• Tidak ada hasil yang ditemukan

Air Terjun Talon

Dalam dokumen PENILAIAN POTENSI OBYEK DAN DAYA TARIK (Halaman 68-72)

G. Alternatif Perencanaan

G.1. Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam

G.1.3. Air Terjun Talon

Air Terjun Talon memiliki keunikan yaitu berupa air terjun bertingkat tiga dengan tinggi masing-masing sekitar 7 m, 4 m dan 2 m. Potensi flora dan fauna di sekitar Air Terjun Talon juga dapat dijadikan sebagai daya tarik. Kondisi lingkungan yang alami menjadikan Air Terjun Talon berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata alam. Bentuk kegiatan yang dapat dilakukan pada obyek Air Terjun Talon antara lain :

• Wisata petualanga n

Kondisi alam sekitar Air Terjun Talon yang cukup menantang merupakan daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang menyukai petualangan di alam.

Kegiatan yang mungkin dilakukan antara lain menikmati keindahan/pemandangan alam, animal watching dan outbond, tracking dan hiking.

• Berenang

Di lokasi ini terdapat sungai yang berbentuk kolam yang bisa digunakan untuk berenang.

• Interpretasi alam

Kegiatan interpretasi alam dilakukan untuk menambah pengetahuan, kesadaran dan kecintaan terhadap alam. Kegiatan interpretasi dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Interpretasi dilakukan terhadap potensi flora dan fauna yang terdapat disekitar obyek.

• Bersepeda

Kondisi lingkungan yang masih alami di sekitar Air Terjun Talon dapat dikembangkan bagi kegiatan olah raga seperti bersepeda. Kegiatan ini merupakan wisata terbatas bukan untuk wisata massal. Kondisi jalan yang alami dan cukup menantang menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda gunung. Untuk mengembangkan kegiatan ini dibutuhkan kajian lebih lanjut sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap keutuhan kawasan.

Sarana dan prasarana yang diperlukan antara lain papan petunjuk arah, papan informasi, papan himbauan, papan selamat datang, lokasi karcis dan peta lokasi obyek, kamar mandi/wc, shelter, tempat ibadah/musholla dan tempat sampah. Pengunjung juga memerlukan sarana akomodasi (penginapan).

Penginapan dibuat sealami mungkin diutamakan adalah kenyamanan dan sanitasi yang baik.

G.2. Rencana Pengelolaan Wisata Kawasan 1. Usulan zonasi

Berdasarkan usulan zonasi yang ada dalam rencana pengelolaan TNBD diperlukan penetapan dan penentuan serta pemantapan zona pemanfaatan wisata sesuai dengan keberadaan Orang Rimba dan potensi obyek dan daya tarik wisata alam yang sudah ada. Hal ini sangat penting dan perlu segera dilakukan sehingga kegiatan perencanaan dapat dilaksanakan.

2. Pembentukan UPT (Unit Pelaksana Teknis)

Pembentukan UPT TNBD diperlukan untuk mengoptimalkan pengelolaan.

Selama ini pengelola TNBD adalah BKSDA Jambi yang tidak hanya mengelola kawasan TNBD saja tetapi juga mengelola kawasan konservasi lain yang ada di Propinsi Jambi. Untuk meningkatkan pengelolaan TNBD diperlukan pengelola yang khusus (terfokus) mengelola TNBD sehingga dengan dibentuknya UPT TNBD diharapkan pengelolaan menjadi lebih optimal.

3. Pengelolaan sumberdaya manusia

Untuk mendukung operasional pengelolaan TNBD dibutuhkan pengelolaan sumberdaya manusia baik kualitas maupun kuantitas. Terbentuknya UPT TNBD diiringi sumberdaya yang memadai dan berkualitas diharapkan dapat lebih mengoptimalkan pengelolaan di TNBD termasuk pengelolaan wisata.

Penambahan sumberdaya manusia harus diiringi dengan peningkatan kualitasnya. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia antara lain memberikan pelatihan dan pengembangan, kursus-kursus, seminar, studi banding dan pembinaan khususnya yang berkaitan dengan wisata.

