LAPORAN KEUANGAN
PER 31 DESEMBER
2015
2015
DINAS PERTANIAN PERKEBUNAN
DAN PETERNAKAN KABUPATEN
BANGKA BARAT
PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya Laporan Keuangan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan yang terdiri dari Neraca, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Operasional, Laporan Realisasi Anggaran dan Catatan Atas Laporan Keuangan per 31 Desember 2015 telah selesai disusun.
Laporan Keuangan disusun sebagai pertanggungjawaban keuangan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan atas amanah yang diemban sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standaar Akuntansi Pemerintahan, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
Neraca Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan per 31 Desember 2015 ditutup dengan jumlah asset sebesar Rp. 14.499.198.210,52 dan jumlah kewajiban dan ekuitas dana sebesar Rp. 14.499.198.210,52. Dalam jumlah asset sebesar Rp. 14.499.198.210,52 nilai terbesar adalah asset tetap sebesar Rp. 14.271.971.569,26 atau 98,43 %.
Laporan Perubahan Ekuitas Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan per 31 Desember 2015 ditutup dengan jumlah Ekuitas Akhir sebesar Rp. 14.484.168.120,52 atau 80,07 % jika dibandingkan dengen Ekuitas Awal sebesar Rp. 18.089.565.966,44, sedangkan untuk data Laporan Perubahan Ekuitas tahun 2014 tidak dapat disajikan karena ditahun 2014 Laporan Perubahan Ekuitas belum dibuat.
Laporan Opreasional tahun anggaran 2015 menunjukkan jumlah pendapatan-LO sebesar Rp 638.000.000,00 atau 100,00 % jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 (Rp. 0,00 ), beban-LO sebesar Rp. 6.877.736.255,56 atau 100,00 % jika dibandingkan dengan
realisasi tahun 2014 ( Rp. 0,00 ), dan Surplus/Defisit dari LO sebesar (Rp. 6.239.230.255,56). Untuk data pembanding Laporan Operasional tahun 2014 tidak dapat disajikan karena Laporan Operasional baru dibuat di tahun 2015.
Laporan Realisasi Anggaran tahun anggaran 2015 menunjukkan jumlah pendapatan sebesar Rp 0,00 atau 0,00 % dari anggaran sebesar Rp. 50.000.000,00 atau (0,00 %) jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 (Rp. 20.487.500,00 ), dan belanja sebesar Rp. 8.962.860.899,00atau91,79 % dari anggaran sebesar Rp. 9.765.055.188,00 atau (86,50 %) jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2014 ( Rp. 10.361.714.269,00 ).
Demikian penyajian laporan keuangan ini, semoga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengambil keputusan dalam menentukan kebijakan keuangan yang akan datang.
Muntok, 31 Desember 2015
Pengguna Anggaran,
Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan
AZMAL AZ,SP.,M.EP Pembina Tingkat I / IV.b NIP. 19690419 199903 1 001
PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB
Laporan Keuangan SKPD Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan yang terdiri dari (a) Neraca; (b) Laporan Perubahan Ekuitas (LPE); (c) Laporan Operasional (LO); (d) Laporan Realisasi Anggaran; (e) Catatan atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2015 sebagaimana terlampir adalah tanggungjawab kami.
Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran, posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
Muntok, 31 Desember 2015
Pengguna Anggaran,
Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan
AZMAL AZ,SP.,M.EP Pembina Tingkat I / IV.b NIP. 19690419 199903 1 001
Halaman Pengantar …………..……….
Pernyataan Tanggungjawab ... Daftar Isi ………... Daftar Lampiran ……….. Bagian I Laporan Keuangan Pokok (Versi SAP) ………...
1. Neraca...……….... 2. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)...…..…... 3. Laporan Operasional (LO)... 4. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)... 5. Catatan Atas Laporan Keuangan ………...
BAB I Pendahuluan ...……... 1.1. Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan ... 1.2. Landasan Hukum penyusunan laporan keuangan ... 1.3. Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan ... BAB II Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan Pencapaian Target Kinerja APBD ...……….…...
2.1. Ekonomi makro ………..
2.2. Kebijakan keuangan ………..
2.3. Indikator pencapaian target kinerja APBD ………..
BAB III Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan ...………...
3.1. Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan …...
3.2. Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan ... BAB IV Kebijakan Akuntansi ...………...
4.1. Entitas Akuntansi / Entitas Pelaporan Keuangan Daerah SKPD……..………... 4.2. Basis Akuntansi yang mendasari penyusunan
Laporan Keuangan …...………... 4.3. Basis Pengukuran yang mendasari penyusunan Laporan
Keuangan ………...………... 4.4. Penerapan Kebijakan Akuntansi berkaitan dengan ketentuan
yang ada dalam Standar Akuntansi Pemerintahan ... BAB V Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan ...
5.1. Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos Neraca ... 5.1.1. Aset... ... i iii iv vi 1 1 3 4 5 6 6 6 7 8 10 10 13 17 21 21 22 27 27 28 29 31 37 37
5.1.2. Kewajiban... 5.2. Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos Laporan
Perubahan Ekuitas... 5.2.1. Ekuitas Awal... 5.2.2. Surplus/Defisit LO... 5.3. Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos Laporan
Operasional... 5.3.1. Pendapatan... 5.3.2. Beban... 5.4. Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos Laporan
Realisasi Anggaran... 5.4.1. Pendapatan... 5.4.2. Belanja... BAB VI Penjelasan atas informasi-informasi non Keuangan SKPD
6.1. Visi dan misi Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat ………... 6.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Pertanian dan
Peternakan Kabupaten Bangka Barat………
6.3. Strategi dan Kebijakan………..………...
BAB VII Penutup ...………...
46 48 48 48 50 50 50 53 53 53 55 59 59 62 68
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Neraca : I.1 - Stock Opname Barang Pakai Habis per 31 Desember 2015
- Stock Opname Obat-obatan Ternak per 31Desember 2015
- Stock Opname Alat-alat Kedokteran Hewan per 31Desember 2015
- Stock Opname Bibit Tanaman per 31Desember 2015
- Stock Opname Hewan Ternak per 31 Desember 2015
I.2 - Rekapitulasi Buku Inventaris per 31 Desember 2015
- Rekapitulasi Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2015 - Daftar Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan
Aset Tetap per 31 Desember 2015
- Rekapitulasi Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya (aset rusak, pinjam pakai, tak berwujud, hilang, yang digunakan masyarakat) per 31 Desember 2015
- Daftar Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya (aset rusak, pinjam pakai, tak berwujud, hilang, yang digunakan masyarakat) per 31 Desember 2015
- Rekapitulasi Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap per 31 Desember 2014 - Daftar Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan
Aset Tetap per 31 Desember 2014
- Rekapitulasi Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya (aset rusak, pinjam pakai, tak berwujud, hilang, yang digunakan masyarakat) per 31 Desember 2014
- Daftar Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Lainnya (aset rusak, pinjam pakai, tak berwujud, hilang, yang digunakan masyarakat) per 31 Desember 2014
I.3 - Daftar Utang Jangka Pendek per 31 Desember 2015
1. NERACA (VERSI SAP)
Tahun 2015 Tahun 2014
(Audited) Jumlah %
1 1 ASET 5.2.1
2 1.1 ASET LANCAR 5.2.1.1
3 1.1.1 Kas di Kas Daerah 5.2.1.1.1 - - - #DIV/0!
4 1.1.2 Kas di Bendahara Pengeluaran 5.2.1.1.2 - - - #DIV/0!
5 1.1.3 Kas di Bendahara Penerimaan 5.2.1.1.3 - - - #DIV/0!
6 1.1.4 Investasi Jangka Pendek 5.2.1.1.4 - - - 7 1.1.5 Piutang Pajak 5.2.1.1.5 - - - 8 1.1.6 Piutang Retribusi 5.2.1.1.6 - - - #DIV/0!
9 1.1.7 Penyisihan Piutang 5.2.1.1.7 - - - 10 1.1.8 Belanja Dibayar Dimuka 5.2.1.1.8 - - - 11 1.1.9 Piutang Lainnya 5.2.1.1.9 - - - #DIV/0!
