• Tidak ada hasil yang ditemukan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

PERBANDINGAN UNJUK KERJA TOPOLOGI STAR DAN HYBRID JARINGAN

VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN):STUDI KASUS DI DNICT DILI.

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Program Studi Teknik Elektro

Disusun oleh; DINO DIAS QUINTAS

075114019

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

(2)

i

FINAL PROJECT

PERFORMANCE COMPARISON OF STAR AND HYBRID TOPOLOGY VLAN: CASE STUDY IN DNICT DILI

Presented as Partial Fulfillment of the Requirements To Obtain the Sarjana Teknik Degree

In Electrical Engineering Study Program

DINO DIAS QUINTAS 075114019

ELECTRICAL ENGINEERING STUDY PROGRAM SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY

SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA

(3)
(4)
(5)
(6)

v

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO HIDUP

Motto

Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses

~ BOOKER T WASHINGTON ~

PERSEMBAHAN

Terima kasih dan syukurku pada-Mu Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang senantiasa memberikan kemudahan bagi hamba-Nya yang telah berusaha. Petunjuk dan bimbingan-Mu selama hamba menuntut ilmu diperantauan berbuah karya sederhana ini yang kupersembahkan kepada :

1. Agamaku yang telah mengenalkan aku kepada Bunda Maria serta Putran-Nya Yesus Kristus dan mengarahkan jalan dari gelap-gulita menuju terang benderang, terimakasih Tuhan Yesus atas terang-Mu hingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir ini, walaupun kadang keluar dari jalan yang Engkau tetapkan. (“Engkau yang mendengar doaku dan mengabulkan jerih payahku”).

2. Ayah dan Ibu tercinta dengan doa dan kasih sayang tulusnya selalu senantiasa memberikan kekuatan dalam setiap langkahku, terima kasih atas semua pengorbanan yang tidak ternilai harganya.

(7)
(8)

vii INTISARI

Pada jaman perkembangan teknologi informasi semakin pesat. Salah satunya adalah jaringan komputer. Hamper semua pengolahan dan peyimpanan informasi dilakukan dengan perangkat komputer. Sekarang keadaan pelangan internet semakin banyak dan bertambah setiap saat. Oleh karena itu permintaan untuk layanan komunikasi data pada saat ini semakin lama dirasakan semakin bertambah untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pengguna di masa yang akan dating. Masyarakat Timor Leste makin hari, juga makin merasakan perkembangan global termasuk akses data melalui internet.

Dalam tugas akhir ini, penulis merancang sebuah VLAN topologi hybrid dengan melibatkan 8 buah router, 8 buah switch, 23 buah PC, 7 buah printer, dan 1 buah main server sebagai penyimpanan data base. Perancangan ini bertujuan untuk membandingkan hasil topologi jaringan star di DNICT Dili dengan topologi hybrid.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa, kecepatan data topologi hybrid lebih cepat dari pada topologi star karena akses data antar jaringan pada topologi hybrid diketahui secara langsung oleh setiap jalur yang berada pada router. Sedangkan akses data topologi star, data yang dikirim dalam satu jaringan masih melalui beberapa VLAN yang berada dalam satu jaringan.

(9)

viii ABSTRACT

In this age of information technology development growing rapidly. One is a computer network. Almost all processing and storage of information is done by computers. Now the state of customers' Internet and growing more and more each time. Hence the demand for data communication services at this the longer felt growing to meet the demanding needs of users in the days to come. The people of Timor-Leste more days, are also increasingly feel the global developments, including data access via the internet.

In this thesis, the authors designed a hybrid VLAN topology involving the 8 routers, switches 8 pieces, 23 PCs, 7 printers fruit, fruit and a main server as the storage data base. The design aims to compare the results of star network topology in DNICT Dili with hybrid topology.

Simulation results show that, hybrid topology data speeds faster than the star topology for data access between networks in a hybrid topology is known directly by each path that is on the router. While the star topology data access, data is sent in one network is still through multiple VLANs within a network.

(10)

ix

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO HIDUP

Motto

Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses

~ BOOKER T WASHINGTON ~

PERSEMBAHAN

Terima kasih dan syukurku pada-Mu Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang senantiasa memberikan kemudahan bagi hamba-Nya yang telah berusaha. Petunjuk dan bimbingan-Mu selama hamba menuntut ilmu diperantauan berbuah karya sederhana ini yang kupersembahkan kepada :

1. Agamaku yang telah mengenalkan aku kepada Bunda Maria serta Putran-Nya Yesus Kristus dan mengarahkan jalan dari gelap-gulita menuju terang benderang, terimakasih Tuhan Yesus atas terang-Mu hingga saya dapat menyelesaikan tugas akhir ini, walaupun kadang keluar dari jalan yang Engkau tetapkan. (“Engkau yang mendengar doaku dan mengabulkan jerih payahku”).

2. Ayah dan Ibu tercinta dengan doa dan kasih sayang tulusnya selalu senantiasa memberikan kekuatan dalam setiap langkahku, terima kasih atas semua pengorbanan yang tidak ternilai harganya.

(11)

x

KATA PENGANTAR

Kami pantajatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan rahmat dan karunia sehingga laporan Tugas AKhir dengan judul” Perbandingan Unjuk Kerja Topologi Star dan Hybrid Jaringan Virtual Local Area Network(VLAN)” studi kasus di DNICT Dili” ini diselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan pada penulisan maupun implementasi yang telah dilaksanakan, namun dari ketidaksempurnaan inilah yang akan mendorong seseorang menuju arah yang lebih baik gunapenyempurnaannya. Manfaat yang penulis dapat dari bimbingan dan pengarahan selama penegerjaan tugas akhir merupakan pengalaman bagi penulis, oleh sebab itu pada kesempatan ini penulis sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan kami Petunjuk, Rahmat dan karunia-NYA.

2. Ayah, Ibu, keluarga besar Laipoty dan semua Saudara-saudara saya yang selalu memberi dukungan serta do’anya.

3. Sr. Visitation, selaku yayasan Gereja Jepang yang telah memberikan bantuan finansial dan doa selama kuliah.

4. Ibu Wuri Harini, ST.,M.T selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro.

5. Ibu Wiwien Widyastuti, ST.,M.T selaku pembimbing Akademik yang selalu membimbing selama kuliah.

6. Bapak Damar Wijaya, S.T., M.T selaku Dosen Pembimbing I dan Bapak A.Bayu Primawan,S.T.,M.Eng selaku pembimbing II yang dengan penuh kesabaran membimbing, memberi saran dan kritik yang membantu penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

7. Seluruh Guru dan Dosen -ku, saya ucapkan terima kasih atas ilmu yang Engkau berikan selama ini, dan semoga Tuhan menjadikan semua ini sebagai jasa. Terima Kasih Ibu, Bapak dan Dosen -ku.