4. Kebutuhan sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana fisik yang dibutuhkan untuk pengelolaan wisata TNBD antara lain gerbang utama masuk kawasan, gerbang masuk ke obyek wisata dan loket ticketing, pusat informasi/visitor center, penginapan/pondok wisata, papan informasi, petunjuk arah dan papan himbauan, peta lokasi obyek, pengadaan tempat sampah. Sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan antara lain kantor pos, jaringan telepon, jaringan listrik, bank, toko souvenir dan angkutan umum.

5. Pengelolaan multi pihak

Untuk mengelola suatu obyek dan daya tarik wisata alam diperlukan kerjasama dengan pihak lain yang terkait dengan kegiatan wisata di TNBD seperti masyarakat sekitar, Pemerintah Daerah, biro perjalanan, LSM dan lain sebagainya. Pelibatan semua pihak yang terkait dengan TNBD sebaiknya dilakukan sejak dalam kegiatan perencanaan. Pelibatan tersebut

diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan Orang Rimba dan masyarakat desa. Untuk itu perlu dilakukan pendekatan dan kerjasama yang baik antara pengelola dengan pihak-pihak yang dilibatkan. Koordinasi dan sosialisasi kegiatan perencanaan harus selalu diperhatikan oleh semua pihak yang terkait. Pelibatan tersebut misalnya berupa pengadaan pondok pengobatan dan pembuatan souvenir, penyedia penginapan, rumah makan, toko souvenir, penjaga tiket dan pemanduan serta membantu kegiatan pengawasan dan pengamanan obyek dan kawasan.

6. Pemasaran/promosi

Kegiatan pemasaran/promosi produk wisata perlu dilakukan untuk menarik pengunjung. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara publikasi melalui media cetak maupun elektronik, penyebaran leaflet, booklet, poster, mengikuti kegiatan pameran-pameran baik tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Hasil penilaian menunjukkan bahwa obyek Aek Manitik memiliki nilai tertinggi yaitu 3080 kemudian Demplot Tanaman Obat (3050), Air Terjun Talon (3040), Air Terjun Lubuk Jering (2790) dan Gua Kelelawar (2760). Berdasarkan hasil penilaian tersebut dapat ditentukan obyek prioritas untuk dikembangkan di TNBD yaitu Demplot Tanaman Obat, Aek Manitik dan Air Terjun Talon. Selain potensi wisata alam TNBD juga memiliki ODTW budaya Suku Anak Dalam/Orang Rimba. Di sekitar kawasan TNBD juga terdapat obyek wisata yaitu Sumber Air Panas Bukit Suban, Dam Sungai Jernih “Air Meruap” dan Sumber Air Panas Desa Baru. Semua obyek wisata tersebut be lum dikelola dan dimanfaatkan secara optimal.

Perencanaan wisata yang disusun meliputi perencanaan ODTWA dan perencanaan pengelolaan wisata kawasan TNBD. Untuk perencanaan ODTWA dilakukan pada tiga obyek prioritas berdasarkan hasil penilaian. Obyek-obyek tersebut yaitu Demplot Tanaman Obat, Aek Manitik, dan Air Terjun Talon.

Perencanaan kegiatan wisata untuk obyek Demplot Tanaman Obat adalah pendidikan dan penelitian, pengobatan ala rimba dan interpretasi alam.

Perencanaan wisata untuk Aek Manitik yaitu wisata petualangan, kemah konservasi, dan interpretasi alam. Perencanaan untuk kegiatan wisata pada Air Terjun Talon yaitu wisata petualangan, berenang, interpretasi alam dan bersepeda.

Perencanaan pengelolaan wisata kawasan TNBD yaitu usulan zonasi, pembentukkan UPT (Unit Pelaksana Teknis), pengelolaan sumberdaya manusia, kebutuhan sarana dan prasarana, pengelolaan multi pihak dan pemasaran/promosi.