12 1.1.10 Persediaan 5.2.1.1.10 50,387,275.26 84,951,220.44 (34,563,945.18) (40.69) 13 Jumlah Aset Lancar (3 s.d 12) 50,387,275.26 84,951,220.44 (34,563,945.18) (40.69) 14 1.2 ASET TETAP 5.2.1.2
15 1.2.1 Tanah 5.2.1.2.1 22,274,825.00 22,274,825.00 - - 16 1.2.2 Peralatan dan Mesin 5.2.1.2.2 4,971,597,931.00 4,014,659,050.00 956,938,881.00 23.84 17 1.2.3 Gedung dan Bangunan 5.2.1.2.3 4,591,427,569.00 3,875,033,590.00 716,393,979.00 18.49 18 1.2.4 Jalan, Irigasi dan Jaringan 5.2.1.2.4 11,355,143,245.00 8,795,557,145.00 2,559,586,100.00 29.10 19 1.2.5 Aset Tetap Lainnya 5.2.1.2.5 232,767,535.00 204,036,655.00 28,730,880.00 14.08 20 1.2.6 Konstruksi Dalam Pengerjaan 5.2.1.2.6 - - - #DIV/0!
21 1.2.7 Akumulasi Penyusutan 5.2.1.2.7 (7,494,143,536) - (7,494,143,535.74) #DIV/0!
22 Jumlah Aset Tetap (15 s.d 21) 13,679,067,569.26 16,911,561,265.00 (3,232,493,695.74) (19.11) 23 1.3 ASET LAINNYA 5.2.1.3
24 1.3.1 Tagihan Penjualan Angsuran 5.2.1.3.1 - - - - 25 1.3.2 Tuntutan Ganti Rugi 5.2.1.3.2 - - - - 26 1.3.3 Kemitraan dengan Pihak Ketiga 5.2.1.3.3 - - - - 27 1.3.4 Aset Tak Berwujud 5.2.1.3.4 - - - - 28 1.3.5 Aset Lain-Lain 5.2.1.3.5 176,333,366.00 1,093,053,481.00 (916,720,115.00) (83.87) 29 Jumlah Aset Lainnya (24 s.d 28) 176,333,366.00 1,093,053,481.00 (916,720,115.00) (83.87) 30 JUMLAH ASET (13+22+29) 13,905,788,210.52 18,089,565,966.44 (4,183,777,755.92) (23.13)
31 2 KEWAJIBAN 5.2.2
32 2.1 KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 5.2.2.1
33 2.1.1 Utang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) 5.2.2.1.1 - - - - 34 2.1.2 Utang Bunga 5.2.2.1.2 - - - - 35 2.1.3 Bagian Lancar Utang Jangka Panjang 5.2.2.1.3 - - - - 36 2.1.4 Pendapatan Diterima Dimuka 5.2.2.1.4 - - - - 37 2.1.5 Utang Belanja 5.2.2.1.5 - - - - 38 2.1.6 Utang Jangka Pendek Lainnya 5.2.2.1.4 2,502,236.00 - 2,502,236.00 #DIV/0!
39 Jumlah Kewajiban Jangka Pendek (33 s.d 38) 2,502,236.00 - 2,502,236.00 #DIV/0!
40 JUMLAH KEWAJIBAN (39) 2,502,236.00 - 2,502,236.00 #DIV/0!
41 3 EKUITAS DANA 5.2.3
3.1 EKUITAS DANA LANCAR 5.2.3.1
3.1.1 Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) 5.2.3.1.1 -
3.1.2 Pendapatan yang ditangguhkan 5.2.3.1.2 -
3.1.2 Cadangan Piutang 5.2.3.1.3 -
3.1.3 Cadangan Persediaan 5.2.3.1.3 84,951,220.44
NO U R A I A N REF
Jumlah KABUPATEN BANGKA BARAT
DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN NERACA
Per 31 Desember Tahun 2015 dan Tahun 2014 Audited
(dalam Rupiah) Kenaikan/ (Penurunan)
63 3.2 EKUITAS DANA INVESTASI 5.1.3.2
64 3.2.1 Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Panjang 5.1.3.2.1 - - -
65 3.2.1 Diinvestasikan dalam Aset Tetap 5.1.3.2.2 16,911,561,265.00 (16,911,561,265.00) -
66 3.2.2 Diinvestasikan dalam Aset Lainnya 5.1.3.2.3 1,093,053,481.00 (1,093,053,481.00) -
67 Jumlah Ekuitas Dana Investasi (64 s.d 66) - 18,004,614,746.00 68 3.3 EKUITAS DANA CADANGAN 5.1.3.3
69 3.3.1 Diinvestasikan dalam Dana Cadangan 5.1.3.3.1 - - -
70 Jumlah Ekuitas Dana Cadangan (69) - -
71 3.4 EKUITAS 5.1.3.4 14,484,168,120.52 - 14,484,168,120.52 #DIV/0!
72 3.4.1 JUMLAH EKUITAS DANA 14,484,168,120.52 18,089,565,966.44 14,484,168,120.52 80.07 73 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA (55+72) 14,499,198,210.52 18,089,565,966.44 14,499,198,210.52 80.15
-(7,878,462,135.74) NERACA 14,448,304,935.26 RKBI 21,735,560,246.00 7,287,255,310.74 AKM AT (7,494,143,535.74) (206,888,225.00) AKM AL (207,985,234.00) (414,873,459.00) KAPITALISASI 178,030,541.00 (592,904,000.00) Muntok, 31 Desember 2015 Kepala Dinas,
Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan
AZMAL AZ,SP.,M.EP NIP. 196904191999031001
2. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
1 EKUITAS AWAL 18,089,565,966.44 - 18,089,565,966.44
2 SURPLUS/DEFISIT - LO (6,239,230,255.56) - (6,239,230,255.56)
3 DAMPAK KUMULATIF PERUBAHAN KEBIJAKAN/KESALAHAN MENDASAR : 2,633,832,409.64 2,633,832,409.64
a. Penyisihan Piutang Pajak - -b. Penyesuaian Akumulasi Penyusutan dan Amortisasi (6,385,198,348.36) (6,385,198,348.36) c. Penyesuaian Aset Dibawah Kapitalisasi 5,303,737.00 5,303,737.00 d. Koreksi Nilai Persediaan - -e. Selisih Revaluasi Aset Tetap - -f. Lain-lain 9,013,727,021.00 9,013,727,021.00 4 EKUITAS AKHIR 14,484,168,120.52 14,484,168,120.52
13,890,758,121
80.07
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2015 DAN TAHUN 2014 KABUPATEN BANGKA BARAT
DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Kepala Dinas,
Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan
AZMAL AZ,SP.,M.EP NIP. 196904191999031001
NO URAIAN TAHUN 2015 TAHUN 2014 LEBIH/KURANG
Muntok, 31 Desember 2015
Muntok, 31 Desember 2015 Kepala Dinas,
Dinas Pertanian Perkebunan Dan Peternakan
Azmal AZ,SP.,M.EP NIP. 196904191999031001
KEGIATAN OPERASIONAL
1 PENDAPATAN 5.3.1
2 PENDAPATAN ASLI DAERAH 5.3.1.1
3 Pendapatan Pajak Daerah 5.3.1.1.1 - - -4 Pendapatan Retribusi Daerah 5.3.1.1.2 - - - #DIV/0!
5 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 5.3.1.1.3 - - -6 Lain-lain PAD yang sah 5.3.1.1.4 - - -7 Jumlah Pendapatan Asli Daerah (3 s.d. 6) - - - #DIV/0!