8. Seluruh Staf Teknik Elektro, terima kasih atas dukungan dan motifasinya.

9. Devita Ratnaningsih yang setia mendampingi saya mulai dari tahap pembuatan sampai tahap akhir.

(12)

xi

10. Teman-teman seperjuangan Teknik elektro Angkatan 2007 di Universitas Sanata Dharma.

11. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, yang telah membantu dalam penyusunan laporan Tugas Akhir.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan tugas akhir ini masih terdapat kekurangan-kekurangan. Untuk itu saran dan kritik membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan tugas akhir ini. Akhir kata, penulis berharap tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Terima kasih

Yogyakarta,

(13)

xii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

LEMBAR PENGESAHAN OLEH PEMBIMBING...ii

LEMBAR PENGESAHAN OLEH PENGUJI...iii

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA...iv

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO HIDUP...v

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH...vi

INTISARI...vii

ABSTRACT...viii

KATA PENGANTAR...ix

DAFTAR ISI...xi

DAFTAR GAMBAR ...xv

DAFTAR TABEL ...xvii

DAFTAR LAMPIRAN ...xviii

BAB I PENDAHULUAN ...1

1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul...1

1.2 Tujuan dan Manfaat Tugas Akhir...2

1.3 Batasan masalah...3

1.4 Metodologi Penulisan...3

1.5 Sistematika penulisan...4

BAB II JARINGAN KOMPUTER...6

2.1 Definisi Jaringan Komputer...6

2.2 Manfaat Jaringan Komputer...6

2.3 Jenis Jaringan Komputer...7

2.3.1 LAN...7

2.3.2 WAN...8

2.2.3 MAN...9

2.3.4 Jaringan Tanpa Kabel ...10

2.4 Topologi Jaringan Komputer...10

2.4.1 Topologi Star...11

2.4.2 Topologi Ring...11

2.4.3 Topologi Mesh...12

(14)

xiii 2.4.5 Topologi Hybrid...13 2.5 Internetworking...13 1. Hub...13 2. Switch...13 3. Router...13 4. Kartu Jaringan...14 5. Repeaters...14 6. Bridges...14 7. Token bus...14 8. Token ring...15 9. Server...16 10. Kabel...16 2.6 Internet...16 2.7 Internet Protocol...16 2.7.1 Alamat IP...17

2.7.2 Kelas Alamat IP...17

2.7.3 Jenis Alamat IP...18

2.8 Virtual LAN...18

2.8.1 Keuntungan VLAN...20

2.8.2 Prinsip Kerja VLAN...21

2.8.3 Jenis-Jenis VLAN...21

2.8.3.1 VLAN Berdasarkan Port Switch...21

2.8.3.2 VLAN Berdasarkan MAC Address...22

2.8.3.3 VLAN Berdasarkan Jenis Protokol...22

2.8.4 Jenis-Jenis Koneksi VLAN...22

2.8.4.1 Trunk Link...23

2.8.4.2 Access Link...23

2.8.4.3 Hybrid Link...23

2.9 Switch...24

2.9.1 Menghubungkan Switch dengan Komputer...24

2.9.2 Menghubungkan Switch dengan Jaringan LAN...25

2.10 Router...25

(15)

xiv

2.10.2 Jenis-Jenis Router...26

2.11 Packet Tracer...26

1. Address Resolution Protocol...27

2. Enhanced Interior Gateway Routing Protocol...27

3. Routing Information Protocol...27

4. Transmission Control Protocol...27

5. Telecommunication network...27

6. Domain Name System...28

7. Cisco Discovery protocol...28

8. Internet Control Message Protocol...28

9. User Datagram Protocol...28

10. Open Shortest Path First... 28

11. Trivial File Transfer Protocol...29

12. Secure Shell... 29

13. VLAN Trunking Protocol... 29

14. Hypertext Transfer Protocol... 29

BAB III PERANCANGAN PENELITIAN...30

3.1 Data Awal Penelitian...30

3.1.1 IP Addressing... 30

3.1.2 Arsiterktur Nacional Connectivity Project...31

3.1.3 Virtual Local Area Networks...31

3.1.4 Firewall DMZ...32

3.2 Perancangan Jaringan...34

3.3 Perancangan Jaringan VLAN...35

3.4 Perencanaan Pengambilan Data...35

3.5 Metode Pembandingan Data...36

3.6 Metode Analisis Data...36

BAB IV PEMBAHASAN HASIL SIMULASI...38

4.1 Data topologi star di DNICT...38

4.2 Hasil Perancangan Jaringan VLAN...40

4.2.1 Konfigurasi Jaringan VLAN dengan Packet Tracer...42

4.3 Pengujian Hasil Konfigurasi...44

(16)

xv

4.3.2 Pengujian koneksi dengan perintah PDU...50

4.3.3 Pengujian koneksi dengan Add Simple PDU...53

4.3.4 Pengujian Koneksi Internet...55

4.3.5 Pengujian time transmit/delay...56

BAB V PENUTUP...59

(17)

xvi

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kelas Alamat IP...17

Tabal 2.2 Pengelompokan VLAN Berdasarkan Port Switch...21

Tabel 2.3 Pengelompokan VLAN berdasarkan MAC Address...22

Tabel 2.3 Pengelompokkan VLAN berdasarkan Tipe Protokol...22

Tabel 3.1 Device yang terdapat pada packet tracer dan di DNICT...30

Tabel 3.2 CPE Equipment Management – Dili...33

Tabel 4.1 Hasil pengujian perintah ping pada topologi star...47

Tabel 4.2 Koneksi dari node VLAN SEFOPE ke server...48

Tabel 4.3 Koneksi dari server ke VLAN SEFOPE...48

Tabel 4.4 Koneksi dari node VLAN SEFOPE ke server...49

Tabel 4.5 Perbandingan hasil topologi star dan topologi hybrid perintah ping...50

Tabel 4.6 Hasil uji koneksi topologi star dengan perintah PDU...52

Tabel 4.7 Hasil Koneksi VLAN dengan complex PDU dari server ke node...52

Tabel 4.8 Troughput atau kecepatan data...56

Tabel 4.9 Time Transmit/Delay...57

Tabel 4.10 Packet Loss...57

(18)

xvii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Jaringan LAN...8

Gambar 2.2 Jaringan WAN...9

Gambar 2.3 Jaringan MAN...9

Gambar 2.4 Jaringan Tanpa Kabel...10

Gambar 2.5 Topologi Star...11

Gambar 2.6 Topologi Ring...11

Gambar 2.7 Topologi Mesh...12

Gambar 2.8 Topologi Bus...12

Gambar 2.8 Topologi Hybrid...13

Gambar 2.9 Koneksi Fisik LAN...19

Gambar 2.10 Koneksi Fisik VLAN...20

Gambar 2.11 Trunk Link Antara 2 buah Bridge yang VLAN- aware...23

Gambar 2.12 Access Link antara bridge dan perangkat VLAN-unawere...23

Gambar 2.13 Hybrid link...23

Gambar 2.14 Koneksi switch dengan PC atau laptop...24

Gambar 2.15 Koneksi Menggunakan Kabel Staraigh-Through...25

Gambar 3.1 Arsitekrur High Level...31

Gambar 3.2 NCP Phase 2 – VLANs...32

Gambar 3.3 NCP Phase 2 – DMZ...32

Gambar 3.4 Topologi Star di DNICT...34

Gambar 3.5 Jaringan Kongfigurasi VLAN awal...35

Gambar 4.1 Jaringan Fisik Topologi Star di DNICT...39

Gambar 4.2 Topologi Star dengan Packet Tracer...39

Gambar 4.3 Jaringan Fisik VLAN Dengan Topologi Hybrid...40

Gambar 4.4 Jaringan VLAN Topologi Hybrid Dengan Packet Tracer...41

Gambar 4.5 Konfigurasi IP address pada PC...42

Gambar 4.6 Konfigurasi Routing Router...43

Gambar 4.7 Jaringan yang diijinkan untuk akses...45

Gambar 4.8 Jaringan yang tidak diijinkan untuk akses...45

Gambar 4.9 Hasil Pengujian Koneksi komputer dengan perintah Ping...46

Gambar 4.10 Hasil Uji Koneksi dengan Window PDU dengan setiap PC...51

(19)

xviii

Gambar 4.12 Pengujian koneksi dengan perintah PDU dengan setiap VLAN...54 Gambar 4.13 Pengujian koneksi internet...55 Gambar 4.14 Pengujian Delay Capturing...56

(20)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Pemilihan Judul

Pada saat ini perkembangan teknologi informasi semakin pesat. Salah satunya adalah komputer. Hampir semua pengolahan dan penyimpanan informasi dilakukan dengan perangkat komputer, dan ini lebih mudah dilakukan apabila sebuah perangkat terhubung ke sebuah jaringan[1]. Seiring dengan berkembangnya kebutuhan dalam jaringan komputer, diperlukan pengembangan jaringan LAN dalam suatu jaringan komputer, serta demi keamanan informasi yang akan dikirimkan, sebuah LAN tidak diijinkan untuk mendapatkan akses ke LAN lainnya. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan kebutuhan perangkat Switch yang lebih banyak dan akan menambahkan biaya lebih banyak[2].

Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer model I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.

Pada saat ini kondisi koneksi internet yang sedang berjalan di DNICT Dili masih sangat sederhana, karena topologi ini tidak bisa menjangkau pada kota-kota kecil sehingga jaringan internet belum bisa diakses oleh masyarakat di pedesaan. Topologi yang digunakan di DNICT adalah topologi star. Pada topologi star, khususnya di DNICT selalu terjadi ganguan pada perangkat yang digunakan sehingga kondisi hub harus tetap dalam keadaan baik. Kondisi jaringan ini juga sering terjadi kerusakan hub berakibat lumpuhnya seluruh link dalam jaringan sehingga komputer tidak dapat saling berkomunikasi.

Topologi jaringan komputer adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk suatu jaringan. Dalam suatu jaringan komputer jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu

(21)

maka perlu dicermati setiap keuntungan dan kelebihan serta karakteristik dari masing-masing topologi[4].

Prinsip kerja topologi hybrid Virtual Local Area Network (VLAN) pada switch dengan simulasi jaringan switch. Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama[1].

Topologi yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah topologi hybrid. Beberapa komputer tersebut dibuat menjadi saling terhubung ke dalam satu jaringan yang lebih luas. Karena topologi ini merupakan gabungan dari banyak topologi, maka kelebihan/kekurangannya adalah sesuai dengan kelebihan atau kekurangan dari masing-masing jenis topologi yang digunakan dalam jaringan bertopologi Hybrid tersebut. Maka dari uraian-uraian di atas penulis akan mencoba membahas lebih jelas dalam tugas akhir ini dengan judul” Perbandingan Unjuk Kerja Topologi Star dan Hybrid Jaringan Virtual

Local Area Network(VLAN)” studi kasus di DNICT Dili. Dengan beberapa alasan dalam

pemilihan judul ini antara lain melakukan perbandingan hasil perancangan topologi hybrid dengan topologi star yang sedang berjalan di DNICT Dili. Perbandingan ini dilakukan dengan simulasi. Jika perbandingan hasil simulasi ini berhasil maka penulis akan mencoba menerapkan jaringan ini di organisasi DNICT jika perlu pada suatu saat nanti serta memperdalam jaringan informasi yang berbasis switch.

1.2

Tujuan dan Manfaat Tugas Akhir

Tujuan tugas akhir ini antara lain;

1. Membandingkan topologi hybrid dengan topologi star untuk diterapkan di DNICT Dili.

Manfaat Tugas Akhir ini antara lain;

1. Menjadi alternatif lain dalam mengatasi permasalahan koneksi jaringan internet di DNICT Dili.

(22)

1.3

Batasan masalah

Batasan masalah pada penelitian ini adalah;

1. Topologi VLAN yang dirancang adalah topologi hybrid.

2. Ruang lingkup pengambilan data dilakukan di DNICT Dili, Timor Leste. 3. Perancangan sistem dilakukan dengan aplikasi simulasi packet tracer. 4. Unjuk kerja diukur dari hasil pembandingan dengan topologi star. 5. Data topologi star diambil dari DNICT

6. Pembahasan sistem sebatas dengan Parameter yang di ukur pada packet tracer.

1.4

Metodologi Penulisan

Penelitian ini menggunakan metode : 1. Studi literatur

a. Dalam studi literatur mempelajari tentang topologi hybrid, jaringan VLAN dan switch dengan mengumpulkan jurnal-jurnal, buku-buku, dan referensi lainnya yang dapat mendukung topik ini.

2. Variabel penelitian

a. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah switch yang digunakan dengan model yang berbeda-beda dan router serta software yang bisa digunakan dalam simulasi ini.

b. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah simulasi unjuk kerja topologi hybrid dengan switch pada jaringan VLAN serta kelebihan topologi hybrid.

3. Metode pengumpulan data

Data yang diambil dalam penelitian ini adalah internet informasi jaringan VLAN, data topologi star, Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:

a. Metode observasi

Kegiatan observasi dalam penelitian dilakukan untuk mengamati proses konfigurasi switch, yang diamati langsung ditempat penilitian dengan cara mencoba dan melihat langsung.

(23)

b. Metode dokumentasi

Dokumentasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gambar atau foto tentang tempat penelitian, perangkat dan software serta data-data yang berkaitan dengan topik yang akan dikaji.

c. Metode eksperimen

Eksperimen yang dilakukan memonitor paket data pada topologi star dan topologi hybrid jaringan internet dan mengamati akses yang dilakukan di tempat penelitian dan melakukan simulasi.

4. Metode analisis data

Dalam metode ini dapat menganalisa hasil penilitian dengan data hasil perancangan dan menyimpulkan hasil penelitian serta melakukan simulasi topologi hybrid untuk membandingkan dengan data penelitian. Keberhasilan penelitian ini tergantung pada hasil perbandingan antara simulasi topologi star dengan hasil perancangan topologi hybrid. Hasil simulasi dikatakan berhasil jika semua koneksi antar switch berjalan dengan baik dan data hasil simulasi sesuai dengan data penilitian. Dimana, data penilitian adalah data dari topologi star di DNICT Dili.

1.5

Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN

Berisi latar belakang batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, serta sistematika penulisan.

BAB II JARINGAN KOMPUTER

Berisi paparan pengetahuan dasar mengenai jaringan komputer dan topologi jaringan serta konsep Virtual LAN. Pada bab ini juga terdapat dasar – dasar teori yang berhubungan dengan jaringan internet mulai dari konsep jaringan komputer, topologi jaringan, dan jenis-jenis jaringan komputer.

(24)

BAB III

PERANCANGAN JARINGAN

Bab ini berisi parameter-parameter yang dipakai untuk menganalisa hasil perancangan jaringan dan data-data awal yang digunakan untuk perbandingan hasil simulasi.

BAB

IV

PEMBAHASAN HASIL SIMULASI

Pada bab ini akan menganalisa hasil simulasi perancangan dan perbandingan topologi star dengan topologi hybrid dengan simulasi packet tracer. Hasil data yang dibandingkan antara topologi star dan topologi hybrid pada dalam bab ini adalah hasil delay dan kecepatan data.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran dari analisa perancangan dan perbandingan topologi jaringan serta rekomendasi.

(25)

BAB II

JARINGAN KOMPUTER

2.1

Definisi Jaringan Komputer

Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program–program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer, harddisk, dan sebagainya. Selain itu, jaringan komputer bisa diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada di berbagai lokasi yang terdiri dari lebih satu komputer yang saling berhubungan[1].

2.2

Manfaat Jaringan Komputer

Manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer, yaitu[1] : 1. Sharing resources

Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan, atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.

2. Media Komunikasi

Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi yang penting lainnya.

3. Integrasi Data

Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat, karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah, data yang terintegrasi yang memudahkan pemakai dapat dibentuk untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.

(26)

4. Pengembangan dan Pemeliharaan

Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat biaya, karena setiap pembelian komponen, seperti printer, maka tidak perlu membeli sejumlah komputer yang ada tetapi cukup satu buah karena dapat digunakan secara bersama-sama. Jaringan komputer juga memudahkan pemakai dalam merawat harddisk dan peralatan lainnya. Sebagai contoh, untuk memberikan perlindungan terhadap serangan virus, pemakai cukup memusatkan perhatian pada harddisk yang ada pada komputer pusat.

5. Keamanan Data

Sistem jaringan komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data. Karena pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai, serta teknik perlindungan terhadap harddisk, sehingga data mendapatkan perlindungan yang efektif.

6. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini

Pemakaian sumber daya secara bersama-sama akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu, data atau informasi yang diakses selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang terjadi dapat segera langsung diketahui oleh setiap pemakai.

2.3

Jenis Jaringan Komputer

Secara umum jaringan komputer terbagi atas beberapa jenis[2]. Adapun jenis-jenis jaringan komputer yang sering digunakan adalah Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN), Metropolitan Area Network (MAN), internet, dan jaringan tampa kabel.

