• Tidak ada hasil yang ditemukan

ﺛ/ﺔﺋﺎﻤ

Dalam dokumen DR. Mahmud Al-Tahhan - Repository IAIN Kediri (Halaman 174-178)

(4) Dalam mukaddimah kitab ini, beliau juga mengelompok- kan t}abaqat (tingkatan) para periwayat menjadi dua belas yang harus diketahui terlebih dulu oleh orang yang meng- gunakan kitab ini guna mengetahui istilah khusus yang dipakai oleh Ibn Hajar dalam kitab ini.

(5) Pada akhir kitab ini, beliau menambahkan satu pasal ten- tang periwayat perempuan yang masih samar sesuai dengan urutan muridnya, baik laki-laki atau perempuan.

Kitab ini sangat berguna dan dapat memenuhi kebutuhan orang yang mempelajari ilmu hadis pada tingkat dasar, terutama dalam menilai kecacatan (jarh}) dan keadilan (ta'di>l) periwayat lengkap dengan pendapat para ulama’ tentang hal itu, namun sangat ringkas dan tanpa menyebutkan guru dan muridnya.

Karena itu, kitab Al-Ka>shif karya Al-Dhahabi dan kitab Al- Khula>s}at karya Al-Khazraji akan berbeda dengan kitab Taqri>b al-Tahdhi>b ini.

Berikut dikemukakan contoh salah satu biografi periwayat dalam kitab Taqri>b al-Tahdhi>b :

ِ#ا ﻢـﺻw ﻦـﺑ ﷲا ﺪﺒﻋ - ـﻤ

ºﺎ

Dalam mukadimah kitab ini, pengarang berkata, "kitab ini merupakan ringkasan nama-nama periwayat yang tersebut da- lam kitab Tadhhi>b Tahdhi>b al-Kama>l, dengan perbaikan seper- lunya, penambahan hal-hal yang penting, dan penambahan ke- wafatan periwayat dari kitab-kitab yang dapat dipertanggung ja- wabkan dan dari riwayat yang menggunakan sanad. Semoga de- ngan anugerah dan kemurahanNya, Allah memberikan perto- longan dan petunjuk menuju jalan yang lurus, Amin.44

Sistematika pembahasan kitab ini adalah :

(1) Menyebutkan biografi periwayat kitab hadis enam dan ki- tab-kitab lain karya Imam enam yang masyhur, sebagaima- na dilakukan Al-Dhahabi dalam kitab Tadhhi>bnya. Kitab- kitab yang disebutkan biografi periwayatnya itu berjumlah dua puluh lima, sebagaimana disebutkan Al-Mizzi dalam Tahdhi>bnya.

(2) Dalam mukadimah kitab beliau menyebutkan dua puluh tujuh tanda untuk kitab-kitab tersebut, seperti dilakukan Al- Mizzi kemudian Al-Dhahabi dalam Tadhhi>bnya. Beliau menambahkan satu tanda berupa kata “tamyi>z” (ﺰـﻴﻴﻤﺗ)45 un- tuk periwayat-periwayat yang tidak mempunyai riwayat da- lam kitab-kitab yang disebutkan biografi periwayatnya dalam kitab ini.

(3) Dalam kitab Khula>s}at ini terdapat dua pokok bahasan, ba- hasan pertama tentang biografi periwayat laki-laki, dan ba- hasan kedua tentang biografi periwayat perempuan. Baha- san pertama terdiri atas dua bagian dan penutup. Bagian

44 Mukadimah kitab Khula>s}at, 2.

45 Dipakai dalam hadis yang diriwayatkan dua periwayat yang namanya sama, juga nama bapaknya dan salah satunya adalah periwayat kitab yang tertulis biografinya dalam kitab Khula>s}at ini, sedang lainnya tidak demiki- an. Untuk membedakan kedua periwayat itu, dipakai kata “tamyi>z”.

pertama biografinya disusun berdasarkan urutan nama asli (Al-Asma>'), dan bagian kedua berdasarkan nama kunyat yang dibagi lagi menjadi dua bagian. Penutupnya terdiri atas delapan pasal, yaitu :

¾ Pasal pertama, tentang periwayat yang dikenal dengan IbnFula>n dan belum pernah disebutkan namanya atau pernah disebutkan namun tidak terkenal.

