No. 9/15/DASP Jakarta, 29 Juni 2007
S U R A T E D A R A N
Perihal: Perubahan Kedua atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 7/26/DASP tanggal 22 Juli 2005 perihal Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia
Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/29/PBI/2006 tentang Daftar Hitam Nasional Penarik Cek dan/atau Bilyet Giro Kosong (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4669) dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/13/DASP tanggal 19 Juni 2007 perihal Daftar Hitam Nasional Penarik Cek dan/atau Bilyet Giro Kosong, dipandang perlu untuk melakukan perubahan terhadap ketentuan mengenai alasan penolakan atas Warkat Debet dan/atau Data Keuangan Elektronik (DKE) yang dikliringkan dalam Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) sebagaimana dimaksud dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 7/26/DASP tanggal 22 Juli 2005 perihal Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/10/DASP tanggal 9 April 2007.
Berkenaan dengan hal tersebut, maka ketentuan mengenai alasan penolakan sebagaimana dimaksud pada Lampiran 15 tentang Daftar Alasan Penolakan dan Sanksi Kewajiban Membayar atas Penolakan Warkat Debet dan/atau DKE Debet diubah menjadi sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Edaran ini, yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran ini.
Ketentuan dalam Surat Edaran ini mulai berlaku sejak tanggal 2 Juli 2007.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat Edaran ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Demikian agar Saudara maklum.
BANK INDONESIA,
EDI SISWANTO
DIREKTUR AKUNTING DAN SISTEM PEMBAYARAN