8 PENDAPATAN TRANSFER 5.3.1.2
9 TRANSFER PEMERINTAH PUSAT - DANA PERIMBANGAN 5.3.1.2.1
10 Dana Bagi Hasil Pajak 5.3.1.2.1.1 - - -11 Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam 5.3.1.2.1.2 - - -12 Dana Alokasi Umum 5.3.1.2.1.3 - - -13 Dana Alokasi Khusus 5.3.1.2.1.4 - - -14 Jumlah Pendapatan Transfer Dana Perimbangan (10 s.d. 13) - -
-15 TRANSFER PEMERINTAH PUSAT - LAINNYA 5.3.1.2.2
16 Dana Otonomi Khusus 5.3.1.2.2.1 - - -17 Dana Penyesuaian 5.3.1.2.2.2 - - -18 Jumlah Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat - Lainnya (16+17) - -
-19 TRANSFER PEMERINTAH PROVINSI 5.3.1.2.3
20 Pendapatan Bagi Hasil Pajak 5.3.1.2.3.1 - - -21 Bantuan Keuangan dari Provinsi 5.3.1.2.3.2 - - -22 Jumlah Transfer Pemerintah Provinsi (20+21) - -
-23 Total Pendapatan Transfer (14+18+22) - -
-24 LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH 5.3.1.2.4
25 Pendapatan Hibah 5.3.1.2.4.1 638,000,000.00 - 638,000,000.00 100.00 26 Pendapatan Dana Darurat 5.3.1.2.4.2 - - -27 Pendapatan Lainnya 5.3.1.2.4.3 - - -28 Jumlah Lain-Lain Pendapatan Yang Sah (25 s.d 27) 638,000,000.00 - 638,000,000.00 100.00
29 JUMLAH PENDAPATAN (7+23+28) 638,000,000.00 - 638,000,000.00 100.00
LAPORAN OPERASIONAL 3. LAPORAN OPERASIONAL
KABUPATEN BANGKA BARAT
DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2015
NO REF. CALK TAHUN 2015 TAHUN 2014 KENAIKAN/
30 BEBAN 5.3.2
31 Beban Pegawai 5.3.2.1 2,927,246,968.00 - 2,927,246,968.00 100.00 32 Beban Persediaan 5.3.2.2 1,108,926,345.18 - 1,108,926,345.18 100.00 33 Beban Jasa 5.3.2.3 1,056,935,558.00 - 1,056,935,558.00 100.00 34 Beban Pemeliharaan 5.3.2.4 47,246,750.00 - 47,246,750.00 100.00 35 Beban Perjalanan Dinas 5.3.2.5 359,944,213.00 - 359,944,213.00 100.00 36 Beban Bunga 5.3.2.6 - - -37 Beban Subsidi 5.3.2.7 - - -38 Beban Hibah 5.3.2.8 60,000,000.00 - 60,000,000.00 100.00 39 Beban Bantuan Sosial 5.3.2.9 - - -40 Beban Penyusutan 5.3.2.10 1,316,930,421.38 - 1,316,930,421.38 100.00 41 Beban Transfer 5.3.2.11 - - -42 Beban Lain-lain 5.3.2.12 - - - #DIV/0! 43 JUMLAH BEBAN (31 s.d 42) 5.3.2.13 6,877,230,255.56 - 6,877,230,255.56 100.00
44 (6,239,230,255.56) - (6,239,230,255.56) 100.00
NIP. 196904191999031001 SURPLUS/DEFISIT DARI OPERASI (29-43)
Muntok, 31 Desember 2015 Kepala Dinas,
Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan
Muntok, 31 Desember 2015 Kepala Dinas,
Dinas Pertanian Perkebunan Dan Peternakan
Azmal AZ,SP.,M.EP NIP. 196904191999031001
(dalam Rupiah)
1 4 PENDAPATAN 5.1.1
2 4.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 5.1.1.1
3 4.1.1 Pendapatan Pajak Daerah 5.1.1.1.1 - - - -4 4.1.2 Pendapatan Retribusi Daerah 5.1.1.1.2 50,000,000.00 - - 20,487,500.00 5 4.1.3Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang
Dipisahkan 5.1.1.1.3 - - - -6 4.1.4 Lain-lain PAD yang sah 5.1.1.1.4 - - - -7 Jumlah Pendapatan Asli Daerah (3 s.d. 6) 50,000,000.00 - - 20,487,500.00
9 5 BELANJA 5.1.2 10 5.1 BELANJA OPERASI 5.1.2.1 11 5.1.1 Belanja Pegawai 5.1.2.1.1 3,816,649,388.00 3,471,011,614.00 90.94 3,493,930,252.00 12 5.1.2 Belanja Barang 5.1.2.1.2 2,167,165,800.00 1,867,150,185.00 86.16 3,078,214,367.00 13 5.1.3 Bunga 5.1.2.1.3 - - - -14 5.1.4 Subsidi 5.1.2.1.4 - - - -15 5.1.5 Hibah 5.1.2.1.5 60,000,000.00 60,000,000.00 - -16 5.1.6 Bantuan Sosial 5.1.2.1.6 - - - -17 Jumlah Belanja Operasi (11 s.d 16) 6,043,815,188.00 5,398,161,799.00 89.32 6,572,144,619.00
18 5.2 BELANJA MODAL 5.1.2.2
19 5.2.1 Belanja Tanah 5.1.2.2.1 - - #DIV/0! -20 5.2.2 Belanja Peralatan dan Mesin 5.1.2.2.2 92,875,000.00 91,105,000.00 98.09 215,466,350.00 21 5.2.3 Belanja Gedung dan Bangunan 5.1.2.2.3 924,905,000.00 908,162,000.00 98.19 210,332,500.00 22 5.2.4 Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 5.1.2.2.4 2,702,500,000.00 2,564,490,100.00 94.89 3,363,217,000.00 23 5.2.5 Belanja Aset Tetap Lainnya 5.1.2.2.5 960,000.00 942,000.00 98.13 553,800.00 24 5.2.6 Belanja Aset Lainnya 5.1.2.2.6 - - - -25 Jumlah Belanja Modal (19 s.d 24) 3,721,240,000.00 3,564,699,100.00 95.79 3,789,569,650.00
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA BAGIAN I
LAPORAN KEUANGAN POKOK ( Versi SAP ) 4. LAPORAN REALISASI ANGGARAN
KABUPATEN BANGKA BARAT
DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2015
NO URAIAN REF.
CALK ANGGARAN 2015 REALISASI 2015 %
REALISASI 2014 AUDITED
8 JUMLAH PENDAPATAN (7) 50,000,000.00 - - 20,487,500.00
26 5.3 BELANJA TIDAK TERDUGA 5.1.2.3
27 5.3.1 Belanja Tidak Terduga 5.1.2.3 - - - -28 Jumlah Belanja Tidak Terduga (27) - - -
-30 (9,715,055,188.00) (8,962,860,899.00) 92.26 (10,341,226,769.00)
31 (9,715,055,188.00) (8,962,860,899.00) 92.26 (10,341,226,769.00) 29 JUMLAH BELANJA (17+25+28) 9,765,055,188.00 8,962,860,899.00 91.79 10,361,714,269.00
NIP. 196904191999031001 SURPLUS (/DEFISIT) (8-29)
SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN (SILPA) (30)
Muntok, 31 Desember 2015 Kepala Dinas,
Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan
3. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
BAB I PENDAHULUAN
Catatan atas Laporan Keuangan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan meliputi penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalam Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca. Catatan atas Laporan Keuangan ini juga mencakup informasi antara lain tentang kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro, pencapaian target kinerja APBD SKPD, ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan, kebijakan akuntansi yang dipergunakan oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan di dalam Standar Akuntansi Pemerintahan serta ungkapan-ungkapan yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian
1.1. Maksud dan tujuan penyusunan laporan keuangan SKPD Maksud Pelaporan Keuangan
Laporan Keuangan SKPD Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan selama satu periode pelaporan. Laporan keuangan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat terutama digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan, menilai efisiensi dan efektivitas keuangan, dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.
Tujuan Pelaporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas akuntansi dalam hal ini adalah SKPD Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan. Tujuan
umum laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya.
Tujuan spesifik laporan keuangan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan akuntabilitas entitas pelaporan atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya, dengan menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan , apakah mengalami kenaikan atau penurunan, sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode pelaporan.
1.2. Landasan Hukum penyusunan laporan keuangan SKPD
Pelaporan keuangan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan
diselenggarakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur keuangan pemerintah daerah, antara lain:
1) Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
2) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 3) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 4) Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan
dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
5) Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;
6) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
7) Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah;
8) Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah;
9) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
10) Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara / Daerah;
11) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
12) Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan;
13) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
14) Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Barat Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;
15) Peraturan Bupati Bangka Barat Nomor 33 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Kabupaten Bangka Barat;
16) Peraturan Bupati Bangka Barat Nomor 62 Tahun 2015 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.
