BAB I PENDAHULUAN
III. A. Panjang Jalan dan Jembatan
II - 58 ⏐ Gambaran Umum Kondisi Daerah
berdampak terhadap pelayanan kesehatan secara umum. Indikator kinerja yang diukur antara lain Bed Occupancy Rate (BOR) yaitu persentase pemakaian tempat tidur pada satu waktu tertentu. Length of Stay (LOS) adalah rata-rata lama rawatan (dalam satuan hari) seorang pasien. Turn Over Interval (TOI) rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya.
Tabel 2.64
Indikator Pelayanan Rumah Sakit Tahun 2014
NO Nama Rumah Sakit BOR LOS TOI NDR GDR
(%) (Hari) (Hari) (0/00) (0/00) 1 RSUD Kabupaten Aceh Tamiang 58,2 3,7 2,37 13,1 23,9
2 RS Swadaya Pertamina 25,7 0,0 6,7 - 1,4
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, 2015.
5. Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan di RSUD
Salah satu indikator kinerja pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah dapat ditinjau dari cakupan pelayanan kesehatan rujukan baik kepada pasien dari masyarakat miskin maupun pasien umum. Perkembangan cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien dari msyarakat miskin ataupun dengan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), mengikuti trend positif, sedangkan pelayanan kesehatan rujukan pasien umum semakin berkurang seiring dengan berjalannya program dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). Perkembangan cakupan pelayanan kesehatan rujukan tahun 2012 – 2014 adalah seperti pada tabel berikut.
Tabel 2.65
Kinerja Pelayanan RSUD Aceh Tamiang
NO Uraian Tahun
2012 2013 2014
1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien
masyarakat miskin/JKN (kunjungan) 86.378 24.646 45.120 2 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien
umum (kunjungan) 122.909 14.475 5.900
Sumber : Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, 2015.
Gambaran Umum Kondisi Daerah⏐ II - 59
Diantara infrastruktur transportasi yang tersedia di Kabupaten Aceh Tamiang adalah jaringan jalan, dengan kondisi rentang tahun 2010 – 2014, seperti pada tabel berikut.
Tabel 2.66
Perkembangan Kondisi Jalan dan Jembatan 2010 – 2014
Tahun Jalan (m) % kondisi
baik/sedang
Jembatan (m) % kondisi baik/sedang
Baik Sedang Rusak Baik Sedang Rusak
2010 150.596 168.175 564.919 36,07 1.998 398 1.083 68,87 2011 182.154 168.325 533.211 39,66 2.273 340 915 74,06
2012 240.430 164.019 527.811 43,38 *) *) *) -
2013 263.221 181.772 487.267 47,73 1.950 470 576,50 80,76
2014 303,726 180,822 451,212 51,78 *) *) *) -
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Tamiang, 2015.
Catatan : *) Data panjang jembatan tahun 2012 dan 2014 tidak tersedia.
Panjang jalan periode tahun 2010 – 2014 terus meningkat, dari 883.690 m di tahun 2010, meningkat menjadi 935.760 m pada tahun 2014. Dan diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan peningkatan aksesibilitas pada pusat-pusat kegiatan (PK).
Panjang jalan dengan kondisi baik/sedang dalam hal ini jalan yang menjamin kendaraan dapat berjalan selamat dan nyaman, pada tahun 2014 adalah sepanjang 484.548 m atau sebanyak 51,78%, sementara target Standar Pelayanan Minimal untuk kondisi jalan di tahun 2014 adalah 60%. Sedangkan kondisi jembatan untuk tahun 2014 belum ada data, namun pada tahun 2013, jembatan dalam kondisi baik/sedang sudah mencapai 80,76%.
Sedangkan panjang jaringan jalan berdasarkan kondisi menurut kecamatan tahun 2014 adalah sebagai berikut.
Tabel 2.67
Panjang Jaringan Jalan Berdasarkan Kondisi Tahun 2014 Menurut Kecamatan
NO Kecamatan Kondisi (m) Total (Km)
Baik Rusak Ringan Rusak Berat
1 Manyak Payed 57,945 38,205 16,710 112,860
2 Bendahara 18,523 10,820 54,775 84,118
3 Banda Mulia 9,670 6,419 19,621 35,710
4 Seruway 18,855 4,506 51,924 75,285
5 Rantau 31,568 27,880 14,502 73,950
6 Karang Baru 64,505 38,590 15,825 118,920
7 Sekerak 26,220 11,190 37,485 74,895
8 Kota Kuala Simpang 15,960 0,000 0,000 15,960
9 Kejuruan Muda 28,640 15,952 59,370 103,962
10 Tamiang Hulu 13,940 9,400 32,961 56,301
11 Tenggulun 2,500 3,000 90,130 95,630
12 Bandar Pusaka 15,400 14,860 57,909 88,169
Jumlah 303,726 180,822 451,212 935,760
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Tamiang, 2015.
II - 60 ⏐ Gambaran Umum Kondisi Daerah
Panjang jalan menurut jenis permukaan dan status di Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2014, disajikan pada tabel berikut.
Tabel 2.68
Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Status Tahun 2014 NO Jenis
Permukaan
Jenis Jalan (m) Total
(m) Jalan Negara Jalan Provinsi Jalan
Kabupaten
1 Diaspal 48.570 - 274.970 323.540
2 Kerikil - - 202.298 202.298
3 Tanah - - 399.422 399.422
Sumber :Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Tamiang, 2015.
III.B. Irigasi
1. Rasio Jaringan Irigasi
Salah satu infrastruktur yang dibutuhkan untuk meningkatkan Produksi Pertanian khususnya padi adalah ketersediaan jaringan irigasi. Jenis irigasi yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang adalah irigasi semi teknis dan pompanisasi Panjang jaringan irigasi yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum pada tahun 2014 sepanjang 35.515 km. Angka ini mengalami peningkatan 107,7% dibandingkan dengan tahun 2010 yaitu sepanjang 19.373 km. Adapun luas lahan pertanian/sawah pada tahun 2010 seluas 60,04 Km2 Ha menjadi 71,58 Km2 pada tahun 2014. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa panjang jaringan irigasi meningkat dari tahun ke tahun dan hal ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan agar produksi pertanian dapat meningkat sekaligus untuk mencegah alih fungsi lahan persawahan menjadi areal perkebunan. Berikut rasio jaringan irigasi tahun 2010 – 2014.
Tabel 2.69
Rasio Jaringan Irigasi Tahun 2010 – 2014
NO Jaringan Irigasi Tahun
2010 2011 2012 2013 2014
1 Jaringan primer - - - - -
2 Jaringan Sekunder (Km) 19,373 24,143 26,721 30,576 35,515
3 Jaringan Tersier - - - - -
4 Luas lahan budidaya (Km2) 60,04 68,17 69,85 70,01 71,58
5 Rasio (/km) 0,32 0,35 0,38 0,44 0,50
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tamiang Sub Bidang Pengairan, Tahun 2015.
Sedangkan rasio jaringan irigasi menurut kecamatan tahun 2014 adalah seperti pada tabel berikut:
Gambaran Umum Kondisi Daerah⏐ II - 61
Tabel 2.70
Rasio Jaringan Irigasi Tahun 2014 Menurut Kecamatan
NO Kecamatan Panjang Jaringan Irigasi (m) Panjang Jaringan Irigasi (m)
Luas Lahan Budidaya
(m2)
Rasio (/m) Primer Sekunder Tersier
(1) (2) (3) (4) (5) (6=3+4+5) (7) (8=6/7)
1 Manyak Payed - 10.559 10.559 2.368 4,46
2 Bendahara - 6.848 6.848 670 10,28
3 Banda Mulia - 1.539 1.535 245 6,27
4 Seruway - 775 775 184 4,21
5 Rantau - 2.599 2.599 1.090 2,38
6 Karang Baru - 6.125 6.125 728 8,41
7 Sekerak - - - - -
8 Kota Kuala Simpang - - - - -
9 Kejuruan Muda - 800 800 300 2,66
10 Tamiang Hulu - 3.900 3.900 698 5,59
11 Tenggulun - 1.380 1.380 350 3,94
12 Bandar Pusaka - 1.040 1.040 525 1,98
Jumlah - 35.565 35.565 7.158 5,00
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tamiang Sub Bidang Pengairan, 2015.
2. Efisiensi dan Efektifitas Pengelolaan Jaringan Irigasi
Efisiensi pengelolaan jaringan irigasi ditunjukkan oleh nilai koefisien Pasok Irigasi per Area (PIA), Pasok Irigasi Relatif (PIR) dan Pasok Air Relatif (PAR). PIA menunjukkan nisbah antara pasok irigasi dengan luas lahan terairi, dalam hal ini semakin kecil nilai PIA maka efisiensi manajemen akan semakin besar. Sementara itu PIR atau disebut juga Relative Irrigation Supply (RIS) menunjukkan nisbah antara pasok irigasi total dengan kebutuhan air tanaman, dan PAR atau Relative Water Supply (RWS) merupakan nisbah total pasok air (irigasi ditambah curah hujan efektif) terhadap kebutuhan air tanaman. Sedangkan efektifitas pengelolaan jaringan irigasi ditunjukkan oleh nisbah antara luas areal terairi terhadap luas rancangan. Dalam hal ini semakin tinggi nisbah tersebut semakin efektif pengelolaan jaringan irigasi.
Efektifitas irigasi periode tahun 2010 – 2014 menunjukkan tren negatif, pada tahun 2010 efektifitas irigasi adalah sebesar 92 % artinya masih ada 8 % areal yang direncanakan belum terairi. Kondisi ini menurun pada tahun 2014, efektifitas menjadi 78,35 %.
Perkembangan efesiensi dan efektifitas pengelolaan jaringan irigasi periode tahun 2010 – 2014 dapat dilihat pada tabel berikut.
II - 62 ⏐ Gambaran Umum Kondisi Daerah
Tabel 2.71
Efisiensi dan Efektivitas Pengelolaan Jaringan Irigasi Tahun 2010 – 2014
NO PasokanIrigasi Satuan Tahun
2010 2011 2012 2013 2014 1 Pasok Irigasi per Area lt/dtk/Ha 4.503 5.113 5.122 5.150 5.183 2 Pasok Irigasi Relatif lt/dtk/Ha 6,04 6,41 6,63 6,66 6,65 3 Pasok Air Relatif lt/dtk/Ha 12,03 12,18 12,56 12,61 12,51
4 Indeks Luas Areal 92% 94% 77,55% 77,93% 78,35%
5 Rancangan Luas Areal Ha 6.509 7.280 9.230 9.230 9.230 Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tamiang Sub Bidang Pengairan, 2015.
Efesiensi dan efektifitas pengelolaan jaringan irigasi tahun 2014 menurut kecamatan disajikan pada tabel berikut.
Tabel 2.72
Efisiensi dan Efektifitas Pengelolaan Jaringan Irigasi Tahun 2014 Menurut Kecamatan
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tamiang Sub Bidang Pengairan, 2015.