• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bidang Kesehatan

Dalam dokumen QANUN KABUPATEN ACEH TAMIANG (Halaman 156-159)

BAB I PENDAHULUAN

C. Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah

II. Bidang Kesehatan

Permasalahan yang harus dipecahkan dan diatasi dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat antara lain adalah : (1) Masih tingginya angka kematian ibu dan anak, yang ditandai dengan masih rendahnya persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, masih rendahnya cakupan pelayanan antenatal, masih rendahnya cakupan imunisasi lengkap pada bayi dan makanan pendamping ASI, masih rendahnya cakupan neonatal, dan belum optimal upaya perbaikan status gizi masyarakat; (2) belum optimalnya upaya penanggulangan penyakit (3) Masih rendahnya kualitas kesehatan lingkungan, yang ditandai dengan rendahnya akses penduduk terhadap sanitasi air minum dan sanitasi layak; (4) Masih rendahnya akses masyarakat miskin terhadap fasilitas pelayanan kesehatan yang berkualitas; (5) masih adanya obat dan makanan yang mengandung zat adiktif di pasaran;

(6) masih kurangnya sarana dan prasarana Puskesmas/Pustu dan jaringannya; (5) Masih terbatasnya sumber daya manusia di bidang kesehatan, yang ditandai dengan masih rendahnya jumlah, distribusi dan kualitas tenaga kesehatan; dan (6) Masih terdapat kasus penyakit menular (HIV dan AIDS, malaria, diare, dan DBD) yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya karena masih rendahnya kualitas kesehatan lingkungan, prilaku masyarakat yang belum mengikuti pola prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan belum optimalnya upaya penangulangan penyakit.

Selain itu pelayanan kesehatan rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah dinilai kurang maksimal, karena beberapa permasalahan, diantaranya adalah : (1) belum diterapkannya Pola Pengelolaan Badan Layanan Umum; (2) Pemberi pelayanan kegawatdaruratan yang bersertifikat ATLS/BTLS/ACLS/PPGD masih di bawah 100%; (3) waktu tunggu rawat jalan masih diatas 60 menit; (4) Angka Secsio Cesaria masih di atas 20%; (5) Kurangnya tenaga dokter untuk spesialis Patologi Klinik dan Rehab Medik, sementara dokter spesialis Radiologi belum defenitif; (6) kurangnya kompetensi/profesionalisme petugas; serta (7) belum optimalnya ketersediaan sarana dan prasarana.

Permasalahan lain yang dihadapi dalam rangka revitalisasi program keluarga berencana (KB), antara lain (1) Rendahnya aksesibilitas dan kualitas pelayanan KB bagi keluarga pasangan usia subur (PUS), terutama PUS miskin; (2) Masih rendahnya pengetahuan PUS mengenai KB dan kesehatan reproduksi; (3) Adanya kekuatiran terhadap efek samping dan komplikasi dari pemakaian alat dan obat kontrasepsi; (4) Masih terbatasnya kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia petugas lini lapangan keluarga berencana.

IV - 4 ⏐ Analisis Isu-Isu Strategis

4.1.4. Ketahanan Pangan dan Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Pertanian

Beberapa permasalahan yang terjadi dibidang ketahanan pangan khususnya pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan serta penyuluh lapangan yaitu : (1) Tingginya tekanan terhadap lahan pertanian pangan menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembangunan ketahanan pangan. Alih fungsi dan kompetisi penggunaan lahan pertanian pangan sangat membatasi pencapaian produksi bahan pangan; (2) Sarana dan prasarana pertanian dan pedesaan belum sepenuhnya mampu melayani seluruh wilayah produsen pangan. Jaringan irigasi yang ada masih belum berfungsi secara optimal sehingga memerlukan upaya peningkatan dan rehabilitasi terutama didaerah sentra produksi pangan dan wilayah-wilayah irigasi; (3) masih rendahnya produksi dan kualitas produksi pertanian;

(4) masih lemahnya desiminasi teknologi dan pemanfaatan teknologi tersebut kepada masyarakat secara luas menjadi kendala bagi adopsi penerapan teknologi untuk meningkatkan produksi; (5) belum optimal percepatan penganekaragaman konsumsi masyarakat dalam pengembangan diversifikasi pangan untuk mengantisipasi peningkatan pertumbuhan dan kualitas permintaan masyarakat terhadap bahan pangan; (6) masih rendahnya populasi ternak yang dihasilkan dibandingkan dengan benih (straw) yang tersedia; (7) adanya keterbatasan akses ke input produksi (benih, bibit, dan modal) dan belum memadainya sarana dan prasarana budidaya (tambak dan irigasi) sehingga produksi perikanan budidaya belum meningkat secara optimal. (8) Kondisi Infrastruktur jalan yang masih terbatas meningkatkan biaya produksi dan menurunkan mutu produksi hasil pertanian dan perikanan. (10) Selain itu, Penelitian dan pengembangan dalam bidang pertanian dan perikanan masih harus dikembangkan sebab Perubahan iklim mempengaruhi musim, cuaca, curah hujan, dan bencana yang berdampak terhadap produksi bahan pangan yang dirasakan pada kegiatan on-farm dan juga dihadapi dalam kegiatan off-farm seperti pengolahan pasca panen dan pemasaran hasil pertanian dan perikanan; (11) peran penyuluhan untuk mendesiminasikan teknologi dalam mengangkat nilai tambah produk juga masih belum berjalan optimal, disebabkan oleh kuantitas dan kualitas penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang terbatas, serta sarana dan prasarana penyuluhan yang belum memadai. Peningkatan produksi, produktivitas dan kualitas hasil akan menentukan pendapatan petani dan nelayan dalam pencapaian target kesejahteraan masyarakat pertanian, perikanan dan kehutanan serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

4.1.5. Penanggulangan Kemiskinan

Penangulangan kemiskinan masih menghadapi sejumlah kendala yaitu : (1) Belum dikembangkannya perencanaan dan penganggaran yang pro-poor serta masih banyak

Analisis Isu-Isu Strategis⏐ IV - 5

kegiatan penangulangan kemiskinan yang belum terkoodinasikan dengan baik; (2) Kendala dari implementasi koordinasi kebijakan kelembagaan dan kemitraan yaitu belum terjalinnya kerjasama yang cukup antara pemerintah daerah dan dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga swadaya masyarakat khususnya pada kecamatan-kecamatan potensial, sehingga perlu dikembangkan kebijakan sinergitas antar pelaku.

Selanjutnya permasalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan program perekonomian dan ketenagakerjaan yaitu (1) Kurangnya efektivitas pelaksanaan kegiatan yang disebabkan keterbatasan kapasitas aparat pembina, dan kurang sinergi antar pemangku kepentingan terutama mengingat keragaman sektor dan lokasi usaha koperasi dan UMKM; (2) Kurangnya kesempatan usaha, keterbatasan akses kepada sumber daya produktif, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia sehingga menyebabkan perkembangan sektor ekonomi produktif belum mampu mendorong peningkatan pendapatan yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi daerah (3) Masih tingginya angka pengangguran; (4) Masih kurangnya kualitas tenaga kerja serta keterlibatan tenaga kerja perempuan; (5) Masih kurangnya perusahaan yang menerapkan K3.

Terdapat beberapa permasalahan dalam pelaksanaan Dana Kampung yang bertujuan untuk percepatan penanggulangan kemiskinan yaitu (1) Masih kurangnya sarana dan prasarana pemerintahan desa dalam mempermudah pelaksanaan pembangunan dan penyelenggraan pemerintahan desa (2) Masih kurangnya produk hukum yang diterbitkan sebagai acuan atau payung hukum bagi aparat kampong dalam menjalannya pembangunan.

4.1.6. Lingkungan Hidup dan Pengurangan Resiko Bencana

Upaya pengendalian kerusakan lingkungan hidup dilakukan dengan mempertahankan pelestarian dan meningkatkan kulitas daya dukung lingkungan. Masalah yang dihadapi adalah : (1) Kecenderungan meningkatnya pencemaran lingkungan; (2) Masih rendahnya kapasitas sumber daya manusia dan institusi pengelola; dan (3) Masih kurang optimalnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan; (4) Masih minimnya tingkat pengelolaan persampahan. Selain itu dibidang kehutanan masih dihadapi permasalahan adanya pembukaan kawasan yang tidak sah, masih tingginya laju deforestasi dan degradasi yang disebabkan oleh illegal logging.

Permasalahan terkait pengurangan resiko bencana adalah masih belum memadainya kinerja penanggulangan bencana, terutama Badan Penangulangan Bencana Daerah dan masyarakat yang masih terbatas. Permasalahan yang dihadapi antara lain : (1) Masih rendahnya kesadaran terhadap resiko bencana dan pemahaman terhadap kesiapsiagaan dalam mengahadapi bencana; (2) Masih kurangnya ketersediaan sarana kesiapsiagaan bencana dalam kondisi baik; (3) Masih tingginya daerah rawan banjir dan rawan longsor.

IV - 6 ⏐ Analisis Isu-Isu Strategis

4.1.7. Pelaksanaan Dienul Islam, Politik, serta Sosial dan Budaya I. Dienul Islam

Pelaksanaan nilai-nilai Dienul Islam di Kabupaten Aceh Tamiang belum maksimal, disebabkan oleh berbagai permasalahan yang dihadapi, diantaranya : (1) Masih kurangnya pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Dienul Islam di kalangan masyarakat;

(2) Pengaruh negatif globalisasi yang umumnya tidak sejalan dan bertentangan dengan tuntutan Dienul Islam; (3) Masih perlunya peningkatan pembinaan kader ulama yang akan terjun langsung kemasyarakat.

Dalam dokumen QANUN KABUPATEN ACEH TAMIANG (Halaman 156-159)