1.3. Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan SKPD
Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan dapat diuraikan sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
1.2. Landasan Hukum penyusunan laporan keuangan 1.3. Sistematika penulisan catatan atas laporan keuangan BAB II Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan Pencapaian
Target Kinerja APBD - SKPD 2.1. Ekonomi makro
2.2. Kebijakan keuangan
2.3. Indikator pencapaian target kinerja APBD BAB III Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan
3.1. Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan
3.2. Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan
BAB IV Kebijakan Akuntansi
4.1. Entitas Pelaporan Keuangan SKPD
4.2. Basis Akuntansi yang mendasari penyusunan Laporan Keuangan 4.3. Basis Pengukuran yang mendasari penyusunan Laporan Keuangan
4.4. Penerapan Kebijakan Akuntansi berkaitan dengan ketentuan yang ada dalam Standar Akuntansi Pemerintahan
BAB V Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan
5.1. Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos Neraca 5.1.1. Aset
5.1.2. Kewajiban
5.2. Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos Laporan Perubahan Ekuitas
5.2.1. Ekuitas Awal 5.2.2. Surplus / Defisit LO
5.3.1. Pendapatan 5.3.2. Beban
5.4. Rincian dan penjelasan masing-masing pos-pos Laporan Realisasi Anggaran
5.4.1. Pendapatan 5.4.2. Belanja
BAB VI Penjelasan atas informasi-informasi non Keuangan BAB VII Penutup
BAB II
EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD SKPD
2.1. Ekonomi makro
Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan merupakan salah satu satker di Kabupaten Bangka Barat yang wilayah kerjanya terdiri dari 6 ( enam ) Kecamatan yaitu : Kecamatan Muntok, Kecamatan Simpang Teritip, Kecamatan Jebus, Kecamatan Parit Tiga, Kecamatan Kelapa dan Kecamatan Tempilang dengan luas wilayah kerjanya sekitar 2.855,33 km2.
Pertumbuhan ekonomi ( Economic Growth ) sampai saat ini masih dipakai untuk memantau perbaikan ekonomi suatu daerah. Struktur perekonomian juga menunjukkan besarnya kontribusi masing-masing sektor ekonomi di suatu daerah. Besarnya pengaruh suatu sektor ekonomi, sesuai dengan arah kebijakan baik ekstern maupun intern serta kemampuan daya dukung dalam meningkatkan nilai tambah bruto. Dengan mengamati struktur perekonomian akan tampak sampai seberapa jauh kekuatan ekonomi suatu daerah. Indikator perekonomian makro semacam ini sangat penting bagi pengambilan keputusan untuk mengarahkan sasaran kebijakan pembangunan di masa yang akan datang.
A. Sasaran Kinerja Keuangan Daerah
Proyeksi Pendapatan dan Belanja Tahun 2015 dengan mengacu pada data pendapatan dan laju pertumbuhan dalam APBD tahun sebelumnya adalah
sebagai berikut
Prediksi Pendapatan dan Belanja untuk tahun anggaran 2015
Rp % Rp %
I. Pendapatan 50.000.000,00 100,00 25.235.000,00 50,47 1. PAD 50.000.000,00 100,00 25.235.000,00 50,47 2. Pendapatan Transfer - - - -3. Lain-lain Pendapatan yang Sah - - - -II. Belanja 9.765.055.188,00 100,00 12.109.323.603,00 124,01 1. Belanja Operasi 6.043.815.188,00 61,89 7.344.324.715,00 75,21 2. Belanja Modal 3.721.240.000,00 38,11 4.764.998.888,00 48,80 3. Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan - - - -4. Belanja Tak Terduga - - -
-Surplus / Defisit (9.715.055.188,00) (12.084.088.603,00)
No Uraian
Tahun
B. Ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2015
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah / APBD SKPD Tahun 2015 setelah perubahan ditetapkan dengan Peraturan Bupati Bangka Barat No. 27 Tahun 2015 Tentang Perubahan atas peraturan Bupati Bangka Baarat No. 44 Tahun 2014 Tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2015 (Berita Daerah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2015 No.13 seri A). Ringkasan APBD Tahun 2015 dan APBD tahun 2014 adalah sebagai berikut:
No U R A I A N PERBANDINGAN APBD Anggaran Tahun 2014 Anggaran Tahun 2015 Bertambah (Berkurang) % (1) (2) (3) (4) (5) (6) I PENDAPATAN 25.235.000,00 50.000.000,00 24.765.000,00 98,14
I.1. PENDAPATAN ASLI DAERAH
(PAD) 25.235.000,00 50.000.000,00 24.765.000,00
98,14
1.1.1
Pendapatan Pajak Daerah
0,00 0,00 0,00 0,00 1.1.2
Pendapatan Hasil Retribusi Daerah
25.235.000,00 50.000.000,00 24.765.000,00
98,14
1.1.3
Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang
Dipisahkan 0,00 0,00
0,00 0,00
1.1.4
Lain-lain PAD yang Sah
0,00 0,00 0,00 0,00 II. BELANJA 12.109.323.603,00 9.765.055.188,00 (2.344.268.415,00) (19,36) II.1 BELANJA OPERASI 7.344.324.715,00 6.043.815.188,00 (1.300.509.527,00) (17,71) 2.1.1 Belanja Pegawai/Personalia 3.762.880.215,00 3.816.649.388,00 53.769.173,00 1,43
3.581.444.500,00 2.227.165.800,00 II.2 BELANJA MODAL 4.764.998.888,00 3.721.240.000,00 (1.043.758.888,00) (21,90) 2.2.1 Belanja Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
2.2.2 Belanja Peralatan dan Mesin
238.909.000,00 92.875.000,00 (146.034.000,00) (61,13) 2.2.3
Belanja Gedung dan
Bangunan 221.206.000,00 924.905.000,00 703.699.000,00 318,12 2.2.4
Belanja Jalan, Irigasi dan
Jaringan 4.304.323.888,00 2.702.500.000,00 (1.601.823.888,00) (37,21)
2.2.5 Belanja Aset Tetap Lainnya
560.000,00 960.000,00 400.000,00 71,43 II.3
BELANJA TAK TERDUGA 0,00 0,00 0,00 0,00
III.
SURPLUS ( DEFISIT)--> (I - II)
(12.084.088.603,00) (9.715.055.188,00) 2.369.033.415,00 (19,60)
C. Ringkasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2015 a. Alasan Perubahan APBD
Dalam perjalanan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2015, terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi awal kebijakan umum APBD, hal ini dikarenakan adanya perubahan aspirasi, tuntutan dan kebutuhan pelayanan kepada masyarakat sehingga perlu disikapi dengan melakukan penyesuaian program dan kegiatan. Perubahan tersebut mengakibatkan perlu dilakukannya penyesuaian atau perubahan APBD tahun 2015. Kondisi yang mendasari perlunya perubahan APBD adalah sebagai berikut: 1. Adanya penambahan, penurunan dan pergeseran belanja;
2. Adanya upaya untuk peningkatan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat serta kebutuhan-kebutuhan mendesak yang tidak bisa dihindari;
3. Penetapan alokasi dana DAK yang diterima setelah APBD Kabupaten disyahkan, yang berakibat perubahan anggaran dana pendamping melalui APBD Kabupaten / pada APBD.P terjadi penyesuaian Dana Alokasi Khusus (DAK) yang semula belum terakomodir pada anggaran awal.
b. Ringkasan APBD 2015 Perubahan
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mengajukan Rancangan perubahan APBD Tahun 2015 yang telah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka Barat, ditetapkan dengan Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2015 Tentang Perubahan atas peraturan Bupati Bangka Baarat No. 44 Tahun 2014 Tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2015 (Berita Daerah Kabupaten Bangka Barat Tahun 2015 No.13 seri A).