2.3.1 LAN

Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer[2]. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk pemakaian bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan

(27)

lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya. Jaringan LAN dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1 Jaringan LAN[2]

2.3.2 WAN

Wide Area Network (WAN) mencakup daerah geografis yang luas. WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program aplikasi[2]. Mesin-mesin ini sebagai host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan dalam literatur. Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet. Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana.

Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut juga sirkuit, channel, atau trunk) memindahkan bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya. Jaringan WAN dapat dilihat pada Gambar 2.2.

(28)

Gambar 2.2 Jaringan WAN[2]

2.2.3 MAN

Metropolitan Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN[2]. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel dan tidak mempunyai elemen switching yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan menjadi lebih sederhana. Jaringan MAN dapat dilihat pada Gambar 2.3.

(29)

2.3.4 Jaringan Tanpa Kabel

Komputer mobile seperti komputer notebook dan Personal Digital Assistant (PDA), merupakan cabang industri komputer yang paling cepat pertumbuhannya[3]. Banyak pemilik jenis komputer tersebut yang sebenarnya telah memiliki mesin-mesin desktop yang terpasang pada LAN atau WAN tetapi karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat terbang, banyak yang tertarik untuk memiliki komputer dengan jaringan tanpa kabel ini. Jaringan tanpa kabel dapat dilihat pada Gambar 2.4.

Gambar 2.4 Jaringan Tanpa Kabel[3]

2.4

Topologi Jaringan Komputer

Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah jaringan didesain. Pola ini sangat erat kaitannya dengan metode access dan media pengiriman yang digunakan[4]. Topologi yang ada sangatlah tergantung dengan letak geograpis dari masing-masing terminal, kualitas kontrol yang dibutuhkan dalam komunikasi ataupun penyampaian pesan, serta kecepatan dari pengiriman data. Definisi topologi terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik (physical topology) yang menunjukkan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topologi logik (logical topology) yang menunjukkan bagaimana suatu media diakses oleh host.

(30)

2.4.1 Topologi Star

Topologi star menggunakan sebuah perangkat hub atau switch. Semua komputer dihubungkan ke hub/switch tersebut[4]. Hub/switch berfungsi untuk menerima sinyal-sinyal dari komputer dan meneruskanya ke semua komputer yang berhubungan dengan hub/switch tersebut. Topologi ini dapat dilihat pada Gambar 2.5.

Gambar 2.5 Topologi Star[4]

2.4.2 Topologi Ring

Untuk membentuk jaringan dengan topologi ring, setiap workstation harus dihubungkan seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup[4].

Keuntugan dari topologi jaringan ini adalah tingkat kerumitan jaringan yang rendah. Bila ada ganguan atau kerusakan pada suatu workstation, maka aliran trafik dapat dilewatkan pada arah lain dalam sistem. Topologi ring dapat dilihat pada Gambar 2.6.

(31)

2.4.3 Topologi Mesh

Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar node secara penuh. Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah node yang terpasang[4]. Topologi ini kurang ekonomis dalam pengoperasiannya. Topologi mesh dapat dilihat pada Gambar 2.7.

Gambar 2.7 Topologi Mesh[4]

2.4.4 Topologi Bus

Pada topologi ini, semua workstation dihubungkan secara langsung pada medium transmisi dengan kongfigurasi yang disebut Bus[4]. Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi pada topologi mesh atau star, yang pada kedua sistem tersebut dapat dilakukan komunikasi atau interkoneksi antar sentral secara bersamaan. Topologi bus dapat dilihat pada Gambar 2.8.

(32)

2.4.5 Topologi Hybrid

Topologi hybrid merupakan kongfigurasi beberapa komputer dibuat menjadi saling terhubung dalam satu jaringan yang lebih luas[4]. Karena topologi ini merupakan gabungan dari banyak topologi, maka kelabihan/kekurangannya adalah sesuai dengan kelebihan/kekurangan dari masing-masing jenis topologi yang digunakan dalam jaringan bertopologi hybrid. Topologi hybrid dapat dilihat pada Gambar 2.8.

Gambar 2.8 Topologi Hybrid[4]

2.5

Internetworking

Pada komunitas jaringan umum komputer, atau yang disebut juga dengan internetworking, di kenal dengan beberapa jenis perangkat yang berfungsi sebagai penghubung antara perangkat-perangkat end-user[5]. Beberapa jenis perangkat ini antara lain:

1. Hub

Sebuah hub adalah sebuah perangkat yang menyatukan kabel–kabel jaringan dari tiap–tiap workstation, server, atau perangkat lain. Hub mempunyai banyak slot yang dapat dipasang menurut nomor port dari card yang dituju.

2. Switch

Switch merupakan perangkat penghubung dalam LAN. Switch mengatur transfer data yang terjadi pada satu jaringan tanpa mengubah format.

3. Router

Router merupakan perangkat penghubung antara satu jaringan dengan jaringan yang lain. Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan

(33)

lain yang mungkin memiliki banyak jalur di antara keduanya. Jika dua atau lebih dari LAN terhubung dengan router, setiap LAN dianggap sebagai jaringan yang berbeda.

4. Kartu Jaringan

Kartu Jaringan merupakan perangkat yang menyediakan media untuk menghubungkan antar komputer[6]. Kebanyakan kartu jaringan adalah kartu internal, yaitu kartu jaringan yang dipasang pada slot ekspansi di dalam komputer. Kartu Jaringan umumnya telah menyediakan port koneksi untuk kabel koaksial ataupun kabel twisted pair.

5. Repeaters

Repeaters ini berfungsi untuk menguatkan sinyal[7]. Contoh yang paling mudah adalah pada sebuah LAN menggunakan topologi star dengan menggunakan kabel unshielded twisted pair. Oleh karena panjang maksimal untuk sebuah kabel unshielded twisted pair adalah 100 meter, maka untuk menguatkan sinyal dari kabel tersebut dipasanglah sebuah repeater pada jaringan tersebut. Dalam jaringan LAN, hub dan switch dapat berfungsi juga sebagai Repeater.

6. Bridges

Bridges merupakan perangkat yang membagi satu buah jaringan ke dalam dua buah jaringan[7]. Perangkat digunakan untuk mendapatkan jaringan yang efisien, karena pertumbuhan jaringan yang sangat cepat sehingga diperlukan suatu jembatan. Bridges diibaratkan seperti polisi lalu lintas yang mengatur di persimpangan jalan pada saat jam-jam sibuk. Dia mengatur agar informasi di antara kedua sisi jaringan tetap berjalan dengan baik dan teratur. Bridges juga dapat digunakan untuk mengkoneksi di antara jaringan yang menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula.

7. Token bus

Token bus adalah jaringan komputer yang menggunakan token ring virtual dalam suatu kabel koaxial[8]. Sebuah token yang dikirimkan secara beranting dan bergantian dalam jaringan itu dipakai untuk menandai komputer mana yang berhak untuk mengirimkan paket data. Masing-masing komputer (''node'') harus tahu alamat dari node sebelahnya yang akan mendapat giliran dalam pengiriman data. Jika node tersebut tidak

(34)

mempunyai data untuk dikirim, maka token akan dikirimkan langsung ke node di sebelahnya.

8. Token ring

Token Ring adalah sebuah cara akses jaringan berbasis teknologi ring yang pada awalnya dikembangkan dan diusulkan oleh Olaf Soderblum pada tahun 1969[9]. Perusahaan IBM selanjutnya membeli hak cipta dari Token Ring dan memakai akses Token Ring dalam produk IBM pada tahun 1984. Elemen kunci dari desain Token Ring milik IBM ini adalah penggunaan konektor buatan IBM sendiri (proprietary), dengan menggunakan kabel twisted pair, dan memasang hub aktif yang berada di dalam sebuah jaringan komputer. Spesifikasi asli dari standar Token Ring adalah kemampuan pengiriman data dengan kecepatan 4 megabit per detik (4 Mbps), dan kemudian ditingkatkan empat kali lipat, menjadi 16 megabit per detik. Pada jaringan topologi ring, semua node yang terhubung harus beroperasi pada kecepatan yang sama. Implementasi yang umum terjadi adalah dengan menggunakan ring 4 megabit per detik sebagai penghubung antar node, sementara ring 16 megabit per detik digunakan untuk backbone jaringan. Beberapa spesifikasi dan standar teknis token ring yang lain, seperti enkapsulasi Internet Protocol (IP) dan Address Resolution Protocol (ARP) dalam token ring dijelaskan dalam RFC 1042. Dengan token ring, peralatan network secara fisik terhubung dalam konfigurasi (topologi) ring. Data dilewatkan dari devais/peralatan satu ke devais yang lain secara berurutan. Sebuah paket kontrol yang dikenal sebagai token akan berputar-putar dalam jaringan ring ini dan dapat dipakai untuk pengiriman data. Devais yang ingin mengirim data akan mengambil token, mengisinya dengan data yang akan dikirimkan, dan kemudian token dikembalikan ke ring lagi. Protokol semacam ini dapat mencegah terjadinya kolisi data (tumbukan antar pengiriman data) dan dapat menghasilkan performansi yang lebih baik, terutama pada penggunaan high level bandwidth.

Ada tiga tipe pengembangan dari token ring dasar: Token ring Full Duplex, switched Token Ring, dan 100VG-AnyLAN. Token Ring Full Duplex menggunakan bandwidth dua arah pada jaringan komputer. Switched token ring menggunakan switch yang mentransmisikan data di antara segmen LAN (tidak dalam devais LAN tunggal). Sementara, standar 100VG-AnyLAN dapat mendukung baik format Ethernet maupun token ring pada kecepatan 100 Mbps.

(35)

9. Server

Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer[10]. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.

10. Kabel

Kabel merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal dari satu tempat ke tempat lain[11]. Kabel seiring dengan perkembangannya dari waktu ke waktu terdiri dari berbagai jenis dan ukuran yang membedakan satu dengan lainnya. Berdasarkan jenisnya, kabel terbagi menjadi 3 yakni kabel tembaga (copper), kabel koaksial, dan kabel serat optik.

2.6

Internet

Secara harfiah, internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian[12]. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

2.7

Internet Protocol

Sebuah workstasion yang terhubung dengan jaringan dikenal dengan nama host. setiap host harus memeliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan host lain. Internet Protocol (IP) merupakan protokol utama yang digunakan untuk menentukan jalur terbaik yang akan dilalui data yang ditransmisikan pada jaringan[12].

(36)

2.7.1 Alamat IP

Alamat IP adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan perangkat jaringan[13]. Alamat IP terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1. Alamat IP terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID. Network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan Host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu alamat IP memberikan alamat lengkap suatu Host beserta alamat jaringan di host itu berada.

2.7.2 Kelas Alamat IP

Untuk mempermudah pemakaian, Alamat IP dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Kelas Alamat IP[13]

Alamat IP kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126 .xxx.xxx.xxx., terdapat 16.777.214 (16 juta) alamat IP. Pada alamat IP kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca alamat IP kelas A, misalnya 113.46.5.6 adalah :

Network ID =113 Host ID =46.5.6

Alamat IP kelas B dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada alamat IP kelas B, nekwork ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, Cara membaca alamat IP kelas B, misalnya 132.92.121.1 adalah:

Nekwork ID =132.92 Host ID=121.1

Alamat IP kelas C dialokasikan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Range IP host ialah 8 bit terakhir.

(37)

2.7.3 Jenis Alamat IP

Dalam penggunaannya, alamat IP terdiri ke dalam 2 jenis, yaitu: 1. Alamat IP public

Alamat IP publik adalah alamat IP yang biasa digunakan pada jalur publik. Pengunaan alamat IP public harus melalui proses registrasi ke suatu organisasi yang menangani masalah penggunaan IP agar tidak terdapat host yang memiliki alamat IP yang sama.

2. Alamat IP private

Alamat IP private adalah alamat IP yang biasa digunakan pada jaringan lokal. Penggunaannya tidak memerlukan proses registrasi.

2.8

Virtual LAN

Virtual LAN (VLAN) adalah pembagian group network (jaringan) secara logis. Walaupun secara fisik terhubung ke perangkat yang sama (switch), namun secara logis jaringannya terpisah[14]. Biasanya pembagian VLAN berdasarkan fungsinya, tim proyek, maupun kelompok departemen.

VLAN dapat dilakukan melalui 2 metode, yaitu menggunakan pembagian di sisi port switch atau dikerjakan berdasarkan user name. Khusus yang berbasis pada user name, server RADIUS dibutuhkan untuk melakukan setting atau pembagian VLAN.

Bila memanfaatkan server RADIUS, setting di Access Point(AP) dapat dilepas kemudian identifikasi VLAN dilakukan di RADIUS. Aplikasi VLAN ini ditunjukkan untuk beberapa hal berikut:

1. Broadcast control

Seluruh device dalam satu VLAN merupakan anggota yang sama dan satu broadcast domain.

2. Security

Administrator dapat mengontrol tiap VLAN group.

3. Flexibility dan scalability

Fleksibel untuk menambah user dalam satu VLAN tanpa memperhatikan koneksi fisiknya.

(38)

VLAN merupakan suatu metode untuk membagi satu koneksi fisik pada sebuah LAN menjadi beberapa koneksi logika. Pada LAN yang konvensional, tiap-tiap workstation terhubung dengan sebuah hub atau repeater. Jika ada dua workstation yang mengirimkan data pada waktu yang bersamaan, maka akan terjadi tubrukan (collision) dan data yang ditransmisikan akan hilang. Untuk mencegah terjadinya collision, perangkat switch digunakan pada jaringan.

Workstation dan hub berada dalam sebuah segmen LAN. Segmen LAN juga disebut collision domain karena collision terjadi di dalam sebuah segmen. Daerah dimana terjadinya broadcast disebut dengan broadcast domain. Koneksi pada LAN secara fisik dapat dilihat dari Gambar 2.9.

Gambar 2.9 Koneksi Fisik LAN[14]

VLAN dapat membagi sebuah segmen menjadi beberapa broadcast domain. Karena VLAN membagi segmen LAN menggunakan koneksi logikal, tiap workstation tidak harus diletakkan pada lokasi yang sama dan dapat ditempatkan secara terpisah, misalnya pada lantai yang berbeda pada suatu gedung. Broadcast di dalam suatu VLAN harus melalui router yang mampu meneruskan paket data dari satu VLAN ke VLAN lainnya. Koneksi fisik dari VLAN dapat dilihat pada Gambar 2.10.

(39)

Gambar 2.10 Koneksi Fisik VLAN[14]

2.8.1 Keuntungan VLAN

VLAN memiliki keuntungan dibandingkan dengan LAN konvensional, antara lain:

1. Meningkatkan Kinerja Jaringan

Suatu jaringan banyak dipenuhi oleh trafik-trafik broadcast. VLAN dapat mengurangi pengiriman broadcast ke tujuan yang tidak diperlukan sehingga kinerja jaringan menjadi lebih efektif dan efisien.

2. Kemudahan Dalam Menajemen VLAN

User dalam suatu jaringan pasti akan mengalami panambahan, pengurangan, atau perubahan. Perubahan-perubahan ini pasti akan memerlukan biaya tambahan. VLAN dapat mengatasi hal ini karena VLAN dapat membagi-bagi user dengan menggunakan virtual workgroup.

3. Mengurangi Biaya

VLAN dapat digunakan untuk menambah broadcast domain, sehingga tidak diperlukan lagi router. VLAN juga memberikan mekanisme secara efektif untuk mengontrol perubahan yang terjadi pada jaringan dan mengurangi banyak biaya untuk kebutuhan akan mengkonfigurasi hub dan router.