¾ Pasal kedua, tentang periwayat yang telah disebutkan namanya.

¾ Pasal ketiga, tentang periwayat yang dikenal nasabnya namun belum pernah disebutkan namanya.

¾ Pasal keempat, tentang periwayat yang dikenal nasab- nya dan pernah disebutkan namanya dalam bab Al- Asma>'.

¾ Pasal kelima, tentang nama-nama laqb.

¾ Pasal keenam, tentang periwayat yang dikenal dengan nama kunyatnya.

¾ Pasal ketujuh, tentang periwayat yang dikenal dengan nasabnya.

¾ Pasal kedelapan, tentang nama-nama yang masih sa- mar (al-mubhama>t).

Sedang bahasan kedua (tentang nama-nama periwayat perempuan), juga terdiri atas dua bagian dan penutup.

Bagian pertama, biografinya disusun berdasarkan uru- tan nama asli (Al-Asma>'), dan bagian kedua berdasar- kan nama kunyat, yang dibagi lagi menjadi dua bagi- an. Penutupnya terdiri atas tiga pasal, yaitu :

¾ Pasal pertama, tentang periwayat perempuan yang di- kenal dengan Ibnat Fula>n, yang dibagi menjadi dua macam, tentang periwayat yang belum pernah disebut- kan nama asliya; dan tentang periwayat yang telah di-

sebutkan nama aslinya.

¾ Pasal kedua, tentang nama-nama laqb.

¾ Pasal ketiga, tentang periwayat-periwayat yang majhu>l (tidak diketahui).

(4) Nama-nama periwayat dalam kitab Khula>s}at ini disusun berdasarkan urutan huruf hija>’iyyat, namun dimulai dengan nama “Ahmad” pada huruf hamzat dan “Muhammad” pada huruf mi>m. Kemudian dalam satu huruf, disebutkan judul

“Man Ismuh ‘Umar” dan menyebutkan semua periwayat yang bernama “‘Umar” dan begitu seterusnya. Jika nama seorang periwayat tidak terdapat yang menyamainya, maka disebutkan dalam satu pasal pada akhir dari suatu huruf, yang diistilahkan dengan “Fas}l al-Tafa>ri>q”. Dan jika nama itu disebutkan pada tempatnya sesuai dengan urutan huruf, tentu lebih mudah bagi setiap orang.

(5) Menambahkan biografi selain yang berasal dari kitab Al- Dhahabi yang beliau tandai dengan kata “ﺰﻴﻴﻤﺗ“ (tamyi>z)”.

(6) Tidak menggunakan bentuk tertentu untuk setiap biografi, seperti dilakukan Ibn Hajar dalam kitab Taqri>b al-Tahdhi>b. Terkadang menyebutkan nilai kecacatan dan kethiqatan- nya, terkadang tidak menyebutkannya, terkadang menye- butkan kewafatannya dan terkadang tidak menyebutkan- nya. Sering kali menyebutkan jumlah hadis riwayat periwa- yat dalam kitab-kitab riwayatnya.

(7) Selalu menyebutkan satu sampai tiga dari guru dan murid periwayat.

(8) Dalam hal jarh} dan ta'di>l periwayat, pengarang tidak meringkas pendapat para imam, tetapi hanya menyebutkan pendapat sebagian ulama dan langsung disandarkan pada sumbernya, seperti, “waththaqahu fula>n” atau “da'afahu fula>n”, dan sesungguhnya beliau tetap mengambil pendapat

Dalam dokumen DR. Mahmud Al-Tahhan - Repository IAIN Kediri (Halaman 174-178)