KASIH ALLAH
U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan P: Kita berdoa bagi para Remaja Katolik
perutusan mereka, serta dapat semakin mengasihi dan melayani, sama seperti teladan Yesus, Sahabat kami. Marilah kita mohon U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
Doa Penutup
P: Marilah kita berdoa.
Bapa yang selalu mengasihi kami, terima kasih untuk inspirasi dan kesadaran baru yang kami terima hari ini berkat pendalaman Sabda- Mu. Kami mohon, bantulah kami untuk semakin mengenal-Mu dan percaya pada setiap rencana-Mu karena kasih-Mu selalu melimpah bagi kami. Kami juga mohon bimbingan-Mu dalam setiap niat baik yang kami buat hari ini. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra- Mu dan Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U: Amin.
Berkat dan Pengutusan
P: Marilah kita memohon berkat Tuhan. Semoga Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Semoga kita sekalian dilimpahi berkat Allah yang mahakuasa. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.
Lagu Penutup
Pilih lagu yang sesuai dengan tema.
Waktu Tuhan Pasti yang Terbaik Bila Kau ijinkan sesuatu terjadi Ku percaya semua untuk kebaikanku
Bila nanti telah tiba waktu-Mu Ku percaya kuasa-Mu Memulihkan hidupku Waktu Tuhan pasti yang terbaik Walau kadang tak mudah dimengerti
Lewati cobaan, kutetap percaya Waktu Tuhan pasti yang terbaik Bila Kau ijinkan sesuatu terjadi Ku percaya semua untuk kebaikanku
Bila nanti telah tiba waktu-Mu Ku percaya kuasa-Mu Memulihkan hidupku
Waktu Tuhan pasti yang terbaik Walau kadang tak mudah dimengerti
Lewati cobaan, ku tetap percaya Waktu Tuhan pasti yang terbaik Waktu Tuhan pasti yang terbaik Walau kadang tak mudah dimengerti
Lewati cobaan, ku tetap percaya Waktu Tuhan pasti yang terbaik Waktu Tuhan pasti yang terbaik Walau kadang tak mudah dimengerti
Lewati cobaan, ku tetap percaya Waktu Tuhan pasti yang terbaik Lewati cobaan, ku tetap percaya Waktu Tuhan pasti yang terbaik
Link Lagu: https://bit.ly/Waktu_Tuhan_Terbaik
Kasih Allah Mempersatukan (YL. 2:28-32)
Deskripsi Situasi Remaja dan Tema
Pendamping membuka pertemuan dengan membacakan deskripsi singkat terkait situasi aktual dan tema pertemuan keempat.
Para sahabat, remaja Katolik, kita tahu bahwa hidup sebagai manusia itu seharusnya rukun, harmonis, bersatu, dan saling menghargai.
Sebagai sesama manusia, kita ini bersaudara karena kita dicurahi oleh Roh Allah yang sama walau kita berbeda-beda dalam banyak hal. Inilah salah satu cara Tuhan Allah menyatukan manusia.
Pada pertemuan keempat ini, kita akan merenungkan, men- dalami, dan berbagai kisah serta pengalaman tentang subtema, “Kasih Allah mempersatukan” dengan berlandaskan janji Tuhan kepada umat Israel (Yl. 2:28-32). Melalui subtema ini kita diajak untuk menyadari bahwa Allah sendiri yang mencurahkan Roh-Nya yang kudus kepada semua orang tanpa memandang perbedaan sehingga kita harus hidup rukun, harmonis, saling menghormati dan menghargai.
PEMBUKA
Setelah menyampaikan deskripsi singkat terkait situasi dan tema, pendamping mengajak peserta memulai pertemuan keempat dengan ri- tus pembuka.
Lagu Pembuka
Pilih lagu yang sesuai dengan tema.
Pertemuan Keempat
Jika Ada Cinta Kasih, Hadirlah Tuhan (Puji Syukur: 498)
Reff: Jika ada cinta kasih, hadirlah Tuhan Cinta Kristus menyatukan kita semua.
Dalam Dia bersoraklah dan bersukalah.
Bertakwalah, sayangilah Tuhan yang hidup.
Mari saling mengasihi sebulat hati. Reff:
Marilah kita berkumpul bersatu hati.
Hendaklah kita hindarkan perselisihan.
Hentikanlah perbantahan dan permusuhan.
Semoga di tengah kita hadirlah Kristus. Reff:
Beserta orang kudus-Mu, ya Kristus Tuhan, kami memandang wajah-Mu yang mengagumkan.
Itu sukacita kami yang tak terhingga, dan berbahagialah kami sepanjang masa.
Link lagu: https://bit.ly/JIka_Ada_Cinta_Kasih
Tanda Salib
P: Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Tuhan beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
Pengantar
Pendamping menyampaikan pengantar singkat berikut sebelum pemba- caan teks Kitab Suci.
