• Tidak ada hasil yang ditemukan

Allah Yang Maha Kasih adalah Penyelamat

Dalam dokumen Buku Allah Sumber Kasih dan Keselamatan (Halaman 138-147)

Allah Yang Maha Kasih

Ia menuntunku ke jalan yang benar, oleh karna nama-Nya Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman Aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku Gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku

Reff…

Sebab aku akan diam dalam rumah Bapa s’panjang masa Lagu berikut ini dapat dilihat pada

https://www.youtube.com/watch?v=oiZbi7osEKM Tanda Salib

P: Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U: Amin.

P: Tuhan beserta kita.

U: Sekarang dan selama-lamanya.

Doa Pembuka

P: Marilah kita berdoa.

Allah yang penuh belas kasihan, kami bersyukur karena pada ke- sempatan ini kami dapat berkumpul bersama, untuk kembali men- dengarkan Firman-Mu. Terima kasih karena kami dapat mengalami berkat dan karunia yang Engkau berikan kepada kami lewat teman- teman kami yang hadir di dalam pertemuan ini. Allah Bapa, ber- katilah kami semua agar pertemuan yang kami laksanakan hari ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan dari awal sampai akhir nanti. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dalam persekutuan dengan Roh Ku- dus, Allah sepanjang segala masa.

U: Amin.

PERMAINAN Langkah-langkah Permainan:

1. Fasilitator menyiapkan beberapa sarana yang akan digunakan untuk bermain yang terdiri dari :

a. 2 lembar kertas HVS A4

b. 1 lembar kertas HVS berwarna merah c. 1 lembar kertas HVS berwarna biru d. 1 lembar kertas HVS berwarna kuning

e. 1 buah kursi f. 1 buku Alkitab

2. Fasilitator memilih 3 orang anak untuk terlibat dalam permainan, sedangkan anak-anak yang lain bertugas mengamati jalannya per- mainan.

3. Tiga orang anak yang diminta terlibat dalam permainan maju ke depan dan mendengarkan sebuah kasus yang akan diceritakan oleh fasilitator dengan suara lantang agar anak-anak lain juga dapat men- dengarnya

4. Fasilitator menceriterakan sebuah kasus sebagai berikut: Ada se seorang yang sedang sakit keras. Ia membutuhkan obat, namun oleh seorang tabib yang mengobatinya, obat tersebut masih dirahasiakan.

Menurut sang tabib, obat tersebut hanya bisa ditemukan kalau ada teman-teman dari si sakit yang mampu dan berhasil membaca pe- tunjuk rahasia yang ada di sekitar ruangan ini. Maka marilah kalian bertiga yang telah ditunjuk dalam permainan ini, berperan sebagai teman-teman dari orang yang sedang sakit tersebut. Kalian diharap- kan dapat membantu si sakit untuk mendapatkan obat rahasia terse- but. Sebagai langkah awal dari pencarian, maka silahkan kalian ber- tiga menemukan petunjuknya dari tempat yang bertuliskan POS 1.

Untuk menemukan POS-POS ataupun petunjuk lainnya, sangat ter- gantung dari kemampuan kalian menemukan jawaban di POS 1.

5. Fasilitator memberi tanda/aba-aba bahwa permainan sudah bisa dimulai.

6. Ketiga anak yang ditunjuk langsung bisa bergerak ke tempat yang bertuliskan POS 1.

Adapun proses jalannya penemuan obat rahasia tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Petunjuk di POS 1

Ada selembar kertas putih di lantai yang bertuliskan: “Selesaikan teka-teki ini untuk menuju ke petunjuk selanjutnya: Aku adalah sesuatu yang tidak pernah berdiri meskipun kakiku ada empat, Carilah aku” (Jawabannya: “Kursi”) Kalau kalian tahu jawaban- nya, maka itulah petunjuk yang kedua. Silahkan menuju ke pe- tunjuk ke dua tersebut, untuk menemukan petunjuk selanjut- nya.”

b. Petunjuk ke-2: (dapat ditemukan pada selembar kertas putih yang ada di bawah kursi). Kertas putih yang ditemukan bertu-

liskan: “Saat ini kalian ada bersama dengan Tuhan Allahmu. Ayo bertepuk tanganlah bersama-sama sambil bersorak Puji Tuhan.”

