Penguatan Kapasitas Kementerian PUPR untuk Mengefisiensikan Desain dan Implementasi Investasi Publik yang DIbangun oleh Kementerian PUPR
Lender Kode
Loan Masa Laku Mata Uang
Nilai Pinjaman
(Juta)
Penarikan
Kumulatif Pinjaman Belum Ditarik (Juta)
PV
TA 2019 (Juta)
(Juta) % Target Realisasi %
ADB 3455-
INO
21/12/2016 s/d
30/06/2020 USD 148,2 7,2 4,9 141,0 -73,8 25,2 4,0 16,0
Keterangan: Kurs 1 USD = Rp 13.900,-
Instansi Pelaksana
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat:
a. Direktorat Jenderal Cipta Karya b. Direktorat Jenderal Bina Marga c. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Lokasi Proyek
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
Ruang Lingkup (Pekerjaan dan Sasaran)
a. Perkuatan kapasitas Kementerian PUPR dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur publik
b. Peningkatan kualitas dan percepatan start-up kesiapan proyek infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dengan lingkup kegiatan meliputi FS, DED, AMDAL/UKL/UPL, dan TFAC c. Penguatan kapasitas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam manajemen
investasi publik
Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan dan Pencapaian Indikator Kinerja
Pinjaman. Per Juni 2019, pihak Sekretariat Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR belum menyampaikan surat usulan perpanjangan loan closing date untuk Loan 3455-INO: ESP. Pengajuan usulan tersebut dijustifikasi oleh beberapa permasalahan yaitu:
a. Proses pengadaan paket Project Management Consultant (PMC) di ketiga Implementing Agency yang dikategorikan terlambat dan hampir memakan waktu kurang lebih 1 (satu) tahun;
b. Adanya pengakomodasian sistem empanelment dalam SPSE ICB yang sesuai dengan ADB guideline;
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
48
c. Rendahnya partisipasi anggota konsultan panel dalam pelelangan paket PPC yang dilakukan secara bersamaan karena terbatasnya jumlah tenaga ahli untuk mengikuti call down stage sehingga diperlukan waktu untuk pemaketan ulang.
Perpanjangan direncanakan untuk diajukan dari semula loan closing date 30 Juni 2020 menjadi sampai dengan 30 April 2022. Secara total terdapat 44 paket di kegiatan ESP dengan rincian 17 paket telah terkontrak, 11 paket telah proses lelang, dan 11 paket belum lelang. Surat perpanjangan sudah diajukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR per Agustus 2019. Kemudian Kementerian PPN/Bappenas meminta konfirmasi pada September 2019 terkait aspek substansi dan teknis dalam rencana ekstensi tersebut kepada pengusul. Pihak Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR kemudian telah menyampaikan surat konfirmasinya kepada Kementerian PPN/Bappenas, namun per akhir September 2019 surat beserta update explanatory notes-nya masih bergulir di internal Kementerian PUPR. Bersamaan dengan proses tersebut, pihak Kementerian Keuangan juga mengajukan permohonan komitmen Executing Agency bahwa perpanjangan masa laku yang diusulkan merupakan usulan untuk kali pertama dan terakhir.
Pengadaan Barang/Jasa.
Instansi Pelaksana Persiapan Lelang Proses Lelang Terkontrak Direktorat Jenderal SDA
(23) 7 7 9
Direktorat Jenderal BM
(8) 2 4 2
Direktorat Jenderal CK
(10) 0 4 6
Penyerapan. Kemajuan pelaksanaan masing-masing instansi pelaksana adalah sebagai berikut:
Kemajuan Output 1.
a. Dari target pembuatan FS, DED, EIA, LARP sesuai aturan pemerintah dan dengan peningkatan standar, serta dokumen lelang pada 9 proyek jalan nasional oleh DJBM, per Triwulan III 2019 kemajuan pencapaiannya adalah sebagai berikut:
1) Direktorat Pengembangan Jalan
● Pada PPC Paket 1, NOL Submission 1 menyebabkan lingkup pekerjaan mengalami perubahan. Selain itu, terdapat revisi DIPA yang usulannya telah diajukan ke Direktorat Jenderal Bina Marga sesuai dengan AWP ADB. Per akhir September 2019, masih menunggu rekomendasi dari ADB terkait metode pengadaannya.
● Pada PPC Paket 3, diusulkan bahwa sebagian kegiatan dilakukan melalui hibah. Per Triwulan III 2019, sedang dilakukan finalisasi lingkup kerja dan cost eliminate. Usulan revisi DIPA telah diajukan ke Ditjen Bina Marga sesuai dengan AWP ADB. Terkait proses pengadaan, sudah dilakukan market sounding antara ADB, PMO, dan anggota panel per 18 September 2019.
● AIDBES PPC Paket 4, diperlukan pergantian team leader dan co-team leader. Sehingga akan membutuhkan waktu lama untuk perbaikan kelembagaan proyek. Ijin terbang survei LIDAR membutuhkan waktu lama karena melewati daerah militer. Dibutuhkan rencana kerja update termasuk perencanaan alternatifnya sebagai antisipasi keterlambatan.
2) Direktorat Jembatan
Minimnya peserta panel yang memasukkan dokumen penawaran pada Paket PPC 5 dan 7.
Oleh karenanya dibutuhkan rekomendasi dari ADB untuk metode pengadaan kedua PPC lainnya.
3) Direktorat Pengembangan Jaringan Jalan
Pembinaan administrasi dan pelaksanaan pengendalian PHC. Pihak PMC diminta untuk melakukan penarikan secara rutin setiap bulannya mengingat jenis kontrak harga satuan.
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
49
4) Direktorat Preservasi Jalan
Paket Technical Assessment Consultant, tahap penyusunan RFP dan Pokja. PMC mendampingi PIU dalam menyusun RFP, pokja, dan pengajuan revisi DIPA.
5) Direktorat Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan
Pada Paket Review Change Toll Roads, per Triwulan III 2019 dilakukan penetapan ruang lingkup kegiatan dan tahapan penyusunan RFP serta Pokja. PMC mendampingi PIU dalam menyusun RFP, Pokja, dan pengajuan revisi DIPA.
b. Dari target pembuatan FS, DED, EIA, LARP sesuai aturan pemerintah dan dengan peningkatan standar, serta dokumen lelang pada 15 proyek DJSDA, per Triwulan III 2019 berikut adalah kemajuan pencapaiannya:
1) Pusat Bendungan
Status per Triwulan III 2019, Studi LARAP Perencanaan Bendungan Serbaguna Jragung- Demak terkendala dengan adanya pekerjaan konstruksi Jaringan SUTET PLN yang melintasi daerah genangan waduk dan tubuh bendungan. Hingga September 2019, persoalan ini masih belum selesai.
Studi AMDAL sudah selesai dikerjakan, namun masih menunggu rekomendasi dari Gubernur Jawa Tengah. Hingga September 2019, persoalan ini masih belum selesai.
Pemasangan patok dan survei untuk daerah genangan waduk masih terkendala proses perijinan dengan Perum Perhutani.
Per Triwulan III 2019, sedang dalam proses sertifikasi bendungan sehingga PPC perlu berkoordinasi intensif dengan Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Komisi Bendungan.
2) Pusat Air Tanah dan Air Baku
Pada proyek Master Plan Sustainable Raw Water Supply in Java Island, Bali, NTT, and Bangka Belitung Province, telah terkontrak pada 12 Agustus 2019 dan akan melaksanakan monitoring kegiatan bersama dengan PPC, PIU, PMC, dan PMO. Untuk mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tsunami dan gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah, maka kebutuhan paket DED-nya menggunakan kegiatan ESP yang telah mendapatkan NOL dari ADB untuk Submission 1 (RFP, TOR, dan Cost Estimation).
Direncanakan paket tersebut terbagi dalam dua paket di Ditjen SDA dan satu paket di Ditjen CK.
3) Direktorat Irigasi dan Rawa
Terdapat empat kegiatan yang telah terkontrak yaitu (1) Development of Irrigation System in Walimpong and Boys in Southern Sulawesi (Soppeng, Bone, Wajo) pada 18 September 2019, (2) Development of Irrigation System in Saddang (Wajo, Pinrang, Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng) pada 29 April 2019, (3) Development of Rongkong and Pelosika Irrigation System in Southern Sulawesi (Luwu Utara) pada 18 September 2019, serta (4) Project Preparation Consultant (PPC) firm for development of the Mrican Irrigation system in Central of Java.
Pada kegiatan Development of Irrigation System in Saddang terjadi pergantian team leader dan anggota tim. Selain itu, diskusi internal tim sedang dilaksanakan untuk menindaklanjuti keperluan pengadaan LIDAR.
Pada kegiatan Development of Irrigation System in Asahan Phase-1 dan Phase-2 sedang proses NOL submission 4 dari ADB.
Pada kegiatan Development of Irrigation System in Sentra Ekonomi Pertanian Kabupaten Merauke Phase-1 sudah mendapatkan NOL dari ADB dan tengah dilakukan review oleh Binakon serta Menteri.
Pelaksanaan kontrak untuk tiga paket Project Preparation Consultant (PSC) di Direktorat Irigasi dan Rawa (Way Sekampung, Wadaslintang, Mrican) masih menunggu revisi SK Tim Direksi untuk masing-masing paket. SK Tim Direksi perlu diubah karena terjadi
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
50
reorganisasi. Ditjen Bina Marga. Pihak PMC mengadakan pelatihan pada tema pengadaan barang dan jasa, pembiayaan proyek, serta safeguard.
Pada Paket Way Sekampung terjadi pergantian Team Leader dan tenaga ahli menyebabkan proses pelaksanaan pekerjaan menjadi tertunda. Selain itu, terjadi perbedaan luasan area irigasi yaitu berdasarkan perhitungan proyek IPDMIP memiliki cakupan luas irigasi (sawah) 54.000 Ha sedangkan cakupan area berdasarkan potensial PUPR memiliki luas 78.000 Ha. Sementara itu, total area keseluruhan meliputi luasan 114.152 Ha. Perbedaan luasan wilayah irigasi ini akan mempengaruhi biaya pelaksanaan LIDAR.
Paket PPC Mrican juga mengalami pergantian tim yang berpengaruh terhadap jadwal pekerjaan.
4) Direktorat Pengembangan Jaringan Sumber Daya Air
Pada Paket Project Management Consultant (PMC) Firm to Support DGWR with Implementation of The AIDBES Project (ESP), updating panel member sudah selesai dilaksanakan. Rencana pelaksanaan tender dan pekerjaan untuk paket belum terkontrak diperkirakan setelah Oktober 2021. Adanya rencana penambahan 7 paket baru (Pusat Bendungan 4 Paket, Pusatab 2 Paket, Irigasi Rawa 1 Paket), alokasi pendanaan untuk 7 paket tersebut belum ditetapkan secara formal. Terdapat 8 paket (sudah termasuk tambahan) yang sedang dalam masa penyusunan RFP/TOR untuk pelaksanaan proses tender.
5) Direktorat Sungai dan Pantai
Paket Cimanuk-Cisanggarung River Basin Flood Management Project harus ditender ulang, karena kualifikasi tenaga ahli yang tidak memenuhi persyaratan. Perlu dilakukan percepatan pengadaan ulang paket Cimanuk-Cisanggarung River Basin Flood Management Project dan melakukan update keanggotaan panel.
PPC Mahakam ditender ulang (Submission 2) sehingga diperlukan pemantauan dan evaluasi lebih intensif. Sementara itu, Paket PPC Cimanuk sedang dalam proses negosiasi kontrak.
Preparation of Serang-Klusi-Juwara River Basins Flood Management Project in Central Java Province memiliki desain sebelumnya yang sudah mencakup area luasan Seluna dan mempertimbangkan perlu tidaknya cakupan LIDAR (dengan DAS yang lebih luas).
c. Dari target pembuatan FS, DED, EIA, LARP sesuai aturan pemerintah dan dengan peningkatan standar, serta dokumen lelang pada 13 proyek oleh DJCK, per Triwulan III 2019 berikut adalah kemajuan pencapaiannya:
1) Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman
PMC untuk tenaga ahli internasional value engineering dan public investment management belum dimobilisasi sehingga perlu dilakukan reschedule untuk mobilisasi tenaga ahli internasional tersebut.
2) Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
Pada Paket Development of Regional Water Supply System in Bengkulu Province dan Polewali Mandar, terjadi penundaan pencairan uang muka di KPPN karena Bank Garansi yang diajukan dalam bahasa Inggris harus dilengkapi dengan salinan dalam bahasa Indonesia sesuai PMK 146/PMK.05/2017. Translasi salinan sebagaimana dimaksudkan sudah disampaikan kepada KPPN.
DJCK akan melakukan re-packaged menjadi paket kegiatan yang lain dan melakukan tender ulang. Oleh karenanya, perlu dipersiapkan dokumen TOR dan RAB untuk pelelangan paket hasil re-packaged tersebut.
Pada proyek Development for Regional Water Supply System in (1) West Indonesia Region, (2) East Indonesia Region, dan (3) Palu Central Sulawesi terjadi keterlambatan
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
51
proses lelang yang menyebabkan penandatanganan kontrak yang awalnya direncanakan pada bulan November 2019 diperkirakan baru dapat dilaksanakan pada bulan Januari 2020.
3) Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Strategis
Pada Paket PPC Waste Water Management System di (1) Pontianak, (2) Bekasi, dan (3) Mataram telah melakukan revisi DIPA terkait perubahan PPK, dari PPK Pembinaan Teknis, Satker PPLP Strategis menjadi PPK Pembinaan Manajemen Direktorat Pengembangan PLP. Amandemen penggantian PPK sudah dilakukan. Selain itu, terdapat kendala serupa terkait kebutuhan translasi salinan Bank Garansi kepada KPPN juga sudah disampaikan.
Pada Paket PPC Waste Water Management System di Kota Mataram, panel sebagai calon pemenang PPC SPALD Kota Mataram memakai tenaga ahli yang sama dengan PPC SPALD Kota Semarang. Pergantian personil tenaga ahli ini memerlukan cukup banyak waktu sehingga menunda pelaksanaan negosiasi dan klarifikasi. Sehingga diperlukan negosiasi dan pergantian personel PPC dengan kualifikasi yang sama untuk paket SPALD Kota Mataram.
Kemajuan Output 2.
a. Pada pemenuhan target Project Staff pada DJBM, DJCK, dan DJSDA di level nasional dan daerah dapat terlatih mengenai manajemen investasi publik, sedang dilaksanakan dengan cara bekerjasama dengan BPSDM Kementerian PUPR.
b. Per September 2019, telah dilaksanakan 3 kegiatan capacity building di Ditjen SDA dengan tema Manajemen Konstruksi, Value Engineering, Teknologi Resolusi Tinggi terkait SDA, dan pengembangan irigasi untuk mengurangi biaya serta menambah produktivitas irigasi.
c. Per September 2019, telah dilaksanakan 8 kegiatan capacity building di Ditjen BM yang bertemakan Value Engineering hingga memperoleh sertifikasi internasional.
d. Per September 2019, telah dilaksanakan sebanyak 3 kali di Ditjen CK yang terkait dengan pelatihan persiapan FS dan LARP untuk Wastewater Development System dan Water Supply Development System.
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
52
Permasalahan/KendalaYang Dihadapi Tindak Lanjut
Administrasi
● Terjadi penundaan pencairan uang muka di KPPN karena Bank Garansi yang diajukan dalam bahasa Inggris harus dilengkapi dengan salinan dalam bahasa Indonesia sesuai PMK 146/PMK.05/2017.
● Terkait dengan adanya potensi sisa loan, jika bergerak melebihi USD 15 Juta, pihak Executing Agency menyatakan bersedia untuk dapat mereviu ulang terkait kebutuhannya, dan akan menerima jika putusan akhirnya yakni partial cancellation.
Manajemen Proyek
Diperlukan penggantian team leader dan co-team leader pada beberapa paket sehingga akan membutuhkan waktu lama untuk perbaikan kelembagaan proyek
Pengadaan Barang/Jasa
● Pada DJ SDA Kementerian PUPR, terjadi perbedaan luasan area irigasi yang mana perbedaan luasan wilayah tersebut akan mempengaruhi biaya pelaksanaan LIDAR.
● Terdapat paket yang masih berubah pada DJ SDA untuk diajukan dalam timeline perpanjangan ESP. Oleh karenanya, rekomendasi belum dapat diterbitkan Kementerian PPN/Bappenas
Administrasi
● Translasi salinan sebagaimana dimaksudkan sudah disampaikan kepada KPPN. Namun untuk kedepannya, hal ini perlu disiapkan sejak awal masa perencanaan timeline kegiatan.
● Pemanfaatan unallocated loan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan paket-paket yang belum termasuk dalam procurement plan. Namun perlu dipertimbangkan kembali terkait kesediaan PIU untuk menanganinya.
Namun jika tidak bersedia, dianjurkan untuk dapat dilakukan partial cancellation.
Manajemen Proyek
Diperlukan adanya tim inti pelaksana (semacam SC dalam lingkup PIU) yang berkomitmen terhadap keseluruhan proses kegiatan dari awal hingga akhir, sehingga tetap dapat bergerak sesuai timeline meskipun terjadi perubahan team leader ataupun co-team leader.
Pengadaan Barang/Jasa
● Perlu dilakukan fiksasi terlebih dahulu sebelum survei dan penentuan berlangsung. Hal yang utamanya dilakukan adalah terkait dengan kepastian batasan kawasan supaya lokasi tidak mengalami double funding.
● Pihak Kementerian PUPR perlu menyampaikan konfirmasi kembali terkait kepastian paket yang akan diajukan dalam pelaksanaan kegiatan di kedepannya.