Strategi penjualan juga ditentukan dalam bahasan ini. Bagaimana kita ak:an menjual produk? Ada beberapa altematif pilihan untuk menjual produk, antara lain dengan sistem eceran, grosir, mail order, phone order, dan multilevel marketing. Setelah memilih altematif di antara beberapa pilihan itu, selanjutnya uraikan bagaimana cara memelihara kekuatan penjualan (sales force). Bagaimana membuat sistem dan program pendidikan dan pelatihan bagi tenaga penjual dan bagaimana menentukan sistem kompensasinya.
Kegiatan promosi dapat dilak:ukan dengan melak:ukan strategic alliances, yaitu melak:ukan kerja sama dengan perusahaan lain melalui co
marketing, co-development, commission and co-arrangements. Sebagai contoh, untuk meningkatkan brand image atas produk baru, perusahaan bekerja sama dengan Marketing Plus-nya Hermawan Kertanegara, menggunak:an perusahaan outsourcing untuk merekrut tenaga penjual, dan sebagainya. Contoh strategic alliance ini dapat dilihat pada hasil kerja sama antara Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di seluruh Jabotabek dalam memasarkan produk tabungan Tabrindo.
Media promosi yang dipilih untuk mengenalkan produk ke calon konsumen harus disesuaikan dengan jenis produk, segmen pasar yang dituju, dan biaya yang dibutuhkan. Altenatif media promosi yang dapat digunak:an antara lain iklan, promosi penjualan, penjualan langsung, dan publikasi. Analisis strategi ini menutup pembahasan aspek pasar dan pemasaran.
Rangkuman
1. Aspek pasar
dan
pemasaran merupakan salah satu unsur critical point dalam menentukan aspek-aspek lainnya. Apabila dari basil analisis permintaan diperoleb trend yang menurun, sebaiknya rencana bisnis tidak dilanjutkan karena basil itu mengindikasikan entitas bisnis sudah jenuh. Kecuali perusahaan akan me-launching produk baru.2.
Materi-materi bahasan pada aspek ini sifatnya tidak mutlak untuk dianalisis secara keseluruhan, namun disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan skala usaha (nilai investasi yang akan ditanamkan).3.
Materi bahasan yang barus dianalisis untuk tiap studi dalam aspek marketing adalah ( 1) aspek permintaandan
penawaran,(2)
analisis persaingan,dan (3)
strategi marketing mix (produk, barga, distribusi,dan
promosi).4. Urut-urutan materi babasan terkadang disesuaikan dengan keten
tuan user (pengguna). Sebagai contob, sistematika studi kelayakan
"Pendirian Program Studi Baru" di lingkungan perguruan tinggi bi
asanya disesuaikan dengan pedoman yang dikeluarkan Dikti.
5. Penggunaan alat bantu komputer untuk menyelesaikan kasus-kasus perbitungan akan sangat membantu dalam menganalisis aspek pasar dan pemasaran ini.
Contoh Kasus
Berikut ini contob analisis aspek pasar dan pemasaran yang disusun pada tahun 1985.
ASPEK PASARDAN PEMASARAN
A. La tar Belakang
PT Pupuk Kujang (persero) mendapat tugas mengembangkan pabrik amonium nitrat. Amonium nitrat banyak digunakan baik untuk pupuk maupun industri lainnya, misalnya sebagai bahan baku pembuatan bahan peledak
dan
pembuatan nitrous oksida.Usaha merintis perencanaan pabrik amonium nitrat telah dimu1ai se
jak tahun 1981. Dari basil survei penelitian
dan
studi lapangan, pemakaianamonium nitrat untuk pupuk sangat kecil dibandingkan dengan kapasitas minimum pabrik yang masih ekonomis. Karena pemakaian untuk pupuk relatif kecil, sementara pengembangannya memerlukan seeding program, sehingga memerlukan waktu, studi dilanjutkan pada Ammonium Nitrat Technical Grade yang dipakai untuk bahan baku pembuatan bahan peledak.
Perum Dahana telah merencanakan untuk mengembangkan industri bahan peledak, di samping yang pada saat ini dikelola Perum Dahana.
Bahan bakunya adalah amonium nitrat yang sampai sekarang seluruhnya masih diimpor. Perum Dahana telah ditunjuk pemerintah sebagai badan tunggal untuk pengadaan, penyediaan, dan pendistribusian bahan peledak serta komponen-komponennya untuk seluruh Indonesia. Nantinya, sesuai Keppres No. 27/1982 Perum Dahana juga menjadi penyalur amonium nitrat produksi PT Multi Nitro Kimia.
Sejalan dengan perkembangan waktu, temyata pemakaian Ammo
nium Nitrat Technical Grade berkembang dengan cepat. Ini dapat dilihat dari data Statistik Impor Am onium Nitrat sebagai berikut:
Tahun 1981
1 982 1983 1984
Jumlah Ton 370 840 1 1.000 22.318
Pada saat ini Indonesia banyak mengimpor rock phosphat dari negara-negara Timur Tengah, seperti Yordania, Maroko, dan lain-lain.
Untuk penambangan phosphat ini dibutuhkan am onium nitrat. Untuk itu, diharapkan counter trade dengan negara-negara tersebut dapat dilakukan;
yang jumlahnya diperkirakan mencapai 10.000 ton/tahun am onium nitrat.
Di samping itu, counter trade ini juga diperkirakan untuk memenuhi kebutuhan di negara Asean.
Me1ihat perkembangan kebutuhan amonium nitrat di dalam negeri dan ekspor, sudah saatnya di Indonesia didirikan pabrik am onium nitrat.
B. Pasar Amonium Nitrat
Amonium nitrat banyak digunakan baik untuk pupuk maupun untuk industri lainnya, seperti bahan baku pembuatan bahan peledak dan
pembuatan nitrous oksida. Ada 2 macam bentuk amonium nitrat yang digunakan untuk pembuatan bahan peledak, yaitu:
i. Crystalline powder ii. Porous prilled
Amonium nitrat yang berbentuk crystalline powder digunakan terutama untuk membuat dinamit, sementara yang berbentuk porous prilled digunakan untuk membuat Ammonium Nitrat Fuel Oil (ANFO).
Amonium nitrat yang dipakai untuk pupuk biasanya berbentuk pri/1 coated yang telah dicampur dengan kapur atau pupuk lainnya. Maksud pemakaiannya adalah untuk menghindarkan penyalahgunaan pemakaian dan memperkecil risiko dalam handling dan transportasinya.
Amonium nitrat ini, terutama yang berbentuk ANFO, banyak dipakai dalam industri pertambangan, semen, dan konstruksi karena dianggap sebagai bahan peledak paling aman baik dalam hal pemakaian maupun penanganannya. Jumlah yang diperlukan dalam industri tersebut bervariasi bergantung pada kondisi industri-industri terse but.
Struktur pemakaian Ammonium Nitrat di Indonesia diperkirakan sama dengan negara-negara industri lainnya, yaitu 95% lebih dari kebutuhannya dipakai untuk pembuatan bahan peledak dan sisanya untuk bahan baku industri lainnya. Namun, patut diketahui, amonium nitrat sebagai pupuk belum lazim dipakai di Indonesia. Sampai saat ini belum ada pabrik am onium nitrat di Indonesia. Semua kebutuhan am onium nitrat disuplai dari luar negeri.
C. Prospek Pasar di Indonesia
Perkembangan demand amoniwn nitrat yang akan datang bergantung pada pertumbuhan industri-industri yang membutuhkan ANFO. Dari informasi serta survei-survei yang dilakukan, industri-industri yang banyak menggunakan ANFO, antara lain industri semen, pertambangan, konstruksi, industri nitrous gas, dan lain-lain.
1. Industri Semen
Pada saat ini ada beberapa industri semen yang memerlukan ANFO sebagai bahan pemecah batu kapur. Bahan baku pembuatan semen adalah batu kapur. Sebagai bahan pemecah batu kapur, dibutuhkan
0, 165 ton ANFO untuk 1.000 ton batu kapur. Jadi, untuk membuat 1 ton semen diperlukan batu kapur sebanyak 1,25 ton. Hasil survei dari industri-industri semen menunjukkan bahwa kebutuhan Ammonium Nitrat pada tahun 1990 diperkirakan mencapai 6.094 ton.
2. Industri Pertambangan
Pertambangan yang menonjol dalam pemakaian ANFO adalah batu bara. Untuk memproduksi 1.000 ton batu bara diperlukan kurang lebih 0,45 ton ANFO.
Hasil survei dari industri pertambanganmenunjukkan bahwa kebutuh
an amonium nitrat pada tahun 1990 diperkirakan mencapai ± 7.528 ton.
3. Industri Lain
Industri-industri lain yang diperkirakan memakai ANFO adalah in
dustri pemecah batulquarry, PT IGI (PT Industrial Gases Indonesia), dan lain-lain.
Berikut adalah data statistik impor amonium nitrat di Indonesia dari tahun 198 1 s.d. 1984.
Tabell lmpor Amonium Nitrat 1981-1984 Tahun
' 1umlab ( Toa )
1981 371
1982 840
1983 11.000
1984 22.318
Sumber:BPS
Pada tahun 1983 dan 1984 terjadi lonjakan yang sangat besar. Ini dimungkinkan karena selain industri semen dan batu bara meningkat, juga disebabkan oleh meningkatnya pekerjaan konstruksi untuk waduk, industri pemecah batu untuk keperluan konstruksi dan jalan.
Sejak bulan Maret 1984 telah dilakukan pula survei ke industri yang diperkirakan sebagai pemakai langsung, untuk mendapatkan informasi penakaran bahan peledak.
Berdasarkan hasil survei tersebut diperoleh kebutuhan dan perkiraan pemakaian am onium nitrat sampai dengan tahun 1990 sebagai berikut:
Tabel2 Kebutuhan dan Perkiraan Pemakaian Amonium Nitrat
lndustri 1- 1917 1- 1919 1998
1. Semen 5.132 5.296 5.613 5.974 6.094
2.Pertambangan 3.924 4.139 5.076 6.350 7.528
3.Lainnya 1.036 1.036 977 977 977
Jomlah 10.092 10.471 11.666 13.301 14.599
Sumber: Hasil survei ke pemak:ai
Data ini dianggap cukup realistis/wajar karena berasal dari pemakai langsung. Selanjutnya, data ini dipakai untuk perhitungan kebutuhan pemakaian am onium nitrat di Indonesia.
D. Pasar Amonium Nitrat di Negara Asean
Perkiraan pemakaian amonium nitrat ini diambil dari hasil survei ke kedutaan-kedutaan besar RI di negara tersebut. Data-data pemakaian di negara terse but adalah sebagai berikut:
Tabel3 Pemakaian Amonium Nitrat di Asean
T.._ Malaysia Tltallud
1975 - 3.700
1976 - 6.600
1977 - 10.000
1978 - 7.000
1979 29.800 15.000
1980 14.200 8.300
1981 55.000 13.800
1982 16.000 9.100
1983 12.000 21.000
1984 21.200 4.000
Sumber: Kedutaan Besar RI di Malaysia dan Thailand
95
a. Situasi Pasar di Masing-Masing Negara Asean 1. Thailand
Dari total 13.800 ton arnonium nitrat yang diimpor pada tahun 1981, jenis porous prilled mencapai 8.300 ton dan sisanya terdiri atas 4.000 ton Calcium Ammonium Nitrat untuk pupuk dan 1.500 ton prill yang tipe padat. Tipe padat ini digunakan untuk pembuatan nitrous oxide yang digunakan untuk tujuan-tujuan pengobatan.
Besarnya demand diperkirakan meningkat berfluktuasi dalarn beberapa tahun mendatang karena adanya proyek-proyek besar, seperti pembangunan pembangkit listrik:, pabrik semen, industri perumahan, penarnbangan gararn, dan lain-lain. Akan tetapi, proyek ini tidak akan berlangsung lama. Oleh karena itu, akan lebih realistis hila memperkirakan besarnya market sesuai dengan kebutuhan yang konstan, tidak termasuk kebutuhan-kebutuhan sesaat. Berdasarkan hal ini, untuk memperkirakan kebutuhan yang akan datang dihitung sebagai basil rata-rata impor 1983-1984 dan besarnya dianggap tetap untuk tahun-tahun selanjutnya, yaitu sebesar 12.500 tiap tahun.
2. Filipina
Filipina merupakan salah satu negara Asean yang paling banyak menggunakan Ammonium Nitrat Technical Grade. Pada tahun 1981 saja, Filipina mengimpor 30.500 ton yang terdiri dari 3.000 ton dalarn bentuk crystalline, 27.000 ton dalarn bentuk porous prilled dan sisanya adalah untuk pupuk.
Sejak tahun 1982 di Filipina telah beroperasi pabrik arnonium ni
trat kepunyaan Nobel Philipina Inc. dengan kapasitas 40.000 ton/tahun.
3. Malaysia
96
Total impor arnonium nitrat di Malaysia mencapai rata-rata 22.000 ton pada tahun 1979/1980. 17.000 ton di antaranya arnonium nitrat untuk pupuk. Konsumsi arnonium nitrat untuk penggunaan industri mencapai 5.000 ton pada tahun 1980.
Di Malaysia terdapat pabrik asarn nitrat. Perusahaan tersebut bemama Chemical Company of Malaysia. Pabrik ini memproduksi semua asarn nitrat-nya menjadi Ammonium Nitrat Fertilizer Grade atau pupuk komponen lainnya. Pabrik ini dioperasikan harnpir pada kapasitas penuh dan tidak ada kelebihan kapasitas untuk mensuplai kebutuhan arnonium nitrat untuk industri pada pasaran domestik.
4. Singapura
Pada umumnya am onium nitrat yang diimpor Singapura adalah untuk pupuk dan sebagian direekspor ke Malaysia Barat/Timur.
Saat ini besamya pasaran amonium nitrat di Singapura sekitar 500 ton/tahun. Dan dalam studi karena relative demand
-
nya kecil, tidak diperhitungkan.5. Negara Lain di Luar Asean
Di samping kebutuhan amonium nitrat di Asean masih ada potensi pasar, antara lain negara Y ordania
(
± 10.000 ton/tahun).b. Proyeksi Supply dan Demand
Data yang diperlukan untuk memperkirakan kebutuhan amonium nitrat pada waktu yang akan datang diperoleh dari dua sumber, yaitu data primer dan data sekunder.
Data primer didasarkan pada kebutuhan user/pemakai, sementara data sekunder diambil dari data Biro Pusat Statistik (BPS). Trend data sekunder tidak dapat dijadikan pegangan karena fluktuasi datanya sangat besar. Biasa
nya, data yang dipilih untuk proyeksi adalah data primer karena dianggap paling realistis. Proyeksi berdasarkan data primer adalah sebagai berikut:
Tabel4 Proyeksi Kebutuhan Amonium Nitrat dalam Negeri
Tabun Jumlab
1987 10.471
1988 11.666
1989 13.301
1990 14.599
1991 15.579
TabeiS Rata-Rata 1mpor Asean Tabun Thailand Malaysia
1975/1976 5.150
-
1977/1978 8.500
-
1979/1980 11.650 22.000
198111982 11.450 35.500
1983/1984 12.500 16.600
c. Penggunaan Asam Nitrat
Pada wnumnya, asam nitrat digunakan sebagai intermediate untuk bahan baku atau sebagai bahan penunjang bermacam-macam industri lain, seperti:
Bahan intermediate pembuatan amoniwn nitrat.
Bahan kimia industri bahan peledak.
Bahan penunjang industri kimia, seperti dyestuff, asam adipat, katalis, dan lain-lain.
Sebagai gambaran, berikut adalah tabel mengenai kontribusi pe
makaian asam nitrat di Jepang.
Tabel6 Pemakaian Asam Nit rat di Jepang
Penggunaan •;.,
l. Amonium nitrat untuk pupuk 15
2. Amonium nitrat untuk industrilexplosive 25
3. TDI 9
4. Adipic acid 8
5. Synthetic fiber 9
6. Dyestuff & intermediate-nya 5
7. Acid picking dan metal plating 6
8. Lain-lain 22
100 Sumber: Unico Consultant
E. Pasar Asam Nitrat di Indonesia
Saat ini penggunaan asam nitrat di Indonesia belwn sampai ke industri kendaraan bermotor karena industri mobil di Indonesia bam pada tahap
assembling.
Adanya rencana pemerintah untuk meningkatkan local content dalam industri mobil, di antaranya pembuatan body mobil, dapat meningkatkan potensi pemasaran asam nitrat. Seperti diketahui, kebutuhan asam nitrat untuk metal plating dalam industri mobil adalah 70 kg setiap kendaraan (rata-rata).
Asam nitrat yang diimpor Indonesia pada saat ini diperkirakan digunakan untuk industri barang-barang logam seperti Pindad dan
penambangan emas. Dan, diperkirakan, kebutuhan industri-industri ter
sebut cenderung meningkat. Tabel berikut menunjukkan jumlah impor asam nitrat di Indonesia dari tahun 1974 s.d. 1984:
Tabel7 lmpor Asam Nitrat di Indonesia 1974-1984
TU. Toa Tallwa Toa
1974 357 1979 1.700
1975 678 1980 2.011
1976 433 1981 949
1977 941 1982 1.388
1978 1.046 1983 2.356
1984 2.171
Sumber:BPS
F. Pasar Asam Nitrat di Asean
Tabel berikut menunjukkan laju impor asam nitrat di negara-negara Asean. Filipina telah menghentikan impornya karena pabrik amonium nitrat - asam nitrat telah beroperasi di sana. Oleh karena itu, dalam tabel berikut kebutuhannya tidak diperhitungkan lagi.
Tabel81mpor Asam Nitrat di Asean
Nepn lt79 1918 1911 19111 1M3 1914
Thailand 1.135 2.630 1.216 1.606 2.194 2.253
Singapura 2.039 2.041 91!7 - - -
Malaysia 669 512 625 671 899 1.070
Sumber: Data Impor Statistik masing-masing negara.
Dari data di atas dapat disimpulkan rata-rata kebutuhan asam nitrat di negara-negara Asean pada tahun 1979-1981 adalah sebagai berikut:
-Malaysia 750 ton/tahun
- Singapura -Thailand
1. 700 ton/tahun 1.840 ton/tahun
Tabel berikut menunjukkan proyeksi impor asam nitrat di negara Asean. Kebutuhan impor di negara-negara ini diperkirakan akan mencapai kurang lebih 5.500 ton pada tahun 1990.
Tabel9 Proyeksi Kebutuhan Asam Nitrat di Asean
Tabu Total 'I'IIIIIM ... Malaysia
1985 4.683 780 1.989 1.914
1986 4.869 811 2.068 1.990
1987 5.063 843 2.151 2.069
1988 5.266 877 2.237 2.152
1989 5.477 912 2.326 2.239
1990 5.698 950 2.420 2.328
Sumber: Diolah dari data Impor Statistik masing-masing negara.
G. Proyeksi Penawaran dan Permintaan Asam Nitrat
Pemenuhan kebutuhan asam nitrat di Indonesia sampai saat ini masih melalui impor. Dengan demikian, data impor ini dapat dianggap sebagai demand asam nitrat di Indonesia. Di luar pemakaian sebagai bahan baku pembuatan amonium nitrat, asam nitrat juga digunakan sebagai bahan pembantu dalam industri, misalnya pada campuran pembuatan air raksa, metal cleaning, dan lain-lain. Akan tetapi, dengan didirikannya pabrik asam nitrat, industri-industri derivatif asam nitrat diharapkan berkembang dengan pesat sehingga kebutuhan asam nitrat meningkat dan, dengan demikian, pemasarannya pun menjadi lebih luas. Berikut perkiraan proyeksi kebutuhan asam nitrat di Indonesia:
TabellO Proyeksi Kebutuhan Asam Nitrat di Indonesia
Tab an (too) Taboo (too)
1984 2.171 1991 4.509
1985 2.505 1992 4.843
1986 2.839 1993 5.177
1987 3.173 1994 5.511
1988 3.507 1995 5.845
1989 3.841 1996 6.179
1990 4.175 1997 6.513
1998 6.847
Sumber: Dihitung dari BPS dengan Least Square Methode.
Di negara-negara Asean, (maksimwn) 50% dari total Asean demand diperkirakan berasal dari produk Indonesia. Berdasarkan hal itu, Indone
sia berencana mengekspor produk asam nitrat sebanyak mulai dari 1.000 ton/tahun. Setelah itu, ekspor akan ditingkatk:an sampai dengan 2.850 ton/
tahun.
H. Strategi Pemasaran
Berikut adalah langkah-langkah/strategi yang akan ditempuh yang diharapkan dapat membuka jalan dalam meningkatk:an pemasaran dalam negeri ataupun ekspor.
1. Sistem Distribusi
Karena amoniwn nitrat itu adalah bahan baku untuk pembuatan ANFO dan bahan explosive lainnya, amoniwn nitrat dianggap sebagai barang/produk strategis sehingga pemasarannya tidak akan lepas dari pengawasan pemerintah.
Sesuai dengan Keppres No. 2711982 tentang pengadaan bahan pe1edak, pemerintah menunjuk Perwn Dahana sebagai badan tunggal untuk pengadaan, penyediaan, serta pendistribusian bahan peledak dan yang sejenis dengan itu serta komponen-komponen yang berhubungan dengan bahan peledak tersebut untuk seluruh wilayah Indonesia. De
ngan demikian, untuk kebutuhan ANFO dalam industri komersial di Indonesia, pemasarannya dilaksanakan oleh Perwn Dahana.
Untuk keperluan ekspor, pelaksanaannya dilakukan oleh Divisi/
Biro Pemasaran PT Multi Nitro Kimia dan eksportir-eksportir yang ditunjuk.
2. Promosi
Promosi diperlukan karena produk ini merupakan produk baru yang pertama kali diproduksi di Indonesia. Langkah-langkah yang ditempuh untuk memasarkan produk amoniwn nitrat ini direncanakan sebagai berikut:
a. Melakukan pre-marketing.
1. Pre-marketing dilakukan sebelwn pabrik berproduksi secara komersial, yaitu dengan memasarkan produk yang sama dengan produk yang akan dihasilkan.
2. Langkah ini sangat berguna untuk mengenalkan produk yang akan dihasilkan kepada pemakai (konsumen product knowl
edge) sehingga dapat mempermudah pemasarannya.
b. Pembuatan bookletlbrosur dan sejenisnya yang mencakup spesifi
kasi produk dan kapasitas produk.
c. Demonstrasi/presentasi serta bentuk publisitas produk lainnya.
3. Pemasaran Dalam Negeri
Seperti diketahui, berdasarkan ketentuan pemerintah, Perum Dahana ditunjuk untuk bertindak sebagai badan tunggal dalam pengadaan dan distribusi bahan peledak maupun bahan baku bahan peledak di Indonesia. Oleh karena itu, Perum Dahana akan menjadi distributor amonium nitrat di dalam negeri.
Jadi, dengan demikian, pengadaan semua kebutuhan untuk industri dalam negeri harus melalui Perum Dahana.
4. Pemasaran Ekspor
Langkah-langkah yang dapat dikembangkan dalam meningkatkan pemasaran ekspor adalah sebagai berikut:
Negara Asean
Adanya kerja sama ekonomi antarnegara Asean dapat dimanfaatkan untuk menembus pemasaran amonium nitrat di negara-negara Asean.
Negara Asean yang telah memproduksi amonium nitrat adalah Filipina. Namun, produknya tidak beredar di negara-negara Asean karena dipakai terutama untuk menyuplai kebutuhan dalam negeri dan untuk ekspor antara lain ke Papua Nugini dan Bangladesh.
Saat ini, produk amonium nitrat yang banyak dipakai di negara
negara Asean berasal dari Jepang dan negara-negara Eropa. Dengan demikian, karena jarak Indonesia lebih dekat ke negara-negara konsumen di A sean, harga jual CIF produk am onium nitrat Indonesia dapat bersaing di pasaran.
Dengan keuntungan-keuntungan tersebut, potensi produk amonium nitrat dari Indonesia diharapkan berpeluang besar untuk memasuki pasaran Asean.
Negara Timor Tengah
Perlu diinformasikan bahwa untuk keperluan pabrik TSP di PT Petrokimia Gresik, Indonesia banyak mengimpor phosphat rock dari negara-negara Timur Tengah, antara lain Y ordania, Maroko, dan lain-lain. Seperti kita ketahui, penambangan phosphat rock memerlukan amonium nitrat. Dan, untuk keperluan penambangannya, negara-negara tersebut masih mengimpor seluruh kebutuhan am onium nitratnya.
Terkait dengan banyaknya impor phosphat rock dari negara tersebut, Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk menawarkan semacam Counter Trade atau bentuk perjanjian imbal beli lainnya. Untuk keperluan ini, perlu kiranya dijajaki kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik.
Negara-Negara Lain
Perlu juga dijajaki kemungkinan ekspor ke negara-negara lain, seperti Papua Nugini dan Bangladesh. Pada saat ini negara tersebut mengimpor amonium nitrat dari Filipina.
5. Kebijaksanaan Harga
Harga jual am onium nitrat ditentukan berdasarkan dua macam harga jual, yaitu harga jual dalam negeri dan ekspor. Demikian juga dengan harga jual asam nitrat. Harga jual dalam negeri ditentukan lebih tinggi daripada harga ekspomya. Namun, tidak lebih tinggi daripada harga rata-rata CIF Impor. Dengan demikian, struktur harga ini diharapkan dapat lebih menarik karena secara relatif harganya lebih murah baik di dalam negeri maupun di pasaran bebas luar negeri yang sangat kompetitif.
Jika diperlukan, pelaksanaan kebijaksanaan harga ini dapat ditinjau kern bali secara berkala.
Tea Pemahaman
1. Saudara dlmlnta menganallsls studlleelayakan di atas. Berdasarkan teori yang telah Anda pela}att bahwa dalam kaj1an, aspek pasar dan pemasaran tnt ada upaya pencartan data untuk mendapatkan lnfonnasi tentang volume peluang pasar yang maslh terbuka untuk menjadi morlcet shew perusahaan yang akan dldlrlkan, apakah peluang pasar maslh tersedla7 Jika ada, berapa besar peluang pasar tersebut7 Estimastkan untuk5 tahun kemudianl
2. Apa saja kekurangan anafists aspek pasar dan pemasaran pacta kasus , dl atas7 Sebuttcan dan jelaskanl
3. Seandainya Anda adalah seorang analls, apakah And� akan mere�
rnendaslkan hasll studi pada aspek pasar dan pemasaran dl atas?
Berikan alasan-alasannya!
analisis yang menyatakan bahwa studi ini layak dilanjutkan. Pada inti
nya proyek harus marketable dan harus meliputi hal berikut:
(a) Ditinjau dari sisi penawaran, proyek tersebut tidaklbelum jenuh.
(b) Ditinjau dari sisi permintaan, proyek tersebut masih relatif tinggi dan cenderung ada kenaikan permintaan di masa yang akan datang.
(c) Ditinjau dari aspek pasar, proyek ini mempunyai pasar potensial yang relatif besar dan pangsa pasar yang menjanjikan berdasar
kan riset pasar.
(d) Ditinjau dari sisi strategis, produk, harga, sistem distribusi, promo
si, dan pelayanan mempunyai keunggulan dibandingkan·dengan usaha sejenis yang sudah ada sebelumnya dan/atau saat studi kelayakan dilakukan (pesaing).
(e) Ditinjau dari sisi perencanaan strategi, proyek ini dapat menen
tukan strategi generik yang akan digunakan dalam menghadapi persaingan.
Setelah dari aspek pasar dan pemasaran proyek tersebut dinilai layaklmarketable, studi dilanjutkan ke aspek teknis produksi dan teknologis.
Aspek teknis merupakan aspek yang berkenaan dengan pengo
perasian dan proses pembangunan proyek secara teknis setelah proyeklbisnis tersebut selesai dibangun/didirikan. Berdasarkan ana
lisis ini pula dapat diketahui rancangan awal penaksiran biaya in
vestasi termasuk startup cost/praoperasional proyek yang akan dilak
sanakan.
Ada beberapa pertanyaan yang perlu mendapatkan jawaban dari aspek ini, yaitu:
1. Manakah desain produk yang akan dipilih?
2. Bagaimana menyusun rencana kapasitas perusahaan?
3. Bagaimana kriteria pemilihan mesin dan teknologi serta peralatan yang akan digunakan?
4. Di mana proyek/bisnis akan didirikan?
5. Bagaimana melakukan proses produksi dan memilih layout pabrik, termasuk layout bangunan dan fasilitas lain?