Arti Penting lnvestasi
Investasi adalah aktivitas pembelian objek produktif yang bertujuan untuk memperbesar kekayaan
(asset).
Aktivitas pembelian terjadi karena adanya kemampuan, kemauan, dan objek yang dapat memuaskan kebutuhan, baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang. Kemampuan diukur dengan kepemilikan terhadap alat tukar (kartal/giral). Kemauan diukur dari pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki.Objek adalah barang atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan atau kepuasan seseorang. Saat seseorang mampu membeli sebuah objek, namun tidak memiliki kemauan karena tidak tabu manfaat dan fungsinya,
proses pembelian
tidak akan terjadi.Untuk melakukan investasi diperlukan modal
(fund)
yang dapat berasal dari modal sendiri(asset)
ataupun modal pinjaman(loan).
Modalyang digunak:an untuk investasi selalu ak:an menghadapi risiko. Risiko menurut Van Home (1991) dalam buku Yuliati, dkk. (1996) adalah kemungkinan penyimpangan tingkat keuntungan yang sesungguhnya
(actual return)
dari tingkat keuntungan yang diharapkan.Pembelian "objek" dalam konteks investasi berarti sesuatu yang bersifat produktif. Produktif artinya mampu menghasilkan "sesuatu".
Objek yang dibeli mampu menghasilkan kembali barang atau jasa, yang dapat meningkatkan nilai atau ak:umulasi kekayaan bagi pemiliknya.
Jika "objek" yang dibeli hanya memberikan nilai tambah dan kepuasan, namun tidak menghasilkan tambahan aset, itu disebut konsumsi.
Yang membedakan antara investasi dan konsumsi adalah tujuan dan penggunaan "objek" yang dibeli. Sebagai contoh, misal A dan B sama
sama membeli sepeda motor, A menggunakan motor yang dibelinya untuk mengojek, sedangkan motor milik B disimpan di rumah dan sewaktu
waktu digunakan untuk keperluan keluarga. Kesimpulan dari kasus di atas adalah bahwa A membeli motor sebagai investasi karena motor yang dibelinya akan menghasilkan pendapatan, sedangkan B membeli motor sebagai kegiatan konsumsi.
Pada hakikatnya, semua "objek" yang dibeli dapat berfungsi sebagai investasi, bergantung pada tujuan dan penggunaannya. Seorang maha
siswa membeli komputer untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya, lalu mahasiswa itu mempunyai gagasan bahwa komputemya nanti akan dimanfaatkan juga untuk mengetikkan tugas-tugas ternan kuliahnya se
hingga dapat menambah uang saku. Sebenamya, mahasiswa tersebut se
dang merencanakan sebuah investasi.
Dana yang digunakan untuk investasi akan memberikan dampak ganda, yaitu dampak sosial dan ekonomi. Investasi akan memberikan keuntungan kepada pemiliknya ( ekonomi) dan memberikan peluang kerja (manfaat) bagi orang lain (sosial) sehingga secara akseleratif akan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitamya.
Investasi ini sangat penting karena tanpa investasi tidak akan ada pembangunan. Pembangunan pabrik, pendirian perguruan tinggi, proyek pembangunan monorel, dan pembukaan objek wisata adalah beberapa contoh investasi. Teori ekonomi mengatakan bahwa investasi (I) meru
pakan fungsi dari pendapatan (Y). Pendapatan masyarakat akan mening
kat jika di daerah/negara tersebut kegiatan investasinya meningkat. In
vestasi akan meningkat sejalan dengan faktor-faktor pendukungnya, yaitu (1) tersedianya sarana dan prasarana memadai untuk dilakukannya investasi, misalnya jalan raya, fasilitas listrik, jaringan telepon, dan sum
her air; (2) stabilitas keamanan yang aman dan terkendali; (3) tersedianya resources yang memadai (sumber daya manusia, material, dan teknologi);
dan (4) peraturan dan undang-undang yang mendukung.
Investasi terbagi dalam dua bentuk, yaitu investasi langsung (sektor riil) dan investasi porto folio ( sektor finansial). Masyarakat umumnya lebih mengenal investasi di sektor riil karena hasilnya dapat dilihat secara fisik.
Investasi jenis ini membutuhkan sejumlah besar sumber daya material dan
menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Investasi portofolio adalah investasi berupa pembelian saham di pasar modal, pembelian obligasi pemerintah, bisnis di pasar uang, dan sebagainya. Kedua jenis investasi ini sama-sama mempunyai arti penting bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Tiap negara di dunia ini membutuhkan investasi. Negara yang tingkat investasinya rendah akan mengalami banyak masalah. Jika tingkat pertumbuhan penduduk suatu negara tidak diimbangi dengan tingkat investasi, pengangguran akan meningkat karena angkatan kerja tidak tertampung pada lapangan kerja yang tersedia. Sebaliknya, jika tingkat investasi tinggi dan tenaga kerja yang tersedia terbatas, tingkat pendapatan masyarakat akan meningkat karena penghargaan dan imbal jasa terhadap tenaga kerja relatif akan meningkat sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran. Negara-negara berkembang dewasa ini berusaha menekan angka kelahiran dan berlomba-lomba meningkatkan investasi. Mereka yakin, peningkatan investasi akan memberikan dampak signifikan bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi negara.
Ruang Lingkup lnvestasi di Indonesia
Ruang lingkup berinvestasi di Indonesia tidak akan terlepas dari 9 sektor ekonomi yang merupakan potensi dan aset nasional. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki sektor ekonomi ini, yang masing-masing memiliki jenis usaha yang sesuai dengan kondisi geografis daerahnya.
Ilustrasi grafik pada halaman berikut menunjukkan proporsi jumlah industri pada tiap-tiap sektor ekonomi di Jawa Tengah.
Grafik 3.1 Jumlah industri di Jawa Tengah Jumlah Perusahaan di Jawa Tengah (%) Jasa lainnya
�
5,19% s,04%Angkutan 3,99%
18,24%
Bangunan 7,51%
lndustri
0,00% 20,00% 40,00% 60,00%
Untuk mengenal lebih jauh potensi nasional sebagai sasaran investasi ini, kita perlu mengetahui sifat dan karakteristiknya. Pengetahuan tentang sifat dan karakteristik potensi ekonomi pada tiap-tiap sektor usaha akan membantu kita dalam menyusun studi kelayakan. Adapun sektor usaha di Indonesia adalah:
1. Sektor Pertanian
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor perekonomian Indonesia yang sangat urgen dalam kehidupan masyarakat karena sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, sektor pertanian juga sangat berpengaruh dalam menopang pembangunan nasional Indonesia.
Indonesia mempunyai sekitar 8,5 juta ha lahan sawah, sekitar 5 juta ha di antaranya merupakan lahan sawah irigasi (BPS, 1997). Luas areal lahan sawah irigasi di Indonesia itu merupakan yang terluas ketiga di dunia setelah China dan India. Lahan sawah irigasi yang sangat luas tersebut memberi peluang besar untuk penerapan teknologi. Potensi pasar yang sangat besar diperlukan bagi investasi di bidang agroindustri (Sujitno, 2003).
Untuk mengenal lebih jauh sektor ini, kita akan uraikan 5 subsektor usaha di sektor pertanian, yaitu:
1 ) Subsektor pertanian tanaman pangan (food crops) a. Tanaman musiman atau setahun (annual crops)
Tanaman ini berumur pendek (2,5-1 2 bulan) atau cepat menghasilkan (quick yielding), seperti padi, kedelai, kacang tanah, kentang, ubi kayu, ketela rambat, kubis, wortel, tomat, cabai, semangka, melon, ketimun, bawang putih, bawang merah, jamur, buncis, dan sebagainya.
b. Tanaman tahunan (perennial crops)
Jenis tanaman ini berumur panjang (5-50 tahun) dan baru berproduksi setelah berumur 1 -6 tahun. Seperti tanaman pisang (5-6 tahun), jeruk (10---20 tahun), salak (10---1 5 tahun), asparagus (5-6 tahun), petai (20---30 tahun), rambutan (25-30 tahun), durian (lebih dari 30 tahun), dan sebagainya.
Dalam subsektor ini dikenal pula istilah tanaman hortikultura, yaitu kelompok tanaman sayuran, kelompok tanaman buah
buahan, dan kelompok tanaman bunga.
2) Subsektor perkebunan (estate crops) a. Tanaman setahun atau musiman
Tanaman ini pada umumnya berumur pendek (4---18 bulan) antara lain: tanaman kapas ( 4---8 bulan), rami, yute, rosela, jahe (4---1 0 bulan), tebu (1 2-18 bulan), tembakau (6--7 bulan), akar wangi (10---1 2 bulan).
b. Tanaman tahunan
Umur tanaman ini cukup lama, berkisar antara 1 0 sampai 80 tahun, yaitu kelapa (40--50 tahun), kelapa sawit (35---40 tahun), karet (25-30 tahun), kopi (20---30 tahun), kakao (1 5-20 tahun), vanili (8-1 0 tahun), kapu1aga (5-6 tahun), nilam (3---4 tahun), cengkeh (25-30 tahun), sereh wangi (5-6 tahun), dan sebagainya.
Dalam usaha tanaman pangan dan perkebunan dikenal pula usaha pembenihan dan pembibitan tanaman.
3) Subsektor tanaman kehutanan
Tanaman kehutanan, yaitu usaha yang dilakukan oleh pemerintah ataupun rakyat dengan mengambi1 kayu sebagai bahan baku bagi industri hilir 1ainnya. Yang termasuk tanaman ini ada1ah kayu jati
(50-80 tahun), a1bizia (5-1 0 tahun), meranti (30---40 tahun), ramin (1 0-20 tahun), kayu hitam (30-50 tahun), dan sebagainya.
4) Subsektor petemakan
Da1am subsektor ini dikena1 3 go1ongan temak, yaitu (1 ) temak be
sar: sapi, kerbau, kuda; (2) temak keci1: kambing, domba, babi, an
jing ras; (3) unggas: ayam ras, ayam buras, bebek, burung puyuh, bu
rung perkutut.
Jenis usaha petemakan antara lain: (1 ) usaha pembesaran dan
penggemukan temak potong, seperti sapi, ayam ras, ayam buras, domba, kambing, babi; (2) usaha pembibitan, seperti sapi bibit, ker
bau, kambing, domba, ayam ras, ayam buras, ayam aduan, ayam pelung, dan sebagainya; (3) usaha susu sapi dan kambing; (4) usaha unggas petelur, seperti ayam ras dan buras, bebek dan burung puyuh;
(5) budi daya burung, seperti walet, perkutut, burung berkicau, dan lainnya.
Usaha-usaha unggas untuk setiap proses produksinya berkisar an tara 40 hari sampai dengan 180 hari, sedangkan untuk temak kecil dan temak besar berkisar antara 180 hari sampai dengan 720 hari.
5) Subsektor perikanan
Berdasarkan habitatnya ada 3 golongan ikan, yaitu (a) ikan air ta
war: ikan mas, tawes, mujair, gurame, belut, nila merah, lele, dan sebagainya; (b) ikan air payau: bandeng, udang windu, kepiting, biawan, dan sebagainya; (c) ikan laut: kakap, tenggiri, udang lobster, cumi-cumi, rajungan, bawal, dan sebagainya.
Adapun jenis usaha da1am subsektor ini ada1ah: (1 ) pembesaran ikan da1am kolam air tawar, seperti ikan mas, tawes, mujair, gurame, nila merah, lele, dan sebagainya. Di kolam air deras atau di sawah, seperti ikan mas; (2) pembesaran ikan dalam jaring terapung yang terletak di danau, seperti ikan mas, ikan nila; jika di sungai, seperti ikan mas, patin, dan lain-lain; jika di laut dengan menggunakan perahu 1ayar atau kapal bermotor; jika di darat dengan menggunakan pancing atau jaring dengan jangkauan penangkapan yang berbeda
beda; (3) usaha penangkapan katak di sawah; (4) usaha pembenihan
dan pembibitan ikan air tawar dan air payau yang dikenal dengan
hatchery; (5) usaha budi daya kerang mutiara dan rumput laut.
2. Sektor lndustri
Dalam sektor ini dikenal banyak subsektor dan jenis usaha industri, antara lain (a) industri makanan dan minuman, seperti industri kecap, tabu, tempe, mi kering, bihun, tapioka, gula merah, sirop, limun, ikan asin, dan sebagainya, (b) industri logam, seperti pembuatan suku cadang kendaraan, alat pertanian, perabot rumah tangga, pompa air, pandai besi, dan sebagainya, (c) industri barang karet, seperti bola tenis, bola voli, ban, sarung tangan, vulkanisasi, dan sebagainya, (d) industri kayu, seperti penggergajian, mebel, alat rumah tangga, mainan anak,plywood,particle board, dan sebagainya, (e) industri kulit, seperti penyamakan kulit, sepatu, tas, jaket, dan sebagainya, (f) industri tekstil dan pakaian jadi, (g) industri batik, (h) industri kimia dan obat-obatan, (i) industri kertas, (j) barang plastik, dan (k) bahan bangunan.
3. Sektor Jasa
Ada beberapa subsektor, yaitu (a) jasa angkutan darat: angkutan penum
pang umum dan angkutan barang, (c) jasa angkutan udara: penumpang dan kargo, (d) jasa pemborong: bangunan dan irigasi, (e) jasa instalasi:
listrik dan air/plumbing, (f) jasa penginapan: hotel dan apartemen, (g) jasa kesehatan: dokter, (i) jasa pendidikan: guru, (j) jasa perbankan, dan sebagainya.
4. Sektor Perdagangan
Sektor ini memiliki beberapa subsektor, antara lain eksportir, importir, perdagangan antarpulau, distributor, grosir, agen, toko pengecer, warung, dan sebagainya.
Bank Indonesia memiliki daftar model kelayakan proyek untuk pembiayaan usaha kecil. Jenis sektor dan komoditasnya adalah sebagaimana terlihat dalam Tabel3 .I berikut.
Tabel3.1 Jenis Sektordan Komoditas Pembiayaan Usaha Kecil
1 kelapa sawit 2 karet 3 kakao 4 kopi arabika Tanaman Perkebunan 5 minyak nilam
6 I ada 7 jambu mete 8 pisang abaka 9 markisa
10 budi daya tanaman kayu sungkai
I jagung 2 cabai merah 3 mangga Tanaman Pangan/ 4 kacang tanah Hortikultura 5 kedelai
6 jeruk keprok/siam 7 bawang merah 8 salak
9 sayuran
10 budi daya ubi kayu 11 budi daya bunga potong 12 budi daya tanaman lidah buaya
1 sapi perah 2 ayam ras pedaging 3 ayam ras petelur 4 sapi potong Peternakan 5 pedet sapi perah
6 domba
7 ulat sutra dan produksi kokon 8 lebahmadu
9 itik petelur 10 budi daya bekicot
Perikanan Laut 1 penangkapan ikan laut 2 rumput laut
3 ikan kerapu
1 tambak udang Perikanan Darat 2 ikan gurame
3 ikan patio
J:f'''""''10P �,11"'l<"' ''�'\!t��'l'ii"'l'l. ";;r., """'',�'·,�'"""'"�"'� "� '\: ·'�,��r _._.,,.,.p� ... !i,""" '¥< :., �;;� � � • , ,
"' ,:. . l � • • • "
Industri/Kerajinan
4 udang galah
1 tahu tempe 2 roti 3 logam 4 kayu olahan 5 kerajinan kayu
6 mebel bahan baku rotan 7 konveksi pakaian jadi
8 industri pemintalan benang sutra alam 9 pembuatan manisan buah pala 1 0 pembuatan serabut kelapa
11 pembuatan alat-alat rumah tangga dari besi cor 12 pembuatan arang tempurung kelapa
Perdagangan
13 kerajinan bordir 14 kerajinan gerabah
1 5 kerajinan batik
1 gerobak dorong 2 pasar tradisional
Sentra-Sentra lndustri di Indonesia
Perkembangan industri skala kecil dan menengah (IKM) di Indonesia tidak terlepas dari kegiatan investasi. Investasi yang dilakukan pada sektor-sektor tertentu pada umumnya tumbuh di daerah-daerah yang kondusif dan familier terhadap jenis komoditas tertentu. Misal, ketika investor akan menanamkan modalnya di sektor industri kerajinan logam, daerah yang dipilih sebaiknya Kota Gede (Yogyakarta), Kendari, Koto Gadang (Sumatra Barat), atau Palembang karena daerah-daerah itu memiliki keunggulan di sektor tersebut dibandingkan daerah lainnya.
Pengelompokan jenis industri pada daerah-daerah tertentu ini dikenal dengan istilah cluster.
Beberapa karakteristik sentra industri antara lain:
1)
Sejumlah pengusaha dalam skala yang sama pada umumnya membuat jenis produk yang sama atau sejenis dan lokasinya saling berdekatan di suatu wilayah.
2) Fasilitas-fasilitas, terutama dari pemerintah, dapat digunakan ber
sama oleh semua pengusaha di lokasi terse but.
3)
Suatu sentra mencerminkan keahlian yang seragam dari penduduk wilayah terse but, yang sudah dimiliki sejak lama, turun-temurun.4)
Adanya kerja sama di antara sesama pengusaha, misalnya dalam pengadaan bahan baku atau pemasaran.5)
Walaupun tidak selalu, dalam sentra ada juga penyuplai bahan baku, alat-alat produksi dan mesin, komponen-komponen, subkontraktor.Saat akan memulai investasi, perhatikan cluster yang terdapat di daerah sentra industri tersebut. Daerah yang memiliki cluster biasanya memiliki keunggulan, seperti:
1)
Sumber daya man usia sudah terlatih;2) Sumber material (bahan baku) relatif lebih mudah dan murah;
3)
Bahan baku pendukung utama relatif mudah diperoleh;4)
Pasar produk mudah diakses calon konsumen.Daftar sentra industri
(cluster)
di Indonesia, antara lain:PROVINSI S.ENTRA INDUSTRI KOTAIKABUPAT.EN
• Pekalongan JAWA TENGAH Tekstil!fenun dan Batik • Yogyakarta
• Solo
• Lasem
• Cirebon
JAWA BARAT • Ban ten
• Garut
• Tasikmalaya
• Sidoarjo
• Ponorogo
• Tulungagung JAWA TIMUR
• Madura
• Tuban
• Aceh
• Padang
• Lampung
LUARJAWA Tenun
• Sulawesi Tenggara
• Bali
• NTB
• NTT
• DIY
• Solo
• Juwana JAWA & LUARJAWA Kerajinan Logam
Celuk, BALI
(Perak, kuningan, • • Kendari
perunggu) • Koto Gadang
• Pal em bang
• Cirebon
• Jepara
• Bali Ukiran Kayu
• Sum Utara
• Toraja
• Sumatra
Bordir • Bali
• Sulawesi Utara
• Jawa
• Kalimantan Selatan
• Pangkalan Bun
• Sukabumi Batu-batuan
Tulungagung
•
• Pacitan
Tes Pemahaman
1. Sebutkan berapa macam sektor e.konomi di Indonesia? Jelaskan!
2. Sebutkan berapa macam jenis investasi yang Anda kenai!
3. Apa yang dimaksud dengan investasi langsung? Berikan contohnya!
4. Apa yang dimaksud dengan cluster?
5. Daerah-daerah mana yang Anda ketahui merupakan sentra-sentra industri? Uraikan beserta contoh..contoh produk unggulannya!
kelayakan dan bagaimana memanfaatkan disiplin ilmu lainnya
(marketing,
produksi,finance,
manajemen, dan hukum bisnis) untuk menganalisis kelayakan suatu bisnis.Dalam bagian ini, Anda akan diajak berpikir secara sistematis, mulai dari adanya peluang pasar yang masih terbuka yang datanya diperoleh dari sumber data primer dan sekunder;
memproyeksikan siklus produk dalam jangka panjang, mengetahui posisi produk, dan menyusun strategi dalam bersaing; mengkaji secara teknis dan teknologis apa yang mendukung operasi dalam menghasilkan
outcome
yang diharapkan; membahas pihak-pihak yang mendukung organisasi perusahaan yang terorganisasikan dalam manajemen organisasi; merencanakan dan mengembangkan sumber daya manusia sebagaimana yang dibutuhkan oleh organisasi baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang; meninjau aspek legalitas dan bentuk hukum organisasi untuk memayungi operasi perusahaan, dan mengevaluasi kelayakan usaha ditinjau dari aspek keuangan.Ujung-ujungnya, seorang caJon investor akan bertanya, berapa modal dan investasi yang dibutuhkan? Dan kemudian berlanjut pada pertanyaan:
a. Berapa lama modal yang diinvestasikan akan kembali?
b. Berapa tingkat pengembalian internal
(IRR)
yang bisa diperoleh? Apakah lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan bunga deposito?
c. Berapa nilai bersih sekarang dari rencana pendapatan yang akan diperoleh dari bisnis yang akan dioperasikan tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab dengan benar jika proses dari aspek pertama sampai aspek terakhir dilakukan secara benar dan sistematis. Bagaimana caranya, silakan simak bagian kedua buku ini!
Fungsi-fungsi dalam bisnis terdiri atas pemasaran, produksi, personalia, keuangan, informasi dan teknologi, hukum (legalitas), lingkungan, dan politik. Fungsi-fungsi bisnis tersebut akan ber
peran dalam organisasi sesuai dengan skala usahanya. Usaha mikro yang bermodal kurang dari Rp5 juta tidak memerlukan pengkajian IT, hukum, lingkungan, dan politik. Usaha kecil yang bermodal antara Rp5 juta-Rp250 juta tidak memerlukan pengkajian fungsi lingkungan dan politik. Sedangkan untuk skala usaha menengah karena umumnya sudah melibatkan banyak pihak dan kepentingan publik, pengkajiannya sudah memerlukan penelaahan pada aspek lingkungan dan politik.
Fungsi-fungsi dalam bisnis ini dalam istilah studi kelayakan disebut ASPEK-ASPEK STUD I KELAYAKAN.
Masing-masing stakeholder memiliki kepentingan terhadap hasil studi kelayakan. Mereka akan berfokus sesuai dengan bi
dang kepentingannya. Pihak pemerintah akan lebih mempriori
taskan kajian pada aspek hukum dan legalitas, pihak masyarakat akan melihat hasil kajian di aspek lingkungan dan amdal, calon in
vestor akan menelaah kajiannya dari aspek pasar sampai aspek keuangan karena ia berkepentingan terhadap keberlanjutan bisnis yang akan didirikan/dikembangkan, sedangkan perbankan lebih berfokus pada aspek ekonomi dan keuangan karena pada aspek inilah semua kegiatan keuangan terekam dan melaporkan tentang kelayakan finansialnya.