B. Saran

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai perencanaan tapak yang tepat sesuai dengan kondisi lingkungan, daya dukung kawasan dan perencanaan interpretasi di kawasan TNBD.

DAFTAR PUSTAKA

[BKSDA] Balai Konservasi Sumberdaya Alam, Provinsi Jambi. 2004. Rencana Pengelolaan Taman Nasional Bukit Duabelas (RPTNBD). Balai Konservasi Sumberdaya Ala m Provinsi Jambi. Jambi.

Cooper, C., J. Fletcher, D. Gilbert, S. Wanhill, R. Shepherd, Editor. 1998.

Tourism: Priciples and Practic. Ed ke-2. Pearson Education Limited.

England.

Dimjati, A. 1999. Produk Pariwisata: Pengembangan Ekowisata (Wisata Ekologi).

Departe men Pariwisata Seni dan Budaya. Jakarta.

[DISPORADA] Dinas Pariwisata, Olah Raga dan Seni Budaya, Kabupaten Sarolangun. 2004. Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kabupaten Sarolangun. Pemerintah Kabupaten Sarolangun Dinas Pariwisata, Olah Raga dan Seni Budaya. Jambi.

Departemen Kehutanan. 1989. Kamus Kehutanan. Ed ke -1. Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta.

Departemen Kehutanan. 1998. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 1998 Tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Departemen Kehutanan. 1990. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan. Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta.

Departemen Kehutanan. 1990. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta.

Departemen Kehutanan. 1994. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1994 Tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Zona Pemanfaatan Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam. Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta.

Fandeli, C. dan M. Nurdin. 2005. Pengembangan Ekowisata Berbasis Konservasi di Taman Nasional. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Pusat Studi Pariwisata UGM dan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup.

Yogyakarta.

Hakim, L. 2004. Dasar-Dasar Ekowisata. Bayumedia. Malang.

Hall, C. M. 2000. Tourism Planning : Policy, Processes and Relationships.

Pearson Education Limited. England.

Hamid, E. A. C. 1996. Dasar-Dasar Pengetahuan Pariwisata. Yayasan Bhakti Membangun. Jakarta.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. 2003. Ekowisata Prinsip dan Kriteria . Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia dan Indecon. Jakarta.

Ko, R. K .T. 2001. Obyek Wisata Alam : Pedoman Identifikasi, Pengembangan, Pengelolaan, Pemeliharaan dan Pemasaran. Yayasan Buena Vista. Bogor.

Kodhyat, H. 1996. Sejarah Pariwisata dan Perkembangannya di Indones ia. PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.

Kosmaryandi, N dan R. Avenzora. 2004. Studi Potensi Wisata Taman Wisata Alam Gunung Papandayan Pasca Letusan Bulan November 2002.

Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor (tidak dipublikasikan).

Kusmayadi. 2004. Statistika Pariwisata Deskriptif. PT Gramedia Pustaka Utama.

Jakarta.

Marpaung, H. 2002. Pengetahuan Kepariwisataan. Ed Revisi. Alfabeta. Bandung.

Page, S. J and Ross, K. D. 2002. Ecotourism. Pearson Education Limited.

England.

[PHPA] Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. 1988. Pedoman Investasi dan Pengembangan Obyek Wisata Alam. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. Jakarta.

[PHPA] Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. 1996. Pola Pengelolaan Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam, Taman Wisata Alam dan Hutan Lindung. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam. Bogor.

[PHKA] Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. 2003 (a). Pedoman Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam(ADO-ODTWA).

Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

[PHKA] Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. 2003 (b). Informasi, Promosi dan Peluang Usaha di Taman Nasional. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Soekadijo, R. G. 2000. Anatomi Pariwisata: Memahami Pariwisata sebagai

”Systemic Linkage”. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Sudarto, G. 1999. Ekowisata: Wahana Pelestarian Alam, Pengembangan Ekonomi Berke lanjutan, dan Pemberdayaan Masyarakat. Yayasan Kalpataru Bahari. Bekasi.