(40)

4. Meningkatkan Sekuritas Jaringan

Dalam suatu jaringan, VLAN seringkali digunakan untuk mentransfer data-data penting. Pada LAN, data-data ini akan dapat diakses oleh user yang terhubung. VLAN dapat digunakan untuk membatasi akses dari user lain dengan cara membagi user yang terhubung menjadi beberapa broadcast domain.

2.8.2 Prinsip Kerja VLAN

Ketika switch menerima data dari sebuah workstation, switch dapat mengetahui identitas VLAN yang mengirim data tersebut, atau disebut juga dengan VLAN ID. VLAN ID dapat diketahui berdasarkan dari port pengirim, alamat dari Media Access Control (MAC Address) pengirim, dan alamat jaringan[14].

2.8.3 Jenis-Jenis VLAN

Ada beberapa jenis VLAN yang sering digunakan. Jenis-jenis VLAN ini dibedakan pada port switch, MAC Address, dan protokol.

2.8.3.1 VLAN Berdasarkan Port Switch

VLAN jenis ini dikelompokkan berdasarkan nomor port dari switch yang digunakan. Misalnya, pada switch yang terdiri dari 4 port, port 1, 2, dan 4 dikelompokan menjadi VLAN 1 dan port 3 dikelompokkan menjadi terlihat pada Tabel 2.2.

Tabal 2.2 Pengelompokan VLAN Berdasarkan Port Switch[14]

Keuntungan dari VLAN jenis ini adalah apabila perangkat yang terhubung ke sebuah port diganti, maka switch tidak memerlukan konfigurasi ulang karena perubahan MAC Address pada perangkat tersebut tidak mempengaruhi konfigurasi dari VLAN ini.

(41)

2.8.3.2 VLAN Berdasarkan MAC Address

VLAN ini dikelompokkan berdasarkan MAC dari tiap workstation. Pembagian VLAN jenis ini dapat dilihat pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3 Pengelompokan VLAN berdasarkan MAC Address[14]

Keuntungan dari VLAN jenis ini adalah switch dikonfigurasi berdasarkan MAC Address perangkat, sehingga apabila ada perangkat yang memiliki MAC Address yang sudah dikenal oleh switch, maka tidak memerlukan konfigurasi lagi.

2.8.3.3 VLAN Berdasarkan Jenis Protokol

VLAN jenis ini dikelompokkan berdasarkan tipe protokol yang terdapat pada header di layer 2. Pembagian VLAN jenis ini dapat dilihat pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3 Pengelompokkan VLAN berdasarkan Tipe Protokol[14]

VLAN jenis ini jarang digunakan karena pada saat ini hampir semua jaringan komputer menggunakan Protokol IP.

2.8.4 Jenis-Jenis Koneksi VLAN

Perangkat-perangkat yang terhubung pada VLAN dapat dihubungkan dengan beberapa cara. Perangkat-perangkat ini terdiri dari perangkat yang dipakai untuk VLAN, atau disebut juga VLAN-aware, dan perangkat yang tidak digunakan untuk VLAN, atau disebut VLAN-unawere. Adapun jenis koneksi pada VLAN adalah koneksi trunk (trunk link), koneksi akses (access link), dan koneksi hybrid (hybrid link).

(42)

2.8.4.1 Trunk Link

Trunk Link menghubungkan perangkat VLAN-aware dan workstation[15]. Tiap frame pada Trunk Link harus memeliki header khusus agar dapat dikenali. Trunk Link antara 2 buah bridge dapat dilihat pada Gambar 2.11.

Gambar 2.11 Trunk Link Antara 2 buah Bridge yang VLAN- aware[15]

2.8.4.2 Access Link

Access Link menghubungkan perangkat VLAN-unaware ke port bridge/switch VLAN-aware[16]. Koneksi jenis ini dapat dilihat pada Gambar 2.12.

Gambar 2.12 Access Link antara bridge dan perangkat VLAN-unawere[16]

2.8.4.3 Hybrid Link

Hybrid link merupakan kombinasi dari koneksi trunk dan access. Pada koneksi ini terdapat perangkat VLAN-aware dan VLAN-unaware[17]. Koneksi dari hybrid link dapat dilihat pada Gambar 2.13.

(43)

2.9

Switch

Switch merupakan sebuah perangkat jaringan yang mempunyai tabel penerjemah yang secara otomatis membuat daftar MAC Address dari semua komputer yang terhubung dengannya[18]. Tabel ini disebut dengan Content Addressable Memory Table (CAM table). Switch yang baru dihubungkan ke sebuah jaringan belum memiliki daftar MAC Address dari perangkat-perangkat yang terhubung ke port switch. Apabila ada sebuah host yang ingin berkomunikasi dengan host lainnya, frame yang akan dikirim berisi MAC Address tujuan 0xFFFFFFFFFFFFF. Alamat ini merupakan alamat default dari semua MAC Address dari host yang terhubung, sehingga setiap host menerima frame ini dan akan merespon frame yang dikirimkan dengan cara mengirim MAC Address dari masing-masing host. Switch akan mencatat MAC Address ke dalam CAM table, sehingga apabila pada saat proses pengiriman data selanjutnya dan MAC Address tujuan telah berada didaftar CAM Table, maka proses broadcast ini tidak dilakukan lagi.

Pada beberapa kasus, proses broadcast ini dapat menyebabkan seluruh jaringan tergangu karena tidak ada bandwidth yang tersisa untuk aplikasi. Situasi ini disebut dengan broadcast storm. Metode kongfigurasi switch dikembangkan untuk mengurangi resiko broadcast storm. Switch dapat dihubungkan dengan komputer, laptop, atau perangkat switch lainnya.

2.9.1 Menghubungkan Switch dengan Komputer

Menghubungkan switch ke komputer dapat dilakukan dengan menghubungkan komputer ke salah satu port dari switch dengan kabel tipe rollower. Jenis koneksi ini dipakai untuk melakukan konfigurasi switch. Cara menghubungkan switch dengan komputer Gambar 2.14.

(44)

2.9.2 Menghubungkan Switch dengan Jaringan LAN

Koneksi switch ke jaringan LAN membutuhkan spesifikasi dalam kabel dan konektor sehingga LAN dapat bekerja dengan optimal[19]. Jenis port dan kabel yang digunakan untuk menghubungkan switch ke LAN berbeda dengan konektor dan kabel yang digunakan untuk mengkonfigurasi switch. Koneksi fisik antara komputer dengan switch menggunakan kabel jenis straight-through terlihat pada Gambar 2.15

Gambar 2.15 Koneksi Menggunakan Kabel Staraigh-Through[19]

2.10 Router

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing[20]. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

2.10.1 Fungsi Router

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut

(45)

dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk menghubungkan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio dan mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.

Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast, sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

2.10.2 Jenis-Jenis Router

Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:

a. Static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diatur secara manual oleh para administrator jaringan.

b. Dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

2.11 Packet Tracer

Packet Tracer merupakan software yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi jaringan[21]. Setiap jaringan yang mengunakan Packet Tracer tentunya menggunakan beberapa routing antara lain:

(46)

1. Address Resolution Protocol

Address Resolution Protocol (ARP) adalah sebuah protokol dalam TCP/IP Protocol Suite yang bertanggungjawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access Control (MAC Address). ARP didefinisikan di dalam RFC 826[22]. 2. Enhanced Interior Gateway Routing Protocol

Enhanced Interior Gateway routing Protocol (EIGRP) adalah Cisco proprietary routing protokol longgar berdasarkan asal IGRP[23]. EIGRP merupakan routing protocol yang hanya di adopsi oleh router Cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada Cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router Cisco saja. EIGRP ini sangat cocok digunakan untuk midsize dan large company. Karena banyak sekali fasilitas yang diberikan pada protocol ini.

EIGRP adalah lanjutan jarak vektor routing protokol, dengan optimasi untuk meminimalkan routing ketidakstabilan yang terjadi setelah perubahan topologi, serta penggunaan dan pengolahan daya bandwidth di router. EIGRP router yang mendukung secara otomatis akan mendistribusikan informasi rute ke tetangga IGRP dengan mengubah metrik EIGRP 32 bit ke 24 bit IGRP metrik.

3. Routing Information Protocol

Routing Information Protocol(RIP) adalah routing protocol yang paling sederhana yang termasuk jenis distance vector[24]. RIP menggunakan jumlah lompatan (hop count) sebagai metric dengan 15 hop maksimum. Daftar tabel route RIP ini akan diupdate setiap 30 detik dan administrative distance untuk RIP adalah 120. Ada tiga versi dari Informasi Routing Protocol: RIPv1, RIPv2, dan RIPng.

4. Transmission Control Protocol

Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable)[25].

5. Telecommunication network

Telecommunication network(Telnet) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau LAN [26]. Telnet dikembangkan pada 1969 dan

(47)

distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. Telnet memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.

6. Domain Name System

Domain Name System(DNS), adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer[27]. Sebagai contoh: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (Mail Exchange Server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

7. Cisco Discovery protocol

Cisco Discovery protocol(CDP) merupakan Protocol Cisco Propietary yang bekerja pada layer 2, yang bisa bekerja pada device produksi Cisco[28]. CDP digunakan untuk melihat informasi terbatas atas network device lain yang terkoneksi dengan device dijalankan CDP.

8. Internet Control Message Protocol

Internet Control Message Protocol(ICMP) adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet[29]. ICMP digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.

9. User Datagram Protocol

User Datagram Protocol(UDP), adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable) dan koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP[30].

10. Open Shortest Path First

Open Shortest Path First(OSPF) adalah sebuah routing protokol standar terbuka yang telah diimplementasikan oleh sejumlah besar vendor jaringan[31].

(48)

11. Trivial File Transfer Protocol

Trivial File Transfer Protocol (TFTP) adalah sebuah protokol perpindahan berkas yang sangat sederhana yang didefinisikan pada tahun 1980. TFTP memiliki fungsionalitas dasar dari protokol File Transfer Protocol (FTP) [32].

12. Secure Shell

Secure Shell (SSH) adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data melalui saluran aman antara dua perangkat jaringan[33]. SSH banyak digunakan pada sistem berbasis Linux dan Unix untuk mengakses akun shell. SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk dicegat. Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman seperti internet.

13. VLAN Trunking Protocol

VLAN Trunking Protocol (VTP) adalah pesan protokol yang menggunakan lapisan 2 frame trunk untuk mengelola penambahan, penghapusan, dan penamaan kembali dari VLAN pada satu domain[34].

14. Hypertext Transfer Protocol

Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia[35].

(49)

BAB III

PERANCANGAN PENELITIAN

3.1

DATA AWAL PENELITIAN

Data awal yang digunakan untuk perbandingan pada tugas akhir ini adalah data yang diambil dari salah satu operator internet di DNICT Dili, Timor Leste. Data ini juga merupakan data keseluruhan dari penelitian. Data ini didapat dengan metode obsevasi dan wawancara secara langsung.

3.1.1 IP Addressing

Internet Protocol Addressing atau pengalamatan IP yang bahasa awamnya bisa disebut dengan kode pengenal komputer pada jaringan merupakan komponen vital pada internet. Istilah-istilah IP Addressing yang digunakan pada jaringan internet di DNICT antara lain IP Address, Subnet Mask, Gateway, DNS(Domain Name Server), Host Address, Network Address, IP Broadcast, Host Name, dan VLAN (Virtual Local Area Network). Pada tugas akhir ini penulis mengambil data dengan software packet tracer.

Device yang ada di DNICT dan yang ada pada packet tracer dapat dilihat pada Tabel 3.1

Tabel 3.1 Device yang terdapat pada packet tracer dan di DNICT

(50)

3.1.2 Arsiterktur Nacional Connectivity Project

Arsitektur High level merupakan jaringan aktual di DNICT. Jaringan ini menghubungkan koneksi antar beberapa distrik yang berada dalam area NCP. Arsitektur jaringan aktual dapat dilihat pada Gambar 3.1

Gambar 3.1 Arsitekrur High Level

3.1.3 Virtual Local Area Networks

Virtual Local Area Networks merupakan jaringan lokal di setiap distrik dan di setiap area yang berada dalam koneksi NCP koneksi antar VLAN di hubungkan dengan Access Point jika koneksi tersebut berada dalam satu area yang berdekatan. Arsitektur jaringan VLAN dapat dilihat pada Gambar 3.2

S ERI AL ETHE RN ET

(51)

Gambar 3.2 NCP Phase 2 – VLANs

3.1.4 Firewall DMZ

Firewall DMZ (Demilitarized Zone) adalah jaringan security boundary yang terletak di antara suatu jaringan corporate/private LAN dan jaringan public (Internet). Firewall DMZ ini harus dibuat jika perlu membuat segmentasi jaringan untuk meletakkan server yang bisa diakses public dengan aman tanpa harus bisa mengganggu keamanan system jaringan LAN di jaringan private. Perimeter (DMZ) network dirancang untuk melindungi server pada jaringan LAN corporate dari serangan hackers dari internet. DMZ dapat dilihat pada Gambar 3.3

(52)

1. Manajemen akses

Manajemen akses merupakan aplikasi yang digunakan untuk melakukan proses manajemen pemakaian pada jaringan yang berfungsi untuk mendokumentasi semua aktifitas pengunaan atau akses jaringan.

1. Management VLANs/IPs for Core Network Equipment a) Cisco 6509 – VLAN 1420 – 10.213.80.1 (telnet)

b) Firewall ASA (Internet) Active - VLAN 1420 - 10.213.80.254 (ssh & https) c) Firewall ASA (Internet) Standby - VLAN 1420 - 10.213.80.253 (ssh & https) d) Firewall ASA (DMZ) Active - VLAN 1420 - 10.213.80.10 (ssh & https) e) Firewall ASA (DMZ) Standby - VLAN 1420 - 10.213.80.11 (ssh & https) f) Catalyst 3750X (Stack) - VLAN 1420 - 10.213.80.12 (telnet)

g) Cisco 7200-16E1 – VLAN 1410 – 10.213.70.129 (only accessible from Cisco 6509) (telnet)

h) Cisco 1921 Internet – 202.80.172.62 (telnet)

Tabel 3.2 sampai dengan 3.2 menunjukkan data atau informasi manajemen akses di DNICT Dili.

(53)

3.2

Perancangan Jaringan

Jaringan awal yang digunakan di DNICT adalah jaringan internet dengan topologi star. Dalam topologi star, semua kabel dihubungkan dari komputer-komputer ke lokasi pusat (central location) dan semuanya terhubung ke suatu alat yang dinamakan hub.

Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpoint dapat dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan yang menggunakan lebih banyak kabel daripada bus dan karena semua komputer dan perangkat terhubung ke central point. Jadi bila ada salah satu komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang lainnya (jaringan). Desain atau topologi star yang diterapkan di DNICT dapat dilihat pada Gambar 3.4.

Gambar 3.4 Topologi Star di DNICT

Topologi star pada gambar 3.4 adalah topologi atau jaringan fisik yang sedang berjalan di DNICT Dili.

(54)

3.2.1 Informasi Jaringan VLAN di DNICT.

Informasi jaringan VLAN ini diambil dari hasil pengamatan pada saat koneksi berlangsung. Dari informasi ini koneksi bisa dilihat langsung jika ada jalur yang tidak terkoneksi. Infomasi VLAN di DNICT dapat dilihat pada lampiran 3a.

3.3

Perancangan Jaringan VLAN

Pada penulisan tugas akhir ini penulis merancang sebuah jaringan VLAN dengan topologi hybrid. Topologi ini adalah gabungan dari beberapa topologi jaringan menjadi satu jaringan. Topologi hybrid dapat dilihat pada Gambar 3.5

Gambar 3.5 Jaringan Kongfigurasi VLAN

3.4

Perencanaan Pengambilan Data

Data yang diambil adalah data penelitian di DNICT Dili. Pada tugas akhir ini, dapat mengambil data dengan beberapa metode antara lain:

a) Metode observasi atau pengamatan langsung.

