• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL Tbk.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL Tbk."

Copied!
150
0
0

Teks penuh

(1)

.

Tanggal Pernyataan Efektif dari Bapepam dan LK : 22 Juni 2011 Tanggal Pencatatan Saham Hasil HMETD di Bursa Efek Indonesia : 7 Juli 2011 Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (”RUPSLB”) : 22 Juni 2011 Periode Perdagangan HMETD : 7 Juli – 13 Juli 2011 Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 30 Juni 2011 Periode Pelaksanaan HMETD : 7 Juli – 13 Juli 2011 Tanggal Cum HMETD di Pasar Tunai : 5 Juli 2011 Tanggal Terakhir Pembayaran Untuk Pemesanan Saham Tambahan : 15 Juli 2011 Tanggal Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi : 1 Juli 2011 Periode Penyerahan Saham Yang Berasal Dari Hasil Pelaksanaan

HMETD

: 11 Juli – 15 Juli 2011 Tanggal Ex HMETD di Pasar Tunai : 6 Juli 2011 Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan : 18 Juli 2011 Tanggal Pencatatan (Recording Date) Untuk Memperoleh HMETD : 5 Juli 2011

Perkiraan Tanggal Distribusi HMETD : 6 Juli 2011

Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Pembelian Saham Tambahan (Refund)

: 20 Juli 2011

BAPEPAM-LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

PT INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL TBK. (”PERSEROAN”) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.

PT INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL Tbk.

Kegiatan Usaha

Bergerak dalam bidang usaha perdagangan, pembangunan, pengangkutan, pertanian, perindustrian, perbengkelan, jasa dan pertambangan Berkedudukan di Jakarta Timur, Indonesia

Kantor Pusat Wisma Indomobil Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 8

Jakarta 13330, Indonesia

Telepon : (021) 856 4850, 856 4860, 856 4670, 856 6858, Faksimili : (021) 856 4872 Situs: www.indomobil.com

PENAWARAN UMUM TERBATAS II (”PUT II”) KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM

DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (”HMETD”)

Sebanyak-banyaknya 345.659.801 (tiga ratus empat puluh lima juta enam ratus lima puluh sembilan ribu delapan ratus satu) Saham Biasa Atas Nama, atau 25% (dua puluh lima persen) dari modal ditempatkan dan disetor dengan nilai nominal Rp500 (lima ratus Rupiah) per saham, ditawarkan dengan harga Pelaksanaan sebesar Rp8.000 (delapan ribu Rupiah) setiap saham, sehingga jumlah dana yang diperoleh dari PUT II dalam rangka penerbitan HMETD seluruhnya sebanyak-banyaknya Rp 2.765.278.408.000 (dua triliun tujuh ratus enam puluh lima miliar dua ratus tujuh puluh delapan juta empat ratus delapan ribu Rupiah). Setiap pemegang 3 (tiga) saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 5 Juli 2011 pukul 16.00 WIB berhak atas 1 (satu) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru yang ditawarkan dalam PUT II. Setiap saham harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan dan Pembelian Saham.

Jumlah saham baru yang ditawarkan dalam PUT II ini adalah sejumlah 25% (dua puluh lima persen) dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan dan akan dikeluarkan dari portepel serta akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku. Saham dari PUT II memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (rounded down).

Apabila saham yang ditawarkan dalam PUT II ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang bukti HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan efek berdasarkan harga pesanan.

PT Cipta Sarana Duta Perkasa dan PT Tritunggal Intipermata (“Para Pemegang Saham Mayoritas”) yang merupakan pemegang saham Perseroan tidak akan melaksanakan sebesar 322.865.500 (tiga ratus dua puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima ratus) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT II. Berdasarkan “Rights Subscription Agreement” tanggal 10 Mei 2011 sebagaimana diubah dengan “Addendum to the Rights Subscription Agreement” tertanggal 16 Juni 2011 yang keduanya dibuat di bawah tangan antara Perseroan, Para Pemegang Saham Mayoritas dengan PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk., dimana Para Pemegang Saham Mayoritas mengalihkan sebesar 322.865.500 (tiga ratus dua puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima ratus) HMETD kepada PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. yang akan dilaksanakan pada hari yang sama HMETD akan dilaksanakan oleh PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk., dan selanjutnya PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. akan menawarkan dan menjual saham hasil pelaksanaan HMETD yang diperoleh dari Para Pemegang Saham Mayoritas, segera setelah saham tersebut diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Perseroan yaitu PT Raya Saham Registra, kepada para investor asing maupun domestik melalui penawaran terbatas. HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR BURSA EFEK INDONESIA SELAMA TIDAK KURANG DARI 5 (LIMA) HARI KERJA MULAI TANGGAL 7 JULI 2011 SAMPAI DENGAN 13 JULI 2011. TANGGAL TERAKHIR PELAKSANAAN HMETD ADALAH TANGGAL 13 JULI 2011 DIMANA SETIAP HMETD YANG TIDAK DILAKSANAKAN SAMPAI DENGAN TANGGAL TERSEBUT MENJADI TIDAK BERLAKU LAGI. PENCATATAN SAHAM BARU HASIL PELAKSANAAN HMETD AKAN DILAKUKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TANGGAL 7 JULI 2011.

PUT II INI MENJADI EFEKTIF SETELAH DISETUJUI OLEH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA (RUPSLB) PERSEROAN YANG AKAN DIADAKAN PADA TANGGAL 22 JUNI 2011. DALAM HAL RUPSLB TIDAK MENYETUJUI PUT II, MAKA SEGALA KEGIATAN DAN/ATAU TINDAKAN LAIN BERUPA APAPUN JUGA YANG TELAH DILAKSANAKAN DAN/ATAU DIRENCANAKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA PENERBITAN HMETD SESUAI DENGAN JADWAL TERSEBUT DI ATAS MAUPUN DALAM PROSPEKTUS INI ATAU DOKUMEN LAIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENCANA PUT II INI, DIANGGAP TIDAK PERNAH ADA DAN TIDAK DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR ATAU ALASAN APAPUN JUGA OLEH SIAPAPUN UNTUK MELAKUKAN TINDAKAN HUKUM BERUPA APAPUN TERHADAP PIHAK MANAPUN TERMASUK PERSEROAN SERTA LEMBAGA PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL YANG DITUNJUK DALAM RANGKA PUT II INI.

PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PARA PEMEGANG SAHAM

PEMEGANG SAHAM LAMA YANG TIDAK MELAKSANAKAN HAKNYA UNTUK MEMBELI SAHAM BARU YANG DITAWARKAN DALAM PUT II INI SESUAI DENGAN HMETD-NYA AKAN MENGALAMI PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAMNYA (DILUSI) SAMPAI DENGAN MAKSIMUM SEBESAR 25% (DUA PULUH LIMA PERSEN).

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO FLUKTUASI HARGA SERTA GANGGUAN PASOKAN CKD DAN SUKU CADANG. RISIKO-RISIKO USAHA PERSEROAN LAINNYA DAPAT DILIHAT PADA BAB V TENTANG RISIKO USAHA DALAM PROSPEKTUS.

(2)

Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Emisi Efek sehubungan dengan PUT II kepada Ketua Bapepam-LK di Jakarta dengan Surat No. 327/IMSI/CS-179/V/11 pada tanggal 10 Mei 2011, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan No. IX.D.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, Peraturan No. IX.D.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-08/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, dan Peraturan No. IX.D.3 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-09/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yang merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka PUT II ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua informasi atau fakta material, serta kejujuran pendapat yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta kode etik, norma dan standar profesinya masing-masing.

Sehubungan dengan PUT II ini, setiap pihak yang terafiliasi tidak diperkenankan untuk memberikan penjelasan atau membuat pernyataan apapun mengenai data yang tidak diungkapkan di dalam Prospektus ini tanpa memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Perseroan.

Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang turut serta dalam PUT II ini tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Jika Saham Atas Nama Biasa baru yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas II ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya, seperti yang tercantum dalam Sertifikat Bukti Right atau Surat Bukti Kepemilikan (SBK) secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 13 Juli 2011 dimana hak yang tidak dilaksanakan sesudah tanggal tersebut, maka HMETD tersebut tidak berlaku lagi. Dalam hubungannya dengan Peraturan IX.D.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, dalam hal pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan efek tersebut menjadi milik Perseroan dan akan dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya akan dimasukkan ke dalam rekening Perseroan. Kecuali bagi pemegang saham yang mendapatkan HMETD kurang dari 1 (satu), maka akan dilakukan pembulatan ke bawah dengan minimal kepemilikan 1 (satu) HMETD.

