1 2 J U L I V O L U M E 2 B U L A N J U L I Produced by Humas UNDIP UJI COBA ROBOT UNDIP

10 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

UNDIP WEEKLY

UNDIP WEEKLY

Produced by Humas UNDIP

Produced by Humas UNDIP

UJI COBA ROBOT

(2)

Kemudian kami juga mengembagkan tangan bionik. Dan sekarang kita sedang mengembangkan satu

model robot wisuda pengganti wisudawan

wisudawati”, papar Dr. Rifky Ismail, ST., MT, Ketua PUI PT Teknologi Kesehatan CBMIOM3S Universitas Diponegoro.

Robot peraga wisudawan ini memang baru rampung sekitar 80%. Setelah uji coba, robot peraga wisudawan ini akan dikembangkan dan disempurnakan oleh tim peneliti agar dapat melakukan gerakan-gerakan sesuai yang diharapkan.Sementara itu Plt. Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Bisnis, Dwi Cahyo Utomo, SE, MA, Ph.D yang hadir pada acara uji coba, mengatakan bahwa karya-karya inovasi hasil riset civitas akademika Universitas Diponegoro merupakan langkah penting bagi Undip di masa kini dan mendatang.

“Kita punya tagline riset untuk rakyat, jadi hasil riset dan inovasi civitas akademika Universitas Diponegoro dapat dimanfaatkan oleh rakyat. Contohnya tangan bionik yang digunakan oleh TKI untuk bekerja di Korea. Teknologi ozon untuk memperpanjang usia produk holtikultura. Apapun inovasi itu bermanfaat untuk rakyat”, jelas Dwi Cahyo Utomo, SE., MA., PhDLebih lanjut Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Bisnis mengatakan bahwa universitas Diponegoro sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTNBH), dituntut untuk mandiri. Salah satu modal yang dimiliki Undip agar bisa mandiri antara lain dengan mengembangkan hasil riset dan inovasi untuk kepentingan rakyat. Wisuda ke-159  Universitas Diponegoro  yang

rencananya akan digelar pada akhir Juli 2020, akan menggunakan robot sebagai pengganti wisudawan. Desain robot seperti wisudawan, menggunakan pakaian toga lengkap. Wajah robot berupa layar tablet berukuran 10 inci, nantinya layar ini untuk memunculkan wajah wisudawan yang sesungguhnya menggunakan aplikasi  video call. Dengan aplikasi ini pula, robot dapat diajak berkomunikasi dua arah. Pada badan robot terdapat motor penggerak dengan daya berasal dari aki. Sedangkan untuk menggerakkan robot agar bisa berjalan maju atau mundur menggunakan remote control.

“Robot ini kelebihannya kita rancang bagaimana bisa seperti orang yang berwisuda, antara lain tangannya bisa bersalaman dengan pak Rektor, kemudian satu tangannya lagi dapat menerima ijazah. Robot ini dioperasionalkan oleh satu orang yang menggerakkan robot maju-mundur dan menggerakkan tangan robot,” jelas Rofiq C. Prayoga, ST anggota tim peneliti yang juga alumni tim Robotik Undip.Robot wisudawan ini merupakan pengembangan dari riset robot untuk rumah sakit yang dirancang khusus untuk membantu tenaga medis mengantarkan makanan dan obat-obatan pasien Covid-19, serta untuk berkomunikasi dua arah antara pasien dengan tenaga medis. Riset robot untuk rumah sakit dikembangkan sejak Maret 2020 yang kemudian dilanjutkan dengan riset robot untuk wisuda. Kegiatan penelitian dan pengembangan robot-robot ini, merupakan bagian dari kegiatan riset yang dilakukan oleh  Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT) Teknologi Kesehatan Center for Bio Mechanics, Bio Material, Bio Mechatronics, and Bio Signal Processing (CBIOM3S).

“Kami di CBIOM3S merancang robot untuk pasien stroke, merancang robot untuk membantu tenaga

UJI COBA ROBOT PERAGA

WISUDAWAN UNDIP

(3)

Webinar SDG’s Series yang digelar Kantor Pemeringkatan Undip yang diketuai Prof. Dr. Denny Nugroho Sugianto, ST., M.Si ini, dibuka dengan sambutan Rektor Undip yang diwakili Warek 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Budi Setiyono S.Sos., MPolAdmin., PhD,  dan dimoderatori oleh Dekan Fakultas Teknik Undip, Prof. Ir. M. Agung Wibowo, MM., M.Sc., PhD. Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.H melalui Warek 1 berharap seminar ini bisa memberikan sumbangan pemikiran dalam upaya mewujudkan ketersediaan perumahan yang sehat dan terjangkau bagi masyarakat perkotaan.Tampil sebagai pembicara pada webinar ini Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR yang diwakili oleh Direktur Bina Penataan Bangunan, Ir. Diana Kusumastuti MT; Kepala Pusat Riset IHUDRC Fakultas Teknik Undip, Dr. Ing. Asnawi Manaf MT; Chief Executive Urbanice Malaysia, Norliza Hashim; serta Plt Direktur Konsolidasi Tanah Kementerian ATR/BPN, Ruminah SSi MEng. Dirjen Cipta Karya Kementerian

PUPR mengangkat “KebijakanPengembangan

Permukiman dan Perkotaan yang Inklusif dan Responsif di Era Pandemi Covid-19 dan New Normal” sebagai pokok bahasannya.

Sedangkan Chief Executive Urbanice Malaysia mengangkat isu Membuka Kembali Kota dan Perkotaan “Re-Opening Our City and Towns, Re-think, Re-set, Re-energize, Re-build” yang bisa menjadi perbandingan. Direktur Konsolidasi Tanah ATR, Ruminah, mengungkap strategi pemerintah dengan paparan berjudul “Pola dan Strategi Penerapan di Dalam Praktik Pembangunan Perumahan dan Permukiman di Indonesia”. Dari Faultas Teknik Undip, Asnawi Manaf menyampaikan makalah berjudul “Inclusive Governance:  Jalan ke-3 Menuju Kota dan Komunitas Berkelanjutan” yang diangkat belajar dari praktik perumahan kolaboratif di Kendal.Menteri ATR dan Kepala BPN, Sofyan Djalil selaku  keynote

speaker  mengungkapkkan harapannya agar

penyediaan perumahan di perkotaan tumbuh ke atas, tidak tumbuh ke samping.

Bersambung ke halaman berikutnya... Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Kepala Badan

Pertanahan Nasional (BPN), Dr. Sofyan A Djalil SH MA

MALD, mengajak  Universitas Diponegoro

(Undip)  membantu memperbaiki kualitas Rancangan Tata Ruang dan Rancangan Tata Wilayah (RTRW) yang disusun daerah, mengingat kualitas rancangan yang

ada sekarang belum memadai.Sofyan Djalil

mengarahkan agar Undip bekerja sama dengan kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah untuk membantu membuat RTRW yang berkualitas. Selama ini, kata Menteri ATR yang juga menjabat sebagai Kepala BPN ini, rancangan yang dibuat disusun oleh konsultan, namun dengan dana yang terbatas. “Biasanya RT-RW daerah dibuat oleh konsultan dengan biaya Rp 200 juta. You pay selawe berharap slamet, ya tidak mungkin,”kata Sofyan Djalil, pada Webinar Undip SDG’s Seri ke-6 yang mengangkat tema “Mewujudkan Perumahan dan Perkotaan Inklusif di Era Pandemi Covid-19 dan Kehidupan New Normal” yang dilaksanakan secara virtual,  Kamis (9/7/2020).

