Pertemuan Pertama
Aku Dipilih untuk
Lagu berikut ini dapat dilihat pada
https://www.youtube.com/watch?v=Bvb08YCFRSs Tanda Salib
P: Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
Doa Pembuka
P: Marilah kita berdoa.
Allah yang mahakuasa dan kekal, terpujilah nama-Mu yang maha kasih, dan yang selalu mendampingi kami dalam kehidupan kami sehari-hari. Engkau adalah Allah yang menjadi sumber hidup dan sukacita kami. Kami bersyukur untuk hari ini karena kami bisa ber- kumpul bersama di tempat ini. Terangilah hati dan pikiran kami dengan Roh Kudus-Mu agar kami dapat belajar, bermain, dan ber- sukacita bersama dengan teman-teman kami melalui bacaan firman- Mu. Bimbinglah kami agar semakin dekat dengan-Mu, dan menjadi anak-anak yang selalu berusaha melakukan perbuatan baik seturut kehendak-Mu. Doa ini kami kami sampaikan dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U: Amin.
PERMAINAN Langkah-langkah Permainan:
1. Fasilitator mempersiapkan bahan permainan sebagai berikut:.
a. Kertas putih dipotong kecil-kecil sebanyak jumlah anak yang ha- dir (atau boleh lebih). Di setiap potongan kertas, ditulisi jenis- jenis perbuatan baik dan juga jenis-jenis perbuatan yang tidak baik.
Adapun contoh perbuatan baik antara lain:
• Menghormati orangtua
• Mengampuni teman yang bersalah
• Rajin belajar
• Rajin berdoa
• Bersikap jujur
• Menolong sesama yang miskin
• Taat menjalankan ajaran agama
• Mendoakan orang sakit
• Mau berkorban untuk orang lain
• Menyesali kesalahan yang sudah diperbuat
Sementara itu contoh perbuatan tidak baik antara lain:
• Membenci teman
• Menolak perintah Tuhan
• Malas belajar
• Menyontek
• Bertengkar
• Sulit mengampuni
• Melawan dan berkata kasar kepada orang tua
• Malas berdoa
• Merusak lingkungan
• Menyakiti makhluk ciptaan Tuhan
b. Sedotan minuman untuk memasukkan potongan kertas yang sudah ditulisi.
c. Satu wadah semacam baskom ukuran sedang untuk memasuk- kan semua kertas yang sudah dimasukkan dalam sedotan.
d. Dua buah wadah untuk tempat memasukkan gulungan kertas dalam sedotan.
e. Dua buah wadah (bisa berupa toples atau mangkok plastik).
Wadah yang satu diberi tulisan, “Perbuatan Baik Sesuai Kasih
Allah” dan wadah yang satunya lagi diberi tulisan, “Perbuatan Tidak Baik yang Bukan Kasih Allah”
2. Masing-masing anak diminta oleh fasilitator untuk mengambil satu saja gulungan kertas dalam sedotan yang sudah dikumpulkan dalam suatu wadah.
3. Setiap anak yang sudah mengambil gulungan kertas dalam sedotan, membaca tulisan yang terdapat dalam sedotan dengan suara lantang.
4. Setelah membacanya, setiap anak diminta untuk memilih akan me- masukkan tulisan yang telah diterimanya ke dalam wadah yang di- beri tulisan “Perbuatan baik sesuai Kasih Allah” atau wadah yang bertuliskan “Perbuatan Tidak Baik yang Bukan Kasih Allah”.
5. Setelah semua anak mendapat giliran dan selesai memasukkan tu- lisan ke dalam wadah yang dipilihnya, fasilitator mengajak anak-anak memeriksa kembali potongan-potongan tulisan yang ada di wadah
“perbuatan baik” dan wadah “perbuatan tidak baik” untuk memas- tikan apakah perbuatan-perbuatan yang tertulis pada potongan- potongan kertas di dalam masing-masing wadah memang sudah dimasukkan secara tepat sesuai dengan jenis perbuatan baik dan perbuatan tidak baik.
Makna Permainan
1. Di dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak pasti sering dihadapkan pada pilihan untuk mengambil sikap baik yang dikehendaki Allah atau sikap tidak baik yang bukan kehendak Allah.
2. Ada banyak godaan yang membuat kita tidak berbuat baik atau ti- dak menuruti kehendak Allah dan bahkan menjauhi perintah Allah.
3. Sebagai anak-anak kesayangan Allah, kita semua diharapkan dapat selalu berjuang untuk membuang sikap-sikap yang kurang baik dan berusaha untuk melakukan sikap-sikap baik yang dikehendaki Allah agar kehidupan bersama juga menjadi lebih baik dan membawa kebahagiaan bagi semua orang.
PENDALAMAN KITAB SUCI Pembacaan Teks
Fasilitator meminta anak-anak membaca teks Kitab suci secara bergan- tian antara anak perempuan dan anak laki-laki
Yun.1:1-17
1Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, 2“Pergilah segera ke Niniwe, kota yang besar itu, serukanlah peringatan terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.” 3Tetapi, Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. Ia pergi ke Yafo dan mendapati di sana sebuah kapal, yang akan berang- kat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. 4Namun, TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir saja hancur. 5Awak kapal ketakutan, masing- masing berteriak-teriak kepada ilahnya. Mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Sementara itu, Yu- nus telah turun ke bagian kapal yang paling bawah, berbaring di situ, dan tertidur nyenyak. 6Datanglah nakhoda menemuinya dan berkata:
“Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berse- rulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan memperhatikan kita, sehingga kita tidak binasa.” 7 Kemudian mereka berkata satu sama lain,
“Marilah kita membuang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa malapetaka ini menimpa kita.” Mereka pun membuang undi dan undi itu jatuh pada Yunus. 8 Kata mereka kepadanya, “Beritahukanlah kepada kami, karena siapa malapetaka ini menimpa kita. Apa pekerjaanmu dan dari mana asalmu? Apa negerimu dan dari bangsa mana engkau?” 9 Sa- hutnya kepada mereka, “Aku orang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah Semesta Langit, yang menjadikan lautan dan daratan.” 10 Orang-orang itu sangat ketakutan dan berkata kepadanya, “Apa yang telah kaulakukan?”
Orang-orang itu mengetahui bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN, sebab hal itu telah diberitahukannya kepada mereka. 11 Mereka bertanya, Apa yang harus kami lakukan padamu, supaya laut mereda terhadap kami?” 12 Sahutnya kepada mereka, “Angkatlah aku campakkan aku ke dalam laut supaya laut mereda dan tidak menyerang kamu lagi.
Sebab aku tahu bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.”
13 Orang-orang itu justru mendayung untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora me- nyerang mereka. 14Mereka berseru kepada TUHAN, katanya, “Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini.
Janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehen- daki.” 15Kemudian mereka mengangkat Yunus, dan mencampakkannya
ke dalam laut. Laut pun berhenti mengamuk. 16Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan kurban sembeli- han kepada TUHAN serta mengikrarkan nazar. 17Atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar untuk menelan Yunus. Yunus pun tinggal di dalam perut ikan itu selama tiga hari tiga malam.
P: Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Pendalaman Teks
Fasilitator mengajak anak-anak untuk mendalami teks kitab suci dari Yun. 1: 1-17 dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Anak-anak dibagi dalam kelompok-kelompok kecil
2. Fasilitator membagikan 2 buah amplop kepada setiap kelompok.
Amplop yang pertama berisi pertanyaan-pertanyaan untuk menda- lami teks kitab suci. Amplop yang kedua berisi potongan-potongan kertas yang memuat potongan kalimat yang dapat dirangkai dan digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pendalaman kitab suci.
Adapun pertanyaan-pertanyaan pendalaman kitab suci yang ada pada amplop pertama adalah:
a. Siapa tokoh-tokoh yang ada dalam perikop Yun.1:1-17?
(Jawaban: Yunus, nakhoda, awak kapal, para penumpang kapal) b. Dalam perikop kitab suci ini, Tuhan berfirman kepada tokoh
siapa? (Jawaban: Yunus)
c. Apa yang dikehendaki oleh Tuhan?
(Jawaban: Tuhan meminta Yunus pergi ke kota Niniwe dan ber- seru kepada mereka yang telah berbuat jahat supaya bertobat).
d. Apa yang dilakukan Yunus saat menerima perintah Allah untuk pergi ke kota Niniwe?
(Jawaban: Yunus melarikan diri ke kota Tarsis) e. Mengapa Yunus berbuat demikian?
(Jawaban: Yunus menolak perintah Allah dan ingin berlari men- jauh dari Tuhan)
f. Malapetaka apa yang terjadi saat Yunus berada di atas kapal yang membawanya ke kota Tarsis?
(Jawaban: Terjadi angin ribut dan badai besar di tengah laut) g. Apa yang dilakukan oleh nakhoda kapal ketika tahu Yunus tidur
dengan nyenyak di ruang kapal yang paling bawah?
(Jawaban: membangunkan Yunus dan minta Yunus berseru untuk mohon pertolongan Allah)
h. Apa yang kemudian dapat membuat kapal kembali tenang?
(Jawaban: saat Yunus sudah dicampakkan ke dalam laut).
i. Apa yang kemudian terjadi dengan Yunus?
(Jawaban Yunus ditelan ikan besar) Penjelasan Teks
Fasilitator menyampaikan kepada anak-anak mengenai isi pesan kitab suci
Anak-anak terkasih, kisah nabi Yunus mengajarkan kepada kita bahwa untuk bisa taat mengikuti perintah atau kehendak Allah ternyata bukan hal yang mudah. Seringkali ada berbagai tantangan yang mem- buat kita menolak mengikuti jalan dan petunjuk yang sudah Allah beri- kan.
Ketika diberi tugas oleh Allah, Nabi Yunus menolak untuk meng- ikuti apa yang difirmankan oleh Allah karena Yunus masih memiliki pe- mikiran dan kemauannya sendiri yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Dalam pelariannya untuk menghindari Allah, Yunus justru harus menghadapi ombak dan badai besar yang hampir menenggelamkan ka- pal yang ditumpanginya. Dalam kondisi diterpa badai, nakhoda kapal meminta Yunus berseru kepada Allah agar diselamatkan. Hal ini menun- jukkan bahwa sebagai seorang nabi yang ditugaskan menjadi pewarta ke- selamatan, Yunus diingatkan untuk dapat bersikap rendah hati dan mau mengandalkan Allah Sang Penguasa kehidupan.
Dalam kisah Yunus diceritakan bahwa demi keselamatan orang banyak, Yunus yang menjadi penyebab terjadinya badai, akhirnya harus dibuang ke laut agar badai menjadi reda. Tindakan seperti ini juga men- gajarkan kepada kita bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita juga harus berani membuang dan menjauhi hal-hal yang dapat membuat diri kita jatuh dalam dosa. Kisah Yunus mengingatkan kita bahwa untuk menjadi seorang nabi atau pewarta yang baik, diharapkan tetap mau membuka diri untuk mendengarkan suara Allah. Di dalam kelemahan dirinya se- bagai seorang nabi, Yunus yang telah berbuat salah juga masih tetap di- cari oleh Allah yang mengasihinya dan terus dibimbing oleh Allah untuk dapat kembali melakukan tugas serta tanggung jawab yang diberikan Al- lah kepadanya.
Melaksanakan Pesan Kitab Suci dalam Hidup Sehari-hari
Setelah menyampaikan pesan teks Kitab Suci, fasilitator mengajak anak- anak untuk mengungkapkan niat dan cara-cara yang dapat dilakukannya agar pesan kitab suci dapat dilaksanakan dalam kehidupan anak sehari- hari.
1. Fasilitator meminta anak memikirkan apa kira-kira janji yang dapat ia berikan kepada Allah sebagai tanda bahwa dirinya ingin tetap bersikap dan berperilaku sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.
2. Anak-anak diminta menuliskan janji kepada Allah, di sebuah kar- ton/kartu berwarna yang sudah disiapkan dengan format tertentu (Contoh kartu terlampir).
3. Setelah janji dirinya ditulis pada kartu yang sudah disiapkan, anak- anak diminta untuk menghias kartu agar menjadi indah. Hiasan bisa dengan spidol warna warni, gambar-gambar cantik ataupun tempelan kertas berwarna.
4. Kartu janji yang sudah dihias, disimpan oleh anak-anak agar anak- anak selalu ingat dengan janji yang pernah ditulisnya.
Doa permohonan yang ditutup dengan doa Bapa Kami
Setelah selesai menuliskan janji dirinya pada kartu berwarna, beberapa anak diminta untuk menyampaikan doa permohonan. Sebelum doa per- mohonan dipanjatkan, fasilitator mengawalinya dengan doa sebagai beri- kut:
P: “Bapa yang baik, pada kesempatan ini dengarkanlah doa-doa yang dipanjatkan oleh anak-anak-Mu sebagai ungkapan janjinya di hada- pan-Mu.”
Perwakilan Anak:
“Allah Bapa yang maha baik, bantulah kami semua agar mampu hidup sesuai dengan kehendak-Mu melalui janji-janji yang kami panjatkan ini.”
Beberapa anak diberi kesempatan untuk mengungkapkan doanya mas- ing-masing dengan rumusan doa sebagai berikut:
Anak: “Allah Bapa kami, saya berjanji …(sebut salah satu janji saja).
Dampingilah saya agar dapat melaksanakan janji saya tersebut.” Kami mohon
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan Bapa Kami
PENUTUP Doa Penutup
P: Marilah kita berdoa.
Allah yang Mahakuasa, puji dan syukur kami panjatkan kepada- Mu atas penyertaan-Mu dalam pertemuan BKSN yang pertama ini.
Terimakasih, karena kami bisa belajar dari firman Allah pada hari ini. Bantulah kami agar dapat menjadi anak-anak yang selalu men- dengarkan suara-Mu dan melakukan apa yang Engkau kehendaki.
Berilah kekuatan kepada kami untuk menjadi anak-anak-Mu yang setia, taat dan bertanggung jawab dalam kehidupan kami sehari- hari. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U: Amin.
Berkat dan Pengutusan
P: Marilah kita memohon berkat Tuhan. Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Semoga kita sekalian dilimpahi berkat Allah yang mahakuasa. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.
Lagu Penutup
Pilih lagu yang sesuai dengan tema.
Setinggi- Tingginya Langit Setinggi-tingginya langit Lebih tinggi Kasih Yesusku
Sedalam-dalam lautan Lebih dalam Kasih Yesusku
Seindah-indah pelangi Lebih indah Kasih Yesusku Kasih Yesus..ohh Kasih Yesus
Mengalahkan segalanya 2x Lagu berikut ini dapat dilihat pada
https://www.youtube.com/watch?v=w8uNYDSLKyA
Lampiran contoh: Kartu Janji Diri