUH ANGGOTANYA BERHUBUNGAN ERAT SATU SAMA LAIN DAN
MERUPAKAN PERSATUAN MASYARAKAT YANG ORGANIS
NEGARA TIDAK MEMIHAK KEPADA SESUATU GOLONGAN YANG PALING KUAT, ATAU YANG PALING BESAR , TIDAK MENGANGGAP KEOENTINGAN SESEORANG SEBAGAI
PUSAT, AKAN TETAPI NEGARA MENJAMIN KESELAMATAN HIDUP BANGSA SELURUHNYA SEBAGAI PERSATUAN YANG TIDAK DIPISAHKAN
20 April 2015 witler silitonga property
Pemahaman Integritas Nasional Dapat dilihat Dari Dua Segi :
SECARA HORIZONTAL :
MEMBAHAS BAGAIMANA MEMPERSATUKAN RAKYATNYA YANG MAJEMUK, HIDUP DALAM BERBAGAI GOLONGAN PRIMORDIAL
YANG BERANEKA RAGAM NILAI LEMBAGA SERTA ADAT KEBIASAANNYA,
SEHINGGA MERASA BAGIAN DARI SATU BANGSA YANG SAMA
SECARA VERTIKAL :
MEMBAHAS BAGAIMANA MEMPERSATUKAN PEMERINTAH NASIONAL DENGAN RAKYATNYA,
YANG TERSEBAR DALAM DAERAH YANG LUAS
P A N C A S I L A FILSAFAH BANGSA FALSAFAH HIDUP IDEOLOGII IDIOLOGI BANGSA CITA-CITA (IDEALISME) DASAR NEGARA (NORMA / ATURAN) PEMBUKAAN UUD 1945 BUDAYA NAS. DI DAERAH KEBIASAAN PERILAKU SEHARI-HARI DOKTRIN/ AJARAN NILAI DASAR NILAI INSTRUMENTAL NILAI PRAKSIS PASAL-PASAL & ATURAN PERUNDANGAN DIBAWAHNYA PELAKSANAAN ATURAN SEHARI-HARI JALUR HUKUM JALUR DOKTRIN / AJARAN JALUR BUDAYA PELAKSANAAN AJARAN/ PRAKTEK SEHARI-HARI 20 April 2015
Penerapan Wawasan Kebangsaan
ASPEK MORAL :
Adanya komitmen untuk menjaga Eksistensi dan peningkatan kualitas bangsa
ASPEK INTELEKTUAL
Adanya pengetahuan yang memadai untuk menghadapi berbagai tantangan dan berbagai potensi yang dimiliki bangsa
Nilai Dasar Wawasan Kebangsaan
u Tekad Bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka dan bersatu
Cinta Tanah Air dan Bangsa Demokrasi atau Kedaulatan Rakyat
Kesetiakawan Sosial Masyarakat Adil dan Makmur
Penghargaan terhadap harkat dan manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa
20 April 2015
PADA HAKEKATNYA DILANDASI OLEH PANCASILA SEBAGAI FALSAFAH DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA INDONESIA
PERLU DIPAHAMI JATIDIRI BANGSA
PAHAMI SECARA MENDALAM FALSAFAH PANCASILA
JADIKAN PEDOMAN DALAM BERTINGKAH LAKU
• MENGUTAMAKAN PERSATUAN DAN KESATUAN • RELA BERKORBAN UNTUK KEPENTINGAN BANGSA • PENGHARGAAN TERHADAP MARTABAT BANGSA • CINTA TANAH AIR DAN BANGSA,DEMOKRASI DAN • KESETIAKAWANAN SOSIAL
• BHINEKA TUNGGAL IKA
MAKNA WAWASAN KEBANGSAAN TERBENTUK KARAKTER BANGSA
1. DIT P3A 2. DITBIN WI
INDONESIA
20 April 2015 witler silitonga property
EVALUASI MATA DIKLAT
TIDAK ADA KATA TERLAMBAT
We Are In The Process of Building This Country
Tuliskan 5 komitmen & integritas yang akan bapak/ ibu lakukan
sebagai Pejabat eselon II
APA DAN BAGAIMANA PESERTA DPT MENGERTI,
MEMAHAMI DAN MENJELASKAN YANG BERKAITAN
DG INTEGRITAS DAN WAWASAN KEBANGSAAN?
• PEMAHAMAN PESERTA TENTANG PEMIMPIN YANG
BERINTEGRITAS
• CONTOH PEMIMPIN YANG BERINTEGRITAS DI INDONESIA
• PENGERTIAN KESAKTIAN PANCASILA
• PENGERTIAN SEMANGAT DAN JIWA KEBANGSAAN
• ORGANISASI BERKINERJA TINGGI.
EVALUASI PEMBELAJARAN INTEGRITAS DAN
WAWASAN KEBANGSAAN
• Pemahaman peserta tentang Integritas dan Wawasan
Kebangsaan
• Bagaimana realitas masalah implementasinyanya terkait
dengan Integritas dan Wawasan Kebangsaan di lingkungan
internal dan eksternal Organisasi peserta
• Upaya-upaya apa yang harus dilakukan agar para pemimpin
dilingkungan K/L memiliki integritas dan wawasan kebangsaan
• Kesimpulan dan Rekomendasi
Komitmen
& Integritas
ANDRIE WONGSO
Wisdom, Motivation & Inspiration Mempersembahkan: