• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTERNET & WWW. KONSEP KOMUNIKASI BROADBAND 7 th week

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "INTERNET & WWW. KONSEP KOMUNIKASI BROADBAND 7 th week"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

I

NTERNET

&

WWW

KONSEP KOMUNIKASI

BROADBAND

(2)

W

IDE

A

REA

N

ETWORK

T

OPOLOGY

(WAN)

Network configuration yang dirancang untuk

membawa data pada jarak yang jauh.

 Tidak seperti LANs, yang dirancang untuk

berhubungan dengan komputer yang banyak dan membawa data antar banyak sistem, Topologi WAN biasanya menggunakan Point to Point.

Point to Point maksudnya bahwa teknologi yang

dikembangkan hanya untuk mendukung dua node dalam mengirim dan menerima data.

 Dan jika berbagai node/komputer memerlukan akses

ke WAN, suatu LAN akan ditempatkan di belakang WAN untuk menyediakan fungsi ini.

Estu Sinduningrum, ST, MT

(3)

 Gambar dibawah memperlihatkan tipe dari

connectivitas ini. Device yang berkomunikasi secara langsung pada WAN adalah dua Router.

Router menyediakan connectivitas dari single point

menuju sistem lain. Device lain yang dibutuhkan untuk menggunakan WAN harus berkomunikasi melalui kedua Router.

(4)

H

ANYA

DUA

R

OUTER

YANG

BERKOMUNIKASI

SECARA

LANGSUNG

PADA

WAN.

Point to point

Point to point

Point to point

Estu Sinduningrum, ST, MT

(5)

 Didalam WAN banyak terdapat banyak terdapat

istilah-istilah yang harus kita pahami antara lain:

Central Office (CO) adalah fasilitas Local Exchange

Carriers/perusahaan yang menyediakan jasa WAN

(6)

Customer Premise Equipment (CPE) adalah

device yang berada ditempat pelanggan,baik itu peralatan yang dimiliki secara pribadi oleh pelanggan (DTE) maupun peralatan yang merupakan sewaan dari Local Exchange Carriers (DCE).

 Karena selain dari peralatan pribadi milik

pelanggan diantara peralatan itu juga terdapat peralatan yang merupakan milik dari penyedia jasa layanan yang disewakan kepada pelanggan selama pelanggan tersebut memakai jasa layanan tersebut.

Estu Sinduningrum, ST, MT

(7)

Data Terminal Equipment (DTE) adalah peralatan

milik pribadi si pemakai jasa layanan atau pelanggan dan peralatan tersebut berada ditempat pelanggan.

 Peralatan ini memiliki interface yang dapat

dihubungkan ke WAN link. Contoh peralatan ini adalah router dan bridge

(8)

Data Circuit Terminating Equipment (DCE)

Fasilitas komunikasi yang dimiliki oleh penyedia

jasa layanan WAN, yang disewa oleh pemakai

jasa layanan dan berada di tempat pemakai jasa

layanan, berfungsi untuk mentranslasikan data

dari DTE menjadi data yang dimengerti oleh

protokol WAN, peralatan itu antara lain

DSU/CSU, NT1, modem, dan jika layanan itu

berupa layanan frame relay maka peralatan itu

berupa Packet Switcher

Estu Sinduningrum, ST, MT

(9)
(10)

Data Service Unit (DSU) adalah peralatan yang

menyesuaikan physical interface dari DTE ke fasilitas transmisi seperti T1. DSU juga berfungsi mengatur timing jaringan

Channel Service Unit (CSU) adalah peralatan

digital interface yang menghubungkan peralatan pemakai dengan jaringan digital telepon lokal. Biasanya CSU/DSU tergabung menjadi suatu peralatan. CSU/DSU ada juga yang buat ke dalam bentuk interface card pada router.

Estu Sinduningrum, ST, MT

(11)
(12)

Demarc adalah batas pemisah antara CPE dan CO. Local Loop adalah jalur telekomunikasi antara

Demarc sampai CO.

Estu Sinduningrum, ST, MT

(13)

G

EOGRAPHICALLY

L

ARGE

WAN

 Jika kita membangun suatu WAN dimana

menghubungkan satu LAN dengan LAN yang lain.

 Maka kedua LAN tersebut sama-sama memerlukan

local exchange carriers dan local exchange carries

tersebut harus bisa berhubungan dengan local

(14)

Jika local exchange carriers tersebut berhubungan dalam

suatu jarak yang jauh, maka local exchange carriers tersebut memerlukan suatu Long-Distance Carries.

Contoh Long-Distance Carries seperti AT&T, Sprint, dan

MCI dimana menghubungkan local exchange carriers pada suatu lokasi yang disebut Point of Presence (POP).

 POP, merupakan titik penghubung antara local exchange

carries dan long distance carries lain, tiap kota yang besar biasanya memiliki lebih paling sedikit lebih dari satu POP dan kota besar utama bisa memiliki lebih dari satu POP.

Estu Sinduningrum, ST, MT

(15)

Contoh bagaimana local exchange carries membawa

data pada circuit kita.

Local Exchange Carrier

Local Exchange Carrier The local exchange carrier is

responsible for these connections

The long distance carrier is responsible for this connection. Corporate Site

(16)

KONSEP KOMUNIKASI

BROADBAND

(17)

T

UJUAN

 Mahasiswa memahami konsep komunikasi

broadband.

 Mahasiswa memahami berbagai macam

(18)

K

ONSEP

K

OMUNIKASI

B

ROADBAND

 Secara umum, Broadband dideskripsikan sebagai

komunikasi data yang memiliki kecepatan tinggi,

kapasitas tinggi

 menggunakan DSL, Modem Kabel, Ethernet, Wireless

Access, Fiber Optik, W-LAN, V-SAT, dsb.

 Rentang kecepatan layanan bervariasi dari 128 Kbps

s/d 100 Mbps.

 Tidak ada definisi internasional spesifik untuk

Broadband

Estu Sinduningrum, ST, MT

(19)

 Dalam Draft RPM Penataan Pita Frekuensi Radio

untuk Keperluan Layanan Akses Pita Lebar Berbasis Nirkabel (Broadband Wireless Access) diusulkan

definisi Broadband adalah layanan

telekomunikasi nirkabel yang memiliki

kemampuan kapasitas diatas kecepatan data primer “2 Mbps” (E1) sesuai ITU-R F.1399-1.

 Faktor pendorong broadband  Untuk Pemerintah

 Broadband dilihat sebagai infrastruktur penting untuk

mencapai tujuan-tujuan pemerintah di bidang

(20)

Untuk Penyelenggara Jaringan / Jasa Telekomunikasi

 Suatu pilihan untuk mengurangi penurunan pendapatan dari

teknologi lama (POTS “Plain old telephone service”/PSTN “Public

Switched Telephone Network”).

 Potensi tambahan pendapatan dari Layanan Nilai Tambah.

Potensi penambahan secara eksponensial dalam ARPU “Average

Revenue Per Unit”. Untuk Konsumen

 Tersedianya rentang aplikasi yang lebih banyak dan lebih kaya.  Akses yang lebih cepat terhadap informasi.

 Layanan yang semakin mengarah konvergensi (VOIP, Video on

Demand).

Estu Sinduningrum, ST, MT

K

ONSEP

K

OMUNIKASI

B

ROADBAND

(21)

ARPU

Average Revenue Per Unit (ARPU): Jumlah

rata-rata pulsa bulanan yang digunakan seorang pengguna layanan operator seluler

(22)

T

EKNOLOGI BROADBAND

Infrastruktur Eksisting

DSL melalui jaringan akses tembaga (DSL over Copper

loop)

Modem kabel melalui jaringan TV Kabel (Cable Modem over

Cable TV network)

Akses Broadband Jalur Listrik (Power Line Broadband

Access)

Infrastruktur Baru

 Fiber To The Home (FTTH)  Hybrid Fiber Coaxial (HFC)  Infrastruktur Nirkabel

 Wireless Access (FWA) / High speed WLL

 Wireless LAN (Wi-Fi) (802.11), WiMax (802.16), I-Burst

(802.20), dsb

 V-SAT

 IMT-2000 (3G Mobile): HSDPA/ CDMA-EVDO

Estu Sinduningrum, ST, MT

(23)

SONET

 Synchronous optical network (SONET) menawarkan

biaya transport yang efektif pada jaringan akses dan jaringan inti/core. Lapisan optic menyediakan layanan transport untuk aplikasi jarak jauh. Dia juga secara langsung men-support layanan data.

 Keuntungan SONET adalah dapat memberikan

fungsionalitas yang bagus baik pada jaringan kecil, medium, maupun besar.

 Collector rings menyediakan interface ke seluruh aplikasi,

termasuk local office, PABX, access multiplexer, BTS, dan terminal ATM.

(24)

Estu Sinduningrum, ST, MT

(25)

ATM

 ATM telah direkomendasikan oleh CCITT sebagai

mode transfer untuk B-ISDN.

 Pada ATM, informasi dikirim dalam blok data dengan

panjang tetap yang disebut sel. Sel merupakan unit dari switching dan transmisi.

 Untuk mendukung layanan dengan rate yang

beragam, maka pada selang waktu tertentu dapat dikirimkan sel dengan jumlah sesuai dengan rate-nya.

(26)

ATM

 Sebuah sel terdiri atas information field yang berisi

informasi pemakai dan sebuah header.

 Informasi field dikirim dengan transparan oleh

jaringan ATM dan tak ada proses yang dikenakan padanya oleh jaringan.

 Urutan sel dijaga oleh jaringan, dan sel diterima

dengan urutan yang sama seperti pada waktu kirim.

 Header berisi label yang melambangkan informasi

jaringan seperti addressing dan routing.

26

(27)

ATM

Dikatakan merupakan kombinasi dari konsep circuit

dan packet switching, karena ATM memakai konsep

connection oriented dan mengggunakan konsep paket

berupa sel.

Setiap hubungan mempunyai kapasitas transfer

(bandwidth) yang ditentukan sesuai dengan

permintaan pemakai, asalkan kapasitas atau resource-nya tersedia

Dengan resource yang sama, jaringan mampu atau

dapat membawa beban yang lebih banyak karena jaringan mempunyai kemampuan statistical

(28)

Estu Sinduningrum, ST, MT

(29)

P

RINSIP KERJA

ATM :

1. ATM telah direkomendasikan oleh CCITT sebagai mode

transfer untuk B-ISDN.

2. Pada ATM, informasi dikirim dalam blok data dengan panjang

tetap yang disebut sel. Sel merupakan unit dari switching dan transmisi.

3. Untuk mendukung layanan dengan rate yang beragam, maka

pada selang waktu tertentu dapat dikirimkan sel dengan jumlah sesuai dengan rate-nya.

4. Sebuah sel terdiri atas information field yang berisi informasi

pemakai dan sebuah header.

(30)

8. Header berisi label yang melambangkan informasi jaringan

seperti addressing dan routing.

9. Dikatakan merupakan kombinasi dari konsep circuit dan packet

switching, karena ATM memakai konsep connection oriented dan mengggunakan konsep paket berupa sel.

10. Setiap hubungan mempunyai kapasitas transfer (bandwidth)

yang ditentukan sesuai dengan permintaan pemakai, asalkan kapasitas atau resource-nya tersedia.

11. Dengan resource yang sama, jaringan mampu atau dapat

membawa beban yang lebih banyak karena jaringan mempunyai kemampuan statistical multiplexing.

P

RINSIP KERJA

ATM :

Estu Sinduningrum, ST, MT

(31)

XDSL

 DSL adalah Teknologi akses yang menggunakan

saluran kabel tembaga eksisting untuk layanan broadband.

“x” berarti tipe/jenis teknologi ; HDSL, ADSL, IDSL,

SDSL, VDSL, dll.

 x-DSL mampu membawa informasi suara dan data

(termasuk gambar/video) , untuk data dengan kecepatan bervariasi (32Kbps s/d 8 Mbps).

(32)

XDSL

 Karena menggunakan kabel telepon, maka

x-DSL menyediakan bandwidth frekwensi secara dedicated (no-share bandwidth)

 x-DSL mempunyai Bite Rate yang tinggi (asymetric

dan symetric)

 x-DSL menggunakan aplikasi Mode IP dan ATM

 x-DSL mudah instalasi dan langsung dapat dipakai

Estu Sinduningrum, ST, MT

(33)

XDSL

Latar belakang xDSL

 Jumlah jaringan akses tembaga sangat besar, sehingga

ditinjau dari aspek ekonomi sangat menguntungkan untuk dioptimalkan

 Bandwidth transmisinya masih terbatas < 4 kHz hanya

untuk informasi suara dengan jarak 5 s/d 10 km

 Sebagian besar hanya digunakan untuk komunikasi suara  Bandwidth 4 kHz yang digunakan adalah bandwidth

tanpa modulasi, sehingga masih ada “ruang” untuk

meningkatkan kapasitas dengan menggunakan teknik modulasi tertentu.