Kemudian tanyalah kepada teman-temanmu yang ada di ruan- gan ini, “Siapakah yang menyimpan kertas yang merah? “Kalau sudah ada temanmu yang menjawab bahwa dia yang menyim- pannya, maka datanglah kepada temanmu tersebut untuk me- ngambil kertas merah dan membaca tulisan yang ada, sebagai jalan untuk petunjuk berikutnya.”

c. Petunjuk ke-3 yang ada di kertas merah memuat tulisan seb- agai berikut: “Pagi, siang, sore, dan malam, aku bekerja tanpa henti dan terus berputar-putar. Orang-orang seringkali meli- hatku. Karena aku, orang-orang menjadi berkejar-kejaran de- ngan waktu. Setiap aku bergerak terdengar detakan langkahku.

Siapakah aku? (Jawabannya: “Jam tangan”). Temukanlah aku di antara teman-temanmu yang ada di ruangan ini. Pasti aku ada di antara mereka. Kalau sudah kalian temukan, antarkan aku ke- pada pendamping di ruangan ini dan mintalah kepadanya kertas petunjuk berwarna biru.”

d. Petunjuk ke-4 ada di kertas biru bertuliskan : “Aku adalah buku yang berisi Firman Tuhan. Siapakah aku? (Jawabannya: Kitab Suci). Temukanlah aku di ruangan ini dan kembali antarkan aku kepada pendamping di ruangan ini dan tunggulah petunjuk yang akan diberikannya kepada kalian.”

e. Petunjuk ke-5 dapat diperoleh dari si pendamping atau fasilita- tor pertemuan. Dalam hal ini fasilitator memberikan selembar kertas berwarna kuning yang bertuliskan: “Bacalah kitab suci dari kitab Yoel 2 ayat 30-a dan ayat 32-a secara bersama-sama dengan suara lantang.

f. Setelah ketiga anak tersebut membacanya, fasilitator perte- muan menutup permainan dengan mengatakan: “Anak-anak, obat rahasianya sudah ditemukan pada kata-kata yang tertulis pada kitab Yoel 2 ayat 30-a dan ayat 32-a, “Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi”; “Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan Diselamatkan.”

Makna Permainan

1. Dalam permainan ini digambarkan ada kondisi orang yang sedang menderita karena sakit parah.

2. Orang yang sedang menderita karena sakit parah, tentu saja berha- rap dapat ditolong dan diselamatkan, sehingga terbebas dari sakit dan penderitaannya.

3. Ada 3 orang teman yang kemudian berjuang untuk menemukan obat yang diyakini dapat menolong si sakit supaya dapat sembuh dan terbebas dari penderitaannya.

4. Pada akhirnya, obat rahasia ditemukan dalam firman Allah yang menyatakan bahwa Allah akan mengadakan mukjizat dan siapa yang berseru kepada Tuhan akan diselamatkan.

PENDALAMAN KITAB SUCI Pembacaan Teks

Fasilitator meminta anak-anak membaca teks Kitab suci secara bergan- tian.

Yoel 2:23-27

23Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya bagimu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti semula. 24Tempat-tempat pengirikan akan penuh dengan gandum, dan tempat-tempat penampu- ngan berkelimpahan anggur dan minyak. 25Aku akan memulihkan kepad- amu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, pasukan-Ku yang besar yang Kukirim ke tengah-tengah kamu. 26Kamu akan makan sepuasnya dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TU- HAN, Allahmu, yang melakukan perbuatan Ajaib bagimu. Umat-Ku tidak akan mendapat malu lagi untuk selama-lamanya. 27Kamu akan menge- tahui bahwa Aku ada di antara orang Israel, dan bahwa Akulah TUHAN, Allahmu; dan tidak ada yang lain. Umat-Ku tidak akan mendapat malu lagi untuk selama-lamanya.

