PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dasar Hukum Penyusunan
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Perkotaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495); 25. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);
Hubungan Antar Dokumen
- Keterkaitan RPJMK dengan RPJMN dan RPJMA
- Keterkaitan RPJM dengan RPJP
- Keterkaitan RPJMK dengan RTRW
- Keterkaitan RPJM Kabupaten Aceh Tamiang dengan RPJM daerah lainnya
Qanun Kabupaten Aceh Tamiang Nomor 14 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013 Lembaran Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Nomor 14); Sinkronisasi agenda pembangunan tingkat nasional, Provinsi Aceh dan RPJM Kabupaten Aceh Tamiang seperti terlihat pada tabel berikut.
Sistematika Penulisan
Kajian tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi kebijakan-kebijakan yang selaras dan berdampak pada agenda pembangunan di Kabupaten Aceh Tamiang. TIDAK ADA Kebijakan RPJM daerah lainnya terkait dengan kebijakan RPJM RPJM Kabupaten Aceh Tamiang I Kota Langsa RPJM Kab.
Maksud dan Tujuan 1 Maksud
- Tujuan
- Karakteristik Lokasi dan Wilayah
Dokumen RPJMK Aceh Tamiang pada BAB I menguraikan tentang latar belakang, dasar hukum penyusunan, hubungan antar dokumen, sistematika penulisan serta maksud dan tujuannya. Aspek geografi dan demografi yang disajikan meliputi karakteristik lokasi dan wilayah, potensi pengembangan wilayah, wilayah rawan bencana, dan data demografi.
Letak, Luas dan Batas Wilayah Administrasi
Topografi
Geologi
Mineral industri bukan logam (batu kapur, fosfat, tanah liat dan batulanau, pasir kerikil dan batu sungai);
B. Air Bawah Tanah
Klimatologi
- Potensi Pengembangan Wilayah
- Wilayah Rawan Bencana
- Demografi
Daerah yang mempunyai kriteria seperti PPL merupakan pusat pemukiman di perdesaan. Berdasarkan hal tersebut maka PPL Kabupaten Aceh Tamiang adalah sebagai berikut: Kabupaten Aceh Tamiang terdiri dari wilayah yang sebagian besar terdiri dari perbukitan, gelombang dan dataran.
Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk
Persebaran dan Kepadatan Penduduk
Sebaran penduduk di Kabupaten Aceh Tamiang terkonsentrasi di dua kecamatan yaitu Kecamatan Karang Baru dan Kecamatan Rantau dengan persentase masing-masing sebesar 14,39% dan 13,06. Luas wilayahnya hanya 4,48 km2 (0,23%) dari luas wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Kecamatan Kota Kuala Simpang merupakan wilayah yang paling padat penduduknya dengan kepadatan penduduk yang mencapai 4.380 jiwa/km2 pada tahun 2014.
Komposisi Penduduk
- Aspek Kesejahteraan Masyarakat
- Indeks Pembangunan Manusia
- Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi I. Pertumbuhan PDRB
Hingga tahun 2014, nilai PDRB Aceh Tamiang, baik berdasarkan harga berlaku (ADHB) maupun berdasarkan harga konstan (ADHK) 2010, terus mengalami peningkatan. Lebih lanjut, nilai dan kontribusi PDRB ADHB menurut lapangan usaha pada tahun 2010 hingga 2014 dapat dilihat pada tabel berikut.
PDRB Perkapita dan Pendapatan Regional Perkapita
Secara keseluruhan, nilai pendapatan per kapita daerah baik harga konstan maupun harga berlaku mengalami peningkatan. Begitu pula dengan nilai pendapatan per kapita daerah atas dasar harga konstan pada tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar Rp.
Laju Inflasi
atau sekitar 4,34% dari tahun sebelumnya, dan nilai pendapatan daerah per per kapita berdasarkan harga berlaku di luar sektor migas pada tahun yang sama juga mengalami kenaikan sebesar Rp. atau sekitar 0,77% dari tahun sebelumnya, dan nilai pendapatan daerah per per kapita berdasarkan harga tunai di luar sektor migas juga meningkat sebesar Rp.
Kemiskinan
- Fokus Kesejahteraan Masyarakat I. Pendidikan
Oleh karena itu, penentuan inflasi yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang mengikuti besarnya inflasi yang terjadi di Kota Lhokseumawe. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil perhitungan inflasi yang terjadi di Kota Lhokseumawe dari Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh, diperoleh perkembangan tingkat inflasi Kota Lhokseumawe periode tersebut.
A. Angka Melek Huruf
Fokus kesejahteraan sosial pada sektor pendidikan mencakup angka melek huruf, lama sekolah yang diharapkan, rata-rata lama sekolah, angka partisipasi kasar, angka partisipasi bersih, dan angka kelulusan pendidikan.
B. Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RRLS)
C. Angka Partisipasi Kasar (APK)
Hal ini menunjukkan bahwa jumlah siswa yang bersekolah di SD/sederajat lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia 7 – 12 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa hanya sebagian anak usia 13 – 18 tahun yang sedang bersekolah pada jenjang SMP dan SMA, dan kemungkinan sebagian lagi sedang bersekolah pada jenjang pendidikan tinggi atau rendah dan tidak bersekolah lagi.
D. Angka Partisipasi Murni
Artinya, 61,67% penduduk usia 16 hingga 18 tahun mengenyam bangku SMA, dan 9,96% masih duduk di bangku SMP atau sudah kuliah.
E. Angka Pendidikan yang Ditamatkan
Kesehatan
A. Angka Kematian
- Angka Kelangsungan Hidup Bayi (AKHB), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA)
- Angka Kematian Ibu (AKI)
Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun 2010 hingga tahun 2014 sangat fluktuatif dan telah mencapai target utama dan arah kebijakan nasional yaitu angka kematian ibu turun menjadi KH pada tahun 2019. Data pada tabel di atas menggambarkan angka kematian ibu tertinggi Angka yang terjadi pada tahun 2010 yaitu KH, hal ini disebabkan masih tingginya faktor risiko terjadinya komplikasi pada ibu.
B. Angka Harapan Hidup
Selanjutnya dilakukan kegiatan peningkatan kapasitas manusia bidan khususnya bidan desa dan kegiatan kelas ibu-ibu, sehingga pada tahun 2015 angka kematian bayi (AKB) menurun menjadi 12/1000 KH. Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain, Aceh Tamiang berada pada posisi tengah karena angka harapan hidup terendah pada tahun 2014 adalah 62,87 tahun untuk kota Subulussalam.
C. Status Gizi
Sedangkan angka harapan hidup penduduk tertinggi adalah Kota Banda Aceh yang mencapai 70,80 tahun, disusul Kota Lhokseumawe (70,62 tahun). Namun jika dibandingkan dengan angka angka harapan hidup provinsi Aceh, terlihat angka harapan hidup penduduk Kabupaten Aceh Tamiang masih lebih rendah.
Ketenagakerjaan
Hal ini menjadi tolak ukur keberhasilan upaya perbaikan penanganan kasus gizi buruk, pemantauan status gizi, dan pemberian bantuan operasional kesehatan (BOK) ke puskesmas. Kedepannya diharapkan tidak ditemukan lagi kasus gizi buruk di Aceh. Kabupaten Tamiang.
A. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
B. Tingkat Pengangguran Terbuka
C. Status Pekerjaan
D. Sektor Lapangan Usaha
Sektor usaha terbesar kedua yang dilakukan penduduk Kabupaten Aceh Tamiang adalah sektor perdagangan, restoran, dan jasa akomodasi yang mencapai 16,99.
E. Pencari Kerja yang ditempatkan
F. Keselamatan dan Perlindungan terhadap Pekerja
G. Penyelesaian Perselisihan Buruh dan Pengusaha Terhadap Kebijakan Pemerintah Daerah
H. Angka Sengketa Antara Pengusaha Pekerja
- Fokus Seni Budaya dan Olah Raga
- Aspek Pelayanan Umum
- Fokus Layanan Urusan Wajib I. Pendidikan
Untuk menunjang kegiatan seni dan budaya, tersedia 1 gedung seni yang terletak di Kompleks Stadion Karang Baru. Kegiatan seni budaya didukung oleh 35 kelompok seni dan kegiatan olahraga didukung oleh 187 klub.
A. Pendidikan Dasar
- Angka Partisipasi Sekolah
- Rasio Ketersedian Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar
- Rasio guru terhadap murid untuk pendidikan dasar
- Ketersediaan Perpustakaan Jenjang Pendidikan Dasar
Rasio ketersediaan sekolah dengan jumlah penduduk usia sekolah untuk jenjang sekolah dasar disajikan pada tabel berikut. Rasio guru-siswa menggambarkan tingkat ketersediaan tenaga pengajar yang dibutuhkan pada suatu jenjang pendidikan tertentu per 1.000 siswa.
B. Pendidikan Menengah
- Angka Partisipasi Sekolah (APS) Pendidikan Menengah
- Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah Pendidikan Menengah
- Rasio Guru dan Murid Pendidikan Menengah
- Ketersediaan Perpustakaan Jenjang Pendidikan Menengah
Rasio ketersediaan sekolah adalah jumlah sekolah menengah per 10.000 penduduk berpendidikan menengah. Jumlah perpustakaan sekolah menengah terus bertambah dari tahun ke tahun dari 18 unit perpustakaan menjadi 25 unit, namun belum semua sekolah puas, untuk tahun 2014 dibutuhkan 16 unit perpustakaan lagi untuk kebutuhan seluruh sekolah.
Sarana pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tahun 2014 per kecamatan dapat dilihat pada tabel berikut. Angka putus sekolah tahun ajaran 2014/2015 menurut kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang disajikan pada tabel berikut.
E. Angka Kelulusan
Perhatikan tabel di atas, angka putus sekolah tertinggi pada tingkat SD/MI (0,44%) terdapat di Kecamatan Bendahara, pada tingkat SMP/MTs. Angka putus sekolah tertinggi (1,25%) terdapat di Kecamatan Kota Kuala Simpang, sedangkan pada tingkat SMA/MA/ SMK, angka putus sekolah tertinggi (2,92%) terdapat di Kecamatan Manyak Payed. Yang perlu mendapat perhatian adalah angka kelulusan pendidikan menengah yang hanya mencapai 95,19% pada tahun 2014.
F. Angka Melanjutkan Pendidikan
A. Rasio Posyandu per Satuan Balita
Kecamatan Tenggulun perlu mendapat perhatian karena letak kabupaten yang jauh dari pusat kota, sedangkan jumlah balita yang perlu dirawat cukup banyak. Persentase fasyankes yang memenuhi standar yang dipersyaratkan adalah Sub Puskesmas, sedangkan persentase Puskesmas, Poliklinik dan Poskesdes/Polindes masih rendah.
C. Rasio Rumah Sakit per Satuan Penduduk
D. Rasio Tenaga Kesehatan
- Rasio Dokter Per Satuan Penduduk
- Rasio Tenaga Bidan
- Rasio Tenaga Kesehatan
Rasio bidan di Kabupaten Aceh Tamiang dari tahun ke tahun jauh diatas standar yang dipersyaratkan. Rasio tenaga kesehatan per 100.000 penduduk adalah mereka yang memberikan pelayanan kesehatan di suatu wilayah (di puskesmas, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya) per 100.000 penduduk.
E. Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)
Pada tabel di atas terlihat rasio bidan terhadap 100.000 penduduk di setiap kabupaten dari tahun ke tahun berada di atas standar kebutuhan. Proporsi tenaga kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang sudah memenuhi standar, meskipun mengalami penurunan jika melihat perkembangan dari tahun ke tahun.
F. Pelayanan Kesehatan Dasar
- Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani
- Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan
- Cakupan Desa Universal Child Immunization (UCI)
- Cakupan Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan
- Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit DBD
- Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K-1
- Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani
- Cakupan Pelayanan Anak Balita
- Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat
- Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1
- Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit menular
- Cakupan Desa/Kelurahan terkena KLB ditangani < 24 Jam
- Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap di Sarana Pelayanan Kesehatan
- Angka Kematian Pasien di Rumah Sakit
- Indikator Kinerja Pelayanan di Rumah Sakit
- Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan di RSUD
Perkembangan cakupan pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan dari tahun ke tahun disajikan pada tabel di bawah ini. Persentase rumah sakit dengan kapasitas darurat level 1 di Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun 2014 adalah 100%.
Pekerjaan Umum
Salah satu indikator pelayanan rumah sakit umum daerah dapat dilihat dari cakupan pelayanan kesehatan rujukan baik pasien dari masyarakat miskin maupun pasien umum. Perkembangan cakupan layanan kesehatan rujukan bagi pasien dari masyarakat miskin atau dari sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengikuti tren positif, sedangkan layanan kesehatan rujukan secara keseluruhan semakin menurun seiring dengan berjalannya program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
A. Panjang Jalan dan Jembatan
- Rasio Jaringan Irigasi
- Efisiensi dan Efektifitas Pengelolaan Jaringan Irigasi
Efisiensi pengelolaan jaringan irigasi ditunjukkan dengan nilai koefisien Pasokan Irigasi per Area (PIA), Pasokan Irigasi Relatif (PIR) dan Pasokan Air Relatif (PAR). Sedangkan efisiensi pengelolaan jaringan irigasi ditunjukkan dengan perbandingan luas wilayah irigasi terhadap luas rencana.
C. Rumah Tangga dengan Sanitasi Layak dan Air Minum Layak
D. Sumber Penerangan
- Bangunan Berdasarkan Sumber Penerangan Tabel 2.74
- Listrik Bagi Rumah Dhu’afa
Rumah tangga yang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah rumah tangga yang seluruh anggotanya berperilaku hidup bersih dan sehat yang meliputi 10 indikator yaitu adanya pendampingan tenaga kesehatan pada saat melahirkan, bayi mendapat ASI eksklusif, balita tercukupi. ditimbang setiap bulannya. , menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun di toilet sehat, memberantas belatung di rumah seminggu sekali, makan sayur dan buah setiap hari, berolahraga setiap hari dan tidak merokok di dalam rumah. Perkembangan PHBS rumah tangga setiap tahunnya mengalami penurunan, pada tahun 2010 menurut hasil survei yang dilakukan terhadap sampel besar rumah tangga PHBS sebesar 40,35%, dan pada tahun 2012 menurun menjadi 5,3%.
F. Rasio Tempat Ibadah
Lingkungan Hidup
A. Persentase Penanganan Sampah
B. Persentase Rumah Tangga Pelanggan Air PDAM
Kependudukan Dan Catatan Sipil A. Cakupan Penerbitan KTP
B. Cakupan Penerbitan Kutipan Akta Kelahiran
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
A. Cakupan Sasaran Pasangan Usia Subur (PUS) Menjadi Peserta KB Aktif
Pada tahun 2014, cakupan peserta KB aktif tertinggi terdapat di SMK Remaja yaitu sebesar 99,82% dengan jumlah pengadopsi sebanyak 5.385 orang dan pasangan usia subur sebanyak 6.003 pasangan, dan cakupan peserta KB aktif terendah terdapat di Kecamatan Seruway yaitu 57,56% dengan total 3.033 orang adopsi dan 5.269 pasangan usia subur. Artinya Kabupaten Seruway perlu mendapat perhatian karena cakupan peserta KB aktif di Kabupaten Seruway belum mencapai SPM.
B. Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I Tabel 2.89
Dari hasil pendataan keluarga tahun 2014, keluarga yang berstatus keluarga pra sejahtera sebanyak 23,91%, turun 1,5% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 25,41.
Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial
Koperasi
Kebudayaan
A. Jumlah Grup Kesenian
B. Benda, Situs dan Kawasan Cagar Budaya
Olah Raga
Jumlah ORKEMAS dan LSM
Aktif Tidak Aktif Terdaftar Aktif Tidak Aktif Terdaftar Aktif Tidak Aktif Terdaftar Aktif Tidak Aktif Terdaftar Aktif Tidak Aktif Terdaftar.
A. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)
Dari tabel diatas terlihat rata-rata Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap unit pelayanan pada tahun 2013 sebesar 2,97 (Baik) meningkat menjadi 2,99 (Baik) pada tahun 2014. Kecamatan Suka Jadi Banda Mulia dan unit pelayanan yang paling lemah adalah unit pelayanan di Kecamatan Manyak Berbayar -Kantor kelurahan.
B. Tingkat Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Meskipun secara keseluruhan kualitas pelayanan di Kabupaten Aceh Tamiang telah mendapat persepsi BAIK dari masyarakat, namun masih terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan. Hal yang paling sering dikeluhkan masyarakat pada unit pelayanan di SD adalah kedisiplinan petugas pelayanan, pada unit pelayanan di kantor puskesmas dan kecamatan adalah keamanan pada jam pelayanan dan pada unit pelayanan. di P2TP2A adalah kecepatan layanan.
C. Indeks Hasil EKPPD atas LPPD
Indeks hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) pada Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 adalah sebagai berikut. Untuk EKPPD Tahun 2015 versus LPPD tahun 2014 dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor OTDA tanggal 19 Juni 2015 tentang Pelaksanaan Tata Cara EKPPD Pada LPPD Tahun 2014.
D. Hasil Pembinaan dan Pengawasan Inspektorat Tabel 2.102
E. Kepegawaian dan Persandian
- Ketahanan Pangan
- Pemberdayaan Masyarakat dan Desa A. Rata-rata Jumlah Kelompok Binaan PKK
- B. Kantor Datok
- Perpustakaan
- A. Jumlah Perpustakaan
- B. Jumlah Kunjungan ke Perpustakaan
- C. Koleksi Buku Perpustakaan Daerah
- Fokus Layanan Urusan Pilihan I. Pertanian
- A. Produktivitas Padi
- B. Cakupan Bina Kelompok Tani
- C. Produksi Pertanian dan Peternakan
- Kehutanan dan Perkebunan
- A. Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis
- B. Perkebunan
- Energi dan Sumber Daya Mineral
- Aspek Layanan Urusan Keistimewaan Aceh
- Pelanggaran Syariat Islam
- Jumlah Tenaga Da’I Wialayah Perbatasan Tabel 2.128
- Tenaga Da’I di Wilayah Kecamatan
- Guru Ngaji di Kecamatan
- Dayah
- Zakat, Infaq dan Shadaqah
- Aspek Daya Saing Daerah
- Jumlah Demonstrasi
- Lama Proses Perizinan
- Pendapatan Asli Daerah Bersumber dari Pajak dan Retribusi
- Jumlah Qanun yang Mendukung Iklim Usaha
- Fokus Sumber Daya Manusia
- Kualitas Tenaga Kerja (Rasio Lulusan S1/S2/S3)
- Tingkat Ketergantungan
- Kinerja Keuangan Masa Lalu
- Aset
- Kewajiban
- Ekuitas Dana
- Rasio Likuiditas
- Rasio Solvabilitas
- Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu (2012-2014)
- Pendapatan Asli Daerah
- Dana Perimbangan
- Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
- Proporsi Penggunaan Anggaran
- Kondisi Belanja Daerah Kabupaten Aceh Tamiang
- Analisis Pembiayaan
- Kerangka Pendanaan
- Permasalahan Pembangunan Daerah Kabupaten Aceh Tamiang
- Bidang Pendidikan
- Bidang Kesehatan
- Politik
- Sosial dan Budaya
- Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Perlindungan Anak
- Pemuda dan Olahraga
- Pariwisata
Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) tertinggi di Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun 2014 sebesar Rp. Pendapatan daerah lain yang sah dalam pendapatan daerah Kabupaten Aceh Tamiang terdiri dari hibah.