ANALISIS
ANALISIS
REGRESI &
REGRESI &
KORELASI
KORELASI
Dalam kehidupan sehari Dalam kehidupan sehari Dalam kehidupan sehari
Dalam kehidupan sehari----hari, seringkalihari, seringkalihari, seringkalihari, seringkali dijumpai hubungan antara suatu variabel dijumpai hubungan antara suatu variabel dijumpai hubungan antara suatu variabel dijumpai hubungan antara suatu variabel dengan satu atau lebih variabel lain.
dengan satu atau lebih variabel lain. dengan satu atau lebih variabel lain. dengan satu atau lebih variabel lain. C
C C
Contohontohontohontoh:::: *
* DD *
* DDosis dan jenis pupuk yangosis dan jenis pupuk yangosis dan jenis pupuk yangosis dan jenis pupuk yang diberikandiberikandiberikandiberikan berhubu
berhubungan ngan dengandengan berhubu
berhubungan ngan dengandengan hasil pertanianhasil pertanianhasil pertanianhasil pertanian yang diperoleh yang diperoleh yang diperoleh yang diperoleh.... * * JJ *
* JJumlah pakan yang diberikanumlah pakan yang diberikanumlah pakan yang diberikanumlah pakan yang diberikan padapadapadapada ternak berhubungan
ternak berhubungan ternak berhubungan
ternak berhubungan dengan beratdengan beratdengan beratdengan berat badannya, badannya, badannya, badannya, * * DD *
Ide dasar analisis regresi :
Ide dasar analisis regresi :
Dikenalkan oleh Sir Francis GaltonDikenalkan oleh Sir Francis Galton
Ada kecenderungan bhw ortu yg tinggi akanAda kecenderungan bhw ortu yg tinggi akan
memiliki anak yg tinggi dan sebaliknya.
memiliki anak yg tinggi dan sebaliknya.
Ada kecenderungan tinggi anak bergerakAda kecenderungan tinggi anak bergerak
menuju rata-rata tinggi populasi.
menuju rata-rata tinggi populasi.
GaltGalton menyeon menyebut : but : RegrRegresi menujesi menuju mediou mediokritaskritas
(regression toward mediocrity)
Studi mengenai ketergantungan 1 variabelStudi mengenai ketergantungan 1 variabel dependen dengan 1 atau lebih variabel
dependen dengan 1 atau lebih variabel independen, dengan tujuan untuk
independen, dengan tujuan untuk
mengestimasi dan atau memprediksi rata
mengestimasi dan atau memprediksi rata--ratarata populasi atau nilai rata
populasi atau nilai rata--rata variabel dependenrata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang berdasarkan nilai variabel independen yang
diketahui. diketahui.
Hasil analisis adalah koefisien regresi untukHasil analisis adalah koefisien regresi untuk masing
Hubungan Statistik vs
Deterministik
Analisis regresi hanya menitik beratkan padaAnalisis regresi hanya menitik beratkan pada hubungan statistik.
hubungan statistik.
Hubungan Statistik pada dasarnya menggunakanHubungan Statistik pada dasarnya menggunakan variabel stokastik (random), yaitu variabel yang variabel stokastik (random), yaitu variabel yang
memiliki distribusi probabilitas. memiliki distribusi probabilitas.
Hubungan Deterministik bukan merupakanHubungan Deterministik bukan merupakan hubungan statistik karena bersifat eksak. hubungan statistik karena bersifat eksak.
Jika regresi diterapkan pd model denganJika regresi diterapkan pd model dengan
hubungan deterministik, akibatnya model akan hubungan deterministik, akibatnya model akan
menderita gejala
menderita gejala “ “MultikolinearitiMultikolineariti” ” yangyang mendekati sempurna.
Macam hubungan antara
Macam hubungan antara
2 atau lebih variabel :
2 atau lebih variabel :
Keeratan hubungan
Keeratan hubungan
Korelasi
Korelasi
Regresi vs Korelasi
Regresi vs Korelasi
Analisis Korelasi :Analisis Korelasi :
►
► Bertujuan unt mengukur kekuatanBertujuan unt mengukur kekuatan
asosiasi (hubungan) linier antara dua asosiasi (hubungan) linier antara dua variabel.
variabel.
►
► Tidak menunjukkan hub. Fungsional.Tidak menunjukkan hub. Fungsional. ►
► Tidak membedakan variabel dependen danTidak membedakan variabel dependen dan
variabel independen. variabel independen.
Analisis Regresi :Analisis Regresi :
►
► Mengukur kekuatan hubungan antar variabelMengukur kekuatan hubungan antar variabel ►
► Menunjukkan arah hubungan antara variabelMenunjukkan arah hubungan antara variabel
independen dengan variabel dependen. independen dengan variabel dependen.
KORELASI
Koefisien Korelasi Pearson (Product Moment Coefficient)
2 2 2 2 Y -Y n X -X n Y X -XY n rPengelompokan Regresi :
Pengelompokan Regresi :
Regresi Linier Sederhana
Regresi Linier Sederhana
Regresi Linier Berganda
Regresi Linier Berganda
Regresi Non Linier
Regresi Non Linier
Regresi dengan Variabel Dummy
Regresi dengan Variabel Dummy
Regresi Logistik
Regresi Logistik
• REGRESI LINIER SEDERHANA
Regresi Linier dengan : # 1 variabel dependen # 1 variabel independen
15.6 10 13.0 9 12.5 8 10.1 7 8.8 6 7.0 5 5.0 4 4.2 3 3.5 2 1.3 1 Y X
Contoh:
Contoh:
Analisis Regresi mendasarkan pada modelAnalisis Regresi mendasarkan pada model
probabilistik, yang terdiri atas komponen probabilistik, yang terdiri atas komponen
deterministik dan kesalahan random. deterministik dan kesalahan random.
Y
Y : variabel dependen: variabel dependen X
X : variabel independen: variabel independen b
b00 : intersep (konstanta): intersep (konstanta) b
b11 : slope (koefisien regresi): slope (koefisien regresi)
: komponen kesalahan random (error): komponen kesalahan random (error) E(Y) =E(Y) = bb00 + b+ b11 X = komponenX = komponen deterministik
deterministik
Y = b
Metode Kuadrat Terkecil
Biasa (OLS)
Diperkenalkan oleh : Carl Friedrich GaussDiperkenalkan oleh : Carl Friedrich Gauss
Digunakan unt mengestimasi garis regresi dgn jalanDigunakan unt mengestimasi garis regresi dgn jalan meminimalkan jumlah dari kuadrat kesalahan setiap meminimalkan jumlah dari kuadrat kesalahan setiap
observasi thd garis tersebut. observasi thd garis tersebut.
Tujuan utamanya mengestimasi fungsi regresiTujuan utamanya mengestimasi fungsi regresi populasi berdasarkan fungsi regresi sampel. populasi berdasarkan fungsi regresi sampel.
n 1 i 2 i i - Yˆ ) (Y SEE i 1 0 i) β β X (Y/X
Ea.n + b X = Y Persamaan Normal I a X + b X2 = XY Persamaan Normal II X - n X Y X n -XY X -X n Y X -XY b 2 2
X b -Y a
Y - Yˆ Y - a - b X e 2 2 a Q = - 2 (Y - a - b X) = 0 b Q = - 2 (Y - a - b X) (X) = 0 Y - a.n - b X = 0 X Y - a X - b X 2 = 0• REGRESI LINIER BERGANDA
Regresi Linier dengan : # 1 variabel dependen
Y = a + b1 X1 + b2 X2 + e Persamaan Normal : I Y = n.a + b1 X1 + b2 X2 II YX1 = a X1 + b1 (X1)2 + b 2 X1X2 III YX2 = a X2 + b1 X1X2 + b2 (X2)2
Statistik dalam Regresi Linear :
R2 = koefisien determinasi
R2 menunjukkan besarnya sumbangan variabel
bebas terhadap variasi tidak bebas.
R2 adjusted = R2 yang disesuaikan dengan
banyaknya variabel bebas (k) dan banyaknya observasi elemen sampel (n).
R2 adjusted dapat digunakan untuk
membandingkan 2 regresi berganda dengan Y yang sama, tetapi banyaknya variabel bebas tidak sama.
Uji F (Uji Simultan)
Hipotesis yang digunakan adalah :
H0 : Semua variabel bebas secara bersama-sama tidak mempengaruhi variabel tidak bebas (Y) H1 : Semua variabel bebas secara bersama-sama
mempengaruhi variabel tidak bebas (Y) atau paling tidak ada 1 variabel bebas yang
mempengaruhi variabel tidak bebas (Y).
Kriteria uji F H0 ditolak jika F hitung ≤ F tabel
n – 1 JKT Total KTG = JKG/(n – k) n – k JKG Galat F( ; v1 ; v2) KTR/KTG KTR = JKR/(k – 1) k – 1 JKR Regresi F tabel F hitung KT db JK Sumber Variasi Tabel ANOVA
Uji t (Uji parsial)
Hipotesis yang digunakan adalah :
H0 : i = 0 Variabel bebas Xi tidak berpengaruh terhadap variabel tdk bebas (Y)
H1 : i ≠ 0 Variabel bebas Xi berpengaruh
terhadap variabel tdk bebas (Y) Kriteria uji t H0 ditolak jika t hitung ≤ t tabel
t hitung = ) ( i i b Se b
} ) ( 1 }{( ) )( ( ) {( ) ( 2 ) 2 ( 1 2 2 r X n X S b Se i i i S = KTG
2 2 2 2 2 1 2 1 2 1 2 1 ) 2 ( 1 ) ( ) ( ) ( ) ( ) )( ( ) ( X X n X X n X X X X n rUJI ASUMSI KLASIK :
(Khususnya untuk masalah ekonomitri)
• Autokorelasi
• Multikolineariti
Uji Autokorelasi
• Bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu (error) pada periode t dengan error pada periode sebelumnya.
• Diuji dengan Uji Durbin-Watson (DW test)
• Nilai DW hitung dibandingkan dengan DW tabel • Secara umum, tidak ada korelasi jika
Uji Multikolineariti
• Bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antar variabel bebas
• Dideteksi dengan :
* Nilai R2 tinggi, tetapi banyak variabel yang
tidak signifikan.
* Dilihat nilai Tolerance dan atau VIF (Variance inflation factor)nya
Jika tolerance > 0,1 bebas multikolineariti
Jika VIF < 10 bebas multikolineariti
Cara mengobati :
1. Transformasi variabel dlm bentuk log atau ln, dsb.
2. Mengeluarkan 1 atau lebih variabel bebas yang mempunyai korelasi tinggi
3. Gunakan metode analisis regresi lain. 4. Atau yang lain.
Uji Heteroskedastisitas
• Bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier terjadi ketidaksamaan variance dari residual 1 pengamatan ke pengamatan yang lain.
• Dideteksi dengan :
* Melihat plot antara prediksi variabel terikat dengan residualnya.
* Uji Park : ln e2 = a + b
i ln Xi
* Uji Glejser : |e| = a + bi Xi * Uji White : e2 = a + b
Cara mengobati :
1. Melakukan transformasi bentuk model,
misalnya membagi regresi dengan salah satu variabel bebasnya.
Regresi Dengan Variabel Dummy
Kita bisa menggunakan variabel bebas dengan skala ukuran non metrik.
Caranya dengan menempatkan variabel tersebut sebagai variabel dummy.
Koefisien regresi dari variabel dummy ini bukan
menjelaskan pengaruh variabel dummy terhadap variabel Y , tetapi akan menjelaskan perbedaan dari variabel tidak bebas berdasarkan kategori dalam variabel dummy
tersebut
Jika variabel dummy berkategiri n, maka digunakan sebanyak (n-1) variabel dummy.
Model regresi dengan variabel dummy 2 kategori,
ditulis dengan : Y = + D + e
Model regresi dengan 1 variabel bebas dan variabel
dummy 2 kategori, ditulis dengan : Y = + X + D + e
Model regresi dengan k variabel bebas dan variabel
dummy 2 kategori ditulis dengan :
Y = + 1 X1 + 2 X2 + ……….. + k Xk + D + e
Model regresi dengan 1 variabel bebas dan variabel
dummy 3 kategori, ditulis dengan :
Y = + X + ………….. + 1 D1 + 2 D2 + e
Model regresi dengan k variabel bebas dan variabel
dummy 3 kategori ditulis dengan :
Y = + 1 X1 + 2 X2 + ……….. + k Xk + 1 D1 + 2 D2 + e
Misalnya :
Misalnya :
Pekerjaan :
Pekerjaan : Petani, Pedagang, PegawaiPetani, Pedagang, Pegawai
** Dummy D1Dummy D1
D1 = 1 jika Petani D1 = 1 jika Petani
D1 = 0 jika yang lain D1 = 0 jika yang lain
** Dummy D2Dummy D2
D2 = 1 jika pedagang D2 = 1 jika pedagang
D2 = 0 jika yang lain D2 = 0 jika yang lain
Contoh variabel dummy 3 kategori
Contoh variabel dummy 3 kategori
Contoh variabel dummy 3 kategori
Contoh variabel dummy 3 kategori
Pekerjaan : Petani, Pedagang, Pegawai Pekerjaan : Petani, Pedagang, Pegawai
0 0 0 0 Pegawai Pegawai 1 1 0 0 Pedagang Pedagang 0 0 1 1 Petani Petani Nilai Variabel Nilai Variabel dummy D1 dummy D1 Nilai variabel Nilai variabel dummy D2 dummy D2 Pekerjaan Pekerjaan