PUT II INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG ATAU PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI REPUBLIK INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR WILAYAH INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI ATAU SERTIFIKAT BUKTI HMETD, MAKA DOKUMEN-DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI PENAWARAN EFEK UNTUK PENJUALAN DI YURISDIKSI MANAPUN YANG MELARANG HAL TERSEBUT. HMETD DAN SAHAM BIASA ATAS NAMA PERSEROAN YANG AKAN DITERBITKAN SETELAH PELAKSANAAN HMETD (“SAHAM PELAKSANAAN”) TIDAK AKAN DIDAFTARKAN BERDASARKAN HUKUM MAUPUN DI DALAM YURISDIKSI LAIN DI LUAR INDONESIA, TERMASUK DI AMERIKA SERIKAT. DENGAN DEMIKIAN, SETIAP PIHAK YANG BERADA DI YURISDIKSI LAIN DI LUAR INDONESIA, TERMASUK DI AMERIKA SERIKAT, DI MANA TIDAK DIPERBOLEHKAN UNTUK MELAKSANAKAN HMETD DAN PERSEROAN SERTA PARA AGENNYA BERHAK UNTUK MENOLAK SETIAP PERMINTAAN DARI PIHAK TERSEBUT UNTUK PELAKSANAAN HMETD.

PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN PUBLIK.

(3)

DAFTAR ISI

DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN... 5

RINGKASAN... 9

I. PENAWARAN UMUM TERBATAS II... 14

II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS II ... 17

III. PERNYATAAN HUTANG ... 19

IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN... 27

V. RISIKO USAHA ... 43

VI. KEJADIAN DAN TRANSAKSI PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN... 48

VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN ... 49

1. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN... 49

2. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN ... 49

3. STRUKTUR ORGANISASI... 52

4. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN... 52

5. SUMBER DAYA MANUSIA ... 58

6. KETERANGAN TENTANG PERUSAHAAN TERASOSIASI DAN PENYERTAAN PERSEROAN PADA PERUSAHAAN LAIN ... 59

7. KETERANGAN TENTANG PEMEGANG SAHAM UTAMA BERBENTUK BADAN HUKUM ... 84

8. HUBUNGAN KEPEMILIKAN, PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN DENGAN PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM DAN PERUSAHAAN TERASOSIASI... 87

9. DIAGRAM KEPEMILIKAN PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAN SERTA PEMEGANG SAHAM... 88

10. ASET TETAP... 89

11. TRANSAKSI DENGAN PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA... 89

12. PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA ... 91

13. PERKARA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN... 99

VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN DAN ANAK PERUSAHAAN ... 100

1. UMUM ... 100

2. SEJARAH SINGKAT... 101

3. KEUNGGULAN KOMPETITIF ... 101

4. STRATEGI USAHA... 102

5. PRODUK DAN JASA ... 104

6. KENDALI MUTU ... 109

7. PEMASARAN, PENJUALAN, DISTRIBUSI DAN LAYANAN PURNA JUAL... 109

8. PEMASOK... 110

9. HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL ... 111

10. ANAK PERUSAHAAN, PERUSAHAAN ASOSIASI DAN PENANAMAN MODAL LAINNYA... 111

11. PERSAINGAN USAHA ... 112

12. BEA IMPOR DAN PAJAK LAINNYA ... 113

13. PENGHARGAAN... 113

14. LINGKUNGAN... 113

15. ASURANSI ... 114

(4)

17. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN / CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY CSR)... 115

18. MANAJEMEN RISIKO... 115

19. TEKNOLOGI INFORMASI... 116

IX. INDUSTRI OTOMOTIF INDONESIA ... 118

X. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING ... 134

XI. EKUITAS ... 137

XII. KEBIJAKAN DIVIDEN... 138

XIII. PERPAJAKAN... 139

XIV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL... 141

XV. INFORMASI TAMBAHAN ... 143

XVI. PERSYARATAN PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM PERSEROAN ... 144

XVII. KETERANGAN TENTANG HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU ... 148

(5)

DEFINISI, ISTILAH DAN SINGKATAN

Dalam Prospektus ini, kecuali apabila kalimatnya menyatakan lain, kata-kata sebagaimana disebutkan di bawah memiliki arti sebagai berikut:

”Afiliasi” : Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1 UUPM, yaitu:

a. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

b. hubungan antara pihak dengan pegawai, Direktur atau Komisaris dari pihak tersebut; c. hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota Direksi

atau Komisaris yang sama;

d. hubungan antara perusahaan dengan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;

e. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau

f. hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.

”Anak Perusahaan” : Perusahaan-perusahaan yang berbentuk badan hukum perseroan terbatas berdasarkan

Hukum Negara Republik Indonesia yang saham-sahamnya dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Perseroan dimana kepemilikan Perseroan pada perusahaan-perusahaan tersebut lebih dari 50% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dalam perusahaan-perusahaan tersebut dan/atau memberikan kontribusi signifikan terhadap keuangan Perseroan serta laporan keuangannya dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perseroan, yang dalam hal ini meliputi antara lain PT IMG Sejahtera Langgeng (IMGSL), PT Indotruck Utama (ITU), PT Garuda Mataram Motor (GMM), PT Rodamas Makmur Motor (RMM), PT National Assembler (NA), PT Unicor Prima Motor (UPM), PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI), PT Wahana Inti Central Mobilindo (WICM), PT Central Sole Agency (CSA), PT Multicentral Aryaguna (MCA), PT Indomobil Wahana Trada (IWT), PT Indomobil Multi Trada (IMT), serta anak usaha dari anak-anak perusahaan Perseroan sebagaimana tersebut diatas yaitu PT Wangsa Indra Permana (WIP), PT Indobuana Autoraya (IBAR), PT Indomaruyama Press & Dies Industries (IMUR), PT Indomobil Sumber Baru (ISB), PT Indomobil Prima Niaga (IPN), PT Indomobil Trada Nasional (ITN), PT Wahana Wirawan (WW), dan PT Wahana Inti Selaras (WISEL), serta anak usaha dari perusahaan-perusahaan tersebut yaitu PT Prima Sarana Gemilang (PSG) dan PT Eka Dharma Jaya Sakti (EDJS).

”Anggaran Dasar” : Anggaran Dasar Perseroan beserta seluruh perubahannya dari waktu ke waktu.

“ATPM” : Agen Tunggal Pemegang Merek

”BAE” : Biro Administrasi Efek, yaitu pihak yang ditunjuk oleh Perseroan untuk melaksanakan

administrasi saham dalam PUT II, dalam hal ini PT Raya Saham Registra yang berkedudukan di Jakarta.

“Bank Kustodian” : Bank umum yang memperoleh persetujuan dari Bapepam-LK untuk memberikan jasa

penitipan atau melakukan jasa kustodian sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.

”Bapepam-LK ” : Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 184/PMK.01/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan yang ditetapkan tanggal 11 Oktober 2010.

“BBM” : Bahan Bakar Minyak.

”BEI” : PT Bursa Efek Indonesia, tempat di mana saham Perseroan dicatatkan.

“BPS” : Biro Pusat Statistik

“Bursa Efek” : Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan/atau sarana untuk

mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak yang lain dengan tujuan memperdagangkan efek di antara mereka.

“CBU” : “Completely Built-Up” atau impor mobil jadi

“CKD” : “Completely Knocked-Down” atau impor mobil terurai

(6)

“Data Consult” : PT Data Consult, suatu lembaga independen yang ditunjuk oleh Perseroan yang menyediakan

Laporan Pasar atas Industri Otomotif di Indonesia.

”DPS” : Daftar Pemegang Saham Perseroan, yang dibuat, disusun, dan diadministrasikan oleh BAE

yang memuat keterangan tentang kepemilikan Efek oleh Pemegang Efek dalam Penitipan Kolektif di KSEI berdasarkan data yang diberikan oleh Pemegang Rekening kepada KSEI.