P: Demikianlah sabda Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Pendalaman Teks

Fasilitator mengajak anak-anak untuk mendalami teks kitab suci Yl. 2 : 23-27 dengan pertanyaan sebagai berikut:

1. Dalam kitab Yoel, dikatakan bahwa Tuhan akan memulihkan kondisi bangsa Israel dan menggantinya dengan berkat. Tuhan memulihkan bangsa Israel dari kondisi yang seperti apa?

2. Berkat-berkat apa saja yang akan diberikan oleh Tuhan kepada bangsa Israel?

3. Mengapa Nabi Yoel menyerukan kepada bangsa Israel untuk “berso- rak-soraklah dan bersukacitalah karena Tuhan Allahmu” (ayat 23) dan “memuji-muji nama Tuhan” (ayat 26)?

4. Apakah anak-anak juga pernah memiliki pengalaman tidak menye- nangkan dan kemudian juga dipulihkan oleh Tuhan?

Pesan Kitab Suci

Fasilitator menyampaikan kepada anak-anak mengenai pesan kitab suci yaitu:

Anak-anak terkasih, setiap orang pasti pernah mengalami pe- ngalaman terluka, dan pengalaman yang membuat dirinya menderita, seperti halnya juga bangsa Israel di masa lalunya pernah mengalami ke- hancuran dan penderitaan karena hancurnya kota Yerusalem oleh tentara Babel. Kitab nabi Yoel yang kita baca hari ini mengungkapkan bahwa Al- lah sendirilah yang hadir untuk memulihkan kondisi bangsa Israel dari situasi kehancurannya dengan berganti menjadi situasi yang penuh ber- kat. Situasi yang tadinya tidak baik yang digambarkan dengan hasil pa- nen yang dimakan habis oleh belalang (ay. 25), berganti dengan situasi tempat pengirikan yang penuh dengan gandum dan tempat pemerasan yang dipenuhi dengan anggur dan minyak (ay. 24).

Untuk kebaikan Allah itulah nabi Yoel menyerukan kepada Is- rael untuk memuji kebesaran Tuhan yang begitu baik, yang tidak pernah meninggalkan bangsa Israel. Nabi Yoel juga menyatakan bahwa semua sorak sorai dan sukacita yang dialami harus dilakukan dalam nama Tu- han karena tidak ada Allah yang lain (ay. 27) yang telah memperlakukan bangsa Israel dengan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib (ay. 26). Jadi, semua kelimpahan berkat yang diberikan oleh Allah semata-mata adalah anugerah dan tidak boleh menjadi sesuatu yang disembah. Yang patut disembah hanyalah Allah dan bukan kemakmuran yang sudah diberikan oleh Allah.

Dalam kehidupan anak sehari-hari, Allah yang penuh kasih itu pulalah yang selalu mencintai anak-anak, sehingga harus yakin dan ber- harap bahwa Allah Sang Mahakasih akan memulihkan hidup anak-anak dan semua orang menuju kehidupan yang lebih baik. Tentu saja segala pemulihan yang dilakukan oleh Allah kepada anak-anak untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, sangat membutuhkan kerjasama dari anak- anak sendiri yang mau dan berani meninggalkan kehendak diri sendiri demi mengikuti kehendak Allah.

Melaksanakan Pesan Kitab Suci dalam Hidup Sehari-hari

Setelah menyampaikan pesan teks Kitab Suci, fasilitator mengajak anak- anak untuk mengungkapkan niat dan cara-cara yang dapat dilakukannya agar pesan kitab suci dapat dilaksanakan dalam kehidupan anak sehari- hari.

Anak-anak sekalian, kita sudah mengetahui dan bahkan me- ngalami bahwa Allah yang baik selalu hadir di dalam setiap peristiwa hi- dup kita, bahkan dalam peristiwa yang menyedihkan dan membuat kita menderita. Oleh karena itu, kita perlu bersyukur untuk semua bentuk penyertaan Allah.

Sebagai ungkapan syukur atas sukacita yang Allah limpahkan ke- pada kita, kita diharapkan dapat berbagi sukacita kepada orang lain atau sesama yang kita jumpai sehari-hari. Marilah kita sekarang menuangkan niat dan rencana kita untuk berbagi kebaikan kepada orang lain sejalan dengan kehendak Allah sendiri. Isilah tabel berikut ini, yang menunjuk- kan apa yang dapat saya lakukan kepada sesama sebagai ungkapan syukur atas kebaikan Allah:

Perbuatan yang dapat kulakukan sebagai ungkapan syukur kepada Allah

Untuk Orang tua : Untuk Teman : Untuk Diriku sendiri :

Doa permohonan yang ditutup dengan doa Bapa Kami

Setelah menuliskan rencana perbuatan-perbuatan yang akan dilakukan- nya untuk mewujudkan pesan kitab suci dalam hidup sehari-hari, be- berapa anak diminta untuk menyampaikan doa permohonan agar per- buatan-perbuatan yang ingin dijalankannya dapat sungguh diwujudkan.

Sebelum doa permohonan dipanjatkan, fasilitator mengawalinya dengan doa sebagai berikut:

P: Allah Bapa yang baik, pada kesempatan ini dengarkanlah doa-doa permohonan yang akan yang dipanjatkan oleh anak-anak-Mu. Se- bagai tanda syukur atas segala kebaikan-Mu, anak-anakmu juga ingin melakukan perbuatan baik bagi sesamanya. Bantulah mereka agar usaha mereka untuk berbuat baik dapat sungguh diwujudkan dalam hidup sehari-hari.

Perwakilan Anak: “Allah Bapa kami, sebagai ungkapan syukur kami atas kebaikan-Mu bantulah kami anak-anak-Mu untuk dapat melaksanakan upaya-upaya kami dalam melakukan perbuatan yang baik.

Beberapa anak diminta untuk membacakan perbuatan baik yang akan dilakukannya dengan terlebih dahulu mengungkapkan rumusan doa ini:

Anak: “Bapa yang baik, bantulah saya untuk menjalankan perbuatan untuk … yaitu … (sebut salah satu perbuatan saja). Berilah kekuatan ke- pada saya untuk melakukan perbuatan baik tersebut.” Kami mohon…

U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan Bapa Kami

PENUTUP Doa Penutup

P: Marilah kita berdoa.

Allah yang mahabaik, terima kasih atas penyertaan yang telah Eng- kau berikan sehingga kegiatan yang kami laksanakan hari ini berja- lan baik dan lancar. Semoga dengan bantuan rahmat-Mu, kami dapat hidup sesuai dengan panggilan-Mu dan mampu menanggapinya kehadiran-Mu melalui doa dan karya kami sehari-hari. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

U: Amin.

Berkat dan Pengutusan

P: Marilah kita memohon berkat Tuhan. Semoga Tuhan beserta kita.

U: Sekarang dan selama-lamanya.

P: Semoga kita sekalian dilimpahi berkat Allah yang mahakuasa. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U: Amin.

Lagu Penutup

Pilih lagu yang sesuai dengan tema.

Semua Baik Dari semula T’lah Kau tetapkan

Hidupku dalam tangan-Mu, dalam rencana-Mu, Tuhan Rencana indah t’lah Kau siapkan

Bagi masa depanku yang penuh harapan S’mua baik, s’mua baik

S’gala yang t’lah Kau perbuat di dalam hidupku S’mua baik, sungguh teramat baik

Kau jadikan hidupku berarti Dari semula

T’lah Kau tetapkan

Hidupku dalam tangan-Mu, dalam rencana-Mu, Tuhan Rencana indah t’lah Kau siapkan

Bagi masa depanku yang penuh harapan S’mua baik, s’mua baik

S’gala yang t’lah Kau perbuat di dalam hidupku S’mua baik, sungguh teramat baik

Kau jadikan hidupku berarti S’mua baik, s’mua baik

S’gala yang tlah Kau perbuat di dalam hidupku S’mua baik, sungguh teramat baik

Kau jadikan hidupku berarti Kau jadikan hidupku berarti Lagu berikut ini dapat dilihat pada

https://www.youtube.com/watch?v=Z08rMwgSzhQ

Allah Yang Pengasih

Dalam dokumen Buku Allah Sumber Kasih dan Keselamatan (Halaman 138-147)