Ringkasan APBD 2015 Perubahan sebagai berikut:
No U R A I A N Anggaran Sebelum Perubahan Anggaran Setelah Perubahan Bertambah (Berkurang) Rp % (1) (2) (3) (4) (5) (6) I PENDAPATAN 50.000.000,00 50.000.000,00 0,00 0,00
I.1. PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)
50.000.000,00 50.000.000,00
0,00 0,00
1.1.2
Hasil Retribusi Daerah
50.000.000,00 50.000.000,00 0,00 0,00 II. BELANJA 10.112.751.899,40 9.765.055.188,00 (347.696.711,40) (3,44) II.1 BELANJA OPERASI 6.392.511.899,40 6.043.815.188,00 (348.696.711,40) (5,45) 2.1.1 Belanja Pegawai/Personalia 3.957.489.899,40 3.816.649.388,00 (140.840.511,40) (3,56)
2.1.2 Belanja Barang dan Jasa
2.435.022.000,00 2.227.165.800,00 (207.856.200,00) (8,54) II.2 BELANJA MODAL 3.720.240.000,00 3.721.240.000,00 1.000.000,00 0,03 2.2.1 Belanja Tanah 2.192.360,00 0,00 0,00 0,00
2.2.2 Belanja Peralatan dan Mesin 91.875.000,00 92.875.000,00 1.000.000,00 1,09
2.2.3 Belanja Gedung dan Bangunan 745.055.000,00 924.905.000,00 179.850.000,00 24,14
2.2.4
Belanja Jalan, Irigasi dan
Jaringan 689.990.000,00 2.703.500.000,00 2.012.510.000,00 291,67
2.2.5 Belanja Aset Tetap Lainnya 960.000,00 960.000,00 0,00 0,00
III. SURPLUS ( DEFISIT)--> (I - II) (10.062.751.899,40) (9.715.055.188,00) 347.696.711,40 (3,46)
2.2. Kebijakan keuangan
Pada Tahun Anggaran 2015 kebijakan keuangan yang ditetapkan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan dititiK beratkan pada Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan, Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan, Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak, Peningkatan Produksi Hasil Peternakan, Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan, Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan dan Pengembangan Jaringan Irigasi Pertanian. Pembiayaan kegiatan-kegiatan dititik beratkan untuk kepentingan masyarakat dan bantuan-bantuan berupa bibit-bibit tanaman dan ternak di wilayah Kabupaten Bangka Barat, selain penyediaan sarana prasarana, sarana produksi baik untuk aparatur maupun publik.
Kebijakan ini mempunyai pengaruh terhadap neraca dan laporan realisasi anggaran Tahun 2015, dimana pada neraca menyajikan informasi realisasi kebijakan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan dalam penyediaan sarana dan prasarana maupun sarana produksi dan akan meningkatkan jumlah aset yang dimiliki Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan khususnya Pemerintah Daerah.
2.2.1. Pengelolaan Pendapatan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan
Kondisi Dan Kebijakan Anggaran Pendapatan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan
A. Kondisi Umum Pendapatan
Pendapatan Daerah meliputi semua penerimaan uang melalui rekening Kas Umum Daerah yang menambah ekuitas dana lancar, yang merupakan hak Pemerintah Daerah dalam 1 (satu) tahun anggaran, yang tidak perlu dibayar kembali oleh Daerah dan dianggarkan secara Bruto.
Berdasarkan ketentuan Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Barat Nomor 5 Tahun 2011 tentang Retribusi Rumah Potong Hewan, sumber pendapatan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan berupa :
Pendapatan Asli Daerah, berupa :
Pendapatan Retribusi Daerah ( Retribusi Rumah Potong Hewan )
B. Permasalahan Utama Pendapatan
Permasalah utama Pendapatan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kab. Bangka Barat untuk Tahun Anggaran 2015, berupa :
Permasalahan yang selalu dirasakan pada tiap tahun adalah belum dapat difungsikan / berjalannya RPH (Rumah Potong Hewan) resmi milik Pemerintah Daerah dikarenakan :
1. Secara teknis bangunan Rumah Potong Hewan (RPH) belum memenuhi standar (belum memenuhi syarat teknis);
2. Belum tersedia akses jalan masuk ke Rumah Potong Hewan (RPH); 3. Sarana dan prasarana pendukung belum tersedia (kandang istirahat,
inslatasi air bersih, sarana pengolah limbah, listrik, peralatan pemotongan dan sarana pelayuan daging yang memadai);
4. Luas lahan yang tersedia tidak mencukupi untuk penambahan bangunan infrastruktur sarana dan prasarana kelengkapan RPH yang dibutuhkan yang belum tersedia;
5. Status kepemilikan lahan RPH baru selesai pengurusannya pada tahun 2015;
6. Memperhatikan hal-hal poin 1-5 diatas, untuk dapat memfungsikannya masih diperlukan kajian tentang kelayakan RPH tersebut sebelum dilakukan penambahan prasarana dan sarana yang dibutuhkan agar menjadi RPH yang representatif atau layak digunakan, sehingga penjual daging yang selama ini memotong sapi ditempat pemotongan masing-masing bersedia menggunakan fasilitas RPH milik Pemerintah Daerah. Bahwa di Kabupaten Bangka Barat belum ada Rumah Pemotongan Hewan yang
dimiliki secara pribadi. Sementara itu yang ada adalah Tempat Pemotongan Hewan. Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No.18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 13/Permentan/OT.140/2010
tentang Persyaratan Rumah Potong Hewan dan Unit Peanganan Daging (Meat Cutting Plant) di dalamnya tidak memuat/mengakomodir hal-hal tentang Tempat Pemotongan Hewan, sehingga Pemerintah Daerah tidak dapat menerbitkan regulasi yang memayungi keberadaan Tempat Pemotongan Hewan tersebut.
C. Strategi dan Prioritas Pendapatan
Strategi dalam meningkatkan PAD adalah mengoptimalkan potensi PAD melalui peningkatan peran dan fungsi fasilitas yang potensial dalam memberikan kontribusinya terhadap Pendapatan Daerah.
Guna mencapai sasaran peningkatan per-tahun tersebut perlu dilakukan upaya-upaya sebagai berikut :
Rencana pembangunan RPH (Rumah Potong Hewan) di lokasi yang strategis Optimalisasi fungsi fasilitas, sarana dan prasarana yang dapat memberikan
kontribusi terhadap PAD, pasar hewan, pembibitan, holding ground (tempat peristirahatan ternak).
Pengenaan sumbangan pihak ketiga atas pemasukan ternak dan atau bahan pangan asal hewan lainnya.
2.2.2. Pengelolaan Belanja Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan
Kondisi Dan Kebijakan Anggaran Belanja Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan
A. Kondisi Umum Belanja
Belanja Dinas Pertanian, Perkebunan dan Pertenakan merupakan semua kewajiban SKPD yang diakui sebagai pengurang nilai pendapatan bersih dalam periode anggaran bersangkutan, dimana Belanja diprioritaskan dalam rangka pelaksanaan urusan pilihan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.
Dalam kaitan itu penyusunan Anggaran Belanja diprioritaskan untuk menunjang efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing bidang Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan dalam rangka melaksanakan kewajiban yang menjadi tanggungjawabnya, yang berdasarkan pendekatan Prestasi Kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta memperjelas efektifitas dan efisiensi penggunaan alokasi anggaran dimaksud.
Dalam penyusunan Rancangan Anggaran Belanja, usulan kegiatan diperoleh dari pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran dari masing-masing bidang. Usulan tersebut diseleksi berdasarkan skala prioritas, dihitung dan kemudian dijabarkan ke dalam kelompok belanja yang sesuai dengan kegiatan serta sesuai kodering yang ada.
Secara garis besar Belanja di Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Belanja Tidak Langsung
Belanja Tidak Langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Berkenaan dengan hal tersebut maka dalam belanja tidak langsung digunakan untuk mencantumkan anggaran :
a. Belanja Pegawai yang merupakan kompensasi dalam bentuk gaji dan tunjangan serta penghasilan lainnya yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. Tambahan penghasilan kepada PNS dalam rangka peningkatan kesejahteraan pegawai berdasarkan beban kerja atau tempat bertugas, kondisi kerja atau kelengkapan profesi atau prestasi kerja.
c. Tambahan penghasilan tersebut berdasarkan pertimbangan yang obyektif lainnya dengan memperhatikan kemampuan keuangan Daerah dan memperoleh persetujuan DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Belanja Langsung
Belanja Langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan. Input belanja yang digunakan untuk menganggarkan belanja dalam rangka pelaksanaan program dan kegiatan, terdiri dari jenis belanja pegawai dalam bentuk honorarium/upah kerja, belanja barang dan jasa serta belanja modal.
B. Permasalahan Utama Belanja
Permasalahan dalam penyusunan Belanja adalah adanya kebijakan anggaran belanja (informasi anggaran belanja Dana Alokasi Khusus) Pemerintah Pusat atau Pemerintah Provinsi yang baru ditetapkan setelah SKPD telah menyusun anggaran program dan kegiatannya, sehingga hal tersebut menyebabkan SKPD harus merevisi kembali program dan kegiatan yang menjadi prioritas untuk dianggarkan.
C. Strategi dan Prioritas Belanja
Adapun prioritas Belanja dititik beratkan pada belanja kegiatan-kegiatan untuk kepentingan masyarakat, seperti berupa pembangunan jalan irigasi tingkat usaha tani, dan bantuan-bantuan berupa bibit-bibit tanaman dan ternak, selain penyediaan sarana prasarana, sarana produksi baik untuk aparatur maupun publik.
2.3. Indikator pencapaian target kinerja APBD
Secara umum Pencapaian Target Kinerja Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat dapat dikatakan baik karena sebagian besar program kegiatan dari masing – masing PPTK dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Untuk kegiatan yang pencapaian/realisasinya tidak mencapai 100% (terutama proyek – proyek fisik) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun 2015 serta Dana Alokasi Khusus ( DAK ) Tahun 2015, dikarenakan :
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan kegiatannya antara lain : 1.1 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik (Keg. 01.02).
Kegiatan intinya adalah Pembayaran biaya telepon kantor, listrik Kantor Dinas, Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kantor BPP selama 12 bulan
dengan pagu anggaran sebesar Rp. 60.000.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 29.714.252,00 atau 49,52 % dari pagu anggaran dikarenakan selama 1 tahun Masih terdapatnya anggaran Biaya Listrik untuk 5 BPP yang seharusnya sudah diambil oleh Badan Ketahanan Pangan.
1.2 Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja (Keg. 01.09)
Kegiatan intinya adalah belanja pemeliharaan peralatan kantor, belanja pemeliharaan perlengkapan kantor, belanja pemeliharaan instalasi listrik dan alat penerangan, serta belanja pemeliharaan sarana dan prasarana gedung/kantor dengan pagu anggaran sebesar Rp. 14.700.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 4.570.000,00 atau 31,09 % dari pagu anggaran karena untuk belanja pemeliharaan instalasi listrik kantor tidak terpakai disebabkan tidak adannya perbaikan dan masih dalam kondisi baik,
untuk peralatan lainnya masih terpelihara dengan baik, hanya saja terdapat 4 unit (printer/computer /laptop/AC) yang kondisinya rusak berat sehingga anggaran pemeliharaan tidak mencukupi untuk perbaikan.
1.3 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan (Keg. 01.11)
Kegiatan intinya adalah pembuatan spanduk, umbul-umbul, dan bendera serta belanja cetak dan penggandaan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 35.175.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 25.686.000,00 atau 73.02 % dari pagu anggaran dikarenakan pertanggungjawaban sudah sesuai dengan kebutuhan dan ada terdapat sisa pada kegiatan Pembuatan spanduk dikarenakan di tahun anggaran tersebut pembuatan spanduk tidak banyak.
1.4 Penyediaan Komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor (Keg. 01.12)
Kegiatan intinya adalah Belanja komponen instalasi listrik kantor dinas dan kantor-kantor BPP berupa 30 bola lampu, 15 buah kabel roll dan 7 buah isolasi, baterai 38 pasang dan remote 3 buah dengan pagu anggaran sebesar Rp. 5.000.000,00 realisasi keuangan Rp. 2.136.400,00 atau 42,73 % dari pagu anggaran dikarenakan penyerapan anggaran sudah sesuai dengan kebutuhan, karena ada beberapa item barang masih belum memerlukan penggantian.
1.5 Penyediaan Jasa Pegawai Non PNS (Keg. 01.19)
Kegiatan intinya adalah Pembayaran honorarium 6 orang PHL selama 12 bulan, 1 orang petugas jaga malam kantor, 1 orang jaga malam puskeswan,1 orang petugas kebun teh,2 orang petugas Kandang dan 2 orang Petugas HMT(Hijauan Makanan Ternak) dengan pagu anggaran sebesar Rp.
117.600.000,00 realisasi keuangan Rp. 100.800.000,00 atau 85,71 % dari pagu anggaran dikarenakan Untuk Petugas HMT hanya ada 1 orang, sehingga ada sisa uang Rp. 15.600.000,- yang tidak digunakan.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan salah satu kegiatannya yaitu :
2.1 Pemeliharaan Rutin / Berkala Kendaraan Dinas / Operasional (Keg. 02.24). Kegiatannya adalah Belanja jasa servis, Belanja suku cadang kendaraan dinas Roda 2, Roda 3, Roda 4. Traktor roda 4, bahan bakar minyak
/gas dan pelumas dengan pagu anggaran sebesar Rp. 150.000.000,00
realisasi keuangan hanya Rp. 99.653.000,00 atau 66,44 % dari pagu anggaran dikarenakan penyesuaian harga Pertamax dan Premium sehingga terdapat kelebihan penganggaran dan Terdapat kelebihan anggaran pada belanja Jasa Servis dan Suku cadang kendaraan yang disesuaikan dengan kebutuhan.
3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan salah satu kegiatannya yaitu :
3.1 Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun (Keg. 06.04). Kegiatannya adalah Penyusunan 1 dokumen Laporan Akhir Tahun dan perjalanan dinas luar daerahdengan pagu anggaran sebesar Rp. 27.000.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 22.719.248,00 atau 84,15 % dari pagu anggaran dikarenakan Perhitungan Perjalanan dinas yang at cost sehingga ada sisa anggaran.
4. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani dengan salah satu kegiatannya yaitu:
4.1 Sertifikasi Lahan Perkebunan Rakyat (Keg. 15.06).
Kegiatan intinya adalah p Lahan Perkebunan Rakyat yang disertifikasi pada Lokasi Ds Buyan Kelumbi 110 Ha, Desa Kelumbi 44 Ha, Desa Pusuk 82 Ha, Desa Sinar Surya 34 Ha, Desa Tanjung Niur 43 Ha, Tempilang 6 ha. Total 319 ha , dengan pagu anggaran sebesar Rp. 200.000.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 152.026.600,00 atau 76,01 % dari pagu anggaran dikarenakan rendahnya minat petani yang tergabung dalam kelompok KKSR untuk mengikuti program tersebut, adanya permasalahan kawasan hutan mengacu SK.798/Menhut/II/2012 sehingga beberapa petani tidak dapat diikutsertakan, oleh karena itu pencairan dana disesuaikan dengan daftar usulan dan hasil CP/CL ke petani.
4.2 Pembinaan dan Pengawasan Penerapan Pola Kemitraan Pembangunan Kebun Rakyat dengan Perusahaan Perkebunan Besar/swasta (Keg. 15.07). Kegiatan intinya adalah Pembinaan dan pengawasan antara petani dan Perusahaan dalam menerapkan pola kemitraan pada Lokasi Ds Buyan Kelumbi, Desa Kelumbi, Desa Pusuk, Desa Sinar Surya, Desa Tanjung Niur, Tempilang 6 ha. Pagu anggaran sebesar Rp. 69.280.000,00realisasi keuangan hanya Rp. 48.318.673,00 atau 69,74 % dari pagu anggaran
dikarenakan rendahnya partisipasi anggota petani KKSR untuk menghadiri rapat untuk pertemuan dan pembinaan dengan pihak Distanbunnak dan PT.Sawindo Kencana sehingga pencairan dana disesuaikan dengan kehadiran peserta.
5. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian / Perkebunan dengan salah satu kegiatannya yaitu :
5.1 Penilaian Usaha Perkebunan (Keg. 25.05).
Kegiatan intinya adalah Memberikan penilaian setiap 4 tahun sekali bagi Perusahaan Besar Swasta Kelapa Sawit yang berada di Kabupaten
Bangka Barat dan melakukan pembinaan. Pagu anggaran sebesar Rp.
50.270.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 18.100.000,00 atau 36,01 %
dari pagu anggaran dikarenakan anggaran terdapat pada APBD P dan baru terlaksana pada bulan November sehingga banyak belanja barang
jasa yang tidak terpakai.
6. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan dengan salah satu kegiatannya yang tidak terealisasi 100% yaitu :
6.1 Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna (Keg. 26.02).
Kegiatan intinya adalah Pengadaan Peralatan Keswan dan nitrogen cair
sebanyak 1000 liter. Pagu anggaran sebesar Rp. 92.336.000,00 realisasi
keuangan hanya Rp. 77.916.000,00 atau 84,38 % dari pagu anggaran dikarenakan ketergantungan Nitrogen Cair (N2) dari luar menyebabkan ketersediaan N2 tidak segera terpenuhi juga karena peralatan kedokteran hewan yang rusak tidak dapat diperbaiki karena peralatan tersebut tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.