“FPPS” : Formulir Pemesanan Pembelian Saham dalam rangka PUT II.

”FPPS Tambahan” : Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan dalam rangka PUT II, yaitu formulir untuk

memesan saham yang melebihi porsi yang ditentukan sesuai dengan jumlah HMETD yang diterima oleh 1 (satu) pemegang saham Perseroan dalam rangka pelaksanaan PUT II.

“GAIKINDO” : Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia

“Grup Indomobil” : Perseroan dan Anak Perusahaan

“Grup Salim” : Afiliasi dan asosiasi dari badan hukum yang dikendalikan oleh Anthoni Salim.

”Harga Pelaksanaan” : Harga yang ditawarkan kepada para pemegang saham Perseroan dalam PUT II untuk

melaksanakan haknya menjadi 1 (satu) saham baru, yaitu Rp8.000 (delapan ribu Rupiah) per saham.

”Hari Bursa” : Hari dimana Bursa Efek melakukan kegiatan transaksi perdagangan efek.

”Hari Kalender” : Setiap hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender masehi tanpa kecuali, termasuk

Sabtu dan Minggu, dan hari libur nasional yang ditetapkan sewaktu-waktu oleh Pemerintah dan Hari Kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah sebagai bukan Hari Kerja biasa.

”Hari Kerja” : Hari Senin sampai dengan Jumat, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah

Republik Indonesia.

“HGB” : Hak Guna Bangunan

“HGU” : Hak Guna Usaha

”HMETD” : Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

”KSEI” : Kustodian Sentral Efek Indonesia.

“Kustodian” : Pihak yang memberi jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa

lainnya termasuk menerima bunga dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek dan mewakili Pemegang Rekening yang menjadi nasabahnya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pasar Modal yang meliputi KSEI, Perusahaan Efek dan Bank Kustodian.

”Masyarakat” : Perorangan dan/atau badan hukum, baik warga negara Indonesia maupun warga negara

asing dan/atau badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing, baik yang bertempat tinggal atau berkedudukan hukum di Indonesia maupun bertempat tinggal atau berkedudukan di luar wilayah hukum Negara Republik Indonesia.

“Para Pemegang Saham

Mayoritas” : PT Cipta Sarana Duta Perkasa dan PT Tritunggal Intipermata, yang merupakan pemegang saham Perseroan, tidak akan melaksanakan sebesar 322.865.500 (tiga ratus dua puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima ratus) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT II.

(7)

Berdasarkan Rights Subscription Agreement tanggal 10 Mei 2011 sebagaimana diubah dengan “Addendum to the Rights Subscription Agreement” tertanggal 16 Juni 2011 yang keduanya dibuat di bawah tangan antara Perseroan, Para Pemegang Saham Mayoritas dengan PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk., Para Pemegang Saham Mayoritas akan mengalihkan sebesar 322.865.500 (tiga ratus dua puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima ratus) HMETD kepada PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk., dan selanjutnya PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. akan menawarkan dan menjual saham hasil pelaksanaan HMETD yang diperoleh dari Para Pemegang Saham Mayoritas, segera setelah saham tersebut diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Perseroan yaitu PT Raya Saham Registra, kepada para investor asing maupun domestik melalui penawaran terbatas yang akan dilaksanakan pada hari yang sama saat pelaksanaan HMETD milik Para Pemegang Saham Mayoritas oleh PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk.

”Pemegang Rekening” : Pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik Rekening Efek di KSEI yang meliputi Bank

Kustodian dan/atau perusahaan efek dan/atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan perundang-undangan di bidang pasar modal.

”Pemegang Saham” : Perorangan atau badan hukum yang secara sah memiliki satu atau lebih saham pada

Perseroan.

”Pemegang Saham Utama” : Setiap pihak yang baik secara langsung maupun tidak langsung, memiliki sekurang-kurangnya

20,0% (dua puluh persen) hak suara dari seluruh saham yang mempunyai hak suara yang dikeluarkan oleh Perseroan.

”Pemerintah” : Pemerintah Negara Republik Indonesia.

”Penawaran Umum Terbatas II

atau PUT II” : Kegiatan penawaran sebanyak-banyaknya 345.659.801 (tiga ratus empat puluh lima juta enam ratus lima puluh sembilan ribu delapan ratus satu) Saham Biasa Atas Nama baru (”Saham Baru”) dengan nilai nominal Rp500 (lima ratus Rupiah) dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp8.000 (delapan ribu Rupiah) setiap saham, sehingga jumlah dana yang diperoleh dari PUT II dalam rangka penerbitan HMETD seluruhnya sebanyak-banyaknya Rp2.765.278.408.000 (dua triliun tujuh ratus enam puluh lima miliar dua ratus tujuh puluh delapan juta empat ratus delapan ribu Rupiah).

Setiap pemegang 3 (tiga) saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 5 Juli 2011 pukul 16.00 WIB berhak atas 1 (satu) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru yang ditawarkan dalam PUT II. Setiap saham harus dibayar penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan dan Pembelian Saham.

Saham dari PUT II memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (rounded down).

“Peraturan No. IX.D.1” : Peraturan Bapepam No. IX.D.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-26/PM/2003

tanggal 17 Juli 2003 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

“Peraturan No. IX.E.1” : Peraturan Bapepam-LK No. IX.E.1 Lampiran dari Keputusan Ketua Bapepam-LK No.

Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.

“Peraturan No. IX.E.2” : Peraturan Bapepam-LK No. IX.E.2 Lampiran dari Keputusan Ketua Bapepam-LK No.

413/BL/2009 tanggal 25 November 2009 tentang Transaksi Material dan perubahan Kegiatan Usaha Utama.

“Peraturan No.IX.I.7” : Peraturan Bapepam-LK No.IX.I.7 Lampiran dari Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar

Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: Kep-496/BL/2008 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.

”Peraturan No. X.K.4” : Peraturan Bapepam No. X.K.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-81/PM/1996

tanggal 17 Januari 1996 yang diubah dengan No. Kep-15/PM/1997 tanggal 30 April 1997 dan terakhir diubah dengan No. Kep-27/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

(8)

”Pernyataan Pendaftaran” : Pernyataan Pendaftaran yang ditujukan kepada Ketua Bapepam-LK oleh Perseroan dalam

rangka PUT II, yang terdiri dari dokumen-dokumen yang wajib diajukan berikut lampiran-lampirannya, termasuk semua perubahan, tambahan, serta pembetulannya.

”Perseroan” : PT Indomobil Sukses Internasional Tbk.

“Prinsipal” : Pihak Pemegang Lisensi Merek kendaraan yang dipasarkan oleh Grup Indomobil

”Prospektus” : Dokumen penawaran sebagaimana di definisikan dalam Pasal 1 angka 26 UUPM.

”RUPS” : Adalah Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan sesuai dengan Anggaran

Dasar Perseroan yang berlaku.

”RUPSLB” : Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diselenggarakan sesuai dengan Anggaran

Dasar Perseroan yang berlaku terakhir dalam rangka menyetujui PUT II.

”Tanggal Efektif” : Tanggal diperolehnya persetujuan atas PUT II dari Para Pemegang Saham Perseroan dalam

RUPSLB yang diselenggarakan pada tanggal 15 Juni 2011 dan setiap penundaannya.

”UUPM” : Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang dimuat

dalam Lembaran Negara Republik Indonesia No. 64 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995, Tambahan Lembaran Negara No. 3068.

(9)

RINGKASAN

Ringkasan di bawah ini memuat fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang penting menurut Perseroan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan informasi lain yang lebih rinci, termasuk risiko usaha dan informasi keuangan Perseroan, yang tercantum dalam Prospektus ini. Seluruh informasi keuangan yang tercantum dalam Prospektus ini diambil atau bersumber dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan dinyatakan dalam mata uang Rupiah, serta disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yang diterapkan secara konsisten.

Kecuali dinyatakan lain, seluruh pembahasan atas informasi keuangan yang tercantum dalam Prospektus ini dilakukan pada tingkat konsolidasian.