Para Sahabat, Remaja Katolik yang terkasih dalam Yesus Kristus, bacaan dari kitab Nabi Yoel yang akan kita dengarkan dan renungkan bersama pada pertemuan yang keempat dan terakhir ini menegaskan bahwa Tuhan sendiri mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia.
Dengan mencurahkan Roh yang sama, Tuhan Allah menyatukan semua umat beriman tanpa memandang perbedaan.
Doa Pembuka
P: Marilah kita berdoa.
Allah Yang Maha Kasih, kami, Para Sahabat Putera-Mu, Yesus Kris- tus, sungguh bersyukur dan berterima kasih atas anugerah Roh-Mu kepada semua orang tanpa kecuali. Bimbinglah kami agar kami bisa hidup bersaudara dengan semua orang karena kami sama-sama dia- nugerahi oleh Roh-Mu. Demi Yesus Kristus, Sahabat kami, yang hi- dup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.
U: Amin.
PENDALAMAN KITAB SUCI Pembacaan Teks
Pendamping meminta seorang anak remaja untuk membacakan teks Yoel 2:28-32 dengan suara lantang. Peserta yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian, sambil mengikuti dari Alkitab masing-masing.
Yoel 2:28-32
28“Akan terjadi kemudian, bahwa Aku akan mencurahkan Roh- Ku ke atas semua manusia; anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, taruna- tarunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 29Juga ke atas ham- ba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. 30Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah, api, dan gumpalan-gumpalan asap. 31Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang dahsyat dan mengerikan. 32Siapa saja yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di Gunung Sion dan di Yeru- salem akan ada keselamatan; seperti yang telah difirmankan TUHAN, setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terluput.”
P: Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Pendalaman Teks
Pendamping mengajak peserta untuk melihat kembali teks Yoel 2:28-32 dan membacanya secara perlahan-lahan dalam hati sambil merenungkan- nya sebagai persiapan untuk menemukan jawaban atas beberapa pertan- yaan penuntun berikut.
1. Apa yang dimaksudkan dengan Roh dan kepada siapa Tuhan men- curahkan Roh-Nya? Lihat ay. 28-29.
2. Apa yang dimaksudkan dengan Hari Tuhan?
3. Apa tanda-tanda yang terlihat sebelum Hari Tuhan datang? Lihat ay.
30-31
4. Apa yang akan terjadi dengan alam semesta sebelum datangnya Hari Tuhan? Lihat ay. 31.
5. Apa yang harus dilakukan agar kita diselamatkan pada waktu Hari Tuhan datang? Lihat ay. 32
Penjelasan Teks
Setelah mendengar diskusi dan tanya jawab peserta, pendamping mem- berikan penegasan dengan menyampaikan beberapa poin berikut.
Para sahabat, remaja Katolik yang terkasih, terima kasih telah berusaha memahami teks dari Kitab Yoel (2:28-32) serta membagikan pengertian masing-masing.
1. Roh itu adalah angin, nafas, dan prinsip kehidupan. Roh itu kita dapatkan dari Allah secara gratis. Apa buktinya? Apakah kita harus bayar ketika menghirup udara? Apakah kita harus membayar ketika merasakan angin sepoi-sepoi? Tentu tidak. Ketika Roh diartikan se- bagai napas, maka Allah memberikannya kepada kita secara cuma- cuma untuk menopang kehidupan kita.
Tuhan mencurahkan Roh-Nya kepada semua orang, tanpa kecuali.
Semua orang, tanpa memandang jenis kelamin (laki-laki/perem- puan), usia (anak-anak/tua/pemuda), atau status sosial (hamba- pelayan), dicurahi oleh Roh Allah. Semua orang dicurahi oleh Roh- Nya yang tanda dan bukti nyata bahwa Allah hadir dalam diri semua orang beriman dan di tengah komunitas umat-Nya. Tempat tinggal Tuhan tidak hanya di surga, namun juga, melalui Roh-Nya, di tengah dan dalam diri umat beriman.
2. Hari Tuhan dalam Kitab Nabi Yoel lebih menunjuk pada saat Tuhan menghakimi umat-Nya, saat penentuan di mana yang bertobat akan diselamatkan dan yang tetap tinggal dalam perbuatan dosa akan di- musnahkan. Jika kita tidak mau dihukum oleh Allah, maka kita harus bertobat. Sebab, Allah mau mengampuni dan menerima kita kem- bali dengan penuh kasih, jika kita sungguh-sungguh ingin berubah dengan tidak lagi melakukan hal-hal yang penuh dosa. Meski kita berdosa, selama mau bertobat dan kembali kepada Allah, mengubah sikap dan perilaku jahat menjadi lebih baik sesuai dengan kehendak Tuhan, maka kita akan mendapatkan pengampunan dari Tuhan dan diselamatkan.
3. Kedatangan Hari Tuhan bisa diketahui melalui tanda-tanda alam berupa darah, api, asap, dan gelap gulita. Tanda-tanda seperti terse- but pernah dibuat Tuhan dalam bentuk tulah-tulah untuk meng- hukum Firaun dan kerajaannya guna membebaskan umat-Nya dari perbudakan (lih. Kel. 7:14-24; 10:21-29). Nabi Yoel bisa jadi hendak mengingatkan bahwa sama seperti Tuhan membebaskan umat-Nya dari penderitaan di Mesir, demikian pula sekarang Ia akan membawa pembebasan kembali bagi umat-Nya dengan tanda-tanda alam.
4. Kriteria untuk diselamatkan Tuhan itu bukanlah kaya atau miskin, guru atau pedagang, agamawan atau politisi, dll., tetapi berseru kepada Tuhan. Ungkapan “berseru kepada nama Tuhan” ini tidak berarti hanya memohon bantuan kepada Tuhan pada saat bencana.
Ungkapan tersebut dapat berarti memuji Tuhan dalam ibadah, me- ngakui-Nya di antara mereka yang beragama lain, atau menyembah- Nya di tengah-tengah dunia yang tidak mengenal-Nya.
Sharing dan Aksi Nyata
Pendamping mengajak peserta untuk men-sharing-kan pengalaman pribadi mereka dan untuk mengungkapkan niat melakukan aksi nyata dengan arahan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Agar pengalaman dan niat itu sungguh keluar dari dalam diri masing-masing peserta, al- angkah baiknya digunakan kata ganti “saya”, alih-alih “kita” atau “kami”.
Para sahabat, remaja Katolik yang terkasih, marilah kita ber- tanya kepada diri sendiri, berbagi kisah-pengalaman, dan membangun aksi nyata dengan bantuan pertanyan-pertanyaan berikut:
1. Bagaimana saya mengenal bimbingan Roh yang telah dicurahkan atas diri saya sejak dibaptis?
2. Anugerah apa saja yang saja terima secara cuma-cuma dari Allah dalam hidup saya?
3. Bagaimana saya memahami adanya perbedaan hobi, bakat, kemam- puan di antara keluarga dan teman-teman saya?
4. Kesulitan-kesulitan apa saja yang membuat saya tidak bisa menjalin persaudaraan sejati dengan orang lain?
Uji Imajinasi
Pendamping mengajak peserta untuk berimajinasi. Kepada peserta di- sodorkan suatu keadaan. Peserta diajak untuk berimajinasi hal terbaik apa yang akan mereka lakukan dalam keadaan tersebut, yang menunjuk- kan bahwa mereka ini adalah remaja Katolik yang sangat dikasih Tuhan Yesus.
1. Situasi yang sedang berlangsung (kisah dapat disesuaikan dengan kondisi setempat).
Contoh kisah seorang remaja bernama Dadi
Saya adalah seorang remaja yang dibesarkan dalam keluarga Kato- lik yang harmonis. Orang tua sungguh menyayangi saya. Tetapi, saya merasa harus bisa mandiri dan banyak bergaul dengan teman-teman remaja lain, agar tidak dianggap anak mami. Tidak jarang saya pu- lang malam sehingga tidak ikut doa dan makan bersama lagi de- ngan orang tua dan kakak serta adik. Sebenarnya, saya lebih banyak menghabiskan waktu di gereja bersama dengan teman-teman mis- dinar dan orang muda katolik (OMK). Saya senang kumpul bersama teman-teman di gereja sehingga kadang lupa pulang. Tidak jarang pekerjaan rumah, saya tinggalkan. Kadang Ibu telpon, tapi saya tidak jawab. Ketika dia tanya, kenapa gak jawab telpon, selalu ada alasan, seperti habis pulsa, batere habis, dan lain sebagainya. Seiring waktu berjalan, lama-lama saya menjadi sangat jarang berkumpul dengan keluarga di rumah. Suatu hari, saya main di rumah salah satu teman misdinar atau OMK. Saya melihat orang tua dia begitu dekat de- ngannya. Saya diajak makan bersama mereka. Sebelum makan, me- reka berdoa bersama. Kejadian ini persis sama dengan kebiasaan di rumah saya. Sejenak saya merasa sungguh bersalah kepada orang tua.
Ternyata pengalaman di rumah teman itu, menyadarkan saya betapa pentingnya doa dan makan bersama keluarga. Saya menyadari Allah telah mencurahkan Roh Kudus dalam keluarga saya sehingga kami bisa bersatu dalam kasih Tuhan, tetapi saya menyangkalnya. Setelah
kejadian itu, saya mulai ikut doa dan makan bersama keluarga saya seperti dulu. Lama-lama hidup saya kembali merasa lebih berarti karena bisa hadir untuk orang tua, kakak, dan adik saya di rumah.
2. Pertanyaan: Apa yang akan saya lakukan bila mengalami pengala- man seperti dalam kisah tadi? Bisa saja kisahnya berbeda dengan pengalaman kalian. Coba ceritakan!
Doa Umat
Pendamping mengajak peserta untuk mengungkapkan doa umat sesuai dengan ujud masing-masing. Doa umat ditutup dengan doa Bapa Kami.