• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemeriksaan Batu Ginjal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemeriksaan Batu Ginjal"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERIKSAAN BATU GINJAL PEMERIKSAAN BATU GINJAL

Pemeriksaan: Kimiawi Pemeriksaan: Kimiawi Metode: kualitatif Metode: kualitatif Prinsip:

Prinsip: 1. Asam urat dan urat-urat lainnya1. Asam urat dan urat-urat lainnya

Bila bereaksi dengan natrium karbonat dan reagen asam urat (fosfowolframat) akan Bila bereaksi dengan natrium karbonat dan reagen asam urat (fosfowolframat) akan membentuk senyawa berwarna biru.

membentuk senyawa berwarna biru. 2. Fosfat

2. Fosfat

Fosfat dengan amonium molibdat dalam suasana asam kuat asam dan panas akan Fosfat dengan amonium molibdat dalam suasana asam kuat asam dan panas akan membentuk senyawa yang mengendap yang berwarna kuning.

membentuk senyawa yang mengendap yang berwarna kuning. 3. Oksalat

3. Oksalat

Oksalat dengan HCL 10% dan serbuk MnO2 terbentuk gas secara bergejolak dari Oksalat dengan HCL 10% dan serbuk MnO2 terbentuk gas secara bergejolak dari dasar tabung.

dasar tabung. 4. Carbonat 4. Carbonat

Carbonat dengan HCL berlebihan membentuk gas CO2 terjadi secara menyeluruh Carbonat dengan HCL berlebihan membentuk gas CO2 terjadi secara menyeluruh dalam campuran.

dalam campuran. 5. Cystine

5. Cystine

Cystine dengan NH4OH dan NaCN dan larutan natrium nitroprusid 5% yang segar Cystine dengan NH4OH dan NaCN dan larutan natrium nitroprusid 5% yang segar membentuk senyawa berwarna merah.

membentuk senyawa berwarna merah. 6. Calcium

6. Calcium

Calcium dalam HCL dan disaring dengan larutan NaOH membentuk presipitat Calcium dalam HCL dan disaring dengan larutan NaOH membentuk presipitat  putih bila sampel positif.

 putih bila sampel positif. 7. Magnesium

7. Magnesium

Magnesium dengan NaOH reaksi alkalis dengan reagen magnesium merubah Magnesium dengan NaOH reaksi alkalis dengan reagen magnesium merubah warna reagen yang semula merah menjadi biru.

warna reagen yang semula merah menjadi biru. 8. Ammonium

8. Ammonium

Ammonium yang alkalis dengan NaOH dan reagen Nessler membentuk warna Ammonium yang alkalis dengan NaOH dan reagen Nessler membentuk warna  presipisitat kuning-cokelat.

(2)

Alat dan Bahan Alat:

1. Mortir & lumpang 2. Gergaji halus 3. Tabung reaksi 4. Gelas ukur 5. Pipet tetes Bahan:

1. Sampel batu ginjal 2. Reagen:

1)  Na2CO3 20% 2) Reagen asam urat 3) Ammonium molibdat

3,5 g ammonium molibdat dilarutkan dalam aquades 75 mL dan ditambahkan 25 mL HNO3 P 4) Asam clorida 10% 5) Serbuk MNO2 6)  NH4OH 7)  NaCN 5% 8)  Na nitroprusid 5% 9)  Natrium hidroksida 20% 10) Reagen magnesium

1 mg-nitrobenzena-azoresorcinol dalam 100 mL larutan NaOH 1N 11) Reagen nessler

Cara kerja

1. Asam urat dan urat lainnya

-Sedikit batu ginjal yang sudah digerus dimasukan kedalam tabung reaksi kecil. -Tambahkan 1 tetes larutan Na2CO3 20% dan 2 tetes reagen asam urat

-Tambahkan 2 tetes reagen asam urat

-Amati adanya perubahan warna menjadi biru. 2. Fosfat

-sedikit batu ginjal yang sudah digerus dimasukan kedalam tabung reaksi kecil. -tambahkan 4-5 tetes larutan ammonium molibdat

(3)

-amati adanya endapan kuning 3. Oksalat

-pada gerusan batu ditambahkan HCL 10% dan serbuk MnO2

-amati adanya pembentukan gas secara bergejolak dari dasar tabung, menandakan reaksi  positif.

4. Carbonat

-pada gerusan batu ditambahkan beberapa tetes HCL 10% dengan jumlah berlebihan. -amati adanya pembentukan gas CO2 terjadi secara menyeluruh dalam campuran, menandakan reaksi +

5. Cystine

-pada gerusan batu ditambahkan 1 tetes NH4OH kemudian NaCN 5% campurkan dan tunggu 5 menit.

-tambahkan beberapa tetes larutan natrium nitroprusid 5% yang segar -amati adanya pembentukan warna merah menandakan reaksi positif. 6. Calcium

-dibuat ekstrak dari gerusan batu dalam HCL 10% dan disaring dengan kapas sehingga didapat filtrat

-tambahkan larutan NaOH 20%

-amati adanya presipitat putih bila sampel positif. 7. Magnesium

-filtrat ditambah beberapa tetes NaOH 20% sampai reaksi alkalis -tambahkan reagen Nessler beberapa tetes

(4)

PEMERIKSAAN BATU EMPEDU Pemeriksaan: Kimiawi

Metode: kualitatif Prinsip:

1. Cholesterol

-

Cholesterol dengan chloroform dan asam asetat anhidrid dan asam sulfat pe kat dan dibiarkan ditempat gelap, akan terjadi warna hijau.

2. Calcium

-

Calsium dengan sedikit HCL 0,2 N dan sedikit larutan Na Acetat jenuh sampai pH menjadi 4 dan beberapa tetes larutan Kalium oxalate akan terbentuk endapan

 putih. 3. Fosfat

-

Fosfat dengan ammonium molibdat dan suasana panas akan terjadi endapan kuning.

4. Bilirubin

-

Bilirubin dengan metanol dan reagen diazo akan terbentuk warna ungu, menandakan adanya bilirubin.

Alat dan Bahan: Alat:

1. Mortir & lumpang 2. Gergaji halus 3. Tabung reaksi 4. Gelas ukur 5. Pipet tetes Bahan:

1. Sampel batu empedu 2. Reagen:

1) Chloroform

2) Asam acetate anhidrid 3) Asam sulfat P

4) HCL 0,2 N 5)  Na Acetat jenuh 6) Kalium oxalat

(5)

7) Ammonium molibdat:

3,5 g Ammonium molibdat dilarutkan dalam aquades 75 mL dan ditambahkan 25 mL HNO3 P

8) Methanol 9) Reagen diazo Cara Kerja:

1. Cholesterol

-

Pada tabung isikan gerusan batu empedu dan beberapa mL chloroform dan tambahkan 1 mL asam asetat anhidrid dan 2 tetes asam sulfat pekat dan tabung tersebut dibiarkan ditempat gelap.

-

Amati terjadi warna hijau menandakan adanya cholesterol. 2. Calcium

-

Pada tabung masukkan gerusan batu empedu sedikit dan HCL 0,2 N

-

Tambahkan sedikit demi sedikit larutan Na acetat j enuh sampai pH menjadi 4 (control dengan kertas pH universal)

-

Tambahkan beberapa tetes larutan Kalium oxalate

-

Biarkan 10 menit

-

Amati terbentuknya endapan putih, menandakan adanya calcium. 3. Fosfat

-

Sedikit batu ginjal yang sudah digerus dimasukan kedalam tabung reaksi kecil.

-

Tambahkan 4-5 tetes larutan ammonium mobildat

-

Panaskan diatas nyala api

-

Amati adanya endapan kuning 4. Bilirubin

-

Sedikit batu empedu yang sudah digerus masukan ke dalam tabung reaksi

-

Tambahkan sedikit metanol

-

Tambahkan reagen diazo segar

-

Amati terbentuknya warna ungu, menandakan adanya bilirubin.

SOAL

1. Petugas laboratorium kesehatan mendapatkan sampel batu ginjal yang didapat dari  pasien penderiita gout (sejenis rematik) dirumah sakit Tangerang. Saat pemeriksaan

kualitatif poduk akhirnya membentuk senyawa berwarna biru. Pertanyaannya apa  jenis batu ginjal yang diperiksa tersebut…

a. Fosfat  b. Oksalat

c. Carbonat

d. Asam urat dan urat-urat lainnya e. Cystine

Pembahasan: Asam urat dan urat-urat lainnya apabila bereaksi dengan natrium karbonat dan reagen asam urat (fosfowolframat) akan membentuk senyawa berwarna biru.

(6)

2. Gerusan batu ginjal Oxalat yang ditambahkan HCL 10% dan serbuk MnO2 oleh seorang ATLM dilaboratorium dan ingin menandakan reaksi positif ditandai dengan adanya…

a. Endapan kuning  b. Endapan biru

c. Endapan merah

d. Pembentukan gas CO2

e. Pembentukan gas secara bergejolak dari dasar tabung

Pembahasan:  pada gerusan batu oksalat yang ditambahkan HCL 10% dan serbuk MnO2 kemudian amati adanya pembentukan gas secara bergejolak dari dasar tabung, menandakan reaksi positif.

3. Penyakit kuning diakibatkan adanya sumbatan batu empedu, dalam analisis urinalisa metode kualitatif dengan penambahan metanol dan regaen diazo membentuk senyawa ungu. Merupakan prinsip dari..

a. Cholesterol  b. Calcium

c. Fosfat d. Bilirubin e. Carbonat

Pembahasan: Bilirubin dengan metanol dan reagen diazo akan terbentuk warna ungu, menandakan adanya bilirubin.

4. Seorang pasien mengalami sakit perut saat diminta oleh dokter menarik napas dan menekan bagian kanan atas pasien. Praduga sementara adalah sakit batu empedu. Setelah mendapat rujukan petugas analis kesehatan diminta memeriksa hasil diagnosa tersebut. Metode apa yang baik dilakukan…

a. Kualitatif  b. Kuantitatif 

c. Pewarnaan d. Biologis

e. Pendekatan pasien

Pembahasan: gejala utama yang biasanya dialami sakit perut yang datang secara tiba-tiba,  jika merasakan gejala yang mengindikasi terjadinya komplikasi sebaiknya segera

memeriksakan diri ke dokter, hal yang pertama kali dilakukan adalah pemeriksaan fisi k. Pasien akan diminta menarik napas, kemudian dokter akan menekan bagian kanan atas perut,  jika terasa sakit, kemungkinan peradangan pada kantong empedu. Dilakukan pemeriksaan

(7)

5. Apa saja parameter pemeriksaan kualitatif batu empedu a. Kolesterol, calcium, fosfat, bilirubin

 b. Kolesterol, carbonat, fosfat

c. Kolesterol, calcium, oksalat, bilirubin d. Kolesterol, calcium, bilirubin, cystine e. Asam urat, kolesterol, fosfat

Pembahasan: Parameter pemeriksaan batu empedu secara kualitatif ada kolesterol, calcium,fosfat, dan bilirubin.

Referensi

Dokumen terkait

 Tambahkan beberapa tetes larutan lugol ke dalam plat tetes sesuai dengan beberapa tetes makanan yang di taruh di dalam plat tetes..  Catat perubahan warna

Pada tabung 3, tambahkan larutan NaOH 0,1 M tetes demi tetes sampai terjadi perubahan warna dibandingkan dengan tabung pertama.. Catat jumlah tetes dan tentukan

Kemudian ke dalam larutan ini ditambahkan 3 tetes ekstrak buah naga merah dan dititrasi dengan larutan NaOH 0,05 N sampai terbentuk perubahan warna titrat dari warna merah

ditandai dengan warna menjadi merah pekat hal ini dikarenakan larutan KI tak berwarna dan warna Fe(N0 3 ) 3 orange,.. Pada percobaan keempat secara teorinya reaksi antara

Reaksi yodium akan menimbulkan warna biru yang menandakan adanya pati dalam sampel, warna merah menunjukkan adanya glikogen dan eritrodekstrin, warna coklat menandakan adanya

a.Pada tabung 2 tambahkan larutan HCl 0,1 M tetes demi tetes sampai terjadi perubahan warna dibandingkan dengan tabung pertama2. Catat jumlah tetes dan tentukan pH

Identifikasi untuk ion tembaga Prosedur : Ke dalam 4 tabung reaksi yang berisi larutan ion tembaga: Tabung 1, tambahkan larutan NaOH, amati, kemudian panaskan, amati perubahan yang

Tabel reaksi warna dari sampel zat warna sintetik untuk makanan No Zat warna Warna asal H2SO4p HClp Larutan Larutan amonia 10% NaOH 10% 1 Ma merah ungu merah merah coklat keunguan 2