(34)

XDSL

Estu Sinduningrum, ST, MT

(35)

ADSL

ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) :

teknologi akses, yang memungkinkan terjadinya

komunikasi data, voice dan video secara bersamaan, menggunakan media jaringan akses kabel tembaga 1 pair.

Disebut asimetrik karena rate / kecepatan transmisi

dari sentral ke pelanggan (dowstream) tidak sama

dengan rate transmisi dari arah pelanggan ke sentral (upstream)

Bit rate downstream 8 Mb/s, upstream 640

(36)

ADSL

Estu Sinduningrum, ST, MT

(37)
(38)

ADSL

Komponen pembangun ADSL :

 Modem ADSL  Splitter  DSLAM  Remote DSLAM  ATM Switch  BRAS  RADIUS  NMS Estu Sinduningrum, ST, MT 38

(39)

ADSL

 Modem ADSL merupakan perangkat di sisi

pelanggan/client sehingga data digital dapat diterima dan dikirimkan melalui kabel telepon, atau berfungsi sebagai pengubah sinyal analog to digital atau sebaliknya.

 Beberapa merek modem sering dipakai diantaranya :

(40)

DSL

 Splitter berfungsi sebagai pemisah/pengenal antara

sinyal analog (voice) ataukah data.

 Jika yang datang adalah voice, maka informasi

tersebut akan diteruskan ke telepon.

 Jika yang datang adalah data, maka informasi

tersebut akan diteruskan ke modem untuk selanjutnya ke computer.

 Prinsip kerja dari splitter adalah menggunakan filter,

Lowpass filter dan highpass filter.

Estu Sinduningrum, ST, MT

(41)

DSL

 DSLAM Adalah Konfigurasi perangkat xDSL yang secara

fisik modem sentralnya berupa card module yang berisi banyak modem sentral.

 Fungsi DSLAM diantaranya :

 Sebagai filter Voice dan Data

 Sebagai Modulator / Demodulator DSL  Sebagai Multiplexer (Sebagai ATM )

(42)

DSL

 REMOTE DSLAM, Merupakan DSLAM yang dipasang

didaerah yang jauh/terpencil tetapi dimungkinkan

banyak pelanggan yang menggunakan fasilitas ADSL. Kapasitas dari Remote DSLAM ini biasanya tidak

terlalu besar.

 ATM Switch

 Fungsi ATM Switch adalah :

Titik penyambungan/switching (cross connect) antara

DSLAM dan RAS

Sebagai gateway jaringan ATM

Multiplexer paket ATM dari DSLAM  Titik interkoneksi antara ATM dan IP

Estu Sinduningrum, ST, MT

(43)

DSL

 BRAS

 Broadband Remote Access Service berfungsi :  Melakukan routing dari user ke ISP tujuan

IP management

Konfigurasi interface user Sebagai ISP gateway

(44)

DSL

 RADIUS

 Fungsi RADIUS adalah :

Authentication → mengidentifikasi user melalui user

name, password, calling number

Authorization→ melayani akses user sesuai

dengan service level nya (LDAP)

Accounting → melakukan proses billing and

informasi penggunaan seorang user

Estu Sinduningrum, ST, MT

(45)

DSL

 NMS

 Network Management Sistem berfungsi :  DSLAM management

 Monitoring status/kondisi DSLAM  Buka/tutup port pelanggan

Setting speed pelanggan

 Monitoring status/kondisi modem pelanggan

ATM Switch management BRAS management

(46)

VPN

 Menurut IETF, VPN merupakan suatu bentuk private internet yang

melalui public network (internet), dengan menekankan pada keamanan data dan akses global melalui internet.

 Hubungan ini dibangun melalui suatu tunnel (terowongan) virtual

antara 2 node.

 VPN dapat memberikan solusi bagi berbagai persoalan yang ada.

Karena dengan adanya VPN, hubungan yang dilakukan antara kantor pusat dan cabang serta partner bisnis perusahaan lebih ekonomis. Selain itu koneksi dengan VPN tidak terbatas hanya pada hubungan antara kantor pusat dan cabang saja, tetapi VPN juga memberikan keuntungan lebih dengan memberikan security hubungan untuk pengguna yang berpindah-pindah.