Suwantoro, G. 1997. Dasar-Dasar Pariwisata. ANDI. Yogyakarta.

Tim Identifikasi Obyek Wisata Alam Taman Nasional Bukit Duabelas dan Hutan Wisata Bukit Sari. 2002. Laporan Kegiatan Identifikasi Obyek Wisata Alam di Taman Nasional Bukit Duabelas Provinsi Jambi. Balai Konservasi Sumberdaya Alam [BKSDA] Provinsi Jambi. Jambi. (tidak dipublikasikan).

Wiwoho, B., Ratna, P., dan Yullia, H. 1990. Pariwisata, Citra, dan Manfaatnya.

PT Bina Rena Pariwara. Jakarta.

Lampiran 1. Tabel kriteria penilaian ODTWA di TNBD

Kriteria Penilaian Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam di Taman Nasional Bukit Duabelas

(Modifikasi Pedoman Analisis Daerah Operasi dan Daya Tarik Wisata Alam, Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Tahun 2003)

3. Daya tarik wisata Bobot : 6

No Unsur/Sub Unsur Nilai

1. Keunikan sumberdaya alam:

a. Sumber air panas b. Gua

c. Air terjun d. Flora e. Fauna

Ada 5 30

Ada 4 25

Ada 3 20

Ada 2 15

Ada 1 10

2. Kepekaan sumberdaya alam, memiliki:

a. Nilai pengetahuan b. Nilai budaya/sejarah c. Nilai pengobatan d. Nilai kepercayaan

ada 4 (30)

ada 3 (25)

ada 2 (20)

ada 1 (10)

3. Variasi kegiatan wisata alam:

a. Menikmati keindahan b. Memancing

c. Tracking d. Berenang e. Berkemah

f. Pendidikan/penelitian g. Hiking

> 5 (30)

ada 5 (25)

ada 4 (20)

ada 3 (15)

ada 1- 2 (10)

4. Banyaknya jenis sumberdaya alam yang menonjol:

a. Batuan b. Flora c. Fauna d. Air e. Gejala alam

Ada 5 (30)

Ada 4 (25)

Ada 3 (20)

Ada2 (15)

Ada 1 (10)

5. Kebersihan lokasi, tidak ada pengaruh dari:

a. Industri b. Jalan ramai

c. Pemukiman penduduk d. Sampah

e. Vandalisme f. Pencemaran lain

ada 5-6 (30)

ada 3-4 (20)

ada 2-3 (15)

ada 1-2 (10)

6. Keamanan:

a. Tidak ada arus berbahaya b. Tidak ada penebangan liar

dan perambahan c. Tidak ada pencurian d. Tidak ada kepercayaan

yang mengganggu

e. Bebas penyakit berbahaya seperti malaria

ada 5 (30)

ada 4 (25)

Ada 3 (20)

ada 2 (15)

ada 1 (10)

7. Kenyamanan:

a. Bebas bau yang

ada 4 (30)

ada 3 (25)

ada 2 (20)

ada 1 (15)

No Unsur/Sub Unsur Nilai mengganggu

b. Tidak ada lalu lintas umum yang mengganggu c. Bebas kebisingan d. Udara sejuk

Jumlah

b. Aksesibilitas Bobot : 5

No. Unsur/Sub Unsur Baik Cukup Sedang

Buruk Kondisi dan jarak jalan

darat:

<5 km 80 60 40 20

5-10 km 60 40 25 15

10-15 km 40 20 15 5

1.

> 15 km 20 10 5 -

Jalan aspal lebar > 3 m

Jalan aspal lebar < 3m

Jalan

batu/makadam

Jalan tanah 2. Tipe j alan

10 20 25 30

3. Waktu tempuh dari pusat kota

1-2 Jam 30

2-3 Jam 25

3-4 Jam 20

>5 Jam 10 Jumlah

c. Kondisi lingkungan sosial ekonomi (radius 5 km dari batas kawasan intensive use atau jarak terdekat dengan obyek) Bobot : 5

No. Unsur/Sub Unsur Nilai

Ada dan sesuai

Ada tapi tidak sesuai

Dalam proses penyusunan

Tidak ada 1. Tata ruang wilayah

obyek

30 20 15 5

Hutan negara Hutan adat Hutan hak Tanah milik 2. Status lahan

30 25 20 15

Sebagian besar buruh

tani

Sebagian besar pedagang kecil, industri

kecil dan kerajinan

Petani Pemilik lahan/pegawai 3. Mata pencaharian

penduduk

30 25 20 15

Sebagian besar lulus SLTA keatas

Sebagian besar lulus SMP ke atas

Sebagian besar lulus

SD

Sebagian besar tidak

lulus SD 4. Pendidikan

30 25 20 15

Jumlah

d. Akomodasi (radius 15 Km Dari Obyek) Bobot : 3

No. unsur Nilai

> 10 7-10 5-7 3-5 1-3

1. Jumlah Penginapan

30 25 20 15 10

Sampai dengan 30

30-50 50-75 75-100 > 100 2. Jumlah kamar

10 15 20 25 30

Jumlah

e. Sarana-Prasarana Penunjang (radius 10 Km Dari Obyek) Bobot : 3

Macam No. Unsur/Sub Unsur

≥≥ 4 3 2 1 Tidak

Ada 1. Prasarana:

Kantor pos

Jaringan telepon

Puskesmas

Jaringan listrik

Jaringan air minum

50 40 30 20 10

2. Sarana penunjang:

Rumah makan

Pusat perbelanjaan/pasar

Bank

Toko

souvenir/cinderamata

Angkutan umum

50 40 30 20 10

Jumlah

f. Kriteria Penilaian Ketersediaan Air Bersih Bobot : 6

No. Unsur/sub unsur Nilai

1. Volume Banyak

(30)

Cukup (25)

Sedikit (20)

Sangat sedikit

(15) 2. Jarak sumber air terhadap

lokasi obyek

0-1 km (30)

1.1-2 km (25)

2.1-4 km (20)

> 4 km (15) 3. Dapat tidaknya/kemudahan

air dialirkan ke obyek

sangat mudah (30)

mudah (25)

agak sukar (20)

sukar (15)

4. Kelayakan dikonsumsi dapat langsung dikonsumsi

(30)

perlu perlakuan sederhana

(25)

Perlakuan dengan bahan kimia

(20)

tidak layak (10)

5. Kontinuitas sepanjang

tahun (30)

6-9 bulan (25)

3-6 bulan (20)

< 3 bulan (10)

Jumlah

Lampiran 2. Tabel daftar nama jenis flora yang terdapat di kawasan TNBD

No. Nama Lokal Nama Ilmiah Keterangan

1. Terap Artocarpus elasticus Kayu

2. Bakil/Sepan Artocarpus anisophyllus Kayu

3. Beringin Ficus spp Kayu

4. Meranti Shorea sp Kayu

5. Keruing Dipter ocarpus sp Kayu

6. Cengal/Merawan Hopea sp Kayu

7. Sindur Sindora sp Kayu

8. Kedondong/Lalan Santiria densyphylla Kayu, unik

9. Kempas Koompassia sp Kayu

10. Kenari Canarium spp Kayu

11. Bintangur Calophyllum spp Kayu

12. Mangga Mangifera sp Kayu, buah

13. Tembesu Fragraera fragrans Kayu

14. Jelutung Dyera costulata Resin, dilindungi

15. Rotan Calamus spp Rotan

16. Kopi-kopian Psychotria sp Buah

17. Mempisang/Terpis Polyalthia sp Unik

18. Mempisang Desmos sp Tanaman hias

19. Kayu Hitam Diospyr os buxifolia Langka

20. Jambu-jambuan Syzygium spp Kayu, buah

21. Mendarahan Knema sp Kayu

22. Pala Myristicaceae Kayu, buah

23. Kenanga Cananga odorata Kayu

24. Pasang Quercus sp Kayu

25. Pala hutan Horsfieldia sp Kayu

26. Bayur Pterospermum javani cum Kayu

27. Saninten Cartanopsis sp Kayu

28. Rambai/Kepundang Baccaurea sp Kayu

29. Manggis Garcinia spp Kayu

30. Manggis -manggis Garcinia nervosa Kayu, Palm

31. Rotan manau Calamus mannan Rotan

32. Rotan Calamus ciliaris Dilindungi

33. Pasang bungkus Lithocarpus sp Kayu

34. Tembesu Fragrea sp Kayu

35. Kulim Scorodocarpus borneensis Dilindungi

36. Kantong semar Nepenthes ampularia Obat

37. Pandan -pandanan Pandanus sp Obat

38. Pinang Pinanga sp Obat, Palm

39. Bintangur Calophyllum dasypodum Unik

40. Petai Parkia sp Buah

41. Simpur Dillenia spp Kayu

42. Pulai Alstonia scolaris Kayu

43. Kemenyan Stirax benzoin Obat, dilindungi

44. Gaharu Aquilaria malaccensis Dilindungi

45. Kayu manis Cinnamomum culilawan Kayu, buah

46. Pinang Pinanga malay ana Obat

47. Kaca piring Gardenia augusta Buah

48. Rotan Calamus ornatus Rotan

49. Lansatan Aglaia sp kayu, buah

50. Durian Durio sp Buah

51. Cempaga Dysoxyllum sp Buah

52. Keranji Diallium sp kayu

No. Nama Lokal Nama Ilmiah Keterangan

53. Gerunggang Cratoxyllum sp kayu

54. Gandaria/Ra man Bouea appositifolia Langka

55. Mempisang Mezettia sp Kayu

56. Nenga gajah Palmae Dilindungi

57. Bulian Eusideroxylon zwagerii Dilindungi

58. Sengon Paraserianthes sp Kayu

59. Balam durian Payena sp Kayu, buah

60. - Piper sp -

61. - Dinochloa sp -

62. - Euricoma longifolia Kayu

63. - Alocasia sp -

64. - Cytrosperma sp -

65. - Archidendron sp -

Sumber : BKSDA Jambi (2004)

Lampiran 3. Tabel daftar nama jenis satwaliar di kawasan TNBD yang biasa digunakan untuk obat

No. Nama Lokal Nama Ilmiah Keterangan

1. Kijang Muntiacus muntjak Beri-beri

2. Beruang Helarctos malayanus Mules, campak, berak

darah

3. Landak Hystryx brachyura Batuk kering,

keracunan

4. Biawak Varanus salvator Sakit mata (mata

merah)

5. Buaya Crocodylus porosus Keluarnya alat

reproduksi wanita

6. Ikan kaluin (Kalus) - Sakit lambung

7. Tupai jumput - Keracunan jengkol,

petai 8. Harimau sumatera Panthera tigris sumatrae

9. Kucing hutan Felis bengalensis 10. Rusa sambar Cervus unicolor

11. Babi hutan Sus spp

12. Tapir Tapirus indicus

13. Tupaia tanah Lariscus spp

14. Musang Paradoxurus hermaphroditus

15. Monyet ekor panjang Macaca fascicularis

16. Beruk Macaca nemestrina

17. Burung balam Streptopelia sp 18. Burung murai batu Copsycus malabaricus 19. Ay am hutan Gallus gallus

20. Kuau Argusianus argus

21. Enggang gading Rhinoplax vigil

Sumber : Laporan Ekspedisi Biota Medika TNBD, Depkes, IPB, UI, LIPI (1998) dalam BKSDA Jambi (2004)

Lampiran 4. Tabel sebaran Komunitas Orang Rimba di dalam dan luar kawasan TNBD menurut kelompok dan lokasi

No. Kelompok Pemimpin Kelompok

Lokasi Jumlah Jiwa

Keterangan Tumenggung Tarip S. Paku Aji 38

Betaring S. Semapuy 50

Nyuyut S. Semapuy Ulu 16

Ke-3 kelompok ini masih

mempertahankan jati diri dan tradisi kehidupan dalam hutan Segrib/Nugraha TSM Air Panas 76 Sudah memeluk agama Islam dan menjadi warga masyarakat desa Bukit Suban

1. Air Hitam

Tumenggung Majid S. Keruh 76 Sebagian anggota

kelompok sudah memeluk agama Islam dan sudah mengorient asikan diri dengan masyarakat desa

Tumenggung Mirak S. Gemuruh 134 Menti Ngandun

Tuha

S. Pengelaworon 10

Setapak S. Aek Behan 90

Tumenggung Ngukir

S. Bernai Ulu 100

Wakil Tuha Pelindung

S. Sako Nini Tuo 67

Depati Pengelam S. Bernai 65

Depati Laman Senjo

S. Sungkai/S. Tabir 41

Masih

Mempertahankan jati diri dan tradisi kehidupan alam hutan

Tumenggung Nggrib

S. Kedundung Muda

83

Mangku Tuha Besuai

S. Sako Jenang 146

Sebagian Anggota kelompok sudah mengorientasikan diri dengan masyarakat desa

Laman S. Tengkuyungon 29 Sudah

mengorientasikan diri dengan masyarakat desa

2. Makekal

Tumenggung Tuha Bayu

S. Depari/Seranten 14 Sebagian besar anggotya kelompok pindah ke TNBT Tumenggung

Celetai

S. Kejasung Besar Ulu

65 3. Kejasung

Tumenggung Meladang

S. Kejasung besar Ulu

72

Sudah

mengorientasikan diri dengan lingkungan luar/masyarakat desa

No. Kelompok Pemimpin Kelompok

Lokasi Jumlah Jiwa

Keterangan Tumenggung

Besulit

S. Kejasung kecil Ulu

49

Depati Gerak S. Keruh Ulu 35 Masih

mempertahankan jati dir i dan tradisi kehidupan alam huta n Tumenggung

Mariytua Tumenggung Nggirang

Ke-2 kelompok ini bergabung di S.

Terab

144

Tumenggung Kecik S. Kejasung Kecil Ulu

31

Masih

mempertahankan jati diri dan tradisi kehidupan alam hutan

Tumenggung Mulung

S. Kejasung Kecil Ulu

- Tidak ada data Tumenggung

Ngamal

S. Jern ang - Tidak ada data 4. Terab-

Serengam

Tumenggung Nyenong

S. Sakolado - Tidak ada data

Total 1.524

Sumber: KKI WARSI (2004) dalam BKSDA Jambi (2004 )

Lampiran 5. Tabel gambaran umum desa interaksi Sebelah Selatan TNBD

D e s a No.

Keterangan

Desa Baru Semurung Jernih Lubuk Jering

Pematang Kabau Bukit Suban

1. Luas Wilayah 6.400 ha 3.000 ha 12.000 ha 9.600 ha 2.500 ha 6.400 ha

2. Batas Wilayah U: TNBD S: S. Mentawak B: Semurung T: Lubuk Kepayang

U: TNBD S: S. Mentawak B: Jernih T: Baru

U: TNBD S: S. Mentawak B: Lubuk Jering T: Semurung

U: TNBD S: S. Mentawak B: Pematang Kabau T: Jernih

U: TNBD S: Mentawak Baru B: Bukit Suban T: Lubuk Jering

U: TNBD S: Papit B: Bungo Antoi T: Pematang Kabau 3. Jumlah Kepala

Keluarga

352 KK 345 KK* 483 KK 219 KK 619 KK ^ 888 KK

4. Jumlah Jiwa 1493 orang 1360 orang * 1902 orang 1012 orang 2327 orang ^ 2472 orang

5. Jumlah Laki -laki 742 orang 672 orang * 956 orang 440 orang 1221 orang ^ 1331 orang 6. Jumlah Perempuan 751 orang 688 orang * 945 orang 572 orang 1106 orang ^ 1141 orang 7. Jarak dari Ibukota

Kabupaten

35 Km 37 Km 40 Km 48 Km 56 Km 64 Km

8. Jarak dari Ibukota Propinsi

198 Km 200 Km 203 Km 212 Km 220 Km 228 Km

Sumber : Survey Tim KKI WARSI, 2000 * Profil Desa Semurung Tahun 2003 ^ Profil Desa Pematang Kabau Tahun 2003

Lampiran 6. Kuesioner untuk pengunjung Salam sejahtera,

Sebelumnya mohon maaf apabila dengan adanya pengisian kuisioner ini telah mengganggu aktivitas rekreasi Bapak/Ibu/Saudara/Saudari, perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor yang sedang melakukan penelitian mengenai “Studi Potensi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam dan Perencanaannya di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD)”. Di bawah ini terdapat beberapa pertanyaan dan isian, saya sangat mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk mengisi pertanyaan dan isian tersebut. Atas perhatian dan kesediaannya saya ucapkan terima kasih.

No. Responden : Hari/Tanggal : A. Data Pribadi Responden.

• Nama :

• Umur :

• Jenis Kelamin : Perempuan / Laki-laki*

• Asal/tempat tinggal :

• Pendidikan Terakhir : SD/SMP/SMA/D3/S1/S2/S3*

• Pekerjaan :

• Status Perkawinan : menikah/belum menikah*

*) Coret yang tidak perlu B. Mohon pilih salah satu jawaban dengan memberi tanda X pada pilihan

anda:

1. Dari mana anda mengetahui informasi mengenai kawasan ini?

a. sendiri b. teman c. keluarga d. cerita orang e.media massa/elektronik 2. Berapa kali anda pernah mengunjungi kawasan ini?

a. pertama kali b. kedua kali c. ketiga kali d. lebih dari tiga kali 3. Dengan siapa anda datang ke kawasan ini?

a. sendiri b. teman…..orang c. keluarga…..orang 4. Berapa lama anda berada di dalam kawasan ini?

a. satu hari b. dua hari c. lebih dari dua hari…..hari

5. Kapan biasanya anda berkunjung ke kawasan ini?

a. hari libur alasan:

b. hari biasa alasan:

6. Jenis kendaraan apa yang anda gunakan untuk mencapai lokasi ini?

a. kendaraan pribadi (motor/mobil) b. kendaraan umum (ojek/bis/taksi/truk) c. kendaraan sewaan/travel d. lainnya…….…

7. Apa tujuan anda mengunjungi tempat wisata ini?

a. menikmati pemandangan b. suasana tenang dan nyaman c. alasan pendidikan/penelitian d. menikmati keunikan flora -fauna e. menikmati kebudayaan f. mengisi waktu luang

g. lainnya……..

8. Kegiatan apa yang anda lakukan/sukai di kawasan ini?

a. melihat pemandangan alam b. melihat/mengamati flora-fauna c. menjelajah d. berkemah e. penelitian/pengamatan

f. fotografi g. lainnya……

9. Apakah anda berkunjung ke kawasan ini dengan alasan khusus seperti mistik, keperluan agama dan kepercayaan atau semacamnya?

a. ya, tepatnya di lokasi……..

b. tidak

10. Menurut anda, apakah kawasan ini cukup nyaman?

a. bebas dari bau b. Bebas bau yang mengganggu c. Udara sejuk d.Tidak ada lalu lintas umum yang mengganggu e. Bebas kebisingan 11. Menurut anda obyek wisata manakah yang dapat dijadikan sebagai wisata

unggulan di kawasan ini?

a. Sumber air panas Bukit Suban b. Air terjun Lubuk Jering c. Air terjun Talon d. Air terjun Aek Manitik

e. Air Meruap f. Sumber air panas di Dusun Baru g. lainnya, sebutkan…………..

Dalam dokumen PENILAIAN POTENSI OBYEK DAN DAYA TARIK (Halaman 68-72)

Dokumen terkait