Metode ini langsung mengadakan observasi atau penelitian pada salah satu operator jaringan komputer di DNICT Dili, Timor Leste. Dalam observasi ini peneliti memperoleh data maupun informasi tentang topologi jaringan maupun akses data pada jaringan internet.

(55)

b) Interview atau Wawancara

Metode interview atau wawancara ini dilakukan untuk mengumpulkan data dengan mengatakan secara langsung kepada informan atau responden dengan mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri self report, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Dalam hal ini mengadakan wawancara dengan setiap kayarawan DNICT, sehingga lebih leluasa menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan obyek yang ditiliti. Obyek yang diteliti pada penelitian ini adalah data yang berkaitan tentang kongfigurasi switch pada jaringan VLAN dan topologi jaringan yang ada di DNICT.

c) Studi Pustaka

Studi pustaka merupakan salah satu metode yang penulis gunakan untuk mendapat referensi yaitu dengan informasi yang diperoleh memalui membaca, mencatat secara sistematis fenomena-fenomena yang dibaca dari sumber tertentu. Penulis melengkapi dengan membaca dan mempelajari buku-buku serta referensi yang relevan dengan masalah yang dibahas. Yang menjadi topik atau acuan dalam mendapatkan referensi ini adalah tentang jaringan internet, topologi jaringan serta kongfigurasi jaringan.

3.5

Metode pembandingan data

Dalam penulisan tugas akhir ini membandingkan data yang diperoleh dari penelitian dengan data eksperimen atau data dari perancangan jaringan VLAN. Data dari penelitian adalah informasi jaringan internet, topologi star dan konfigurasi jaringan yang ada di DNICT. Data eskperimen adalah data yang diperoleh dari hasil perancangan jaringan VLAN dengan topologi hybrid. Kedua sumber data ini akan dibandingkan untuk mendapatkan hasil dalam penulisan tugas akhir ini.

3.6

Metode analisis data

Menganalisis data sebenarnya yang diutamakan adalah mengorganisasi data, namun dalam penelitian ini yang tepenting adalah mengintepretasikan data. Berdasarkan pengolahan data yang telah melalui data fisik maupun non fisik akan dilakukan intepretasi sehingga mampu merangkai data-data yang terkumpul secara keseluruhan.

Proses analisis merupakan usaha untuk menemukan jawaban atas pertanyaan, perihal dan rumusan-rumusan yang diperoleh dalam penelitian. Proses analisis data dalam penelitian ini terdapat beberapa tahap, yang pertama dilakukan dengan membaca data-data,

(56)

tabel-tabel atau angka-angka yang diperoeh dari laporan mingguan tentang jaringan dari setiap jaringan VLAN. Data yang di analisis dalam tugas akhir ini adalah data hasil penelitian dengan data hasil eksperimen. Data dari penelitian adalah data jaringan internet, topologi star, konfigurasi jaringan dan informasi jaringan VLAN. Data dari perancangan adalah topologi hybrid serta data-data yang diperoleh dari hasil semulasi dengan packet tracer. Kualitas link dapat diketahui jika data yang dikirim melalui satu titik ke titik lain seharusnya sama dengan data yang diterima. Data yang dikirim secara utuh sampai ketempat tujuan maka koneksi tersebut tidak terdapat error.

Data yang diambil dalam tugas akhir ini dengan packet tracer antara lain: 1) Troughput atau kecepatan data

Troughput atau kecepatan data dalam jaringan ini adalah jumlah data dalam bit yang melewati medium dalam satu detik. Umumnya dituliskan dalam bit per detik (bit per second) dan disimbolkan bit/s.

2) Delay

Delay didefinisikan sebagai total waktu tunda suatu paket yang diakibatkan oleh proses transmisi dari satu titik ke titik lain yang menjadi tujuannya. Delay di dalam jaringan ini dapat digolongkan seperti delay processing, delay packetization, delay serialization, dan delay network.

(57)

BAB IV

PEMBAHASAN HASIL SIMULASI

4.1

Data topologi star di DNICT

Data topologi star diambil dari salah satu operator jaringan internet di DNICT Dili. Data yang di ambil dari topologi star antara lain:

1. Data paket

Data paket adalah data yang dikirim melalui frame link antar PC maupun antar VLAN yang terdapat dalam koneksi internet di DNICT Dili.

2. Data trafik

Data yang didapat dengan melalui monitor dari server ke end user di setiap departemen yang ada di DNICT Dili.

Data ini juga diambil dari beberapa departemen yang terkoneksi dengan jaringan VLAN di DNICT antara lain:

1) Sekretáriu Estadu ba Formasun Profisionál no Empregu (SEFOPE) 2) Secretariado Técnico de Administração Eleitoral (STAE)

3) Desenvolvimento RURAL

4) Policia Nacional Timor Leste PNTL 5) HOSPITAL.

Departemen-departemen tersebut merupakan jaringan teknis yang terhubung dengan jaringan internet. Topologi star terdiri dari jaringan fisik dan konfigurasi topologi jaringan pada Packet Tracer. Jaringan fisik Topologi star di DNICT Dili dapat dilihat pada Gambar 4.1.

(58)

Gambar 4.1 Jaringan Fisik Topologi Star di DNICT

Hasil data topologi star dilihat dengan simulasi pada Packet Tracer. Topologi star dengan Packet Tracer dapat dilihat pada Gambar 4.2

Gambar 4.2 Topologi Star dengan Packet Tracer.

Gambar 4.2 memperlihatkan setiap jaringan VLAN terhubung dengan switch sebagai pembagi jaringan VLAN. Jaringan VLAN menggunakan switch tunggal di setiap kantor yang terkoneksi jaringan internet. Gambar 4.2 juga menunjukkan bahwa setiap switch terdapat satu sampai dua jaringan VLAN. Setiap VLAN terdapat beberapa PC dan printer yang digunakan sebagai akses internet. Ada enam jaringan local dengan jumlah PC minimal dua buah dalam satu VLAN, 29 PC, 5 buah printer, 6 buah switch, 2 buah router,

Gambar

Gambar 4.12 Pengujian koneksi dengan perintah PDU dengan setiap VLAN................54 Gambar 4.13 Pengujian koneksi internet..........................................................................55 Gambar 4.14 Pengujian Delay Capturing.................
Gambar 2.2 Jaringan WAN[2]
Gambar 2.4 Jaringan Tanpa Kabel[3]
Gambar 2.5 Topologi Star[4]
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji coba terpakai, yaitu uji coba yang hasilnya akan sekaligus digunakan sebagai data penelitian yang kemudian akan di analisis (Hadi,

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan peneliti maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hubungan cinta baik jarak dekat/face to

Untuk dokumen fotografi memiliki data teks dan beberapa data gambar maka penulis ingin meneliti apakah data gambar pada sistem Pemerolehan Informasi dengan

a) Penelitian dan pengumpulan data (Research and information collecting), termasuk dalam langkah ini antara lain studi literatur yang berkaitan dengan permasalahan

dapat dilihat halaman web dapat menampilkan semua penawaran yang dilakukan oleh kedua pengguna (terlihat pada gambar 5.1. dan gambar 5.2.), sesuai dengan data

Kelas ini adalah terdapat beberapa atribut yang berfungsi untuk menghitung dan melakukan proses deteksi outlier pada seriap obyek data sehingga nantinya setiap

Dari hasil fitting data pada gambar 4.5 dan 4.6, untuk diameter 3,97 cm diperoleh nilai koefisien yang menyatakan kebergantungan faktor kualitas akustik yang dipengaruhi

a. Model Kalibrasi Multivariat PLS. 1) Data konsentrasi dan absorbansi kelompok larutan kalibrasi yang disajikan dalam kertas kerja perangkat lunak Microsoft Excel