Estu Sinduningrum, ST, MT

(47)
(48)

A

PLIKASI BROADBAND

Layanan Personal

 Akes Internet Berkecepatan Tinggi (256 kbps dan lebih)  Multimedia

Layanan Publik dari Pemerintah

 E-governance  E-education  Tele-medicine  Layanan Komersial  E-commerce  Corporate Internet  Videoconferencing

Layanan Video dan Hiburan

 Broadcast TV  Video on Demand  Interactive gaming  Music on Demand  Online Radio Estu Sinduningrum, ST, MT 48

(49)

RANGKUMAN

1) Broadband dideskripsikan sebagai komunikasi data yang

memiliki kecepatan tinggi, kapasitas tinggi menggunakan DSL, Modem Kabel, Ethernet, Wireless Access, Fiber

Optik, W-LAN, V-SAT, dsb.

2) Faktor pendorong broadband dapat dilihat dari tingkat

kepentingan dari beberapa pihak, seperti : pemerintah, penyelenggara telekomunikasi, dan konsumen.

3) Teknologi broadband meliputi pengembangan teknologi

existing, infrastruktur baru, maupun wireless.

4) Beberapa contoh teknologi broadband adalah SONET,

(50)

6. Secara singkat pengertian broadband adalah Merupakan sebuah

istilah dalam internet yang merupakan koneksi internet transmisi data kecepatan tinggi.

7. Ada dua jenis jalur lebar yang umum, yaitu DSL dan kabel modem,

yang mampu mentransfer 512 kbps atau lebih, kira-kira 9 kali lebih cepat dari modem yang menggunakan kabel telepon standar.

8. Broadband atau Jalur lebar sering dipanggil internet

kecepatan-tinggi, karena biasanya memiliki kecepatan aliran data yang tinggi. Umumnya, hubungan ke pelanggan dengan kecepatan 256 kbit/d (0,256Mbit/d) atau lebih dianggap sebagai internet jalur lebar.

9. International Telecommunication Union Sektor Standarisasi (ITU-T)

rekomendasi I.113 mendefinisikan jalur lebar sebagai kapasitas pengiriman yang lebih cepat dari kecepatan utama ISDN pada 1,5 sampai 2 Mbit/d.

10. Definisi FCC dari broadband sekitar 200 kbit/d dalam satu arah, dan

jalur lebar canggih paling tidak 200 kbit/d dalam dua arah. OECD mendefinisikan jalur lebar sebagai 256 kbit/d dalam paling tidak satu arah dan kecepatan ini yang paling diterima di seluruh dunia.

(51)

QUIZ OPEN

1. Apakah dimaksud dengan komunikasi broadband ? 2. Sebutkan faktor pendorong broadband dilihat dari

sisi konsumen !

3. Sebutkan contoh teknologi broadband yang

memanfaatkan infrastruktur existing !

4. Sebutkan contoh teknologi broadband yang

(52)

QUIZ

6. Jelaskan prinsip kerja dari ATM !

7. Apakah yang dimaksud dengan DSL ?

8. Jelaskan latar belakang dari munculnya teknologi

xDSL !

9. Jelaskan pengertian asimetrik pada teknologi ADSL ! 10. Sebutkan komponen pembangun ADSL !

Estu Sinduningrum, ST, MT

(53)

Referensi

Dokumen terkait

In the Joomla Administrator interface, the User Manager allows the definition of user access settings, groups, and access levels.. Users (or groups of users) can be given

perusahaan batik yang tersebar di seluruh penjuru Kota Solo. Kampung Batik Laweyan yang dicanangkan sebagai wisata batik sejak 2005.. sendiri sampai tahun 2012 ini,

Tindakan Tony Broer tersebut melahirkan konsep dan nilai praktis yang lebih dominan dari penampakan politik tubuh, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, sehingga

Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut; bagaimana ketentuan hukum yang mengatur tentang kewenangan apoteker melakukan tindakan

ماكلا ةراهم ميلعت ي ةيوناثلا نيدلاءاه ةسردم وجرأوديس ناما جناجابس ةيماسإا ا لع ربك فاتخا دوجو يعي ى ةراهم لا ماك لصفلا باطلل لا رشاع ةسردم جابس

Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research &amp; Development (R&amp;D) dengan model prosedural. Prosedur dalam penelitian ini mengikuti

Oyek dan tiwul singkong mempunyai nilai indeks glikemik lebih rendah dari oyek dan tiwul dari umbi garut dan suweg karena diduga komponen pati pada singkong

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:Sebagian besar responden