Pendahuluan

Perseroan adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan dalam rangka Undang-Undang No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dengan nama "PT Cindramata Karya Persada", berkedudukan hukum di Jakarta, berdasarkan Akta Pendirian No. 128, tertanggal 20 Maret 1987, akta mana telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada tanggal 28 Desember 1988 dengan No. 1357/1988 (selanjutnya disebut “Akta 128/1987”)., Nama Perseroan kemudian diubah menjadi “PT. Indosepamas Anggun“ dengan Akta No. 101 tertanggal 13 Nopember 1987, akta mana telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada tanggal 28 Desember 1988 dengan No. 1358/1988 (selanjutnya disebut “Akta No. 101/1987”); yang beberapa kali mengalami perubahan antara lain dengan Akta Pemasukan dan Pengunduran Para Persero Pendiri Serta Perubahan Anggaran Dasar PT. Indosepamas Anggun No. 201 tertanggal 25 Pebruari 1988, akta mana telah didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat tanggal 28 Desember 1988 dengan No. 1359/1988 (selanjutnya disebut dengan “Akta No. 201/1988”), Akta No. 227 tertanggal 28 September 1988, akta mana telah didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada tanggal 28 Desember 1988 dengan No. 1360/1988 (selanjutnya disebut dengan “Akta 227/1988”), keseluruhan akta perubahan tersebut dibuat dihadapan Benny Kristianto, SH., Notaris di Jakarta dan telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C2-10924.HT.01.01.Th’88, tertanggal 30 November 1988 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 32 tertanggal 20 April 1990 Tambahan No. 1448 tahun 1990.

Perseroan melakukan penawaran saham umum perdana sebesar 6.000.000 saham biasa atas nama, dengan nilai nominal Rp1.000 (seribu Rupiah) setiap saham dan dengan harga penawaran Rp3.800 (tiga ribu delapan ratus Rupiah) atau sejumlah Rp22.800.000.000 (dua puluh dua miliar delapan ratus juta Rupiah) sebagaimana sesuai dengan pernyataan pendaftaran yang disampaikan pada 3 Agustus 1993 yang telah mendapat efektif dari Bapepam pada 18 September 1993 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Jakarta) pada tanggal 15 November 1993. Penawaran Umum Saham Perdana tersebut termuat dalam Akta Berita Acara Rapat Perseroan (Tentang Perubahan Seluruh Anggaran Dasar Perseroan Dalam Rangka Pemasyarakatan Saham) No. 183 tertanggal 15 Juli 1993 yang dibuat di hadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C2-8916.HT.01.04.TH.’93 pada tanggal 13 September 1993, dan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan No. 1248/A.Not/Hkm/1993/PN.JAK.SEL pada tanggal 23 September 1993, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 92 tanggal 16 November 1993, Tambahan No. 5370 tahun 1993 (selanjutnya disebut “Akta 183/1993”).

Perseroan merubah nama dari PT Indosepamas Anggun menjadi PT Indomulti Inti Industri Tbk. berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan No. 223 tanggal 29 Juni 1995, yang dibuat di hadapan Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C2-10.790 HT.01.04. Th. 95 tanggal 29 Agustus 1995, dan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 22 September 1995 dengan No. 1916/A.Not/Hkm/1995/PN.JAK.SEL, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 89 tanggal 7 November 1995, Tambahan No. 9175 tahun 1995 (selanjutnya disebut “Akta No. 223/1995”).

Perseroan kemudian melakukan penggabungan dengan PT Indomobil Investment Corporation (“IIC”) pada tahun 1997, yang mengambil alih kegiatan usaha otomotif milik IIC dan merubah nama kembali dari PT Indomulti Inti Industri Tbk. menjadi PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan No. 10 tanggal 6 November 1997, yang dibuat di hadapan Benny Kristianto, SH., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C2-12.447 HT.01.04. Th. 97 tanggal 1 Desember 1997, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan pada tanggal 21 Januari 1998 dengan No. TDP 09021613366 di Kantor Wilayah Departemen Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia, Kotamadya Jakarta Timur, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 27 tanggal 3 April 1998, Tambahan No. 1862 tahun 1998 (selanjutnya disebut “Akta No. 10/1997”).

Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali diubah dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan No. 48 tanggal 10 Desember 2010, yang dibuat di hadapan Poerbaningsih Adi Warsito, SH., Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima pemberitahuannya kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.10-31967 pada tanggal 14 Desember 2010 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada tanggal 14 Desember 2010 dengan No. AHU-0090128.AH.01.09.Tahun 2010 (selanjutnya disebut “Akta No. 48/2010”).

(10)

Keterangan Singkat Tentang Anak Perusahaan dan Penyertaan Perseroan Perseroan memiliki Anak Perusahaan dan/atau penyertaan antara lain sebagai berikut:

No. Nama Anak Perusahaan dan/atau Penyertaan Perseroan Ruang Lingkup Usaha Kepemilikan Persentase Mulai Tahun Penyertaan Operasional Status

Langsung

1. PT IMG Sejahtera Langgeng Umum 75,00% 2008 Aktif Beroperasi

2. PT Indotruck Utama Penyalur 75,00% 2002 Aktif Beroperasi

3. PT Garuda Mataram Motor Penyalur 99,86% 2001 Aktif Beroperasi

4. PT Rodamas Makmur Motor Dealer 90,00% 2002 Aktif Beroperasi

5. PT National Assembler Perakitan 99,70% 2000 Aktif Beroperasi

6. PT Unicor Prima Motor Dealer 90,50% 1992 Aktif Beroperasi

7. PT Indomobil Finance Indonesia Jasa Keuangan 99,81% 2000 Aktif Beroperasi

8. PT Wahana Inti Central Mobilindo Dealer 95,95% 2002 Aktif Beroperasi

9. PT Central Sole Agency Dealer 96,60% 2007 Aktif Beroperasi

10. PT Multicentral Aryaguna Penyewaan dan Pengelola Gedung 100,00% 2002 Aktif Beroperasi

11. PT Indomobil Wahana Trada Dealer 99,75% 1997 Aktif Beroperasi

12. PT Indomobil Multi Trada Dealer 87,75% 1997 Aktif Beroperasi

Tidak Langsung

13. PT Wangsa Indra Permana Dealer 75,04% 1997 Aktif Beroperasi

14. PT Indobuana Autoraya Penyalur 76,21% 1997 Aktif Beroperasi

15. PT Indomurayama Press & Dies Industries Pabrikasi 70,00% 1997 Aktif Beroperasi

16. PT Indomobil Sumberbaru Dealer 45,70% 2008 Aktif Beroperasi

17. PT Indomobil Prima Niaga Dealer 90,35% 2008 Aktif Beroperasi

18. PT Indomobil Trada Nasional Dealer 91,09% 1997 Aktif Beroperasi

19. PT Wahana Wirawan Dealer 97,28% 2003 Aktif Beroperasi

20. PT Wahana Inti Selaras Penyalur 67,50% 1997 Aktif Beroperasi

21. PT Prima Sarana Gemilang Pertambangan 40,50% 2010 Aktif Beroperasi

22. PT Eka Dharma Jaya Sakti Dealer 40,50% 2010 Aktif Beroperasi

Struktur Permodalan

Berdasarkan DPS pada tanggal 31 Maret 2011, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

Nilai Nominal Rp500 per saham

Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Nominal

(Rp) Persentase (%)

Modal Dasar 3.800.000.000 1.900.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor:

PT Cipta Sarana Duta Perkasa 723.779.854 361.889.927.000 69,80

PT Tritunggal Intipermata 244.818.725 122.409.362.500 23,61

Masyarakat (dibawah 5,00%) 68.380.826 34.190.413.000 6,59

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 1.036.979.405 518.489.702.500 100,00

Saham dalam Portepel 2.763.020.595 1.381.510.297.500

Struktur Penawaran Umum Terbatas II

Direksi atas nama Perseroan dengan ini melakukan PUT II kepada para pemegang saham Perseroan dalam rangka penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya 345.659.801 (tiga ratus empat puluh lima juta enam ratus lima puluh sembilan ribu delapan ratus satu) Saham Biasa Atas Nama, atau 25% (dua puluh lima persen) dari modal ditempatkan dan disetor dengan nilai nominal Rp500 (lima ratus Rupiah) setiap saham, ditawarkan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp8.000 (delapan ribu Rupiah) setiap saham HMETD.

