Keberadaan perusahaan saat ini, dari skala mikro hingga korporasi "kong
lomerasi", berawal dari sebuah ide yang muncul dari pikiran seseorang.
Ide atau gagasan adalah kristalisasi jawaban sementara berupa keinginan/
harapan yang muncul dari pikiran seseorang yang berhubungan dengan pemecahan suatu masalah. Harapan adalah keadaan yang ingin diperolehl diwujudkan di masa yang akan datang, sedangkan masalah terjadi akibat ada gap (jarak) antara harapan/rencana yang diinginkan dan kenyataan yang sebenarnya. Proses sinkronisasi antara harapan dan kenyataan inilah yang memunculkan "ide atau gagasan".
Dryden dan Hos dalam "Out of The Red", Thinkerstoys (Michalko,
2001)
mengatakan, "Sebuah ide adalah kombinasi baru dari unsur-unsur lama." Setiap resep masakan merupakan gabungan dari bumbu-bumbu yang telah ada sebelumnya. Kebiasaan memerhatikan dan mengamati sesuatu di lingkungan sekitar akan membantu seseorang menemukan ide baru. Perhatian dan pengamatan itu akan menjadi pengalaman dan keterampilan bagi dirinya sehingga memberikan pelajaran dan inspirasi untuk melakukan sesuatu yang lebih baik di masa yang akan datang.Peluang Munculnya Ide
Lahimya ide dilatarbelakangi oleh adanya peluang, sedangkan kemun
culan peluang lebih disebabkan oleh adanya pertemuan antara resources
(sumber daya) dan ability (kemampuan) yang dimiliki organisasi. Peluang yang muncul di lingkungan organisasi, apa pun bentuknya, pasti memiliki sumber daya, seperti manusia (man), uang (money), material (material), metode (method), mesin (machine), dan pasar (market) atau beberapa dari sumber daya terse but. Jika Anda menjadi salah satu pemimpin dari sebuah organisasi, Anda bisa melakukan identifikasi terhadap 2 faktor organisasi, yaitu ( 1) kekuatan (strength) organisasi berupa keunggulan kompetitif (teknologi, proses produksi, material, skill, dan sebagainya) yang dimiliki organisasi dan bersifat unik (ada beberapa key factors [ faktor kunci] dalam bisnis yang tidak dimiliki organisasi lain), dan (2) peluang yang muncul di lingkungan luar organisasi akibat excess demand (kelebihan permintaan).
Excess demand ini dapat muncul karena berbagai bentuk, antara lain:
1) Terjadinya pertambahan/pertumbuhan penduduk di suatu daerah/
wilayah. Apabila di suatu daerah berkembang sebuah kawasan industri baru, akan muncul excess demand terhadap barang-barang kebutuhan (shopping & consumer goods) di daerah tersebut. Jika Anda atau organisasi Anda memiliki strength, ada peluang bagi Anda untuk meng-create new business di kawasan itu, bentuknya bisa berupa toko serbaada (minimarket),jasa kos-kosan (boarding house), laundry, rumah makan, dan sebagainya.
2) Adanya gap Garak) antara kebutuhan dalam negeri dan jumlah barang yang tersedia. Misalnya, kebutuhan material (bahan baku) infrastruktur jalan, yaitu aspal, sampai saat ini masih dipenuhi melalui impor, padahal potensi sumber daya alam di Indonesia yang belum dieksplorasi masih sangat banyak, antara lain di Sulawesi, tepatnya di daerah Buton yang terkenal dengan aspal buton-nya. Perusahaan yang memiliki resources di bidang ini berpeluang menggarap bisnis ini menjadi real business.
3) Terjadinya perubahan gaya hidup (life style) masyarakat akan memunculkan peluang baru bagi organisasi (business). Gairah umat Islam, terutama wanitanya, untuk mengenakan busana muslimah Gilbab) memunculkan peluang baru bagi organisasi (perusahaan/
pebisnis) yang memiliki kompetensi di hi dang ini. Ini juga dapat terjadi dalam gaya hidup lain, misalnya perubahan pola makan yang cenderung menyukai makanan cepat saji, perumahan di perkotaan (kota besar) yang cenderung berbentuk "praktis", seperti rumah
susun yang berlokasi di tengah kota, serta pendidikanful/ day system (satu hari penuh) dan sekolah-sekolah unggulan lain yang cenderung lebih disukai orang tua untuk diberikan kepada anak-anak mereka walaupun biayanya lebih mahal.
Munculnya suatu peluang dapat digambarkan seperti diagram beri
kut:
ldentifikasi Peluang Organisasi?
Gam bar 2.1 Pertemuan antara kemampuan dan sumber daya organisasi dan peluang yang ada di lingkungan akan menghasilkan peluang
organisasi.
Ide tak beda dengan sikap dan kebiasaan manusia pada umumnya, seperti halnya mengucapkan kata "terima kasih". Orang yang tidak terbiasa mengucapkan kata itu terasa sulit sekali melakukannya. Padahal dampak kata itu sangat besar pengaruhnya, selain si penerima kata "terima kasih" merasa senang, juga akan menimbulkan rasa kasih sayang dan harga-menghargai dalam pergaulan antarsesama manusia. Mengeluarkan ide, bagi yang tidak terbiasa memanfaatkan potensi pikimya, akan menjadi "barang mahal" dan sulit sekali dilakukan. Namun, bagi yang terlatih dan menjadikan ide sebagai bagian dari "kebiasaan" hidupnya, mengeluarkan ide tiap saat dan tiap diperlukan tidak akan terlalu sulit dilakukan. Helmi Y ahya-seorang entertainer yang menciptakan hiburan dan pendidikan dalam bentuk kuis, reality show, dan games-mampu menghasilkan karya "spektakuler" di berbagai acara televisi nasional.
Ide-idenya mengalir tiap saat dan temyata banyak yang terbukti berhasil diwujudkannya, dan dia bisa "kaya" dengan ide-ide tersebut.
Seorang pakar psikologi dari Harvard University, Prof. David, McC., dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa jiwa entrepreneurship dapat dilatih dan diciptakan. Salah satu unsur yang dilatih adalah sikap/ke
biasaan. Kebiasaan yang ingin diciptakan adalah kebiasaan mengeluarkan ide/gagasan yang baru (create new things or create old things new way).
Bela jar dari pengalaman sukses manusia-manusia kreatif, Anda dapat mengikuti langkah-langkah sukses mereka dalam upaya merangsang munculnya ide, antara lain dengan cara:
1) Melihat objek dari segi fungsinya, bukan dari bentuk fisiknya.
Jika melihat bekas minuman kaleng di pinggir jalan atau tong sam
pah, pasti pikiran orang pada umumnya mengatakan bahwa "itu"
kaleng sampah karena mereka melihat dari sisi bentuknya, bukan dari sisi fungsinya. Orang kreatif melihat kaleng bekas itu sebagai bahan baku yang dapat dijadikan berbagai macam barang jadi, seperti yang dilakukan Simon Sandjojo, pendiri perusahaan PT Simon Prima Machinery MFG Co., yang tidak lulus SD. Awalnya dia beketja sebagai pemulung, lalu mengumpulkan para pemulung untuk menye
torkan kaleng-kaleng bekas minuman. Barang-barang sampah ini diubahnya menjadi barang-barang kebutuhan rumah tangga. Karena selalu kreatif, sekarang dia mampu memproduksi mesin pres dan mesin-mesin hidrolik yang digunakan perusahaan-perusahaan besar seperti PT Semen Gresik, industri otomotif, dan karoseri PT Trijaya Union di Semarang.
2) Mengubah hobi menjadi profesi.
Ada kegiatan yang sering Anda lakukan karena Anda memang suka dan menikmatinya, padahal itu bukan peketjaan dan mata pencaharian Anda. Seperti yang dilakukan seorang mahasiswa ITB yang suka mengoleksi tulisan dan catatan dosen. Tumpukan catatan kuliah yang diberikan dosennya itu dia rangkum dan cetak.
Temyata ternan-ternan kuliahnya ban yak yang berminat dengan basil rangkuman dan cetakannya. Akhimya, dia menjilid, memperbanyak, dan menjual catatan-catatan itu. Laku keras. Mahasiswa terbantu dengan cetakan rangkuman mata kuliah yang dibuat mahasiswa ITB yang kreatif itu, yang kelak menjadi pendiri Gane�a Group (percetakan, developer, bimbel, tours & travel, manufaktur, dan sebagainya).
3)
BenchmarkingMelihat secara internal sebuah perusahaan, mencari gagasan
gagasan dengan "meminjam/mencuri" dari berbagai perusahaan yang melakukan sesuatu dengan lebih baik, bahkan dalam aspek yang sangat khusus. Penulis pernah bertemu dengan Abdul Kadir yang dikenal dengan nama Ridaka ( dibaca dari belakang A. Kadir).
Beliau tinggal di Pekalongan, Jateng. Pada usia remaja di kala mendapatkan penghasilan dari bekerja, dia menghabiskan waktu untuk "belajar" melancong ke luar negeri. Di sana dia mengunjungi beberapa sentra industri sambil menyempatkan diri untuk magang
"bekerja sambil belajar". Setiap pulang ke negerinya, pasti ada karya yang dihasilkannya. Beberapa karya yang beliau hasilkan, dan menjadi inspirasi bisnis di Indonesia, antara lain handuk berhuruf.
Dengan A TBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dihasilkan handuk yang mencantumkan nama pemesan. Produk ini pernah booming di tahun 90-an. Karya-karyanya terns bermunculan setelah mendapatkan gagasan dengan melihat, mempelajari, dan memahami kegiatan bisnis di daerah lain. Saat ini Indonesia mampu membuat bahan
bahan kain dengan menggunakan sumber material alam, seperti sutra, daun nanas, pelepah pohon pisang, eceng gondok, koran bekas, dan sebagainya. Kain yang terbuat dari material alam itu diubah menjadi berbagai produk jadi, seperti baju, tas, sepatu, kerajinan tangan, dan aksesori rumah tangga. Sekarang beliau mampu mengekspor produk-produk kain dari material alam ini ke mancanegara. Sebagai bentuk pengabdiannya kepada bangsa, beliau membuka sanggar belajar gratis "magang" bagi masyarakat yang ingin mendapatkan keterampilan di bidang tenun dan pemanfaatan material alam di Kelurahan Klego, Pekalongan. Jadi, teknik pengembangan bisnis yang dilakukan Bapak H.A. Kadir ini menggunakan benchmarking.
Sumber-Sumber Ide
Metode untuk mendapatkan sumber ide/gagasan bisnis dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
a. Membaca
( 1) Kebiasaan membaca berita di koran atau media cetak 1ainnya akan memberikan inspirasi dan ide barn, misalnya diberitakan bahwa Jakarta tiap hari kekurangan stok telur sebesar 1 ton lebih akibat jumlah petemak ayam di sentra-sentra temak mengalami penurunan. Berita ini bisa menjadi bacaan biasa, tetapi juga bisa menjadi ide bisnis bagi orang tertentu.
(2)Membaca laporan-laporan yang dipublikasikan, baik hasil pene
litian maupun laporan resini suatu instansi. Misalnya, membaca laporan yang menyebutkan bahwa jumlah permintaan luar negeri terhadap produk kerajinan (handicraft) Indonesia selalu mening
kat dari tahun ke tahun, terutama kerajinan tangan "batik dan bor
dir", bahkan jumlah permintaan dari negara tertentu tidak dapat dilayani karena terbatasnya produsen dalam negeri. Bagi Anda yang kreatif, informasi ini bisa menjadi peluang bisnis.
(3)Membaca buku terbitan asing, yang layout-nya menarik, gaya bahasanya enak dibaca, dan ilustrasinya membantu untuk me
mahami maksud tulisannya. Bagaimana jika terbitan seperti ini ada di Indonesia? Lalu Anda membuat tulisan sederhana dan memberinya ilustrasi dengan gambar dan gaya bahasa yang menarik. Aktivitas Anda itu akan dibayar mahal oleh penerbit dan menjadi sumber penghasilan bagi Anda.
(4)Langganan media cetak (koran) daerah, biasanya koran-koran lokal membahas dan mengungkap potensi-potensi daerah.
b. Riset
(1)Kegiatan riset dapat menghasilkan ide bisnis yang cemerlang, terutama riset yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan terapan dan riset-riset rekayasa.
(2)Riset dilakukan sebagai upaya keingintahuan tentang suatu objek tertentu. Jika dilakukan secara sungguh-sungguh, riset akan menghasilkan temuan bermanfaat bagi masyarakat. Anda yang suka dengan kegiatan riset sebaiknya tidak hanya terpaku pada objek yang diteliti, tapi juga mengembangkan ide pada kegiatan yang produktif. Ada cerita seorang peneliti muda yang menjadi orang sukses secara finansial karena menyukai riset. Alumnus Unsoed Purwokerto yang bemama Ali Zum Mashar ini sejak
mahasiswa berminat di bidang penelitian. Hasil riset ketika mahasiswa terus berlanjut saat dia menjadi Petugas Penyuluh Pertanian di Kalimantan. Di sanalah dia mengaplikasikan basil risetnya, yaitu mengubah tingkat kesuburan tanah dengan menggunakan teknologi bioperforasi. Temyata risetnya berhasil.
Hasil temuannya ini menghasilkan tanaman berukuran besar dan berbuah banyak, seperti kacang kedelai yang panjangnya kurang
lebih 30 em dengan jumlah bulir 300-an mampu diubah menjadi panjang 3 meter dengan jumlah bulir sekitar 2.000-an. Akhimya, dia mematenkan teknologinya, membuat studi kelayakan untuk memproduksi pupuk bioperforasinya, dan menawarkannya ke pengusaha. Kini dia memiliki pabrik pupuk dengan investasi di atas 30 miliar di daerah Bogor.
c. Muhibah
( l )Melakukan perjalanan ke suatu daerah dapat memunculkan ide bisnis. Kebiasaan masyarakat, potensi sumber daya alam, ataupun kondisi ekonomi masyarakat daerah tersebut dapat memberikan ide/gagasan bisnis baru.
(2)Mengunjungi lokasi-lokasi usaha, pabrik, dan sentra-sentra indus
tri dapat membantu memunculkan ide/gagasan bisnis.
d. Komunikasi dan diskusi
( l )Mengikuti seminar, lokakarya, dan forum-forum ilmiah lain dapat memberikan informasi penting tentang peluang bisnis.
(2)Kebiasaan tukar informasi baik melalui media virtual (internet) maupun surat-menyurat (korespondensi) akan mendatangkan informasi langka yang bisa di-create menjadi peluang bisnis.
e. Mengikuti atau mengunjungi pameran
Mengumpulkan datalinformasi supply and demandproduk-produk di seluruh Indonesia/dunia lalu membandingkannya dengan resources dan potensi ekonomi yang dimiliki di daerah. Kegiatan ini dapat dimulai dengan cara aktif mengikuti dan mengunjungi pameran
pameran dagang, business expo, atau X Fair, seperti Jakarta Fair, Yogya Fair, atau pameran produk tertentu, seperti Inacraft, dan sebagainya.
f. Pendidikan
( 1) Mengikuti pendidikan dengan spesialisasi dan konsentrasi tertentu
dapat membantu memberikan inspirasi, contohnya pelatihan manajemen perbankan syariah. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta tertarik untuk mendirikan BMT (Baitul mal wa Tamwif),
yaitu lembaga keuangan mikro syariah yang dapat didirikan dengan persyaratan dan prosedur yang tidak terlalu rumit dan sulit.
(2)Mengikuti pelatihan training of trainer (TOT). Setelah menyaksi
kan para pelatihlmentor memberikan pelatihan secara profesional dan menarik, akhirnya muncul minat dan keinginan untuk men
jadi trainer.
g. Searching di Internet
( 1) Di internet terdapat ban yak sekali data dan informasi yang bermanfaat bagi Anda. Informasi apa yang diinginkan, ada di sana. Situs atau URL bisa dicari dengan menggunakan search engine (mesin pencari). Misalnya Anda menggunakan mesin pencari Yahoo! atau Google, ketikkan data atau informasi yang Anda cari pada search engine, mesin itu akan membantu Anda untuk mencarinya.
(2)Kata kunci untuk mencari ide bisnis adalah demand dan supply (permintaan dan penawaran). Jika kedua kata itu diketikkan, akan muncul daftar alamat situs permintaan dan penawaran produk
produk tertentu dari seluruh Indonesia, bahkan dunia. Dengan mengetahui adanya permintaan atau penawaran tersebut, Anda dapat menyeleksi informasi yang dapat dijadikan ide bisnis.
(3)Jika ternyata ada permintaan yang dapat dipenuhi dengan melihat potensi ekonomi di daerah itu, baik spesifikasi maupun kapasitasnya, tidak mustahil permintaan itu akan menjadi ide besar dalam memulai bisnis. Ingat! Adanya pertemuan antara permintaan dan penawaran akan menciptakan bisnis. Jika ada informasi mengenai permintaan terhadap produk tertentu, sementara di lain pihak ada potensi dan penawaran terhadap produk yang sama, berarti peluang bisnis sudah tercipta, tinggal bagaimana aksi Anda. Apakah Anda melihat informasi tersebut sebagai berita? Atau, menangkapnya sebagai sebuah peluang bisnis?
Ide Menjadi Dasar Munculnya Studi Kelayakan
Eksplorasi yang dilakukan untuk mendapatkan suatu gagasan menjadi langkah awal dalam memulai proses studi kelayakan. Setelah menemukan
"peluang" dalam proses pencarian tersebut, langkah selanjutnya adalah merumuskan gagasan menjadi bentuk dan konsep sederhana yang dituangkan dalam "tulisan". Konsep sederhana ini dapat dinyatakan dalam tiga bentuk, yaitu:
1) Pendirian usaha baru (create new business) 2) Pengembangan usaha (developing of business)
3) Pembelian usaha yang sudah ada (business acquisition)
a. Pendirian usaha baru
Maksud pendirian usaha baru adalah bahwa usaha yang akan didirikan benar-benar tidak pemah ada sebelumnya. Sesuatu yang baru ini dapat diartikan "produk" atau "bisnis" baru karena sebelumnya belum/tidak dimiliki si penggagas.
b. Pengembangan usaha
Pengembangan usaha berarti usaha yang akan dibangun merupa
kan bagian dari entitas usaha yang sudah ada sebelumnya.
Pengembangan usaha bisa bersifat vertikal ataupun horizontal.
Pengembangan vertikal adalah perluasan usaha dengan cara membangun unit bisnis baru yang masih memiliki hubungan langsung dengan bisnis utamanya (core business). Contoh, bisnis utama adalah produsen mi instan. Perusahaan lalu mendirikan usaha baru yang bergerak di bidang agrobisnis untuk menyuplai kebutuhan material mi instan.
Pengembangan horizontal adalah pembangunan usaha baru yang bertujuan memperkuat bisnis utama untuk mendapatkan keunggulan komparatif, yang secara line produk tidak memiliki hubungan dengan core bisnisnya. Misalnya, pengusaha yang memiliki industri di bidang makanan dan minuman membangun usaha baru di bidang retail (supermarket).
c. Pembelian usaha yang sudah ada
Ide membeli "perusahaan" menjadi salah satu altematif gagasan untuk memiliki bisnis baru. Altematif konsep yang ketiga ini relatif lebih mudah dibandingkan dengan konsep lainnya. Karena
usaha sudah ada, bentuk nyata usaha tersebut sudah dapat dilihat, diobservasi, dan dianalisis. Tingkat risiko sudah dapat diestimasi dan return-nya dapat diproyeksikan dengan lebih akurat.
Nilai risiko yang dikandung sebuah investasi membuat banyak orang takut dan enggan mengeluarkan gagasan bisnis. Seandainya ada, biasanya hanya sebatas gagasan. Saat ngobrol dengan kawan sering kali terlontar gagasan cerdas, tetapi setelah obrolan selesai gagasan itu hilang begitu saja tanpa bekas; padahal mungkin gagasan itu menjadi titik awal perubahan besar dalam kehidupan kita.
Dengan begitu seringnya gagasan muncul dan seiring itu pula hilang membuat banyak orang utopis akan gagasan, dan yang lebih ironis lagi menyamakan gagasan dengan mimpi atau "khayalan". Kondisi ini menjadi tradisi masyarakat berkembang yang bel urn ban yak mendapatkan bukti empiris tentang keberhasilan sebuah "mimpi" menjadi "kenyataan".
lni terkait dengan budaya inovatif, kreatif, dan independensi dalam mengungkapkan gagasan.
Bukti empiris kegagalan dalam mewujudkan sebuah gagasan yang banyak ditemui di kalangan masyarakat UKM kita sebenamya bukan kesalahan "gagasan" itu sendiri. Akan tetapi, cara pandang dan pola pikir pemiliknya yang belum tertata dengan baik atau, dengan kata lain, belum berpikir secara terstruktur dan sistematis dalam mengimplementasikan gagasan yang bersifat be bas risiko ke dalam investasi yang penuh risiko.
Saat gagasan mulai diimplementasikan ke dalam realitas, secara tidak sadar penggagas sedang memasuki dunia risiko. Risiko yang akan dihadapi meliputi risiko operasional, keuangan, kelembagaan, dan ekstem. Dari keempat risiko tersebut, satu di antaranya tidak dapat dikendalikan, yaitu risiko ekstem; sedangkan ketiga lainnya dapat dikendalikan. Risiko terbesar yang sering menyebabkan kegagalan UKM adalah risiko operasional (penipuan, efisiensi, efektivitas, dan produksi).
Kebanyakan UKM yang memulai bisnis baru tidak dibekali dengan penguasaan yang cukup memadai mengenai bisnisnya. Esensi bisnis yang seharusnya sudah dikuasai dengan matang saat memulai bisnis adalah penguasaan terhadap pasar dan pemasaran produk yang akan dijual, penguasaan terhadap sistem produksi (proses produksi, teknologi, material, dan kualitas produk yang diharapkan ), penguasaan terhadap
manajemen (SDM) yang diperlukan terutama
leadership
yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan mengendalikan orang lain, dan yang paling penting adalah penguasaan terhadap pengelolaan keuangan, terutama administrasinya.Di negara-negara maju, yang tingkat pendidikannya sudah baik, keberhasilan UKM-nya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan UKM di negara-negara berkembang. UKM di negara maju sudah terbiasa dan mampu menyusun rencana bisnis
(business plan)
deng�n baik, bahkan untuk memulai bisnis pun sudah menggunakan studi kelayakan(feasibility study).
Oleh karena itu, mereka dapat mengendalikan risiko dengan baik.Risiko tidak dapat dihilangkan, tetapi dapat dikendalikan melalui sebuah perencanaan dan pengetahuan mendalam tentang objek risiko tersebut ( dalam hal ini
business).
Antara ide dan investasi ada biaya dan waktu. Biaya mematangkan ide, yaitu menambah referensi dan pengetahuan tentang objek ide. Waktu dibutuhkan sejak ide pertama kali muncul sampai realisasi ide dimulai.
Hubungan ini dapat diformulasikan dengan persamaan I = i + T + C.
I adalah investasi, i adalah ide, T adalah waktu, dan C adalah biaya.
Maksudnya, mustahil sebuah investasi muncul begitu saja tanpa diawali
ide.
Ide saja tidak akan cukup hila tidak ada jarakwaktu
yang dibutuhkan untuk memikirkan dan menyiapkan tahapan-tahapan implementasi ide. Saat mulai mengumpulkan informasi dan data dibutuhkanbiaya.
Untuk mendapatkan waktu dan biaya secara efektif dan efisien dalam merealisasikan ide, langkah tepat yang seharusnya dilakukan adalah membuat studi kelayakan. Untuk menghindari terjadinya risiko yang besar diperlukan studi mendalam tentang kemungkinan berhasil atau tidaknya investasi tersebut.
Setelah mendapatkan gagasan dan menentukan bentuknya: apakah pendirian usaha baru, pengembangan usaha, atau pembelian usaha yang sudah ada, langkah selanjutnya adalah menganalisis dengan mengguna
kan
cost and benefit analysis:
perlukah dibuat studi kelayakan untuk mengetahui kelayakan penerapan gagasan terse but.Anal isis Biaya dan Manfaat
Studi kelayakan dapat dikerjakan secara perorangan atau tim yang terdiri atas beberapa orang ahli. Analis studi kelayakan melakukan aktivitasnya berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) institusi/calon investor atau atas inisiatif sendiri. Besar-kecilnya skala proyek berpengaruh terhadap intensitas penyusunan studi kelayakan. Intensitas studi kelayakan meliputi:
1)
besarnya dana yang ditanamkan,2)
tingkat ketidakpastian proyek, dan3)
kompleksitas elemen-elemen yang memengaruhi proyek.Intensitas studi kelayakan berpengaruh terhadap kebutuhan analis,
waktu, dan biaya. Intensitas studi kelayakan berhubungan positif ter
hadap jumlah analis, waktu, dan biaya. Semakin tinggi intensitas studi kelayakan--dana yang akan ditanamkan besar, tingkat ketidakpastiannya tinggi, dan kompleksitasnya juga tinggi-semakin banyak pula jumlah analis, waktu, dan biaya. Oleh karena itu, sebelum studi kelayakan dilaksanakan, sebaiknya lakukan analisis terlebih dahulu: apakah manfaatnya lebih besar dibandingkan dengan biaya dan waktu yang harus dikeluarkan untuk membuat studi kelayakan. Berdasarkan itu, barulah disusun analisis biaya dan manfaat.
Analisis biaya dan manfaat disusun untuk mengetahui apakah biaya yang akan dikeluarkan untuk mendanai pembuatan studi kelayakan lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan manfaatnya. Biaya adalah
dana yang dikeluarkan untuk pembuatan studi kelayakan
dan manfaat(benefit)
adalahprobabilitas risiko kegagalan proyek yang terdiri atas biaya kesempatan
(opportunity cost),biaya pendirian
(start up cost),dan biaya modal
(cost of capital). Asumsi ekstrem kegagalan proyek adalah 50%. Apabila terjadi kegagalan proyek, kerugian yang harus ditanggung investor adalah biaya modal, biaya kesempatan, dan biaya pendirian. Dalam analisis biaya dan manfaat(cost and benefit analysis
=