Dia berharap, nantinya RTRW yang disusun menampung partispasi semua elemen daerah berpartisipasi, termasuk akademisi dan keinginan masyarakat sehingga menghasilkan tata ruang yang lebih tepat dan pas (fit and proper), lebih ramah dengan kondisi lokal. Dengan begitu, terhindar penyediaan area untuk pemukiman ditempatkan di tempat jin buang anak alias jauh dan sulit dijangkau. Menurut Sofyan, dengan melibatkan akademisi akan dihasilkan rancangan tata ruang dan tata wilayah yang lebih baik. Dengan begitu, Kementerian ATR nantinya hanya memberikan persetujuan akhir (final approval) atas RTRW yang diajukan daerah.

MENTERI ATR AJAK UNDIP

BANTU PERBAIKI

KUALITAS RANCANGAN

TATA RUANG

(4)

Pola ini perlu diterapkan, sebab kalau tidak dia memperkirakan Jawa akan kesulitan mendapatkan sumber air dan lahan untuk pangan dan perkebunan kalau pemukiman tumbuh ke samping. Kota-kota akan menjadi  sprawling  atau meluas, sehingga menjadi tidak efisien lagi.

Transportasi akan menjadi elemen biaya yang mahal karena jarak antara tempat tinggal dan tempat bekerja sangat jauh. Pemukiman yang tumbuh ke samping juga membuat areal pertanian yang diperlukan untuk menyediakan pangan akan terus terkikis. Sumber-sumber air menjadi terganggu. Dengan begitu, perumahan vertikal menjdi pilihan yang rasional.“Saya melihat di Sarajevo, di Bosnia, Balkan, Turki. Di sana masyarakat sudah bisa memenuhi kebutuhan perumahannya dengan membangun ke atas. Orang tua membangun rumah dengan pondasi yang kuat, karena ketika anaknya berkeluarga mereka akan membangun di atasnya,” Sofyan membeberkan hasil pengamatannya.

Dia mengingatkan, kalau hal itu tidak dilakukan, bukan hanya areal pertanian dan perkebunan yang terkikis, ruang-ruang publik pun akan habis. Dan harga tanah di perkotaan akan menjadi sangat mahal dan tidak terjangkau. Dia mencontohkan apa yang terjadi di Hong Kong, dimana pemilikan rumah harus dicicil sampai dua dan tiga generasi.

(5)

Rektor Universitas Diponegoro Prof. Yos Johan Utama, SH., M.Hum melantik   8 pejabat baru di lingkungan Undip pada Kamis pagi (9/7/2020) di Ruang Sidang Rektor Gedung Widya Puraya Kampus Undip, Tembalang.Dalam acara pelantikan tersebut, Rektor mengungkapkan bahwa dalam sumpah jabatan yang

diucapkan  mengandung konsekuensi

pertanggungjawaban baik di dunia maupun di akherat. Untuk itu para pejabat baru supaya dapat menjaga dan memegang teguh komitmen sumpah jabatannya karena menjadi pemimpin bukanlah suatu tujuan, tetapi merupakan amanah untuk mendedikasikan diri demi kemajuan institusi. Rektor juga berpesan kepada pejabat baru untuk dapat bertahan pada setiap tantangan yang akan dihadapi nantinya. “Setiap tantangan bukan membuat kita mundur, kita harus terus mencari alternatif dan alternatif, tanamlah

kebajikan-kebajikan, tanamlah hal-hal yang

bermanfaat untuk Undip dan terus bekerja lebih keras untuk mempertahankan keberlangsungan Undip,” ujar Rektor.

REKTOR UNDIP LANTIK 8 PEJABAT BARU

Adapun pejabat yang dilantik yaitu Dra. Purnomo Pujiwati, M.Si. sebagai Kepala Biro Administrasi Inovasi, Kerja Sama, Hubungan Luar Negeri, dan Akreditasi

(sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro

Administrasi Kemahasiswaan).Selain Kepala Biro, Rektor juga mengangkat Ketua dan Sekretaris Program Studi, antara lain Haryono Setiyo Huboyo, S.T., M.T., Ph.D. sebagai Ketua Program Studi S2 Teknik Lingkungan,  Dr. Abdul Kohar Mudzakir, S.Pi., M.Si. sebagai Ketua Program Studi S1 Perikanan Tangkap, Bogi Budi Jayanto, S.Pi., M.Si. sebagai Sekretaris Program Studi S1 Perikanan Tangkap, Dr. Kunarso, S.T., M.Si. sebagai Ketua Program Studi S1 Oseanografi, Dr. Sc. Anindya Wirasatriya, S.T., M.Si., M.Sc. sebagai Sekretaris Program Studi S1 Oseanografi , Ir. Chrisna Adhi Suryono, M.Phil. sebagai Ketua Program Studi S1 Ilmu Kelautan, dan Dr. Dra. Wilis Ari Setyati, M.Si. sebagai Sekretaris Program Studi S1 Ilmu Kelautan.

(6)

Sejak diberlakukan perkuliahan daring karena kondisi pandemi Covid-19, berimbas pada meningkatnya kebutuhan kuota internet. Pada saat sebelum Covid-19, para mahasiswa bisa memanfaatkan akses internet di kampus Undip untuk berbagai keperluan. Namun sejak diberlakukan perkuliahan dari rumah masing-masing, mahasiswa tidak lagi mendapat akses internet dari kampus. Sebagian besar mahasiswa sudah pulang ke kampung halaman masing-masing, meski sebagian masih ada yang bertahan di sekitar kampus Undip Tembalang.

Kondisi ini menarik perhatian dari jajaran PT. Adhi Karya untuk memberikan bantuan kepada para mahasiswa Undip. Melalui penggunaan dana THR Direksi & Komisaris PT. Adhi Karya (Persero),Tbk,  maka sebagian dana tersebut yaitu sebesar Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dialokasikan kepada mahasiswa Fakultas Teknik Undip yang tergolong tidak mampu dan mengalami kesulitan karena membutuhkan biaya untuk pembelian pulsa kuota internet.Direktur Operasi 2 PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Ir. Pundjung Setya Brata yang

merupakan Alumni FT-Sipil Undip 1984,

menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi mahasiswa Fakultas Teknik Undip untuk tetap dapat mengikuti kuliah secara online dengan baik sehingga kualitas  pembelajaran di FT Undip dapat dipertahankan meskipun ada pandemi Covid-19, sekaligus sebagai rasa ucapan terima kasih kepada Undip yang telah banyak menyumbangkan lulusan terbaiknya untuk berkarir di PT. Adhi Karya (Persero),Tbk.

PT. ADHI KARYA TURUT BERIKAN BANTUAN KUOTA

INTERNET RP 150 JUTA UNTUK MAHASISWA FT UNDIP

(7)

Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof. Yos Johan Utama, SH., MH yang merupakan Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Periode tahun 2019-2020 menyerahkan estafet kepemimpinan  ke Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Dr. Arif Satria, SP., MSi yang akan mengemban tugasnya satu tahun ke depan untuk periode kepengurusan 2020-2021.Serah terima berlangsung dalam Konferensi Forum Rektor Indonesia 2020 yang mengangkat tema  Optimalisasi Gerakan Merdeka Belajar untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0 demi Terwujudnya SDM Unggul dan Indonesia Maju, yang dilaksanakan Sabtu (4/7/2020). Konferensi dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan berlangsung secara virtual.Dalam kepemimpinannya, Prof. Yos sapaan akrab pria kelahiran Semarang, 10 November 1962  ini diwarnai dengan perjuangannya untuk memajukan kiprah perguruan tinggi untuk kemajuan bangsa dan negara dan pembangunan manusia, khususnya menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

Era ini  ditandai dengan munculnya generasi teknologi digital 4.0 (four point o) yang menyebabkan disrupsi dalam peradaban umat manusia. Karena itu, FRI melakukan beberapa kajian bersama yang relevan yang hasilnya direkomendasikan sebagai strategi bersama bagaimana menyiapkan sumber daya manusia ungggul di era era 4.0.Kalangan perguruan tinggi sebenarnya juga menghadapi masalah yang, khususnya disrupsi dan juga efek pandemi Covid-19, sehingga harus dilakukan beberapa penyesuaian dalam proses pembelajaran, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.Tantangan Perguruan Tinggi di Era Industri 4.0, kata Prof. Yos, diakui sangat berat. Adanya perubahan generasi serta gaya hidup masyarakat yang sangat cepat, juga berkembangnya model industri yang makin banyak memakai kecerdasan buatan (artificial intelligence) mau tidak mau harus diantisipasi oleh kalangan perguruan tinggi.

REKTOR UNDIP SERAHKAN ESTAFET FRI KE REKTOR

IPB UNIVERSITY

Namun Prof. Yos yakin, semua masalah ada jalan keluarnya, karena itu apapun kondisinya harus disikapi dengan bijak mengedepankan kaidah moral, agama dan nilai-nilai luhur budaya Indonesia.

Saat memberikan sambutan selaku Ketua FRI 2019-2020, Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berfokus pada pendidikan karakter dan pengamalan pancasila, debirokratisasi dan deregulasi, serta meningkatkan investasi dan inovasi.Tak kalah pentingnya, tambah dia, Kemendikbud perlu berupaya melakukan penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan teknologi, dan kemampuan adaptif Pancasila. FRI juga juga meminta Kemendikbud untuk mendorong arah pembangunan SDM dengan mewajibkan pendidikan bela negara.

Sebagaimana diketahui, Prof. Yos Johan adalah Ketua FRI ke-21. Dia terpilih dalam konferensi dan temu tahunan ke XX FRI 2018 di Universitas Hasanuddin Makassar pada 14-15 Februari 2018 lalu. Dia menggantikan Rektor Universitas Hasanudin (Unhas), Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, yang pada periode 2019-2020 menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Dalam FRI, jabatan ketua berlaku untuk masa satu tahun.FRI merupakan forum para rektor perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS),  perguruan tinggi kedinasan dan perguruan tinggi keagamaan dengan jumlah anggota sekitar 3.400 rektor. FRI menjadi tempat berkumpulnya para intelektual dan rektor di berbagai universitas di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 7 November 1998 di Bandung, dengan Rektor ITB Prof. Drs. Ir. Lilik Hendrajaya, MSc .,PhD sebagai ketua yang pertama. Bersambung ke halaman berikutnya...

(8)

Dalam sejarah perjalanan FRI, pimpinan tertinggi Universitas Diponegoro sudah dua kali mengemban amanat memimpin organisasi ini. Sebelum Prof. Yos, Prof. Ir. Eko Budiharjo., MSc, pernah menjabat sebagai ketua FRI ke-5, yakni periode 2001-2002. Prof. Eko menjadi Rektor Undip pada periode 1998-2002 dan 2002-2006.

Estafet kepemimpinan FRI, setelah periode Rektor IPB University Prof. Arif Satria, akan dilanjutkan oleh Rektor UGM Prof. Panut Mulyono. Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, selaku Ketua Dewan Pertimbangan FRI 2019 mengumumkan bahwa Rektor UGM Yogyakarta, Prof. Ir. Panut Mulyono MEng, Deng, menjadi Ketua terpilih (elected) FRI 2021-2022.

(9)

Universitas Diponegoro merupakan universitas besar di Indonesia.Untuk penerimaan mahasiswa baru Undip menerapkan 3 jalur masuk yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan UM. Pelaksanaan SBMPTN melalui tes UTBK dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) . Pelaksanaan UTBK kali ini dilakukan 2 tahap yaitu tahap I tanggal 5 Juli-14 Juli 2020 dan tahap II tanggal 20 Juli-29 Juli 2020.Adapun lokasi ujian UTBK di Undip dilaksanakan di Kampus Tembalang dan Pleburan. Undip telah menyediakan sarana komputer sejumlah 995 unit.Rektor Undip Prof. Yos menyampaikan bahwa Undip dalam pelaksanaan UTBK telah mendapatkan ijin dari Gugus Tugas Percepatan Covid-19.Lebih lanjut, Prof Yos menjelaskan, “Dalam pelaksanaan UTBK, Undip menerapkan protokol kesehatan bagi para peserta dan juga panitia yang bertugas selama pelaksanaan ujian”.

UNDIP GELAR KONFERENSI PERS UTBK 2020

UTBK tahun 2020 ini diikuti sebanyak 23.092 peserta yang terdiri dari peserta reguler dan KIP-K masing-masing sebanyak 81.74% dan 18.28%. Peserta berasal dari seluruh kota dan kabupaten di Jawa Tengah, serta beberapa kota di luar Jawa Tengah.

(10)

Keluarga besar  Universitas Diponegoro  berduka dengan meninggalnya Guru Besar pada  Fakultas Ilmu

Keluarga besar  Universitas Diponegoro  berduka dengan meninggalnya Guru Besar pada  Fakultas Ilmu

Budaya Prof. Dr. Istiati Soetomo yang berpulang ke hadirat Allah SWT pada Kamis, 9 Juli 2020 pukul 12.05 WIB di

Budaya Prof. Dr. Istiati Soetomo yang berpulang ke hadirat Allah SWT pada Kamis, 9 Juli 2020 pukul 12.05 WIB di

Kudus. Jenazah diberangkatkan dari rumah duka Kudus dan dilaksanakan upacara Persemayaman Jenazah pada

Kudus. Jenazah diberangkatkan dari rumah duka Kudus dan dilaksanakan upacara Persemayaman Jenazah pada

Jumat pagi, 10 Juli 2020 yang dipimpin oleh Rektor Undip bertempat di Auditorium Kampus Undip Pleburan.

Jumat pagi, 10 Juli 2020 yang dipimpin oleh Rektor Undip bertempat di Auditorium Kampus Undip Pleburan.

Selanjutnya jenazah dimakamkan di Komplek Pemakaman UNDIP Tembalang. “Sumbangsih almarhumah di

Selanjutnya jenazah dimakamkan di Komplek Pemakaman UNDIP Tembalang. “Sumbangsih almarhumah di

bidang pendidikan, keilmuan, pengabdian dan aktivitasnya untuk almamater dan masyarakat telah dirasakan luas.

bidang pendidikan, keilmuan, pengabdian dan aktivitasnya untuk almamater dan masyarakat telah dirasakan luas.

Almarhumah adalah salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Universitas Diponegoro”, urai Prof. Dr. Yos

Almarhumah adalah salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Universitas Diponegoro”, urai Prof. Dr. Yos

Johan Utama, SH., M.Hum saat upacara persemayaman.

Johan Utama, SH., M.Hum saat upacara persemayaman.

Almarhumah Prof. Istiati semasa hidupnya pernah menjabat antara lain sebagai Ketua Jurusan Sastra Inggris

Almarhumah Prof. Istiati semasa hidupnya pernah menjabat antara lain sebagai Ketua Jurusan Sastra Inggris

Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Undip tahun 1985-1988, Ketua Service English Unit (SEU) Undip

Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Undip tahun 1985-1988, Ketua Service English Unit (SEU) Undip

tahun 1987, Dekan Fakultas Sastra Undip tahun 1989-1992 dan pernah pula menjabat sebagai Ketua UPT Bahasa

tahun 1987, Dekan Fakultas Sastra Undip tahun 1989-1992 dan pernah pula menjabat sebagai Ketua UPT Bahasa

Asing Undip tahun 1993.

Asing Undip tahun 1993.

Almarhumah adalah putri dari R. Ismoen, keturunan ke delapan Raja Mataram Islam Amangkurat IV. Meninggal

Almarhumah adalah putri dari R. Ismoen, keturunan ke delapan Raja Mataram Islam Amangkurat IV. Meninggal

GURU BESAR FIB UNDIP PROFESOR ISTIATI SOETOMO

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :