• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELAYAKAN

Dalam dokumen Studi Kelayakan Teori dan Aplikasi (Halaman 71-79)

(a) aspek pasar dan pemasaran

(marketing),

(b) aspek teknis dan teknologis (produksi/ operasi), (c) aspek manajemen dan organisasi (SDM), (d) aspek hukum,

(e) aspek ekonomi dan keuangan (keuangan).

ii) Aspek sekunder, adalah aspek pelengkap yang disusun berdasarkan permintaan instansi/lembaga yang terkait dengan objek studi, mi­

salnya aspek analisis mengenai dampak lingkungan. Pada umum­

nya aspek ini dipersyaratkan dalam studi kelayakan yang objeknya menyangkut sumber daya alam, seperti proyek pembangunan pe­

rumahan

(real estate),

pembangunan pabrik pengolahan (pabrik tapioka,

pl

yw

oods

, kertas, dan sebagainya). Aspek sosial biasanya di­

persyaratkan untuk pembangunan sarana dan prasarana publik yang didanai pemerintah ataupun donatur intemasional.

Untuk lebih memahami aspek-aspek di atas, berikut dijelaskan secara sekilas pengertian, tujuan, dan materi setiap aspek.

Aspek Pasar dan Pemasaran

Kajian yang dibahas dalam aspek ini bersumber dari disiplin ilmu pema­

saran. Konsep dan teori yang digunakan untuk menelaah dan menganali­

sis kondisi bisnis yang menjadi objek studi dalam aspek ini diambil dari marketing. Sebagaimana dalam konsep

marketing mix

(8P bauran pema­

saran sinergis), kegiatan pemasaran meliputi

product, place, price, pro­

motion, positioning, process, physical evidence, and people,

yang akan dikaji dalam aspek pasar dan pemasaran. Ada perbedaan orientasi dalam tujuannya. Kajian aspek pasar dan pemasaran bertujuan untuk mengeta­

hui keadaan objek di masa lalu dan saat ini, sedangkan tujuan pemasaran dalam ilmu

marketing

adalah untuk mengendalikan pasar di waktu yang akan datang

(market driven).

Materi yang akan dibahas dalam aspek ini, an tara lain:

a. Permintaan b. Penawaran

c. Proyeksi permintaan dan penawaran d. Proyeksi penjualan

e. Produk (barang/jasa) f. Analisis pesaing g. Segmentasi pasar

h. Pemasaran dan implementasi strategi

Alat-alat bantu analisis yang akan digunakan, antara lain:

I. Analisis least square untuk membuat proyeksi tingkat permintaan dan penawaran produk dari objek yang dikaji. Materi ini dapat dipelajari baik pada mata kuliah!buku-buku statistics maupun operasional research.

2. Analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) untuk mengkaji posisi usaha dan persaingan. Materi ini dapat dipelajari dan diperdalam pada mata kuliah manaj em en strategi.

3. Riset pemasaran (marketing research) yang bertujuan untuk menge­

tahui apakah produk yang akan ditawarkan diminati calon konsumen.

Riset ini dapat dilakukan melalui tes produk, tes pasar, dan sebagainya.

4. Data yang diperlukan dalam mendukung analisis ini, antara lain:

a. Objek studi kelayakan pendirian usaha baru:

Data permintaan dapat diperoleh secara langsung dari sumbemya, yaitu calon konsumen. Calon konsumen adalah konsumen potensial dan captive market. Pengumpulan data primer dapat dikumpulkan melalui 3 teknik, yaitu ( 1) teknik questionair, yaitu teknik pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan: menyebar kuesioner yang berisi pertanyaan tentang kemauan dan daya minat pasar potensial, mengumpulkannya kembali, dan mengolahnya untuk kemudian menyimpulkan berapa persen yang ber­

peluang masuk captive market dan riil market (market share) perusahaan; (2) teknik observasi langsung, yaitu cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut;

(3) teknik khusus, yaitu teknik pengumpulan data dengan metode khusus disesuaikan dengan tujuan penggunaan dan objek studinya, misalnya metode proyektif, metode sosiometri, content analysis, dan sebagainya. Metode ini dapat diperdalam pada mata kuliah Metode Penelitian.

Data penawaran bersumber dari kuantitas produk sejenis baik yang ditawarkan perusahaan lain melalui pendistribusian ke agen dan distributor maupun jumlah produksi yang dihasilkan cal on perusahaan pesaing.

Data pesaing dapat diperoleh dari survei langsung ataupun dari data primer yang diperoleh dari instansi terkait.

Misalnya, untuk mengetahui jumlah produsen tahu dan tempe di suatu daerah, survei dapat dilakukan ke dinas perindustrian setempat atau ke Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (KOPTI); untuk mencari data tentang jumlah sekolah di daerah tertentu, survei dapat dilakukan ke instansi yang memiliki data terse but, yaitu dinas pendidikan.

b. Objek studi kelayakan pengembangan dan akuisisi:

Data permintaan dapat diperoleh dari data empiris (historis) penjualan sebuah perusahaan atas produk yang dikembangkan.

Selain itu, diperlukan juga data penjualan industri.

Aspek Teknis dan Teknologis

Operasi/produksi dalam fungsi bisnis merupakan bagian yang sangat vital karena hampir 50% lebih kegiatan bisnis tersita di sini. Proses menghasilkan produk (barang/jasa) yang diawali dari pemilihan material dan berlanjut ke proses produksi sampai menghasilkan output berupa barang/jasa akan dibahas dalam aspek ini.

Pembahasan dalam aspek ini bertujuan untuk mengetahui, mema­

hami, dan mengevaluasi produk yang akan dihasilkan objek studi. Un­

tuk menghasilkan produk diperlukan langkah-langkah praoperasional, seperti desain, pemilihan dan penggunaan material (bahan baku), kriteria dan spesifikasi kualitas, pemilihan perangkat teknologi, mesin dan pera­

latan yang akan digunakan, proses produksi, pemilihan dan penentuan lokasi pabrik/tempat usaha, serta layout pabriklruang. Analisis penangan­

an produk pascaoperasi juga akan dikaji dalam aspek ini, yaitu dalam pe­

ngendalian kualitas.

Materi yang akan dibahas dalam aspek teknis dan teknologis, antara lain:

1) Desain produk

2) Spesifikasi bahan baku dan produk

3) Proses produksi

4) Lokasi perusahaan (pabrik) 5) Layout pabrik

6) Pera1atan dan mesin yang digunakan

7) Layout mesin

8) Quality control

Aspek Manajemen dan Organisasi

Aspek ini berkaitan dengan aspek sebelumnya. Sete1ah mempe1ajari pro­

ses produksi dari A sampai Z, la1u mendistribusikan produknya dengan menggunakan strategi yang ditentukan, ana1is sudah mempunyai gam­

baran tentang bentuk organisasi dan struktur yang dibutuhkan organisasi tersebut. Tujuan pembahasan aspek ini ada1ah untuk mengkaji penentuan bentuk dan struktur yang tepat berdasarkan kebutuhan dalam organisasi.

Materi yang dibahas da1am aspek manajemen dan organisasi, antara lain:

1) Struktur organisasi perusahaan

2) Job analysis 3) Job description

4) Kualifikasi tenaga kerja 5) Proses rekrutmen

6) Sistem pengembangan dan kompensasi

Aspek Hukum dan Legalitas

Bentuk dan struktur organisasi yang dibahas dan dianalisis pada aspek sebelumnya dapat memengaruhi 1egalitas perusahaan. Struktur organisasi yang complicated dan hagan organ berbentuk fungsiona1 cenderung berbadan hukum perseroan terbatas. Seba1iknya, untuk organisasi dengan struktur yang sederhana dan hagan organ berbentuk datar if/at) 1ebih baik memilih badan hukum perseorangan. Ini berhubungan dengan rentang manajemen dan sistem pende1egasian. Tujuan pembahasan aspek ini adalah mencari bentuk badan hukum yang tepat untuk organisasi yang

akan didirikan/dikembangkan agar perusahaan dapat bergerak secara efisien dan efektif dalam mencapai tujuannya. Untuk membahas aspek ini, materi yang akan dikaji, antara lain:

1. Bentuk badan hukum perusahaan 11. Prosedur perizinanllegalitas

111. Lembaga/departemen/instansi yang terkait dengan perusahaan

tv. Rencana anggaran dasar perusahaan

Aspek Ekonomi dan Keuangan

Aspek ekonomi dan keuangan membahas tentang kebutuhan modal dan investasi yang diperlukan dalam pendirian/pengembangan usaha yang direncanakan, kemudian merangkumnya dalam bentuk laporan keuangan (neraca, laba/rugi, dan

cash flow),

dan menganalisisnya untuk menentukan kelayakan usaha tersebut. Tujuan analisis dalam aspek ekonomi dan keuangan adalah untuk mengevaluasi keseluruhan pembahasan tiap­

tiap aspek yang membutuhkan dana dan modal kerja ke dalam analisis investasi yang ditinjau dari waktu pengembalian modal

(payback period), rate of return

(tingkat pengembalian),

retun on investment

(tingkat pengembalian investasi), dan

net present value

(nilai sekarang bersih).

Materi yang akan dibahas meliputi:

a. Perkiraan modal kerja b. Perkiraan biaya investasi c. Perkiraan harga pokok produksi d. Perkiraan laba-rugi

e. Perkiraan neraca f. Sumber pembiayaan

g. Analisis investasi dan kelayakan

1. Apa yang And a ketahui tentang aspek studi kelayakan?

2. Sebutkan aspek-aspek dalam studi kelayakan!

3. Apa saja materi yang dibahas dalam aspek-aspek studi kelayakan berikut:

a) marketing b) produksi

c) sumber daya manusia d) hukum

e) keuangan

ini diletakkan di awal pembahasan sistematika studi kelayakan.

Beberapa alasan tentang urgensi aspek pasar dan pemasaran dalam menentukan aspek-aspek lainnya, antara lain:

a. Produk yang akan dihasilkan perusahaan harus marketable.

Jika tidak, sebaiknya kegiatan analisis studi kelayakan dihenti­

kan.

b. Kecenderungan permintaan atas produk yang akan dihasilkan harus menunjukkan adanya kenaikan. Jika menurun, sebaiknya proses studi kelayakan untuk pendirian dihentikan, kecuali jika tujuan objek studi adalah untuk pengembangan.

c. Kandungan material produk tidak mengandung unsur yang dilarang negara ataupun agama. Jika ada unsur "haram" dalam tinjauan aspek hukum, tidak akan direkomendasikan dan harus dihentikan.

d. Aspek teknis dan teknologis sangat ditentukan oleh hasil reko­

mendasi aspek pasar, terutama yang berkaitan dengan pemilih­

an alat dan mesin.

Bab ini akan membahas beberapa pokok bahasan berikut:

a. Permintaan, b. Penawaran,

c. Proyeksi permintaan dan penawaran, d. Proyeksi penjualan,

e. Produk (barang/jasa), f. Segmentasi pasar,

g. Pemasaran dan implementasi strategi.

Pasar

Dalam dokumen Studi Kelayakan Teori dan Aplikasi (Halaman 71-79)

Dokumen terkait