Setiap pemegang 3 (tiga) saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan tanggal 5 Juli 2011 pukul 16.00 WIB berhak atas 1 (satu) HMETD untuk membeli 1 (satu) Saham Biasa baru dengan harga pelaksanaan Rp8.000 (delapan ribu Rupiah) setiap saham HMETD yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham. Jumlah dana yang akan diperoleh Perseroan sehubungan dengan PUT II adalah sebanyak-banyaknya Rp 2.765.278.408.000 (dua triliun tujuh ratus enam puluh lima miliar dua ratus tujuh puluh delapan juta empat ratus delapan ribu Rupiah).

(11)

PT Cipta Sarana Duta Perkasa dan PT Tritunggal Intipermata (“Para Pemegang Saham Mayoritas”) yang merupakan pemegang saham Perseroan, tidak akan melaksanakan sebesar 322.865.500 (tiga ratus dua puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima ratus) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT II. Berdasarkan ”Rights Subscription Agreement” tanggal 10 Mei 2011 sebagaimana diubah dengan “Addendum to the Rights Subscription Agreement” tertanggal 16 Juni 2011 yang keduanya dibuat di bawahtangan antara Perseroan, Para Pemegang Saham Mayoritas dengan PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk., dimana Para Pemegang Saham Mayoritas mengalihkan sebesar 322.865.500 (tiga ratus dua puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima ratus) HMETD kepada PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. yang akan dilaksanakan pada hari yang sama HMETD akan dilaksanakan oleh PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk., dan selanjutnya PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. akan menawarkan dan menjual saham hasil pelaksanaan HMETD yang diperoleh dari Para Pemegang Saham Mayoritas, segera setelah saham tersebut diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Perseroan yaitu PT Raya Saham Registra, kepada para investor asing maupun domestik melalui penawaran terbatas.

Dengan demikian proforma permodalan Perseroan setelah PUT II menjadi sebagai berikut:

SEBELUM PELAKSANAAN PUT II

Nilai Nominal Rp500 per saham

Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Nominal

(Rp) Persentase (%)

Modal Dasar 3.800.000.000 1.900.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor:

PT Cipta Sarana Duta Perkasa 723.779.854 361.889.927.000 69,80

PT Tritunggal Intipermata 244.818.725 122.409.362.500 23,61

Masyarakat (dibawah 5,00%) 68.380.826 34.190.413.000 6,59

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 1.036.979.405 518.489.702.500 100,00

Saham dalam Portepel 2.763.020.595 1.381.510.297.500

SETELAH PELAKSANAAN PUT II

Dalam hal Para Pemegang Saham Mayoritas tidak melaksanakan HMETD-nya namun pemegang saham masyarakat melaksanakan HMETD-nya, dan sebesar 322.865.500 (tiga ratus dua puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima ratus)HMETD yang menjadi hak Para Pemegang Saham Mayoritas akan dialihkan kepada PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. yang akan dilaksanakan pada hari yang sama HMETD akan dilaksanakan oleh PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. dan selanjutnya PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. akan menawarkan dan menjual saham hasil pelaksanaan HMETD yang diperoleh dari Para Pemegang Saham Mayoritas, segera setelah saham tersebut diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Perseroan yaitu PT Raya Saham Registra, kepada para investor asing maupun domestik melalui penawaran terbatas, maka proforma permodalan Perseroan setelah PUT II adalah sebagai berikut:

Nilai Nominal Rp500 per saham

Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Nominal

(Rp) Persentase (%)

Modal Dasar 3.800.000.000 1.900.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor:

PT Cipta Sarana Duta Perkasa 723.779.854 361.889.927.000 52,34

PT Tritunggal Intipermata 244.818.725 122.409.362.500 17,71

Masyarakat (dibawah 5,00%) 414.040.627 207.020.313.500 29,95

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 1.382.639.206 691.319.603.000 100,00

Saham dalam Portepel 2.417.360.794 1.208.680.397.000

Dalam hal Para Pemegang Saham Mayoritas dan pemegang saham masyarakat tidak melaksanakan HMETD-nya, dan sebesar 322.865.500 (tiga ratus dua puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima ratus) HMETD yang menjadi hak Para Pemegang Saham Mayoritas akan dialihkan kepada PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. yang akan dilaksanakan pada hari yang sama HMETD akan dilaksanakan oleh PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk., dan selanjutnya PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. akan menawarkan dan menjual saham hasil pelaksanaan HMETD yang diperoleh dari Para Pemegang Saham Mayoritas, segera setelah saham tersebut diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Perseroan yaitu PT Raya Saham Registra, kepada para investor asing maupun domestik melalui penawaran terbatas, maka proforma permodalan Perseroan setelah PUT II adalah sebagai berikut:

(12)

Nilai Nominal Rp500 per saham

Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Nominal

(Rp) Persentase (%)

Modal Dasar 3.800.000.000 1.900.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor:

PT Cipta Sarana Duta Perkasa 723.779.854 361.889.927.000 53,23

PT Tritunggal Intipermata 244.818.725 122.409.362.500 18,01

Masyarakat (dibawah 5,00%) 391.067.326 195.533.663.000 28,76

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 1.359.665.905 679.832.952.500 100,00

Saham dalam Portepel 2.440.334.095 1.220.167.047.500

Pemegang HMETD yang tidak menggunakan haknya untuk membeli Saham Baru dalam PUT II ini, dapat menjual haknya kepada pihak lain sejak tanggal 7 Juli 2011 sampai dengan 13 Juli 2011 melalui BEI atau di luar bursa, sesuai dengan Peraturan No. IX.D.1. Apabila pemegang saham Perseroan tidak melaksanakan haknya untuk membeli Saham Biasa baru yang ditawarkan dalam PUT II ini sesuai dengan porsi sahamnya, dapat mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya dalam Perseroan (terdilusi) sampai dengan maksimum 25% (dua puluh lima persen).

Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 13 Juli 2011 dimana hak yang tidak dilaksanakan setelah tanggal tersebut menjadi tidak berlaku lagi. Dalam hal pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan efek tersebut akan menjadi milik Perseroan dan akan dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya akan dimasukkan ke rekening Perseroan. Bagi pemegang saham yang memperoleh HMETD kurang dari 1 (satu), maka akan dilakukan pembulatan kebawah dengan minimal kepemilikan 1 (satu) HMETD.

Seluruh saham atas nama Para Pemegang Saham Mayoritas tidak akan ditawarkan, dijual atau dialihkan dalam jangka waktu 6 (enam) bulan setelah Tanggal Efektif.

Rencana Penggunaan Dana Hasil PUT II

Dana hasil PUT II ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan dipergunakan oleh Perseroan sebagai berikut:

 Sekitar 60% atau sekitar Rp 1,5 triliun akan digunakan untuk melunasi sebagian hutang terutama hutang pada pihak ketiga maupun hutang pihak terafiliasi, yang merupakan pinjaman jangka panjang dan/atau pendek sehubungan dengan pembiayaan modal kerja dan investasi.

 Sekitar 40% atau sekitar Rp 1 triliun akan digunakan untuk pengembangan bisnis Perseroan dan Anak Perusahaan yang antara lain meliputi pengembangan kegiatan usaha dalam bidang pembiayaan, perdagangan suku cadang, perluasan jaringan cabang, dan kontraktor pertambangan, termasuk untuk modal kerja Perseroan dan Anak Perusahaan.

Ikhtisar Data Keuangan Penting

Tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan konsolidasian penting Perseroan untuk masing-masing periode di bawah ini. Ikhtisar data keuangan konsolidasian penting Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010, 2009, dan 2008, serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, diambil dari atau bersumber dari laporan keuangan konsolidasian auditan Perseroan untuk periode-periode tersebut.

Laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Desember 2010, 2009, dan 2008, serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, yang tercantum dalam Prospektus ini, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Purwantono, Suherman & Surja, auditor independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”), dengan pendapat wajar tanpa pengecualian yang berisi paragraf penjelasan mengenai penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) No. 50 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan” (“PSAK 50R”) dan PSAK No. 55 (Revisi 2006), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” (“PSAK 55R”) secara prospektif sejak tanggal 1 Januari 2010, yang laporannya tercantum dalam Prospektus ini.

Laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Desember 2007 dan 2006, serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, yang tidak tercantum dalam Prospektus ini, telah diaudit oleh KAP Purwantono, Suherman & Surja, auditor independen, berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh IAPI, dengan pendapat wajar tanpa pengecualian yang berisi paragraf penjelasan mengenai pengaruh kondisi ekonomi Indonesia terhadap kegiatan usaha Perseroan dan anak perusahannya, serta tindakan dan rencana manajemen Perseroan untuk menghadapi kondisi ekonomi tersebut, yang laporannya tidak tercantum dalam Prospektus ini.

Neraca Konsolidasian

dalam Rupiah

Pada tanggal 31 Desember

Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006

(13)

Laporan Laba Rugi Konsolidasian

dalam Rupiah

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember

Keterangan 2010 2009 2008 2007 2006

Penghasilan bersih 10.935.334.616.535 6.939.569.696.730 8.197.135.054.996 5.084.057.100.076 2.909.094.130.573 Laba kotor 1.405.010.036.187 910.281.615.444 1.081.476.557.027 700.688.487.495 469.552.162.049 Laba usaha 328.996.524.803 130.318.234.310 256.210.850.758 39.620.434.856 (127.859.776.247) Laba sebelum pajak 645.898.118.905 230.977.076.441 168.440.837.336 30.558.423.137 (104.601.337.960) Laba bersih 448.671.163.584 117.593.451.463 23.046.929.947 1.382.852.849 1.247.961.945

Risiko Perseroan dan Anak Perusahaan Perseroan

Berikut ini adalah beberapa risiko yang telah disusun berdasarkan bobot dari dampak masing-masing risiko tersebut terhadap kinerja keuangan Perseroan dan Anak Perusahaan Perseroan, kecuali Risiko sebagai Induk Perusahaan.

i. Risiko Fluktuasi Harga dan Gangguan Pasokan CKD dan Suku Cadang ii. Risiko Pasar

iii. Risiko Fluktuasi Harga Bahan Bakar

iv. Risiko Adanya Masalah Dengan Mitra Usaha Patungan atau Mitra Prinsipal

v. Risiko Terjadinya Benturan Kepentingan Antara Pemegang Saham Pengendali Dan Perseroan Atau Antara Pihak Pengendali Dengan Pemegang Saham Minoritas

vi. Risiko Pasar Modal dan Hutang Secara Global vii. Risiko Suku Bunga

viii. Risiko Persaingan ix. Risiko Hukum

x. Risiko Kegagalan Pengembangan Usaha xi. Risiko Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah xii. Risiko Kondisi Perekonomian xiii. Risiko Sumber Daya Manusia xiv. Risiko Asuransi

xv. Risiko Hutang

xvi. Risiko Sebagai Induk Perusahaan

Kebijakan Dividen

Pembayaran dividen dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atas rekomendasi Direksi. Berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan, apabila Perseroan membukukan laba bersih pada setiap tahun buku, maka Perseroan dapat membagikan dividen kepada Pemegang Saham berdasarkan rekomendasi dari Direksi dengan persetujuan RUPS. Perseroan tidak menjamin dapat membagikan dividen kepada pemegang saham setiap tahun.

Dengan memperhatikan kebutuhan arus kas Perseroan di masa mendatang dan persetujuan pemegang saham melalui RUPS, Perseroan bermaksud membagikan dividen sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih konsolidasian Perseroan, yang dimulai pada tahun 2012 berdasarkan laba bersih konsolidasian 2011.

Pemegang saham baru dalam rangka PUT II ini akan memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan pemegang saham Perseroan lainnya, termasuk hak untuk memperoleh dividen.

Prospek dan Strategi Usaha Perseroan

Strategi pertumbuhan usaha Perseroan adalah mendayagunakan keunggulan bersaing yang dimiliki, dengan strategi utama Perseroan sebagai berikut:

 Menempati posisi penting dalam pertumbuhan pasar otomotif di Indonesia  Memperkenalkan model kendaraan penumpang yang lebih banyak  Memperluas kegiatan usaha penyediaan truk berat dan peralatan berat  Memperluas jaringan distribusi

 Mengembangkan kegiatan usaha pembiayaan mobil  Menumbuhkan layanan purna jual yang bermarjin tinggi

(14)

I.

PENAWARAN UMUM TERBATAS II

Direksi atas nama Perseroan melakukan PUT II kepada pemegang saham Perseroan dalam rangka penerbitan HMETD sebanyak-banyaknya 345.659.801 (tiga ratus empat puluh lima juta enam ratus lima puluh sembilan ribu delapan ratus satu) Saham Biasa Atas Nama (”Saham Baru”), atau 25% (dua puluh lima persen) dari modal ditempatkan dan disetor dengan nilai nominal Rp500 (lima ratus Rupiah), ditawarkan dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp8.000 (delapan ribu Rupiah) setiap saham, sehingga jumlah dana yang diperoleh dari PUT II dalam rangka penerbitan HMETD seluruhnya berjumlah sebanyak-banyaknya Rp 2.765.278.408.000 (dua triliun tujuh ratus enam puluh lima miliar dua ratus tujuh puluh delapan juta empat ratus delapan ribu Rupiah).

Setiap pemegang 3 (tiga) saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 5 Juli 2011 pukul 16.00 WIB berhak atas 1 (satu) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD berhak membeli sebanyak 1 (satu) Saham Baru dengan Harga Pelaksanaan sebesar Rp8.000 (delapan ribu Rupiah) setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham.

Jumlah saham baru yang ditawarkan dalam PUT II ini adalah jumlah maksimum saham yang seluruhnya akan dikeluarkan dari portepel berjumlah sebanyak-banyaknya 345.659.801 (tiga ratus empat puluh lima juta enam ratus lima puluh sembilan ribu delapan ratus satu) Saham Baru atau sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari jumlah modal ditempatkan dan disetor Perseroan pada saat Prospektus PUT II (“Prospektus”) ini diterbitkan serta akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku.

PT Cipta Sarana Duta Perkasa dan PT Tritunggal Intipermata (“Para Pemegang Saham Mayoritas”) yang merupakan pemegang saham Perseroan, tidak akan melaksanakan sebesar 322.865.500 (tiga ratus dua puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima ratus) HMETD yang menjadi haknya dalam PUT II. Berdasarkan ”Rights Subscription Agreement” tanggal 10 Mei 2011 sebagaimana diubah dengan “Addendum to the Rights Subscription Agreement” tertanggal 16 Juni 2011 yang keduanya dibuat di bawah tangan antara Perseroan, Para Pemegang Saham Mayoritas dengan PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk., dimana Para Pemegang Saham Mayoritas mengalihkan sebesar 322.865.500 (tiga ratus dua puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima ratus) HMETD kepada PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. yang akan dilaksanakan pada hari yang sama HMETD akan dilaksanakan oleh PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk., dan selanjutnya PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. akan menawarkan dan menjual saham hasil pelaksanaan HMETD yang diperoleh dari Para Pemegang Saham Mayoritas, segera setelah saham tersebut diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Perseroan yaitu PT Raya Saham Registra, kepada para investor asing maupun domestik melalui penawaran terbatas.

PT INDOMOBIL SUKSES INTERNASIONAL Tbk.

Kegiatan Usaha

Bergerak dalam bidang usaha perdagangan, pembangunan, pengangkutan, pertanian, perindustrian, perbengkelan, jasa dan pertambangan

Berkedudukan di Jakarta Timur, Indonesia

Kantor Pusat

Wisma Indomobil Jl. Letjen M.T. Haryono Kav. 8

Jakarta 13330, Indonesia

Telepon : (021) 856 4850, 856 4860, 856 4670, 856 6858, Faksimili : (021) 856 4872 Situs: www.indomobil.com

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO FLUKTUASI HARGA DAN GANGGUAN PASOKAN CKD DAN SUKU CADANG.