BAB III
IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN SKPD
3.1 IKHTISAR REALISASI PENCAPAIAN TARGET KINERJA KEUANGAN SKPD; A. Pencapaian Sasaran Kinerja Keuangan
Untuk pencapaian target kinerja kegiatannya Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat pada TA 2015 mendapat alokasi anggaran APBD Kabupaten Bangka Barat, APBN/Tugas Pembantuan (Dirjen sarana dan prasarana pertanian) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagaimana rincian berikut ini:
APBD : Rp. 6.137.650.188,00
Dana DAK : Rp. 3.627.405.000,00
APBN/Tugas Pembantuan : Rp. 13.417.803.000,00
Realisasi anggaran untuk tahun 2015 adalah
APBD : Rp. 5.491.899.000,00
Dana DAK : Rp. 3.470.961.000,00
APBN/Tugas Pembantuan : Rp. 11.151.363.000,00.
Ikhtisar Pencapaian Sasaran Kinerja Keuangan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan per 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:
No U R A I A N Anggaran Setelah Perubahan Realisasi Anggaran Diatas (Dibawah) Rp % (1) (2) (3) (4) (5) (6) I PENDAPATAN 50.000.000,00 0,00 (50.000.000,00) (100,00)
I.1. PENDAPATAN ASLI DAERAH
(PAD)
50.000.000,00 0,00 (50.000.000,00) (100,00)
1.1.2 Pendapatan Retribusi Daerah 50.000.000,00 0,00 (50.000.000,00) (100,00)
8.962.860.899,00 (802.194.289,00) (8,21)
II.1 BELANJA OPERASI 6.043.815.188,00 5.398.161.799,00 (645.653.389,00) (10,68)
2.1.1 Belanja Pegawai/Personalia 3.816.649.388,00 3.471.011.614,00 (345.637.774,00) (9,06)
2.1.2 Belanja Barang dan Jasa
2.227.165.800,00 1.927.150.185,00 (300.015.615,00) (13,47)
II.2 BELANJA MODAL 3.721.240.000,00 3.564.699.100,00 (156.540.900,00) (4,21)
2.2.1 Belanja Tanah 0,00 0,00 0,00 0,00
2.2.2 Belanja Peralatan dan Mesin 92.875.000,00 91.105.000,00 (1.770.000,00) (1,91)
2.2.3 Belanja Gedung dan Bangunan 924.905.000,00 908.162.000,00 (16.743.000,00) (1,81)
2.2.4 Belanja Jalan. Irigasi dan Jaringan 2.702.500.000,00 2.564.490.100,00 (138.009.900,00) (5,11)
2.2.5 Belanja Aset Tetap Lainnya 960.000,00 942.000,00 (18.000,00) (1,88)
II.3 BELANJA TAK TERDUGA 0,00 0,00 0,00 0,00
III. SURPLUS ( DEFISIT)--> (I - II) (9.715.055.188,00) (8.962.860.899,00) 752.194.289,00 (7,74)
1. Pendapatan Asli Daerah
Jumlah pendapatan Hasil Retribusi Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan selama tahun 2015 adalah sebesar Rp 0,00 atau 0,00 % jika dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp 50.000.000,00.
2. Belanja
Jumlah belanja selama tahun 2015 adalah sebesar Rp 8.962.860.899,00 atau 91,79 %
jika dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan sebesar
Rp 9.765.055.188,00.
3.2 HAMBATAN DAN KENDALA YANG ADA DALAM PENCAPAIAN TARGET YANG TELAH DITETAPKAN
Hambatan dan Kendala dalam Pencapaian Target Keuangan (pendapatan) adalah :
1. Belum berjalannya RPH (Rumah Potong Hewan) resmi milik Pemerintah Daerah; 2. Secara teknis bangunan Rumah Potong Hewan (RPH) belum memenuhi standar
(belum memenuhi syarat teknis);
3. Belum tersedia akses jalan masuk ke Rumah Potong Hewan (RPH);
4. Sarana dan prasarana pendukung belum tersedia (kandang istirahat, inslatasi air bersih, sarana pengolah limbah, listrik, peralatan pemotongan dan sarana pelayuan daging yang memadai);
5. Luas lahan yang tersedia tidak mencukupi untuk penambahan bangunan infrastruktur sarana dan prasarana kelengkapan RPH uang dibutuhkan yang belum tersedia;
6. Status kepemilikan lahan RPH baru selesai pengurusannya pada tahun 2015; 7. Memperhatikan hal-hal diatas, untuk dapat memfungsikannya masih diperlukan
kajian tentang kelayakan RPH tersebut sebelum dilakukan penambahan prasarana dan sarana yang dibutuhkan agar menjadi RPH yang representatif atau layak digunakan, sehingga penjual daging yang selama ini momotong sapi ditempat pemotongan masing-masing bersedia menggunakan fasilitas RPH milik Pemerintah Daerah;
8. Bahwa di Kabupaten Bangka Barat belum ada Rumah Pemotongan Hewan yang dimiliki secara pribadi. Sementara itu yang ada adalah Tempat Pemotongan Hewan. Sedangkan menurut Undang Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang No.18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan
Kesehatan Hewan dan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor
13/Permentan/OT.140/2010 tentang Persyaratan Rumah Potong Hewan dan Unit Peanganan Daging (Meat Cutting Plant) di dalamnya tidak memuat/mengakomodir hal-hal tentang Tempat Pemotongan Hewan, sehingga Pemerintah Daerah tidak dapat menerbitkan regulasi yang memayungi keberadaan Tempat Pemotongan Hewan tersebut.
Hambatan dan Kendala dalam Pencapaian Target Keuangan (Belanja) adalah :
7. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan kegiatannya antara lain : 1.6 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik (Keg. 01.02).
Kegiatan intinya adalah Pembayaran biaya telepon kantor, listrik Kantor Dinas, Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kantor BPP selama 12 bulan
dengan pagu anggaran sebesar Rp. 60.000.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 29.714.252,00 atau 49,52 % dari pagu anggaran dikarenakan selama 1 tahun Masih terdapatnya anggaran Biaya Listrik untuk 5 BPP yang seharusnya sudah diambil oleh Badan Ketahanan Pangan.
1.7 Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja (Keg. 01.09)
Kegiatan intinya adalah belanja pemeliharaan peralatan kantor, belanja pemeliharaan perlengkapan kantor, belanja pemeliharaan instalasi listrik dan alat penerangan, serta belanja pemeliharaan sarana dan prasarana gedung/kantor dengan pagu anggaran sebesar Rp. 14.700.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 4.570.000,00 atau 31,09 % dari pagu anggaran karena untuk belanja pemeliharaan instalasi listrik kantor tidak terpakai disebabkan tidak adannya perbaikan dan masih dalam kondisi baik, untuk peralatan lainnya masih terpelihara dengan baik, hanya saja terdapat 4 unit (printer/computer /laptop/AC) yang kondisinya rusak berat sehingga anggaran pemeliharaan tidak mencukupi untuk perbaikan.
1.8 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan (Keg. 01.11)
Kegiatan intinya adalah pembuatan spanduk, umbul-umbul, dan bendera serta belanja cetak dan penggandaan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 35.175.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 25.686.000,00 atau 73.02 % dari pagu anggaran dikarenakan pertanggungjawaban sudah sesuai dengan kebutuhan dan ada terdapat sisa pada kegiatan Pembuatan spanduk dikarenakan di tahun anggaran tersebut pembuatan spanduk tidak banyak.
1.9 Penyediaan Komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor (Keg. 01.12)
Kegiatan intinya adalah Belanja komponen instalasi listrik kantor dinas dan kantor-kantor BPP berupa 30 bola lampu, 15 buah kabel roll dan 7 buah isolasi, baterai 38 pasang dan remote 3 buah dengan pagu anggaran sebesar Rp. 5.000.000,00 realisasi keuangan Rp. 2.136.400,00 atau 42,73 % dari pagu anggaran dikarenakan penyerapan anggaran sudah sesuai dengan kebutuhan, karena ada beberapa item barang masih belum memerlukan penggantian.
1.10 Penyediaan Jasa Pegawai Non PNS (Keg. 01.19)
Kegiatan intinya adalah Pembayaran honorarium 6 orang PHL selama 12 bulan, 1 orang petugas jaga malam kantor, 1 orang jaga malam puskeswan,1 orang petugas kebun teh,2 orang petugas Kandang dan 2 orang Petugas HMT(Hijauan Makanan Ternak) dengan pagu anggaran sebesar Rp.
117.600.000,00 realisasi keuangan Rp. 100.800.000,00 atau 85,71 % dari pagu anggaran dikarenakan Untuk Petugas HMT hanya ada 1 orang, sehingga ada sisa uang Rp. 15.600.000,- yang tidak digunakan.
8. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan salah satu kegiatannya yaitu :
2.2 Pemeliharaan Rutin / Berkala Kendaraan Dinas / Operasional (Keg. 02.24). Kegiatannya adalah Belanja jasa servis, Belanja suku cadang kendaraan dinas Roda 2, Roda 3, Roda 4. Traktor roda 4, bahan bakar minyak /gas dan pelumas dengan pagu anggaran sebesar Rp. 150.000.000,00
realisasi keuangan hanya Rp. 99.653.000,00 atau 66,44 % dari pagu anggaran dikarenakan penyesuaian harga Pertamax dan Premium sehingga terdapat kelebihan penganggaran dan Terdapat kelebihan anggaran pada belanja Jasa Servis dan Suku cadang kendaraan yang disesuaikan dengan kebutuhan.
9. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan salah satu kegiatannya yaitu :
3.1 Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun (Keg. 06.04). Kegiatannya adalah Penyusunan 1 dokumen Laporan Akhir Tahun dan perjalanan dinas luar daerahdengan pagu anggaran sebesar Rp. 27.000.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 22.719.248,00 atau 84,15 % dari pagu anggaran dikarenakan Perhitungan Perjalanan dinas yang at cost sehingga ada sisa anggaran.
10. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani dengan salah satu kegiatannya yaitu:
6.1 Sertifikasi Lahan Perkebunan Rakyat (Keg. 15.06).
Kegiatan intinya adalah p Lahan Perkebunan Rakyat yang disertifikasi pada Lokasi Ds Buyan Kelumbi 110 Ha, Desa Kelumbi 44 Ha, Desa Pusuk 82 Ha, Desa Sinar Surya 34 Ha, Desa Tanjung Niur 43 Ha, Tempilang 6 ha. Total 319 ha , dengan pagu anggaran sebesar Rp. 200.000.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 152.026.600,00 atau 76,01 % dari pagu anggaran dikarenakan rendahnya minat petani yang tergabung dalam kelompok KKSR untuk mengikuti program tersebut, adanya permasalahan kawasan hutan mengacu SK.798/Menhut/II/2012 sehingga beberapa petani tidak dapat
diikutsertakan, oleh karena itu pencairan dana disesuaikan dengan daftar usulan dan hasil CP/CL ke petani.
6.2 Pembinaan dan Pengawasan Penerapan Pola Kemitraan Pembangunan Kebun Rakyat dengan Perusahaan Perkebunan Besar/swasta (Keg. 15.07). Kegiatan intinya adalah Pembinaan dan pengawasan antara petani dan Perusahaan dalam menerapkan pola kemitraan pada Lokasi Ds Buyan Kelumbi, Desa Kelumbi, Desa Pusuk, Desa Sinar Surya, Desa Tanjung Niur, Tempilang 6 ha. Pagu anggaran sebesar Rp. 69.280.000,00realisasi keuangan hanya Rp. 48.318.673,00 atau 69,74 % dari pagu anggaran
dikarenakan rendahnya partisipasi anggota petani KKSR untuk menghadiri rapat untuk pertemuan dan pembinaan dengan pihak Distanbunnak dan PT.Sawindo Kencana sehingga pencairan dana disesuaikan dengan kehadiran peserta.
11. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian / Perkebunan dengan salah satu kegiatannya yaitu :
7.1 Penilaian Usaha Perkebunan (Keg. 25.05).
Kegiatan intinya adalah Memberikan penilaian setiap 4 tahun sekali bagi Perusahaan Besar Swasta Kelapa Sawit yang berada di Kabupaten
Bangka Barat dan melakukan pembinaan. Pagu anggaran sebesar Rp.
50.270.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 18.100.000,00 atau 36,01 %
dari pagu anggaran dikarenakan anggaran terdapat pada APBD P dan baru terlaksana pada bulan November sehingga banyak belanja barang
jasa yang tidak terpakai.
12. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan dengan salah satu kegiatannya yang tidak terealisasi 100% yaitu :
8.1 Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Teknologi Peternakan Tepat Guna (Keg. 26.02).
Kegiatan intinya adalah Pengadaan Peralatan Keswan dan nitrogen cair sebanyak 1000 liter. Pagu anggaran sebesar Rp. 92.336.000,00 realisasi keuangan hanya Rp. 77.916.000,00 atau 84,38 % dari pagu anggaran dikarenakan dikarenakan ketergantungan Nitrogen Cair (N2) dari luar menyebabkan ketersediaan N2 tidak segera terpenuhi juga karena peralatan kedokteran hewan yang rusak tidak dapat diperbaiki karena peralatan tersebut tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.
BAB IV
KEBIJAKAN AKUNTANSI
4.5. Entitas Akuntansi / Entitas Pelaporan Keuangan Daerah SKPD
Entitas Pelaporan
Entitas pelaporan adalah unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan.
Entitas Akuntansi
Entitas akuntansi adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyampaikan laporan keuangan sehubungan dengan anggaran/barang yang dikelolanya yang ditujukan kepada entitas pelaporan untuk digabungkan.
Kepala SKPD Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan sebagai entitas akuntansi melimpahkan wewenangnya kepada Kepala Subbagian Keuangan di lingkungannya / Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD/PPK-SKPD untuk menyelenggarakan akuntansi pengelolaan keuangan dan secara periodik menyiapkan laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan keuangan.
Laporan keuangan tersebut disampaikan secara intern dan berjenjang kepada unit yang lebih tinggi dalam rangka penggabungan laporan keuangan oleh entitas pelaporan.
Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, terdiri dari 3 Bidang Satuan Kerja. Adapun 3 Bidang Satuan Kerja tersebut terdiri dari:
1. Bidang Pertanian 2. Bidang Perkebunan 3. Bidang Peternakan
Yang mana meliputi 6 wilayah kerja, yaitu : 1. Kecamtan Muntok
3. Kecamatan Jebus 4. Kecamatan Parit Tiga 5. Kecamatan Kelapa 6. Kecamatan Tempilang
Masing-masing bidang tersebut merupakan entitas akuntansi. Dimana pada masing-masing bidang tersebut bertanggung jawab terhadap anggaran yang ada pada Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan tersebut termasuk dalam pencatatan akuntansinya. Adapun realisasi dari anggaran tersebut disusun dalam Laporan Realisai Anggaran dan Neraca yang harus dilaporkan atau disampaikan kepada Bagian Keuangan.
4.6. Basis Akuntansi yang mendasari penyusunan Laporan Keuangan SKPD Basis Akuntansi
1. Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan SKPD Pemerintah Kabupaten Bangka Barat adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan-LRA, belanja dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual untuk pengakuan pendapatan-LO, beban, aset, kewajiban, dan ekuitas dana. 2. Basis kas untuk laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Bangka
Barat berarti bahwa pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Daerah atau oleh entitas pelaporan, serta belanja, transfer dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Daerah. Namun demikian, bilamana anggaran disusun dan dilaksanakan berdasarkan basis akrual. Pemerintah tidak menggunakan istilah laba, melainkan menggunakan sisa perhitungan anggaran (lebih/kurang) untuk setiap tahun anggaran. Sisa perhitungan anggaran tergantung pada selisih realisasi pendapatan dan penerimaan pembiayaan dengan belanja dan pengeluaran pembiayaan.
3. Basis akrual untuk LO (Laporan Operasional) berarti bahwa pendapatan diakui pada saat hak untuk memperoleh pendapatan telah terpenuhi walaupun kas belum diterima di Rekening Kas Umum Daerah atau oleh entitas pelaporan dan beban diakui pada saat kewajiban yang mengakibatkan penurunan nilai kekayaan bersih telah terpenuhi walaupun kas belum dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Daerah atau entitas pelaporan. Pendapatan seperti bantuan pihak luar/asing dalam bentuk jasa disajikan pula pada LO.
4. Basis akrual untuk Neraca Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berarti bahwa aset, kewajiban dan ekuitas dana diakui dan dicatat saat terjadinya transaksi, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan