• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENT AND MANAGEMENT OF IRRIGATION PROGRAM (IPDMIP)

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

121

INTEGRATED PARTICIPATORY DEVELOPMENT AND MANAGEMENT OF IRRIGATION

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

122

Porsi ADB

Pinjaman. Berdasarkan mission yang dilakukan bersama dengan ADB pada 27 Maret - 16 April 2019, terdapat potensi reimbursement sebesar USD 219 Juta hingga Desember 2019. Namun, hal ini bergantung pada pemenuhan dokumen pendukung sebagai bukti pencapaian, social and environmental screening (untuk memastikan bahwa Safeguards Category A dalam DLI 8 tidak terdapat di dalam pencapaian tersebut), verifikasi dari BPKP, dan validasi dari ADB.

Survey Investigation Design (SID). Persiapan pelaksanaan, mobilisasi dan set up pekerjaan, penyiapan laporan pendahuluan dan rencana kerja. Perlu dilakukan koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi dan kabupaten. Kegiatan SID ditargetkan dapat selesai bulan Agustus 2019. Sejumlah 9 dari 63 kegiatan SID di Kabupaten/Kota sedang dalam proses pelaksanaan.

Kemajuan Output 1.

a. Pada target pembuatan perencanaan dan pedoman teknis untuk sistem distribusi irigasi dilaksanakan di 2019 (DLI-2), terdapat 5 guideline yang ditargetkan yaitu (i) Update DED, (ii) Water User Associations (WUA), (iii) Preparation for O&M (PROM), (iv) Sosial, Ekonomi, Teknis dan Profil Kelembagaan (SETIP), dan (v) Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi (IAMP/RP2I).

Guideline SETIP telah dilegalkan dan didiseminasikan pada Desember 2018. Pada September 2019 masih menunggu legalitas dari guideline PROM dan IAMP/RP2I. Updating DED guidelines dikonsepkan, dan key performance indicator pada guideline BBWS dan Badan Sumber Daya Air dikonsepkan. ADB mereviu TOR untuk kebutuhan pelelangan Consulting Services Guideline DED Updating. Diharapkan akan dilegalkan pada 2020. Per Desember 2019, ditargetkan akan menyelesaikan reviu formulasi KPI untuk manajemen pembangunan irigasi serta operasional dan perawatannya di bawah BBWS dan Badan Sumber Daya Air.

b. Terkait target sistem sertifikasi kompetensi nasional untuk perencanaan irigasi, pembiayaan, dan manajemen partisipasi dapat dioperasikan pada 2019, per Triwulan III 2019 metode untuk mendirikan sistem sertifikasi sebagaimana dimaksud telah didrafkan oleh Ditjen SDA Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Dalam Negeri melalui konvensi nasional.

c. Terkait target operasionalisasi Komisi Irigasi (Komir) untuk meningkatkan kapasitas institusi dalam mengintegrasikan dan mengkoordinasikan pertanian serta pembangunan infrastruktur di 74 daerah pada 14 provinsi pada 2021 (DLI-3), per Triwulan III 2019 Kemendagri telah mendaftarkan 16 provinsi dan 74 kabupaten sebagai Komir pada Agustus 2019. Kemendagri menyadari bahwa pemerintah daerah merasa Komir hanya akan menjadi platform sementara, maka dari itu kesadaran akan ditingkatkan untuk memperkuat rencana aktivitas Komir agar sejalan dengan prinsip PPSIP. Untuk memantau operasional Komir maka Ditjen SDA Kementerian PUPR akan memasukkan informasi terkait Komir pada single-logon online platform pada November 2019. Kemendagri akan menyelesaikan reviu terhadap operasionalisasi 90 Komir di Oktober 2019.

d. Terkait target 74 RPI disahkan oleh Kepala Kabupaten pada 2021 (DLI-4), per Triwulan III 2019 terdapat 20 BBWS, 8 WUA Provinsi, dan 22 WUA Kabupaten akan menyiapkan dokumen IAMP/RP2I sesuai dengan pedoman yang ada. Direktorat Operasional dan Pemeliharaan (DOM) akan mengadakan pelatihan terkait IAMP/RP2I pada Oktober 2019 untuk memformulasikan IAMP/RP2I kepada seluruh PIU.

e. Audit gender pada perencanaan dan pedoman teknis dilaksanakan pada 2018, pada 2018 juga sudah tercapai dengan cara mengikutsertakan persyaratan gender responsive pada seluruh pedoman dan form pemantauan yang dihasilkan.

f. Target Capacity Development Framework (CDF) diimplementasikan dan dipantau untuk meningkatkan kapasitas staf BBWS, Badan Sumber Daya Air, dan Bappeda di tiap-tiap daerah pada 2019, per Triwulan III 2019 Capacity Development Framework (CDF) sedang dilakukan penyempurnaan yang terdiri dari pemenuhan aspek teknis, safeguard, dan manajemen komponen untuk meningkatkan kapasitas pada balai dan badan yang berpartisipasi.

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

123 Kemajuan Output 2.

a. Pada target terdaftarnya sistem irigasi sebanyak 2,5 juta hektar pada 2021 (DLI-5), per Triwulan III 2019 Konsultan GIS telah mengintegrasikan jadwal penanaman irigasi dengan Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi (PAKSI) pada Mei 2019. Direktorat Operasional dan Perawatan (Dit OP) telah mengajukan spesifikasi teknis terkait panduan penggunaan sistem irigasi kepada ADB beserta guideline untuk verifikasi lahan (permukaan, rawa, ataupun bawah tanah) pada Juni 2019. Selain itu, Dit OP ditargetkan akan memobilisasi independent Quality Control (QC) pada konsultan untuk melakukan supervisi akuisisi data dan proses akuisisi Light Detection and Ranging (LIDAR) serta koordinasinya dengan BIG. Direncanakan akan terdapat 2 tim QC yakni nasional dan daerah untuk melakukan supervisi dan pemantauan pada 10 konsultan PAKSI khususnya pada survei lapangan untuk mengumpulkan data dan analisis output. Dit OP akan melatih BBWS dan WUA dalam penggunaan aplikasi PAKSI pada Oktober 2019. Kesepuluh konsultan tersebut akan merekrut petani untuk menjadi enumerator survei PAKSI. Panduan user PAKSI telah disahkan pada Juli 2019.

Sementara itu, panduan verifikasi lahan untuk irigasi permukaan dan irigasi rawa akan disetujui pada Oktober 2019.

b. Terkait target partisipasi efektif penerima manfaat dalam operasionalisasi minimal 4.500 WUA pada 2021 (DLI-6), per Triwulan III 2019 sebanyak 2.902 WUA telah dinilai dan dinyatakan beroperasi.

Dengan adanya dukungan dari konsultan BBWS, Dit OP akan menilai operasional dari sisa target sejumlah 2.918 WUA pada Desember 2019. Dit OP menginisiasi pembangunan modul online WUA dalam single log-on apps pada Agustus 2019.

c. Terkait target jumlah partisipan wanita di pemerintahan meningkat minimal 20% pada 2021 (DLI-7), per Triwulan III 2019 Dit OP menyatakan bahwa modul online WUA telah diintegrasikan dengan single log-on apps serta PAKSI pada Agustus 2019. Dengan modul online WUA ini maka Dit OP akan menilai partisipasi wanita dalam organisasi WUA pada Oktober 2019. Dit OP juga akan mensosialisasikan dan melatih BBWS serta WRA pada Oktober untuk finalisasi evaluasi operasional WUA pada Desember 2019.

d. Terkait target meningkatnya penilaian integrasi pertanian dan pembangunan infrastruktur yang diadakan pada minimal 719 skema prioritas tahun 2021, per Triwulan III 2019 Kemendagri telah mengevaluasi 213 dokumen SETIP/PSETK yang disiapkan oleh BBWS dan Bappeda pada Juni 2019 berdasarkan pedoman SETIP/PSETK. Ditargetkan hingga Desember 2019 akan terdapat 885 dokumen SETIP/PSETK. Bappeda dan BBWS didukung oleh fasilitator lapangan akan menyiapkan SETIP secara partisipatif bersama dengan petani. Direktorat Irigasi dan Rawa (Dit Irwa) DJSDA Kementerian PUPR perlu memastikan bahwa SETIP disimpan pada Sistem Informasi dan Teknologi/ Database Sumber Daya Air (SIEDI) sebagai basis perencanaan sistem irigasi.

Kemajuan Output 3.

a. Terkait target perhitungan sumber daya air menggunakan teknologi satelit untuk memungkinkan rencana adaptasi terhadap perubahan iklim pada skema program area yang lebih dari 200 hektar, per Triwulan III 2019 masih akan dipersiapkan oleh ahli tata air sebagai bagian dari DED di tiap skema program area.

b. DED dipersiapkan sejalan dengan Ditjen SDA, standar teknis yang akan disempurnakan pada minimal 800.000 hektar pada program area di tahun 2019, per Triwulan III 2019 DED pada 749 skema irigasi nasional dan subnasional telah meliputi 343.721 hektar setelah direviu oleh Dit Irwa Kementerian PUPR.

c. Target rehabilitasi infrastruktur irigasi pada program area meningkat menjadi 500.000 hektar pada 2021 (DLI-8), per Triwulan III 2019 pada 12 April 2019, Dit Irwa Kementerian PUPR mengirimkan surat kepada BBWS untuk memobilisasi konsultan guna mengumpulkan informasi yang hilang dan mengadakan workshop pengumpulan data pada 30 April 2019. Dit Irwa Kementerian PUPR juga menyampaikan kepada ADB perihal social and environment safeguards screening forms dan dokumen pendukung lainnya untuk menjadi bahan SIEDI. DIbutuhkan percepatan aktivitas rehabilitasi dengan cara identifikasi sistem irigasi melalui SID yang sesuai dengan standar

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

124

Kementerian PUPR untuk nantinya menjadi dasar pertimbangan revisi anggaran di NPMU. Selain itu, IVA akan memverifikasi pencapaian 2018 pada Triwulan IV 2019.

d. Terkait target modernisasi proses yang diinisiasi oleh minimal lima skema irigasi sesuai standar teknis pemerintah pada 2019, dilakukan modernisasi pedoman yang dilegalisasi oleh Ditjen SDA pada 28 Maret 2019. DIt Irwa Kementerian PUPR akan melegalisasi pedoman tersebut dan mendiseminasikan kepada BBWS.

e. Target minimal terdapat 30% peserta wanita sebagai konsultan perencanaan dan desain infrastruktur irigasi, pada TOR dan SID/DED telah turut disertakan pedoman bahwa diperlukan adanya partisipasi perempuan dalam kegiatan perencanaan dan desain investasi infrastruktur lokal.

Pencapaian DLI.

BPKP telah memverifikasi capaian DLI 1-7 yang setara dengan USD 62 Juta pada November 2018 dan DLI 8 yang setara dengan USD 57,3 Juta pada tahun 2017. Namun, jika dikaitkan dengan ketentuan ketersediaan dokumen pendukung untuk validasi (DED, laporan konstruksi, social and environment screening forms – untuk memastikan bahwa Safeguards Category A dalam DLI 8 tidak tergabung di dalam pencapaian tersebut) maka ADB dapat memvalidasi setara dengan USD 122 Juta. Berdasarkan verifikasi dan pencapaian tersebut yang mencapai total USD 184 Juta, maka sebesar USD 50 Juta advance payment dapat dilikuidasi dan/atau melakukan realisasi tambahan pada porsi ADB.

Dari kedelapan DLI, kemajuan DLI-1 tidak tertuang pada output 1 sampai 3 proyek IPDMIP, pada Desember 2018, Target DLI-1 yaitu terkait jumlah sistem irigasi yang akan direhabilitasi. Sejumlah 21 dari 97 sistem irigasi memiliki skor IKSI kurang dari 55%. Skor IKSI terendah yakni Batang Alai – Kalimantan Selatan (18,94%) dan tertinggi adalah Wadaslintang-Jawa Barat (86,3%). Direktorat Operasi dan Pemeliharaan (DOP-DJSDA Kementerian PUPR) akan melegalisasi guideline PAKSI (konsolidasi modul online IKSI dengan Irrigation Asset Management Information System/Pengelolaan Aset Irigasi (IAMIS/PAI) menjadi satu platform online) untuk irigasi permukaan pada 30 April 2019, untuk irigasi air rawa dan bawah tanah pada 30 Juni 2019. ADB mereviu TOR untuk PAKSI baseline pada 15 April 2019. DOP memobilisasi konsultan PAKSI pada Juni 2019 untuk mengadakan baseline surveys di seluruh sistem irigasi. Aplikasi android PAKSI untuk mengumpulkan informasi lapangan sudah mulai digunakan pada 15 April 2019.

Pengadaan Barang dan Jasa.

a. Badan Wilayah Sungai Sumatera 2

Desain rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Kabupaten Simalungun dan Asahan

Luasan perencanaan Survey Investigasi Desain (SID) jauh lebih kecil dari luasan kontrak. Perlu segera diusulkan ke NPMU untuk melakukan perluasan tambahan.

SID DI Kabupaten Muara Enim, Lahat, Banyuasin, dan Musi Banyuasin

Terdapat tumpang tindih DI antara kewenangan kabupaten dengan kewenangan provinsi.

Tumpang tindih yang dimaksudkan yakni pada program SERASI oleh Kementerian Pertanian pada salah satu DIR di Kabupaten Banyuasin sehingga terjadi perubahan kesepakatan, ketidaksepahaman persepsi terkait klasifikasi saluran.

SID DI Rawa Kewenangan Pusat

Air irigasi yang dialirkan justru digunakan untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan tujuan IPDMIP.

Oleh karenanya, diperlukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah kepada DI Kelingi Tugu Mulyo sehingga membutuhkan waktu lama dalam inventarisasi sarana prasarana irigasi serta analisis hidrologi (ketersediaan air dan kebutuhan air irigasi) karena terdapat banyak kolam ikan.

b. Balai Badan Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian

SID Rehabilitasi DI Kewenangan Pusat

Adanya perubahan KK pada DI Ciliman yang ditujukan untuk rencana modernisasi sehingga diperlukan addendum dan penambahan waktu.

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

125

SID Rehabilitasi DI Kewenangan Kabupaten

Adanya perubahan KK dikarenakan terjadi pergantian DI dan penambahan DI sehingga dibutuhkan addendum, beserta penambahan waktu.

c. Balai Badan Wilayah Sungai Citanduy

Rehabilitasi jaringan irigasi DI Lakbok Utara dan DI Menganti

Penanggung Jawab Pengguna Anggaran (PJPA) belum terdapat penyerapan karena belum terdapat proses lelang konstruksi Daerah Irigasi Lakbok Utara yang justru akan dilaksanakan setelah pekerjaan SID. Oleh karena itu, dibutuhkan percepatan pada penyelesaian SID.

d. Balai Badan Wilayah Sungai Serayu Opak

SID Rehabilitasi DI Kewenangan Kabupaten dan Konsultan Pendukung

Terdapat kesalahan porsi AIF dan ADB sehingga terjadi kesalahan dalam penyerapan. Reviu kanwil 30 September 2019, perubahan porsi dilakukan pada AIF dari semula 16,70% menjadi 16,67% dan ADB dari semula 83,30% menjadi 83,33%.

e. Balai Badan Wilayah Sungai Kalimantan I

Rehabilitasi DI Kewenangan Pusat dan Kabupaten

Secara umum, masalah kritis untuk semua kewenangan adalah sampai saat Triwulan III 2019 berakhirpun DI belum memiliki kejelasan hasil, kecuali SDI Sejurai, sehingga mempengaruhi jadwal pelaksanaan kegiatan di tahun 2019. Lelang tetap dilaksanakan tahun 2019, untuk kewenangan Kabupaten Kubu Raya yang hanya 1 DI/DIR yang terkecil luasnya yang dilelang pada tahun 2019, sementara sisanya akan dilelang pada tahun 2020. Untuk kewenangan pusat tetap akan membutuhkan lelang pada tahun 2019.

f. NPIU IRWA

● Terdapat 3 paket konsultan yang telah dilakukan proses penetapan pemenang, yang akan diumumkan sekitar Bulan Oktober 2019.

g. NPIU Bina Operasional dan Pemeliharaan

Paket LIDAR

Paket ini masih dalam proses lelang dan ditargetkan untuk terkontrak pada akhir November 2019.

h. NPIU BPPSDM – Kementerian Pertanian

Pengadaan Konsultan Nasional – Spesialis Rantai Nilai

Pokja ULP telah melakukan negosiasi harga yang akan segera dilaporkan kepada Konsultan Spesialis Pengadaan dan PPK untuk proses permintaan NOL Draf Kontrak.

Pengadaan Konsultan Nasional – Spesialis Benih Padi

Pokja ULP telah melakukan negosiasi teknis dan harga yang akan segera dilaporkan kepada Konsultan Spesialis Pengadaan dan PPK untuk proses permintaan NOL Draf Kontrak.

Pengadaan Konsultan Nasional 8 Paket – Spesialis Sistem Pertanian/Benih, Spesialis Rantai Nilai, Spesialis Keuangan Perdesaan

Masih menunggu NOL Request for Proposal (NoL 1/RFP) untuk ditayangkan di SPSE. Setelah memperoleh NOL RFP, Konsultan Spesialis Pengadaan akan meneruskan perintah ke ULP untuk menayangkan Dokumen Seleksi di SPSE agar calon penyedia dalam shortlist segera mengajukan penawaran teknis dan harga untuk kemudian dilanjutkan proses evaluasi teknis dan harganya.

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

126

Permasalahan/Kendala Yang Dihadapi Tindak Lanjut Manajemen Proyek.

Terdapat tumpang tindih kewenangan antara provinsi dan daerah pada beberapa DI, misalkan terjadinya satu lokasi SID yang melibatkan 2 program dari kementerian yang sama.

Lain-lain

Secara umum, masalah kritis untuk semua kewenangan adalah sampai saat Triwulan III 2019 berakhirpun Daerah Irigasi (DI) belum memiliki kejelasan hasil, terkait jumlah KK yang akan memanfaatkan, ketidaksesuaian penggunaan irigasi, dan sebagainya.

Kesalahpahaman komunikasi tersebut perlu segera diselesaikan dengan melibatkan masyarakat untuk menentukan program yang sebenarnya lebih dibutuhkan atau diprioritaskan desanya.

Diperlukan adanya tim inti yang turut melibatkan perwakilan masyarakat terkait di pusat dan provinsi untuk menentukan kesesuaian proses pemanfaatan irigasi dari hulu hingga ke hilirnya.

Jika pembuatan kesekretariatan daerah bisa jadi akan lama, maka dianjurkan agar pihak executing agency atau yang mewakili dapat memfasilitasi diskusi ke setiap pihak yang terkait.

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

127

JAKARTA URGENT FLOOD MITIGATION PROJECT (JUFMP)