(15)

Riwayat pencatatan saham Perseroan sampai dengan tanggal Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:

Keterangan Jenis Efek Harga Efek Pencatatan Tanggal Jumlah Saham Nilai Efek yang Dicatatkan

Penawaran Umum Saham Perdana Saham Rp3.800 15 November 1993 6.000.000 Rp22.800.000.000

Konversi Saham Saham Rp4.575 30 Juni 1994 2.912.569 Rp13.325.003.175

Penawaran Umum Terbatas I Saham Rp2.100 16 Januari 1995 99.650.272 Rp209.265.571.200

Konversi Saham Saham Rp500 6 Oktober 1997* 373.688.500 Rp186.844.250.000

Pemecahan Saham Saham Rp500 6 November 1997* 996.502.680 Rp498.251.340.000

Penambahan Modal Tanpa HMETD Saham Rp8.894 30 Desember 2010 40.476.725 Rp360.000.000.000

*) Berdasarkan Akta Berita Acara RUPS No. 10 tanggal 6 November 1997 yang dibuat dihadapan Benny Kristianto, SH, Notaris di Jakarta.

Struktur permodalan dan komposisi pemegang saham Perseroan berdasarkan DPS per tanggal 31 Maret 2011 adalah sebagai berikut:

Nilai Nominal Rp500 per saham

Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Nominal

(Rp) Persentase (%)

Modal Dasar 3.800.000.000 1.900.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor:

PT Cipta Sarana Duta Perkasa 723.779.854 361.889.927.000 69,80

PT Tritunggal Intipermata 244.818.725 122.409.362.500 23,61

Masyarakat (dibawah 5,00%) 68.380.826 34.190.413.000 6,59

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 1.036.979.405 518.489.702.500 100,00

Saham dalam Portepel 2.763.020.595 1.381.510.297.500

Dalam hal Para Pemegang Saham Mayoritas tidak melaksanakan HMETD-nya namun pemegang saham masyarakat melaksanakan HMETD-nya, dan sebesar 322.865.500 (tiga ratus dua puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima ratus) HMETD yang menjadi hak Para Pemegang Saham Mayoritas akan dialihkan kepada PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. yang akan dilaksanakan pada hari yang sama HMETD akan dilaksanakan oleh PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. dan selanjutnya PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. akan menawarkan dan menjual saham hasil pelaksanaan HMETD yang diperoleh dari Para Pemegang Saham Mayoritas, segera setelah saham tersebut diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Perseroan yaitu PT Raya Saham Registra, kepada para investor asing maupun domestik melalui penawaran terbatas, maka proforma permodalan Perseroan setelah PUT II adalah sebagai berikut:

SEBELUM PELAKSANAAN PUT II

Nilai Nominal Rp500 per saham

Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Nominal

(Rp) Persentase (%)

Modal Dasar 3.800.000.000 1.900.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor:

PT Cipta Sarana Duta Perkasa 723.779.854 361.889.927.000 69,80

PT Tritunggal Intipermata 244.818.725 122.409.362.500 23,61

Masyarakat (dibawah 5,00%) 68.380.826 34.190.413.000 6,59

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 1.036.979.405 518.489.702.500 100,00

Saham dalam Portepel 2.763.020.595 1.381.510.297.500

SETELAH PELAKSANAAN PUT II

Nilai Nominal Rp500 per saham

Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Nominal

(Rp) Persentase (%)

Modal Dasar 3.800.000.000 1.900.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor:

PT Cipta Sarana Duta Perkasa 723.779.854 361.889.927.000 52,34

PT Tritunggal Intipermata 244.818.725 122.409.362.500 17,71

Masyarakat (dibawah 5,00%) 414.040.627 207.020.313.500 29,95

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 1.382.639.206 691.319.603.000 100,00

(16)

Dalam hal Para Pemegang Saham Mayoritas dan pemegang saham masyarakat tidak melaksanakan HMETD-nya, dan sebesar 322.865.500 (tiga ratus dua puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima ratus) HMETD yang menjadi hak Para Pemegang Saham Mayoritas akan dialihkan kepada PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. yang akan dilaksanakan pada hari yang sama HMETD akan dilaksanakan oleh PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. dan selanjutnya PT CIMB Securities Indonesia, Deutsche Bank, AG Singapore Branch, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. akan menawarkan dan menjual saham hasil pelaksanaan HMETD yang diperoleh dari Para Pemegang Saham Mayoritas, segera setelah saham tersebut diterbitkan oleh Biro Administrasi Efek yang ditunjuk oleh Perseroan yaitu PT Raya Saham Registra, kepada para investor asing maupun domestik melalui penawaran terbatas, maka proforma permodalan Perseroan setelah PUT II adalah sebagai berikut:

SEBELUM PELAKSANAAN PUT II

Nilai Nominal Rp500 per saham

Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Nominal

(Rp) Persentase (%)

Modal Dasar 3.800.000.000 1.900.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor:

PT Cipta Sarana Duta Perkasa 723.779.854 361.889.927.000 69,80

PT Tritunggal Intipermata 244.818.725 122.409.362.500 23,61

Masyarakat (dibawah 5,00%) 68.380.826 34.190.413.000 6,59

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 1.036.979.405 518.489.702.500 100,00

Saham dalam Portepel 2.763.020.595 1.381.510.297.500

SETELAH PELAKSANAAN PUT II

Nilai Nominal Rp500 per saham

Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Nominal

(Rp) Persentase (%)

Modal Dasar 3.800.000.000 1.900.000.000.000

Modal Ditempatkan dan Disetor:

PT Cipta Sarana Duta Perkasa 723.779.854 361.889.927.000 53,23

PT Tritunggal Intipermata 244.818.725 122.409.362.500 18,01

Masyarakat (dibawah 5,00%) 391.067.326 195.533.663.000 28,76

Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor 1.359.665.905 679.832.952.500 100,00

Saham dalam Portepel 2.440.334.095 1.220.167.047.500

Saham dari PUT II memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (rounded down).

Pemegang HMETD yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham dalam PUT II ini dapat menjual haknya kepada pihak lain mulai tanggal 7 Juli 2011 sampai dengan 13 Juli 2011, baik melalui Bursa Efek maupun di luar Bursa Efek sesuai dengan Peraturan No. IX.D.1. Jika sampai batas waktu tersebut HMETD yang dimiliki oleh pemegang saham Perseroan tidak dilaksanakan, maka HMETD tersebut menjadi tidak berlaku lagi. Para pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT II ini sesuai dengan HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya (dilusi) sampai dengan maksimum sebesar 25% (dua puluh lima persen).

Jika Saham Atas Nama Biasa baru yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Terbatas II ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya, seperti yang tercantum dalam Sertifikat Bukti Right atau Surat Bukti Kepemilikan (SBK) secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 13 Juli 2011 dimana hak yang tidak dilaksanakan sesudah tanggal tersebut, maka HMETD tersebut tidak berlaku lagi. Dalam hubungannya dengan Peraturan IX.D.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, dalam hal pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, maka hak atas pecahan efek tersebut menjadi milik Perseroan dan akan dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya akan dimasukkan ke dalam rekening Perseroan. Kecuali bagi pemegang saham yang mendapatkan HMETD kurang dari 1 (satu), maka akan dilakukan pembulatan ke bawah dengan minimal kepemilikan 1 (satu) HMETD.

Seluruh saham atas nama Para Pemegang Saham Mayoritas tidak akan ditawarkan, dijual atau dialihkan dalam jangka waktu 6 (enam) bulan setelah Tanggal Efektif.

(17)

II.

RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM TERBATAS II

Berdasarkan prioritas penggunaan dana, dana yang diperoleh dari hasil PUT II ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan dipergunakan Perseroan untuk:

 Sekitar 60% atau sekitar Rp1,5 triliun akan digunakan untuk melunasi sebagian hutang Perseroan dan sebagian dari hutang Anak Perusahaan terutama hutang pada pihak ketiga maupun hutang pihak terafiliasi, yang merupakan pinjaman jangka panjang dan/atau pendek sehubungan dengan pembiayaan modal kerja dan investasi di Perseroan dan Anak Perusahaan.

 Sekitar 40% atau sekitar Rp1 triliun akan digunakan untuk pengembangan bisnis Perseroan dan Anak Perusahaan yang antara lain meliputi pengembangan kegiatan usaha dalam bidang pembiayaan, perdagangan suku cadang, perluasan jaringan cabang, dan kontraktor pertambangan, termasuk untuk modal kerja Perseroan dan Anak Perusahaan.

Hutang Perseroan dan Anak Perusahaan pada pihak ketiga maupun hutang pihak terafiliasi, yang merupakan pinjaman jangka panjang dan/atau pendek yang akan dilunasi adalah kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Pan Indonesia Tbk., PT Bank UOB Buana, Indomobil Investment Limited, PT Bank Mutiara Tbk, yang tujuan pinjamannya sebagian besar merupakan Kredit Modal Kerja selain untuk pembiayaan kembali pinjaman kepada pihak ketiga lain, pelunasan hutang kepada pihak ketiga lain, kredit investasi, pengambilalihan saham, rekening koran dan pinjaman tetap.

Seluruh kreditur tersebut diatas, kecuali Indomobil Investment Limited, merupakan pihak yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan dan Anak Perusahaan.

Adapun suku bunga pinjaman yang akan dilunasi berkisar antara 9,92%-11,50% dan memiliki jangka waktu 1 sampai dengan 5 tahun, dan memiliki jatuh tempo antara tahun 2012 sampai dengan tahun 2016.

Perseroan dan Anak Perusahaan sedang dalam proses untuk memperoleh persetujuan dari masing-masing kreditur tersebut diatas berkaitan dengan pelunasan dipercepat. Pelunasan hutang tersebut adalah pelunasan atas sebagian jumlah total utang milik Perseroan dan beberapa Anak Perusahaan.

Perincian penggunaan dana untuk pengembangan pengembangan bisnis Perseroan dan Anak Perusahaan adalah sebagai berikut:

a. Sekitar 19,9% akan digunakan untuk menambah penyertaan modal Perseroan pada anak perusahaan Perseroan berikut ini dan dana yang diperoleh dari penambahan penyertaan modal oleh Perseroan akan dipergunakan oleh anak perusahaan tersebut untuk pengembangan bisnis dalam bidang pembiayaan anak perusahaan dimaksud dengan ringkasan sebagai berikut:

Nama : PT Indomobil Finance Indonesia

Lokasi : Jl. MT. Haryono Kav 8, Jakarta. Waktu Pelaksanaan : Juli 2011 – Desember 2012

Dasar Pertimbangan Investasi : Meningkatkan penyertaan modal untuk mendukung kemampuan menyediakan fasilitas pembiayaan kepada pelanggan.

b. Sekitar 7,9% akan digunakan untuk menambah penyertaan modal Perseroan pada anak perusahaan Perseroan berikut ini dan dana yang diperoleh dari penambahan penyertaan modal oleh Perseroan akan dipergunakan oleh anak perusahaan tersebut untuk pengembangan bisnis perdagangan suku cadang yaitu berupa penambahan gudang penampungan persediaan suku cadang dan juga penambahan modal kerja anak perusahaan dimaksud, dengan ringkasan sebagai berikut:

Nama : PT Central Sole Agency

Lokasi gudang : Jatake, Tangerang. Waktu Pelaksanaan : Juli 2011 – Desember 2012

Dasar Pertimbangan Investasi : Meningkatkan kapasitas gudang penyimpanan suku cadang dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk melayani permintaan pelanggan atas suku cadang dan untuk mengembangkan pasar.

c. Sekitar 6,0% akan digunakan untuk menambah penyertaan modal Perseroan pada anak perusahaan Perseroan berikut ini dan dana yang diperoleh dari penambahan penyertaan modal oleh Perseroan akan dipergunakan oleh anak perusahaan tersebut untuk perluasan jaringan dealer Nissan sebanyak 14 dealer di tahun 2011 dengan ringkasan sebagai berikut:

Nama : PT Indomobil Wahana Trada

Lokasi : Pulogadung, Cinere, Daan Mogot, Gading Serpong, Bekasi, Cilegon, Cianjur, Indramayu, Bali Nusa Dua, Lombok, Yogya, Kendari, Karawang, Magelang.

Waktu Pelaksanaan : Juli 2011 – Desember 2012

(18)

d. Sekitar 6,0% akan digunakan untuk menambah penyertaan modal Perseroan pada anak perusahaan Perseroan berikut ini dan dana yang diperoleh dari penambahan penyertaan modal oleh Perseroan akan dipergunakan oleh anak perusahaan tersebut untuk perluasan jaringan dealer truk dan alat berat dan mengembangkan bisnis kontraktor pertambangan anak perusahaan dimaksud, dengan ringkasan sebagai berikut:

Nama : PT IMG Sejahtera Langgeng

Lokasi : Kalimantan

Waktu Pelaksanaan : Juli 2011 – Desember 2012

Dasar Pertimbangan Investasi : Menambah jumlah dealer dalam rangka meningkatkan penjualan dan pangsa pasar, pembelian truk dan alat-alat berat untuk mendukung usaha jasa kontraktor pertambangan.

Apabila terdapat kelebihan dana yang diperoleh dari pelaksanaan HMETD oleh pemegang saham masyarakat, maka dana tersebut akan digunakan Perseroan untuk melunasi hutang pihak ketiga Perseroan atau Anak Perusahaan yang lain selain yang telah disebutkan diatas, dan digunakan sebagai tambahan kebutuhan modal kerja Perseroan dan Anak Perusahaan.

Perseroan akan meminta persetujuan dari dan/atau memberitahukan kepada para krediturnya mengenai rencana penggunaan dana hasil PUT II ini pada saat dana hasil PUT II akan dipergunakan oleh Perseroan.

Dalam rencana penggunaan dana hasil PUT II ini, Perseroan akan memenuhi ketentuan yang berlaku di pasar modal khususnya peraturan Bapepam LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu dan No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

Sesuai dengan Surat Edaran Bapepam-LK No. SE-05/BL/2006 tanggal 29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya Yang Dikeluarkan Dalam Rangka Penawaran Umum, perkiraan biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan dalam PUT II adalah sekitar 2,553% dari nilai emisi yang meliputi:

(a) Biaya jasa Penasihat Keuangan sekitar 2% dari nilai emisi; (b) Biaya jasa Konsultan Hukum sekitar 0,08% dari nilai emisi;

(c) Biaya jasa Konsultan Hukum Internasional sekitar 0,15% dari nilai emisi; (d) Biaya jasa Kantor Akuntan Publik sekitar 0,15% dari nilai emisi; (e) Biaya jasa Notaris sekitar 0,003% dari nilai emisi;

(f) Biaya jasa Biro Administrasi Efek sekitar 0,01% dari nilai emisi; dan (g) Biaya percetakan dan lain-lain sekitar 0,05% dari nilai emisi.

Perseroan akan mempertanggungjawabkan penggunaan dana yang diperoleh dari PUT II ini secara berkala kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan dan melaporkan kepada Bapepam-LK.

Apabila Perseroan bermaksud untuk mengubah penggunaan dana yang diperoleh dari PUT II ini, maka rencana tersebut harus dilaporkan terlebih dahulu kepada Bapepam-LK berikut penjelasan mengenai perubahan yang diajukan. Perseroan juga harus memperoleh persetujuan pemegang saham atas perubahan dimaksud dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan.

Gambar

Tabel berikut menjelaskan mengenai komposisi aset pada tahun tercantum:
Tabel berikut ini menggambarkan volume penjualan unit berdasarkan grup kendaraan untuk periode sebagaimana tertera di bawah ini:
Tabel  di  bawah  ini  menunjukkan  volume  penjualan  unit  mobil  Nissan  Grup  Indomobil  berdasarkan  model  dan  periode  sebagaimana  tertera
Tabel berikut menggambarkan jumlah cabang retail Grup Indomobil untuk mobil penumpang, kendaraan komersial dan kendaraan berat  yang    dijual  Grup  Indomobil  berdasarkan  tanggal  sebagaimana  tertera

Referensi

Dokumen terkait

Mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro dan Surja

Laporan keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 diaudit oleh KAP Tjahjadi &

Laporan Keuangan Konsolidasian tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 (tidak diaudit).. dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012 (diaudit) dan Laporan

Laporan Keuangan Konsolidasian enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013 (tidak diaudit).. dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012 (diaudit) dan Laporan

Laporan Keuangan Konsolidasian tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 (tidak diaudit).. dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011 (diaudit) dan Laporan

Laporan Keuangan Konsolidasian enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012 (tidak diaudit).. dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011 (diaudit) dan Laporan

Mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik “Tanudiredja,

Laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal 31 Desember 2020 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, telah diaudit oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman,